[FREELANCE] PEPERO

z2

 OreoBubble’s Story Line

PEPERO

Main Cast :

Oh Sehun (EXO) | Bae Eleni (OC) | Bae Irene (RV)

Genre : Romance, Fluff  | Rating : PG – 15 | Lenght : Oneshoot / Series?

Disclamer: This story, plot, and original character is mine. Please don’t plagiarize or copy without my permission

 

Poster by OreoBubble’s Art

 

oOo

 ‘Setelah kejadian itu Eleni bersumpah tidak akan memakan pepero lagi meski model iklannya Lucas Till atau Asa Butterfield sekalipun’

 

Hari ini tim basket fakultas music modern dan fakultas teknik tengah mengadakan pertandingan, sebenarnya permainan masih dimulai sekitar 30 menit lagi tapi mengingat para pemain dari kedua tim kebanyakan anak-anak popular di kampus tak ayal bangku penonton sudah hampir terisi penuh. Para pemain dan tim pemandu sorak sudah mulai berdatangan ke dalam gedung, melakukan berbagai macam persiapan dan pemanasan.

Bae Eleni duduk disalah satu bangku penonton dengan mulutnya yang sibuk mengunyah permen karet, sebenarnya dia bukan jenis mahasiswi yang senang melihat pertandingan bintang-bintang popular kampus seperti ini, tapi karena lelaki yang sekarang sedang berbincang-bincang dengan pelatihnya di depan sana memaksanya jadilah dia terjebak di gedung ini.

“Sendiri?” suara bass seorang lelaki yang terdengah familiar membuat Eleni menoleh.

“Hyunhwa dan Sungrin sedang membeli minum, dan sedang apa kau disini?” Eleni terheran, Oh Sehun seharusnya berada disana bukan? Dia kan kapten basket dari tim fakultas music modern. Untuk apa Sehun berada di deretan bangku penonton terlebih lagi menggunakan pakaian biasa.

“Kau dipecat?” lanjut Eleni dengan gurauannya.

“Apa kau lupa?” Sehun mengangkat kaki nya yang terbalut perban elastic coklat. Ah Eleni baru ingat 2 hari yang lalu ia menjadi saksi bagaimana seorang Oh Sehun idola kampus jatuh dengan tidak menawannya dari tangga setelah dipaksa bibi Oh untuk mengganti lampu taman rumahnya.

“Harusnya ku rekam saja saat itu, cara jatuhmu benar-benar konyol, sangat tidak berkelas hahaha”

“Terima kasih, pujianmu membuatku tersentuh”  ingin rasanya Sehun menonyor kepala Eleni, tapi lelaki tak boleh berbuat kasar pada perempuan bukan, setidaknya itu yang selalu ibunya katakan sejak kecil.

“Tak biasanya kau menonton pertandingan basket” Sehun tahu Eleni bukan gadis yang suka melihat pertandingan basket seperti ini, dan jika diingat-ingat ini baru kedua kalinya setelah 2 tahun Eleni menjadi mahasiswi di kampus ini ia melihat pertandingan basket. Pertama kali Eleni melihatnya saat ia masih mahasiswi baru dan itu pun karena paksaan teman-teman nya.

Tak menjawab dengan kata-kata Eleni hanya menunjuk seorang lelaki yang sedang sibuk melakukan pemanasan.

“Chanyeol? Dia yang menyuruhmu? Cih benar-benar cheesy” ejek Sehun.

Mendengar ejekan Sehun, Eleni menoleh cepat, memberikan tatapan sinis. Temannya yang satu ini memang seperti itu, ia kadang heran mengapa begitu banyak gadis yang mengidolakan Sehun. Sehun itu benar-benar lelaki yang dingin, menolak gadis seenaknya, terkesan tidak tertarik dengan wanita. Eleni bahkan berani bertaruh jika ia tak pernah melihat Sehun menggandeng seorang gadis sejak mereka SMA.

“Ckckck, makanya carilah pacar supaya mengerti bagaimana rasanya. Menyebalkan”

“Aku ini lelaki setia, jadi tak sembarangan cari pacar. Kau pikir aku Chanyeol di playboy kacangan itu?” baiklah sekarang bahkan Sehun menjelek-jelekan Chanyeol, sebenarnya tak masalah sih, toh Chanyeol juga bukan siapa-siapanya.

Mendengar penuturan Sehun, Eleni jadi teringat sesuatu. Selama ini ia mencium bau-bau mencurigakan antara Sehun dan kakaknya. Dengan seringaian diwajahnya, Eleni menghadapkan tubuhnya kearah Sehun dan menatap intens lelaki itu,

“Kau menyukai Irene eonni kan?”

“Jujur saja padaku Oh Sehun, aku mengetahuinya” lanjut Eleni, well dilihat dari wajah terkejut Sehun, Eleni jadi yakin jika tebakannya selama ini benar. Beberapa hari yang lalu dia bahkan melihat Sehun sedang memegang tangan kakaknya itu.

