Ahjussi, Are You Pedofil? #3rd – By Asih_TA

iyyvyv

|Author : Asih_TA||Tittle : Ahjussi, Are You Pedofil? – #3rd||Main Cast : Jung Hye Ji, Park Chanyeol||Genre : Romance, Comedy, School life||Leght  : Multichapter||Rated  : PG 17|

|Contact Author IG : @asih_ta97|

THIS IS MY STORY! NO PLAGIAT!

.

Chapter Sebelumnya

Teaser  || Chapter I || Chapter II )

.

.

Pagi menjelang  dengan deringan ponsel yang terletak di meja nakas. Seseorang mematikannya secara kasar, pukul 7 pagi ia sudah berdiri diambang pintu dengan menyilangkan kedua tangannya. Padahal tidak perlu menunggu untuk membangunkan Hye Ji yang masih berada di alam bawah sadarnya. Sudah bertahun-tahun bersama membuat Baekhyun mengetahui sifat adiknya, bukannya ia terlalu bodoh untuk mengerti keadaan tersebut.

“ Hye Ji-ah Bangun sekarang.” Baekhyun mendekat dengan tarikan panjang selimut yang membungkus tubuh adiknya. Hye Ji mulai terusik dengan gumaman yang panjang, tiba-tiba memegang keras kepalanya yang terasa sakit.

“ Aku tidak percaya ini! Cepat bangun sebelum aku memberitau pada eomma bahwa kau mabuk tadi malam.” Ucap Baekhyun tegas.

Hye Ji membuka matanya lebar-lebar dan segera duduk dari tidurnya, menatap sang kakaknya “ Oppa, apa semalam aku ma-“

“ – kau mabuk dengan di gendong oleh seorang pria yang tidak aku kenal. Apa kau mulai liar sekarang Jung Hye Ji!!” Baekhyun membentak dengan nada tinggi namun tegas. Hye Ji terdiam dengan merasakan sesak di dadanya, ia melihat manik mata sang kakak yang menggelap.

“ Kau mulai bertingkah seperti anak kecil, harusnya kau tidak bersekolah disini. Harusnya eomma menyekolahkanmu di luar negeri, aku kecewa padamu Hye Ji.”

Baekhyun keluar dengan membantik pintu. Hye Ji menundukkan kepalanya dan matanya mulai memanas. Ada sesuatu yang menyahut hati kecilnya, seperti berkata untuk menyerah dan pergi dari hadapan Baekhyun. Ia tidak bisa, ia bahkan terlalu takut untuk kembali mendapatkan kasih sayang sang kakak yang lebih dulu di rebut oleh orang lain.

Cairan hangat mulai jatuh satu persatu membasahi pipinya. Tangan kanannya menutup mulutnya menahan agar suara isakan tidak terlalu terdengar. Ia tidak ingin terlihat lemah, tidak sebelum sang kakak melihatnya.

***

.

Di pagi yang bersamaan Chanyeol tengah menonton acara tv kesukaannya. Ia menikmatinya dengan menyesap teh hijau, aroma yang terbaik untuk mengisi liburnya. Berita pagi yang menemani kesendiriannya serta beberapa cemilan buah yang telah ia potong-potong. Mengambil sebuah garpu dan menusuk beberapa buah untuk di masukan ke dalam mulutnya.

“ Ahh nikmatnya.” Gumamnya di sela-sela menguyahnya. Matanya masih memfokuskan diri ke arah layar cebung tersebut. Sampai sebuah deringan ponsel yang mengalihkan seluruh perhatiannya. Sebuah nama yang selama ini tidak ingin ia sebut lagi oleh bibirnya telah terpapang di layar LCD ponselnya.

Park Sooyoung.

Sebuah dorongan membawa jari jempolnya mengeser tombol hijau dan menempelkan benda persegi itu ketelingannya.

“ Yobseo.”

“ Chanyeol-ah.”

Deg. .

Betapa rindunya ia dengan suara itu, sudah 2 tahun suara itu tidak pernah lagi memanggilnya dengan begitu indahnya. Chanyeol tersenyum karenanya dan terdengar sebuah kalimat lagi.

“ Maaf menggangumu sebelumnya.”

“ Tak apa.”

“ Chanyeol-ah bolehkah aku tau di mana alamatmu tinggal sekarang? Senmi ingin melihatmu katanya ia rindu padamu.”

