[FREELANCE] LET IT GO

z5

LET IT GO

Story & Art by DTH9707 (Twitter: @hndyn1004 IG: hndyn97)

CAST

You can find it at the story

GENRE

Romance, Sad, Hurt

LENGTH

One Shot

Rating

General

Recommended Song :

Let her go – Passenger

This is story pure of my mind. So, please comment for your appreciate. And, typo at everywhere. Published at my personal blog blackangel1004.wp.com

.

Will you let her go?

            Apa hal yang terbaik dari mencintai?

            Jika kau ingin mengetahui jawaban dariku, jawabanku adalah mencintai orang yang juga mencintaimu, menjadi sepasang kekasih. Menjaga baik hingga kalian mengucapkan janji suci di hadapan semua orang. Lalu, membangun keluarga kecil kalian dan bersatu hingga maut yang memisahkan kalian.

            Lalu jika aku bertanya, apa hal yang menyedihkan dari mencintai?

            Mana yang lebih menyedihkan? Bertepuk sebelah tangan? Atau, pengkhianatan?

            Jika kau harus memilih, apa yang akan kau pilih dari keduanya? Tak ada orang satupun yang menginginkan keduanya, karena keduanya sama-sama menyedihkan dan melukai hati. Namun, kita tak dapat menghindarinya jika itulah yang dituliskan Tuhan kepada kita.

            Angin dingin musim gugur mulai berhembus. Namun, Sena tak bisa merasakan dingin yang seharusnya sudah menerpa padanya. Ia terlalu sibuk dengan pikiranku yang sedang kalut. Sena meyakini, jika matanya kini sudah terlihat sembab sekarang. Bodoh. Meruntuk kepada dirinya sendiri karena membolos pelajaran dan melarikan diri ke atap sekolah.

            Emosi yang sejak tadi menyesakkan rongga yang ada di dadanya sudah ia coba keluarkan semuanya, tetapi tidak merubah apa yang ada. Sena masih merasakannya. Ingin menangis lagi, namun tak keluar. Air matanya telah habis untuk menangisi semuanya yang telah terjadi. Kini, ia membenamkan kepalanya di kedua lutut yang sedang ia tekuk. Mencoba menyembunyikan wajahnya walaupun tak ada seorangpun yang dapat melihatnya. Ia hanya sendiri disini, menurutnya.

            “Sudah menangisnya?” Sena mengangkat kepalanya ke sumber suara yang ia kenal. Ternyata benar, Oh Sehun.

            Bibirnya terkunci, enggan memberikannya jawaban. Pria itu dengan seenaknya duduk di sampingnya tanpa meminta ijin padaku. Sena mencoba tak mempedulikannya. Terlalu malas membuat keributan dengannya.

            “Kau membolos karena ini?” ia menunjuk ke arah wajah gadis itu,masih terdapat bekas air mata. Sena menepis tangan Sehun yang berada di depan wajahnya. Sehun memilih terdiam dan menarik kembali tangannya. Ia lebih memilih mengalah kepada gadis itu untuk beberapa saat, memberikannya ruang untuk berpikir.

            “Kau mengetahuinya juga, kan, Sehun?” tanya Sena.

            Gadis itu menunggu jawaban dari Sehun yang tak kunjung datang. Tebakkannya ternyata benar, jika pria yang ada di sampingnya tersebut sudah mengetahuinya dan menyembunyikannya dari dirinya. Senyum miris terlukis di wajah cantiknya, “Kenapa kau tak memberitahukannya padaku?”

            “Dan membuatmu menangis? Begitu?” tanya Sehun. Pria itu memandang lurus ke arah depan, “Aku tahu, jika aku salah karena telah menutupi kesalahannya. Namun, aku lebih tak tega melihatmu menangis, Sena-ya!”

