[FREELANCE] Gosh!!

FREELANCE-Gosh!!-Nathan Jung_poster

Title : Gosh!!
Author/twitter : Nathan Jung ( twitter : @niaEW )
Cast  : Jeon Wonwoo  (SEVENTEEN), Shin Hani (OC)
Genre : school life, romance, AU
Rating   : PG-16
Length : Oneshoot
Disclaimer : 100% keluar dari otak saya :v

Starring  : Jaehyun ( NCT U )

Summary:

Jatuh di hadapan kakak kelas secara tidak elit, bagaimana perasaanmu ha? – Shin Hani –

—//—

Suasana kelas 2A-1 saat istirahat ini sangat sepi. Hanya ada 3 siswa yang ada di kelas itu. Ahra mendesah kesal karena novel yang ia pinjam sudah mencapai halaman terakhir.

“Hani-yaa” panggil Ahra

“Hmm?” gumam Hani sambil meneruskan mencatat buku catatan si ranking 1 Jaehyun yang duduk di depannya.

“Temani aku ke perpustakaan eoh? Mau tidak?” tanya Ahra

“Boleh.” Ucap Hani lalu berhenti menulis dan menutup bukunya.

“Hei Jaehyun! Besok aku kembalikan bukumu yaa. Terimakasih. Mau ikut ke perpus?” tanya Hani

“Nanti. Kau duluan saja.” Ucap Jaehyun sambil memainkan ponselnya.

“Oke.” Jawab Hani lalu melangkah keluar kelas bersama Ahra. Jaehyun menatap lekat punggung Hani sampai menghilang di pintu kelas.

—//—

Hani memandang datar Ahra yang sibuk menggapai-gapai rak yang jauh lebih tinggi darinya itu. Ahra menolehkan kepalanya ke samping dan mendengus kesal.

“HEH!! Bukannya dibantuin malah ngeliatin aja!!” tegur Ahra sebal

“Gak minta bantuan sih hehehehe….” cengir Hani yang mendapat toyoran Ahra. Memang Ahra lebih pendek dari Hani.

“Cepet yang mana bukunya?” tanya Hani

“Itu yang warna coklat muda.” Jawab Ahra sambil menunjuk buku coklat muda yang cukup tebal. Hani berjijit dan meraih buku itu.

“Disguise? Ini novel incaranku karena covernya tampan.” Ucap Hani sambil memandang novel itu dengan tatapan berbinar.

“SHIN HANI!! AKU YANG PERTAMA KALI MELIHATNYA!” ucap Ahra dengan nada kesalnya atas kelakuan sahabatnya yang menyebalkan itu.

“AKU YANG MENGAMBILNYA PERTAMA KALI BAEK AHRA!” ucap Hani penuh penekanan, lalu menyembunyikan novel itu dibalik tubuhnya saat Ahra ingin mengambil novel itu

“SHIN HANI!! Kemarikan eoh?!” bentak Ahra kesal

“Ini? Tangkap aku!!” ucap Hani lalu berlari dari hadapan Ahra.

“YAK!! Dasar Gadis nakal!! KEMARI KAU!!” teriak Ahra sambil mengejar Hani. Hani berlari sambil sesekali menolehkan kepalanya ke belakang melihat Ahra. Sialnya tepa saat ia menolehkan kepalnya kembali dia tidak melihat tumpukan buku di depannya

BRUK

“Argh…” rintih Hani saat jatuh telungkup di lantai secara tidak elit. Disisi lain, Wonwoo yang sedang asyik membaca novelnya sambil bersender di rak buku dikagetkan seorang gadis yang tiba-tiba jatuh di depannya. Wonwoo sangat mengenal postur tubuh gadis itu. Lalu tersenyum simpul karena gadis incarannya tepat berada di hadapannya sekarang.

“Butuh bantuan?” tanya Wonwoo sambil mengulurkan tangannya di depan Hani. Hani terkesiap dan langsung memungut novelnya, lalu berdiri sambil menahan sakit di kedua lututnya.