“ Baiklah akan kukirimkan lewat via sms.”

“ Terimakasih Chanyeol-ah.”

***

.

Bunyi bel istirahat telah berbunyi itu terdengar indah di telinga seluruh siswa yang mulai bosan dengan belajar. Begitu juga dengan Minseok yang memulai meregangkan tubuhnya dan melirik sekilas bangku kosong di sampingnya. Lelaki itu perpikir sejenak dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Hye Ji yang tidak terlihat pagi ini. Namun sebuah nomornya tidak aktif, tiba-tiba menatap layar ponselnya dengan pandangan terkejut. Tidak biasa gadis itu mematikan ponselnya.

Minseok keluar dari kelasnya sembari membawa bekal makanan yang telah ia siapkan pagi-pagi sekali. Matanya melihat seorang gadis yang sedang berjalan ke arahnya dengan tebar pesona kepada setiap laki-laki yang melewatinya. Minseok memutar matanya, selalu saja pikirnya.

“ Pagi Minseok-ssi.” Sapa gadis itu sembari melihat-lihat keadaan dalam kelas Minseok “ Ngomong-ngomong di mana Hye Ji?”

“ Justru aku ingin bertanya padamu Taeyeon-ah, apa kau tau kenapa hari ini Hye Ji tidak masuk.”

“ Dia absen?”

Dan Minseok menganggukan kepalanya. Gadis bernama Taeyeon itu terlihat berpikir sejenak “ Apa mungkin dia sedang sakit?”

“ Mungkin saja, aku tidak tau pastinya. Nomornya juga tidak aktif.” Ujar Minseok. Taeyeon terdiam dan seketika tersenyum jahil “ Hei kau sangat khawatir dengannya, apa kau menyukainya?”

“ Tentu saja kami hanya teman.” Aku Minseok.

“ Teman ya?”

“ Ah sudahlah, ayo kita makan sama-sama.” Ajak Minseok dan di hadiahi wajah cemberut Taeyeon “ Shireo, aku mau makan sama temanku.”

Dahi Minseok menyerit “ Kau jahat meninggalkanku sendiri huh?!” beda halnya dengan Tayeon, gadis yang baru genap 19 tahun itu hanya mengangkatkan kedua bahunya acuh “ Apa perduliku.”

“ Padahal aku ingin mentraktirmu makan.” Minseok pura-pura kecewa dan hendak membalikkan tubuhnya, namun Taeyeon lebih dulu menahan lengan kanan atas lelaki itu, Minseok melirik sebentar seolah-olah bersifat polos layaknya anak sekolah dasar “ Ada apa, bukannya kau ingin makan bersama temanmu?”

Anni. tidak jadi, ayo kita ke kantin.” Senyum terpampang indah di wajah Taeyeon seraya mengandeng erat lengan Minseok dan laki-laki itu tersenyum mengejek “ Ada maunya saja baru berubah pikiran.”

“ Kau tau manusia identik dengan namanya gratis, apalagi sekarang saatnya jam makan siang.” Gadis itu mengedipkan sebelah matanya. Minseok lantas memutar bola matanya lagi, tidak lupa untuk pura-pura ingin muntah “ Jangan menampakkan wajah itu lagi, menjijikan.”

“ Ya! Kau ingin mati ya!”

Taeyeon hampir saya akan memukul kepala Minseok jika saja  ia tidak ingat laki-laki itu hendak meneraktir ia makan. Sedangkan Minseok berlindung dengan menyilangkan kedua tangan, berjaga-jaga gadis itu akan membuat suasana semakin menjadi-jadi.

“ Sudahlah ayo makan, perutku lapar.” Taeyeon menarik telinga kanan Minseok, sang korban berteriak kesakitan. Kalau saja ini bukan tempat umum sudah di pastikan Minseok akan membakar gadis itu, sepanjang karidor sekolah yang telah mereka lewati tak jarang juga ada beberapa orang yang menatap iri pasangan sahabat itu. Bahkan wajah Minseok sudah memerah menahan sakit, ia memekik untuk memberi respon dari tubuhnya “ Ya wanita gila, kau ingin membunuhku, lepaskan tanganmu!”

Dan Taeyeon terlihat tidak perduli.

***

.

