[FREELANCE] Autumn #5

_20160425_201615

Cover by Alkindi Exo Kingdom Fanfiction

Title: Autumn chapter 5

Author: Puspita.desu

Cast: Byun Baekhyun
Kim Yoora, etc.

Genre: Romance, angst, sad.

Rating: Pg15+

Length: Chaptered.

Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 | Chap 4

******

Biarkan aku melukiskan bayangmu, karena semua mungkin akan sirna..

Lee Hyeri kembali menggeleng untuk kesekian dalam sejam terakhir, telinganya serasa berdengung dan otaknya menyangkal hal yang baru saja dia dengar dari gadis didepannya. Gadis yang mengetuk pintu apartemennya dengan raut kusut sehabis menangis. Betapa Hyeri tidak terkejut akan sahabatnya yang beberapa hari menghilang dan dia mencari gadis itu bak orang gila yang kehilangan bonekanya.
Dan Lee Jinki yang terus saja menelponnya setiap saat untuk menanyakan kabar gadis itu tentu saja membuatnya semakin gila.

Adakah yang lebih dari ini?

Tentu saja ada,
Sesuatu yang membuat jantungnya nyaris melompat, kenyataan yang tidak mungkin.

Lee Hyeri menatap kembali raut sembab dari Yoora, makhluk yang sejam lalu mengoceh tanpa jeda. Tentu saja dibumbui adegan drama ‘menangis’.

“Tadi pagi Taeyeon eoniie sakit..”

Sudah, jangan diteruskan bodoh.

“Dan Baekhyun berlari begitu saja setelah mendengarnya.”

Dasar idiot, aku tahu bagaimana akhirnya.

Hyeri membatin dengan gemas, menghabiskan segelas air didepannya dengan sekali tegukan. Membuat Yoora terheran karena sedari tadi sahabatnya itu tak berkomentar apapun.
Apa dia tuli?
Atau dia tak lagi peduli?
Ataukah Hyeri

“Bagaimana bayi mu?”

Oh, keluar juga.
Hyeri yang sudah terlalu kalut akan masalah Yoora, terlalu bingung ketika gadis itu kini hidup bersama semua anggota boyband itu,
Terlalu bingung ketika gadis itu membicarakan perangai mereka,
Tentang Baekhyun yang selalu berisik dan berlarian di dorm nya hanya dengan boxer,
Tentang Kyungsoo yang selalu memasak dan selalu baik padanya,
Tentang Chanyeol yang periang namun selalu misterius ketika berada didekat Yoora,
Tentang Suho yang selalu perhatian padanya,
Tentang Sehun yang kadang selalu bertingkah manja,
Dan mengapa dia terus saja menceritakan orang lain, dan tak pernah menceritakan bayi nya sendiri?

Hyeri tentu saja curiga, ditambah raut Yoora saat ini membuatnya semakin sanksi.

“A. Aku lupa..”

Ya Tuhan.

“Lupa dibagian mana Yoora? Apa kau lupa menceritakannya padaku? Apa kau lupa belum memeriksanya? Atau kau selalu lupa padanya?”

Dan Yoora kembali menangis, Hyeri tentu saja tahu apa jawabannya.

Bagai membuang dan melupakan sesuatu yang berharga Yoora mengibaratkan dirinya sebagai seorang ibu yang luar biasa buruk. Selalu saja memikirkan masalahnya sendiri, selalu saja menangisi masalahnya sendiri.
Tanpa sadar dirinya telah menelantarkan bayinya sendiri, bayinya yang bahkan tak punya kesalahan apapun untuk dia siksa seperti ini.

Menunduk dan mengusap perut rata nya pelan, Yoora bahkan terkadang selalu meminum kopi dan begadang hanya untuk menangisi ayah dari bayi ini.

Maaf

“Gugurkan saja dia..”

Apa?

******

“Woah, Baekhyun dan Taeyeon noona kembali jadi trending topic. Bagaimana menurutmu Yoora?”

Yoora terperanjat dari lamunannya, tersadar akan dirinya yang sedari tadi hanya termangu diruang Tv. Sehabis dari rumah Hyeri, yang gadis itu lakukan hanya duduk dan melamun.

Entah apa.

Sehun dan Kyungsoo yang berada diruangan yang sama dengan Yoora menatap gadis itu, menunggu jawaban atas pertanyaan dari Sehun tadi.