“Ah tidak usah. Terimakasih.” Ucap Hani lalu melihat orang yang menawarkan bantuan kepadanya. Tubuhnya memanas dan wajahnya memerah menahan malu karena ditatap terlalu lekat oleh laki-laki setampan Wonwoo. Begitu pula dengan Wonwoo, jantungnya berdetak cepat saat mendapati gadis yang biasanya ia amati dari jauh sekarang tepat berada di hadapannya.

“Hani kau tidak apa-apa?” tanya Ahra yang berhasil membawa Hani dan Wonwoo pada kesadarannya. Hani menyerahkan novel yang ia perebutkan tadi bersama Ahra ke tangan Ahra

“Ini untukmu saja. Aku akan pinjam yang lain.” Ucap Hani lalu meninggalkan Wonwoo dan Ahra begitu saja. Ahra hanya bisa melongo melihat kelakuan Hani yang tidak biasa itu. Wonwoo terus menatap Hani sampai sosok gadis itu menghilang dari pandangannya. Ahra melihat laki-laki yang sejak tadi terus berada disitu dan menutup mulutnya saking terkejutnya

“OMO, permisi sunbae.” Pamit Ahra lalu keluar meninggalkan perpustakaan.

—//—

Hani hanya memandang kosong ke arah papan tulis. Pikirannya melayang ke kejadian beberapa jam yang lalu yaitu saat ia jatuh dengan memalukan di hadapan seorang laki-laki, dan sialnya laki-laki itu cukup tampan menurutnya. Mengingat hal itu ia menutup wajhnya dengan buku menahan malu. Ahra yang melihat sahabatnya uring-uringan, langsung teringat akan sesuatu.

“Hani-ya, kau tau siapa tadi laki-laki yang di perpustakaan tadi?” tanya Ahra. Hani sontak menoleh ke arah Ahra dengan cepat

“Siapa? Cepat beritahu aku!!” tanya Hani antusias sambil menggoncangkan kedua bahu Ahra. Ahra memandang Hani dengan tatapan aneh.

“Ck, sebenarnya kau kenapa sih?” tanya Ahra. Hani memandang Ahra lekat

“Ahra siapa laki-laki tadi? Ayo katakan!!” tanya Hani

“Kau ingin tau?” tanya Ahra menyelidik

“YA. Tentu saja!!” jawab Hani antusias

“Dia cukup terkenal sih. Masa kau tidak tahu?” pernyataan Ahra yang membuat Hani memandang Ahra tajam

“Dia itu Jeon Wonwoo. Satu tingkat diatas kita. Dia itu anggota tim basket. Masa tidak tahu sih?! Padahal ekstra melukis, dance dan basket itu dilangsungkan pada hari yang sama. Dasar!!” terang Ahra yang langsung mendapat toyoran Hani.

“HEH!! Bagaimana bisa tahu, ekstra melukis ada di dalam kelas. Basket ada di lapangan!!  Tempat ekstra dance kan di depan lapangan basket BAEK AHRA!!! Bagaimana aku bisa tahu jika dia anak basket?! Jalan terdekat untuk pulang bisa tidak lewat lapangan.” Cibir Hani. Ahra hanya melongo mendengar penjelasan Hani yang berapi-api itu.

“Kalian berisik sekali.” Tegur Jaehyun. Ahra hanya menyengir kuda, sedangkan Hani masih melamunkan sosok yang ia ketahui bernama Jeon Wonwoo tadi.

“Dia itu Jeon Wonwoo. Satu tingkat diatas kita. Dia itu anggota tim basket. Masa tidak tahu sih?!”  mengingat kata-kata itu membuat mata Hani membola seketika dan mengacak rambutnya frustasi menahan malu karena ia sudah terjatuh dengan memalukannya di depan kakak kelas.

“Aiishh… Bagaimana ini!! Sungguh memalukan.” Batin Hani

—//—

Wonwoo tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian di perpustakaan beberapa jam yang lalu. Mingyu memandangnya dengan alis yang terangkat sebelah.

“Hei!! Ada apa denganmu? Tidak biasanya.” Ucap Mingyu sambil menepuk pundak Wonwoo dan duduk disebelah laki-laki itu. wonwoo hanya tersenyum simpul.

