[FREELANCE] Autumn #1

_20160425_201615

Puspita.desu present.

Poster Alkindi EXO KINGDOM FANFICTION

Title: Autumn ‘Chapter 1’

Author: Puspita.desu

Cast: Byun Baekhyun
Kim Yoora

Genre: Sad, Romance

Rating: PG-15+

Length: Chaptered.

Aku tahu suatu hari waktu akan tertawa, menertawakan sesuatu yang harusnya aku miliki namun dengan bodohnya aku membenci itu.

Aku tahu suatu hari waktu akan menangis, menangisi sesuatu yang harusnya aku jauhi namun dengan idiotnya aku menyukai itu.

Aku tahu suatu hari aku akan menyesal.

 

******

Kim Yoora menatapi tiga orang pria di depannya, duduk bergeming diantara kerlip lampu dan deru bising semua orang.

Aku mungkin tampak kuat,
Aku mungkin tersenyum,
Tapi ada waktu ketika aku sendirian.

Suara merdu dari ketiganya mulai mengalun, semua penonton mulai mengiringi mereka dengan lightstick masing-masing. Namun tampaknya gadis itu hanya terdiam, menggenggam lightstick-nya erat dan menatap teduh seseorang disana,
Seseorang yang menekan tuts piano dengan merdunya.

Aku mungkin tampak seperti tak punya kekhawatiran, 
Tapi aku memiliki kata yang ingin kucurahkan padamu.

Namanya Byun Baekhyun.
Siapa yang tidak mengenalnya? Vocalis utama grup Exo,
Siapa yang tidak mengagumi nya?
Pria tampan bersuara emas.
Siapa yang tidak mencintainya?
Pria dewasa yang masih bertingkah layaknya bocah.

Saat pertama kali melihatmu, aku tertarik padamu.
Aku tidak menimbang semuanya, aku berbicara seadanya.

Namun julukan bocah itu masih pantas kah?
Seorang pria yang kini berstatus mempunyai kekasih, dan itu semua membuat hatinya tak karuan. Ingin sekali mendukung pria itu namun dia tak bisa.
Dan sadarlah bahwa sebagian dari teriakan mereka untuk memperoloknya.
Haruskah dia memaki semua orang?

Jawabannya adalah kamu,
Jawaban dari diriku adalah dirimu.

Namanya Kim Taeyeon,
Seniornya di management mereka. Dan Baekhyun sangat mengidolakan Taeyeon.
Bukankah dia sangat beruntung?
Pria itu membuatnya berani bermimpi, apakah semua orang  bisa sepertinya?

Aku harus lebih berhati-hati, aku harus menyelamatkan diri.
Mungkin aku takan mendapatkan hatimu secepat itu.

Bisa membuat mimpi jadi kenyataan,
Ini memang bukan lagi cinta segitiga.
Terdapat miliaran doa lainnya yang serupa dengan gadis itu.
Tapi, bisakah dia berharap saja?

Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya, pikiranku dipenuhi denganmu.

Atau haruskah dia membenci pria itu juga selayaknya diselingkuhi?
Tapi, siapakah Yoora?
Pria itu bahkan terus bernyanyi tanpa memandang dirinya, tanpa tahu bahwa dia disini.

Tapi sebaliknya, aku menulis tentang mu kemudian menghapusnyaTetap seperti itu. Aku penasaran dengan harimu yang selalu menyita hariku.

Melodi mereka kian selesai, Yoora menghela nafas dan tersenyum diantara ribuan pemikiran yang berputar-putar.
Dia kini sudah memantapkan hatinya, dan ini adalah resikonya menjadi seorang penggemar.

Jawabanku adalah kamu.

#My Answer – EXO

******

“EXO Saranghaja”

Pertunjukkan telah selesai, dan teriakan keberhasilan konser mereka kini menggema di bawah panggung. Anggota Exo mulai mengemasi barang mereka dan bersiap kembali ke asrama, sebagian dari mereka bermain ponsel dan beristirahat di bascam.