“Bagaima kau-” belum sempat Sehun menyelesaikan kalimatnya Eleni sudah memotong kata-kata lelaki itu sembari menepuk nepuk pundak Sehun.

“Tak usah disembunyikan lagi Hun, aku ngerti kok” seringain masih saja terlihat dari wajah cantiknya.

“Kau benar-benar rajin datang ke rumah ku, dan sekarang aku tau apa alasannya haha. Cih meminta Irene eonni mengajarimu? Mengantar makanan karena disuruh bibi Oh? Yang benar saja, dasar modus”

“Diam kau!”

“Tak usah cemberut begitu, rahasiamu dijamin aman seratus persen ditanganku teman”

Sehun sama sekali tak percaya pada Eleni, sungguh gadis itu punya mulut yang super ember. Pernah sekali saat kelas 5 SD Sehun tak sengaja mengatakan pada Eleni jika ia ingin memberikan surat cinta pada kakak kelas mereka, alhasil keesokan harinya kabar itu sudah tersebar seantero sekolah.

“Dengar ya Oh Sehun, sebaiknya kau cepat-cepat ungkapkan perasaanmu itu sebelum membusuk dan menjadi bangkai hiiiiiii”

“Hei kau kira menyatakan cinta itu mudah?”

“Dasar banci” Eleni kembali memposisikan badannya kearah depan, tepat saat Chanyeol tersenyum melambai kepadanya. Tapi malah para gadis disekitarnya yang berteriak histeris.

“Dia kan sudah menyukai orang lain” Sehun kembali berucap, tak mengindahkan ejekan Eleni beberapa waktu lalu. Suara Sehun mulai berubah, terdengar serius kali ini.

Eleni  kembali memusatkan fokusnya pada Sehun, “Baiklah, sekarang dengarkan aku. Sebagai teman sejak lahir mu, teman sekolah dasar mu, teman sekelas saat SMA, teman sekampus meski beda jurusan, dan yang terakhir sebagai tetangga mu dengan senang hati aku akan memberikan saran tanpa dipungut biaya sepeserpun.. hei kau dengar aku tidak?”

“Iya iya aku dengar Bae Eleni”

“Bagus, jadi begini. Terlepas dari Irene eonni yang sedang dekat dengan Bogum oppa, kau harus tetap mengungkapkan perasaanmu, lagi pula mereka juga belum berkencan, kau masih punya hak untuk mengutarakannya. Irene eonni itu persis denganku, dia suka lelaki yang emmm bagaimana ya, lelaki yang jika menyukai seorang gadis ia berani dengan lantang mendekati dan menyatakan. Lelaki yang nyatanya menyukai tapi sama sekali tak melakukan pergerakan itu sama sekali bukan style kami. Dan dari mana kau tau Irene eonni menyukai Bogum oppa? Mereka itu hanya dekat, belum tentu Irene eonni menyukainya” cerocos Eleni tanpa jeda, jika bersangkutan dengan kakaknya ia paham betul, mereka saling memahami satu sama lain. Eleni menyelesaikan kalimatnya dengan bangga, akhirnya dia bisa menasehati seseorang, biasanya dia yang selalu saja dinasehati.

Sehun memicingkan matanya menatap Eleni yang masih tersenyum bangga

“Senang akhirnya bisa menasehati seseorang?” Tanya Sehun dengan nada mengejek.

“Baiklah akan ku coba caramu” lanjut Sehun

“Jika berhasil kau harus menraktirku sepuasnya, mengerti??”

“Mengerti tuan putri”

Suara teriakan para pemain menginterupsi, para pemandu sorak mulai bersiap-siap menandakan pertandingan akan segera dimulai.

“Ya tuhan, kemana sih perginya mereka berdua. Beli minum saja seabad sendiri” gerutu Eleni, Hyunhwa dan Sungrin sejak tadi belum juga kembali, tempat duduk mereka bahkan sudah 4kali hampir diduduki orang.

“Mau?” Eleni menoleh ke arah Sehun sembari menyodorkan sebungkus pepero. Saat akan mengambil satu batang pepero tangan Sehun terhenti, diotaknya terputar ide yang sangat konyol, sungguh ini sangat konyol, namun dia harus melakukan pergerakan bukan? Seperti yang dikatakan Eleni tadi.

“Hei Elen” dipanggilnya si gadis, Eleni menoleh dengan pepero dimulutnya menatap heran Sehun yang terlihat sangat serius lalu detik itu juga dunia serasa terhenti.

Sehun tahu aksinya ini gila, tapi ia merasa apa yang dilakukannya benar, baginya ini saat yang tepat. Sehun mengigit sisa batang pepero di mulut Eleni, lalu melumat lembut bibir gadis itu dengan pergerakan yang cepat.

“Kau bilang aku harus melakukan pergerakan bukan? Sekarang aku sudah melakukannya” bisik Behun  tepat di bibir ranum Eleni lalu mengecupnya lagi sekilas, dan gadis itu hanya bisa membeku.

