[JungRi Series]Sorry!! – by Irnacho

IMG_4689

Jeon Jungkook & OC || Romance, FLuff, School Life || PG16

Irnacho, © 2016

***

Previous: Trouble Maker | Sucks | Sweet Rain | Fall | Harsh RealitySomething Wrong | Jealous | Paper Hearts | I Love You |

.

.

Masih sepuluh menit lagi untuk bel masuk berbunyi ketika Soori sampai di bangkunya. Beberapa bangku terlihat masih kosong, termasuk bangku milik Jungkook. Soori hanya menggelengkan kepalanya, bukan lagi pemandangan aneh melihat pria itu terlambat.

Mendekati jam masuk pelajaran bangku-bangku yang kosong mulai terisi oleh penghuninya. Sampai akhirnya Park Saem masuk dengan buku cetak matematika di tangannya, tapi bangku Jungkook masih kosong. Oh, dan satu bangku lainnya. Milik Park Jimin. Tentusaja. Mereka berdua adalah partner in crime dalam hal membolos ataupun terlambat. Jadi tidak heran melihat keduanya kini tidak ada di kelas.

Park Saem mulai mengabsen satu-persatu murid, sampai giliran nama Jungkook di panggil, tidak ada sahutan.

“Di mana Jeon Jungkook dan Park Jimin?”

Tidak ada yang menjawab, hanya gelengan beberapa dari siswa yang menjawab pertanyaan sang guru. Kemudian mata guru matematika itu beralih ke salah satu siswi. “Han Soori, kau tahu dimana Jeon Jungkook?”

Mendengar pertanyaan sang guru, hampir semua pasang mata di kelas melirik ke arahnya. Berita soal hubungan Soori dan Jungkook sudah menjadi rahasia umum di sekolahnya. Berkat segala aksi nekat dan tidak tahu malu lelaki itu, serta mulut ember Park Jimin, Soori tidak bisa berbuat banyak lagi ketika hampir seluruh siswa kini mengenalnya sebagai kekasih dari si biang onar sekolah.

Soori langsung menggeleng, karena dia memang tidak tahu di mana keberadaan laki-laki itu. “Saya tidak tahu, Saem.” Jawabnya. Park Saem hanya mengangguk dan kembali pada buku absennya.

Menjelang pelajaran kedua Jungkook maupun Jimin belum terlihat, ternyata anak itu benar-benar membolos, pikirnya. Soori mencoba mengecek ponselnya, memeriksa kemungkinan Jungkook mengabarinya kabar atau apapun. Tapi nihil. Tidak ada satu pun panggilan atau pesan dari lelaki itu.

Sebelum guru untuk pelajaran kedua memasuki kelas, Soori pergi ke toilet. Sudah sejak tadi dia menahan untuk buang air kecil. Mau ijin malas, karena tanggung hanya menunggu beberapa menit sampai bel pelajaran pertama berakhir.

Soori mencuci tangannya di wastafel setelah selesai menyelesaikan panggilan alamnya. Dia harus segera kembali ke kelas, karena yang dia dengar hari ini ada ulangan. Jadi dia tidak boleh terlambat dan membuang waktunya meski hanya satu menit.

Ketika Soori baru keluar dari toilet siswa, dirinya di kagetkan oleh seseorang yang tengah bersandar di tembok hingga membuatnya terlonjak ke belakang. “Ya, Tuhan. Jeon Jungkook kau mengagetkanku!!” Serunya.

Yang di teriakinya hanya memberikan cengiran tanpa dosa.

“Sedang apa kau disini? Kenapa tidak masuk kelas?”

Cengirannya makin melebar, kemudian dia berkata. “Aku bangun kesiangan, Soori-ya.”

“Kalau begitu cepat masuk kelas sekarang.”

Jungkook mengedipkan matanya beberapa kali sambil tersenyum tidak jelas. Dia mendekat ke arah Soori dan memeluk gadis itu dari samping. “Sepertinya aku harus absen lagi. Ada sesuatu hal yang mengharuskan aku untuk tidak masuk, aku sengaja mampir kesini untuk melihatmu sebentar karena aku merindukanmu. Jadi…” Jungkook menicum pipi Soori, menghentikan kalimatnya sejenak. “Jangan rindukan aku, ya. Aku tidak akan –Aww!!! Kenapa kau menarik kupingku?” Jungkook memegangi telinganya yang di pelintir dengan kencang oleh Soori.