Kau sedang apa?

Konsermu belum selesai?

Jangan lupa minum vitamin..

Hubungi aku jika sudah sampai hotel

Aku merindukanmu.

Baekhyun tersenyum senang mendapati pesan dari kekasihnya, rasa lelahnya bak menghilang sudah hanya dengan ungkapan rasa rindu darinya.

Dari kekasihnya yang bahkan semua orang kini membenci hubungan keduanya.

Dan mengabaikan segalanya pria itu mulai membalas pesan singkat tersebut.

Aku selesai, aku akan menghubungi mu jika sudah sampai asrama.

Aku juga merindukanmu, Noona.

Dan sebuah tepukan dibahunya membuat Baekhyun terperanjat, menutup layar ponselnya dan mendongak melihat siapa yang dengan beraninya mengganggu romansanya.

Park Chanyeol.

“Kau bahkan mengabaikan tenggorokanmu demi ponselmu itu?”

Chanyeol menggeleng dan nyengir seraya menyerahkan botol minuman pada Baekhyun, mulai menekukkan lututnya untuk duduk disebelah sofa yang diduduki Baekhyun.

“Terimakasih..”
Baekhyun menggenggam botol minumannya setelah menutupnya kembali, lihat saja bahkan dia menghabiskan seluruh isinya hanya dengan beberapa detik saja.

Apa Baekhyun ingin tenggerokannya terluka?

Park Chanyeol berdehem, kepalanya terdongak disandaran kursi dan kedua kakinya dia tumpukkan dimeja. Mata lelahnya memandang rekannya yang lain yang kini juga bernasib tak jauh darinya.
lelah yang memuaskan.
Mereka hanya memiliki waktu 30 menit untuk beristirahat.

“Bagaimana selanjutnya?”

Chanyeol mulai bertanya, sepertinya kedatangannya disamping Baekhyun juga memiliki maksud tersembunyi.

“Apa?”

Baekhyun yang sedari tadi tenggelam dengan ponselnya mulai merasakan keganjilan, menatap Chanyeol yang sedang memejamkan matanya dengan tangan yang bersidekap.

“Noona-mu..”

Chanyeol mengungkapkannya tanpa berfikir lagi. Anggap saja dia teman yang jahat, teramat jahat mungkin. Menginginkan sahabatnya mengakhiri hubungan dengan kekasihnya.
Tapi melihat temannya yang kian tersiksa membuatnya geram.
Baekhyun memang selalu tersenyum bahagia ketika menceritakan kekasihnya itu, namun dia juga tahu bahwa Baekhyun tak sebahagia tatkala kisah cintanya bahkan dihujat oleh para penggemarnya.
Suatu malam Chanyeol menemukan Baekhyun yang menangis dikamarnya dan dia melihat CD album dan posternya yang dicoret sedemikian buruknya oleh fans.

Ini pasti sangat berat,

Dan jalan apa lagi selain dia harus mengakhirinya sendiri?

“Kau tahu aku mencintainya, aku tak akan pernah melepasnya..”

Baekhyun berucap dengan serius, mendengus mengingat ini adalah pertanyaan yang kesekian kalinya dari Chanyeol.
Dia tahu pasti saat fansnya berteriak murka saat dirinya bernyanyi, ingin sekali menangis namun apa boleh buat?
Dia juga manusia normal yang membutuhkan cinta.
Apa cinta bagi seorang idol itu kesalahan?

“Kau yakin itu cinta? Kau yakin itu bukan sekedar kagum saja?”

Chanyeol menegakkan tubuhnya dan memandang Baekhyun yang kini mulai siap berdiri, namun gerakkannya terhenti begitu saja.

“Apa kau bilang?”

Baekhyun mulai geram, pembicaraan ini sudah tidak sehat. Merapatkan bibirnya menahan emosi dan bangkit hendak meraih kopernya.

