[FREELANCE] Autumn #4

_20160425_201615

Poster Alkindi Exo Kingdom Fanfiction

Title: Autumn chapter 4

Author: Puspita.desu

Cast: Byun Baekhyun
Kim Yoora
Lee Jinki (Onew SHINee)
And other.

Genre: Sad, Romance, accident, complicated, friendship.

Rating: Pg13+

Length: Chaptered.

Chap 1 | Chap 2 | Chap 3

******

Aku berpapasan denganmu tanpa sengaja,
Apakah bila disengaja kita akan berpapasan?

Lee Jinki menapaki kuat-kuat sepatunya berusaha tidak menimbulkan suara sedikitpun, matanya memicing mencoba menebak siapakah gerangan pria yang malam-malam datang ke rumah Yoora selain dirinya.
Dia tak mengenal pria itu dari belakang sekalipun, apakah dia saudara Yoora?

Tidak,
Jinki mengenal sangat baik semua keluarga Kim.

Atau kekasih Yoora?
Menggeleng kencang,
Itu tidak mungkin.
Atau menyangkal kemungkinan.

Pria blonde itu berhenti di depan pintu, Jinki bersembunyi dibalik pilar tak jauh dari pintu. Kembali memperhatikan pria itu dari samping.
Sangat familiar, tapi Jinki tak mengenalnya sama sekali.
Sayup gaduh terdengar dari dalam rumah, teriakan paman Kim dan suara tangisan perempuan.

Apa mereka sudah tahu keadaan Yoora?

Berjalan cepat guna menengahi mereka, si pria blonde tampak lebih dekat dari hadapannya. Namun seketika gerakannya terhenti dan jantungnya bagai berdebum keras,

“Aku adalah pria itu tuan,”

Jinki meremas tangannya emosi, setengah berlari dan hendak meraih bahu pria itu sampai kemudian terdengar kembali sebuah pengakuan.

“Aku akan bertanggung jawab atas Yoora..”

Membalik tubuh pria itu dan dia kini sangat hafal siapa dia,

Baekhyun EXO.

Dia tahu karena Yoora sangat mengidolakan orang ini,
Dia tahu karena setiap hari Yoora selalu memaksanya menonton video orang ini,

Apa yang Jinki tidak tahu mengenai Yoora?

Dan alasan mengapa Yoora akhir-akhir ini hampir tidak pernah menyebut nama pria ini didepannya,
Alasan mengapa akhir-akhir ini Yoora murung dan hampir tak pernah tersenyum,
Adalah karena pria ini.
Sebenarnya apa yang Jinki ketahui perihal Yoora?

Tidak ada, sama sekali.

“Brengsek, enyah kau dari sini!”

Mencengkram kerah Baekhyun dan meninjunya sekuat tenaga, dia marah tentu saja.

Bagaimana seorang pria yang bahkan tidak pernah mengenal Yoora dengan mudahnya merusak hidup gadis yang dia cintai?

Dan lihat mulut berdarah nya yang kotor itu bahkan dengan lantang ingin bertanggung jawab pada Yoora, apakah dia idiot?

Tidak ada yang ingin mempercayai artis universal perihal pernikahan,
Terlebih si brengsek ini masih sangat muda.

Hell, jangan pernah menipu kami.

Baekhyun terkejut mendapati dirinya tersungkur setelah sebelumnya mendapat tinjuan dari pria yang berdiri didepannya.
Ketiga penghuni rumah tampak berlari memisahkan keduanya tatkala Jinki kembali memukul Baekhyun.
Yoora menjerit memeluk Jinki yang masih saja berusaha menggapai Baekhyun yang juga di tahan ayahnya. Baekhyun yang telah memar sana-sini dan darah segar yang mengalir disela bibirnya membuat Yoora berjengit, melepas pelukannya di tubuh Jinki dan dengan cepat meraih tangan Baekhyun menjauh.

“Kita harus bicara..”

