[FREELANCE] Just You

kyuuuuu

Author : Cels

Tittle : Just You

Category : NC17,Yadong, Romance, Oneshoot

Cast :

Cho Kyuhyun

Yoo Sara

Other Cast :  

  • Find it By Urself

Hallow, i’m comeback!! Dengan cerita yang terinspirasi dari khayalan Cels sblm tidur hahaha. Pure dari otak sendiri nih:P

Kalaupun ada kesamaan cerita dari yang lain Cels minta maaf yha tapi ini pure dari otak Cels kok. Jangan diCOPAS dong plisss. NGOPAS gak bilang tangannya bisulan, hayoloh(?)

Jangan lupa RCL yaaa, seenggaknya biar aku tau kalau kalian menghargaiku dengan menandainya seperti itu ;p

Ukay, berhati-hatilah dengan musuh bebuyutan Cels, “TYPO”and “EYD”nya gak baik dan benar.

Enjoy my wild imagination~~~

*Author POV*

Malam ini Sara pergi berlibur disuatu pulau yang indah di Indonesia, yaitu Bali.
Setelah semua tabungan yang dikumpulkan selama usahanya membuka cafe kecilnya itu cukup untuk berlibur.

Sudah 2 hari Sara berada disini dari 5 hari yang ditetapkannya. Dan ia juga sudah pergi ke berbagai tempat, seperti Tanah Lot, dan juga Kintamani. Ia juga menginap disalah satu hotel terkenal, Hard Rock.

Malam ini Sara berencana berjalan didaerah sekitar Kuta untuk melihat-lihat dan juga mencari makan malam untuknya.

Saat sedang asyik-asyiknya berjalan, tiba-tiba..

Bruk…

Seseorang menabrak Sara. Dan membuat tas selempangnya putus.

Sara sudah siap melayangkan omelannya terhadap orang itu, tetapi saat ia mengangkat kepalanya, Sara menyernyitkan dahinya.

“I’m sorry, Miss” Ucap lelaki itu, lalu pergi begitu saja.

“Hey! You can’t just leave! Hey!” Sara tersadar lalu bangkit mengejar lelaki tersebut tetapi karna jalanan sangat padat, ia jadi tidak bisa mengejar lelaki tersebut.

“Sabar sajalah, nanti kau bisa membelinya yang baru” Ucap Sara sambil memandang sedih tas nya.

*Kyuhyun POV*

Malam ini aku baru aja sampai di Ngurah Rai Int. Airport. Kalian tahu aku dimana? Yup, Bali!

Akhirnya aku mendapatkan jatah liburku dari perusahaan (S* Ent) setelah sibuk mempromosikan album soloku. Dan aku memilih Bali untuk liburanku karna menurutku disini sangat indah, dan kuharap tidak ada elf yang mengenaliku.

Setelah sampai di Hard Rock hotel, melihat jam masih menunjukkan angka 9 malam, aku memilih untuk pergi keluar untuk mencari makan malam dan juga berjalan-jalan. Lagipula disini, semakin malam semakin ramai.

Saat sedang asyik berjalan sembari melihat handphone, tiba-tiba saja..

Bruk..

Aku menyenggol seseorang, dan ia terjatuh didepanku, seorang gadis.

“I’m sorry, Miss” Aku meminta maaf dan segera pergi karna perutku sudah tidak bisa dikonfirmasi lagi.

Kudengar gadis tadi memanggilku sambil mengomel tak jelas lalu suaranya teredam dengan banyaknya orang yang berlalu lalang disini.

Keesokan Harinya

Aku keluar dari kamarku dan memutuskan untuk berenang. Begitu sampai, aku dibuat takjub akan arsitekturnya. Suasana modern namun tidak menghilangkan kesan Balinya.

Aku menaruh bathdrobe yang kubawa kursi santai yang disediakan lalu menerjunkan diri kedalam air. Setelah puas berenang, aku mendekat ke mini bar yang berada ditengah-tengah kolam tersebut. Keren!

“Can I help you, Sir?” Tanya sang barista.

“I need hot lemon tea, please” Ucapku. Aku tidak gila meminum bir dipagi hari seperti ini.

“Wait a minute, Sir” Aku mengangguk kemudian memerhatikan sekitar. Kurasa aku cukup beruntung karna pagi ini lumayan sepi. Hanya ada beberapa keluarga dan beberapa kumpulan anak muda. Semoga tidak ada yang mengenaliku.

“I need orange juice with soda, please” Aku menoleh ke kiri saat mendengar suara seorang gadis disampingku. Gadis itu menoleh kepadaku dan tersenyum. Cantik. Dan  kubalas dengan senyuman tipis.

“You! I think I know you… Wait a second…” Tiba-tiba gadis itu berbicara dan berkata ia mengenalku.

Sial apakah ia salah satu elf?! Sial! Aku menelan ludahku sambil menyibukan diri dengan meminum minumanku yang telah datang.

“Ah! I know! You the guy who ruin my bag last night!” Seru gadis itu.

“I’m sorry, Miss. I don’t meant to” Ucapku.

“You can’t do that! You have to buy me a new one! I don’t have any bag again!”

“I’m sorry? I don’t know you. So why i have to buy you a bag?”

“Because you ruined my bag! And i don’t care if we know each other or not. But you have to buy me a new one. If not, i’ll following you! All day! Until my holiday end!”

“Astaga, wanita ini berisik sekali dan apa?! Akan mengikutiku seharian? Sampai liburannya selesai?! Sebentar saja aku sudah pusing apalagi jika berlama-lama dengannya. Hais! Menyebalkan!” Batinku.

“Oke, fine! Meet me at the lobby at 10 am! If you late, i’ll leave you” Aku bergegas pergi dari sini sebelum telingaku pecah. Masih ada 2 jam sebelum bertemu dengannya lagi. Dan ku lihat gadis tadi tersenyum penuh kemenangan.

***

Jam menunjukkan pukul 10.10, itu artinya aku sudah menunggu gadis itu selama 10 menit. Namun ia tak datang juga. Jika sampai 5 menit lagi tidak datang, aku akan pergi meninggalkannya. Masa bodoh dengan tasnya. Dan tak lama gadis itu berlari kearahku.

“You late. Take a look your watch, what time is it, you wasting my time” Ucapku datar.

“Sorry, Sir” Sesalnya.

“Cih! C’mon!” Kami pun berjalan menuju Mall yang dekat dari sini.

“Hey, Sir what’s your name? I think you are Korean? Am i right?” Tanya gadis itu.

“Hmm”

“Ah! Aku juga, namaku Yoo Sara. Kau siapa, Tuan?”

Sesampainya di mall, kami masuk ke salah satu butik. Setelah kupikir akan bahaya jika ia tahu aku Cho Kyuhyun, jadi aku memutuskan untuk memperkenalkan diri sebagai Cho.

“Kau bisa memanggilku Cho. Pilihlah apa yang kau mau” Aku lalu meninggalkannya dan pergi ke bagian sepatu dan sandal. Dan tak lama ia datang menyusulku membawa tas yang ia inginkan. Kulihat tasnya.

“Yang ini? Kau yakin? Kurasa ini yang termurah diantara tas yang lainnya”

“Ck, sombong sekali kau. Aku menyukainya, tidak besar tetapi muat banyak dan modelnya cukup bagus. Lagipula aku harus tahu diri, sudah dibelikan tidak mungkin aku memilih yang mahal” Ucapan terakhirnya hanya sebatas gumaman yang terdengar olehku. Tak banyak bicara, aku membawa tas dan juga sepatu santai untuk aku berjalan-jalan nanti.

Setelah membayar aku memberikan tasnya kepadanya dan keluar dari butik itu. Tak lama handphoneku berbunyi. Guideku mengatakan jika ia sudah menunggu didepan mall.

“Urusan kita sudah selesai, bukan? Aku pergi” Ucapku.

“Baiklah, terima kasih atas tas ini. Sampai jumpa, Cho” Lalu kami berdua pergi berlawanan arah.

