[FREELANCE] My Real Husband #1

z21

Title :My Real Husband

Author/twitter :Oh Rin Rin

Cast :Oh Sehun

Kang Eun Bi

Kai

Lee Hyunra

Genre : Romance.Friendsip lateral

Rating :-

Length :Chapter

Disclaimer : Aku tau hamba TUHAN selalu menghargai orang  lain….  SO..

Cover by green.caymintART

-Part I-

Eunbi pov

Terjebak, menikah, dan sahabat, ya tiga kata itu yang mewakili hidupku selama kurang lebih 5 bulan ini, baiklah biar ku jelaskan lebih lanjut, namaku kang eun bi aku datang dari keluarga yang berada,aku anak tunggal dan hanya tinggal bersama dady karna eomaku meninggal saat melahirkanku, baiklah jangan membahas itu, aku mempunyai 2 sahabat yang sangat dekat denganku namanya sehun dan jong in tapi ia lebih suka di panggil dengan nama yang menurutku aneh. Kai

Bahkan rumah kami bersebelahan, sebelah kiri ada rumah jong in, tengah ada rumahku dan kanan ada rumah sehun, pastilah kalian sudah sedikit mengerti dong apa hubunganya dengan kata tadi..? yaaap.. aku menikah dengan sahabatku sendiri, tebak siapa yang menikah denganku di antara mereka.

Dia sehun atauoh sehun, dialah suamiku sekarang, dia seorang kepala dokter di salah satu rumah sakit di seoul, entah apa yang membuat appa menikahkanku denganya tapi tak buruk juga sih, karna tak satupun di antara kami yang menolak sekalipun, aku mengenalnya sudah sangat lama, saat dia masih kencing di celana,

saat dia belum bisa menulis namanya sampai sekarang pekerjanaya menulis resep untuk semua pasienya, saat dia yang tak memiliki gigi sampai sekarang giginya sudah memenuhi rongga mulutnya, bahkan aku mengenalnya sebelum kita di lahirkan.

Dan sekarang alasan, kenapa kami tidak menolak saat di nikahkan, aku snagat tau kenapa dia menerimanya, tak lain karna dia sedang patah hati karna wanita yang ia sukai yang merupakan perawat di rumah sakit dia bekerja lebih memilih jong in sebagai kekasihnya, sedangkan aku.., aku tak tau mendengar dia setuju menikah denganku membuatku menyetujuinya juga danakhirnya kami menikah.

Kehidupan pernikahan kamipun masih sama dengan saat kami belum menikah dulu, sering bertengkar walau masih dalam kadar yang ringan, aku selalu melawanya dan dia tak maumengalah dariku, tapi di balik itu kami tetap sepasang sahabat yang tinggal satu rumah dan tidur satu ranjang, ok satu hal itu.., kami hanya sekedar tidur takada ini itu seperti fikiran kalian, jadi jangan berfikiran yang aneh-aneh arra.

“jadi nyonya Oh.., kau sudah menyerah” aku hanya menoleh singkat mendengar penuturan sahabatku ini.

“tentu saja…” saut suara dari arah dapur, aku hanya mencibir pelan

“lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini…..” aku menatap kai sebagai jawabanya karna aku sendiri tak tau apa yang akan ku lakukan selanjutnya.

“tentu saja, menghabiskan hari dengan berbelanja gaun mewah nan mahal milik Louis Vuitton, dan entah milik siapa lagi, dan  hand bag dan high heels dengan harga jutaan dollar milik Calvin&Klein….. ”  jawab suami tercintaku saat dia sudah keluar dari dapur dengan membawa minumanya.

“tutup mulutmu oh sehun…” sentakku,

“kau lihatlah lemarinya, penuh dengan barang yang baru saja aku sebutkan…..” tambahnya lagi.

“hahaha….., tentu saja aku tau itu…” tambah jong in yang semakin membuatku kesal.

“kembalilah bekerja, kalian membuatku bertambah pusing….” keluhku

“baiklah kali ini aku serius, apa yag membuatmu menyerah…..”

“tentu saja aku lelah….”

“lelah.?”

“coba kalian bayangkan, kita bertiga masuk universitas bersama, menjalani masa orientasi bersama pula, tapi kalian lulus 3 tahun lalu, sementara aku.. sampai detik ini pun skripsiku belum juga di terima, otakku lelah tubuhku lelah, hatiku lelah kalian tau…..”

Byuuur…

Dengan kurang ajarnya, orang yang berstatus suamiku malah menyemburkan minumanya dan tertawa terbahak, sementara jong in ia juga tampak menahan tawa sambil menatapku entah apa artinya.

