[FREELANCE] (Cheonsa-Chanyeol) A Day

z12

(Cheonsa-Chanyeol) A Day

Story & Art by DTH9707 (Twitter: @dth9707 IG: hndyn97)

CAST

 Park Chan Yeol| Park Cheon Sa (OC)

GENRE

Romance

LENGTH

Oneshot

Rating

General

Recommended Song :

A Day –  Super Junior

This is story pure of my mind. So, please comment for your appreciate. And, typo at everywhere. The story published at personal blog blackangel1004.wp.com

.

                Alunan dentingan piano mengakhiri lagu yang dinyanyikan seorang pria tampan yang memiliki badan atletis. Tepukan tangan dan riuh suara pengunjung cafe mulai terdengar karena penampilan bagus yang diberikan pria tersebut. Pria jangkung itupun berdiri dan membungkuk beberapa kali sebagai ucapan terima kasih atas pujian yang diberikan para pengunjung yang didominasi oleh perempuan.

                Pria itu turun dari panggung. Lalu menghampiri seorang gadis yang sedang duduk di sudut cafe, dengan segera ia duduk berhadapan dengan gadis cantik itu, “Bagaimana penampilanku? Keren, kan?” tanya pria itu, memuji dirinya sendiri.

                Jujur, dalam hati Cheonsa, jika penampilan pacarnya tadi saat di atas panggung sangatlah keren. Apalagi, Chanyeol menyanyikan lagu favoritnya yaitu, All of Me. Rasanya, gadis itu hampir lupa dengan caranya bernapas saat pria tampan itu menyanyikan lagu tersebut.

Ditambah lagi, Chanyeol yang memakai kaus hitam V-neck di baluti oleh kemeja merah gelap, melihatkan leher pria itu, bagian favorit Cheonsa yang dimiliki oleh kekasihnya. Walaupun begitu, Cheonsa adalah tipe gadis yang menyembunyikan perasaannya atau bisa dibilang gengsi. Ia tak mau mengakui ketampanan sang kekasih, yang bisa membuat pria itu besar kepala.

Belum sempat membalas perkataan kekasihnya, dua orang gadis menghampiri meja mereka. “Oppa.. penampilanmu tadi sangatlah keren!” pekik salah satu gadis itu, dan satu gadis lainnya juga tak kalah memuji Chanyeol. Chanyeol hanya bisa tersenyum kikuk melihat tingkah kedua gadis yang tiba-tiba muncul, mengganggu waktu Chanyeol bersama kekasihnya.

Raut wajah Cheon Sa tak kalah anehnya melihat kedua gadis yang menurut dirinya ‘freak’ itu. Hembusan napas kesal Cheon Sa juga ia keluarkan karena waktunya bersama Chanyeol di ganggu oleh kedua gadis itu. Ini bukan sekali saja ia merasakan, sudah berkali-kali ia merasakan gangguan dari penggemar Chan Yeol. Ia tahu jika kekasihnya tampan, tapi mohon jangan bertingkah imut di hadapan kekasihnya. Itu sungguh memuakkan baginya.

Lihatlah sekarang, kedua gadis itu menghimpit Chanyeol diantara mereka dan melontarkan rayuan gombal terhadap pria itu. Chan Yeol yang tidak bisa menghindar apalagi sifatnya tidak bisa menolak, apalagi dengan wanita. Itu sungguh membuat Cheon Sa haru menahan emosi. Kedua gadis itu bertingkah seperti tak ada keberadaan Cheon Sa disana.

‘Hello.. aku disini. Aku kekasih dari kekasih yang sedang kau rayu!’ ucap gadis itu dalam hati.

Cheon Sa yang sedang menahan kesabarannya, akhirnya lebih memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia menyaksikan sebuah band yang sedang tampil di panggung cafe tersebut, walaupun ia tak begitu menyimak benar dengan lagu yang dibawakan band itu karena suara mengganggu yang bersumber dari dua makhluk menyebalkan itu.

‘Oppa?!’ pekik gadis itu dalam hati. Memangnya, Chanyeol siapanya mereka? Kakak laki-lakinya? Sehingga mereka berani memanggil Chanyeol dengan kata ‘oppa’ seenak jidat mereka.

“Kau..” panggil salah satu gadis itu sehingga Cheon Sa menoleh kearah sumber panggilan tersebut.

“Kau memanggilku?” tanya Cheon Sa tak mau kalah. “Iya, kau. Memang siapa lagi?” jawab gadis berambut hitam. “Fotokan aku bersama Chanyeol oppa!” tambahnya lagi sembari memberikan smarthphone miliknya kepada Cheon Sa.