***

*Author POV*

Hari ini, jam 2 siang, Sara akan kembali ke Korea setelah 5 hari berada di Bali. Dengan mendorong troli yang beranak 2 koper kecil Sara berjalan menuju bagian cek in. Setelah urusan cek in dan segala macamnya selesai, Sara kini berada di ruang tunggu membawa tas tenteng ringan nya sambil menunggu panggilan pesawatnya yang akan pergi satu jam lagi.

Sedang asyik-asyiknya meminum ice coffee yang ia beli di Starbucks tadi, tiba-tiba Sara merasa ingin membuang air. Tetapi bagaimana ia bisa meninggalkan tas nya disini. Sara mengedarkan pandangannya, seketika ia memanggil seseorang.

“Cho!” Teriak Sara sambil melambaikan tangannya. Cho Kyuhyun mendekat.

Sara menarik tangan Kyuhyun dan mendudukannya dikursi sebelahnya. “Aku titip barangku sebentar, ya? Aku sudah tidak tahan ingin buang air kecil, Cho. Kumohon tolong aku” Belum sempat Kyuhyun menjawab, Sara sudah pergi meninggalkan Kyuhyun yang melongo.

Tak lama Sara kembali dengan perasaan lega. “Terima kasih, Cho, kau sudah mau menolongku, hehehe…”

“Hmm..”

“Hari ini kau akan pulang ke Korea?”

“Hmm..” Lagi-lagi Kyuhyun hanya menjawab dengan gumaman.

“Sepertinya kau tidak ingin diganggu, baiklah” Sara mengambil Starbucksnya yang masih tersisa setengah, juga mengambil pie susu –yang dibelinya untuk dibawa ke Korea— untuk dicemilnya.

Kyuhyun menoleh ketika mendengar suara berisik dari bungkusan pie susu Sara. Ia ingin sekali memintanya karna koper oleh-oleh miliknya –yang ada pie susunya— sudah berada didalam bagasi. Dan juga karna ia hanya sarapan sebuah roti dan kopi pagi tadi.

Kyuhyun lalu mencolek Sara dan menjulurkan tangannya, seperti meminta ketika Sara menoleh kepadanya.

“Berikan aku pie susu mu” Pinta Kyuhyun. Sara memberi Kyuhyun pie susu lalu mereka berdua larut dalam keheningan lagi.

“Kau kuliah atau bekerja?” Tiba-tiba Kyuhyun bertanya kepada Sara.

“Aku bekerja, lebih tepatnya aku mempunyai usaha kecil-kecilan, Cho” Jawab sara.

“Usaha kecil-kecilan? Apa itu?”

“Aku membuka cafe kecil didaerah Gangnam”

“Jinjja? Apa nama cafenya?”

“Cotton Cafe. Kapan-kapan kau harus mampir, Cho. Aku akan memberi gratis untukmu” Sara tersenyum. Senyuman itu tertular kepada Kyuhyun.

“Baiklah, aku akan memilih semuanya, hahaha…”

“Yah! Jangan! Bisa-bisa aku rugi nanti. Kalau begitu aku ralat ucapanku, kau hanya kuberi satu pilihan gratis, sisanya kau harus bayar” Kyuhyun tertawa. Tak lama panggilan pesawat mereka terdengar dan mereka mulai menaiki pesawat dan ternyata kursi mereka bersebelahan. Sungguh kebetulan.

“Kebetulan sekali, ya”

“Kau benar. Baiklah, aku akan tidur, aku mengantuk” Kyuhyun mulai memasang kacamata dan juga headsetnya. Pesawat mulai berjalan dan saat itu juga Sara merasa takut. Yup, Sara takut dengan ketinggian. Dan obat tidurnya juga sudah habis.

“Cho…” Sara memanggil Kyuhyun.

“Cho…” Tidak dijawab.Sara menggoyangkan lengan Kyuhyun. Kyuhyun membuka kacamata dan juga headsetnya. Menoleh dan mendapati wajah Sara yang memucat.

“Sara, kau kenapa?”

“Cho aku—aku takut ke—ketinggian. Bolehkah aku me—memegang tanganmu?” Sara tergagap. Kyuhyun memberikan tangannya dan langsung digenggam erat dengan tangan Sara yang bergetar.

Tak lama, Sara sudah cukup tenang. Tetapi genggaman tangan mereka tidak terlepas. Sebenarnya Kyuhyn merasa cukup risih, namun ia masih memiliki hati untuk tidak melepasnya.

“Bagaimana bisa kau takut ketinggian, tetapi kau pergi berlibur menggunakan pesawat? Lalu bagaimana saat kau pergi dari Korea menuju Bali kemarin?” Tanya Kyuhyun bingung.

Sara menghela nafas. “Aku trauma. Dulu terjadi sesuatu hingga membuatku takut akan ketinggian, kegelapan dan hujan. Dan saat berangkat kemarin, aku meminum obat tidur dan meminta pramugari untuk membangunkanku jika sudah sampai. Tetapi tadi aku lupa jika obat tidurku sudah habis. Jadi, bolehkan aku memegang tanganmu selama penerbangan ini? Kumohon, Cho” Jelas Sara sambil memasang muka memohon.

Cho Kyuhyun pun mengiyakan. Dan selama penerbangan genggaman tangan itu tidak terlepas sekali pun. Setelah beberapa jam, pesawat mereka akhirnya sampai di Incheon Int. Airport. Mereka berdua memilih turun paling akhir.

“Cho, terima kasih banyak kau mau membantuku. Aku sungguh sangat-sangat berterima kasih padamu” Ucap Sara.

“Tak apa, lagipula aku kasihan melihatmu seperti tadi. Kita akan berpisah setelah ini. Jaga dirimu, ya” Balas Kyuhyun.

“Kau juga, jangan lupa untuk mampir ke cafeku, ya” Mereka berduapun berpisah.

***

Sebulan sudah Kyuhyun dan Sara kembali ke kegiatan mereka masing-masing. Sarasibuk mengurus cafenya dan Kyuhyun sibuk dengan dunia keartisannya. Dan mereka berdua tidak pernah bertemu kembali selama di Korea. Padahal Sara berharap Kyuhyun akan mendatangi cafenya untuk membalas budinya karna sudah banyak membantunya sewaktu ia di Bali. “Mungkin sudah takdirnya” Batin Sara.

Saat ini Sara sedang berada di balik meja kasir. Saat ini cafe sudah beranjak sepi karna sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam. Cafe Sara tutup jam 10 malam. Hanya ada 3 meja yang terisi pengunjung. Para pegawainya, yang terdiri dari 4 orang –Han Jang Mi, Song Ki Joon, Oh Soo Bum, dan Seo Han Woo— terlihat sedang bebersih.

“Eonni, bagaimana jika tutup saja, sudah hampir jam 10” Saran Jang Mi.

“Benar, noona. Lagipula tersisa satu meja saja. Begitu kita tutup, ia akan segera pergi” Sahut Soo Bum.

“Jangan begitu, Jang Mi, Soo Bum. Kita tunggu saja, tidak enak jika mengusirnya. Bagaimana jika ia tersinggung dan tidak mau datang lagi kemari?” Jawab Sara.

“Benar kata Sara. Kalian berdua pikirannya hanya pulang saja” Ucap Ki Joon sambil menyentil kepala Jang Mi dan Soo Bum. “Appo” Ucap Jang Mi dan Soo Bum berbarengan.

“Kalian terlalu banyan bicara, lihatlah pelanggan itu sudah pergi sedari tadi. Cepat bersihkan, Oh Soo Bum” Ucap Han Woo. Lalu mereka semua saling membersihkan dan Sara menghitung uang yang ada dikasir.

“Aigoo… Cho Kyuhyun tampan sekali” Tiba-tiba Jang Mi menyeletuk sambil memandang televisi. Sara pun menoleh sekilas ke televisi lalu kembali menghitung uangnya. “Kau benar, ia sangat tampan”

Sedetik kemudian Sara menatap televisi dengan intens. Lalu melongo.

“Jang Mi” Panggil Sara ragu.

“Ne, eonni?”

“Si—siapa nama namja itu?”

“Cho Kyuhyun eonni, wae?”

“Maldo andwae” Bisik Sara. Ingatan Sara kembali terputar saat di Bali dan juga Bandara.