Di kediaman rumah milik Park. Saat ini di sibukkan oleh aktivitas Chanyeol yang tengah menyiapkan makanan siang itu, bukannya sesuatu yang mudah untuk menyiapkan sup rumput laut di siang hari, apalagi mengingat dia tengah libur dengan tenang. Namun nama Senmi terlintas di pikirannya, yang terjadi adalah sebuah senyuman yang mengiasi aktivitasnya. Yang selalu di pikirannya hanya Senmi yang selalu menyukai sup rumput laut buatannya. Semoga selama 2 tahun itu tidak membuat Senmi menghilangkan rasa sukanya kepada rumput laut atau mungkin setelah kehadiran ayah barunya.

Chanyeol mendesah kecewa saat tiba-tiba bayangan Sooyoung terlintas juga di pikirannya, ia tidak ingin munafik untuk mengakuinya jika ia juga merindukan wanita yang pernah menghiasi hidupnya walau hanya sebentar. Setidaknya memberikannya sebuah pelajaran berhaga betapa penting untuk saling bertanggung jawab dan saling mempercayai. Laki-laki itu sempat terdiam sebelum sadar saat terdengar bunyi ketukan pintu.

Lantas lelaki itu melepaskan apron miliknya dan berjalan mendekati pintu. Tangannya menyentuh ganggang pintu lalu membukanya. Seorang wanita dan seorang anak kecil tengah melaimbaikan tangan mereka, Chanyeol sempat terpukau melihat bagaimana Sooyoung berpenampilan sangat cantik dengan dress selututnya. Tunggu dress?

“ Ah maaf tadi aku dan Senmi pergi ke acara pesta teman ibuku, jadi berpakaian seperti ini.” Ujar Sooyoung kikuk.

“ Y-ya tak apa.”

“ Appa aku merindukanmu.” Seorang anak kecil berjalan mendekati Chanyeol dan memeluk kakinya. Chanyeol tersenyum dan membawa anak itu dalam gendonganya, tak lupa untuk menciumi seluruh wajah anaknya. Bagaimana bisa ia tidak lupa dengan paras anaknya yang begitu cantik. Buah hatinya bersama Sooyoung.

Sooyoung tersenyum saat melihat interaksi anaknya dan mantan suaminya. Bagaimana Chanyeol meraih tubuh Senmi untuk dapat menggendongnya dan bagaimana Chanyeol menyalurkan kasih sayangnya lewat ciuman kepada wajah Senmi. Semua itu adalah kasih sayang yang muntlak.

“ Oh iya ayo masuk Sooyoung-ah.” Chanyeol bersuara dan menyadarkan Sooyoung dari lamunannya “ Ah baiklah.”

Chanyeol berjalan lebih dulu dengan tetap mengendong Senmin dan Sooyoung yang mengekorinya. Chanyeol mempersilahkan Sooyoung untuk duduk di meja tamu dan gadis itu menurutinya “ Tunggulah sebentar aku akan membawakan sup rumput laut untuk kalian berdua.”

“ Kau memasak sup?”

“ iya.”

 Sooyoung tersenyum untuk Chanyeol, senyum yang pernah mematahkan hatinya “ Kau tidak pernah berubah ya, selalu membuat sup rumput laut untukku dan Senmi.” Gadis itu menampakan mata bulan sabitnya “ Terimakasih Chanyeol-ah.”

“ Tak apa kita harus melakukannya demi Senmi.”

“ Ya aku tau.”

Chanyeol mendudukan Senmi di kursi dan mengelus rambutnya “ Jja, tunggu di sini ya, ayah akan memberikanmu sup kesukaanmu.” Senmi menganggukkan kepalanya imut dan Chanyeol mencium bibir anaknya sekilas. Chanyeol kembali berjalan ke arah dapurnya dan mengambil 2 mangkuk kemudian memasukan sup tersebut ke dalamnya, tak lupa dengan air minumnya juga. Menaruhnya di mampan yang cukup besar, ia berjalan sembari membawa mampan tersebut dan meletakkannya di atas meja tamu.

“ Maaf membuat kalian makan di sini, meja makanku sedang kotor.”

“ Tidak masalah. Senmi terlihat bahagia, lihat wajahnya.”