“Aku hanya tak ingin kau kehilangan lebih banyak lagi, sebaiknya kau akhiri saja..”

“Diam kau brengsek!”

Dengan gerakan cepat Baekhyun meraih kerah Chanyeol dan meninju pria itu.
Kehebohan seketika tercipta dan anggota lain mulai berlarian kearah keduanya.
Chanyeol membalas pukulan Baekhyun sehingga menimbulkan darah disudut bibirnya, tak ada lagi yang muncul diotaknya selain Baekhyun harus memutuskan hubungannya.
Oh lihat saja grup mereka yang baru seumur jagung, satu  rekannya telah mengundurkan diri.
Dan sekarang dia harus dihadapkan dengan skandal kencan dari sahabat dekatnya?

Mengapa nasib grup nya harus seheboh ini?

Baekhyun yang tersungkur seketika mengusap bibirnya yang berdarah, menatap Chanyeol diatasnya dengan murka dan bangkit hendak menyerang lagi sebelum dirinya serasa diseret, begitu juga dengan Chanyeol yang ditahan oleh Kyungsoo dan Jongin.

“Kalian ini kenapa hah?”

Suho yang menahan tangan kiri Baekhyun mulai murka, tak habis pikir dengan kedua bocah yang bertengkar sehabis konser yang jelas-jelas menguras tenaga mereka.

Baekhyun dan Chanyeol mencibir, memalingkan wajahnya untuk tidak saling berhadapan. Kyungsoo yang tampak khawatir mulai melepaskan pegangannya di bahu Chanyeol dan mencari obat luka.

“Ceritakan padaku apa yang membuat kalian bertengkar seperti bocah, apa kau tak punya otak hah? Bagaimana jika semua orang tahu, dan oh lihat wajah tenarmu yang buruk rupa itu..”

Pluk
Pluk

Suho memukul kepala keduanya bergantian,
Baekhyun meringis dan Chanyeol yang nampak terkejut.

“Hyung, kau ini kenapa?”

Baekhyun menyela, mengusap kepalanya.

“Kau yang kenapa bodoh? Cepat obati lukamu, pakai masker sampai lukanya menghilang. Jangan sampai pihak management dan fans tahu..”

Chanyeol mengangguk menyesal, Kyungsoo yang sudah mendapatkan obatnya mulai mengoleskan obat merah di bibir Chanyeol, dan Sehun mengobati Baekhyun seraya menepuk bahunya, menyemangati.

“Bersikaplah seperti biasa jika diluar, kalian hutang penjelasan padaku..”

Suho menutup pembicaraannya seraya menatap keduanya tajam, dia sungguh lelah dengan bebannya akhir-akhir ini.

Kepalanya serasa diikat dengan kencang tanpa tahu bagaimana membukanya.
Dimulai dengan keluarnya Kris, skandal kencan Baekhyun dan sekarang mereka berkelahi dengan hebohnya tanpa tahu situasi.

Si bodoh itu benar-benar.

“Ayo semuanya bersiap, kita akan pulang sekarang..”

Teguran manager mereka membuat semuanya terperanjat, Sehun dan Kai menutupi Baekhyun dan Chanyeol yang sedang diobati, sedang Suho berjalan mendekat kearah manager Exo yang hendak membuka pintu bascamp mereka lebih lebar.

“Ya Hyung, kami sudah siap. 5 menit lagi kami menyusul..”

Suho berusaha menutupi pandangan sang manager, beruntung dia tak curiga karena setelahnya pria itu mengangguk dan pergi.
Terdengar helaan nafas dari Suho, dia berbalik dan hendak membawa koper nya sebelum mengutarakan kembali rasa kesalnya.

“Ingat, bersikaplah biasa walau kalian tidak mau..”

Suho berjalan kearah pintu dan kembali berhenti tatkala tangannya memutar knop.