Yoora menyeret paksa tubuh Baekhyun yang menegang, terkejut dengan respon gadis di depannya yang tiba-tiba memegangnya. Kendatipun dalam hatinya bimbang antara menyesali keputusan dirinya yang mendatangi orang tua gadis itu sampai berani mengaku perbuatannya, namun dia berani bertaruh bahwa ini adalah keputusan terhebat yang dia alami dalam hidupnya.
Entah apa yang terjadi setelah ini, Baekhyun sendiri bahkan tak berani memikirkannya.

Tangan kecil Yoora masih menyeretnya, mereka berjalan di taman rumah Yoora dengan fikiran masing-masing. Disamping kedua orang tuanya yang masih terbingung akan perilaku putrinya dan memandang keduanya dari teras rumah. Yoora bahkan tidak peduli.
Yang dia pedulikan adalah pria yang berada dibelakangnya yang hampir tidak mengeluarkan suara apapun, terkecuali nafasnya.
Yoora bergidik, fikirannya kembali melayang pada malam itu. Malam dimana Baekhyun memeluknya, menciumnya dan.. oh Tuhan.

“Ayo duduk!”

Yoora menyuruh Baekhyun duduk setelah dirinya mendinginkan kembali fikiran kotornya dan duduk di kursi taman pojok air mancur, terdapat pohon mapple diatasnya dan daun-daun merah berserakan akibat pohon itu yang menggugurkan sendiri daunnya.

Menggugurkan.
Kata yang menggiurkan.

“Untuk apa kau kesini?”
Yoora memberanikan diri bertanya setelah sekian lama mereka saling terdiam. Merasa ini buang-buang waktu, dan lagi mereka bukanlah sepasang kekasih yang baru menjalin hubungan dan saling canggung pada kencan pertama.

Namun mengingat kembali pengakuan Baekhyun beberapa waktu lalu membuat Yoora kembali terombang-ambing, ini bahkan lebih dari sepasang kekasih sekalipun bila Yoora menerima Baekhyun.
Tidak,
Dia sama sekali tidak pantas untuk pria ini.

Baekhyun menoleh pada Yoora yang menunduk dan meremas gaun tidurnya, terlihat sekali bahwa gadis itu gugup.
Memperhatikan raut Yoora yang mengkerut dan bibir mungilnya yang digigit, Yoora memang cantik Baekhyun akui.

“Aku akan bertanggung jawab..”
Balasnya lancar dengan tetap memperhatikan respon gadis itu.

“Aku tidak memintanya..”

“Kau memberikan alamatmu di surat itu, apa maksudnya jika kau sendiri mengharapkan pertanggung jawabanku?”

Yoora menoleh cepat pada Baekhyun yang juga sedang memandangnya, dan kembali menunduk ketika merasakan wajahnya memanas.

“I itu bukan aku.”
Yoora tentu masih ingat betul isi surat itu, singkat dan jelas bahwa dia tak perlu pertanggung jawaban Baekhyun, tanpa sebuah alamat.
Dan batinnya merutuk tatkala teringat pada Hyeri, pasti ulah gadis itu.

“Lalu siapa? Tunggu, kau memberitahu orang lain selain keluargamu?”
Baekhyun melebarkan irisnya menghadap Yoora, menebak apa yang gadis itu lakukan.
Bodoh, bagaimana jika Yoora menyebarkan kehamilannya itu karena dirinya?

“Lihat? Kau sendiri tidak yakin untuk bertanggung jawab, sudahlah. Kau pulang saja, jangan pernah menemuiku lagi!”

Yoora berdiri dan hendak kembali ke rumahnya, gadis itu berlari tanpa menghiraukan teriakan Baekhyun yang mengejarnya.
Dan langkahnya terhenti tatkala irisnya menemukan kopernya telah berjejer rapi di teras rumah, dan ayahnya beserta Jinki yang berada dibalik koper tersebut.
Menatap ayahnya penuh tanya sebelum airmata nya seakan ingin mengalir deras, tidak mungkin.