“Siapa yang mengijinkanmu untuk membolos lagi, huh?”

“Soori-ya, Sakiiit…”

“Sudah mau ujian dan kau masih saja terus membolos. Tidak kasihan pada orang tuamu yang susah payah bekerja untuk membiayaimu sekolah? Jadi anak harus tahu diri, Jeon Jungkook.” Soori tidak mempedulikan rintihan dan segala macam kata ampun yang keluar dari mulut pria itu. Dia menarik Jungkook menuju kelas mereka tanpa melepaskan jewerannya pada telinga lelaki itu.

“Hanya sehari saja. Please…

“Mau sehari, setengah hari. Tidak ada membolos!” Tegasnya. Jungkook mengerucutkan bibirnya.

Dari arah belakang sekolah, yang belum jauh mereka tinggalkan karena terletak berdampingan dari toilet yang baru saja Soori gunakan, terdengar bisikan tertahan dari seseorang yang menyerukan namanya. Park Jimin.

“Jungkook!” Jimin berbisik dari atas tembok belakang sekolah. “Ya! Bodoh, cepatlah. Kau ikut tidak?”

Soori menghentikan langkahnya. Berbalik dan menatap Jimin dengan tatapan tajam. “Ya! Kau! Cepat turun atau ku laporkan pada guru piket?”

“Ayolah, Soori. Jadilah gadis manis sehari saja, eoh?” Jimin mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Menatap Soori dengan tatapan kucing yang dia buat-buat, yang mana membuat Soori ingin muntah saat itu juga. Dia memberi kode pada Jungkook melewati matanya, memintanya untuk segera bertindak atau dia akan pergi sendiri tanpanya.

Tidak punya pilihan lain, akhirnya Jungkook melepaskan tangan Soori dari telinganya dengan sedikit paksa. Membuat gadis itu terkejut. Dengan cepat Jungkook mendaratkan satu kecupan di pipinya. “Aku janji ini yang terakhir.” Ucapnya, sebelum dia kabur menghampiri Jimin. Tidak di pedulikannya Soori yang sudah siap meledak di belakang sana. Jungkook akan menghadapi kemarahan Soori nanti. Paling di kasih ciuman gadis itu tidak akan marah lagi, pikirnya antara polos dan bodoh.

***

Sepanjang sisa jam pelajaran hari itu, Soori terus merasakan kekesalan akan sikap Jungkook yang seenaknya. Tidak habis pikir, sudah berbagai hukuman yang pria itu dapat tapi tetap tidak ada satu pun yang membuatnya jera. Guru-guru bahkan sudah pusing mengurusinya. Sudah tak terhitung orang tua Jungkook mendapatkan surat panggilan dari sekolah karena kelakuan anak laki-lakinya yang ajaib. Satu hari saja tidak bikin onar mungkin akan membuat lelaki itu gila.

Jam istirahat kedua Soori memutuskan untuk ikut Hyena ke kantin. Mengisi perutnya yang belum terisi apapun sejak istirahat pertama tadi. Karena dia harus ke perpustakaan untuk menyelesaikan tugas yang harus dia kumpulkan hari itu juga.

Soori dan Hyena tengah mencari kursi kosong di antara puluhan murid yang memadati kantin ketika Hyena tiba-tiba menarik sebelah tangannya yang tidak memegang nampan makanan. “Duduk disana saja.”

Soori langsung mengerutkan keningnya tidak suka ketika melihat kursi yang Hyena tunjuk. Tapi gadis itu tidak mengatakan apapun selain mengikuti langkah sahabatnya dan mengambil tempat di sampingnya.

“Hai, sayang.” Soori hanya memutar bola matanya kala mendapatkan sapaan dari Jungkook lengkap dengan cengiran kudanya. “Aku habis istirahat kedua ini masuk kelas, kok. Tidak akan membolos lagi.” Jungkook mengangkat dua jarinya sambil tersenyum meyakinkan. Yang mana membuat Soori jengah.