Cheon Sa hanya melihat smarthphone yang masih berada di tangan gadis itu tanpa niat untuk mengambilnya. Ia menatap Chan Yeol sebal. Pria itu memberi tatapan seperti ‘Tolonglah!’ pada Cheon Sa. Gadis itu memang mengerti tatapan kekasihnya, akhirnya mendengus kesal sambil menahan emosi yang sejak tadi ia tahan.

Cheon Sa mengambil smarthphone milik gadis berambut hitam itu, “Aku juga. Tolong fotokan aku bersama Chanyeol oppa!” timpal gadis berambut ikal tersebut sembari memberikan smarthphone miliknya kepada Cheon Sa. Gadis itu mengambilnya dengan terpaksa.

Cheon Sa melakukan permintaan dari para gadis itu dengan cepat, “Lagi lagi!” pinta kedua gadis itu. Cheon Sa mengambil beberapa jepretan gambar secara asal, tidak peduli dengan hasilnya yang bagus atau tidak. Lalu gadis itu menyerahkan smarthphone itu kepada gadis-gadis itu yang disambut dengan gembira oleh mereka.

Chanyeol, menatap kekasihnya khawatir. Pria itu tahu jika mood gadis itu sekarang tidak baik karena tingkah penggemarnya. Cheon Sa tidak tahu jika Chan Yeol sedang memperhatikan dirinya, karena gadis itu sedang melihat ke arah panggung.

“Oppa..” panggil gadis berambut hitam membuat perhatian Chanyeol teralihkan. “Bisakah aku minta nomer handphone mu?” Cheon Sa menoleh ke arah gadis itu dengan wajah terkejut, hingga kedua matanya melotot. Chanyeol pun sama terkejutnya dengan Cheon Sa.

“A-apa? Nomer handphone?” tanya Chanyeol memastikan telinganya tidak salah mendengar. Gadis berambut hitam itu mengangguk semangat sambil menyodorkan smarthpone miliknya pada pria itu. Pria itu melirik kekasihnya yang sedang melihat ke arah dirinya. Gadis berambut hitam itu terus menyodorkan smarthphpone pada Chanyeol, yang pada akhirnya pria itu terima. Namun, Chanyeol masih belum mengetik nomer handphonenya karena rasa enggan.

Namun, belum sempat Chan Yeol mengetikkan nomer handphone miliknya. Tiba-tiba seseorang merebut smarthphone milik gadis berambut hitam itu, siapalagi kalau bukan Cheon Sa yang melakukannya. “YAAAKK!! Apa yang kau lakukan?!” teriak gadis berambut hitam itu.

“Kenapa? Kau tidak terima, hah?!” balas Cheon Sa. Suasana di cafe itupun berubah. Membuat menarik perhatian semua pengunjung di cafe itu.

“Yaak! Kembalikan handphone milikku, bodoh!”

“Siapa yang kau panggil bodoh, bocah? Kau pikir berapa umurmu sehingga memanggil orang tak sopan seperti itu? Aku tebak, kau pasti murid SMA!” ucap Cheon Sa dengan wajah murka.

“Lalu, kau pikir siapa dirimu sehingga berani memanggil Chanyeol dengan sebutan ‘oppa’? Apakah kau saudaranya sehingga berani menyebutnya seperti itu? Seharusnya kau menggunakan ‘-ssi’ di belakang namanya. Chan Yeol-ssi, bukan Chan Yeol oppa. Kau tidak ada hak memanggil Chan Yeol dengan sebutan ‘oppa’!” tambah Cheon Sa. Tentu saja kemarahan Cheon Sa membuat gadis itu serta temannya menjadi mengkerut tak berani melawan.

Walaupun begitu, gadis berambut hitam yang bernama Eun Joo berusaha menyembunyikan rasa takutnya. “Memangnya kau siapa melarang kami menyebut ‘oppa’ kepada Chanyeol oppa? Pasti kau bukan saudara kandungnya, kan?” ucap Eun Joo tak mau kalah.

“Kau benar, adik kecil! Aku bukan saudara perempuannya. Aku pacarnya. Kau puas!”

Cheon Sa melemparkan smarthphone milik Eun Joo keatas meja tempat mereka berada lalu meninggalkan meja tersebut, berjalan ke pintu keluar cafe tersebut. Chan Yeol yang melihat itu segera bangkit dari bangku dan bergegas pergi menyusul Cheon Sa. Namun, tangannya tertahan oleh tangan milik Eun Joo, “Oppa mau kemana? Biarkan saja nenek sihir itu pergi!”

Chan Yeol melepaskan tangan Eun Joo yang menahan tangan miliknya. “Nenek sihir yang kau maksudkan tadi adalah kekasihku. Jadi, kumohon jangan menyebut kekasihku dengan panggilan nenek sihir. Dia adalah seorang malaikat dalam hidupku,” ucap Chan Yeol.