Berlari kencang menuju ayahnya dan memeluk kakinya.
“Ayah, katakan apa maksudnya!”

“Kau pergilah, tak usah menemuiku lagi. Tak usah berkunjung kesini lagi. Mulai sekarang kau bukan anakku..”

Tuan Kim memaksa tubuh Yoora untuk menjauh dan alhasil anaknya yang terjatuh dengan tangisan yang semakin deras. Yoora tetap berlari dan kembali memeluk kaki Tuan Kim.

“Maaf kan aku Ayah, jangan usir aku.!”
Jinki beranjak dan hendak menolong Yoora yang kembali terjerembab akibat dorongan ayahnya. Dia sendiri terkejut akan sikap tuan Kim yang menyuruh anak semata wayangnya untuk pergi, dan iba melihat Yoora yang kini menangis.

“Satu langkah lagi kau mendekat Lee Jinki, aku akan benar- benar membekukan aset ayahmu..”

Dan ancaman tuan Kim kini sukses membuat Jinki bak berubah menjadi patung.
Bak kutukan.

Yoora menangis sembari meremas perut rata nya, tubuhnya terduduk diantara kopernya.
Merasakan sensasi perih di hatinya, seperti tersayat dan bertambah setiap detiknya.
Selanjutnya yang Yoora dengar hanya debuman pintu, menandakan ayahnya dan Jinki meninggalkannya begitu saja.

Maaf, Ayah.

Baekhyun yang sedari tadi menyaksikan adegan diusirnya Yoora mulai mendekat, dia tak bisa berbuat apapun sekalipun dalam hatinya ingin sekali membela gadis itu. Bagaimana bisa dengan tega ayahnya mengusir anak gadisnya karena hamil seperti ini?
Oh mungkin itu terlihat wajar,
Namun Yoora sama sekali bukan pihak yang selalu harus di salahkan.
Jika ayahnya menghajar Baekhyun habis-habisan mungkin itu terlihat sangat wajar.

Pria itu tidak habis fikir.

“Kau baik-baik saja?”

******

Chanyeol membulatkan matanya terkejut, menelisik Baekhyun yang duduk dengan tenang di meja makan dan gadis di sampingnya yang terlihat canggung sembari mengunyah makan malamnya.

Suho dan Kai memberikan lauk pauk kedalam piring gadis itu, menyuruhnya untuk makan banyak.
Juga Kyungsoo yang tidak habisnya memperkenalkan nama masakan yang dia buat dengan susah payah, menurutnya.

Semua orang terlihat menyambut gadis itu dengan hangat. Berbeda dengannya yang terus saja menatap ‘sepupu’ Baekhyun dengan mengintimidasi.
Membuat Yoora sangat canggung.

“Berhenti menatapnya seperti itu Chanyeol, kau membuatnya takut!”

Baekhyun menyela membuat Chanyeol mengalihkan tatapannya pada pria itu, dengan tanpa ekspresi.
Beberapa menit yang lalu Baekhyun pulang ke asrama mereka dengan keadaan babak belur sembari membawa gadis itu disampingnya, beserta kopernya.

Si bodoh itu kenapa perilakunya semakin brengsek saja?
Berkelahi tanpa tahu keadaan, tanpa mengingat siapa dirinya.

Awalnya mereka percaya bahwa gadis itu adalah sepupu Baekhyun yang berlibur ke Korea, seperti yang Baekhyun katakan. Namun respon Chanyeol kian berubah ketika gadis itu memperkenalkan dirinya dengan nama Kim Yoora.

Kim Yoora,

Dia tentu masih sangat ingat dan nama yang familiar, bahkan nama itu berhasil berputar-putar di otak nya selama beberapa minggu terakhir.

