[FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 15/END)

The Best For Someone Who I Love 2

Title: The Best for Someone Who I Love 2 (Part 15/END)

Author  : @YoMollayo

Cast: Cha Eunsung (OC), Park Chanyeol, Byun Baekhyun, EXO members

Genre: Romance, Friendship

Rating   : PG-13/PG-17

Length  : Chapter

Disclaimer: All of the stories belong to God but written by me

Poster by: Wuu

Previous: Part 1 , Part 2 , Part 3 , Part 4, Part 5, Part 6, Part 7, Part 8 , Part 9, Part 10,Part 11, Part 12, Part 13 , Part 14

 

–AUTHOR POV–

Kamar Eunsung, Busan Mega Hotel, 22:45

Eunsung menekan icon tombol berwarna merah pada layar handphone nya setelah bercerita banyak dengan Jihyu. Meskipun sahabatnya sudah memberikan saran yang sangat banyak dan meyakinkannya puluhan kali, tetap saja yeoja itu tidak bisa menentukan sebuah pilihan. Pikirannya terbelah, dia bingung harus bagaimana sementara besok adalah waktu untuknya memberi jawaban kepada Baekhyun.

Yeoja bertubuh mungil ini menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berjalan ke beranda kamarnya. Eunsung menjatuhkan tubuhnya di atas kursi beranda ini. Dia menatap pemandangan di depanya. Tidak ada sesuatu yang terlihat istimewa, hanya langit hitam tanpa taburan bintang.

Langit dan suasana hati Eunsung bersatu. Eunsung hanya bisa diam sambil menggigit bibir bawahnya. Air matanya tidakmengalir, mungkin sudah habis. Sesekali wajah Chanyeol dan Baekhyun terlintas di pikirannya meskipun pikirannya lebih banyak kosong.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” teriak seseorang membuyarkan lamunan Eunsung. Yeoja ini segera mencari sosok orang yang mengganggunya. Eunsung tersenyum tipis.

“Memikirkan seseorang bernama Park Chanyeol.” balas Eunsung kepada namja yang sedang menatapnya dari beranda seberang.

“Aku?” tunjuk namja di seberang.

“Eo.”

“Apa yang kau pikirkan tentangku?” namja bertubuh tinggi ini tersenyum tulus. Mungkin dia merasa bahagia karena yeoja yang dicintainya memikirkannya.

“Rahasia.” balas Eunsung terkekeh. Dia tidak akan menceritakan pada Chanyeol jika Baekhyun meminta jawaban darinya besok.

“Ya!” balas Chanyeol kesal. Eunsung semakin tertawa. Tidak ada gunanya bertanya, seorang yeoja pasti malu mengungkapkan pikirannya tentang namja.

“Kau tau… Aku juga selalu memikirkanmu.” Chanyeol membuka mulutnya.

“Tentang apa?” tanya Eunsung.

“Bagaimana nanti kau mengurus dan merawat Park kecil.” Chanyeol tersenyum tulus.

Saat itu juga seluruh tubuh Eunsung lemas bahkan untuk tersenyum pun sulit rasanya.

*****

Keesokan harinya, Kamar Chanyeol, Busan Mega Hotel, 9:30

Setelah sarapan pagi bersama ketiga sahabatnya, Chanyeol kembali lagi ke kamarnya untuk memastikanjika tidak ada barang yang tertinggal disana. Masih ada waktu setengah jam sebelum dia dan Eunsung kembali ke rumahnya.

drrrttt drrrrtttt drrrrtttttt

“Eo Yixing-ahhhh.” balas Chanyeol kepada sahabatnya diseberang.

“Chanyeol-ah bagaimana? Apa Baekhyun setuju?” tanya Yixing.

“Ne. Aku sudah bilang dan dia setuju untuk datang malam ini ke tempat kita bekerja.” Chanyeol tersenyum membayangkan reuni yang akan diadakannya nanti malam.

“Baiklah aku dan Kyungsoo akan memasak makanan yang sangat banyak!” Yixing tertawa senang.

“Jangan lupakan soju.” balas Chanyeol.

“Ne sajangnim!” balas Yixing terkekeh.

“Chanyeol-ah. Bisakah aku berbicara dengan Baekhyun? Sudah lama sekali rasanya, bahkan aku tidak bisa menahan berbicara dengannya sampai nanti malam.” Yixing bersemangat.

“Nado aku juga ingin berbicara dengannya.” balas seseorang dengan nada datar tetapi hal tersebut terdengar sangat tulus di telinga Chanyeol.

“Aw Kyungsoo-yaaaaa..” goda Chanyeol kepada seseorang diseberang.

“Diam. Cepat berikan pada Baekhyun.” balas namja di seberang.

“Arraseo. Jangan dimatikan ya. Aku akan menemui Baekhyun.”

Chanyeol segera keluar dari kamarnya kemudian berjalan menuju kamar Baekhyun. Senyum mengembang di wajahnya mengingat kejadian saat duduk di bangku universitas dulu. Baekhyun dan dia adalah anak yang paling suka menjahili Kyungsoo dan Yixing. Kyungsoo akan memukul mereka berdua tanpa ampun sedangkan Yixing akan mengikuti seluruh perintah yang diberikan, membuat Chanyeol dan Baekhyun tertawa penuh kemenangan.

Tiba di depan kamar Baekhyun, namja bertubuh tinggi ini segera memasukkan kode pin nomor kamar sahabatnya. Dia mengetahuinya dari Luhan-gege. Chanyeol berniat memberikan kejutan untuk Baekhyun karena sebentar lagi mereka akan berpisah dan kembali pada kesibukan pekerjaan masing-masing.

Perlahan-lahan Chanyeol membuka pintu kamar Baekhyun. Namja ini tertawa cekikikan sambil membayangkan ekspresi wajah Baekhyun nanti saat mendengar suara Yixing dan Kyungsoo dari telefon.

Satu… dua…. tiga langkah Chanyeol berjalan. Namja ini mengarahkan pandangannya ke ruang tengah kamar ini.

PRAAAAAAK

Handphone yang dipegang Chanyeol terjatuh ke lantai begitu saja. Tubuh Chanyeol begetar. Urggghhhh jantung namja ini benar-benar seperti tersayat sebuah samurai yang sangat tajam.

