[FREELANCE] Of Japanesse and Dying Message

z18

©2016 – TOB (@nmalifah)

Dahyun – Chaeyoung – Sana

Riddle, Detective, AU – Ficlet – PG 13

“Hirai Momo itu orang Jepang ‘kan, ya?”

Disclaimer: Semua cast dan ide dipinjamkan oleh Allah SWT pada saya. Cerita ini pun pernah dipublikasikan di blog pribadi. Enjoy it!

:::

“Apa hanya ini yang ditulis oleh korban?” Dahyun langsung bersuara begitu melihat pesan kematian yang dituliskan oleh Hirai Momo—korban pembunuhan menggunakan darahnya. Itu perkiraan Dahyun begitu tulisan dalam kertas putih yang dipegangnya berwarna merah dan agak amis.

Di sudut ruangan, Chaeyoung yang sedang mengumpulkan barang bukti menengok lalu mengangguk sekilas lantas kembali sibuk dengan pekerjaannya. Melihat hal tersebut Dahyun hanya memutar bola matanya, kasus yang ditemukannya kali ini lucu sekali.

Tangan Dahyun yang sudah terbungkus oleh sarung tangan karet memegang ujung kertas yang terdapat tulisan yang ditulis oleh korban. Ia mencoba mengejanya.

“Lima segitiga? Five triangle? Apa maksudnya ini?”

“Entahlah, tapi kurasa pesan itu akan menuntun kita kepada pelaku.”

Dwimanik Dahyun menyisir ruangan yang sedang ditempatinya. Di pojok ruangan dekat Chaeyoung berada terdapat lukisan bunga sakura yang sangat cantik. Tempat tidur berwarna biru laut pun tersimpan dengan manis di sebelah kanan ruangan. O ya, Dahyun dan Chaeyoung sedang berada di kamar Hirai Momo, omong-omong.

Setelah puas mengumpulkan barang-barang yang bisa menunjang untuk penyelesaian kasus, keduanya kembali ke kantor. Di meja Dahyun sudah terdapat biodata tiga tersangka; Ram Cruise, Im Nayeon, dan Xu Jia—yang  kemungkinan besar adalah pembunuh Hirai Momo.

:::

“Hirai Momo itu orang Jepang ‘kan, ya?” tanya Dahyun begitu melihat-lihat biodata para tersangka. Ia lantas menempatkan bokongnya di bantalan kursi setelah meraih biodata-biodata para tersangka.

“Iya, Hirai Momo adalah orang Jepang. Ia tinggal di Korea tiga tahun yang lalu karena kuliah di Universitas Seoul.” Balas Chaeyoung sembari mengambil cangkir kopinya.

“Chaeyoung, kau punya kamus atau buku pengantar atau buku yang berhubungan dengan bahasa Jepang, tidak?”

“Tidak, tapi kurasa Sana punya. Dia berada di kantin, kurasa, mengingat ini sudah waktunya makan siang.”

Detik berikutnya Dahyun sudah pergi menuju kantin hendak mencari Sana–si gadis keturunan Jepang yang kebetulan bekerja di tempat yang sama dengannya. Tidak perlu waktu lama untuk menemukan gadis tersebut karena rambut pirangnya begitu mencolok diantara orang-orang yang berada di kantin. Sana duduk di bangku barisan ketiga dari tempat Dahyun berada. Tanpa pikir panjang, Dahyun langsung pergi ke tempat Sana berada.

“Sana!”

Gadis yang dipanggil mengalihkan pandangannya dari makanan siangnya menuju sumber suara. “Dahyun? Ada apa? Bagaimana dengan kasusnya, sudah menemukan titik terang?”

Dahyun menyimpang bokongnya di kursi yang bersebrangan dengan Sana lantas menggeleng. “Belum, tapi kurasa setelah aku berbicara denganmu aku bisa menemukan titik terang.” Sana langsung melipat dahinya begitu mendengar balasan Dahyun. “Begini, aku mau meminjam buku yang berhubungan dengan Jepang. Kau punya? Baik tentang hurufnya, negaranya, atau apapun.”

“Kau sedang sibuk dan memilih untuk meminjam buku? Melarikan diri, Kawan?”

“Bukan begitu, Sana sayang … justru dengan meminjam buku darimu aku bisa menemukan titik terang itu.” Dahyun mengendikkan bahunya. “Ya, semoga saja.”

Sana mengangguk paham. “Kalau tidak salah di mejaku ada sebuah buku yang berjudul ‘Panduan Pintar Bahasa Jepang’ milik adik sepupuku yang sedang belajar menulis tulisan Jepang. O ya, kalau tidak salah isi bukunya itu: Huruf Jepang, Jenis Kata dan Penggunaannya, dan Partikel. Aku tidak tahu apa kau akan paham atau tidak, tapi kenapa tidak langsung bertanya padaku saja. Bukankah itu lebih mudah?”

Gelengan dari Dahyun adalah balasan atas perkataan Sana. “Tidak, kau sedang sibuk dengan kasus bunuh diri Im Jaebum ‘kan? Nanti kalau ada yang tidak mengerti, aku pasti bertanya. Dah!” Dahyun langsung angkat kaki begitu selesai melontarkan jawaban.

:::

Dahyun kini sudah berada di ruangannya dengan buku ‘Panduan Pintar Bahasa Jepang’ di tangannya. Ia baru saja berada di halaman ketiga yang berisi penjelasan mengenai huruf-huruf bahasa jepang; hiragana, katakana, dan kanji. Begitu melihat halaman tersebut ujung bibir Dahyun terangkat membentuk senyuman kemenangan.

FIN.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s