“Berhentilah bersikap seperti bocah..”

Chanyeol menatap Baekhyun yang membawa kembali kopernya dan melangkah mengikuti leader mereka, diikuti rekannya yang lain yang juga terlihat sangat lelah dan kesal.

Apakah ini akhir dari karir mereka?

******

“Kenapa kalian tidak bernyanyi?”

Suara supir van Exo terdengar ditengah kesunyian yang tercipta selama setengah perjalanan mereka dari konser. Supir itu memang sudah dekat dengan anggota Exo dan tentu saja dia tahu kebiasaan para anak muda ini yang selalu berisik di mobilnya.

Tanpa tahu waktu,
Tanpa tahu rasa lelah.

Namun pria paruh baya itu tampak heran dengan diamnya mereka semua.

“Kami lelah paman..”

Kyungsoo yang duduk disebelah supir itu memberi tahu. Namun nampaknya pria yang dipanggil paman olehnya masih mengkerut.

“Nak Chanyeol dan nak Baekhyun juga?”

Chanyeol yang duduk tepat dibelakang Kyungsoo mulai bereaksi tatkala menangkap suara atas namanya yang disebut. Pria itu berbalik kesamping dan menemukan Baekhyun yang sibuk dengan ponselnya.

Tepatnya sibuk menatap ponselnya, entah apa yang dia lihat. Pikirannya teramat kacau setelah kejadian tadi.
Kembali teringat akan suasana mobil van nya yang selalu ramai oleh nya dan Baekhyun.

Pria itu tersenyum dan menatap supir yang masih fokus menyetir.

“Aku akan menyanyikan nya lain kali paman..”

Baekhyun mendongak kearah Chanyeol layaknya orang yang baru tersadar. Matanya teramat lelah dan hatinya berdenyut-denyut tak karuan.
Kembali menatap ponselnya seolah ponsel itu adalah hal yang paling indah dimuka bumi, namun tatapan pria itu menyiratkan sebaliknya.

Tatapan terluka dan bingung.

Baru beberapa menit yang lalu dia dan Taeyeon masih mengungkapkan rasa rindu mereka, dan kini dia mendapati hal yang membuat hatinya tersayat diakhir pesan dari kekasihnya itu.

Baekhyunnie..

Aku tahu ini adalah hal tersulit,
Hubungan ini sangat sulit setidaknya itu bagiku.
Kau mungkin juga merasa demikian.
Lantas apa lagi yang bisa kita lakukan untuk hubungan ini?

Kita sama-sama tahu bahwa semua orang menentang kita,

Dan aku kira, jika mengakhirinya akan lebih baik.

Maafkan aku Baek,
semoga kau dan aku bisa mendapatkan kebahagiaan sendiri.
Jika kita bisa bertemu dilain waktu dan dilain keadaan, aku mungkin akan lebih bahagia lagi.

Maafkan aku,
Aku mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Apa yang seperti ini layak disebut cinta?

Bertemu – menjalin hubungan – berakhir – menjauh.

“Paman tolong berhenti disini..”

Baekhyun memakai masker dan mantelnya, bersiap untuk keluar.

“Kau mau kemana?”

Terdengar suara Suho dari belakang, tanpa melihat ke arah nya Baekhyun mulai membuka pintu mobil seraya berseru.

“Aku hendak ke minimarket sebentar, kalian bisa duluan. Lagipula apartement tidak jauh dari sini”

Lalu pria itu berlalu begitu saja, meninggalkan pertanyaan dari rekannya. Tidak biasa nya dia seperti ini, Baekhyun selalu merengek meminta ditemani Chanyeol kemanapun.

Baekhyun menunduk menatap sepatu nya, semilir angin dan daun mapple berjatuhan disepanjang jalan.
Layaknya musim gugur kisahnya pun kian berguguran.
Tersenyum diantara kebimbangannya.

Mungkin aku akan bunuh diri saja.