Baekhyun dan Eunsung yang sedang berdiri di ruang tengah segera menghentikan aktivitas yang dilakukan lalu menoleh ke sumber suara. Eunsung kaget setengah mati, matanya membulat besar, mulutnya menganga. Yeoja ini tidak bisa mengeluarkan satu kata pun dari bibirnya. Baekhyun juga hanya bisa diam. Namja ini menatap mata Chanyeol.

“Chanyeol-ah aku…” Baekhyun mencoba meluruskan masalah yang ada.

Chanyeol menatap mata Baekhyun dan Eunsung tajam. Setetes air mata turun dari mata sebelah kanannya. Jujur saja ini sangat menyakitkan, kenyataan ini benar-benar menyakitkan. Chanyeol sudah tidak dapat mentoleransinya.

“Eunsung-ah aku selalu percaya padamu… tapi kau. Sudahlah.” Chanyeol segera berbalik dan pergi dengan cepat dari hadapan Eunsung dan Baekhyun.

“Chanyeol-ah.” Teriak Eunsung. Tanpa ragu dia mengejar Chanyeol tetapi tetap saja tertinggal cukup jauh.

Chanyeol segera menekan tombol elevator dan menutupnya tanpa menghiraukan Eunsung yang berteriak memanggilnya. Beruntung saat itu tidak ada seseorang yang masuk ke dalam elevator tersebut. Chanyeol menatap kosong pintu metalic elevator. Air mata namja ini terus mengalir turun.

Terbayang di pikirannya kejadian yang baru dilihatnya. Sebenarnya Apa arti dirinya bagi Eunsung? Bukankah Eunsung berjanji untuk memberikan kesempatan untuk Chanyeol? Bukankah Eunsung yang mengatakan akan melupakan Baekhyun? Tetapi apa yang terjadi?

Kenyataan yang sebenarnya sangat menyayat hati tulus Chanyeol. Bagaimana bisa Eunsung dan Baekhyun berciuman? Hal tersebut bukan paksaan, Chanyeol melihat dengan mata nya sendiri jika Eunsung membalas sentuhan lembut bibir Baekhyun di bibir yeoja itu. Eunsung juga merangkulkan lengannya di leher Baekhyun. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa Eunsung melakukan hal tersebut?

Pintu elevator terbuka, namja sempurna yang sedang patah hati ini segera berjalan cepat menuju mobil miliknya.

“Ahjussi. Kita pulang sekarang.” Chanyeol duduk di kursi belakang mobilnya sambil menutup kedua mata merahnya dengan telapak tangannya. Dia tidak ingin dunia tahu betapa sakit hatinya.

“Tapi tuan bagaimana dengan Nona Cha?” tanya Kim-Ahjussi yang akan mengendarai mobil.

“Dia tidak akan pulang Ahjussi.” balas Chanyeol datar.

Kim-Ahjussi tidak ingin berurusan panjang dengan boss nya, dia segera menyalakan mesin mobil dan mengendarainya menuju pintu keluar hotel mewah ini.

Angin segar dari laut berhembus memasuki kamar Baekhyun. Tetapi tetap saja tidak bisa meredakan suasana panas yang sedang terjadi. Baekhyun hanya bisa diam melihat Chanyeol yang pergi dan Eunsung yang mengejar Chanyeol. Namja ini tidak tahu harus berbuat apa. Satu yang yang dia ketahui, saat ini Chanyeol si namja besar itu sangat tersayat hatinya. Baekhyun menoleh, perhatiannya tertuju pada handphone Chanyeol yang tergeletak di lantai kamarnya. Baekhyun mengambilnya lalu menatap nama seseorang yang ada di layar tersebut. Namja ini mendekatkan handphone tersebut ke telinganya.

“Yixing-ah…” Baekhyun mengeluarkan suaranya.

“Chanyeol-ah! Ah ani… Baekhyun!? Baekhyun!? Baekhyun-ah? Apa yang terjadi?” teriak seseorang diseberang. Baekhyun yakin jika ini suara Kyungsoo.

“Gwenchana?!” teriak seseorang di seberang. Kali ini suara Yixing.

“Yixing-ah, Kyungsoo-ah. Maafkan aku……” balas Baekhyun.

*****

Eunsung berlari menuruni tangga darurat menuju parkiran keluar mobil. Dia yakin jika Chanyeol pasti sudah sampai di mobilnya terlebih dahulu. Jantung yeoja ini berdetak dengan cepat. Dia harus menemui Chanyeol saat itu juga. Chanyeol harus mendengarkan penjelasannya meskipun sangat menyakitkan.

Air mata Eunsung perlahan-lahan jatuh tetapi tidak dihiraukannya, bertemu Chanyeol adalah prioritas utamanya. Mata Eunsung membulat begitu melihat mobil hitam yang sangat dikenalnya sedang membayar biaya parkir keluar. Eunsung berlari secepat mungkin untuk mengejarnya.

“Tuan Park, Nona Cha ada di belakang.” Kim-Ahjussi membuyarkan lamunan Chanyeol.

Chanyeol membuka kedua matanya. Dia melirik ke arah kaca spion.

“Terus jalan saja Ahjussi. Jangan biarkan dia mendekat. Saat ini aku tidak ingin bertemu dengannya.” balas Chanyeol dingin.

“Baiklah.” Balas Kim-Ahjussi.

Kim-Ahjussi segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Eunsung tidak tinggal diam, dia terus berlari berharap Chanyeol akan berhenti.

“Tuan, Nona Cha—” Kim-Ahjussi membuka suaranya sambil melirik ke arah kaca spion.

“Tidak Ahjussi. Tidak.” Balas Chanyeol dingin tanpa melirik kaca spion.

Eunsung tetap berlari. Nafasnya sudah semakin habis tetapi yeoja ini tetap memaksa, berharap Chanyeol mau memberikan kesempatan untuknya kali ini saja.Matahari semakin meninggi. Sinarnya semakin terik menyinari seluruh Pantai Haeunde. Eunsung semakin kehabisan nafas, terik matahari membuatnya sulit untuk melihat kedepan.

Tubuh Eunsung semakin melemah. Hah hah hah…. berkali kali Eunsung memegang jantungnya. Selama beberapa hari ini dia sulit tidur karena itu tubuhnya benar-benar tidak sehat.Keringat yang mengalir dari dahinya tidak membuatnya berhenti berlari. Eunsung melihat kedepan. Nafasnya terengah-engah. Perlahan-lahan pandangannya memudar. Semuanya…. menjadi gelap.