Ada yang aneh, tentu saja mereka tahu.
Bagaimana bisa dua orang yang berhubungan darah tak pernah sekalipun terlihat saling sapa walau Yoora sudah hampir seminggu disini?

Yoora menjilat bibirnya gugup, dia hampir saja lupa pertanyaannya saking terkejut.
Menatap televisi yang menayangkan perihal hubungan Baekhyun dan Taeyeon yang sangat panas akhir-akhir ini, tentu saja itu kembali membuat hatinya ngilu.

“Ah, aku setuju saja.”
Jawab Yoora akhirnya, membuat Sehun termangut dan Kyungsoo yang terdiam menatap Yoora.

“bo. bolehkah aku bertanya?”
Sahut Yoora kembali, menatap kedua pria di seberangnya.

“Tentu saja. Tanyakan semaumu, tak usah sungkan..”
Giliran Kyungsoo yang menjawab dengan cepat, penasaran.

“itu, tentang aku yang menumpang disini. Apa itu tidak apa-apa?”

Kyungsoo dan Sehun saling berpandangan, tentu saja itu masalah. Terlebih jika fans nya tahu bahwa ada perempuan di dorm mereka, walaupun itu saudara Baekhyun sekalipun. Yoora memiringkan kepalanya, menunggu jawaban yang mungkin dia sudah terka. Apapun alasannya Yoora bahkan tak pantas menginjakkan kaki disini. Lalu untuk apa dia bertanya?

“Ah itu, sebenarnya tidak boleh. Tapi, jika kau bisa menjaga rahasia dan privasi kami itu tak apa.”
Sehun menyahut terlebih dulu, merasa tak enak jika Yoora menunggu mereka terlalu lama.

“Kau tidak akan memberitahu siapa-siapakan? Lagi pula, kau kan sedang berlibur disini. Mana mungkin kau selamanya tinggal disini kan?”

Tidak selamanya tinggal.

Kyungsoo merasakan hal yang mengganjal dihatinya tatkala mengingat perkataan dirinya yang terakhir.

Mengerut dan kemudian tersenyum bingung, ada apa dengannya?
Sehun melompat mendekati Yoora dan merangkul gadis itu, membuat sang empunya terkejut.

“Tak usah canggung begitu, oh aku selalu lupa menanyakan ini. Emm, berapa usiamu? Kau masih sekolah?”

Sehun berucap dengan nada riang, berusaha mencairkan suasana. Kyungsoo yang melihat itu hanya termangu dengan adik bungsunya. Sejak kapan Sehun bersikap seramah ini pada seorang gadis?

Tangannya mengepal dan hendak bersuara sebelum Yoora menginterupsinya.

“A aku masih sekolah, umurku delapan belas tahun O Oppa..”

Yoora menemukan suaranya tercekat, rasanya ingin menulikan mereka berdua sehingga tak mendengar perkataannya barusan. Namun sudah terlanjur, ya lebih baik jujur saja. Toh, nanti juga segala hal tentang dirinya akan diketahui.
Kyungsoo dan Sehun membulatkan bibirnya, reaksi yang biasa.
Ya, itu hanyalah umur. Apanya yang luar biasa?

Yoora takut ketahuan.

“Berapa lama lagi kau berlibur Yoora?”
Sehun kembali bertanya, seakan penasaran dengan gadis yang berada dirangkulannya.

“Eu, sekitar sa satu bulan lagi..”
Ya, dan setelah itu Yoora harus pergi.

“Menurutmu bagaimana Baekhyun?”

Giliran Kyungsoo yang bertanya, matanya memicing sedang hatinya bergemuruh. Kendati tangannya yang mengepal meminta jantungnya untuk berhenti berdetak secepat itu, tetap saja Kyungsoo tak bisa. Yang jelas dirinya seakan tidak puas perihal Yoora dan Baekhyun sekarang.
Daripada umur ataupun sekolah, hal seperti ini lebih penting menurut Kyungsoo.

Yoora tetap membisu.

Baekhyun periang,
Baekhyun yang baik,
Baekhyun yang lucu,
Baekhyun yang penyayang.

Setidaknya itu yang Yoora tahu sebagai penggemar, sebelum keadaannya seperti ini.
Namun, bagaimana Baekhyun yang sebenarnya?
Yoora sama sekali tidak tahu.