“Eonni… Eonni… Wae?” Jang Mi memanggil-manggil Sara. Yang lainnya langsung mendekat.

“Jang Mi, wae?” Tanya Han Woo.

“Mollayo, oppa”

Sara bersuara. “Kalian ingat saat a—aku bercerita tentang pria yang merusak tasku dan mengganti tasku sa—at di Bali? Dan menolongku dipesawat saat traumaku kambuh?” Semua mengangguk.

“O—Orang itu adalah orang yang sama yang ada di televisi itu. Ia mengenalkan namanya se—sebagai Cho. Ternyata ia a—adalah Cho Kyuhyun Super Junior. Pantas saja a—aku seperti mengenalnya” Jelas Sara tergagap.

“Jinjjayo, eonni?!”

“Hah?”

“Mwo?”

“Omo!”

Mereka semua terkejut. Sara mengangguk lesu.

“Bagaimana kau bisa tidak menyadari bahwa ia adalah artis, Sara?” tanya Ki Joon.

“Mollayo, oppa. Aku merasa seperti mengenalnya tetapi aku tidak ingat. Ahhh, bodohnya aku” Ucap Sara sambil memukul kepalanya.

“Eonni, kau beruntung sekali. Aku iri” Jang Mi cemberut.

“Sudahlah, jika kau bertemu dengannya lagi. Ucapkan terima kasih yang sangat banyak, hahaha… Baiklah, ayo kita pulang. Semua sudah selesai. Sampai jumpa besok” Ucap Han Woo lalu menghilang dibalik pintu. Dan disusul yang lainnya dan Sara menjadi yang terakhir.

Sara menggunakan bus untuk pulang ke apartemennya. Dan selama perjalanan Sara merutuki kebodohannya mengapa ia tidak mengenali Cho Kyuhyun.

“Aigoo, bodohnya dirikuuu…”

*Kyuhyun POV*

Sejak saat itu, aku sama sekali tidak pernah bertemu dengannya lagi. Aku juga tidak pernah sempat untuk menggunjungi cafenya. Dan yang anehnya, mengapa aku selalu teringat akan ia terus menerus. Padahal moment berharga kami tidak banyak, tidak ada malahan. Hanya di Bali, itupun hanya 1 hari dan juga dibandara dan pesawat. Tetapi entah mengapa aku tidak bisa melupakannya.

“Ah, mollayo”Aku mengacak-acak rambutku.

“Wae, Kyu?” Tanya Hyukjae hyung.

“Aniyo” Aku kembali menekuni kegiatanku, main psp. Karna saat ini aku sedang tidak ada kegiatan dan juga beberapa member.

Namun, bukannya fokus main psp, aku malah teringat akan senyuman Sara. Aku terdiam, cukup lama sampai terpampang tulisan Game Over dilayar pspku. Aku membuang pspku disofa sampingku dan menyandarkan kepalaku sambil menutup mataku.

“Kau ini kenapa, Kyu? Kuperhatikan sejak kau pulang dari Bali, kau jadi aneh” Tiba-tiba Hyukjae hyung menegurku.

“Aku tidak apa-apa, hyung”

“Ceritakan lah padaku. Jangan menutupinya seperti itu”

“Hhh… kau tahu, hyung, saat diBali aku bertemu dengan seorang wanita. Wanita Korea juga” Aku mulai bercerita.

“Lalu?”

“Saat malam aku sampai diBali, aku menabraknya dan membuat tasnya rusak. Tetapi karna aku sangat lapar, aku langsung meninggalkannya. Dan ternyata, ia menginap dihotel yang sama denganku. Saat pagi-pagi aku berenang, aku bertemu dengannya dan ia meminta ganti rugi atas tasnya, jika aku tidak menggantinya, ia akan mengikutiku sepanjang liburannya. Kau tau, hyung? Suaranya sangat berisik jadi aku memutuskan untuk menggantinya dengan mengajaknya membeli tasnya”

“Lalu?”

“Setelah itu kami tidak bertemu lagi. Dan saat aku dibandara, aku bertemu dengannya lagi. Ia menarikku duduk, memintaku menjaga tasnya lalu ia pergi ketoilet. Dan ternyata kami satu pesawat. Lalu saat dipesawat, ia memintaku untuk menggengam tangannya karna ia pobia ketinggian. Aku iba, hyung. Jadi selama penerbangan dari Bali ke Korea kaki bergenggaman tangan. Dan kami berpisah saat turun dari pesawat”

“Aigoo.. so sweet sekali. Lalu saat ia terbang dari Korea ke Bali bagaimana ia mengatasi pobianya? Jangan-jangan ia hanya modus saja?”

 “Kurasa tidak. Tubuhnya menegang dan memucat saat take off, hyung. Ia bilang ia meminum obat tidur dan meminta pramugari membangunkannya jika sudah sampai.  Dan ia lupa jika obat tidurnya sudah habis saat ia dipesawat”

“Jadi, apa yang membuatmu uring-uringan?” Tanya Hyujae hyung.

“Aku.. tidak bisa melupakannya, hyung” Suaraku mengecil.

“Aigoo.. jatuh cinta rupanya, hihihi… baiklah, sekarang sudah malam, lebih baik kau beristirahat. Kita pikirkan masalah ini nanti”  Aku menjawab dengan gumaman dan segera pergi kekamar dan mencoba untuk mengarungi mimpi.

Keesokan Harinya

*Author POV*

“Kau harus ikut, eonni! Kau harus menemaniku. Ini adalah kesempatan bagus bagimu” sejak tadi Jang Mi terus memaksa Sara untuk ikut dengannya.

“Tidak bisa, Jang Mi. Siapa yang akan menjaga kasir jika aku ikut denganmu?”

“Ki Joon oppa, Han Woo oppa dan Soo Bum pasti bisa menjaganya, eonni. Lagipula hanya 2 jam saja. Ayolah, kau harus ikut denganku!” Jang Mi terus memaksa.

“Pergilah, kami akan menjaga cafe. Lagipula hanya 2 jam, kan?” Tiba-tiba Han Woo datang.

“Eum! Hanya 2 jam, oppa. Kami akan kembali sebelum acaranya selesai” Jang Mi menoleh ke Sara “Kajja, eonni. Masalah cafe sudah selesai. Tidak ada alasan lagi bagimu” Jang Mi menyeret Sara pergi menuju acara tersebut.

“Yak! Yak! Pelan-pelan!”

Super Junior Fanmeeting

 

Dan disinilah Sara dan Jang Mi. Setelah perdebatan panjang yang dimenangkan oleh Jang Mi, mereka akhirnya terdampar dilautan blue shappire ini. Masing-masing fans meneriakan nama idola mereka. Dan Sara? Hanya menatap risih kesekelilingnya karna ini kali pertamanya menonton Super Junior.

Setelah perfom mereka selesai –yang dilewati oleh Sara dan Jang Mi—kini tiba saatnya untuk fanmeeting. Semua fans mengantri membuat barisan agar dapat bersalaman dan bertatapan langsung dengan Super Junior.

Namun, saat Sara melihat keatas panggung, Sara tidak melihat dimana Cho Kyuhyun.

“Sayang sekali, eonni. Kyuhyun sudah pergi sedari tadi setelah perfom, jadi ia tidak bisa mengikuti fanmeetingnya.. huft” Jang Mi memberitahu Sara. Dan Sara bisa bernafas lega. Karna ia belum siap untuk bertatapan muka dengan Cho Kyuhyun.

Sara berdiri didepan Jang Mi dengan membawa poster kecil yang diberikan oleh Jang Mi kepadanya tadi untuk ditanda tangani oleh Super Junior. Antrian masih sangat panjang, namun Sara sudah tidak bisa menahannya lagi.

“Jang Mi, aku tidak tahan. Aku ingin buang air kecil. Kalau sudah giliranmu tetapi aku belum kembali, kau saja yang meminta tanda tangannya untukku. Kita bertemu dipintu keluar saja”

“Baiklah, eonni. Lagipula Kyuhyun oppanya tidak ada. Percuma saja kau disini”

“Cih! Ini, aku pergi dulu” Sara memberikan poster tadi dan segera meninggalkan kerumbunan itu.

