[Another Story of Se Hun – Seo Ah] Wedding—2/2

seohun-poster-1

Ziajung’s Storyline©

Cast       : Oh Se Hun | Choi Seo Ah

Genre   : Comedy, Friendship

Length  : Ficlet

Prev: [Another Story of Se Hun – Seo Ah] Absurd Thing || [Another Story of Se Hun – Seo Ah] Wedding—1/2

———————————-

Dasar, Pewaris Sungjin Sialan!

 

***

                Kalau biasanya Seo Ah berangkat sekolah dengan menaiki bus, pagi ini ia diantar oleh mobil bersama supir dan ayahnya. Sudah tiga hari ia izin, dan Seo Ah tidak mau ambil resiko dengan berdesakan di dalam bus atau menunggu bus yang datang sepuluh menit sekali itu. Meski bukan siswa berprestasi, setidaknya Seo Ah tidak punya predikat buruk dan ia tidak mau memulainya hari ini.

Terlebih ia sedang senang.

Seo Ah membawa oleh-oleh yang banyak untuk teman-teman sekelasnya—ia bahkan sampai membawa dua paper bag. Memang pada dasarnya orangtua Seo Ah suka sekali traveling, tiga hari di Boston mereka sudah menghasilkan dua kardus berisi oleh-oleh. Mereka membeli apapun yang mereka tidak pernah lihat di Korea (dan ini membuat Seo Ah ingin sekali mengundurkan diri dari silsilah keluarga Choi). Kalau saja Seo Ah, Jun Hong—adiknya, dan Jong Hoon—oppa-nya, tidak meminta pulang karena alasan sekolah, mereka pasti akan membuat adik lagi di sana—dengan kata lain, bulan madu untuk yang kesekian kalinya.

Seo Ah tidak menyadari kalau sepanjang langkahnya, dari gerbang sekolah menuju kelasnya, ia terus mendapat tatapan menyelidik. Koridor yang ramai tiba-tiba menjadi hening ketika Seo Ah lewat. Ternyata rasa bahagia Seo Ah mampu menutupi telinga dan mata gadis itu, ia terus saja mengumbar senyum sambil bersenandung kecil. Otaknya terus membayangkan bagaimana wajah Se Hun ketika dia melihat apa yang Seo Ah belikan untuk si Pewaris Sungjin itu.

“Selamat pagiiiii….”

Seo Ah mengangkat kedua tangannya—yang masing-masing membawa paper bag—tinggi-tinggi sambil memekik senang, di depan kelas. Sontak saja seluruh perhatian berpusat padanya. Keheningan kembali terjadi. Perlu beberapa detik bagi teman-teman sekelas Seo Ah untuk menyadari kalau Seo Ah adalah Choi Seo Ah yang mereka kenal, karena di mata mereka Seo Ah sama sekali tidak normal sekarang.

Sampai akhirnya, tiga gadis, yang masuk dalam jajaran orang-orang populer di sekolah, menghampiri Seo Ah dengan gaya khasnya. Mereka—Kim Seol Hyun, Jung Soo Jung, dan Yoon Bo Mi—langsung mengerubungi Seo Ah seolah dia membawa pangeran Inggris hari ini. Mata mereka menatap Seo Ah dengan dahi berkerut, dan itu malah membuat Seo Ah ikut mengerutkan dahinya. Seo Ah tidak merasa telah melakukan kesalahan sampai-sampai dikerubungi seperti ini. Satu-satunya urusan yang pernah buat dengan mereka adalah urusan yang menyangkut mantan pacarnya—dan Seo Ah tidak mau membahas itu lagi.

“Apa gosip itu benar?!”

“Dengan siapa? Apa dia kaya?”

“Perjodohan atau kecelakaan?”

Seo Ah tidak mengerti apa yang ditanyakan ketiga gadis ini. Kedua tangan yang tadinya terangkat tinggi-tinggi, kini menggantung bodoh di depan wajahnya. Sepertinya ada sesuatu yang Seo Ah lewatkan selama tiga hari ini, dan itu menyangkut dirinya.

Belum Seo Ah selesai memproses kata-kata ketiga gadis itu, teman sekelasnya yang lain menambahkan. “Bagaimana malam pertamamu?”

