[FREELANCE] Autumn #2

_20160425_201615

Cover Alkindi EXO KINGDOM FANFICTION

Title: Autumn ‘Chapter 2’

Author: Puspita.desu

Cast: Byun Baekhyun
Kim Yoora, and other.

Genre: Sad, Angst, Romance

Rating: PG15

Length: Chaptered.

Chap 1 | Chap 2 |

******

Aku tak ingin melihatmu, karena aku membencimu.
Aku tak ingin memimpikanmu, karena aku membencimu.
Aku membencimu sampai tak ada lagi rasa suka sedikitpun.

Dan aku lebih membenci diriku sendiri, karena semua yang ku ucapkan adalah kebohongan.

Previous story..

Byun Baekhyun teramat bingung dan menyesal dengan apa yang dia lakukan pada gadis itu, pikiran terburuknya kian menjadi kala wanita itu mungkin bukan gadis yang baik. Bisa saja gadis itu membeberkan keburukan dirinya dan mungkin karirnya tamat sudah.
Irisnya memperhatikan gadis yang sama sekali dia tak tahu namanya, gadis yang kini terbangun dengan wajah yang kebingungan dan setelahnya gadis itu menangis. Baekhyun bangkit dari sofa nya.

“Karena kau sudah bangun, aku akan memberitahumu satu hal..”

Baekhyun mulai membuka pembicaraannya, menutup matanya sejenak dan dia sadar dirinya adalah pria terbrengsek bagi gadis itu.
Tapi ini harus segera diluruskan.

“Lupakan semuanya, jika suatu saat kita bertemu kembali jangan pernah mengungkitnya. Anggap saja kau hanya penggemar ku..”

Dan kalimat terakhirnya begitu menohok hati Baekhyun, bagaimana bisa gadis itu tetap menjadi penggemarnya setelah insiden ini?

Dan dengan langkah berat pria itu berbalik, terdengar tangisan yang semakin keras dibelakangnya.

“Namaku Kim Yoora, kau harus ingat itu.”

Baiklah, Kim Yoora.

Aku telah kehilangan seseorang lagi dalam hidupku.

******

Namaku Kim Yoora.

 

Kim Yoora

 

Yoora

 

Kau harus ingat itu..

Baekhyun memukuli kepalanya yang begitu memuakkan, bagai sihir perkataan gadis itu terus memutari otaknya. Mendengus kasar dan kembali memusatkan pikirannya pada piano didepannya.
Pria itu sengaja mengunjungi studio dan berlatih piano. Mengingat dirinya dan Chanyeol yang masih belum berbaikkan walau mereka kini mungkin dalam status perang dingin namun itu tentu saja membuat otaknya semakin kacau jika Baekhyun terus saja berada di dorm dan berdekatan dengan sahabat dekatnya itu.

Dan alhasil dari melarikan diri ala Baekhyun adalah dirinya yang tak bisa barang sedetik pun untuk lupa pada gadis yang menyebut dirinya Kim Yoora.

Oh dia menyebutnya lagi.

Bahkan keberadaan gadis itu mampu menggeser posisi Taeyeon di otaknya. Noona-nya yang menjadi pemeran utama dalam ketidakwarasan dirinya akhir-akhir ini.

“Baekhyun..”

Tangannya yang menekan tuts piano tiba-tiba terhenti saat menangkap suara yang sangat dia rindukan.
Mengalihkan tatapan nya kearah samping tepat orang itu berada.
Matanya memandang sendu dan denyut di hatinya kian menegang, ini sangat menyakitkan baginya.

“Kau sedang apa?”

Wanita itu mendekat ke arah Baekhyun yang masih duduk didepan piano-nya. Tersenyum simpul walau pria itu tak membalasnya sama sekali.

“Kau tidak melihatku sedang mencucikan?”
Baekhyun membalasnya dengan ketus, tangannya meraih tas jinjingnya dan bersiap pulang. Namun seketika terhenti karena Taeyeon mencekal tangannya.

Pria itu menunduk menatap Taeyeon yang masih terdiam, bibirnya kian bergetar dan air matanya telah tumpah.

Demi apapun Baekhyun ingin memeluk wanita itu sekarang juga, namun otaknya terus menahan untuk tidak melakukan hal itu.

Atau dirinya akan kembali menjadi pria brengsek.

Taeyeon yang masih berderai menatap ke arah Baekhyun, pria yang demi langit dan bumi dia masih mencintainya.
Namun keadaan yang memaksa dirinya harus mengakhiri hubungan mereka.

“Ada apa? Hari ini aku sibuk..”

Baekhyun dengan cepat menyela Taeyeon, pria itu melepas tangannya dari cekalan dan menghindari tatapannya.
Kemanapun asal tidak menatap seorang yang dia cintai sedang menangis.

“So soal itu, maafkan aa akuh Baek.. ak”

“Jika hanya ini yang ingin Noona bicarakan, aku sudah mengerti.”

Baekhyun kembali menyela dan berbalik menatap pintu.

“Tapi Baek..”