“ishh kau jorok sekali…, memangnya apa yang salah dari ucapanku….” gerutuku malas.

“haaah, tapi ada enaknya juga sih, aku tak harus begadang hanya karna membantumu membuat skripsimu yang seperti karya anak TK…” tambah sehun

“lalu kau hanya puas dengan ijasah sma, dan perjuanganmu selama 5 tahun di perguruan tinggi kau lupakan begitu saja…”

“tentu saja, aku tak mau beruban jika setiap pagi pergi ke sana…”

“lalu, apa kau mau bekerja…?” tanya jong in

“tidak mau, aku tidak mau lelah…” jawabku, aku terlalu malas untuk bekerja, hanya membuat tubuhku semakin lelah saja, ke dua pria di depanku hanya menggelengkan kepalanya.

“lalu, koleksi sepatu, tas baju dan lain sebagainya hanya sampai itu…?”

‘tentu saja tidak, kanada suamiku…” jawabku sambil mengedipkan sebelah mataku pada sehun, ia membuang wajahnya malas

“aku tak mau kau membuang uangku untuk hobi-mu itu, kau cari uang saja sendiri jika masih mau berbelanja….”

“kau kejam sekali sebagai suami….. kenapa dulu appa tidak menikahkanku denganmu saja….” gerutuku sambil mendekat kearah jong in, sementara namja itu hanya terkekeh

“jadi keputusan itu sudah final….” tanya jong in lagi

“tentu saja…, aku bebas mulai hari ini…..” ucapku senang

“aku yakin kau akan mati bosan di rumah, tak mau kuliah, tak mau bekerja…..”

“aku akan berbelanja sepuasnya….., dan aku tak akan bosan.”

“lalu dari mana kau mendapatkan uang istriku…..”

“tentu saja darimu suamiku….”

“mimpi….” jawabnya sambil mendorong kepalaku dengan jari telunjuknya lalu beranjak masuk ke dalam kamar kami dan keluar lagi dengan jas dokter dan kunci mobilnya.

“aku harus kembali ke rumah sakit….”

“pergi sana….” sautku, ku dengar dia hanya mendesis pelan.

“kalian ini…” ucap jong in

“oppa….” ucapku mendekat ke arahnya,

“emmm…” jawabnya sambil asik bersama gadget-nya

“keputusan yang ku ambil benarkan…” dia menoleh ke arahku dan tersenyum

“jika kau merasa nyaman dengan ini, kau memilih yang benar.., lalu bagaimana dengan dady…?”

“dady.., dia tak masalah, mungkin dia terlalu lelah menunggu aku di wisuda…” dia hanya menanggapinya dengan senyum tipisnya

“lalu selanjutnya kau akan menjadi istri sesungguhnya untuk sehun…..?”

“istri  sesungguhya..” dia mengangguk

“kau tak ada pekerjaan kan setelah ini, lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini selain menjadi istri sebenarnya untuk sehun… memasak.. me..”

“mwo memasak.. oh no…. “

“wae seorang istri itu harus bisa memasak, kalian tak bosan makan di luar terus….”

“pokoknya tidak untuk masak, kau lihat ini…” ucapku sambil memperlihatkan kukuku.

“ini akan rusak, percuma aku merawatnya selama ini aigoo…” aku lihat dia hanya menghela nafasnya

“kasihan sekali sahabatku harus menikahi wanita sepertimu…..”

“aku juga sahabatmu…”

“tapi dia lebih sengsara karna menikah dengan wanita sepertimu…”

“sepertiku bagaimana, aku cantik.., aku istri idaman bagi semua pria…”

“benarkah aku tak berfikir seperti itu…” aku memukul bahunya keras tapi tak berpengaruh apapun padanya.

“kau akan mengetahuinya nanti eun bi…”

“mengetahui apa…”

“pentingnya menjadi istri sebenarnya… ah ya.. kalian menikah sudah 5 bulan lebih, apa belum berhasil…” aku menatapnya tak mengerti

“berhasil apa…?”

“apa sehun berhasil menghamili wanita barbar sepertimu..”

“YAAK..”

BUGHH…

*****
sehun baru saja membuka pintu ruang kerjanya dan langsung terkejut melihat seorang yang selama 5 bulan ini menyandang sebagai nyonya oh sedang duduk manis di meja kerjanya, sehun hanya menghela nafasnya lalu masuk ke dalam ruanganya.