“Tidak apa-apa.” Jawab Wonwoo. Mingyu menatap sahabatnya itu penuh selidik

“Gadis itu lagi?” tanya Mingyu sambil menunjuk Hani yang sedang berjalan sendirian dikoridor depan lapangan basket. “Ck, sampai kapan kau memendam perasaanmu itu Woo?” sambung Mingyu.

“Tunggu timing yang tepat.” Ucap Wonwoo lalu menatap ke arah Hani sampai gadis itu hilang di belokan gerbang sekolah.

“Cepat atau lambat dia pasti akan menjadi milikku.”

—//—

“Hani-ya.” Panggil Ahra disela makan siang mereka.

“Apa?” jawab Hani sambil meneruskan menyantap makanannya.

“Pulang sekolah ada acara tidak?” tanya Ahra. Hani menolehkan kepalanya ke arah Ahra.

“Kenapa memangnya?” tanya Hani

“Temani aku mencari kado untuk Jun oppa eoh?” tanya Ahra dengan tatapan yang berbinar

“Oke.” Ucap Hani. Ahra memeluk pundak sahabatnya itu

“Tapi aku ada latihan dance sebentar. Kau mau menungguku kan?” tanya Ahra sambil memegang lengan Hani.

“Tidak. Tidak mau.” Goda Hani sambil menarik tangannya. Ahra memandangnya tajam

“Ya. Ya. Aku mau menemani sahabatku yang cantik ini mencari kado untuk kekasihnya. Puas?” uacap Hani sambil memandang lekat Ahra. Ahra mengangguk dan tersenyum lebar

“Terimakasih Manis!!” ucap Ahra sambil menusuk lesung pipi Hani yang langsung mendapat tatapan datar Hani.

—//—

Disinilah Hani tersenyum-senyum sambil membaca novel di depan ruang latihan dance menunggu Ahra. Suara-suara teriakan tim basket yang sedang latihan di depannya pun tidak ia hiraukan, ia terlalu fokus pada dunianya sendiri sampai-sampai ia tidak menyadari Wonwoo yang sedari tadi mencuri-curi pandang ke arahnya.

“OUT!!” teriak wasit

Hoshi memandang Wonwoo dengan tatapan menyelidiknya. Tidak biasanya Wonwoo bermain tidak fokus seperti ini.

“Woo-

“Aku yang akan mengambil bolanya.” Ucap Wonwoo memotong perkataan Hoshi , lalu berlari ke arah bola itu terlempar.

Hani yang sedari tadi sibuk membaca novelnya dengan ekspresi seriusnya membuat Wonwoo melupakan apa yang menjadi tujuannya menghampirinya karena terpaku pada wajah cantik gadis di depannya.

“Bisa kau minggir sebentar? Aku ingin mengambil bola di bawah kakimu.” Ucap Wonwoo dengan suara gugupnya.

“Mmm…” Gumam Hani masih terus terfokus pada novelnya dan tidak menyadari kehadiran Wonwoo yang terus menatapnya lekat-lekat.

“Bisa minggir sebentar?” ucap Wonwoo dengan suara seraknya karena efek deguban jantungnya yang tidak bisa ditolelir.

“Mmmm…” Hani tetap menggubrisnya dengan gumaman. Wonwoo sudah tidak tahan, ditarknya tangan gadis itu untuk berdiri. Namun sialnya, jarak wajah mereka saat ini terlampau dekat terlebih lagi Hani yang mendongak menatap Wonwoo dengan mata yang membulat membuat gadis itu tampak makin manis.

“Sial dia sangat cantik” umpat Wonwoo sambil terus menatap wajah Hani tanpa kedip.

Hani tersadar dan segera menjauhkan tubuhnya dan menarik tangannya dari pegangan Wonwoo, lalu menunduk menutupi wajahnya yang memerah.

“Maafkan aku. Aku terlalu fokus pada duniaku sendiri.” Ucap Hani sambil menunduk menahan kegugupannya.