“Seperti yang telah Noona katakan sebelumnya, kita tak ada hubungan apa-apa lagi. Jadi, jangan pernah mengungkit masalah ini lagi..”

Baekhyun melangkahkan kakinya dan memutar knop pintu studio, terdengar sayup-sayup suara wanita yang mendekat. Pria itu yakin mereka pasti rekan kerja Taeyeon.

“Maafkan aku juga Noona, semoga kau bahagia..”

Sebelum benar-benar beranjak, pria itu menoleh pada Taeyeon yang menatapnya dengan air mata yang semakin deras dan berbalik pergi tanpa menoleh lagi. Bagai pohon yang melepas salah satu dahannya dan tanpa tahu harus melakukan apa selain merelakan.
Dan mungkin tunas baru akan lahir kembali setelahnya.
Baekhyun hanya harus meyakini semua itu, semua jalan yang terbaik.

Noona, tak apa jika kita berakhir seperti ini. Aku akan tetap menyayangimu, semoga kau bahagia.

Menghapus air mata dipelupuknya dan tersenyum,

Satu masalah ku telah selesai.

******

Kim Yoora menatap makanan didepannya tanpa minat, ini sudah lebih dari satu bulan setelah kejadian itu.
Kejadian dimana dirinya melepas keperawanan pada sang idola.

Oh dia ingin bunuh diri saja kala mengingat itu, namun pikirannya kembali menepis dan itu bukan jalan yang baik.

Terhitung selama seminggu Yoora mengurung di kamarnya, mandi terus-menerus demi menghapus jejak pria itu ditubuhnya. Namun itu bak percuma karena tak bisa menghapus kenangan buruknya tentang pria itu.

Dia tak sudi lagi menyebut namanya.

“Makan yang benar Yoora..”

Hyeri sahabat baiknya menegur Yoora untuk yang kesekian kalinya. Gadis itu menghela nafas kesal melihat Yoora yang lagi-lagi mengabaikan makanannya.

Dan lihat bobot gadis itu yang kian mengecil, seperti gagang sapu berjalan.
Dan dia yakin setelah Yoora makan walau sesuap gadis itu pasti memuntahkan kembali makanannya.

Dan dia rasa percuma saja gadis itu makan, toh akan dia keluarkan lagi.

Gadis itu memang luar biasakan?

“Kau tidak akan menceritakan masalah mu itu? Ini bahkan sudah satu bulan Yoo. Kau tau kan kacung mu itu selalu menelponku setiap malam hanya menanyakan apakah Yoora sudah bercerita? Aku butuh ketenangan Yoo.. ”

“Aku akan membeli obat penenang untukmu..”

“Ya Tuhan, aku tidak sedang becanda Yoora. Selama sebulan bahkan nafsu makanmu seperti itu, dulu kau bahkan makan seperti Titan..”

Yoora tertawa mendengar ocehan sahabatnya, tak ayal ocehan ini juga salah satu hal yang membuat dirinya mampu bertahan. Menyuapkan kembali nasinya walau mual tiba-tiba saja datang, Yoora menahan sebisanya dan mencoba menelan nasinya dengan penuh.
Mata berkaca-kacanya melihat Hyeri yang menatapnya khawatir.

“Aku belum bisa menceritakannya Hyeri, aku belum siap. Dan bilang pada Jinki Oppa untuk tidak menelponmu lagi, aku akan menceritakan padanya juga..”

Yoora berucap sendu dan Hyeri tersenyum mengerti, berusaha menguatkan sahabatnya dan berjanji tidak akan mengungkit masalah ini lagi kecuali Yoora yang memulai.

“Lebih baik kita belajar untuk ujian akhir kita..”

“Ya itu benar, sebentar lagi kita lulus.. aaakkk, aku ingin jadi artis.”

Yoora kembali tertawa melihat Hyeri yang mengutarakan cita-citanya dengan girang, tidak heran jika dia ingin jadi public figure.
Hyeri tinggi, putih dan cantik. Double beruntung karena dia pandai bernyanyi dan akting.
Yoora yakin sahabatnya itu akan menjadi artis hebat suatu hari nanti.

Dab semoga Hyeri tidak menjadi artis brengsek, seperti dia.
Menggeleng karena dengan tanpa permisi otaknya kembali mengingat pria itu.
Yoora berdiri dan dia tiba-tiba merasakan pusing yang teramat,

“Kau ingin jadi apa setelah kita lulus?”

Bruk..

“Yoora…!!”

******

Yoora tersadar dari pingsannya, mengernyit saat bau obat menyengat di inderanya. Ini ruang kesehatan sekolah, dia sudah menduga sebelumnya. Tersenyum miris pada dirinya sendiri, sebentar lagi pasti kabar itu akan tiba.

“Kau sudah sadar? Jinki oppa sebentar lagi kesini..”

Hyeri beranjak dari kursinya dan membantu Yoora untuk duduk, raut gadis itu tampak khawatir dan irisnya berkaca-kaca.

“Yoora..”

“Aku belum menjawab pertanyaanmu tadi..”