“kau terlihat lelah…” ucap eun bi, sehun menghela nafasnya lalu melepas jas dokternya dan duduk di meja kerjanya menghadap kea rah eun bi

“apa…” tanya sehun terdengar ketus,

“dasimu berntakan…” eun bi berdiri dan merapikan dasi sehun, dan sehun hanya menghela nafasnya lagi, ia tau betul ada apa jika eun bi bersikap seperti ini.

“selesai…” ucap eun bi senang.

“lalu…?” tanya sehun, eun bi mengangkat tanganya seolah meminta sesuatu pada sehun, sehun memalingkan wajahnya dan menepuk tangan eun bi keras yang membuat eun meringis kesakitan.

“kau tau seminggu ini aku tidak belanja….”

“lalu…”

“ya oh sehun, kau mau melihatku mati hah…, kau kan punya kartu no limit, pasti tak akan berpengaruh jika ku ambil sedikit….”

“sedikit… sebulan lalu apa yang kau lakukan pada kartu milik kai….”

“ya.. maka dari itu aku memintanya padamu, kau lebih suka aku meminta pada jong in…”

“kurangi hobi berbelanjamu itu…”

“tidak bisa, itu bawaan lahir… kau akan melihatku gila…”

“itu lebih baik dari pada kau menggila di toko sepatu ataupun baju….”

“aku akan berhemat kali ini….”

“tak ada kata hemat dalam hidup seorang eun bi….”

“sehun…” rengek eun bi

“pulanglah, hari ini aku ada jadwal operasi…”

“andai saja dulu appa menikahkanku dengan jong in, mungkin aku tak akan semenderita ini…”

“baiklah, kau minta saja pada oppa tersayangmu itu…”

“baiklah aku akan pulang, tapi setidaknya beri aku uang untuk ongkos pulang…” sehun menghela nafasnya lalu mengambil dompetnya dan membukanya. Dan bukan eun bi namanya jika ia tak bisa memanfaatkan kesempatan, entah dengan jurus apa yang membuat gerakannya sangat cepat,

“yak…” bentak sehun saat apa yang tadi menjadi incaran eun bi sudah lenyap dari dalam dompetnya.

“terima kasih suamiku, aku akan mengembalikanya nanti…” ucap eun bi sambil berlari keluar dari ruangan sehun, lalu apa yang di lakukan sehun, dia hanya diam menatap pintu yang sudah tertutup, mengejarpun sudah percuma.

“harusnya aku tak tertipu dengan tipuan murahanya…” liirhnya, lalu memasukan lagi dompetnya.

Ini juga salahnya yang menyuruh dady eun bi berhenti mengirim uang ke rekening eun bi setelah mereka menikah, ia melakukan itu karna soal menafkahi itu sudah menjadi kewajibanya dan sejak saat tu ia sering sekali kehilangan kartu no limit miliknya yang menjadi barang kesukaan eun bi.

*****
sehun masuk ke dalam rumah minimalis yang ia dan eun bi tinggali 5 bulan ini, hadiah pernikahan dari ke dua orang tuanya, rumah dengan desin sederhana, dan hanya memiliki perabotan serba tunggal, seperti kamar, kamar mandi yang hanya ada satu.

Sehun melangkah menuju kamarnya dan melihat eun bi sudah tidur dengan manis di tempatnya, peremppaun ke dua yang dia kenal setelah eomanya, ia menatapnya dalam tak menyangka sahabat karibnya ini akan berakhir menjadi istrinya, gadis yang menurutnya sangat aneh.

Selama mereka kenal, sekalipun sehun tak pernah melihatnya menangis, gadis paling ceroboh, paling cerewet, paling polos, paling bodoh, paling aneh dan paling ia sayangi, ya sebatas ini hanya kata sayang yang berani ia lontarkan karna rasa cintanya masih untuk satu orang yang sekarang menjadi kekasih sahabatnya.

Dia orang paling absurd yang pernah dikenalnya, orang yang berubah memanggil appanya dengan sebutan dady hanya karna mendengar anak kecil memanggil ayahnya dady dan menurutnya itu keren, orang yang menggilai barang-barang bermerek dan menumpuknya di rumah mereka.

“tak akanada habisnya jika memikirkanmu….” tapi sehun juga merasa lega, setidaknya dia yang menjadi pendamping sahabatnya ini, bukan orang lain yang ia sendiri tak akan percaya sepenuhnya bisa menjaga gadis ini dengan baik, selain dirinya dan kai.

Selanjutnya sehun berlaih ke sisi lain tempat tidur dan merebahkan dirinya di sana, memiringkan tubuhnya sehngga berhadapan dengan eun bi, tangan sehun beralih mengusap wajah itu pelan, ia yakin saat mata ini terbuka ia tak akan bisa melakukan ini.