******

Kim Yoora terduduk lesu di kursi bar, tangannya menggenggam segelas alkohol dan mencoba memasukkannya kedalam mulut.
Tapi terus saja gagal.

Gadis itu berdesis pelan seraya mengumpat, kepalanya terantuk-antuk dan mulutnya yang terus saja mengoceh.

Pelayan bar itu berusaha untuk menghentikan kegilaan wanita itu dan menjauhkan botol winenya,

“Aish, kembalikan minumanku hei..”

Yoora mencoba meraih wine ditangan pelayan bar namun hasilnya gadis itu tersungkur diatas lantai.

“Anda sudah sangat mabuk, sebaiknya nona pulang saja..”

Pria bar itu tampak khawatir, meraih tubuh mabuk Yoora dan mendudukkannya kembali di kursi. Pria itu tampak terkejut mendapati seorang pria lain di sebelah kursi pelanggan mereka.

“Biarkan wanita itu disini, aku akan menjaganya. Dan jangan sampai kau mengatakan hal ini pada siapapun..”

Pria itu berbisik pada si pelayan yang kemudian mengangguk mengerti walau kentara sekali raut kebingungan, bar ini memang kerap dikunjungi artis namun dia tak menyangka bahwa pria didepannya telah berkunjung dan ada di hadapannya, bahkan menyuapkan gelas wine di mulutnya.

Artis yang dia tahu memiliki imej yang baik sebelum skandal dirinya muncul, tapi untuk kunjungannya ketempat ini. Pelayan itu masih belum percaya.

Haruskah dia memfotonya lalu menjualnya ke stasiun tv?

Byun Baekhyun.

Pemuda itu menatap gadis mabuk didepannya, gadis itu tampak menyeringai disertai cegukan yang mulai melanda nya.

“Ah, siapa itu?”

Baekhyunie..

“Apa kau Baekhyun Exo?”

Aku tahu ini sangat sulit, setidaknya itu bagiku.

Yoora melotot dan hampir berteriak, namun seketika Baekhyun menyumpal mulutnya dan memaksa gadis itu duduk kembali. Mengisyaratkan untuk tidak berisik, dan gadis itu menurut kemudian berbisik..

“Apa aku tidak sedang bermimpi?”

Lantas apa lagi yang bisa kita lakukan untuk hubungan ini?

Baekhyun memejamkan matanya, memukul kepalanya kesal karena setiap detik dirinya terus saja terngiang-ngiang ucapan Taeyeon.

Dengan cekatan meraih botol wine dan meminumnya langsung.

“Oh, bahkan kau bergerak sekarang. Kau tahu? Aku ini penggemar berat mu..”

Kita tahu bahwa semua orang menentang kita..

“Diamlah, ku mohon jangan bicara lagi..”

Baekhyun memerintah gadis di depan nya untuk menutup mulutnya, semakin dia berbicara semakin pria itu serasa menggila.

“Tapi kenapa kau malah mengencani Taeyeon eonnie? Aku patah hati..”

Dan aku kira jika mengakhirinya akan lebih baik.

Sialan!

Baekhyun menatap geram akan gadis yang tertawa dan menangis bersamaan, meraih tangan gadis itu dan menyeretnya keluar.

Yoora mencoba melepaskan cekalan tangannya yang terasa sakit, gadis itu semakin pusing karena pria ini mengajaknya berlarian. Tanpa menghiraukan gadis yang tidak dia kenali sama sekali, Baekhyun terus saja membawanya ke tempat yang bahkan tak pernah dia fikirkan.

Menutup pintu hotel dengan keras dan melempar gadis itu keranjang, membuka pakaiannya serampangan. Yoora berteriak ketakutan tatkala Baekhyun mendekat.

Maafkan aku,
Aku berharap kita akan bahagia dengan cara tersendiri,
Aku mencintaimu Baekhyun.