Yoora menyela, gadis itu tau selanjutnya perihal apa yang akan Hyeri bicarakan.

“Siapa pria itu Yoora?”

“aku akan menjadi seorang penulis, aku telah membuat beberapa novel. Kau belum pernah membacanya kan?”

“Apa ini alasan kau murung selama seminggu? Katakan padaku Yoo..”

“Aku akan membawakan novel buatanku nanti, kau harus membacanya..”

“Yoora..!”

Hyeri meninggi, tangisannya semakin deras. Dia tahu ini teramat sulit untuk Yoora, namun pria itu harus bertanggung jawab.

Yoora menutup telinganya dan menggeleng, Hyeri memeluk tubuh gadis rapuh itu dengan erat.

“Jangan diteruskan kumohon..”

“Kau hamil Yoo..”

Dan tangisan meledak dari Yoora, hal yang paling dia takutkan akhirnya terjadi. Tangannya meremas kuat perut ratanya, dan hatinya mendesir melihat bayangan Jinki di balik pintu.

Tangisan Yoora mereda dan Jinki sudah menghilang, dia yakin pria itu kecewa padanya.
Dan bagaimana Yoora menceritakan ini pada keluarganya?
Bagaimana sekolahnya setelah ini?

Dan takdir seperti apa yang telah digariskan untuknya?

“Sekarang ceritakan padaku Yoo..”

“Dia.. Byun Baekhyun.”

Hyeri melotot tak percaya.

“Baekhyun yang mana?”
Gadis itu menggeleng berharap pria itu bukan Baekhyun yang dia pikirkan. Namun Yoora terdiam dan kembali menangis, membuat Hyeri semakin bingung.

“Ba bagaimana kau bisa bertemu Baekhyun Exo?”

******

Maafkan aku,
Aku berusaha sebisa mungkin untuk menyembunyikan ini dan tak akan memberi tahu mu. Tapi aku juga tidak bisa memendamnya sendirian, karena dia hadir karena kesalahan kita berdua.
Dan,
Aku tidak memintamu untuk bertanggung jawab, hanya saja kau berhak tahu hal ini.
Aku akan membesarkannya sendiri, kau jangan khawatir. 
Suatu saat jika kau ingin bertemu dengannya, kau bisa datangi aku.

Kim Yoora.

Baekhyun meremas kertas itu dengan bergetar, didalamnya juga terdapat tes kehamilan dan surat pernyataan dari dokter bahwa gadis itu hamil.

Siang tadi seorang gadis datang di acara fans signing nya dan memberikan surat tanpa meminta tanda tangan padanya, tentu saja itu membuatnya curiga.
Dan kecurigaannya berubah menjadi kekesalan.

Dia kesal pada dirinya sendiri.

Tangan bebasnya mengacak rambut frustasi, dia tak pernah membayangkan hal seperti ini akan terjadi. Bahkan sebelumnya Baekhyun sudah bisa melupakan gadis itu, dan kini kenangannya kembali terkuak dengan ganasnya.
Atau mungkin bukan menjadi kenangan lagi, melainkan masa depan.

Betapa tidak dia tega membiarkan gadis itu membesarkan calon anaknya sendirian.

Arrgghhhh

“Kenapa berteriak?”

Baekhyun terperanjat mendengar Chanyeol menginterupsi teriakannya, pria itu berfikir mengapa Chanyeol selalu datang disaat-saat seperti ini.
Disaat dirinya benar-benar frustasi.

Chanyeol duduk disamping Baekhyun, memandang langit malam diatasnya. Menghirup nafasnya senang, pemandangan rooftof apartemennya memang tak pernah mereka lewatkan.

Menengok kearah Baekhyun dan seketika merebut amplop ditangan pria itu, Baekhyun murka dan berusaha merebutnya kembali. Namun terlambat karena Chanyeol telah membukanya.

“Siapa yang hamil? Jangan bilang Taeyeon Noona..”

Chanyeol menggumam penasaran dengan test kehamilan di tangan nya, dia menggeleng tak percaya. Lalu membuka surat lainnya di dalam amplop.

“Siapa Yoora? Kau mengenalnya?”

Baekhyun menggeleng dan Chanyeol mengangguk lega. Pasti Baekhyun menemukannya tanpa sengaja.

“Dia hamil anakku..”

Dan pernyataan selanjutnya membuat Chanyeol memuntahkan minumannya.

“APAAAA??!”

to be continue..

 

8 responses to “[FREELANCE] Autumn #2

  1. klo baek pria sejati ayo nikahin yoora… jgn cumn ngacak rambut sendri… kwkwkwk…. thor ceritany pnjangin dkit npa… *plak…

  2. Wahaaawww…
    Daebak, dan Jin Ki oppa pergi tanpa pamit, Yoora yg makin setereess dan Baek yg mulai merasa diri brengsek banget.
    Ditunggu kelanjutannya authornim

  3. Intinya baekhyun harus tanggung jawab. Kasian hidup yooraaa. Ga rela gue kl baekhyun sm taeyeon. Wkkwkw. Lanjut fightinggg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s