Baekhyun yang pemarah,
Baekhyun yang pendiam,
Baekhyun yang egois.

Apa Yoora harus menyebutkan segala perilaku Baekhyun yang terlihat olehnya sekarang?

Atau Baekhyun kini berubah?

Karena dirinya?

Memejamkan matanya dan menunduk, Sehun yang kini telah melepaskan rangkulannya ikut menunduk guna melihat wajah bingung Yoora. Pria itu melirik Kyungsoo yang hanya terdiam, seperti telah tahu reaksi Yoora akan seperti itu.

“Oh, siapa yang hamil?”

Yoora mendongak, secepat kilat menyembunyikan kartu nama dokter kandungan yang Hyeri berikan beberapa waktu lalu.

Seketika teringat akan gadis itu yang menyuruhnya untuk menggugurkan bayinya sendiri.

“I itu, ibuku. Iya, ibuku..”

“Kau akan punya adik?”

Yoora mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Kyungsoo, gadis itu berusaha tenang walau kentara sekali rautnya yang tegang.

Kau pernah memikirkan bagaimana hidupmu setelah bayi itu lahir? Apa kau benar-benar akan dinikahi pria itu atau tidak?

Kau lihat saja sendiri bagaimana perilaku nya, apa pria itu pernah sekali saja menanyakan keadaanmu atau paling tidak anaknya?
apa itu namanya bertanggung jawab?

Jangan sok-sok an menanggungnya sendiri Yoora, kau tidak membuat bayi itu sendirian.

“Kau baik-baik saja?”

“Aku harus pergi, maaf.”

******

Yoora mendongak kembali memperhatikan papan nama dokter kandungan di atas pintu di depannya, Lee Hwijae.
Terlihat beberapa ibu hamil di sekitarnya, ada juga suami-suami nya yang siap siaga menuruti apapun kemauan sang istri.
Merasa prihatin atas dirinya sendiri, mengingat ayah dari jabang bayi yang di kandungnya tentu saja jauh berbeda dari mereka.
Apa mengharapkan perhatian harus sesakit ini?
Lalu mengusap perut ratanya pelan, sedikit menekannya dan terasa keras.
Benar saja, dia ada.
Lalu untuk apa Yoora kesini?
Oh tentu saja semua orang mengira dirinya ingin memeriksa kandungannya, apa bayi nya sehat?
Apa dia tumbuh dengan kuat?

Tersenyum tangguh menguatkan niatnya bahwa Yoora datang kesini untuk memeriksa kandungannya.

Jangan sok-sok an menanggungnya sendiri Yoora, kau bahkan tidak membuat bayi itu sendirian.

Teriakan Hyeri kembali berdengung di otaknya, meremas bajunya kesal.
Mana ada ibu yang tega membunuh bayi nya sendiri?
Temannya itu kadang memang suka kelewat batas.

“Nona Kim Yoora..”
Seseorang suster diambang pintu masuk terdengar meneriakkan namanya, seketika Yoora terperanjat dan melangkahkan kakinya untuk masuk ke ruang itu. Ingin sekali untuk berbalik haluan dan pergi sejauh mungkin dari sana.
Yoora malu,
Bahkan beberapa orang dengan terang-terangan memperhatikan dirinya.

Apa dia sedang hamil?

Gadis itu masih sangat muda, kenapa bisa berada di tempat seperti ini?

Mana suaminya?

Betapa buruknya pergaulan anak zaman sekarang.

Oh Yoora tentu mengerti apa arti dari tatapan dari orang-orang itu, dan betapa buruknya dia dimata semua orang terlebih jika suatu saat dunia tahu.

“Anda Nona Kim Yoora?”
Sapa dokter paruh baya yang duduk di balik kursinya, Yoora mengangguk malu dan menunduk.

“Tidak usah sungkan, berapa umurmu?”
Dokter itu kembali bertanya serasa tersenyum menenangkan, merasa menemukan pasien yang tidak biasa. Dokter itu membuat Yoora lebih tenang dan ikut tersenyum, bak hipnotis.

“Delapan belas.”
Jawabnya lancar, sang dokter menuliskan nama dan umur Yoora di kartu periksanya.

“Mari kita periksa dulu.”
Dokter Lee menuntun Yoora untuk berbaring dan kembali tersenyum ketika Yoora mulai gugup lagi.