Tubuh Eunsung terhuyung jatuh.

CRIIIIIIIIIIT

BANG!!!!!!!!!!!

****

CRITTTTT

Tubuh Chanyeol terhempas ke kursi depan.

TIIIIN! TIIIIIIN! TIIIIIN!

Suara klakson mobil terus berbunyi dari mobil belakang Chanyeol.

“Aww.” Chanyeol menghusap wajah tampannya yang sakit akibat rem mendadak yang dilakukan oleh Kim-Ahjussi.

“Ahjus—”

“Nona Cha!! Nona Cha!!! Dibelakang!!!” teriak Kim-Ahjussi terbata-bata. Sejak tadi diam-diam dia memperhatikan Eunsung dari kaca spion.

DEG! Jantung Chanyeol berdetak cepat. Namja ini segera menoleh kebelakang. Banyak mobil yang juga berhenti tetapi dia dapat melihat sekumpulan orang dari jarak yang tidak terlalu jauh.Tanpa berpikir panjang Chanyeol segera turun dari mobil dan berlari menembus keramaian tersebut.

DEG! Jantung Chanyeol berdetak keras. Lutut namja ini melemas.

“EUNSUNG-AHHHH!!!” teriak Chanyeol melihat tubuh Eunsung yang sedang di gendong oleh seorang namja dewasa. Namja ini berniat memasukkan Eunsung ke dalam mobilnya untuk di bawa ke rumah sakit terdekat. Darah segar mengalir dari pelipis kanannya, membanjiri seluruh wajah Eunsung.

*****

Chanyeol, Baekhyun, Luhan, Kim-Ahjussi dan namja dewasa bernama Ahn Jimin menunggu gusar di depan ruang unit gawat darurat.Sudah hampir sepuluh menit mereka menunggu di depan ruangan tersebut. Suasana sangat hening, tidak seperti di awal tiba di rumah sakit.

Di jalan menuju rumah sakit, Chanyeol memberitahu Luhan dan Kyungsoo melalui handphone Kim-Ahjussi. Namja ini tidak punya keberanian untuk menelfon Baekhyun secara langsung.

Namja bernama Ahn Jimin, nasib tragis hampir menimpanya. Jika tidak ada Kim-Ahjussi, mungkin namja itu sudah babak belur karena kemarahan Park Chanyeol. Dengan perasaan takut-takut, namja itu menjelaskan jika Eunsung tiba-tiba jatuh tergeletak di jalan saat mobilnya sedang melaju kencang. Ahn Jimin tidak menabrak nya secara sengaja. Mendengarnya, Chanyeol hanya bisa diam. Seluruh tubuhnya kembali lemas. Bahkan dia tidak mengatakan satu katapun sampai saat ini. Saat Baekhyun dan Luhan tiba, Kim-Ahjussi yang menceritakan semuanya. Baekhyun hampir kehilangan kesadarannya. Namja ini menatap tajam Chanyeol. Chanyeol hanya bisa menundukkan matanya.

Seorang dokter lengkap dengan masker, sarung tangan dan jubah putihnya keluar dari ruang kamar UGD. Dokter tersebut menundukkan kepalanya, membuat setiap orang yang ada disana semakin merasa lemas.

“Kami sudah mencoba sebisa mungkin tetapi pasien sudah terlalu banyak kehilangan darah. Ada banyak luka dalam yang di derita pasien jadi kami tidak bisa melakukan banyak hal. Maaf….” Dokter tersebut menundukkan kepalanya.

Mereka semua membulatkan matanya. Jantung Baekhyun dan Chanyeol berdetak sangat cepat. Tidak percaya dengan apa yang baru di dengar.

“KAU BOHONG KAN!! KAU PASTI BOHONG!” Baekhyun menarik kerah dokter tersebut. Sebuah pukulan hampir mendarat, untungnya Ahn Jimin dan Kim-Ahjussi dengan sigap menahan Baekhyun.

Baekhyun berteriak. Dirinya menggila. Namja ini menendang segala yang ada di hadapannya termasuk kursi di ruang tunggu ini.

Tubuh Chanyeol bergetar hebat. Namja ini membelalakkan matanya. Air mata tidak berhenti mengalir. Dia diam tidak bisa mengatakan apapun. Tidak bisa berteriak. Semuanya sangat menyakitkan. Jika ini mimpi, cepat bangunkan dia. Ini adalah neraka!!!!!

Baekhyun menatap Chanyeol tajam. Tanpa ragu dia mendatangi Chanyeol yang hanya duduk sambil menangis. Baekhyun memukul namja itu tanpa ampun.

“APA INI YANG KAU INGINKAN?!” teriak Baekhyun menggila. Luhan, Ahn Jimin dan Kim-Ahjussi kesulitan untuk menahannya, kemarahan Baekhyun membuat kekuatannya meningkat berkali-kali lipat.

Beberapa petugas medis menatap ke arah Baekhyun dan Chanyeol. Sepertinya mereka tahu apa yang sedang terjadi.

“KENAPA KAU TEGA MEMBIARKANNYA MENGEJAR MOBILMU?!” teriak Baekhyun masih menggila. Luhan yang berusaha melindungi Chanyeol menjadi korban kemurkaan Baekhyun. Ahn Jimin dan Kim-Ahjussi berusaha menahan namja yang kehilangan akal sehatnya ini.

“KAU! KAU BENAR-BENAR! HMMMM HMMM” teriak Baekhyun. Saat itu juga, mendadak tubuhnya lemas. Perlahan-lahan pandangannya buram, tubuh Baekhyun jatuh begitu saja. Tim medis segera memindahkannya ke dalam kamar terdekat. Baekhyun mendapatkan bius tidur dengan dosis rendah. Hal ini dilakukan petugas medis karena perbuatan Baekhyunmenganggu pasien lain dan juga membahayakan keselamatan nyawa Chanyeol.

“Chanyeol-ah gwenchana?” tanya Luhan, beberapa bagian tubuhnya sakit karena kemurkaan Baekhyun. Daritadi Chanyeol hanya menangis dan diam bahkan dia tidak melawan apa yang Baekhyun lakukan. Luhan menepuk-nepuk punggung Chanyeol, mencoba menyadarkan namja ini. Hasilnya negative, Chanyeol tetap diam.

*****

Sudah lebih dari 30 menit Chanyeol hanya diam memandang tubuh mungil Eunsung yang sudah tidak bernyawa. Namja ini mengenggam kuat tangan dingin Eunsung. Tetes-tetes air mata Chanyeol terus menurun.