            Dengan sekejap, Sena berdiri di hadapan Sehun yang masih dengan posisi duduknya, “Tapi seharusnya kau tetap memberitahuku apapun itu, Oh Sehun? Kau jahat! Kau membohongiku! Apakah kau tak mengerti rasa sakit yang aku rasakan?! Sakit sekali!”

            Deraian air mata kembali keluar di kedua mata Sena, lalu ia kembali berjongkok dan membenamkan wajahnya lagi di kedua lututnya. Sehun yang melihatnya pun mulai mendekatinya dan mengusap punggung gadis itu, pria itu tak tega jika kaum hawa menangis di hadapannya. Ia tak tahu harus melakukan apa, yang bisa ia lakukan hanya menunggu sampai Sena dapat tenang.

            Lebih dari lima belas menit sudah berlalu, dan tangisan Sena sudah mulai mereda. “Lalu, aku harus bagaimana?”

            Sehun memandang wajah Sena, simpatik. “Aku tak menyuruhmu untuk mengakhirinya, tapi lepaskan saja jika menurutmu itu menyakitkan untuk disimpan,” ucap Sehun. Pria itu menghembuskan napasnya pelan, ini seperti dejavu baginya. Bedanya, bukan dirinya yang mengalaminya. Namun, orang terdekatnya yang mengalaminya.

            “Bukan berarti kau tak memperjuangkan cintamu, tapi sudah seharusnya kau tak memaksakan sesuatu yang tak bisa kau pertahankan lagi..” Sehun memandang kembali lurus ke arah depan, “..memang awalnya sakit, tapi itu akan hilang berjalannya waktu.”

            “Seperti kita sedang menarik tali tambang, kau akan merasakan sakit jika menggengamnya terlalu keras namun jika kau melepaskannya, perlahan rasa sakit itu akan menghilang,” jelas Sehun.

            Pria itu terdiam dengan apa yang ia ucapkan tadi, seperti menyadari akan suatu hal yang seharusnya ia sadari sejak dulu. Terlambat, untuk sekarang. “Itukah yang Ri Chan lakukan padamu? Itukah alasannya, mengapa ia memilih mengakhiri hubungannya denganmu?”

            Sehun terdiam dengan pertanyaan yang terlontar dari mulut gadis uang berada disebelahnya itu. “Kau benar. Dan aku sangat menyesal akan itu,” jawab Sehun. Ia menyunggingkan senyum pahit di wajahnya.

            Sena mendengar helaan napas temannya tersebut yang terdengar pasrah. “Kau tahu, ini seperti dejavu bagiku. Seharusnya, Kai tidak bertindak bodoh seperti yang aku lakukan dulu!”

            Beberapa saat juga, ia mendengar Sehun tertawa kecil yang terdengar menyedihkan di telinganya. “Kau tahu juga, apa bagian yang lucu?” tanya Sehun.

            Sena memandang wajah Sehun yang juga sedang memandangnya, “Saat Ri Chan mengetahui aku berselingkuh di belakangnya, ia tak marah sekalipun. Ia memintaku untuk mengakhiri hubunganku dengannya. Aku pikir, ia tak mencintaiku..”

            “..Ia hanya mengatakan, jika ia tak mau menjadi batu sandungan di hubunganku dan selingkuhanku.”

            Sehun mengusap punggung Sena kembali, “Intinya, pikirkan baik-baik, apa yang terbaik untukmu dan Kai, nantinya. Jangan sampai kau menyesal pada akhirnya!”

            Sena hanya bisa terdiam melihat Sehun yang tersenyum padanya. “Aku akan menemanimu disini, karena hanya aku tak mau jika keesokan hari, aku mendapatkan di headline koran jika ada murid Victory High School tewas bunuh diri akibat patah hati. Itu tidak elit sama sekali!” canda Sehun.