Dia tidak mengacuhkan sapaan maupun ucapan Jungkook. Dirinya masih kesal terkait kejadian pagi tadi. Maka dia memutuskan untuk melakukan aksi mogok bicara dengan kekasih menyebalkannya itu. Tapi bukan Jungkook namanya jika dia menyerah begitu saja ketika satupun ucapannya tidak di tanggapi oleh Soori. Jelas dia paham betul gadisnya ini tengah merajuk, apa yang dia lakukan pagi tadi memang patut mendapatkan kekesalan dari Soori. Maka dari itu Jungkook melakukan berbagai cara untuk menarik perhatiannya sampai gadis itu menyerah sendiri dan bicara padanya.

“Hari ini aku sudah menyelesaikan tugas dari Lee Saem minggu lalu, loh. Nanti kita kumpulkan sama-sama ya?” Soori masih tidak bergeming dengan kalimat Jungkook barusan. Masih terus mencoba peruntungannya, Jungkook meneruskan aksi cari perhatiannya.

“Tadi pagi aku lupa sarapan karena bangun kesiangan. Sepertinya maag-ku kambuh. Perutku sakit sekali, sampai aku tidak bisa memasukan apapun ke dalam perutku.” Jungkook memegang perutnya dengan wajah kesakitan yang Soori tahu hanya di buat-buat. Gadis itu masih tidak mengatakan apapun, hanya menaikan alisnya lalu melirik piring kosong dan segelas jus jeruk yang tinggal sedikit di hadapan mereka. Tidak bisa memasukan apapun ke dalam perut katanya, ya? Soori mendecih.

Di samping mereka, Hyena dan juga Jimin yanga memang sejak tadi sudah ada di sana bersama Jungkook hanya terkekeh geli melihat bagaimana usaha konyol Jungkook yang berusaha mengembalikan mood Soori yang hancur karena dia.

“Hey, ku dengar bangtan akan tampil untuk festival musim panas akhir pekan ya?” Hyena tiba-tiba bersuara. Mengalihkan perhatian Jimin dan Jungkook untuk menatap ke arahnya. Begitu pun dengan Soori yang kini memusatkan perhatiannya pada kalimat sahabatnya tersebut.

Jimin mengangguk, menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sebelum berucap. “Benar sekali. Kalian datang ya.”

“Aku memang berniat untuk datang. Soori, kau juga datang ‘kan? Kau bilang padaku jika kau ingin melihat Jin Oppa dan Suga Oppa.

Jimin menatap bingung Soori dan Hyena bergantian. “Jin Hyung dan Suga Hyung?

Hyena mengangguk kelewat kencang sebelum menjawab. “Sejak penampilan kalian di acara sekolah waktu itu, dia…” Hyena menunjuk Soori dengan sumpit di tanganya. “Tergila-gila dengan kedua Hyung kalian itu.”

Soori tersenyum lebar. “Jin Oppa sangat tampan. Dan Suga Oppa, dia keren, aku tidak bisa berkedip saat melihat penampilannya waktu itu.”

“Jadi kau datang, kan?” Tanya Hyena sekali lagi.

“Tentu saja. Jemput aku ya…” Katanya pada Hyena.

Hyena membentuk tanda oke dengan jarinya pada Soori. Menandakan dia menyanggupi permintaan gadis itu.

“Ya! Ya! Ya! Ini apa-apaan? Apa maksudnya kau menyukai Jin Hyung dan Suga Hyung? Dan apa tadi? Kau ingin datang melihat penampilan mereka? Ya, Han Soori!” Jungkook menatap marah pada Soori. Namun yang di tatap hanya menatap balik sekilas dan melanjutkan makan tanpa rasa bersalah.

“Kenapa? Ada yang salah?” Tanyanya santai tanpa mengalihkan perhatiannya dari makanan.

Di tempatnya Jungkook hampir menjatuhkan rahangnya mendengar pertanyaan bernada santai tersebut. “Tentu saja salah.” Seru Jungkook tak terima. “Aku juga berada disana, di dalam grup yang sama. Dan kau datang bukannya untuk melihatku malah melihat pria lain. Aku tidak mengijinkanmu datang.” Katanya tegas pada kalimat terakhir.

Soori mengangkat bahunya. “Aku tidak meminta ijin padamu.” Jawabnya. Lalu meminum minumannya dan berdiri dari sana, pamit pergi ke kelas lebih dulu pada Hyena dan Jimin. Sedangkan Jungkook, pria itu seperti makhluk tak kasat mata yang tidak di sadari kehadirannya oleh Soori.