Setelah bertanya kepada security, ternyata letak toiletnya diluar dan sangatlah jauh dari tempat acara tadi. Sara melangkahkan kakinya terburu-buru hingga akhirnya ia sampai di toilet untuk menyelesaikan urusannya.

Setelah selesai, Sara keluar dan berjalan menuju pintu keluar seperti janjinya dengan Jang mi tadi. Namun, pada saat ia berjalan sambil bermain handphonenya, tiba-tiba…

Bruk…

“Aw!” Seseorang nabrak Sara dan terjatuh terduduk dengan posisi kaki yang tidak mengenakkan.

“Jeosonghaeyo. Anda tidak apa-apa, Nona?”  Ucap orang itu.

“Aku tidak apa-apa, Tuan” Sara berdiri dibantu orang itu.

“KAU?!” Mereka berdua memekik terkejut.

“Apa yang kau lakukan disini, Cho?” Sara bertanya.

“Harusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan disini? Inikan Super Junior fanmeeting, sudah pasti aku ada disini” Kyuhyun mendengus. “Apa kau bisa berjalan? Sepertinya kakimu terkilir”

“Kakiku tidak apa-apa, aku masih bisa berjalan—aw!” Sara merintih saat mencoba berjalan. Kyuhyun berjongkok.

“Sepertinya kakimu terkilir cukup parah. Naiklah ke punggungku, aku akan membawamu kemobil. Mungkin saja dimobil ada kotak obat”

“Tapi… bagaimana jika ada fansmu yang melihat”

“Benar juga” Kyuhyun bergumam. “Aku akan mengambil mobilku dan membawanya kedekat sini. Kau bisa tunggu aku dikursi sana?” Sara mengangguk. Kyuhyun pun segera membantu Sara berjalan menuju kursi dan berjalan cepat meninggalkannya untuk mengambil mobil.

“Kenapa ia baik sekali? Bukankan saat dulu ia menabrakku, ia malah meninggalkanku? Aneh sekali” Gumam Sara.

Tak lama sebuah Ferrari 612 Scagletti hitam berhenti didepan Sara dan Sara melongo. Kyuhyun membuka kaca mobilnya.

“Ayo masuk, sebelum ada yang melihat” Sara berjalan dengan tertatih dan masuk kedalam mobil itu.

“Aku baru saja memeriksa, ternyata kotak obatku tidak ada. Bagaimana jika kita kerumah sakit?”

“Tidak usah, Cho. Lagipula ini hanya terkilir. Hmm.. bagaimana jika kau mengantarku kecafeku saja?”

“Baiklah, dimana cafemu?” Kyuhyun bertanya sambil menjalankan pelan mobilnya.

“Cotton cafe” Jawab Sara. Lalu ia mengeluarkan handphonenya untuk memberitahu Jang Mi jika ia sudah pulang terlebih dahulu dan dibalas dengan protesan oleh Jang Mi.

“Ah, Cotton cafe itu milikmu, ya? Para hyung pernah membicarakan tentang cafemu”

“Benarkah?” Kyuhyun mengangguk. Dan selama perjalanan mereka habiskan dengan obrolan ringan.

Sesampainya dicafe. Kyuhyun memakai masker dan hoddienya, lalu keluar membantu Sara berjalan. Awalnya Sara cukup bingung untuk apa Kyuhyun menggunakan itu semua. Tapi kemudian ia teringat jika Kyuhyun adalah seorang artis.

Kling…

Kyuhyun memapahku ke sofa yang terletak dibalik meja kasir. Beruntung cafe hari ini cukup sepi. Mungkin karna sudah lewat dari makan siang, jadi hanya tersisa beberapa pengunjung disudut ruangan.

“Sara, kau kenapa?” Tiba-tiba Han Woo menghampiri Sara dan Kyuhyu.

“Aku terjatuh, oppa. Dan kurasa kakiku terkilir”Jawab Sara.

“Kau siapa, Tuan?” Han Woo bertanya kepada Kyuhyun. Lantas Kyuhyun langsung membuka maskernya dan hoddienya.

“Aku Cho Kyuhyun, Tuan. Aku minta maaf jika aku sudah—”

“Ia sudah mengantarku, oppa. Dimana Soo Bum dan Ki Joon oppa?” Kyuhyun menatap Sara saat ia menyela perkataan Kyuhyun.

“Mereka ada diatas. Sebentar, aku akan mengambilkan kompres dan juga kotak obat” Han Woo berjalan keatas guna mengambil kotak obat.

“Kenapa kau menyela perkataanku?” Tanya Kyuhyun.

“Jika ia tahu kalau kau yang sudah membuatku begini, ia akan memarahimu, tahu. Ia itu seperti ayah kami disini. Kau tahukan bagaimana sifat seorang ayah?” Kyuhyun mengangguk lalu menaikkan kaki Sara diatas pahanya. Sara terkesiap.

Tak lama Han Woo datang bersama dengan Soo Bum dan Ki Joon, bersamaan dengan Jang Mi masuk kedalam cafe.

“Eonniiii, kau jahat sekali meninggalkanku di—omo! Kyu—kyuhyun oppa?!”Jang Mi memekik.

“Ais! Jangan berteriak, bagaimana jika pengunjung mendengarnya?” Sara menegur Jang Mi. Kyuhyun hanya tersenyum,mengangkat kaki Sara kepangkuannya, lalu mengompres kakinya dengan air hangat.

“Bagaimana bisa Kyuhyun oppa disini? Bukankah tadi panitia bilang jika kau ada kegiatan, oppa?” Tanya Jang Mi yang sudah duduk dikursi tinggi seberang sofa. Ki Joon dan Soo Bum saling berpandangan mendengar kata Kyuhyun.

“Ah, jadi tadi kau ada disana, ya? Tadi itu memang ada jadwal, tapi tiba-tiba saja dibatalkan, jadi aku memutuskan untuk pulang saja dan tiba tiba aku men—”

“Menemukanku dengan kaki yang terkilir karna ditabrak oleh seseorang” Lagi-lagi Sara menyela perkataan Kyuhyun.

“Ah, jadi kau yang bernama Kyuhyun, ya? Pantas saja Noona jadi seperti itu kemarin” Soo Bum tiba-tiba berbicara.

“Ne?” Dahi Kyuhyun menyernyit.

“Ah, tidak apa. Anak ini memang suka berbicara sembarangan. Sana Soo Bum, bersihkan meja” Ki Joon mengusir Soo Bum, lalu Soo Bum pergi dengan mulut berkomat kamit.

Kyuhyun selesai mengobati kaki Sara dan Han Woo datang memberikan minuman untuk Kyuhyun.

“Minumlah”

“Terima kasih” Kyuhyun meminumnya.

“Ngomong-ngomong kita belum berkenalan, oppa. Aku sih sudah tahu kau siapa, tapi kau pasti tidak tahu aku. Aku Han Jang Mi” Tiba-tiba Jang Mi berbicara dan mengulurkan tangannya yang disambut oleh Kyuhyun.

“Aku Cho Kyuhyun” Kyuhyun tersenyum.

“Ini Song Ki Joon oppa, ini Seo Han Woo oppa, dan itu Oh Soo Bum” Jelas jang Mi sambil menunjuk yang lainnya.

“Annyeong semuanya. Salam kenal” Kyuhyun membungkukkan sedikit badannya.

“Ne, annyeong” Jawab yang lain serempak. Lalu membubarkan diri menuju pekerjaan mereka masing-masing.

“Hmm.. kalau begitu aku pulang dulu, Sara. kakimu sudah tidak apa-apa, kan?” Tanya Kyuhyun.

“Aku tidak apa, Cho. Kau bisa pulang sekarang. Terima kasih sudah mengantar dan mengobatiku” Jawab Sara sambil tersenyum.

“Tidak apa, itu juga karna aku yang sudah membuatmu seperti ini. Hmm, Sara?”

“Ya?”

“Bolehkah aku meminta nomor handphonemu?”

***

Sudah beberapa minggu sejak insiden dimana Sara dan Kyuhyun bertemu. Mereka sering sekali bertukar pesan setiap harinya. Saling mengingatkan satu sama lain.