            Sena tersenyum kecil dan juga memukul punggung Sehun berkali-kali. Sehun yang masih meledek Sena, hanya bisa mencoba menghindar dan mencoba membalasnya dengan menggelitik tubuh gadis tersebut. Di sela-sela tawa mereka, Sehun terkejut mendengar isakan tangis Sena yang keluar. Pada akhirnya, ia memeluk tubuh temannya tersebut dan mencoba menenangkannya kembali. ‘Inikah yang dirasakan Ri Chan dulu?’ tanyanya dalam hati.

.

            Sudah dua minggu lebih semenjak kejadian tersebut. Berarti, dua minggu lebih juga Sena menghindari Kai. Setiap kekasihnya mengiriminya sms, ia tak pernah membalasnya. Begitupun juga panggilan telepon dari pria tersebut, Sena tak pernah mengangkatnya. Jika ia sedang berada di sekolah dengan berbagai cara, ia mencoba menghindarinya. Beberapa kali juga, Kai mendatangi kerumahnya. Sena harus meminta tolong kepada ibunya untuk mengatakan jika dirinya tak ada di rumah.

            Dua minggu lebih juga, ia memikirkan bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Kai, apakah masih berlanjut atau tidak?

            Kini seorang pria duduk di hadapannya sejak sepuluh yang menit. Keheningan menyelimuti mereka berdua. Sena sendiri enggan untuk membuka pembicaraan di antara mereka.

            “Kenapa kau menghindariku akhir-akhir ini? Kau baik-baik sajakan, sayang?”

            Sesak menggelayuti hati gadis itu, saat Kai memanggilnya dengan sebutan ‘sayang’. Sebutan yang dulu hanya miliknya berubah. Bukanlah dia satu-satunya orang yang dipanggil dengan sebutan itu, namun ada orang lain selain dirinya. “Aku baik-baik saja. Kau tak perlu mengkhawatirkanku,” jawab Sena.

            Kai sedikit terkejut, mendengar perkataan dingin dari kekasihnya. Ini bukanlah seorang Kim Sena yang ia kenal. Kai memandang kekasihnya dengan seksama. Sena berbeda, gadis ini tak banyak bicara seperti halnya yang dilakukannya setiap hari. Sena, hari ini, terlihat lebih pendiam. Seperti ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan darinya.

            “Kenapa kau hanya terdiam saja, Sena-ya?” tanya Kai, membuka keheningan di antara mereka.

            “Aku akan berbicara setelah orang itu datang. Tunggulah sebentar lagi!” jawab Sena.

            “Orang itu? Maksudmu, siapa?”

            “Nanti kau juga akan tahu sendiri,” kata Sena.

            Tak berapa lama saat kemudian, perhatian Sena teralihkan dengan kedatangan seseorang yang baru saja muncul dari pintu Coffee Bay. Sena melambaikan tangannya sebagai penanda, ketika orang itu seperti mencarinya. Orang asing tersebut berjalan mendekati meja Kai dan Sena.

            “Maaf telat,” Kai tercengang ketika suara orang asing tersebut mengalun di telinganya. Langsung saja, pria itu membalikkan badannya kearah sumber suara tersebut.

            Ekspresi Soo Jung berubah. Ia sama terkejutnya karena ada pria tersebut di tempat itu. “Duduklah di samping Kai, Soo Jung-ya!” ucap Sena.

            Sena menyadari kecanggungan di antara kedua orang yang sedang duduk di hadapannya. Gadis itu mencoba menyembunyikan kegugupannya dan berekspresi seperti tak ada masalah di antara dirinya, Kai dan Soo Jung.

            “Aku telah memesankan minum favoritmu untukmu, Iced White Mocha!”

            “T-terima kasih, Sena-ya!” jawab Soo Jung tertatih.

            Sena menarik napasnya dalam-dalam sebelum memulai pembicaraan maksud dari tujuannya untuk datang kemari. “Aku akan memulainya sekarang,” ucap Sena. Perhatian Kai dan Soo Jung tertuju padanya.

            “Aku sudah tahu semuanya..” tubuh Kai terasa membeku mendengar pernyataan dari kekasihnya, begitupun juga Soo Jung. Ia merasa takut sekaligus tak enak dengan temannya tersebut.