Suasana disekitar Sehun dan Eleni menjadi riuh, tentu saja bagaimana tidak, 2 orang yang popular di kampus ini berciuman di tengah padatnya bangku penonton.

Chanyeol benar-benar kaget saat melihatnya detik berikutnya wajahnya mengeras menahan amarah. Hyunhwa dan Sungrin juga tak kalah kaget, baru saja tiba dan mereka malah disuguhi tontonan yang mengejutkan. Dan yang Eleni perdulikan hanyalah, apakabar hatinya yang kini berdebar tak karuan.

oOo

A FEW DAYS AGO

 

“Noona ini bulgogi dari ibu!” teriak Sehun saat memasuki rumah berlantai dua ini.

 

“Aku di dapur” sahut Irene. Sehun melangkahkan kakinya ke dapur, rumah keluarga Bae sangat sepi, Tuan dan Nyonya Bae sedang berada di China sejak beberapa hari yang lalu.

 

“Sedang apa?” Tanya Sehun begitu sampai di dapur

 

“Hari ini Bogum ulang tahun, aku membuatkannya kue” Irene masih sibuk berkutat menghias kue tart nya yang sudah hampir selesai. Tiba-tiba saja Sehun memegang tangan Irene, menggoyang goyang kan nya dengan wajah memohon.

 

“Noona bantulah aku sekaliiii saja, ya ya ya?? Kau kan kakak nya, masa tak bisa membujuknya untuk pergi berdua denganku”

 

“Wow Oh Sehun, rajin sekali kau pagi-pagi ada di rumah orang” suara Eleni tiba-tiba terdengar, sedikit terburu-buru menuruni tangga. Sehun yang melihatnya langsung melepas pegangan tangannya pada Irene lalu bersedekap dengan wajah sinisnya.

 

“Mau pergi kemana kau pagi-pagi?”

 

“Pergi dengan Chanyeol. Kenapa? Kau mau ikut?”

 

“Hiii yang benar saja” balas cepat Sehun,

 

“Eonni aku pergi dulu” tak meladeni Sehun, Eleni mengecup sekilas pipi sang kakak.

 

“Baiklah hati-hati”

 

Dua detik kemuadian terdengar suara klakson mobil, Eleni langsung menyambar sepatunya dan berlari keluar. Sehun tahu itu sudah pasti suara mobil Chanyeol, lewat jendela dia bisa melihat bagaimana Chanyeol membukakan pitu mobil untuk Eleni.

 

“Cih apa-apaan dia?! Eleni kan punya tangan sendiri” mendengar celotehan Sehun, Irene mendekat dan memukul kepala lelaki itu.

 

“Kau ini! Cepat utarakan perasaan mu sebelum lelaki berkuping lebar itu mendahuluimu”

 

“Aaaa noona, pukulanmu itu sakit!! Tau tidak sih?!” Irene memang punya tubuh kecil tapi pukulannya benar-benar luar biasa, seperti tenaga troll.

 

“Eleni tidak akan pernah sadar jika kau menyukainya dengan sikapmu yang seperti ini terus, gadis bodoh itu malah akan mengira kau menyukai ku”

 

“Benar, dia memang gadis bodoh”

 

“Yak! Kau itu juga bodoh, sadar tidak sih?! Dasar!” Teriak Irene , lalu percakapan ini berhenti dengan Irene yang melempar bantal sofa tepat di wajah Sehun, dan Sehun yang langsung lari kabur meninggalkan kediaman keluarga Bae.


.

.

.

.

 

~END~

 

Hi semua~ aku tahu ff ini jauh sangat sangat jauuuh dari kata sempurna, but please appreciate my work guys :DDD so jangan lupa RCL ya.. thanks~  :* :* /cium jauh dari sehun/

6 responses to “[FREELANCE] PEPERO

  1. haha sehun sama eleni kayak terjebak di friendzone.. dan gara2 ngeliat sehun megang tangannya irene, eleni malah ngira sehun suka sama kakaknya.. btw eleni nih udah jadian ya sama chanyeol? ato masih sekedar pdkt? sequel boleh nih.. fighting!!

  2. Aku kaget, kok malah nyium Eleni padahal sukanya sama Irene. Gak taunya so Eleni salah paham sama maksud Sehun😄 beneran gak peka atau Sehunnya yg kelewat takut Eleni gak nerima perasaannya.
    Tapi setelah kejadian tadi si Eleni pasti luluh, dan Chanyeol, banyakin sabar dan kuatin hati. Mereka berdua lebih punya perasaan yg lebih dalem kayaknya.
    Satu lagi, need sequel authornim haha 😊😊

  3. Haha….sehun gimana sih suka sama orang kok gak berani ngomong,gimana elegi tau perasaanya.tapi harusnya elegi udah peka sama perasaan ehun kan udah ada adegan makan pepero,hemb….semoga ada sekuelnya,ditunggu ya kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s