“Eunsung-ah bangun…..” bisik Chanyeol sesekali.

Namja bertubuh tinggi itu benar-benar shock.  Pikirannya kosong. Dia seperti tidak bisa mendengar atau merasakan apapun saat ini. Luhan yang menemani Chanyeol sejak tadi tidak bisa berbuat banyak. Dia merasa sangat sedih karena kepergian hoobae kesayangannya tetapi saat ini kondisi Chanyeol lebih mengkhawatirkan.

“Chanyeol-ah….” panggil seorang namja yang baru tiba. Mereka berdua berdiri di dekat pintu ruangan memandang Chanyeol khawatir. Chanyeol tidak bergeming, bahkan tidak menatapnya.

“Annyeong haseyo. Aku Luhan, sunbae Chanyeol dan Eunsung di SMA dahulu.” Luhan membuka mulutnya.

“Annyeong, aku Yixing. Sahabat Chanyeol dan Eunsung.” Yixing membungkuk kecil lalu menatap Eunsung. Mata Yixing mendadak memerah dan memanas.

“Aku Kyungsoo.” Namja yang tubuhnya lebih kecil dari Yixing juga memperkenalkan dirinya. Kyungsoo membalikkan badannya secepat mungkin saat melihat tubuh lemah Eunsung yang berbaring di atas tempat tidur rumah sakit ini. Air mata berjatuhan dari mata bulatnya. Dia benar-benar shock melihat apa yang terjadi.

Luhan menundukkan kepalanya melihat reaksi dua orang di depannya. Dia tidak bisa berbuat apapun, bahkan dia kesulitan untuk menghibur dirinya sendiri.

“Dimana Baekhyun?” tanya Kyungsoo yang sadar jika sahabatnya tidak ada disana.

“Baekhyun tadi mengamuk karena itu pihak rumah sakit membiusnya. Dia ada di kamar 308 saat ini ditemani oleh Kim-Ahjussi.” balas Luhan.

“Chanyeol-ah.” Yixing mendekati sahabatnya. Dia tahu pasti sahabatnya sangat terpukul saat ini.

Chanyeol tetap diam saja. Menolehpun tidak.

“Chanyeol-ah sadarlah. Ada apa denganmu?” Kyungsoo menepuk pundak Chanyeol.

Tidak ada reaksi apapun. Chanyeol tetap memandangi Eunsung. Kyungsoo dan Yixing saling memandang satu sama lain.

“Ya! Park Chanyeol!” Kyungsoo kembali menepuk pundak Chanyeol, kali ini sangat keras tetapi hasilnya tetap nihil.

“Dia sudah seperti itu sejak tadi.” Luhan menatap Kyungsoo dan Yixing lalu memberikat kode agar kedua namja itu mendekat. Namja berdarah Tiongkok ini menjelaskan kejadian yang terjadi sebelum mereka datang.

“Setelah Baekhyun tidak sadarkan diri. Dokter datang kepadaku, dia menemukan ini di kantong baju Eunsung.” Luhan menunjukkan selembar kertas kepada Kyungsoo dan Yixing.

“Aku sudah membacanya tapi aku ragu untuk memberikan ini. Dia sudah sangat shock.” Air mata Luhan sedikit mengalir. Dia melirik ke arah Chanyeol.

Kyungsoo mengambil selembar kertas tersebut dari tangan Luhan kemudian membacanya bersama Yixing. Setelah membacanya secara cepat Kyungsoo menggenggam kuat surat tersebut lalu menghampiri Chanyeol.

“Chanyeol-ah kau harus membaca ini.” Tubuh Kyungsoo bergetar, air mata mengalir hebat dari matanya.

Chanyeol tetap diam.

“Hey bodoh! Kau harus baca! Ini surat yang Eunsung tulis untukmu.” teriak Kyungsoo. Namja ini menggoyang-goyangkan tubuh Chanyeol.

“Kau tidak mau? Baik akan kubacakan.” balas Kyungsoo.

Kyungsoo menatap Chanyeol lalu mulai membacakan surat tersebut.

Dear Park Chanyeol

Chanyeol-ah!!!!!!

Hari ini Baekhyun memintaku untuk memberikan jawaban tentang hubunganku dan dirinya.

Tentu saja aku akan menolaknya dan memilih jadi kekasihmu. Atau aku akan menerimanya dan meninggalkanmu.

Tetapi aku terus bertanya dalam hatiku. Apakah ini yang aku inginkan? Apakah meninggalkan Baekhyun dan bersama Chanyeol akan membuatku bahagia? Begitu juga sebaliknya.

Jawabannya tidak. Aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak bisa memilih salah satu diantara kalian dan membiarkan pihak lain yang tidak terpilih menderita. Aku tidak bahagia jika hanya hidup bersama Baekhyun. Aku juga tidak bahagia jika hanya hidup bersama Chanyeol.

Jika Baekhyun adalah appa maka Chanyeol adalah eomma bagiku. Jika di suruh memilih siapa yang akan hidup bersamaku tentu aku tidak bisa melakukannya. Aku sangat menyanyangi kalian. Aku tidak ingin salah satu pihak terluka.

Karena itu jawabanku: aku tidak memilih siapapun. Aku ingin kita kembali seperti dahulu sebagai seorang sahabat yang menyayangi satu sama lain.

Aku tahu ini sangat menyakitkan mu Chanyeol-ah tapi aku yakin ini adalah keputusan yang terbaik. Aku tidak bisa menyakitimu lebih dari ini.

Kau selalu baik kepadaku. Bahkan aku tidak punya keberanian untuk mengatakan hal ini langsung kepadamu karena itu aku menulisnya pada selembar kertas, tetapi aku sudah mengatakannya kepada Baekhyun. Dia berjanji untuk menghargai semua keputusan yang kubuat.

Aku harap kau juga melakukan hal yang sama Chanyeol-ah.

Setelah membaca surat ini, datanglah ke pantai dekat rumah, tempat kita sering bermain dahulu.

Aku akan memelukmu terakhir kali sebagai seorang ‘yang sedang kaudekati’.

Aku juga akan memberikan sebuah pelukan “sahabat selamanya” kepadamu.

Maafkan aku. Aku menyayangimu Chanyeol-ah. Kau yang terbaik.