Kyuhyun juga sudah beberapa kali mampir ke cafe bersama member Super Junior, jadi otomatis member Sper Junior sudah mengenal Sara. Kyuhyun pun sering mengantar dan menjemput Sara jika ia mempunyai waktu luang.

Seperti malam ini, dimana Kyuhyun sudah menunggu didalam mobil didepan cafenya Sara untuk menjemputnya.

Tiba-tiba Jang Mi mendekati Sara. “Eonni, sebenarnya kau dan Kyuhyun oppa itu hubungannya apa? Jangan-jangan kalia sudah berpacaran tanpa sepengetahuan kami?”

“Benar, jangan-jangan kalian sudah berpacaran?” Ki Joon mengiyakan.

“Mengaku saja, noona” Soo Bum menyambung.

“Ah, tidak! Aku dan Kyuhyun tidak berpacaran. Ia hanya akan mengantarku pulang saja. Aku sendiri tidak tahu kenapa ia mau. Aku sudah bilang tidak usah tapi ia memaksa, jadi kuturuti saja. Lumayan, aku bisa mengurangi ongkos busku, hehehe” Jawab Sara.

“Ah, tidak asyik, eonni. Jika kalian berpacaran aku akan sangat senang. Lumayan aku bisa mempunya kakak ipar yang tampan, hihihi…”

“Huuuu” Mereka bertiga menyoraki Jang Mi.

“Yasudah, aku pulang dulu. Annyeong” Sara langsung berjalan keluar menuju mobil Kyuhyun dan tak lama mobil itupun jalan menembus jalanan.

Selama perjalanan, Kyuhyun dan Sara membicarakan banyak hal dan tak lama mobil mereka sampai diapartemen Sara.

“Hmm.. kau mau mampir, Kyu?” Tanya Sara.

“Apa tidak apa?”

“Tidak apa, aku akan membuatkanmu coklat hangat. Hitung-hitung sebagai bayaranku kepadamu, hehehe…”

Kyuhyun tidak menjawab, tetapi langsung mematikan mesin mobil dan berjalan bersama Sara. beruntung ini sudah malam, jadi keadaan sekitar menjadi sepi.

Kyuhyun mendudukan diri disofa selagi Sara berganti pakaian. Memandang sekitarnya, menilai isi apartemen Sara. karna ini pertama kalinya ia masuk ke apartemen Sara. Tak lama Sara datang.

“Tunggulah disini, aku akan membuatkan coklat hangat untukmu” Kyuhyun mengangguk dan tak lama terdengar dentingan sendok dari arah dapur. Semenit kemudian Sara datang membawa 2 cangkir coklat hangat.

“Ini, ambilah” Kyuhyun mengambil dan langsung menyesapnya.

“Enak” Sara tersenyum simpul lalu mendudukan diri disamping Kyuhyun. Mereka berdua mengobrol ringan sembari menonton televisi, lalu tiba-tiba handphone Kyuhyun berbunyi.

Leeteuk hyung Calling…

 

“Hallo, hyung. Ada apa?”

 

“Kau ada dimana, Kyu?”

 

“Aku… diapartemen Sara. Wae?”

 

“Apa disana hujan? Disini hujan badai, Kyu. Kurasa kau tidak bisa pulang sekarang, berbahaya. Lebih baik kau menunggu sampai hujan reda saja lalu pulang” Kyuhyun menoleh kejendela.

 

“Kurasa disini baru rintik-rintik, hyung. Baiklah kututup teleponnya”

 

Sara menatap Kyuhyun sambil meminum minumannya.

“Ada apa, Kyu?” Tanya Sara

“Didaerah dorm hujan badai, Leeteuk hyung menanyakan keberadaanku dan menyuruhku untuk nanti saja karna ia takut aku tidak fokus mengendarai nantinya. Bolehkan aku menunggu disini?” Jelas Kyuhyun.

“Tentu saja. Aku setuju dengan saran Leeteuk oppa”

Mereka berdua terlarut kembali dalam perbincangan mereka, sampai tiba-tiba….

Klik.

Tiba-tiba lampu padam. Disusul dengan hujan yang kian menderas.

Sara panik dan langsung mencengkram ujung bajunya. Tubuhnya kian bergetar dan keringat dingin bercucuran. Wajahnya pucat. Kyuhyun menyalakan senter dari handphonenya dan mendapati Sara seperti itu.

“Sara? Kau kenapa?”Kyuhyun terkejut mendapati Sara seperti itu.

“Kyu.. a—aku takut” Sara tergagap. Seketika Kyuhyun mengingat trauma Sara yang pernah ia katakan.

Kyuhyun langsung mendekap Sara dan membawanya kedalam kamar Sara. menuntunnya berbaring lalu menyelimutinya.

“Kau ada lilin?” Tanya Kyuhyun.

“Ada.. di—dilaci” Kyuhyun berjalan menuju laci dan menyalakan lilin tersebut dan menaruhnya diatas meja.

“Kau tidurlah, aku akan menunggu disini” Kyuhyun mendudukan diri dipinggiran tempat ditidur. Sara menggeser tubuhnya dan menyuruh Kyuhyun berbaring disampingnya. Awalnya Kyuhyun ragu, namun melihat wajah Sara yang ketakutan ia langsung berbaring dan berbagi selimut bersama Sara.

“Tidurlah, Sara” Hening melanda. Hanya suara hujan didepan yang sangat mengerikan bagi Sara.

“Kau tahu, dulu aku sangat menyukai hujan” Sara berbicara dengan suara seraknya. Kyuhyun dia tapi Sara tahu kalau ia mendengarkan.

“Aku bersama ayah, ibu dan juga oppaku sering sekali bermain hujan dihalaman rumah jika hujan turun. Suatu hari, kami semua pergi berlibur menggunakan pesawat. Semua berjalan  lancar sampai tiba-tiba pesawat mengalami guncangan, kami semua histeris. Lalu oppaku memberikan pelampung untukku. Kami semua berpegangan tangan lalu pesawat oleng lalu terjatuh kedalam laut. Saat itu hujan sangat deras dan keadaan didalam air sangat gelap. Aku mencari sekelilingku tapi tidak menemukan keluargaku. Tak lama aku pingsan dan 2 hari kemudian terbangun dirumah sakit. Mereka memberitahuku jika keluargaku tidak ada yang selamat. Saat itu aku sadarjika aku tidak memiliki siapa-siapa lagi didunia ini. Mulai hari itu aku sangat takut dengan ketinggian, hujan dan juga gelap. Biasanya jika aku seorang diri disini, aku akan menyumpal telingaku dengan headset mendengarkan lagu yang nyaring untuk menyamarkan suara hujan. Dan kemarin saat berangkat ke Bali, itu adalah kali pertamaku naik pesawat lagi setelah sekian lama” Sara menyelesaikan ceritanya dengan airmata dan Kyuhyun langsung memeluknya.

“Tenanglah, semua sudah tidak apa-apa. Kau memiliki aku, Sara” Kyuhyun mengecup kening Sara. lalu mencium mata, hidung dan bibir Sara. mengecup pelan bibir Sara. Beberapa kali dan kecupan itu berubah menjadi lumatan. Kyuhyun memiringkan kepalanya untuk mengakses bibir Sara. Mengigit bibir Sara dan disambut denganSara membuka mulutnya. Kyuhyun langsung mengeksplor isi mulut Sara. Memainkan lidahnya, membelit sampai saliva mereka berjatuhan.

Lalu bibir Kyuhyun turun keleher jenjang Sara. Mengecup lalu menjilatnya. Membuat Sara melenguh merasakan itu semua. Lalu Kyuhyun menghisap kuat sampai meninggalkan bekas keunguan. Melihat hasil ukirannya, Kyuhyun lantas menjilatnya lagi. Tubuh mereka berdua bermandikan keringat.

Entah siapa  yang memulai, pakaian mereka sudah terbuka satu sama lain. Saat ini Kyuhyun sedang asyik-asyiknya memainkan paydara Sara.