Jungkook menatap kepergian Soori dengan tatapan nanar dan wajah memelas. “Ya, Han Soori.” Ucapnya lirih.

Di sampingnya, Jimin menepuk pundak Jungkook. Mencoba memberikan rasa prihatinnya akan nasib buruk sahabatnya tersebut. “Sabar, teman. Terkadang hidup itu memang menyebalkan.” Setelah mengatakan itu Jimin berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan kantin untuk menuju kelas, menyusul kepergian Soori lebih dulu.

“Ya, sialan! Ini semua karena aku menenamimu membolos.” Teriak Jungkook pada punggung Jimin dengan kesal.

Hyena tidak bisa menyembunyikan senyum gelinya melihat bagaimana wajah merana Jungkook saat ini. “Sabar ya, Jeon Jungkook.” Ucapnya dan ikut meninggalkan pria itu menuju kelas, karena bel masuk sebentar lagi akan berbunyi.

***

Ini sudah tiga hari Soori melakukan aksi merajuknya sejak dia membolos terang-terangan di hadapan gadis itu. Dan sudah tiga hari pula Soori tidak mengacuhkannya, lagi. Sungguh jika di tanya Jungkook benar-benar bosan selalu tidak acuhkan olehnya. Dari sejak awal dia mendekatinya sampai sekarang kini Jungkook sudah berhasil mendapatkannya, Soori masih gemar dengan hobinya itu.

Hari ini hari dimana dirinya dan teman-temannya akan tampil di acara festival musim panas tahun ini. Jungkook dan keenam temannya tengah berada di dalam backstage untuk bersiap-siap sebelum tampil. Dia sudah rapih, sudah tinggal tampil. Beberapa temannya yang lain masih sibuk merapihkan rambut dan pakainnya.

Jungkook melirik Jin yang sedang entah melakukan apa dengan wajahnya di depan cermin, lalu mendengus. Kemudian melirik Suga yang sedang memejamkan matanya dengan earphone yang terpasang di kedua telinganya, lalu mendengus lagi.

“Semuanya siap-siap, ya? Lima menit lagi giliran kalian.” Salah satu panitia membuka pintu backstage dan memberikan informasi untuk mereka segera bersiap. Yang langsung di jawab dengan serentak oleh ketujuh pria di sana.

Hyung, nanti kau jangan terlalu di depan, ya?” Jungkook bicara tiba-tiba pada Jin. Pria bermarga Kim itu lantas mengerutkan keningnya, bingung dengan kalimat Jungkook. Jin bahkan belum sempat bertanya karena Jungkook kembali bicara. Kali ini bukan padanya, melainkan pada Suga. “Yoongi Hyung, nanti saat bagian ngerap juga jangan terlalu di depan.”

Karena kalimat anehnya, Jungkook pun lantas mendapatkan tatapan bingung dari para Hyung-nya.

“Maksudnya jangan terlalu di depan itu bagaimana, Jeon Jungkook?” Tanya Namjoon akhirnya.

“Ya pokoknya Jin Hyung dan Yoongi Hyung jangan terlalu banyak maju ke depan saat tampil nanti.”

“Apa sih maksudmu? Aku tidak mengerti.” Akhirnya Suga menyuarakan rasa penasarannya. “Pada saat bagianku tentu saja aku harus maju.”

Jin mengangguk, membenarkan. “Lagi pula itu sudah masuk dalam koreografi kita.”

Jungkook bangkit dari kursinya. “Terserah. Pokoknya kalian tidak boleh terlalu maju saat menari nanti. Jika perlu kalian menari di belakang saja.” Ucapnya kesal. Lalu meninggalkan backstage begitu saja. Meninggalkan keheranan di wajah ke enam pria di belakangnya.

Suga baru saja akan berteriak, kesal karena sikap aneh Jungkook yang tiba-tiba. Menyuruhnya menari di belakang, enak saja. Memangnya dia back dancer. Dia di sini anggota inti. Namun niatnya di halangi oleh Jimin yang sepertinya mengerti akan keanehan sahabatnya itu. Kemudian di detik berikutnya terdengar suara tawa dari dalam backstage.