–Cha Eunsung–

*****

“Chanyeol-ah. Setelah Eunsung mengejarmu, Baekhyun menceritakan ini padaku……”Kyungsoo menghembuskan nafas berat sebelum memulai cerita.

FLASHBACK

Busan Mega Hotel, Kamar Baekhyun

Eunsung dan Baekhyun saling menatap mata satu sama lain. Eunsung menghembuskan nafasnya berat. Yeoja ini harus menyampaikan keputusannya hari ini juga.

“Baekhyun-ah….” panggil Eunsung.

“Eo. Aku sudah siap mendengar semuanya.” balas Baekhyun tenang.

“Maafkan aku. Aku tidak bisa menjadi kekasihmu lagi.” Eunsung menatap mata Baekhyun mantap. Yeoja ini sudah membulatkan tekatnya untuk tidak menangis.

Baekhyun terdiam. Jantungnya berdetak sangat cepat. Dia tidak percaya dengan apa yang terjadi. Jauh di dalam hatinya dia yakin jika Eunsung masih mencintainya.

“Baiklah. Jadi kau memilih Chanyeol.” Baekhyun tersenyum kecut. Dia sudah berjanji untuk menerima apapun keputusan Eunsung.

Eunsung menatap Baekhyun. Jantungnya berdetak sangat cepat. Dia ingin menangis tetapi tidak boleh.

“Aniyo…..” balas Eunsung singkat.

“Maksudmu?” Baekhyun menatap Eunsung tidak mengerti.

“Aku tidak memilih seorangpun di antara kalian. Maafkan aku. Maafkan aku yang egois. Maafkan aku. Aku ingin kita kembali seperti dulu…… menjadi seorang sahabat.” balas Eunsung.

“Eunsung-ah apa yang kau lakukan?” tanya Baekhyun tidak mengerti dengan apa yang dilakukan yeoja di hadapannya.

“Aku tidak bisa memilih salah satu diantara kalian. Aku benar-benar menyanyangi kalian. Aku tidak ingin menyakiti salah satu dari kalian lagi. Tidak memilih adalah keputusan terbaik. Adil bukan?” tanya Eunsung.

“Kau yakin setelah semua ini kita bisa kembali seperti dulu? Menjadi sahabat?” tanya Baekhyun ragu.

Eunsung mengangguk mantap. Dia tidak sepenuhnya yakin tetapi ini adalah hal terbaik. Tidak ada lagi yang tersakiti termasuk dirinya yang selalu membohongi perasaannya.

“Baiklah… aku menghargai keputusanmu.” Baekhyun tersenyum kecut.

Suasana menjadi hening. Awkward. Baekhyun dan Eunsung mengalihkan pandangan satu sama lain.

“Eunsung-ah.” Baekhyun memanggil Eunsung. Yeoja ini menoleh.

“Apa yang kau suka dariku? Ah tidak. Aku ulangi. Mengapa kau menyukaiku?” tanya Baekhyun. Namja ini menatap lekat mata Eunsung.

Eunsung hanya diam. Tidak tau harus memulai dari mana.

“Aku tahu dulu kau menyukai Chanyeol tapi bagaimana bisa kau menyukaiku?” tanya Baekhyun lagi. Eunsung tetap diam, jantungnya berdetak tidak karuan.

Baekhyun melihat reaksi Eunsung. Mungkin dia terlalu to-the-point tetapi inilah yang ingin dia ketahui saat ini.

“Eunsung-ah. Aku sudah menyukaimu sejak awal semester.” Baekhyun tersenyum mengenang masa lalu. Saat itu juga lutut Eunsung terasa sangat lemas. Dia sangat bingung.

“Aku ingat saat itu kita masih belum mengenal satu sama lain. Aku, kau dan Chanyeol duduk bersama di kantin. Di meja tersebut hanya terdapat 2 kursi. Aku menarik satu kursi dari meja lain agar kita bisa duduk bersama. Setelah itu kau tersenyum kepadaku lalu mengatakan: ah terima kasih Baekhyun-ssi kau sangat baik.”

“Padahal aku menarik kursi itu untuk diriku sendiri tetapi kau malah berterima kasih padaku.” kekeh Baekhyun.

Eunsung berusaha mengingat kejadian tersebut. Itu pertama kalinya dia pergi ke kantin bersama Baekhyun.

“Ah itu karena…. alasannya mudah. Karena jika kau tidak menarik kursi tersebut maka aku yang akan menariknya dan kau tahu kan jika menarik kursi kayu yang ada di kantin membutuhkan tenaga. Karena itu aku mengucapkan terima kasih padamu. Aku melakukannya secara tidak sadar.” balas Eunsung.

“Hmmm karena itulah aku menyukaimu.” balas Baekhyun. Saat itu juga jantung Eunsung berdetak tidak karuan. Pipinya mulai merona.

“Kau menghargai hal kecil yang orang lain jarang perhatikan.” tambah Baekhyun.

“Saat itu juga aku tidak bisa berhenti menatapmu. Kau juga selalu bersikap baik padaku. Di pertengahan semester kau bersikap dingin tetapi tetap membantuku. Saat itu aku sudah hampir menyerah tetapi sejak Winter Boot Camp aku merasa seperti kau menerima ku kembali.” Baekhyun menatap mata Eunsung.

“Aku tidak mau mengungkapkan perasaanku karena aku tahu jika Chanyeol juga menyukaimu tetapi kemudian Chanyeol memaksaku mengungkapkan perasaanku kepadamu. Dia mengatakkan jika kau menyukaiku.” lanjut Baekhyun.

“Chanyeol yang…..” Eunsung terdiam. Dia tidak percaya Chanyeol melakukan hal tersebut.

“Eo. Awalnya aku tidak percaya. Bagaimana bisa kau yang membenciku menjadi suka padaku? Beritahu aku alasannya.” tanya Baekhyun yang sejak tadi tidak berhenti menatap Eunsung.

Eunsung tidak berani menerima tatapan dalam Baekhyun. Sesekali dia mengalihkan pandangannya.

“Aku membencimu karena bagiku kau pengganggu diantara aku dan Chanyeol.” Balas Eunsung jujur. Dia tidak akan mengatakan jika Chanyeol pernah menyangka dirinya menyukai Baekhyun lebih dari sahabat.

“Tapi aku menyadari jika hal yang aku lakukan salah. Kau orang yang sangat tulus, tidak seharusnya aku membencimu.” Eunsung menatap Baekhyun. Debaran jantungnya tidak karuan.