Ujung manik mata Chanyeol melihat wajah anaknya yang berbinar-binar menatap mangkuk yang berada di atas meja. Chanyeol berinisiatif mengambil mangkuk tersebut dan duduk di samping Senmi.

“ Senmi mau ayah suapi?” Senmi mengangguk.

Chanyeol memberikan satu suapan untuk senmi dan anak perempuan itu mengunyahnya secara perlahan “ Ini enak.” Senmi berteriak sambil memberikan dua jempolnya untuk sang ayah dan Chanyeol tertawa akan hal itu, kebahagiaan dapat begitu sederhana setidaknya itu menurut lelaki itu.

“ Chanyeol-ah bagaimana kabarmu?” Tanya Sooyoung dan mengalihkan perhatian Chanyeol.

“ Seperti yang kau lihat aku baik.”

“ Itu bagus.”

“ Bagimana kabar suamimu?”

“ Dia juga baik.”

“ Baguslah.”

Hening tiba-tiba melanda dan canggung menjadi satu. Dan Senmi berteriak minta suap lagi tentu saja membuat suasana kembali cair walau sempat merasa kikuk.

“ Sooyoung-ah ayo kau juga ikut makan bersama.”

Sooyoung membalasnya dengan sebuah senyuman “ Baiklah.”

***

.

Malam tiba dan cuaca berubah menjadi lebih dingin, saat ini banyak orang di luar yang sedang berlalu lalang. Beberapa lampu jalan menemani mereka menyelusuri perjalanan atau tujuan mereka. Beda halnya dengan Hye Ji, gadis itu duduk di kursi teras rumahnya dengan menggunakan jaket tebalnya. Ia lebih memilih berada di luar sambil menunggu ibunya pulang dari pada harus bertatapan wajah dengan kakak laki-lakinya di dalam rumah.

Hye Ji menghela nafasnya kuatnya. Seperti ada ratusan besi yang berada di punggungnya. Ia tidak masuk sekolah karena merasa buruk di depan kakaknya. Untuknya sang ibu masih kerja dan belum kembali malam itu, jika saja ibunya tau, ibunya pasti sudah membunuhnya.

Saat dirasanya sebuah deritan pintu terbuka membuat lamunannya terganggu dan menoleh ke asal suara. Matanya tiba-tiba meredup melihat siluet sang kakak tengah berjalan keluar sembari menutup pintu kembali dan Hye Ji melepas kontak matanya serta mengalihkannya namun Baekhyun terlihat masih marah dengannya.

“ Kau jaga rumah aku akan pergi.” Suara itu begitu mengitimidasinya. Tidak ada kelembutan disana, tidak ada kasih sayang di sana. Semuanya begitu dingin dan gelap bagi Hye Ji. Gadis itu kembali menatap sang kakak.

“ Kau mau pergi kemana?” Hye Ji berujar sedikit takut-takut.

“ Bukan urusanmu.”

Baekhyun hendak melangkah pergi namun Hye Ji menarik ujung jaketnya “ Setidaknya beritau aku kau mau kemana biar eomma tidak kawatir nantinya.”

“ Apa perdulimu.”

“ Oppa!”

“ Apa?! Aku ingin pergi kerumah Wendy dan jangan ganggu aku.”

Nama gadis itu kembali terucap dan membuat seluruh persendian tubuh Hye Ji terasa mati rasa. Baekhyun hendak berjalan lagi namun gadis itu kembali menarik ujung jaketnya, Baekhyun hendak protes ketika tiba-tiba saja Hye Ji menarik kerah jaketnya yang membuat tubuhnya sedikit menunduk.

Tanpa di sadari sebuah benda kenyal menempel di bibir Baekhyun, Hye Ji menciumnya. Baekhyun terkejut dan mendorong tubuh Hye Ji cukup kuat “ Kau gila Hye Ji! Aku ini kakakmu, bagaimana bisa kau menciumku!”

Gadis itu sudah menangis dengan suara isaknya “ Oppa aku mencintaimu, aku masih mencintaimu hikss.. ak- aku masih belum bisa melupakanmu hikss . .”

Baekhyun terdiam dengan memegal kuat kedua tangannya “ Kalau begitu lupakan aku, bencilah padaku maka semuanya akan terasa lebih mudah untukmu.”

“ Aku hikss . . aku tidak bisa.”

“ Maka buatlah semuanya terasa bisa.”