“Tidak masalah. Aku hanya ingin mengambil bola yang ada di bawahmu tadi.” Ucap Wonwoo sambil menunjuk bola basket yang tergeletak di bawah bangku yang di duduki Hani tadi.

“HEH WONWOO!! KAU MENGAMBIL ATAU MEMBUAT BOLA BASKET?! LAMA SEKALI.” Teriak Hoshi dari tengah lapangan.

“Sampai jumpa.” Pamit Wonwoo lalu berlari ke arah lapangan dengan senyum yang terus merekah

“Jadi gadis itu yang membuatmu tidak fokus?” tanya Hoshi sambil menatap Wonwoo jenaka. Wonwoo hanya tersenyum simpul.

“Menurutmu?” jawab Wonwoo dengan senyum misteriusnya.

—//—

Hani melanjutkan membaca novelnya yang sempat tertunda tadi. Namun pikirannya terfokus pada kejadian beberapa saat yang lalu yang membuat ia membayangkan laki-laki bernama Wonwoo tadi. Tubuhnya memanas seketika saat mengingat kejadian itu.

“Dia benar-benar tampan. Ada apa denganmu Shin Hani? Sadarlah!!” batin Hani sambil menutup wajahnya dengan novel.

“Bagaimana dapat pacar, wajah aja ditutupi terus.” Cibir Ahra memandang datar Hani yang menutup wajahnya dengan novel. Hani menurunkan sedikit demi sedikit novel di depan wajahnya. Ahra terkesiap

“Hani kau sakit? Wajahmu merah.” Tanya Ahra khawatir sambil memegang dahi Hani

“Sudah selesai kan? Ayo cepat pergi!” ucap Hani lalu menarik tangan Ahra keluar dari sekolah secepatnya.

“YAK SHIN HANI PELAN-PELAN EOH!!” teriak Ahra yang mengikuti langakah cepat Hani.

—//—

“Anak-anak materi kali ini adalah melukis benda hidup, maka kalian boleh pergi keluar untuk mencari inspirasi. Hasilnya kumpulkan minggu depan.” Ucap guru ekstra melukis

“ YEAH!!!” ucap siswa ekstra melukis serempak, lalu segera membawa alat lukisnya keluar kelas. Hani memperhatikan teman sebelahnya yang sangat semangat membereskan alat lukisnya.

“Heh Jo!! Tumben semangat. Biasanya loyo.” Cibir Hani sambil membereskan alat lukisnya. Hyoji teman sebelahnyanya tersenyum tertahan. Karena tidak kunjung mendapat jawaban Hani melirik Hyoji yang tengah asik tersenyum-senyum sendiri dengan wajah memerah.

“Ck, pasti gara-gara Kim Mingyu. Benar kan?” goda Hani sambil menyikut lengan Hyoji. Hyoji tersenyum malu-malu sambil mengangguk.

“Astaga Jo Hyoji… ck ckc ck ck” decak Hani sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kau akan kemana Shin?” tanya Hyoji. Hani mengetukan jari ke dagunya.

“Tidak tahu. Yang jelas aku akan mencari tempat yang sejuk. Kalau kau? ”tanya Hani

“Ya jelas di depan lapangan lah!” ucap Hyoji sambil tersenyum lebar.

“Yah aku tahu agar kau bisa sepuasnya memandangi pangeran tampanmu itu. Sudahlah ayo!!” ajak Hani sambil berjalan keluar kelas.

—//—

“BAEK AHRAA!!!! SARANGHAEE!!” teriak Hani sambil membentuk love sign saat melihat Ahra dengan tim dancenya latihan menari di depan lapangan basket. Ahra tertawa setelahnya melihat tingkah konyol sahabatnya.

“NADO SARANGHAEE SHIN HANII!!!” balas Ahra. Hani tertawa keras lalu melanjutkan jalannya ke tempat yang nyaman menurutnya.

“Aku istirahat.” Ucap Mingyu lalu ke bangku penonton. Wonwoo yang melihat tingkah Mingyu langsung memandang ke sekitar dan mencebikan bibirnya.