“sebenarnya kau manis jika diam seperti ini…” lirihnya.

**

Pagi datang membangunkan mereka dan seperti biasa sehunlah yang pertama membuka mata walau pada kenyataanya eun bi lah yang pertama menutup matanya, sehun bangkit dari kasurnya lalu menyambar handuk dan masuk ke dalam kamar mandi, pagi sekali ia harus segera ke rumah sakit, karna akhir-akhir ini banyak sekali yang bertamu ke rumah sakit untuk memeriksakan tubuh mereka

Entah apa yang terjadi pada korea, kenapa hari-hari ini mereka lebih memilih mengunjungi rumah sakit, ok-lah sehun jika meeka bisa memilih mereka juga tak mau mendatangi tempat kerjamu.

“segarnya…” lirih sehun saat keluar dari kamar mandi, ia lalu berjalan ke dalam ruangan lain di dalam kamarnya yang merupakan tempat mereka berdua menyimpan pakaian dan teman-temanya.

“ishh.., dia benar-benar…” gerutu sehun saat melihat eun bi masih bergelung di dalam selimut,

“yak, irreona….” ucap sehun sambil menarik selimut yang membungkus tubuh eun bi

“apaan ssih…” gerutu eun bi masih dalam mata terpejam.

“bangun ini sudah pagi…”

“masih pagi kan, belum siang, aku juga tak ada kegiatan hari ini…”

“dasar pemalas, terserah dirimu sajalah….” Tambah sehun lalu melanjutkan acara siap-siapnya dan setelah selesai segera keluar dari rumahnya meninggalkan istri pemalasnya.

Eun bi pov

Aku hanya kembali mendesah saat aku di acuhkan, pria yang ada di hadapanku ini masih saja asik dengan layar komputernya dan berkas di mejanya sejak aku datang tadi, dia hanya menjawab setiap ocehanku dengan oh.., emmm.., benarkah, hanya seperti itu

“oppa…” pangggilku, aku memang memanggilnya oppa walau kami lahir di tahun yag sama, tapi tetap saja lebih tua dia, dia lahir bulan pertaman sementara aku lahir di bulan terakhir, lalu bagaimana dengan sehun, aku tak pernah sekalipun memanggilnya oppa. Camkan itu tak akan pernah.

“emm…” jawab jong in, statusnya sebagai CEO di perusahaan appanya benar-benar merubahnya, merubahnya semuanya, dulu ia tak pernah mengacuhkanku seperti ini sekalipun ia memiliki kekasih, ia selalu menomor satukan diriku dalam urusan apapun, tapi sekarang dia bahkan berani berbuat seperti ini,

“kau mengacuhkanku…” dia menatapku sebentar

“kau datang di waktu yang tak tepat eun bi-ah… aku sedang sibuk sekarang…’

“apa gunanya ada sekertaris, kali ini saja temani aku mengobrol, kau tak tau bagaimana kebosananku….”

“bukan seperti itu.., aku benar-benar sibuk, nanti malam aku ke rumahmu, akan ku temani kau mengobrol…” aku mendesah kecewa

“aku bosan…” lirihku

“kau bosan, biasanya kalau bosan kau berbelanja kenapa tidak berbelanja saja…?”

“bagaimana aku bisa berbelanja, dady tak lagi memberiku uang, sehun juga, dia memberiku uang sedikit sekali, apalagi setelah aku mencuri kartu no limitnya…” aduku, aku lihat dia membuka laci meja kerjanya, lalu mengambil sebuah kotak tipis dan memberinya ke arahku

“pakai ini punyaku, ini sama dengan punya sehun, tak akan ada yang memarahimu walau kau menguras habis isinya.. sekarang berbelanja saja…” aku mendesah pelan dan dia kembali ke pekerjaanya.

“aku sedang tak ingin berbelanja…” tolakku. Ia menghela nafasnya lalu menatapku

“aku benar-benar sibuk eun bi-ah, nanti malam saja, akujanji, kenapa kau tak merecoki suamimu saja…”

“kau menyuruhku melihatnnya membedah tubuh seseorang lalu menghitung berapa liter darang orang itu, yang benar saja…”

“ah ya.., aku ingat sehun seorang ahli bedah…”

“tapi boleh aku menyimpan ini, aku tak harus mencuri milik sehun dan dimarahi lagi…”

“terserah kau saja…”

“hehe, kau baik sekali oppa, mungkin aku akan hidup sejahtera jika menjadi istrimu… haha..” dia hanya terkekeh, dan kembali ke dalam pekerjaanya, belum ada semenit ponselnya bernyanyi, ia mengambilnya dan meletakan ke telinganya.