******

Bias cahaya silau membuat Yoora mengerang, merasa terusik akan tidur tenangnya.
Dia tak tahu apa yang membuatnya teramat lelah dan sakit di sekujur tubuhnya, dan mencoba untuk tersadar gadis itu membuka matanya pelan. Mengerjap tatkala menemukan atap kamar yang terasa asing, ini bukan kamarnya.

Mencoba mengingat kejadian sebelumnya dan menggeleng keras saat tak menemukan jawabannya.

“Kau sudah bangun?”

Terdengar suara serak tak jauh darinya, Yoora bangun dari tidurnya dan merasakan tubuhnya yang ringan dan kian terkejut mendapati tubuhnya telanjang dibalik selimut.

“Apa ini? Kenapa aku?”

Yoora menelan keras salivanya dan air matanya kian berdesakkan, bagaimana ini bisa terjadi?
Dan bagaimana Baekhyun bisa ada disini?
Apa dia dan idola nya itu sudah..?

Ya Tuhan,
Gadis itu terisak mengingat kejadian semalam, dia bahkan memukuli kepalanya sendiri.
Bagaimana ini?
Bagaimana jika dia..

“Karena kau sudah sadar, aku meminta satu hal padamu..”

Baekhyun menjeda kalimatnya dan bangkit dari duduknya mendekati gadis yang menunduk terisak.
Dia tahu ini salah,
Namun semuanya sudah terjadi.

“Lupakan semuanya, jika kelak kita bertemu kembali jangan pernah mengingat ini dan anggap kau hanya fans ku saja..”

Baekhyun menyaksikan gadis yang semakin menangis memeluk lututnya, semuanya sudah terjadi.

“Bagaimana bisa kau sejahat ini?”

Yoora berucap diantara dekapan selimut nya, dan Baekhyun tanpa menghiraukannya bersiap untuk pulang.

“Namaku Kim Yoora, kau harus mengingatnya..”

Bugh
Suara pintu tertutup begitu keras, sekeras tangisan Yoora berikutnya.

Mengingat akan kehidupan dia selanjutnya,
Mengingat akan kejadian terburuk yang mungkin menimpanya,
Dan dia masih sekolah, bagaimana dia harus menyembunyikannya jika hal terburuk terjadi padanya?

Pria brengsek,
Aku benar-benar membencinya.

 

To be continue..

 

13 responses to “[FREELANCE] Autumn #1

  1. haduh haduh haduh
    bingung mau komentar gimana
    btw, aku bukan BaekYeon shipper :” jadi aku mendukung pendapat chanyeol hahaha

    ini ff keren.. tapi endingnya kok gini amat? yoora nya kasian😦
    ditunggu ff selanjutnya author ^^

  2. baekhyun jahat amat ngakk bertanggung jawab .. gimna tu nasib anak orng baekk..

    next penasaran sama kelanjutan ceritanya…

  3. yaaa ampun baek >.<
    kok di sini bangsat sih,, biasanya nyabe kkkkkk~
    keren keren… ditunggu next chapnya semangatttt.

  4. msih bersambung … dtunggu chap slnjutnya… fighting thor… ceritany msih ngawang2 diatas awan… ap baek bkl ingt tu gdis yg dtidurinnya,, hihihi

  5. Gilak awalnya seneng gitu liat ada scene baekyeon, eh pas akhirnya…
    Aku jadi kesel sama baek, ih dasar brengsek banget💔

  6. Baru chapt pertama dah begini😦 kasian si yoora. Btw aku suka perannya baekhyun disini wkwk. Nakal2 gimana gitu. Dan aku setuju banget sm pendapatnya chanyeol. Okeee fighting buat author yaaaa

  7. Padahal baru chapter 1 tapi hurt feelnya udah kerasa banget:’) nasib seorang fan mah gtu ya:’) but gw kaget thoorr pas baek tb2 lngsung bawa tuh fan,, njirr jaat bgt si baekhyunny:”))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s