“Aku juga istirahat.” Ucap Wonwoo sambil menyusul Mingyu ke bangku penonton dan duduk disebelahnya.

“Heeh!! Kalian istirahat karena ingin berlama-lama melihat anak-anak dance kan? YAK aku juga mau eoh?!” omel Hoshi si kapten tim basket. Mingyu memasang senyum miringnya.

“ Aku tahu kenapa kau ingin istirahat. Jo Hyoji bukan?” ucap Wonwoo lalu melihat ke arah pandang Mingyu. Mingyu memasang senyuman penuh artinya dan menganggukan kepalanya.

“Ck, sudah kuduga.” Cibir Wowoo lalu meminum air mineralnya. Tanpa sengaja matanya menatap Hani yang sedang serius melukis di bawah pohon di samping baku penonton. Entah mengapa tenggorokannya kering kembali dan lidahnya kelu.

“Aku pergi sebentar. Kurasa ini timing yang tepat.” Ucap Wonwoo lalu menghampiri  tempat dimana Hani berada.

Karena terlalu serius melukis Hani sampai tidak menyadari kehadiran Wonwoo yang tepat duduk disebelahnya sambil memperhatikan wajahnya lekat-lekat. Wonwoo baru menyadari bahwa wajah dari samping gadis itu sangat sempurna. Bulu mata yang lentik, hidung mancung, dan bibir pink tipisnya yang membuat Wonwoo harus menahan dirinya untuk tidak mengecupnya sekarang juga.

“Kau melukis apa?” tanya Wonwoo dengan suara gugupnya

“Suaramu berat sekali. Kau sedang sakit tenggorokan ya?” tanya Hani tanpa melirik orang yang mengajaknya bicara.  Tangan Wonwoo terangkat untuk mengacak gemas rambut Hani, namun ia menurunkan tanggannya kembali dan menggenggamnya.

“Aku Menyukaimu.” Ucap Wonwoo yang berefek membuat jantungnya berpacu dua kali lebih cepat, serta tubuhnya yang memanas. Hani menghentikan tangannya yang akan meggoreskan kuas ke kanvasnya.

“Menyukai lukisanku maksudmu?” tanya Hani sambil terus meneruskan kegiatan melukisnya.

“Aku Menyukaimu. Aku serius Shin Hani.” Ucap Wonwoo penuh penekanan. Hani menolehkan kepalanya dan tubuhnya menegang seketika ketika melihat orang yang mengajaknya bicara. Wonwoo menatap wajah cantik gadis itu lekat-lekat.

“Dengar baik-baik aku hanya mengucapkannya sekali. Aku Menyukaimu Shin Hani. Sangat menyukaimu.” Ucap Wonwoo sambil menatap mata gadis itu lekat-lekat. Darah Hani berdesir dan tubuhnya panas dingin seketika mendengar pengakuan Wonwoo. Lidahnya kelu dan ia tidak bisa menggerekan tubuhnya barang sedikit pun.

“Kau diam berarti kau menerima perasaanku.” Ucap Wonwoo lalu pergi meninggalkan Hani yang masih membatu ditempatnya.

“Won-Wonwoo sunbae menyukaiku?! Diam berarti menerima perasaannya. Kita resmi pacaran?! Ah bagaimana ini? Rasanya sekarang aku ingin mati saja.” Batin Hani sambil menutup wajahnya yang memerah

—//—

Ahra memandang sahabatnya dengan tatapan ngerinya. Ahra menyentuhkan ujung jarinya takut-takut ke lengan kiri Hani. Hani menolehkan kepalanya ke arah Ahra.

“Hani-ya? Kau tidak apa-apa?kau tidak kerasukan kan? Aku takut melihatmu diam seperti ini.” Ucap Ahra. Hani menatap mata Ahra tajam.

“YAK!! Hani-yaaa sadar eoh!!!” pekik Ahra sambil menggoncangkan bahu Hani. Hani memegang bahu Ahra.

“Aku harus bagaimana Ahraaa?!?! Huwaaa” ucap Hani sambil meletakan kepalanya di meja.