“iya..iya,, aku mengingatnya…” raut wajahnya berubah dan aku tau siapa yang sedang menelfonya.

“iya.. aku menjemputmu nanti…. arraseo.. emm” ia meletakan kembali ponselnya, aku hanya menatapnya datar.

“wae…?” tanyanya mungkin risih aku menatapnya

“aku iri…?”

“iri…”

“hanya mendapat panggilan seperti itu saja kau terlihat sangat senang…?” dia menatapku dan tersenyum.

“2 pria yang ada di dalam hidupku menggilai wanita yang sama…” ucapku, ia menghentikan pekerjaanya dan menatapku lama

“tapi hanya kau yang bisa menguasai kartu no limitku…” ucapnya, aku hanya tersenyum tipis.

“tapi aku salut pada kalian, kalian tidak bertengkar karna masalah ini…”

“itu karna kami sama-sama sudah dewasa… dan lagi hyunra yang menolak sehun bukan aku yang merebutnya, untuk apa sehun marah…, dia bukan orang seperti itu….”

“tetap saja aku iri pada hyunra….”

“tak cukupkah kau adalah prioritas utama kami berdua….”

“molla… aku mau pulang…” aku bernjak dari kursi yang ku duduki

“ya.. hati-hati di jalan…” aku berhenti dan menatapnya tak percaya, karna aku tak mendengar kata “ku antar” dari mulut manisnya

“aku tak bisa mengantarmu eun bi, aku si…”

“arra…” potongku dengan kesal lalu meninggalkan ruangan kerjanya. Aku sungguh kesal, sejak mereka sudah bekerja mereka lebih sering mengacuhkanku dari pada memperhatikanku seperti dulu, kalau aku tidak mencari perhatian dari mereka lalu pada siapa lagi.

Tbc

45 responses to “[FREELANCE] My Real Husband #1

  1. uuuuu eunbi lebih manja ke jongin ya daripada ke suaminya sendiri😀

    tapi ya emang dasarnya belom ada cinta sih diantara mereka berdua.. (beuh bahasanya lebay bgt :-D)

    penasaran sama kelanjutannya, belom ada part hyunranya juga.. next chapter juseyo

  2. Eunbi begitu krn dy kesepian…sehun n kai sabar bgt pnya sahabat macem eunbi…kira2 kpn mrk sling cinta???

  3. ide nya menarik, koq sehun bisa sabar yah punya istri kaya Eunbi…
    kalo mereka udah punya rasa pasti makin seru konflik nya, next di tunggu😉

  4. Ya ampun kyknya bakal seru nih cerita, chap 1 aja udh menarik, good job kak, ditunggu chap selanjutnya yaa, jangan lama2 udh keburu penasaran, semoga nanti sehun jd cinta sm eunbi and sebaliknya kkkkk🙂

  5. chap 1 nya aja udah luar biasa serru apalagi kelanjutannya.
    ya ampun hyunra dan eun bi benar2 wanita beruntung.
    hyunra yang di sukai 2 pria dan eun bi yang diprioritaskan 2 pria.

  6. Biasanya sehun ceo😂 sekarang dokter duh mau dong jadi istrinya aw😄 jadi kekasihnya jongin disukain sama sehun? Adudu rumit -,- ditunggu kelanjutannya 😄

  7. Pingback: [FREELANCE] My real husband #2 | SAY KOREAN FANFICTION·

  8. Saran aja ada kalimat ini sehun dan jong in tapi ia lebih suka di panggil dengan nama yang menurutku aneh. Kai
    menurutku sh kai itu jgn ditaruh diakhir tp taruh setelah nama kai yang menurutku aneh

  9. Tadi aku liat langsung part 2 so aku mau baca yg part 1 dulu 😂😂 kurang panjang thor 😁 ceritanya menarik 😊😊

  10. Oalah gimana ya rasanya nikah sama sahabat, jadi eunbi enak bgt punya 2 cogan wkwkwk tajir lagi dan selalu di prioritasin huhh kapan kek gitu 😡😧😥

  11. Pingback: [FREELANCE] My real husband #3 | SAY KOREAN FANFICTION·

  12. Pingback: [FREELANCE] My real husband #4 | SAY KOREAN FANFICTION·

  13. Gils eunbi beruntung banget!!!! Suami macam oh sehun terus ada sahabat yg dengan baik hatinya ngasih kartu no limit huaaaaa. Ini mah malah aku yg iri hahah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s