Dia juga yakin jika wajah babak belur Baekhyun adalah hasil dari karya keluarga gadis itu,

Menatap Baekhyun yang juga menatapnya, Baekhyun menunduk mengiyakan seakan mengerti apa yang ada dibenak Chanyeol lalu pria itu merapatkan bibirnya seakan memberikan isyarat Chanyeol untuk diam.

Chanyeol menunduk dan menggeleng, tidak mengerti bagaimana jalan fikiran Baekhyun.
Sekalipun Chanyeol menutup mulutnya sampai mati, toh nanti juga akan ketahuan. Apalagi keadaan gadis itu yang semakin bertambahnya waktu pasti akan terlihat dengan jelas.

Chanyeol berdiri dan merapikan alat makannya, dia bisa saja berteriak frustasi di ruang makan saking pusingnya jika tak segera pergi.

“Aku selesai, terimakasih makanannya..”
Semua orang disana terheran dengan sikap orang itu, tidak biasanya Chanyeol makan dengan cepat. Biasanya pria jangkung itu akan makan sampai tiga porsi dan terkadang menghabiskan jatah Baekhyun.

Chanyeol mencuci piringnya dengan penuh emosi,

Kim Yoora? Apa kau mengenalnya?

Ya,
Dia hamil anakku.

******

Kim Yoora terbangun dengan sangat pagi dari biasanya, sejak semalam memang gadis itu tak bisa barang sejenak pun untuk terpejam. Bagaimana dirinya bisa terlelap dengan keadaan seperti ini,

Terusir,
Dan tak punya tujuan apapun.

Bahkan dirinya sendiri bingung harus melakukan apa mulai hari ini.

Dan dengan segala tenaga yang dia punya, Yoora terduduk di ranjang barunya.
Di kamar yang bahkan tak pernah Yoora berani mimpikan selama ini,

Harusnya dia bahagia, tinggal seatap dengan idolanya tanpa susah payah.
Tapi bukan pula dengan cara yang seperti ini,
Mengorbankan hidup dan keluarganya.

Baginya ini adalah hal yang paling malang dalam hidupnya.

Membuang nafasnya pelan dan tersadar bahwa menyesal adalah hal yang sia-sia, yang harus dia lakukan sekarang hanya melakukan yang terbaik.
Ya, sebaik bangun pagi dan menyiapkan segala keperluan rumah.

Menumpang berarti harus membantu tuan rumah dalam segala hal.

******

“Ah kau sudah bangun?”

Yoora terkesiap mendapat sapaan dari pria yang memakai celemek sembari mengiris bawang didepannya.

Menunduk pada pria itu dan meraih celemek lain di sudut konter dapur, celemek itu berwarna hijau sedang yang dipakai pria disampingnya berwarna merah dengan corak yang sama.
One piece.
Tokoh kartun kegemarannya waktu dirinya masih junior high school. Merasa semangat menyentuh ubun-ubunnya sampai gadis itu tersenyum.

“Maaf, jam berapa kau terbangun Do Op, ah Kyungsoo-ssi?..”

“Tidak apa, panggil saja Kyungsoo Oppa saja.”
Kyungsoo menoleh kearah Yoora yang membulat, lalu tersenyum pada gadis imut itu.

“Aku baru saja kesini, lalu memotong sayuran dan kau sudah datang menyapaku.”

Lanjut Kyungsoo lalu pria itu kembali tersenyum hangat, tak ayal bahwa kehadiran Yoora sejak semalam membuat Kyungsoo ingin bangun tidur lebih pagi dan memasak sarapan yang enak. Mengingat semalam gadis itu terlihat sangat menyukai masakan Kyungsoo.

Sedang Yoora mengangguk dan tangannya meraih pisau di kotak nya dengan cepat, meraih lobak di baskom kecil.

Besok Yoora harus bangun lebih pagi lagi,
Itupun jika gadis itu tidak diusir.

“Hari ini Oppa memasak apa?”
Gadis itu terkesiap dengan suara yang dia keluarkan dari mulutnya sendiri, gadis itu membekap mulutnya dengan sebelah tangan. Bagaimana bisa dirinya dengan lancar memanggil pria itu Oppa tanpa gugup sekalipun?