“Ahh…”

Kyuhyun semakin gencar memainkan payudara Sara. mengecup, menjilat lalu diakhiri dengan mengulum putingnya. Desahan Sara semakin terdengar saat tangan Kyuhyun bermain di milik Sara. memasukan satu jari dan menggodanya.

“Nghhh…. kyuhhh”

Memainkannya dengan gerakan cepat sampai leguhan Sara terdengar dan jari Kyuhyun berlumuran cairan Sara. Kyuhyun memosisikan dirinya diantara paha Sara. mengocok miliknya sebentar hingga menegang sempurna.

“Aku akan melakukannya dengan sekali hentak. Lakukan apa saja yang bisa mengalihkan rasa sakitnya, eoh?”

Sara mengangguk. Dan Kyuhyun mencium bibir Sara. melumat dan memasukan lidahnya mengabsen kembali rongga mulutnya.

“Arghhhh….” Sara memekin sakit namun tertahan karna bibirnya masih berciuman. Kyuhyun melepaskan ciumannya lalu menatap Sara.

“Mianhe…” Lalu mengecup mata, hidung lalu bibir Sara dan dibawah sana memulai gerakan pelan.

“Akh…” Sara merasa sakit, namun tak lama berangsur nikmat.

“Ahhh… ahh” Desahan Sara kian terdengar dikala Kyuhyun menaikkan temponya dan memainkan putingnya.

“Hhh….”

“Nghhh…”

Gerakan mereka berdua menjadi brutal. Kyuhyun menaikkan temponya menjadi hentakan nikmat bagi Sara. dan Sara membalasnya dengan bergerak berlawanan. Desahan mereka beradu dengan hujan diluar sana.

“Akuhhh.. akuhhh….”

“Sebentarhh.. sayanghh”

Kyuhyun terus memompa, seakan tak ada hari esok. Disaat ia merasa miliknya yang sudah membengkak dijepit oleh milik Sara yang menyempit.

“Aku takhh.. kuathh..”

“ahhhh” Mereka berdua melenguh disaat cairan mereka bertemu didalam sana. Kyuhyun mengangkat tubuhnya dan melepaskan miliknya. Memeluk Sara dan menciumi puncak kepalanya.

“Saranghae, Yoo”

Sara sudah terlelap kelelahan sebelum mendengar ucapan Kyuhyun.

Keesokan Harinya

Sara terbangun karna cahaya matahari yang menerobos masuk dicelah-celah jendela kamarnya. Menggeliat, lalu menyadari ada sebuah tangan yang melingkar dipinggangnya. Sontak saja Sara membalikan tubuhnya dan mendapati wajah Kyuhyun yang sedang terlelap damai. Seketika wajah Sara merona mengingat kejadian semalam. Dimana ia menyerahkan kehormatannya kepada laki-laki yang bukan suaminya. Namun anehnya, Sara tidak merasa sedih, melainkan merasa bahagia. Entahlah.

Sara tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang terlelap. “Seperti bayi” Batin Sara. lantas ia menggerakan jarinya untuk mengusap wajah Kyuhyun. Mengikuti alurnya dari mata, hidung, pipi hingga bibir yang tiba-tiba dikecup oleh Kyuhyun. Sara terkesiap.

“Sudah puas memandangi wajahku?” Kyuhyun membuka mata dan berbicara serak, khas baru bangun.

“Se—sejak kapan kau bangun?” Tanya Sara tergagap.

“Sejak kau menggeliat” Kyuhyun memejamkan matanya lagi.

“Apa aku menggangu? Mian, kau bisa tidur lagi. Aku akan mandi dan membuat sarapan”

“Tidak, aku akan bangun. Jam berapa ini? Aku ada jadwal jam 10 nanti”

“Jam 7. Bangunlah kalau begitu, aku akan membuat sarapan terlebih dahulu selagi kau mandi” Dijawab gumaman oleh Kyuhyun. Sara lantas berdiri, melilitkan selimut dan meringis mendapati kewanitaanya sedikit perih. Untung saja Kyuhyun tidak menyadarinya. Sara masuk kedalam kamar mandi, mengganti pakaiannya lalu keluar menuju dapur.

Sara memutuskan membuat nasi goreng kimchi untuk mereka berdua dan mengeluarkan satu karton jus jeruk untuk minuman mereka. Tak lama sarapanpun siap disaat Kyuhyun berjalan kearah dapur dengan tampang yang lebih segar.

Kyuhyun menarik kursi dihadapan Sara lalu mendudukinya. Sara menuangkan jus jeruk untuk Kyuhyun.

“Hai” Sapa Kyuhyun. “Kau membuat nasi goreng kimchi? Sepertinya enak”

“Hanya itu bahan yang ada dikulkas, tidak apa-apa, kan?” Kyuhyun menggeleng tanda tak apa dan menyuapkan sarapannya.

“Ini enak” Ujar Kyuhyun. Sara tersenyum.

“Kalau begitu habiskan, Kyu. Ini sudah jam 8, bisa-bisa kau dicari oleh Leeteuk oppa” Kyuhyun terkekeh dan segera menghabiskan sarapannya.

Beberapa menit kemudian, piring mereka berdua telah bersih dan Sara segera membawanya ke tempat cuci piring. Lalu mencucinya. Sedangkan Kyuhyun? Masih asyik meminum jus jeruknya.

“Kau bersiaplah, Kyu. Ini sudah setengah 9” Tegur Sara.

“Kau mengusirku?” Kyuhyun mendengus.

“Bukan begitu. Aku hanya takut kau dimarahi oleh Leeteuk oppa atau manajermu. Bukan bermaksud mengusirmu” Jelas Sara.

“Baiklah, kalau begitu aku pergi sekarang. Kau ingin kuantar ke restoran?”

Sara kembali duduk setelah selesai mencuci piring.

“Tidak usah, aku belum mandi, hehehe…”

“Baiklah, nanti malam sepertinya aku tidak bisa menjemputmu. Aku ada jadwal sampai malam. Tidak apa, kan?”

“Tentu” Sara tersenyum. Kyuhyun berdiri dan berjalan menuju pintu apartemen diikuti oleh Sara. setelah memasang sepatunya, ia berbalik dan.

Cup

Kyuhyun mengecup bibir Sara. Seketika wajah Sara merona dan langsung menutup mulutnya.

“Kyu…”

“Wae?” Kyuhyun menatap Sara geli.

“Aku belum mandi, bodoh”

Seketika tawa Kyuhyun lepas. “Kau belum mandipun tetap cantik, Sara. Yasudah aku pergi dulu. Bye”

Kyuhyun pergi dari apartemen Sara meninggalkan Sara sendirian. Setelahnya Sara memutuskan untuk membersihkan kamarnya yang terdapat sisa-sisa semalam. Mengingat itu Sara kembali merona.

Setelah semua selesai, Sara memutuskan untuk mandi dan pergi ke cafe.

***

Sudah 1 bulan setelah Sara dan Kyuhyun melakukan itu. Dan sudah 1 bulan pula ia tidak bertemu dengan Kyuhyun. Diminggu awal, Kyuhyun masih membalas pesan Sara. namun diminggu berikutnya pesan Sara sama sekali tidak mendapat balasan. Dibacapun tidak. Yang biasanya Kyuhyun menyempatkan diri untuk mengantar Sara pulang, kini tak ada.

Awalnya Sara bersikap biasa saja. Mungkin Kyuhyun sibuk. Namun, belakangan ini sikap Sara goyah. Bagaimana tidak? Beberapa hari ini muncul berita yang berbunyi,

-Super Junior Kyuhyun akan segera menikahi kekasihnya dalam waktu dekat ini. Diketahui jika saat ini Kyuhyun sedang mempersiapkan segalanya. Belum diketahui siapa wanita beruntung itu. Apakah dari dunia keartisan juga atau mungkin wanita dari kalangan biasa-

Kekasih? Kyuhyun mempunyai kekasih? Bayangkan betapa hancurnya Sara saat mendengar berita tersebut. Sara sudah memberikan semuanya kepada Kyuhyun, namun dengan bodohnya ia tidak mengetahui jika Kyuhyun mempunyai kekasih?