“Jadi dia cemburu?” Tanya Taehyung tak habis pikir, lalu kembali tertawa dengan yang lainnya. “Bodoh sekali. Dasar bayi besar.”

***

Suara teriakan dan pekikan-pekikan serta seruan nama setiap anggota terdengar di sepenjuru tempat berlangsungnya acara, ketika Jungkook dan keenam temannya tampil di atas panggung. Mengelu-elukan nama mereka satu persatu hingga teriakan histeris tidak luput saat ketujuh pria tampan itu mulai menunjukan pesonanya dengan suara merdu serta tarian indah mereka. Dari tempatnya, meski fokus dengan setiap part menyanyi dan menarinya, Jungkook bisa mendengar satu teriakan yang sangat familiar di telinganya menerikan nama pria lain yang membuat dadanya menggemuruh seperti ingin meledak. Dari ujung matanya dia bahkan dengan mudah menemukan sosok itu tanpa susah-susah mengedarkan pandangan untuk mencarinya. Karena dimana pun Soori berada Jungkook akan mudah menemukannya sekali pun itu di tengah keramaian. Ugh! So sweet.

Beruntung Jungkook tetap mampu mempertahankan sikap profesionalnya hingga tidak perlu membuatnya murka dan menyeret gadis itu dari sana lalu membawanya pulang.

Mereka selesai setelah menampilkan dua lagu dan istirahat sejenak untuk bergiliran dengan pengisi acara yang lain sebelum nanti mereka kembali tampil untuk penampilan terakhir sekaligus sebagai acara penutup. Ketujuh pria itu menuruni panggung di sambut oleh kumpulan gadis yang mengantri untuk meminta foto bersama. Soori dan Hyena tidak ketinggalan. Soori langsung menghampiri Jin dan Suga yang kebetulan tengah berjalan berdampingan, sedangkan Hyena sendiri dia berlari ke arah Taehyun yang langsung di tarik kerah baju belakangnya oleh Jimin karena keisengan pria itu dan membuat Hyena harus marah-marah dulu di depan wajahnya, baru Jimin mau melepaskannya sambil cengengesan.

“Penampilan kalian tadi sempurna. Semua wanita disini hampir gila karena pesona kalian.” Soori memberikan dua jempolnya ke arah Jin dan Suga lengkap dengan senyum lebarnya.

Jin maupun Suga terkekeh mendengar ucapan Soori, mereka pun mengucapkan terima kasih karena sudah datang untuk menonton.

“Bolehkah aku meminta foto kalian berdua?” Tanya Soori.

“Oh, tentu. Siapa namamu?” Tanya Jin kemudian. Membiarkan Soori mengambil tempat di antara dirinya dan Suga lalu mengarahkan kamrea ponselnya pada mereka yang mulai berpose.

Soori menatap puas hasil jepretannya. Lalu menatap Jin serta Suga. “Terima kasih.” Ucapnya. “Namaku Han Soori.”

“Oh, sepertinya aku pernah melihatmu. Kau teman satu sekolah Jungkook dan Jimin, benar?” Tanya Suga, menatap Soori. Tidak lama matanya melirik Jin di sebelahnya, mereka bertukar tatapan dan tersenyum kecil seperti tengah membaca pikiran masing-masing.

Soori menganggukan kepalanya, dan menjawab. “Benar. Kami bahkan satu kelas.”

“Sudah fotonya? Apa kau ingin mengambil foto lagi?”

Mata Soori membulat, menatap Suga dan Jin bergantian. “Memangnya boleh aku meminta satu foto lagi?”

“Sepuluh lagi juga boleh.” Jawab Jin di sertai senyuman manisnya. Dan tentu saja jawabannya itu mengundang pekikan senang dari Soori. Maka dia kembali menyiapkan ponselnya untuk mengambil gambar mereka bertiga.

Kini Jin dan Suga tidak segan untuk merangkul Soori. Di tengahnya gadis itu tersenyum amat ceria, seperti habis menang undian berhadian milyaran. Tapi sepertinya untuk seorang fangirl, bahkan uang milyaran pun tidak ada artinya jika di bandingkan kedekatan dengan sang idola, benar?