            “Se-sena, a-aku minta,” belum sempat menyelesaikannya, Sena memotong perkataan Soo Jung. “Kau tak perlu minta maaf padaku. Aku yang seharusnya meminta maaf padamu, bukan dirimu. Aku minta maaf karena telah hadir di tengah-tengah antara kau dan Kai. Seharusnya, aku menyadarinya lebih cepat. Aku minta maaf, Soo Jung-ya!” ucap Sena.

            Ya, Sena baru mengetahui jika Kai dan Soo Jung sudah mengenal satu sama lain semenjak mereka berada di bangku sekolah dasar. Soo Jung mencintai Kai lebih dulu dari padanya. Ia merasa jika kehadirannya di kehidupan mereka sangatlah tidak tepat.

            “Kai..” panggil Sena. Sontak Kai memandang Sena yang juga sedang memandangnya, “..lebih baik, kita akhiri hubungan ini!”

            Hati Kai mencelos begitu saja, ia merasakan sakit di hatinya, “W-wae?”

            Sena tersenyum masam mendengar ketika pria itu menanyakan alasannya, terdengarlah sangat lucu baginya. “Masihkah kau berhak untuk menanyakan alasannya, padahal bukti sudah ada di depan mata, Jong In-ssi?”

            “It’s funny..” lanjut Sena.

            Kai terdiam. Ia merasakan perasaan yang mendalam pada Sena. Dalam lubuk hatinya, ia tak ingin berpisah dengan gadis tersebut. Ia sangat menyayangi gadis yang telah bersamanya selama 6 bulan terakhir ini.

            “Itu saja yang ingin aku katakan pada kalian. Aku pamit..” Sena langsung berdiri dan melihat kerah Soo Jung. Soo Jung yang ditatap oleh Sena merasa malu dan bersalah, gadis itu menghindari tatapan kontak dari Sena, “Aku akan selalu mendoakan hubungan kalian. Jong In-ah..” panggil Sena.

            Kai menatap Sena dengan nanar. Ia masih tak terima dengan hubungannya yang sudah berakhir bersama Sena, “Jaga Soo Jung untukku. Jangan sampai ada Sena yang kedua, arraseo!”

            “Aku pamit,” ucap Sena, bergegas untuk pergi dan meninggalkan kedua orang tersebut.

            Sena berdiri di depan cafe saat dirinya sudah keluar dari tempat tersebut. Sesak kembali ia rasakan. Air mata yang tertumpuk sejak tadi, akhirnya tumpah juga. Wajahnya sudah di penuhi air mata. Walaupun begitu, ia merasakan kelegahan di dalam hatinya. Beban yang ia rasakan semenjak dua minggu yang lalu, hilang sudah.

            Kejadian yang dia alami kemarin menjadi pembelajarannya di masa depan, saat dirinya bersama pria yang lain. Ia percaya, jika suatu saat nanti ia akan menemukan pria yang mencintainya dengan tulus hati. Sena berjalan menelusuri jalanan kota Seoul. Tak sedikit orang yang melihatnya dengan tatapan aneh saat melihat dirinya yang sedang menangis.

            Sena yang berjalan menunduk sejak tadi tak sengaja berpapasan dengan seseorang, sehingga membuat mereka saling bertabrakan. “Maaf!” ucap mereka bersamaan. Sena dan pria asing tersebut saling bertatapan.

            “Nona, tidak apa-apakan?” tanya pria asing tersebut, membuat lamunan Sena terbuyar. “Tidak apa-apa,” jawab Sena.

            “Maafkan saya, saya sangat terburu-buru tadi!” ucap pria asing tersebut. “Tidak. Seharusnya saya yang harus meminta maaf pada anda, karena saya yang tidak melihat jalan dengan benar,” sanggah Sena.

            “Maafkan saya sekali lagi!” ucap Sena menyeseal, ia membungkukkan badannya kepada pria asing.