“Kau memberikan perhatianmu dan memperlakukanku selayaknya namja yang sangat menyukai seorang yeoja. Aku tidak pernah mendapatkan hal tersebut dari Chanyeol selama bertahun-tahun aku menyukainya. Lalu aku menyadari jika pelan-pelan aku mulai mencintaimu.” lanjut Eunsung menatap Baekhyun. Kedua orang ini saling menatap satu sama lain.

“Woah.” balas Baekhyun terkesan. Dia tidak tahu harus berkata apa. Suasana kembali awkward.

“Baekhyun-ah aku harus segera kembali. Aku harap pekerjaanmu berjalan dengan lancar.” Eunsung berusaha memecah keheningan. Tanpa berpikir panjang yeoja ini segera berdiri dan membalilkan badannya.

“Bagaimana saat ini?” Baekhyun membuka mulutnya, Eunsung menghentikan langkahnya.

“Apakah saat ini kau mencintaiku?” tanya Baekhyun lantang.

“Aniyo.” balas Eunsung singkat lalu kembali berjalan.

Setetes air mata turun dari mata kiri Baekhyun. Tidak! Dia tidak bisa menerima ini. Semua terlalu sakit untuk menjadi kenyataan. Baekhyun segera bangkit dari kursinya lalu menggenggam tangan Eunsung kuat. Yeoja itu membalikkan badannya, kaget dengan perlakuan Baekhyun.

“Ya! Lepaskan!” teriak Eunsung.

“Eunsung-ah apa saat ini kau mencintaiku?” tanya Baekhyun lagi.

“Sudah ku katakan tidak.” balas Eunsung lantang.

“Eunsung-ah! Tatap mataku dan katakan jika kau tidak mencintaiku. Katakan!” teriak Baekhyun. Emosi namja ini meningkat seketika. Tidak. Dia tidak percaya dengan apa yang terjadi.

Eunsung memberanikan diri menatap mata Baekhyun. Tubuhnya bergetar hebat. Air matanya mengalir. Eunsung tidak bisa melakukannya. Yeoja ini memilih diam.

Baekhyun tidak bisa menunggu terlalu lama. Namja ini mendorong kepala Eunsung untuk dekat dengannya.

Chu~

Bibir Baekhyun menempel dengan bibir Eunsung. Kedua orang ini bisa merasakan nafas yang keluar satu sama lain. Baekhyun menggerakkan lembut bibirnya, melumat lembut bibir atas dan bawah Eunsung. Tubuh Eunsung lemas, dia berusaha menolak Baekhyun tetapi hatinya menginginkannya. Hatinya terlalu kuat dari logikanya. Perlahan-lahan Eunsung menutup kedua matanya. Yeoja ini membalas lumatan bibir tipis Baekhyun. Tangan Eunsung bergerak naik dari dada hingga tengkuk Baekhyun. Yeoja ini menyilangkan kedua tangannya di tengkuk Baekhyun.

END OF FLASHBACK

*****

Tubuh besar Chanyeol bergetar hebat mendengar cerita Kyungsoo. Kini dia mengerti maksud surat Eunsung. Saat ini dia juga menyadari satu hal yang sangat hebat. Satu hal yang tidak bisa berubah. Satu hal yang selalu ditepi olehnya. Cinta Eunsung memang hanya untuk Baekhyun. Bukan dirinya. Tidak ada kesempatan untuk dirinya.

Tangisan Chanyeol semakin menjadi-jadi. Chanyeol kehilangan seluruh tenaganya. Tubuhnya lemas. Namja tinggi ini berlutut.

“ARGGGGGHHHHHHH.” teriak Chanyeol menumpahkan seluruh perasaannya.

Perasaan menyesal teramat dalam merasuki pikiran dan hati Chanyeol. Menyesal karena selalu memaksakan Eunsung. Menyesal karena tidak mau merelakan Eunsung dan menyesal karena tidak memberikan kesempatan untuk Eunsung menjelaskan semua yang terjadi antara yeoja itu dan Baekhyun.

Chanyeol semakin berteriak seperti Baekhyun sebelumnya. Bukan ini yang Chanyeol inginkan. Bukan. Bukan. Bukan. Bukan ini.

“EUNSUNG-AH MIANHAEEEEE IRONA!!!! JEBAL!!!!!” Chanyeol semakin histeris menyesali perbuatan bodohnya. Eunsung selalu berusaha menjaga perasaannya. Yeoja ini sudah berusaha melakukan yang terbaik.

“HIDUPLAH BAHAGIA BERSAMA BAEKHYUN. IRONA EUNSUNG-AH JEBAL!” lanjut Chanyeol.

Luhan, Kyungsoo dan Yixing hanya bisa diam melihat sahabatnya. Mereka tidak tahu harus berbuat apa. Chanyeol benar-benar merasa sakit yang amat dalam saat ini, memeluk dan mengatakan ‘gwenchana’ bukanlah pilihan yang tepat. Diam adalah pilihan terbaik.

Baekhyun berjalan terhuyung-huyung menuju ruang dimana Eunsung dibaringkan. Dirinya sudah sepenuhnya sadar tetapi efek obat bius dan kenyataan yang terjadi membuat tubuhnya menjadi sangat lemas. Dari kejauhan namja ini bisa mendengar dan melihat bagaimana tingkah laku Chanyeol. Perlahan-lahan Baekhyun masuk menuju ruangan tersebut. Luhan, Kyungsoo dan Yixing menatap Baekhyun lemas, berharap Baekhyun tidak melakukan hal yang sama sebelum di bius.

“BAEKHYUN-AH! BYUN BAEK! BYUN BAEKHYUN!” teriak Chanyeol.

“CEPAT BANGUNKAN EUNSUNG. AKU MOHON. Bangunkan dia. Bangunkan sahabatku. Aku tidak mau kehilangan dia selamanya….” Chanyeol terisak. Dia menggoyang-goyangkan tubuh lemah Baekhyun.

“CEPAT LAKUKAN SESUATU! CEPAT! HANYA KAU YANG DIA INGINKAN. BUKAN AKU. KARENA ITU LAKUKAN SESUATU AGAR DIA BANGUN.” teriak Chanyeol kembali.