Yoora bahkan selalu menjaga jarak pada pria dikampusnya, meskipun para pria tersebut selalu menyapa Yoora, namun dia tak mengerti dengan tubuhnya saat ini.

Seketika teringat akan perut berisi janin nya, bahkan Yoora tak tahu umurnya sama sekali. Gadis itu juga belum pernah memeriksakan nya ke dokter.

Disamping malu, gadis itu bahkan tak pernah memikirkan perihal pemeriksaan kandungan sekalipun.

Dia masih sangat muda, tentu saja.

Dan apakah hal tadi dari faktor kehamilannya?

Melepaskan bekapan tangannya sendiri dan menunduk meremas celemeknya.

Kyungsoo yang menyaksikan Yoora begitu membingungkan,

Tadi bahkan gadis itu sempat tersenyum bahagia ketika memakai celemeknya, dan sekarang dia terlihat menyedihkan sembari meremas celemek One piece-nya.

Apa dia memiliki kenangan buruk dengan celemek?

Tertawa dalam hati, tentu saja tidak mungkin.

Berdehem dan membuat Yoora kembali mendongak ke arahnya.

“Aku akan membuat nasi goreng kimchi. Karena sebagian dari kami akan pergi rekaman pagi ini, maka aku membuat yang mudah saja..”

Yoora mengangguk mengerti dan mulai memotong lobak serta sayuran lain dengan cekatan, gadis itu selalu membantu ibunya memasak setiap hari libur. Dan memasak nasi goreng kimchi baginya sangat mudah.

Kembali tersenyum dan melupakan masalahnya sesaat saja,
Setidaknya dirinya masih bisa melakukan kegiatan favoritnya itu.

“Kalo boleh tahu, berapa umurmu emm. Yoora?”

Kyungsoo kembali bertanya sembari mengaduk nasi putih di rice cooker, pria itu kemudian menyalakan kompor dan memasukkan minyak wijen ke dalamnya. Kembali menoleh ke arah Yoora karena tidak kunjung menjawabnya.
Gadis itu tampak melamun lagi, oh apa dia memiliki masalah yang teramat berat?

“De delap..”

“Wah, kalian masak apa? Boleh aku membantu?”
Chanyeol menginterupsi Yoora membuat gadis itu membuang nafasnya lega, dia terselamatkan.

Chanyeol mendekat dan mengambil tempat di samping Yoora, sebenarnya pria itu berada dibelakang Yoora dan Kyungsoo cukup lama. Mendengarkan percakapan keduanya, bahkan menyaksikan Yoora yang selalu saja melamun dan Kyungsoo yang memandang gadis itu dengan berbinar.

Ya, dia bahkan dengan sengaja memotong pembicaraan perihal umur Yoora. Chanyeol tak ingin tahu umur Yoora yang sebenarnya, mungkin itu akan menambah daftar hal yang mungkin membuat Chanyeol jantungan.

“Nasi goreng Kimchi..”
Kyungsoo menjawab dengan datar, terlihat kesal karena Chanyeol yang datang disaat yang sangat tidak tepat.

Chanyeol mengangguk dan beralih menggenggam sendok seraya mengambil nasi goreng di wajan yang sudah matang, untuk dia cicipi.

Mulutnya meniup nasi tersebut sambil memandang perut Yoora yang masih datar. Membuat gadis itu risih dan bertanya-tanya.

Apakah Chanyeol sudah mengetahuinya?
Mengingat perilaku aneh Chanyeol semalam, dibanding member lainnya yang sangat hangat.

Seketika merutuk dalam hati,
Bukan hanya Chanyeol saja yang tahu. Semua orang juga pasti tahu keadaannya nanti, walaupun Baekhyun menutupi serapat apapun.

Yoora juga harus siap akan apapun yang terjadi setelahnya.