“Apa barang suamimu besar? Kau sudah main berapa kali?”

“HAH?!” Akhirnya, Seo Ah tidak tahan. Tanpa sadar ia mengeluarkan ekspresi terjeleknya. Pekikkan Seo Ah sangat keras, sampai kelas yang ramai dengan celetukan dua murid laki-laki itu kembali hening. Suami siapa?! Malam pertama?! Perjodohan?! Apa pagi ini Seo Ah bangun di dimensi yang berbeda?!

Seo Ah makin dikejutkan dengan Na Eun yang tiba-tiba menerobos ketiga gadis di depannya dan langsung memeluk Seo Ah. Sangat erat, sampai Seo Ah sesak sendiri. Mulut Seo Ah terbuka. Apa lagi sekarang?!

“Aku turut berduka, Seo Ah-ya,” ucap Na Eun, masih memeluk Seo Ah. Beberapa detik kemudian, ia melepaskan pelukan Seo Ah dengan mata berkaca-kaca. “Aku tahu ini berat untukmu, tapi… aku yakin, suatu saat kau akan mendapatkan cinta sejatimu.”

“ADA APA, SIH?!” Seo Ah menatap teman-temannya satu per satu.

“Kau baru menikah, kan.” Kata Soo Jung, bukan bertanya, karena gadis itu mengucapkannya dengan nada datar, dengan tangan terlipat di dada.

“APA?!”

“Tidak perlu disembunyikan, aku juga mengerti bagaimana repotnya menjadi putri chaebol. Ya… walaupun tidak sampai dinikahkan paksa.” Mengibaskan rambut panjangnya, Seol Hyun pun menambahkan.

“T-Tunggu, tunggu,” perlahan, Seo Ah mulai mengerti pembicaraan ini. Ia pun mengulang kembali ucapan-ucapan yang ia dengar di otaknya. “Siapa yang menikah? Aku?”

“Iya.” Jawab teman sekelasnya dengan kompak.

“KAPAN?!”

“Tiga hari yang lalu, di Boston, kan?”

Baru kali ini Seo Ah merasakan penderitaan kram di tengkuk yang sering ayahnya rasakan ketika beliau bertengkar dengan Jun Hong. Seo Ah tahu benar bagaimana sifat manja adiknya itu yang membuat ayahnya bersikeras mengirimnya ke pangkalan militer cepat-cepat. Ini perasaan frustasi yang tak berdasar. Benar-benar parah!

Menahan untuk tidak berteriak dan membanting dua puluh satu meja di kelas ini, Seo Ah menjawab dengan rahang terkatup. “Yang menikah itu sepupuku…. Aku ke Boston untuk menghadiri pernikahannya, bukan aku yang menikah di sana.”

“HEH?!”

Mendengar pekikan serempak itu, bukan hanya tengkuk Seo Ah yang sakit, tapi juga kepalanya. Darah mendidih di kepalanya, berdenyut-denyut. Kakinya juga sudah gatal ingin menendang bokong siapa saja yang menyebarkan rumor itu. Lagipula apa dia tidak berpikir?! Seo Ah masih delapan belas tahun! Bahkan hukum negara belum melegalkan pernikahannya—jika benar ia menikah. Orangtuanya juga tidak segila itu menikahkan putri satu-satunya hanya karena tidak punya pacar di umurnya yang kedelapan belas ini.

“Tapi Se Hun bilang, kau pergi ke Boston karena akan menikah….”

OH SE HUN!

Dasar, Pewaris Sungjin Sialan! Otak Siput! Laki-laki Mesum!

“Oh Se Hun….”

Seo Ah menggeram, seperti hyena yang haus darah. Merasakan aura di dekat Seo Ah menggelap, keempat gadis yang mengelilingi Seo Ah mulai mundur perlahan, kembali ke tempatnya.

“Selamat pagi, guys!”

Suara memekakkan telinga muncul dari belakang Seo Ah. Refleks seisi kelas menahan nafasnya—tidak, laki-laki itu datang di saat yang sangat sangat tidak tepat. Ia akan menemui ajalnya hari ini. Se Hun tersenyum lebar untuk menyapa teman-teman sekelasnya, tidak lupa sedikit bergaya dengan wink. Biasanya para gadis akan menoleh padanya dengan pekikkan tertahan dan beberapa akan malu-malu membalas senyum Se Hun. Tapi kali ini berbeda, mereka semua hanya diam dan menatapnya dengan tatapan yang Se Hun tidak pahami.