            Setelah itu, Sena melangkahkan kakinya meninggalkan pria itu dengan wajah yang tertunduk. Tanpa gadis itu ketahui, pria asing tersebut memandang kepergiannya dengan wajah yang sedih. Ia sedikit terkejut ketika melihat gadis yang ia tabrak adalah gadis cantik, namun yang lebih terkejutnya karena gadis itu sedang menangis.

            Beberapa menit kemudian setelah kejadian tersebut, seseorang menepuk pundaknya beberapa kali membuat Sena membalikkan badannya. Gadis itu terkejut ketika melihat pria asing tersebut, “Ada apa?” tanya Sena.

            Sena memperhatikan pria yang sedang merogoh saku jaketnya. Lalu, pria itu mengeluarkan sebuah sapu tangan dan memberikan kepadanya. Sena memandangnya heran. “Peganglah, sepertinya kau membutuhkan benda ini!” ucap pria itu. Pria asing tersebut meraih tangan Sena dan meletakkan sapu tangan miliknya pada gadis itu.

            Setelah berkata seperti itu, pria asing tersebut meninggalkan Sena yang masih saja terbengong. Sena yang akhirnya sadar jika pria itu sudah meninggalkannya hanya berteriak kepada pria asing tersebut yang jaraknya sudah berada 6 meter darinya. “Yaaak! Bagaimana aku bisa mengembalikannya padamu?” teriak Sena pada pria asing tersebut.

            “Kembalikan saja jika suatu saat kita bertemu kembali!” jawab enteng pria tersebut sambil berteriak padanya.

            Sena hanya bisa memandang heran kepada pria asing tersebut. Namun, semburat senyum terpatri di wajah cantiknya. Tingkah laku pria itu sangatlah lucu, menurutnya. Lalu, gadis itu memandang sapu tangan berwarna putih pemberian pria asing tersebut. Terdapat huruf disana. Menurut Sena seperti sebuah inisial, baginya.

            B.I

            Apakah itu nama pria asing tersebut?

            Gadis itu kembali tersenyum mengingat wajah pria asing tersebut yang menurutnya tampan. Sena pun tidak memusingkannya kembali, gadis itu kembali melangkahkan kakinya menuju rumahnya. Bahkan ia lupa rasa sakit yang sempat ia rasakan, dikarenakan kejadiannya bersama pria asing tersebut.

            Masa lalu, biarkan masa lalu, yang harus dipikirkannya sekarang adalah esok hari yang merupakan penentunya di masa depan. Ia hanya perlu melupakan rasa sakitnya, sehingga ia bisa membukakan hatinya bagi orang yang baru yang lebih pantas baginya.

THE END

Akhirnya selesai juga..

Aku ketemu ide ini saat ngeliat ada berita di TL line kalo si Kai sama Soo Jung beneran. Pas banget di tanggal 1 april. Jadi aku berharap itu semua hanyalah april mop. Ilusi  semata. Hanyalah sebuah mimpi..

Tapi

Itu KENYATAAN

Aku patah hati buukk.. patah hati. Beneran deh, SUMPAAH!!

Tapi bukan berarti jadi hatersnya mereka Cuma patah hati aja. CUMA.

Udah sekian sesi curhatnya. Makasih yang udah mau baca+komen+like :*****

 

2 responses to “[FREELANCE] LET IT GO

  1. hmm gakpapa sena, ikhlasin aja jongin buat soojung, kan masih ada sehun yang peduli sama sena.. sena jadian sama sehun aja.. ato sama cowok asing itu aja.. hehehe

    • Terpaksa buat belajar ikhlas wkwkwk.. Sama Sehun? Mereka berdua cm temenan kok.. Sehun nganggep sena temen.. Sena pun jg kyk gitu sm Sehun..
      Sama” org yg pernah disakiti dan menyakiti..
      Makasih udh mau baca 😚😚😚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s