Pantas saja jika ia tidak pernah lagi membalas pesan Sara, tidak pernah lagi muncul dihadapan Sara. jadi ini alasannya? Ia hanya mainannya? Pelampiasannya? Mengingat itu airmata Sara tiba-tiba saja meluncur dipipi putihnya. Sara langsung menghapusnya, takut jika ada yang melihat. Setelah itu Sara kembali termenung didepan meja kasir.

“Sara.. Sara.. wae?” Tiba-tiba Han Woo sudah berada didepannya. Berhalatan dengan meja.

“Aniyo, oppa” Sara tersenyum lemah.

“Kulihat kau akhir-akhir ini sering melamun. Kau ada masalah? Ceritalah kepadaku”Bujuk Han Woo.

“Aniyo, oppa. Gwenchana” Kilah Sara.

“Aku tidak suka kau begini, Sara. Ada apa? Apa ini semua karna Cho Kyuhyun? Kulihat ia tidak pernah lagi datang kemari menjemputmu”

Sara terkesiap mendengar ucapan Han Woo yang tepat sasaran.

“Ani, oppa”

“Baiklah kalau kau tidak mau cerita. Setidaknya kau harus makan. Ini sudah jam makan siang. Sudah beberapa hari ini kau hanya makan sedikit. Makanlah, aku sudah membuatkannya didapur. Biar aku yang menjaga kasirnya” Suruh Han Woo yang mau tidak mau dituruti oleh Sara. Kilahan Sara tadi semakin menguatkan dugaannya jika ini ada hubungannya dengan Cho Kyuhyun.

Sara memakan makanannya dengan tak ada selera. Hanya menyuapkan 5 sendok lalu ia menyudahinya. Dan Sara kembali termenung. Dan begitulah kegiatan Sara sampai cafe tutup. Jika ada waktu senggang ia akan kembali termenung dan termenung lagi. Jang Mi, Soo Bum, dan Ki Joon tidak ada yang berani menggangungnya maupun bertanya. Karna mereka paham bagaimana sifat Sara. Tidak akan bercerita sebelum ia sendiri yang bercerita.

“Aku pulang duluan, ya” Ucap Sara dan berjalan menuju halte bus disebrang jalan. Berjalan sembari memikirkan banyak hal.

“Bagaimana jika aku hamil? Bagaimana jika ia tidak mau bertanggung jawab karna ia akan menikah? Bagaimana jika.. bagaimana jika… bagaimana…”

BRUK…

Tiba-tiba sebuah mobil menabrak Sara saat ia tidak melihat sekeliling saat menyebrang dan membuat tubuhnya yang terpental beberapa meter didepannya. Ia tidak bisa menggerakan tubuhnya. Ia merasakan kepalanya mengeluarkan darah yang menutupi matanya dan sela pahanya yang mengeluarkan darah. Sara tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Ia mendengar suara Jang Mi, Soo Bum, Ki Joon dan Han Woo sebelum semuanya menggelap.

Rumah Sakit

Sara langsung mendapatkan penanganan begitu sampai. Jang Mi, Soo Bum, Ki Joon dan Han Woo menunggu diluar ruangan. Jang Mi masih menangis melihat keadaan Sara tadi dan Soo Bum memeluknya, menenangkan. Ki Joon duduk disebelahnya, menerawang dan Han Woo berdiri didepan pintu.

“Sebenarnya ia kenapa? Beberapa hari ini ia bersikap aneh. Bahkan sampai seperti ini. Apa kalian tahu? Jang Mi? Mungkin ia bercerita padamu?” Tanya Ki Joon.

“Aniyo, oppa. Eonni tidak ada bercerita apapun kepadaku” Jawab Jang Mi.

“Kurasa ini ada hubungannya dengan Kyuhyun hyung. Sudah beberapa minggu ini ia tidak datang kecafe. Dan aku melihat noona menangis saat menonton berita jika Kyuhyun hyung akan menikah” Sambung Soo Bum.

“Menurutku juga begitu. Jika Sara kenapa-napa, aku akan buat perhitungan dengan Cho Kyuhyun” Nada marah terselip di ucapan Han Woo. Tiba-tiba saja pintu terbuka. Dokter keluar.

“Apa kalian keluarga Yoo Sara?” Semua mengangguk. “Apa ada suaminya?”

“Memangnya ada apa, Dok. Kau bisa memberitahu kami” Jawab Han Woo.

Dokter menghela napas. “Nyonya Sara mengalami keguguran akibat benturan saat kecelakaan tadi. Bayinya yang masih berumur 3 minggu, jadi masih sangat rentan. Aku meminta maaf tidak bisa menyelamatkan bayinya. Ia akan dipindahkan keruang inap. Saya permisi”

Dokter pun pergi dan semuanya masih terkejut mengetahui berita ini.

“Eonni ha—hamil?” Jang Mi syok.

“Kegu—guran?” Soo Bum menyambung.

“Sudahlah, lebih baik kita keruangan Sara” Ucap Han Woo dingin dan datar. Memendamkan kemarahannya.

Sesampainya diruangan Sara. Mereka semua mengelilingi Sara. Tak lama Sara sadar.

“Aku dimana? Akh..” Sara menggerang mendapati kepalanya yang masih sakit.

“Rumah sakit, noona” Soo Bum menjawab.

“Aku kenapa?” Semua terdiam, tidak ada yang menyahut.

“Kenapa kalian diam saja?” Ucap Sara lagi.

“Kenapa Sara? Kenapa kau seperti ini? Aku sudah bilang padamu, jika ada masalah berbagilah denganku. Apa kau tidak menganggapku sebagai oppamu? Aku menganggapmu dan yang lainnya sebagai adikku sendiri, tapi kenapa kau begini?” Han Woo menjawab dengan nada marahnya. Semuanya terdiam lagi. Membiarkan Han Woo berbicara.

“Apa maksudmu, oppa? Aku tidak mengerti”

“Kau keguguran, Sara! Dan kau menyembunyikan kehamilanmu dari kami semua!”

“Ne?! A—aku hamil? Kegu—guran?!” Sara terkejut bukan main. “Aku tidak tahu jika aku—aku hamil” Sara melirih.

“Katakan siapa ayahnya!” Sara memilih berdiam. Ingatannya kembali kemalam itu bersama Cho Kyuhyun. “Apa Cho Kyuhyun?!”

“Jawab aku Sara!” Teriak Han Woo.

“Mianhe, oppa. Jeongmal mianhe. Mianhe” Sara mulai menangis dan terus mengucapkan maaf.

“Aku akan membuat perhitungan kepadanya!” Han Woo keluar dari ruangan Sara dengan kemarahan yang membara.

“Oppa! Oppa!”

“Hyung.. yak! Hyung!” Ki Joon segera mengejar Han Woo meninggalkan Jang Mi dan Soo Bum. Jang Mi memeluk Sara. Dan tangisan Sara semakin menyaring sambil memeluk perutnya.

“Mianhe, jeongmal mianhe baby. Aku tidak mengetahui keberadaanmu tapi kau sudah pergi meninggalkanku. Mianhe”

***

Han Woo dan Ki Joon berjalan seperti kerasukan memasuki dorm Super Junior. Ia mengetahuinya dari Jang Mi yang pernah menunjukan kepadanya saat mereka melewatinya.

Sesampainya didepan dorm mereka, Han Woo mengetuk dengan tak sabaran. Sampai ada pria yang berwajah imut-imut membukanya –Ryewook—

“Anda mencari siapa?” Tanya Ryewook.

“Apa Cho Kyuhyun ada?” Tanya Ki Joon.

“Ada. Silahkan masuk. Aku akan memanggilnya” Ryewook mengantarnya keruang tamu dan terlihat beberapa member Super Junior berada didapur. Tak lama Kyuhyun datang.

“Hyung, ada apa mencariku?”

“Kyuhyun ada yang ingin kami—”

Bug!

Ki Joon tidak sempat menyelesaikan kalimatnya saat Han Woo tiba-tiba memukul wajah Kyuhyun. Member Super Junior yang berada didormu mendatangi mereka.

“Hyung!”

“Ada apa ini?!” Seru Leeteuk.

“KAU MEMANG KURANG AJAR CHO KYUHYUN! APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN SARA?! HAH?! BAJINGAN KAU!”