Seperti ayahnya.
Gadis itu teringat ayahnya yang selalu tersenyum seperti itu saat dirinya takut,
Dia rindu ayahnya.
Bisakah Yoora bertemu kembali?

Namun mengingat kembali ayahnya yang telah mengusir dirinya membuat Yoora kalap, membuat Yoora ingin menangis.

“Apa itu membuatmu sakit?”

“Ya? Ah tidak..”
Yoora memperhatikan dokter kandungan itu yang sedang mengoleskan gel di perutnya, menyalakan monitor dan meraih alat USG di nakas.

“Kalau begitu jangan menangis,”

Dokter Lee mengusap air mata di pipi Yoora, membuat dadanya semakin sesak dan air mata yang semakin deras.

“Dokter, bolehkah aku menggugurkannya?”

“Yoora..!”

Yoora menangkap suara yang tidak asing, dia seketika terbangun dan dokter Lee yang turut memalingkan wajahnya kebelakang.
Terlihat seorang pria casual yang mengenakan masker dan topi, mungkin sebagian orang harus melihat lebih dekat untuk mengetahui siapakah gerangan pria itu, tapi Yoora sepenuhnya tahu.

Pria yang setiap hari tidak pernah absen dari pikirannya,
Pria yang selalu menjadi inspirasi Yoora,
Pria yang bahkan seumur hidupnya tak pernah Yoora impikan sedikitpun untuk sedekat ini.

Byun Baekhyun,
Pria yang akan menjadi ayah dari anaknya.

Atau tidak sama sekali.

“Maaf dokter, pria ini memaksa untuk masuk. Saya akan panggilkansecurity. “

Terlihat suster di belakangnya, bersiap untuk memanggil keamanan. Dokter Lee mengangkat sebelah tangannya, berisyarat untuk pergi dan tak perlu memanggil keamanan. Sang suster mengerti dan kembali menutup ruang pemeriksaan.

Yoora tertegun ditempatnya, menutup perutnya yang sedari tadi terbuka lalu berusaha untuk turun dari ranjang tatkala Baekhyun mendekat dan membuka masker nya.

Untuk apa pria itu disini?

Dan dari mana dia tahu Yoora disini?

“Kemarilah nak..”
Dokter Lee tersenyum paham, menuntut Baekhyun dan Yoora untuk duduk di bangku pasien sedang dirinya kembali duduk di balik kursi dokternya.

“Kau kah walinya?”
Dan sangat mungkin dokter itu sangat mengerti situasinya. Alih-alih bertanya mengenai suami, pria paruh baya itu lebih memilih mengganti kata suami dengan wali.
Yoora melirik Baekhyun yang tak kunjung menjawab, pria itu menatap dokter lalu berdehem pelan.

“Dokter, bisakah kau menggugurkan saja bayinya?”

Yoora terkejut dan jantungnya berdebar kencang, dirinya memang sudah merencakan hal ini namun ketika Baekhyun yang memintanya sendiri Yoora merasa dirinya benar-benar tidak ada artinya sama sekali dimata pria itu.

Pria itu bahkan mengucapkannya dengan lantang tanpa melihat kearahnya sedikitpun,
Tanpa ingin tahu bahwa Yoora mengutuk perkataannya,
Tanpa ingin tahu Yoora yang kembali dia sakiti untuk sekian kalinya,

Ya dia tak ingin tahu.

Byun Baekhyun.
Apa ini yang kau sebut bertanggung jawab?

To be continue.

12 responses to “[FREELANCE] Autumn #5

  1. huhuhu…. gk bisa coment apapun… pst dokterny gk bkl mw ngbntuin gugurin kandungnny yoora…. dtunggu next chapnya… keep writing thor🙌🙌

  2. Pingback: [FREELANCE] Autumn #6 | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. Pingback: [FREELANCE] Autumn #7 | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Dasar pengecut! Arrrgghh gue sebel bacanya gregetan sm sikap baekhyun. Ini ff smpah bikin hati gue ga karuan. Daebaklah buat author

  5. Pingback: [FREELANCE] Autumn #8 | SAY KOREAN FANFICTION·

  6. Pingback: [FREELANCE] AUTUMN #9 | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. Pingback: [FREELANCE] Autumn #10 | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Pingback: [FREELANCE] Autumn #11 | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s