Keenam pria dan Yoora kini tengah berkumpul di meja makan tanpa sepatah katapun, Yoora melihat sekeliling dan bisa menebak siapa saja yang pergi untuk rekaman seperti yang Kyungsoo bilang tadi.

Termasuk Baekhyun,
Pria itu bahkan terlihat sangat tampan dengan pakaian kasual ala musim gugurnya.
Sangat berbeda ketika Yoora melihatnya di TV atau menonton konsernya sekalipun.
Dia beribu kali lebih tampan dari lamunannya selama ini.

Yoora yang terlalu buta dan tak tahu diri karena dengan beraninya masuk dalam kehidupan pria itu.

“Makan yang banyak Yoora..”
Kyungsoo yang duduk disampingnya menyadarkan gadis itu yang kembali melamun, sejenak terlihat bingung karena Yoora terus saja memandang Baekhyun tanpa saling menyapa.

Mengapa secanggung itu?
Bukankah mereka sepupu?

Seruan Kyungsoo membuat semuanya menoleh, termasuk Baekhyun. Melihat Yoora yang menunduk dan kembali menyantap makanannya.
Pria itu tahu sedari tadi gadis itu terus saja melihatnya, Baekhyun bahkan teramat bingung ingin menyapa Yoora seperti apa.
Batinnya bahkan terus saja bergumul akan kejadian semalam.

Kejadian yang mampu membuat Baekhyun tak mengeluarkan kata sepatah pun hari ini, sangat kebalikan dari biasanya.
Hatinya bimbang bahkan setelah Baekhyun dengan gamblangnya ingin bertanggung jawab,

Lalu pertanggung jawaban yang seperti apa yang harus dirinya lakukan?

“Hyung, kau sudah tahu keadaan Taeyeon Noona?”

Baekhyun menoleh kan kepalanya kearah maknae yang masih mengunyah, seperti tak ada hal apapun yang keluar dari mulutnya.

“Memangnya dia kenapa?”
Suho yang sedari menikmati hidangannya bertanya seakan menyuarakan pendapat semua orang yang ada disana.

“Dia dilarikan kerumah sakit karena cidera sewaktu konsernya kemarin, Hyung tak tahu? Bahkan itu menjadi tranding topic sejak kemarin..”
Chanyeol yang mendengar itu memperhatikan respon Baekhyun yang terlihat panik dan Yoora yang berusaha senormal mungkin, walau tetap terlihat raut kecemasan didalamnya.

Cemas akan pria yang ada di seberang gadis itu.
Lalu berdehem guna mengumpulkan suaranya, ingin tahu apa selanjutnya reaksi dari keduanya.

“Dimana dia dirawat?”
Chanyeol bertanya dengan tetap menatap Baekhyun.

“Seoul Hospital,”
Dan dengan cepat Baekhyun berdiri, meraih mantelnya tanpa sepatah katapun kemudian berlari kesetanan. Bahkan kembali untuk meraih sepatunya yang dia lupakan. Juga melupakan jadwal paginya hari ini,
Taeyeon yang sakit membuat Baekhyun lupa diri.

Dan Yoora yang terkejut sekaligus sedih bersamaan,
Chanyeol tersenyum kecut, respon yang dia prediksi kan.

Yoora yang melihat adegan serampangan tersebut hanya bisa mengerjap, hatinya kembali merasakan perih.

Dia bahkan tak pernah diinginkan oleh Baekhyun,
Apalagi anaknya.

Lantas untuk apa Yoora masih terduduk dengan tanpa malunya disini?

Seperti halnya Kaktus yang mengharapkan hujan ditengah badai pasir,
Yoora juga ingin berharap.

To be continue..

 

9 responses to “[FREELANCE] Autumn #4

  1. Disini super duper sedih. Rasanya kaya udah diterbangin tinggi2 trus dijatohin lgi. Ya tuhan baekhyun jahat banhet meperlakukan yoora. Semoga baekhyun menyadari kesalahan dan memperbaikinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s