Di tempat lain Jungkook mati-matian menahan kekesalannya melihat bagaimana dekatnya Soori dengan kedua Hyung-nya itu. Dia ingin menarik Soori, tapi melihat banyaknya orang dia kembali memikirkan niatnya itu. Dia tidak mau memberikan drama di depan banyak orang seperti ini. Maka dengan kesal dia akhirnya memilih berbalik dan kembali ke belakang panggung dengan menghentakan kakinya, kesal setengah mati.

Dari tempatnya Suga dan Jin bisa melihat keberadaaan Jungkook. Bahkan dengan jelas mereka bisa melihat bagaimana jeleknya wajah pria itu ketika cemberut tadi. Saat akhirnya Jungkook memilih pergi dengan keadaaan kesal, tawa Jin maupun Suga akhirnya pecah. Membuat Soori kebingungan di buatnya.

Suga menunjuk arah dimana Jungkook pergi. “Susul dia.” Katanya di sisa tawanya.

Soori mengikuti arah yang di tunjuk Suga, dan dia bisa melihat punggung seseorang yang sangat di kenalinya. “Sudah sejak tadi dia merajuk pada kami. Kau membuatnya cemburu.” Jin menambahkan.

Soori meringis, merasa tidak enak pada Jin dan Suga. Jadi ternyata kedua orang ini tahu ya dirinya siapa? Ugh, malu sekali.

Suga menepuk bahunya pelan. “Sudah sana! Temui dia. Mukanya bisa bertambah jelek jika dia terus-terusan menekuknya.”

“Maaf Oppa.

Suga mengibaskan tangannya di depan wajahnya. “Tidak perlu. Hitung-hitung hiburan untuk kami. Jarang-jarang kami melihatnya kesal, karena biasanya dia yang membuat kami kesal setiap hari.” Soori tersenyum geli mendengarnya. “Kau lurus saja, nanti jika ada ruangan dengan tulisan BTS, masuk saja. Itu ruangan kami. Jika ada panitia yang bertanya, katakan saja kau teman kami.”

Soori mengangguk mendengar penjelasan Suga, kemudian dia permisi untuk pamit pada dua pria di depannya untuk segara menyusul Jungkook.

***

Soori menyembulkan kepalanya ketika dia membuka tirai putih yang menjadi pintu ruang tunggu tersebut. Di dalam sana, di atas sofa panjang Jungkook tengah duduk sambil memainkan ponselnya dengan wajah cemberut yang mana membuat Soori gemas ingin mencubitnya. Jungkook bisa di katakan preman sekolah, tukang onar nomor satu untuk membuat para guru sakit kepala. Tapi ironisnya dia memiliki wajah yang menggemaskan saat marah seperti ini. Atau memang isi kepala Soori saja yang sudah tidak beres karena cintanya pada lelaki itu.

Soori berdehem untuk mengkonfirmasi keberadaannya sebelum dia berjalan semakin masuk dan mengambil tempat di samping Jungkook.

Jungkook melirik dari atas ponselnya, menyadari siapa yang datang dia memilih tidak acuh dan kembali pada game di ponselnya.

“Kenapa disini? Kau langsung pergi tanpa menemui ku dulu. Kau memang tidak melihatku di luar tadi?” Soori membuka suaranya.

Jungkook mendengus sebelum menjawab. “Aku lihat.”

“Lalu kenapa kau pergi dan tidak menghampiriku?”

“Untuk apa? Kau kan sedang sibuk dengan pria lain.” Jungkook menekankan dua kata terakhirnya.

Soori mengulum senyumnya. Dia menarik ujung lengan kemeja Jungkook. Meminta perhatian pria itu. “Kau marah?”

“Tidak.”

“Cemburu?”

Jungkook mendengus lagi. “Untuk apa? Tidak.” Semua jawabannya bernada ketus.

“Yasudah kalau begitu. Aku bisa keluar lagi ‘kan menemui Jin Oppa dan Suga Oppa?

“Ya!” Jungkook menarik Soori yang baru saja akan bangun dari duduknya. Kerutan-kerutan di keningnya nampak jelas. Memperjelas bagaimana kesalnya dia saat ini. “Aku disini dan kau malah memilih untuk bersama pria lain.”

“Mereka bukan orang lain. Mereka teman-temanmu.”

“Tapi mereka tetap seorang pria.”

Soori membuang napasnya dengan kasar. “Lalu kenapa? Aku tidak harus mendengarkan mu. Aku bisa melakukan apapun yang aku mau.”