Baekhyun tidak bisa berbuat apapun selain terisak dan pasrah dengan semua perlakuan Chanyeol. Namja ini menatap Chanyeol dalam. Chanyeol bisa merasakan kesedihan yang amat dalam dari sorotan mata tersebut.

“Chanyeol-ah… maafkan aku….”

“Chanyeol-ah maafkan aku…. maaf…..” Baekhyun semakin terisak. Tubuhnya bergetar hebat. Mata Baekhyun merah memanas. Dadanya naik turun tidak karuan.

“Maaf….. aku tidak bisa membangunkan sahabatmu…” balas Baekhyun.

“Ini semua salahku….” lanjut Baekhyun.

“Aku yang tidak punya keberanian untuk melepasnya. Aku yang memaksanya untuk selalu denganku.” Baekhyun menatap atap ruangan ini. Isakannya semakin hebat.

“Ini semua salahku….. Maafkan aku Byun Baekhyun!” balas Chanyeol berteriak.

*****

10 tahun kemudian

Chanyeol menatap lautan yang membentang di hadapannya. Sore ini, angin berhembus cukup kuat membuat pakaian dan rambut namja tampan ini bergerak mengikuti arah angin.Namja ini tersenyum, teringat kenangan saat kecil dahulu, dia dan sahabatnya suka menghabiskan waktu disini. Sesekali Chanyeol melirik jam tangannya. Namja ini sedang menunggu seseorang yang akan datang dari tempat jauh.DEG! Jantung Chanyeolberdetak cukup kuat. Seketika senyum mengembang dari bibirnya, perasaan ini tidak pernah berubah. Namja ini yakin jika seseorang yang dirindukannya hadir disini menemaninya.

“Kau tahu, beberapa hari yang lalu aku tidak sengaja mendengar lagu ini. Menurutku ini sangat bagus. Aku harap kau menyukainya….” Chanyeol tersenyum menunjukkan gigi putih dan rapihnya. Pipi namja ini seketika merona, malu.

Namja bertubuh tinggi ini menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya.Bunyi merdu petikan gitar akustik berwarna coklat miliknya terdengar jelas. Chanyeol mulai mengeluarkan suara indahnya.

Dasi taeeonandamyeon (Jika kita dilahirkan kembali)

Dasi saranghandamyeon (Jika kita saling mencintai lagi)

Geu ttaeneun uri ireoji marayo (Berjanjilah agar hal seperti ini tidak terjadi lagi)

Jogeum deol mannago (Mari kita tidak terlalu sering bertemu)

Jogeum deol gidaehamyeo (Mari kita tidak terlalu banyak berharap satu sama lain)

Manheun yaksok anhgiro haeyo (Mari kita tidak terlalu membuat banyak janji)

Dasi ibyeori wado (Jadi, meskipun kita berpisah)

Chanyeol cukup terkejut karena mendengar suara seseorang yang menyanyikan bagian ‘Dasi ibyeori wado..’. Namja bertubuh tinggi itu menoleh sedikit kebelakang dan didapatinya seorang namja yang sudah berada tidak jauh dibelakangnya, sahabat yang sejak tadi di tunggunya. Byun Baekhyun.

 

Seoro keun apeum eopsi (Kita bisa berpisah tanpa meninggalkan luka yang dalam)

Doraseol su isseul mankeum (Cukuplah membuat kenangan-kenangan–)

Beoryeodo doeneun gabyeoun chueokman (Yang mudah untuk dilupakan–)

Seoroui gaseume mandeulgiro haeyo (Oleh hati kita masing-masing)

Ijen arayo neomu gipeun sarangeun (Sekarang aku sadar, jika mencintai terlalu dalam–)

Oeryeo seulpeun majimageul gajyeo ondaneun geol (Hanya akan membawa akhir yang menyedihkan)

Geudaeyeo bilgeyo daeum beone sarangeun (Sayangku, aku harap kisah cintamu selanjutnya–)

Uri gatji anhgil budi apeumi eopsi (Tidak berakhir menyedihkan seperti kisah kita)

Kkok naboda deo haengbokhaejyeoyaman hae (Kau harus lebih bahagia dariku…)

Nae maeumeul haneulmaneun algireul (Aku harap langit mendengar permintaanku…)

Chanyeol memainkan sebuah melodi indah sebagai penutup lagunya. Namja ini menghentikan permainan gitarnya. Chanyeol tersenyum melihat Baekhyun.

“Kolaborasi yang bagus.” Baekhyun tersenyum menatap hamparan lautan.

“Kenapa kau lama sekali?” tanya Chanyeol.

“Kau tahu. Ada berberapa daerah di Busan yang macet.” balas Baekhyun datar.

“Itu karena semakin banyak orang ke Busan. Mereka ingin merasakan menginap di Busan Mega Hotel II yang terkenal dengan konsep pure love, rancanganmu.” Chanyeol terkekeh.

“Jangan berlebihan.” balas Baekhyun.

Baekhyun menghisap dalam-dalam udara segar pantai ini. Pantai yang sangat bersih dan tidak di jadikan tempat wisata. Pemandangan dan udara disini cukup bisa menghilangkan kelelahan nya setelah duduk di dalam pesawat selama 8 jam dari Singapura ditambah macet dari bandara menuju tempat ini.

DEG! Jantung Baekhyun berdetak. Inilah yang dia rasakan setiap kali kesini. Perasaan ini tidak pernah berubah. Baekhyun tersenyum senang, merasakan kehadiran seseorang.

“Eunsung-ah…” Baekhyun berbisik kecil bahkan Chanyeol tidak bisa mendengarnya.

“Lagu tadi….. benar-benar menyentuh.” Baekhyun melirik Chanyeol. Namja bertubuh tinggi ini tersenyum.

“Baekhyun-ah bagaimana jika di kehidupan selanjutnya kita seperti ini lagi?” tanya Chanyeol. Baekhyun menunggu sahabatnya menjelaskan lebih banyak.

“Jika kita bersahabat dan sama-sama mencintai Eunsung lagi. Apa yang akan kau lakukan?” lanjut Chanyeol.

“Aku….. Aku akan berusaha merelakannya. Jika hal seperti ini terulang lagi, aku yakin jika Eunsung memang bukan ditakdirkan untuk bersama satu di antara kita.” Baekhyun tersenyum meskipun dia tahu jika itu sangat sulit dan menyedihkan.

“Kau?” tanya Baekhyun.

“Sama sepertimu. Apa lagi yang bisa kulakukan? Aku hanya ingin sahabatku bahagia. Tidak ada yang lain.” Chanyeol tersenyum pasrah.