“ Aku pergi.” Baekhyun berjalan meninggalkan Hye Ji yang masih terisak pelan. Gadis itu memegang terali yang berada di sampingnya sambil memukul-mukul dadanya kuat. Air matanya tak kunjung mereda, bahkan semakin menjadi – jadi. Seharusnya saat ini ia belajar mengiklaskan namun begitu sulit baginya untuk memulainya. Bahkan lubang itu kembali terbuka bahkan luka lama itu malah semakin parah.

***

.

Jam menunjukkan pukul 7 malam. Chanyeol memperhatikan Sooyoung dan Senmi secara bergantian. Sooyoung tersenyum maklum dan mengelusnya surai gelap anaknya yang telah tertidur di dalam dekapannya.

“ Tak apa Chanyeol-ah, kami pulang saja.”

“ Kau yakin?”

“ Tentu saja.”

Chanyeol mendesah “ Baiklah.”

Chanyeol menuntun Sooyoung sampai di teras rumahnya dan mereka berjabat tangan sebentar. Sooyoung tersenyum dan Chanyeol membalasnya.

“ Aku pulang Chanyeol-ah, jaga dirimu baik-baik.”

“ Tentu, kau juga.”

Sooyoung memasukan tubuhnya di mobil yang terpakir di halaman rumahnya. Chanyeol membantu memasukan tubuh Senmi ke dalam mobil tepat di samping pengemudi dan tak lupa memberikan sebuah ciuman sikat di kening anaknya. Ia menutup pintu mobil tersebut dan memberi jalan kepada mobil itu untuk meninggalkan halaman rumahnya. Dan Sooyoung telah menyalakan mobilnya dan perlahan pergi meninggalkan Chanyeol yang manatap mobil tersebut hingga hilang dari pandangannya.

Chanyeol tersenyum tipis dan berbalik hendak masuk lagi ke dalam rumahnya. Namun manik matanya menatap seorang gadis anak tetangganya yang sedang duduk sembari menggunakan jaket. Bahkan gadis itu tidak menyadari kehadirannya padahal jarak mereka tidak terlalu jauh, bahkan rumah mereka hanya terpisahkan pagar pembatas saja.

Chanyeol hendak menghampiri gadis itu untuk menanyakan keadaannya namun niatnya terhenti ketika melihat seorang laki-laki keluar dari rumahnya. Chanyeol ingat laki-laki itu, dia orang yang ia temui malam itu ketika mengantar gadis itu pulang, kalau tidak salah dia adalah kakak laki-laki perempuan itu.

Mereka terlihat berbicara namun bukan berbicara seperti pada umumnya. Sepertinya mereka sedang bertengkar pikir Chanyeol. Tentu saja Chanyeol tidak mau ikut campur dan berniat kembali untuk masuk ke dalam rumahnya namun lagi-lagi niatannya terhenti ketika melihat bagaimana gadis itu menarik kerah jaket laki-laki itu dan menciumnya.

Chanyeol terkejut.

Satu kata yang tidak dapat terdefinisikan secara baik. Chanyeol memperhatikan semuanya sampai laki-laki itu berjalan meninggalkan sang gadis yang tengah menangis seorang diri.

Bukannya dia bodoh untuk mengartikan ciuman itu. Chanyeol terdiam dan memperhatikan gadis itu, ia ingin menunggu gadis itu menyelesaikan tangisnya.

Gadis itu tidak kunjung menghentikan tangisnya dan membuat Chanyeol menyerah mengambil jalan pintas dengan memanjat dan melompati pagar yang tidak terlalu tinggi untuknya.

“ Hei bocah.”

Panggil Chanyeol dan dapat ia lihat gadis itu langsung menghentikan tangisnya dan mendongakkan kepalanya ketika melihat Chanyeol mendekat kearah.

Ah-ahjussi kenapa kau bisa di sini?”

“ Mau ikut makan bersamaku?” Bukannya menjawab Chanyeol malah memberikan penawaran lain “ Tenang saja aku akan mentraktirmu.”

“ A-apa?”

“ Aku akan membayarnya dan kau dapat makan sesukamu.”

***

.