Baru Se Hun ingin bertanya, ia menyadari siapa yang berdiri memunggunginya ini. Senyumnya semakin lebar, ia pun menyentuh bahu gadis itu. “Oh, Seo Ah-ya, kau sudah kembali?”

Seo Ah memutar tubuhnya perlahan, menciptakan suara dramatis di kepala teman-teman sekelasnya, seperti bunyi pintu kayu tua yang terbuka perlahan di film horor. Mereka meringis, tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Wajah Seo Ah sangat gelap dan menyeramkan, dengan mata memicing dan dahi berkerut dalam. Giginya bergemeletuk, dan bibirnya bergerak seolah sedang merapalkan mantra kematian untuk Oh Se Hun.

Se Hun mengerjap melihat ekspresi aneh Seo Ah. “Kau k-kenapa?”

YA!! MATI KAU, #%^&^*-#&)&^!”

Grep!

Seo Ah meraih kepala Se Hun dan menarik rambut laki-laki itu keras-keras. Se Hun berteriak dan mencoba melepaskan tangan Seo Ah, tapi sepertinya amarah membuat Seo Ah jauh lebih ganas kali ini. Tidak ada ampun, Seo Ah mendorong Se Hun keluar dari kelas hingga mereka menjadi tontonan gratis murid-murid di koridor. Teman-teman sekelas mereka pun mulai memenuhi jendela dan pintu, dengan mulut terbuka. Ini pertama kalinya mereka mendengar Seo Ah mengumpat dengan kata-kata sekasar itu.

“Seo Ah-ya…”

“Siapa yang menikah, hah?! Apa perlu aku mengorek telingamu dengan cangkul?!” masih menarik rambut Se Hun, sampai laki-laki itu membungkuk, Seo Ah berteriak. “Kubilang sepupuku! Sepupuku! Kau mengerti Bahasa Korea tidak, sih?! Dasar #$@%^&*_^%#.”

 

-END-

——————————-

*Gak sanggup menulis adegan selanjutnya wkwkwk kasian Sehun disiksa Seoah setelah itu. btw aku sengaja sensor, karena gak nemu bahasa kasar yang oke (?) #lah

10 steps-nya ditunggu yaa stay tuneee

Regards: Ziajung (vanillajune.wordpress.com)

23 responses to “[Another Story of Se Hun – Seo Ah] Wedding—2/2

  1. first comment? haha ngakak oh se makanya jgn bolot kuping dipasang yg bener jgn dijadiin pajangan diamuk sm seo ah kan😀😀

  2. hahahaaa… telat baca thor.. aku bru tahu kalau ini sambungan 10 step closer..

    aku ngakak abis baca seo ah dan sehun.. entah terhitung brapa kali aku bacanya.. engg bosen..

    ditunggu chap selanjutnya thor..

  3. akhir na update juga stlah bolak balik nunggui crita kk…
    ahhhhh..
    sumpah kaq deredek kali baca na…
    ahhhhh knapa kisah 2 ank manusia in, bnyak bgt lika liku na
    ..
    y ampunn ..
    pliss kaq…
    jgn buat mreka cerai..
    gk pha* deh chan na pge lagi, tpi plis jangan ad kata cerai d antara mereka…
    ahhhhhh….
    ayo soe ah tolak tolak tolak..

    d tunggu next chap kk

  4. Wakakak apa apaan sih hun😂 mampus kan lo kena marah juga! Lagian asal ngomong wae sih😂😂
    Duh couple yg satu ini emng yg paling paling dah ah pokoknya mah👍

  5. Selamat pagi, guys! Ahaha si kampret Sehun datang pas banget timing-nya. Pas tanduk Seo Ah keluar. Wkwk sahabat aneh.

    Keep writing ^^

  6. Hahaha seo ah sehun emang pairing sahabat gesrek ya. Thor bikin side story persahabatan mereka lagi dong seru banget soalnya. Dan kalo bisa cerita pas mereka udh dewasa gt pas udh kuliah atau sebelum seo ah nikah sama chanyeol. Bener2 friendship goals!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s