“Aku dengar dari Kyungsoo jika kau dan KangHyejoonakan menikah di musim semi tahun depan. Benarkah?” Baekhyun tersenyum senang. Matanya berbinar melihat Chanyeol.

“Aish Kyungsoo!Jinjja! Padahal aku ingin memberi kejutan untukmu.” Chanyeol mengepalkan tangannya kesal. Baekhyun terkekeh.

“Benar sekali. Kami belum menentukan tanggal pasti. Ingat! Jika Yixing atau Kyungsoo hendak memberitahu mu jangan di dengarkan. Aku ingin memberitahumu secara langsung!” ancam Chanyeol.

“Arraseo.” balas Baekhyun.

“Kau? Bagaimana hubunganmu dan Oh Migyeong?” tanya Chanyeol.

“Kau tahu…. tidak berjalan dengan baik. Dia memutuskanku beberapa hari yang lalu.” balas Baekhyun.

“MWO? Kenapa kau tidak mengabariku?” Chanyeol terkejut.

“Ah sudahlah… memang berpisah adalah hal terbaik.” balas Baekhyun kikuk.

“Semangat!! Kau pasti akan menemukan seseorang yang tepat suatu hari nanti.” Kekeh Chanyeol.

“Ne….” Baekhyun mengangguk.

“Baiklah. Mari kita berdoa.”

Chanyeol dan Baekhyun menutup mata dan mulai berdoa untuk Eunsung. Hari ini peringatan 10 tahun kepergian yeoja itu. Disinilah abu Eunsung ditabur. Dipantai tempat dia dan Chanyeol sering bermain dulu. Dipantai tempat terakhir Eunsung berencana untuk memeluk Chanyeol sebagai orang yang didekatinya dan memeluk Chanyeol lagi sebagai sahabat.

‘Eunsung-ah bagaimana kabarmu disana? Aku selalu baik disini. Aku berencana akan menikah di musim semi tahun depan. Aku harap kau juga merasakan kebahagiaan yang aku rasakan. Berbahagialah selalu disana. Aku mencintaimu…. Ah! Aku harap kau tidak khawatir dengan Baekhyun. Suatu saat nanti dia pasti bisa bisa mendapatkan yang terbaik.’

‘Eunsung-ah annyeong. Aku harap kau selalu bahagia disana. Jangan khawatir,cepat atau lambat aku juga akan seperti Chanyeol, bisa menemukan seseorang yang tepat. Aku akan berusaha mencarinya. Eunsung-ah bogoshipo. Jika suatu saat nanti kita bertemu aku harap kau tidak melupakanku. Aku selalu mencintaimu….’

Baekhyun dan Chanyeol membuka kedua mata mereka lalu melirik satu sama lain. Senyum dan pikiran tentang Eunsung terngiang dikepala mereka. Setelah semua yang terjadi, mereka sadar jika kebahagiaan sahabat adalah yang terbaik. Apapun akan mereka lakukan agar sahabatnya bahagia meskipun harus merelakan seseorang yang dicintainya.

‘Chanyeol-ah… Baekhyun-ah… gomawo…’

**END**

Tadaaaaaaaa! Seperti inilah akhir kisah rumit Chanyeol, Eunsung dan Baekhyun. Semoga chingudeul suka. Maaf jika ending nya tidak sesuai harapan, ekspektasi dan tidak memuaskan chingudeul L

Aku berterima kasih untuk chingudeul yang sudah meluangkan waktu untuk membaca, memberi kritik, juga memberi saran. Kritik,saran, dan masukan chingudeul sangat membantu aku untuk membuat ff selanjutnya hehehe. Aku minta maaf lagi karena lama mengirimkan ff ini, membuat chingudeul baper dengan cerita ini bahkan sampe ada yang nangis dan kesal hehehe.

Kalau boleh tahu. Bagian mana dari ff ini yang chingudeul suka/benci/memberikan kesan/membuat baper/kesal? Hehehe author ingin tahu. Sampai berjumpa di ff selanjutnya J Annyeong!!

7 responses to “[FREELANCE] The Best for Someone Who I Love 2 (Part 15/END)

  1. gak terprediksi akhirnya bakal kaya gitu😦
    sukses buat baper dri mereka nyanyi breng smpe akhir :'(:'(:'(.. aku suka banget lagu ituuuu*abaikan

    berhubung baekhyun diputusin, mending sama aku aja yaa
    hahahaha

    • Aw terima kasih banyak chingu sudah baca sampai akhir ^^
      Samaaaaa aku juga suka banget lagu itu hihihi
      Hihihi boleh boleh, Baekhyun milik kita bersama hahaha

  2. huwaaa kenapa endingnya sedih gini? jadi pengen nangis😥 tanggung jawab kau author.

    aku suka sama semua part” di ff kamu thor, FF nya selalu panjang dan disetiap part pasti ada bapernya, ada senengnya dan ada sedihnya juga, paket lengkap lah pokoknya.

    tadi aku kira eunsung bakalan milih baekhyun, tapi ternyata dia ga milih siapa2. “lebih baik aku mati daripada harus memilih salah satu dari mereka (eomma n appa)”. ini bener bangett

    aduh jadi banyak komentar hihi.
    pokoknya aku tunggu FF karya kamu author. semangat semangat!! hehe

    • Aww terima kasih banyak chingu sudah baca sampai akhir ^^
      Yah maaf ya kalo sedih ;(
      Terima kasih banyak >< kirain jadi bosen karena tiap part terlalu panjang kkkkkkk
      Terima kasih banyak untuk dukungannya ^^ FIGHTING

    • Aww terima kasih banyak chingu sudah baca sampai akhir ^^
      Iya Eunsung ga jadi sama salah satu di antara mereka nih :”

  3. WAE???!! Kenapa jadi begini endingnya :”((
    Huaaaaaaaa apik bangeeeeet!!!!!! Lagu yang Baek dan Chan nyanyiin bikin tabah nyesek😦
    Jadi selama ini apa yang mereka perjuangkan cuma sia-sia ya😦
    Tapi keren banget cerita ini!! Jalan ceritanya selalu bikin aku mau nangis dan seolah-olah ada di posisi mereka bertiga. galau akut hiks
    Sukses selalu untuk karya-karya selanjutnya ya author ^^ sukak bgt sama ff kamu hihihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s