Jalanan mulai tampak sedikit sepi dan Baekhyun berjalan dengan seorang wanita di sampingnya, moodnya tiba-tiba saja menjadi buruk. Semenjak perlakuan Hye Ji tadi membuatnya pikirannya melayang entah kemana. Namun seketika terkejut ketika merasakan sebuah elusan lembut di pipi kirinya.

“ Apa yang kau pikirkan sayang?”

“ Tidak ada.”

“ Benarkah?”

“ Ya.”

“ Kau masih mau menemaniku kan?”

“ Tentu saja.” Kemudian Baekhyun menggenggam tangan lembut milik Wendy dan mencium punggung tangan tersebut.

***

.

Chanyeol memperhatikan gadis yang masih menundukkan kepalanya sejak mereka berada di sebuah cafe yang tak jauh dari perumahan mereka. Hye Ji hanya memesan Vanila Latte dan Chanyeol Cappucino. Chanyeol tidak tau harus memulai sebuah percakapan dari mana, ketika otaknya tengah asik berpikir, di sanalah Hye Ji mulai bertanya.

“ Apa kau melihatnya semuanya?”

Chanyeol terdiam sejenak namun tetap saja ia tidak bisa berbohong “ Maaf aku tidak sengaja melihatnya.”

“ Apa kau mau bilang aku menyedihkan?” Hye Ji bertanya lagi dengan mengangkat kepalanya dan menatap manik mata pria yang berada di hadapannya.

“ Tentu saja tidak.”

“ Terus kau ingin tertawa bukan?” Hye Ji menatapnya seolah mengejek dirinya sendiri. Chanyeol membalas menatap manik mata gadis itu, seperti ada luka yang dapat di ia rasakan hanya lewat tatapan saja.

“ Kau tau, cinta dapat membuat orang begitu bahagia – “ Chanyeol merendahkan tatapan matanya “ – tapi jangan pernah lupa cinta juga dapat menghancurkan segalanya.”

Hye Ji melihat Chanyeol berbicara dengan tulus tanpa ada di buat-buat “ Jika cinta bisa menghancurkan segalanya, kenapa Tuhan masih membuat cinta di dunia, kenapa ia masih memberikan rasa cinta itu padaku.”

“ Disanalah letak kesalahannya Hye Ji-ah.”

Hye Ji terdiam.

“ Cinta itu lahir darimu sendirimu sendiri, coba lihatlah kedepan karena tak selamanya kau mengandalkan cinta itu, kau juga bisa mengandalkan logika.”

“ Apa menurutmu cinta dapat menghilangkan rasa sakit?”

“ Tentu saja.”

“ Jadi bisakah kau membantuku.”

“ Membantumu?”

“ Bisakah kau juga memberikan rasa cintamu untukku.”

~ TBC ~

( Mohon untuk membaca Author Note )

Follow My IG : @asih_ta97

Haiiiii berjumpa lagi dengan saya. Besok saya perbanyak lagi deh cuplikan Hye Ji dan Chanyeol. Chap ini cukup sampai sini ya.

Terimakasih kepada readers yang telah meninggalkan komentarnya. Author cium atu-atu

Jangan lupa selalu ikuti cerita ini ya.

Love you all❤

 

46 responses to “Ahjussi, Are You Pedofil? #3rd – By Asih_TA

  1. Hye Ji sama Baekhyun bukan sodara kandung kah?
    Waah Hye Ji langsung tanpa basa-basi , pas banget tbc di bagian itu kan bikin penasaran hihi
    Ditunggu next chapternya yaa

  2. Loh knp jd bgini ? Baek sama hye emng kakak adik kan ??? Perasaaan kemarin” baik” aja tuh mereka knpa skrng jd menghindar ?? Emng baek sama hye bukan adik kakak kandung ya ?, dan soehyun itu mantan istri ? Kpan nikah nya ?