Setelah itu, Chan Yeol segera keluar dari cafe tersebut dan mengejar kekasihnya itu yang masih belum jauh darinya. Dengan cepat, Chan Yeol menarik pergelangan tangan gadis itu, menarik ke dalam pelukkannya dan langsung menguncinya dalam dekapan pria itu. Pria tampan itu tak malu jika dirinya dan kekasihnya akan menjadi bahan tontonan oleh para pejalan kaki nantinya.

“Cepat lepaskan aku, bodoh!”

Chan Yeol tak memperindah ucapan sang kekasih, masih saja ia menahan kekasihnya dalam dekapannya. “Aku tak mau!” ucap pria itu. “Sana. Kembali dengan gadis-gadis jelek itu!” ucap gadis itu lagi. “Aku tak mau!” ucap pria itu lagi.

Chan Yeol menyingkap rambut yang menutupi wajah gadis cantik itu. Sesudah bisa melihat wajah yang tertutupi rambut gadis itu, Chanyeol sedikit terkejut karena melihat wajah gadis itu yang sudah dibanjiri air mata.

Pria itu sedikit tertawa, “Kau menangis?” tanya Chanyeol melihat kebiasaan aneh  yang dimilikki gadis itu. Kebiasaan aneh yaitu, jika gadis itu terlalu meluapkan emosinya yang sudah ia tahan, ia akan menangis. Gadis sok kuat di luar, namun ternyata lemah di dalam, itulah Cheonsa. Chanyeol tahu jika gadis itu hanya berbohong berakting kuat di hadapan semua orang, namun di dalam diri gadis itu semua, Cheon Sa hanyalah gadis yang rapuh.

“Tidak. Aku tidak menangis! Bodoh, jika aku menangis, apalagi jika itu tentangmu!” bantah gadis itu.

“Ya. Kau memang gadis bodoh yang berlagak sok kuat. Berhentilah bersikap seperti itu. Aku tahu jika kau tak sekuat itu, sayang!” ucap Chan Yeol. “Maka dari itu, aku hadir dalam hidupmu hanya untuk menjagamu yang sebenarnya lemah ini.”

Cheon Sa yang malu karena kelemahannya terlihat di hadapan kekasihnya, tak berani melihat ke arah wajah pria itu. Gadis itu memandang ke arah lain. Ditambah lagi dengan emosinya yang belum stabil yang diakibatkan oleh kejadian di cafe tadi.

“Aku senang dengan sikap cemburumu itu. Namun, kau tidak perlu bertindak jauh seperti itu tadi!” ucap Chanyeol menasehati. “Siapa juga yang cemburu?” elak gadis itu.

“Kau tak perlu membohongiku. Kau adalah gadis yang tak bisa menyembunyikan perasaanmu jika sudah berada di hadapanku karena aku tak bisa dibohongi olehmu,” ucap Chanyeol. “Jangan pernah berpikir jika aku akan meninggalkanmu. Karena aku takkan pergi darimu sampai kapanpun. Karena kaulah yang aku cinta.”

“Gombal!” pekik Cheon Sa. Pria itu tersenyum kecil melihat tingkah gadisnya itu. Lalu, pikiran jahil pun terlintas di otak Chanyeol, “Apakah perlu aku membuktikannya?”. Chanyeol mendekati wajah Cheon Sa, yang langsung saja membuat gadis itu terbelalak, “Yaak! Apa yang kau lakukan? Berhentilah!” teriak Cheon Sa menahan wajah Chanyeol yang mendekati wajahnya dengan jari tangan miliknya.

Cheon Sa mungkin sudah terbiasa dengan tindakan aneh yang dilakukan Chanyeol, tapi tidak di depan umum seperti ini. Sungguh, pose mereka tidak enak dilihat sekarang. Banyak para pejalan kaki yang sedang melihat kearah mereka. Ada yang memotret mereka. Ada juga yang melihat saja sambil tersenyum-senyum. Tipe Chanyeol adalah orang nekad bertindak.

“Lepaskan aku, otak mesum! Kau membuat semua orang melihat kita!”. Chanyeol tersenyum mengejek, “Lalu, apa peduliku? Aku cuma perlu membuktikan cintaku padamu agar kau percaya,” kata pria itu.

Pria itu menyingkirkan tangan Cheon Sa yang menahan dirinya, lalu dengan perlahan ia mulai mendekati wajah kekasihnya itu, sedangkan Cheon Sa, gadis itu terus memundurkan kepalanya ke belakang agar tidak bisa dicium oleh Chanyeol. Namun, ia tak bisa menghindar lagi dari pria bertelinga alien tersebut dan dirinya sudah kehilangan akal dapat menghindar dari godaan pria itu. “Ya ya ya.. aku percaya. Jadi kumohon, jangan bertindak bodoh di depan umum!”