Bug!

Han Woo tidak bisa lagi menahan amarahnya melihat Kyuhyun. Ki Joon dan Sungmin menahan Han Woo

“Yak! Apa yang kau lakukan!” Leeteuk marah.

“JANGAN IKUT CAMPUR! BAJINGAN INI MEMANG PANTAS MERASAKANNYA! GARA-GARA IA SARA HARUS MENGALAMI KECELAKAAN DAN KEHILANGAN BAYINYA!”

Bug!

Sekali lagi pukulan itu mengenai wajah Kyuhyun hingga bibirnya mengeluarkan darah,

“SETELAH KAU MENGHAMILINYA, KAU MALAH AKAN MENIKAH? HAH! BRENGSEK MEMANG KAU INI!”

“Hyung, tenanglah. Bicarakan baik-baik saja” Ki Joon membujuk Han Woo. Akhirnya Han Woo melunak dan duduk disalah satu sofa. Keadaan sudah tidak seburuk tadi.

“Hyung.. apa—apa yang kau bi—bicarakan itu benar?” Tanya Kyuhyun, syok. Han Woo enggan menjawab sehinggan Ki Joon mengambil alih.

“Ne, Sara memang kecelakaan tadi. Dan, ya, ia keguguran. Beberapa hari ini ia terlihat termenung. Kami tidak tahu apa yang terjadi padanya. Kami rasa ada hubungannya denganmu karna beberapa belakangan ini kami tidak melihatmu lagi datang. Dan tiba-tiba kami melihat beritamu akan menikah dan ia menangis. Mungkin, tadi saat menyebrang ia masih termenung dan tak sadar jika ada mobil yang melaju dan tabrakan pun tak terhindarkan. Saat kami tanya, ia bahkan tak tahu jika ia hamil. Dokter mengatakan usia nya baru 3 minggu”Jelas Ki Joon.

“Itu bayiku, hyung. Kami melakukannya satu bulan yang lalu. Saat Seoul hujan badai. Itu anakku” Kyuhyun meneteskan air matanya.

“Sepertinya kalian salah paham. Maksudku menikah adalah aku memang akan menikah, tetapi dengan Sara, bukan yang lainnya”Jelas Kyuhyun lagi.

“Mwo?” Ki Joon terkejut dan Han Woo menatap Kyuhyun.

“Aku berencana melamar Sara setelah jadwalku kosong, hyung. 1 bulan ini jadwalku sangatlah penuh, jadi aku tidak sempat bertemu dengannya. Dan 3 minggu yang lalu handphoneku hilang, dan sialnya aku tidak menghapal nomor handphone Sara. Jadi aku tidak bisa menghubunginya ataupun mendatanginya sama sekali”Jelas Kyuhyun.

“Kau harus menjelaskannya kepada Sara, Kyu” Tiba-tiba Siwon berbicara.

“Aku akan kerumah sakit sekarang, hyung” Kyuhyun berdiri diikuti Han Woo dan Ki Joon.

Selama perjalanan, hening melanda.

“Aku minta maaf sudah memukul mu, Kyu” Tiba-tiba Han Woo berucap.

“Tak apa, hyung. Jika kau tidak datang mungkin aku tidak tahu keadaan Sara. lagipula Sara pernah mengatakan jika hyung itu seperti ayah bagi kalian semua” Jawab Kyuhyun dan Ki Joon terkikik mendengar kata Ayah.

Tak lama mereka sampai dirumah sakit dan segera masuk. Mendapati Soo Bum dan Jang Mi duduk didepan ruangan.

“Ada apa? Kenapa kalian diluar?” Tanya Ki Joon.

“Noona ingin istirahat, jadi kami memutuskan untuk keluar saja” Jawab Soo Bum.

“Masuklah, Kyu” Kyuhyun langsung masuk kedalam. Berjalan mendekati Sara yang memunggunginya.

“Sara…” Sara menoleh dan terkejut mendapati Kyuhyun. Kyuhyun sedih melihat wajah Sara yang pucat.

“Apa.. kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun. Saramencoba untuk bangun. “Berbaring saja” Akhirnya Sara berbaring kembali. Kyuhyun duduk di kursi yang disediakan.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Sara.

“Mendatangimu dan menjelaskan sesuatu”

“Ne? Ah bagaimana pernikahanmu?”

“Itu yang ingin aku jelaskan. Kau salah paham, Sara. Pernikahan itu—”

“Apa mak—”

“Jangan potong perkataanku” Sara terdiam. “Pernikahan itu bukan dengan wanita lain, tapi denganmu. Aku berencana melamarmu Sara, setelah jadwalku kosong. 1 bulan ini jadwalku sangatlah penuh, jadi aku tidak sempat bertemu denganmu. Dan 3 minggu yang lalu handphoneku hilang, dan sialnya aku tidak menghapal nomor handphonemu. Jadi aku tidak bisa menghubungi ataupun mendatangimu sama sekal. Dan tiba-tiba Han Woo hyung dan Ki Joon hyung datang memberitahu keadaanmu dan menghajarku. Lihatlah, bibirku jadi membiru seperti ini. Aku sangat sedih saat mendengar kau keguguran. Kehilangan anak kita. Tapi tak apa, mungkin bukan takdirnya”

“Bagaimana bi—bisa?”

“Tentu bisa. Aku sudah mencintaimu sejak kejadian dipesawat waktu itu, dan aku bersyukur bisa bertemu denganmu lagi diKorea. Dan untuk kejadian malam itu, aku mengaku khilaf, terbawa suasana. Tetapi aku tidak menyesalinya. Seingatku, malam itu aku sudah mengatakan aku mencintaimu. Apa kau tidak mendengarnya?”

“Aku langsung tertidur begitu selesai” Sara merona. Hening melanda.

“Hhh… mungkin ini bukan saat yang tepat, tapi..” Kyuhyuh mengeluarkan kotak berwarna biru sapphire dari kantongnya. Membukanya dan terdapat cincin indah didalamnya, “Would you marry me, Yoo?”

Sara tidak bisa menjawab apa-apa. Ia terdiam.

“Tapi a—aku..”

“Sstt.. aku tidak menerima penolakan. Kau mau, kan?” Saratak menjawab tapi menganggukan kepalanya sambil menitikkan air matanya. Air mata kebahagiaan.

Kyuhyun memasangkan cincinnya ketangan Sara lalu mengecupnya begitu cincin sudah terpasang.

“Saranghae, Yoo”

“Nado, Cho”

“Aku hanya mencintaimu, Yoo. Just you”

“I know”

Mereka berdua tersenyum bahagia.

***

1 bulan kemudian

Pemberkatan mereka sudah selesai beberapa saat lalu. Sekarang mereka sedang berkeliling menyapa para tamu. Acara yang terbuka, mengundang beberapa wartawan dan juga teman-teman mereka.

Senyum bahagia tercetak jelas diwajah keduanya. Kyuhyun tidak melepaskan barang sekalipun pelukan dipinggang Sara.

“Kau lelah, sayang?” Tanya Sara.

“Sedikit. Tak apa-apa” Jawab Sara tersenyum simpul.

“Kau bahagia?”

“Sangat. Kau?”

“Tentu saja” Kyuhyun tersenyum lebar.

“Saranghae, Ny. Cho”

“Nado saranghae, Cho”

Sara mengecup bibir Kyuhyun. Lalu dikecup balik oleh Kyuhyun yang berubah menjadi lumatan kecil.

“Yak! Eonni! Oppa! Aku ini masih kecil tapi kalian sudah merusak mataku. Haish” Tegur Jang Mi.

“Cih! Kau kira aku tidak tahu apa yang kau dan Soo Bum sering lakukan saat mencuci piring, eoh?” Balas Sara.

“Eonni!”

“Noona”

“Hahaha….”

END~~~

Bagaimana? Boringkah? Pasarankah ceritanya? Semoga pada suka yhaaaa. Hihihi…

Jangan lupa RCL nya yaaa, biar tahu siapa aja yang udah baca dan menghargainya dengan cara itu hihihi :p

See u on the next my wild story ^^v

 

4 responses to “[FREELANCE] Just You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s