  3. Waa chanyeol udah punya anak sma mntn istri’a.
    Kok hyeji bisa suka sma baek ya,.mudh2an hyeji bsa lupain cinta’a sma baekhyun.
    Dan pengen taw reaksi chanyeol pas hyeji bilng ky gitu.
    Udh gx sbar nunggu kelnjutn’a

  4. kata kata terakhir bikin shock duh, ahay hyeji dengan polos nya ngomong begitu
    aaahhhhh gatau harus cepet dinext pokonya

  5. Mulai seru ceritanya . Hye ji sama baekhyun kan adik kakak tpi ko hye ji bisa jatuh cinta sama baekhyun huft rumit dan bikin penasaran . Ditunggu kelanjutanya

  6. Baekyun sama hyeji bukan saudara kandung kah? kenapa hyeji bisa suka sama baekhyun? asal mulanya bagaimana? aarrghh pokoknya di tunggu kelanjutannya 😆

  7. Hye ji terus terang banget!! Ayo…chan…bantu hye ji ngelupain baekhyun karena baekhyun itu milik aku#dibunuhfansbaekhyun…

  8. njayyy hyeji ama baekhyun kok bisa jeh? penasaran sama masalalunya weh. dan itu hyeji nyuruh om² buat macarin? wwkwwkw ngekek… ditunggu kelanjutannya 😘

  9. ngebayangin Chanie punya anak, astaga bapak-able banget hahaa
    sumpah serius si hye ji suka sama baekhyun, astaga bahaya tu. ayok Chan terima tawaran hyeji

    >>next chap ditunggu thor

  10. 😂😁nyesek itu klo lg enakn baca tiba2 tbc.. kbyangkn penasarannya ky ap..
    eh..😄 hyeji bnr2 blak2an bngt itu bocah tpi seru..
    next kaka

  11. hyeji terus bicara luka lm yg semakin besar kenapa, dan itu hyeji ngomong apa rasa cinta chanyeol gak bs di bagi untukmu, rs cintanya itu hanya untukku #plakkk #Abaikan
    nextttt

  12. aku sedih thor beneran… kasian hyeji…. pengen bgt dia bahagia… kenapa hidupnya ksian banget… aku gak kuat thor, aku harap lajutannya cepet ada.. keep writing and hwaiting!~

  13. Blm ada banyak moment nih mreka berdua hyeji chanyeol
    Mungkin next chptr ya berhubung hyeji udh minta tlg ke chanyeol kkkk~

  14. demi aoa/? chanyeol liat mereka kisseu ..
    Mereka bukan saudra kandung kan ya. Penasaran reaksi chanyeol kaya gimana, trus sooyoung gimana? Eh kan udah ada suami baru 😂

  15. jd baek tau y kalo hyeji cinta ke baek , aku kiraim g tau
    gimana reaksi chanyeol y stlh hyeji blng gitu
    makin penasaran lanjutan critanya

  16. Hye ji kasian banget 😭😭😭 baek nga suka sama hye ji? Atau baek pura2 ngehindar dari hye ji? Next chapnya lebih panjang donk~ 😁😁

  17. wah, chanyeol sayang banget ya sama anaknya..so sweet banget liat chan sama senmi….wah, wah, wah kok kayaknya baekhyun juga ada rasa ke hyeji sih? hm… .itu hyeji seriusan ngomong gitu ke chanyeol?? omaygat…penasaran nih sama responnya chanyeol…..

  18. seru ceritanya …
    kasihan yaa hyeji, hyeji harus move on nihb dari baekhyun..
    wahh chanyeol udh pnya anak yaa.. penasaran sma kelanjutannya

    semangat

  19. Kereen… neomu neomu neomu sukaaa, haha
    kaget ternyata si ceye dah punya anak. Tambah menarik ceritanya, oke dech see u on next chap

  20. saking frustasi karna suka kakak sndiri, *ah ini menakutkan. ku rasa om2 tdk buruk, maksudku jika seperti ‘Chanyeol’.

  21. Pingback: Ahjussi, Are You Pedofil? #4th – By Asih_TA | SAY KOREAN FANFICTION·

  22. Kok kasian ya chanyeol :” dia udah punya anak tapi cerai dan mantan istrinya udah punya suami baru. Dan hyeji juga menyedihkan😦 baekhyun bener bwner tega banget si😢

  23. Chanyeol duda😮 sungguh tak disangka, aku kira pas sooyoung nelpon tadi itu kakaknya, eh nyatanya mantan istri.. Punya anak pula,
    Dan sekarang hyeji, minta cinta dari chanyeol? Nanti mereka bakal pacaran? Pantes aja ajusi

  24. Woowww jd hye ji ska sm kakak ny ??? N dy mnt bantuan chanyeol bt dy bs ska yeol gt kkkk ~ makin seru eon😀

  25. Pingback: Ahjussi, Are You Pedofil #5th – By Asih_TA | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s