“Apanya yang bagaimana?” tanya Ahra bingung.

“Wonwoo sunbae menyatakan perasaannya padaku. Aku harus bagaimana?!” ucap Hani lalu menutup wajahnya dengan novel di tangannya.

“APA?!?!” teriak Ahra heboh

“Sstt bisakah kalian diam!” tegur penjaga perpustakaan

“Maafkan kami.” Ucap Hani dan Ahra sambil membungkuk

—//—

“Hani bisakah kita bicara?” tanya Jaehyun saat jam istirahat sudah berbunyi.

“Bicara saja.” Ucap Hani sambil melihat Jaehyun

“Jangan disini. Ikut aku.” Perintah Jaehyun lalu keluar kelas diikuti Hani yang mengekor di belakangnya dengan pikiran yang dipenuhi dengan kebingungannya akan sosok Jaehyun yang berbeda dari biasanya.

—//—

Jaehyun menghentikan langkahnya saat sampai di taman sekolah.

“Aku ingin jujur padamu.” Ucap Jaehyun. Hani memandangnya dengan tatapan penuh tanya.

“Katakan saja.” Jawab Hani. Jaehyun mengepalkan tangan disamping tubuhnya untuk mengumpulkan keberaniannya.

“Aku menyukaimu.” Ucap Jaehyun memandang Hani lekat-lekat. Hani terkesiap dan menata Jaehyun tidak percaya. Pengakuan Jaehyun seperti deja vu yang mengingatkannya pada Wonwoo kemarin. Anehnya ia tidak merasakan sensasi aneh saat mendengar pengakuan Jaehyun. Tidak seperti Wonwoo kemarin.

Disisi lain Wonwoo yang sedang membaca novel di jendela kelasnya tanpa sengaja menatap pemandangan yang membuat tubuhnya terbakar seketika. Tanpa pikir panjang laki-laki itu menutup novelnya kasar dan meloncat melewati jendela kelasnya begitu saja.

“Aku menyukaimu Hani.” Ucap Jaehyun untuk kesekian kalinya sambil menggenggam salah satu tangan Hani. Hani mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Jaehyun yang cukup kuat.

“lepaskan Jaehyun. Ini sakit.” Ucap Hani sambil berusaha melepaskan genggaman Jaehyun. Namun Jaehyun menggenggamnya semakin kuat.

“Lepaskan dia.” Ucap Wonwoo sarat akan emosi sambil menarik tangan Hani yang terbebas dan menyeret tubuh gadis itu dibalik tubuhnya. Hani mengusap tangannya yang memerah.

“Apa urusanmu?” tanya Jaehyun garang. Wonwoo tersenyum kecut.

“Urusanku? Dia kekasihku asal kau tahu. Jadi menyingkirlah. Mengerti?” balas Wonwoo dengan nada tajamnya lalu menarik Hani pergi dari hadapan Jaehyun.

“SHIT!” umpat Jaehyun lalu menendang bangku yang berada di dekatnya.

—//—

Hani melepaskan tangannya dari cekalan Wonwoo yang membuat langkah Wonwoo terhenti seketika. Dan menatap Hani penuh tanya.

“Sejak kapan aku menjadi kekasihmu?” tanya Hani sambil menahan degupan jantungnya yang bekerja diatas normal. Wonwoo tersenyum miring.

“Sejak kemarin. Apa kau lupa? Kau diam berarti menerimaku.” Ucap Wonwoo

“HA? APA?” pekik Hani kaget sambil menutup mulutnya. Wonwoo terkekeh pelan.

“Yang terpenting jangan dekat-dekat dengan laki-laki lain selain aku. Jika kau melanggarnya, aku tidak akan segan-segan melakukan hal yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya.”

END

Halooo ketemu lagi sama Nathan wkwkwkwk :v

Ada yang kangen? :v wkkwkwk bercanda ._.v

Sekedar informasi nih kalo FF ini juga aku publish di wp aku : https://vanillalattecream.wordpress.com/

Udah dulu ya cuap-cuap saya :v

See you :*

2 responses to “[FREELANCE] Gosh!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s