“Ya! Han Soori!”

“Apa? Kau saja tidak mau mendengarkan aku. Masa aku tidak boleh untuk tidak mendengarkanmu juga?”

“Kau masih marah soal aku membolos tempo hari?” Tanya Jungkook. Menyadari arti di balik kalimat Soori.

“Menurutmu?”

“Maafkan aku.”

Eoh. Aku maafkan. Besok ulangi lagi.”

“Ya!”

Soori menarik napas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan. “Jungkook, dengar! Aku sadar aku bukan siapa-siapa, aku tidak memilik hak apapun untuk mengaturmu ini dan itu.”

“Jangan bicara seperti itu.” Jungkook memotong kalimat Soori. Merasa terganggu dengan kalimat gadis itu. Tapi Soori tidak mempedulikan dan tetap melanjutkan. “Aku bukan mau mengontrolmu. Tapi aku hanya peduli padamu.”

“Aku tahu. Dan aku tidak pernah keberatan dengan semua aturanmu, jangan berkata seperti itu lagi. Kau kekasihku, kau lebih berhak dari siapa pun atas aku. Kemarin itu, aku bolos untuk latihan terakhir. Tapi kan aku kembali ke sekolah. Maaf meninggalkanmu begitu saja waktu itu.”

Soori menggeleng. “Aku tidak peduli kau kemana dan apa yang kau lakukan. Tapi bisakah kau tidak membuatku khawatir? Dan apa kau tidak bisa membuat surat ijin ke sekolah jika ada keperluan seperti kemarin? Bukannya membolos dan mengotori absenmu. Kau sudah kelas tiga, Jeon Jungkook.”

“Iya. Iya. Maafkan aku. Kemarin itu mendadak sekali, aku tidak sempat untuk membuat surat ijin. Aku tidak akan mengulanginya lagi, janji.”

“Kau yakin?” Jungkook mengangguk. “Tidak akan membolos lagi?” Jungkook menggeleng. Kali ini dengan cengirannya yang dia harap bisa meluluhkan gadisnya.

“Maafkan aku, ya?” Ucapnya. Jungkook membuka kedua tangannya, meminta Soori untuk memeluknya. Gadis itu mendengus tapi tetap masuk ke dalam pelukan Jungkook, membiarkan tangan kokoh pemuda itu mengurungnya dan mendekapnya dengan hangat.

“Aku mau kita masuk ke Universitas yang sama nanti.” Kata Jungkook tiba-tiba.

“Kenapa? Kau tidak akan bisa bebas jika aku di satu Universitas yang sama denganmu.”

Jungkook terkekeh. Mengeratkan pelukannya dia menjawab. “Memang itu tujuanku. Aku ingin kau selalu di sampingku, untuk mengendalikan ku. Karena aku tidak yakin bisa menjadi mahasiswa baik nanti. Bagaimana kalau kenalakanku di Senior High School terulang?”

“Memang kau tidak keberatan jika aku melarangmu ini dan itu?”

“Tidak sama sekali. Aku ingin berubah menjadi mahasiswa teladan.” Kalimatnya mengantarkan tawa bagi keduanya. “Aku kasihan melihat Ayah Ibuku tiap kali mendapat surat panggilan dari sekolah, wajah mereka seperti menua sepuluh tahun lebih cepat.” Ucapnya sambil terkekeh. “Untuk itu aku memerlukanmu. Jadi aku ingin bilang padamu sekarang, jangan bosan dengan sikapku, ya? Tetap di samping ku. Kau mau, kan?”

“Tergantung apa yang kau tawarkan untukku. Aku tidak mau rugi sendiri.” Jawab Soori.

“Aku akan memberikan hatiku sepenuhnya untukmu.” Soori tergelak dengan jawaban Jungkook. Dia melepaskan pelukannya, mendorong dada Jungkook menjauh. “Itu menggelikan, Jeon Jungkook.”