Chan Yeol pun berhenti melakukan aksinya, lalu melayangkan senyum nakalnya pada gadis itu. Sungguh membuat Cheon Sa jengkel. Chanyeol menang kelak dari Cheon Sa. “Hahaahaha.. wajahmu sungguh lucu, sayang. Lihatlah!” Chanyeol tertawa melihat wajah Cheon Sa yang cemberut.

“Dasar menyebalkan!” Cheonsa memukul dada bidang kekasihnya itu, melampiaskan kekesalannya. Pria itu pura-pura merintih kesakitan. “Asalkan kau tahu saja, pria yang kau sebut menyebalkan inilah yang menerimamu apa adanya,” ucap Chanyeol.

Rona merah mulai muncul di kedua pipi gadis itu, di akibatkan rayuan gombal yang dilancarkan oleh kekasihnya itu. “Wajahmu memerah, sayang!” goda Chanyeol.

“Tidak. Ini akibat udara dingin!” elak Cheon Sa. Chan Yeol menahan tawanya. Lalu, pria itu dengan segera melepaskan mantel yang ia pakai dan memakaikannya pada Cheon Sa. Gadis itu harus menahan rasa senang sekaligus malu atas tindakan kekasihnya itu yang justru membuatnya makin jatuh dalam pesona Chan Yeol. Menurutnya, tindakan kecil yang di lakukan Chan Yeol seperti inilah yang makin justru membuat gadis itu tak bisa berpaling dari kekasih tampannya itu.

“Baiklah kalau begitu, mari kita pulang!” ajak Chanyeol sambil menggandeng tangan Cheon Sa. Gadis itu memberanikan menatap Chanyeol, yang tentu saja pria itu dengan senantiasa menatap gadis itu sejak tadi.

“Kau tak perlu menkhawatirkan masalah itu lagi. Karena hatiku hanya milikmu,” ucap pria tampan itu sekali lagi, sambil mengusap puncak kepala gadisnya.

Chan Yeol menarik Cheon Sa agar mengikutinya berjalan menuju ke mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sana. Tanpa disadari oleh Chanyeol, gadis itu mengulum senyum karena memandang tangan pria yang berada disampingnya itu sedang menggenggam erat tangan miliknya, seakan tak mau kehilangan gadis itu. Cheon Sa percaya akan perkataan Chanyeol tadi. Karena Chanyeol adalah sosok pria yang dapat di pegang janjinya, ia takkan melanggar janji yang sudah ia buat. Karena itu semua adalah komitmen yang sudah ia buat. Dan semua perkataanya tadi adalah tulus, tak tersirat sedikitpun kebohongan.

Walaupun begitu, rasa cemburu adalah perasaan yang biasa ada di setiap hubungan, karena rasa cemburu adalah bentuk akibat kasih sayang yang ditimbulkan oleh ‘cinta’. Dan ini adalah bentuk kasih sayang seorang Park Cheon Sa terhadap Park Chan Yeol.

Dalam hati kecil Chan Yeol, ia berharap seperti ini terus. Selalu bersama gadis itu. Bisa melakukan hal-hal konyol bersamanya. Selalu bisa mendengar dan melihat kecemburuan dari gadis itu. Itu sungguh menyenangkan. Pria itu berjanji dalam hatinya, sampai kapanpun ia takkan melepaskan anugerah Tuhan, yaitu seorang malaikat yang akan selalu berada disampingnya untuk menemaninya.

Cheon Sa yang tidak tahu jika Chan Yeol sedang menatapnya sejak tadi, harus dikagetkan dengan tindakan kekasihnya yang tiba-tiba dan sungguh itu tak bagus untuk kesehatan jantungnya.

CHUU

Tubuh gadis itu tiba-tiba kaku tak bisa bergerak. CHANYEOL MENCIUMNYA!

Pria itu harus menahan tawanya karena melihat wajah kaget Cheon Sa yang menurutnya sangatlah lucu.

THE END

Tunggu series A Day selanjutnya yaaaa~

Komen+like kalo bisa.. makasih semua yang udah mau baca…

6 responses to “[FREELANCE] (Cheonsa-Chanyeol) A Day

  1. Chanyeol romantis, banget jd iri sm cheonsa, tolongdong nyanyiin juga lagu untukku chanyeol huhu… #Berharap
    #DiLemparSandalSamaCheonsa
    aku reader baru di ff ini salam kenal dan ijin baca, tp bukan reader br di Skf #plakk
    #TolongAbaikan

  2. Uuuhhh, dasar cewek cewek genit, pasti Cheon Sa illfil bgt…
    Tapi Chanyeol sweet bgt ya, bikin iri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s