Fin


kemaren siapa ya yg bilang mau udahin series ini? sekarang malah ada postingan baru😀 namanya juga ide datengnya nyelonong bae. ga bilang2 dulu. sekalinya pengen udahan nongol ide, giliran lg nyari ide.. eh otak malah stuck di situ2 aja. nyebelin ya T__T

ngomong2 makasih looooh buat author kesayangan reader SKF ~QUEENXISSI~ udah mau buatin posternya buat di pajang di ff iniiii. cepet selesai ya skripsinyaaaa ^__^

insya allah.. insya allah loh… doain aja dulu (ya klo ada yg ngarep sih itu juga hahaha) mau ada proyek ff baru untuk kapel ini. tapi bukan series, chaptere kayaknya. semoga aja dewa idenya ga muncul ilang muncul ilang terus yaa.

oke deh.. see you… :*

regards,

Ms. Wu

17 responses to “[JungRi Series]Sorry!! – by Irnacho

  1. Huahhhhh seneng y couple ini blk lagi….ma fav couple…ihh sweet bgt mereka….d tungguin bgt ff bru mereka

  2. cieeee….cieeee posternya dibuatin fika….hihihihi
    bagus kana posternya aku suka dan fika juga pinter buatnya

    dan apa itu….kookie pakai acara merajuk…hihihihi
    adek kecil kenapa pakai merajuk segala kan makin gemes aja pengen cubit tuh punya pipi….
    memang kookie sekali” harus dibikin cemburu biar greget kana dan ya tuhan suka sama sama permintaan kookie ke soori yang pengen kookie bisa kembali kejalan yang benar…huwaaa dek kookie udah gede biar bisa meminang anak orang

    ok kana semangat ditunggu lanjutan ff ini atau project lainnya

  3. eh nongol lagi ini couple unyu2 hahah
    ciee yg cemburuu sma hyungnya sendiriii pasti lucu mukanya deh hahah
    han soori mah selalu bisa deh buat jungkok kaya gtu wkwkw
    ditunggu kelanjutan sma ff barunya

  4. jimin kok nakal gitu sih ngajakin kuki buat bolos -_-
    kenapa gak ajak aku aja? (kemudian jimin berkata, kamu kan udah kuliah nun, skripsi aja sana, malah godain anak SMA, inget umur dong! || kemudian aku menamparnya dan kembali ke pelukan taetae [abaikan])

  5. Aku pikir ini udh ngga bakal ada lanjutannya lagi :’v . ternyata adaa..
    Uughh akhirnya jungkook dapetin soori juga, cieeeee
    aku doa.in smoga dewa idenya ngga ilang ilangan wkwkwk. Heheh

  6. Eh eh ko ada mreka lg sih, ko makin mereka makin lucu sih, ko ff ini nyenengin sih😀 hahaha seneng ih series.a d lanjut, unyuu bgt sih km dek sumpah deh emang ya km dedek dedek gtw diri bikin noona jd gtw diri juga krna suka km #eh wkwkkwwk dasar kookie kookie in real life km nambah gesrek dan d ff km makin menawan hati emang dasal golden maknae yaa
    Buat soori kalo c dedek nakan lg jgn d jewer geret aja pake tali kasih sayang yg ngga akan putus dijamin deh tuh bocah gaka bisa bolos wkwkwkkwk (apaan sih ya geje wkwkwk)
    Poko’e nih ff emang unyu lah ak suka ( ˆ⌣ˆ​​​​ )
    dtunggu project selanjut.a hwaitiiiinnggg🙂

  7. wah wah wah.. kapel ini balik lagi>< hehehehehe
    ugh, so sweet amaat dah mreka berdua*lirik Jeongkook Soori* Jimin nakal, ngajak bolos. eeh, Soori ngefansny sama bang agus yaa??? sama doooong.. hahahaha

  8. Si Couple emang tiap hari makin bikin parah penyakit hati gue, bawaannya iri mulu kalo udah liat Jungkook yg kerjaannya kalo ga bolos ya ngrayu SooRi-_-
    Hellow gue juga butuh perhatian dr abang Jungkook, ga bisa statusnya terus2an jadi ade2annya doang *ehekk *nyesek!

  9. Yehet! Akhirnya jung-ri couple ini muncul lagii, aku slalu menunggu kaka ngepost loh hehe..
    Ahh kuingin jari soori.. Baper mulu baca ini mah.. Pokoknya kak aku dukung karya2 kakak, jan di end-in terlalu cepet ya kak.. Kalau bisa dilanjut sampai mereka wedding wkwk #enakbatngomong hehe terserah authornya kook hanya menaruh harap aku mah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s