[PROLOG] FLUTTERING

CrPict : here

*

“Naheul ah, cepat ganti baju!” Ibunya berteriak dari arah dapur. Sementara Naheul yang saat itu masih di dalam kamarnya, mondar-mandir di depan lemarinya, bingung untuk memilih baju apa yang harus ia pakai.  “Naheul ah! Kau mendengar ibu tidak?” Ibunya berteriak lagi lima menit kemudian, karena Naheul belum juga keluar.

            “Nde!” Suara Naheul menyahut. Ibunya menghela nafas, lantas melanjutkan adonan kue berasnya.

            Naheul sudah mengganti seragam sekolahnya dengan sebuah dress katun selutut dengan motif bunga-bunga berwarna orange. Di tambah dengan cardigan kuning cerah di luarnya.

            “Ah, eottokhaji?” Desan Naheul. Sekarang Naheul nampak kebingungan di depan cermin, karena tidak menemukan liblam yang biasanya ia simpan di dalam laci meja riasnya. “Wae eopseo?” Ia juga sudah memeriksa di dalam ransel sekolahnya, takut-takut jika ia tidak sadar memasukannya ke sana, tapi ia tidak menemukannya juga.

            “EOMMAAAAA….!!!!” Teriak Naheul dari kamarnya. Membuat ibunya yang masih berkutat di dapur, saat itu sibuk  mengaduk Doenjang jjigae—menu special rumah makan keluarga mereka—terperanjat kaget.

            “WAAAAEEEEE??!” Teriak ibunya tak kalah nyaring, berhasil membuat ketiga karyawannya yang membantunya di dapur meringis karena suaranya. Ibunya sudah kelewat kesal. Kesal karena Naheul belum juga keluar dari kamarnya, ditambah dengan suaranya yang menggelegar ketika berteriak.

            “KENAPA LIPBLAMKU TIDAK ADA DI TEMPATNYA?” Naheul yang saat itu tengah membongkar tempat tidurnya, balas berteriak lagi. Membuat darah ibunya semakin mendidih.

            “MANA KUTAHU! KAU YANG PUNYA LIPBLAM, KENAPA MALAH BERTANYA KEPADAKU! KAU BERPIKIR AKU YANG MENGAMBILNYA? JANGANKAN UNTUK MENGAMBILNYA, UNTUK MASUK KE KAMARMU YANG BERANTAKAN ITU SAJA AKU TIDAK PUNYA WAKTU.”

             Naheul menghembuskan nafas kasar. Ia berkecak pinggang di depan tempat tidurnya yang kini semakin acak-acakan. Suara ibunya yang kasar membalas pertanyaannya, membuat emosi Naheul juga tersulut. Tapi ia berusaha untuk meredamnya, sekalipun ibunya di dapur terus saja mencercanya dengan omelan-omelan.

            “MAKANYA KALAU PUNYA BARANG ITU DI SIMPAN DI TEMPATNYA. KEBIASAAN JADI ORANG SEMBARANGAN! SIAPA YANG MAU DENGAN GADIS SEMBARANGAN SEPERTIMU?”

            Naheul masih diam dan meneruskan mencari lipblamnya di kolong meja riasnya.

            “YA! PPALI NAWA! PELANGGAN SUDAH BERDATANGAN. KAU HARUS SEGERA MEMBANTU DI DEPAN!”

            “Assa!” Naheul setengah menjerit ketika mendapatkan lipblamnya yang rupanya terjatuh di bawah meja rias. Naheul segera berdiri. Mematut kembali penampilannya di depan cermin. Ia tersenyum manis kemudian. “Yeppo,” ucapnya, memuji dirinya sendiri.

            “CEPAT GANTI BAJUMU!” Suara ibunya menggelegar lagi, “TIDAK USAH PAKAI LIPBLAM SEGALA. AYAHMU HARUS SEGERA PERGI KE ASRAMA OPPA-MU SEKARANG!”

            “ANDWAE!” Seketika itu juga Naheul bergegas mengambil tas selempangnya yang tergantung di dekat pintu kamar, lantas bergegas keluar. “Appa tidak usah ke sana, biar aku yang ke sana.” Ucapnya, begitu mendapati ayahnya yang tengah melepas apron di muara pintu dapur.

            “Apa yang harus kubawa? Ah, kimchi? Ada lagi?”

            Ayahnya masih menatapnya bingung.

            “Tidak usah, biar appamu saja yang ke sana. Kau tinggal di sini, dan membantu eomma.” Nada suara ibunya tidak sekeras tadi, tapi tetap saja tidak enak didengar. Naheul ingin ke asrama kakaknya. Dia sangat ingin ke sana. Pokoknya, dia harus ke sana. Titik.

            “Eommaaa…”

            “Waaaaaeeee?”

            “Biar aku saja yang ke sana, dan ayah yang tinggal, nde~?”

            “Andwae!” Lagi, ibunya menetapkan keputusan.

            “Apppaaaaa….” Kali ini, Naheul beralih merayu ayahnya. Ia mengalungkan tangannya di lengan kiri ayahnya. Menatap mata ayahnya dengan wajah merajuk. Berharap ayahnya bisa menolongnya melawan kemauan ibunya.

            “Geurae! Geurae!” Akhirnya ayahnya tidak tahan godaan. Ia melepaskan tangan Naheul, lantas berucap, “Kka!”

            Ibunya yang kini duduk di depan basok besar berisi lobak, kembali mengeluarkan suara keras, kali ini mengarah kepada ayah, “YAAA! Neo!”

            “Ah, biar sajalah dia yang ke sana. Di depan juga lagi banyak pengunjung, tenagaku lebih besar untuk menanganinya disbanding Naheul. Jadi, biarkan saja Naheul yang menemui oppanya.”

            Naheul melonjak kegirangan. Ia kembali merain lengan ayahnya yang siap untuk memasang apron ke tubuhnya kembali, lantas memberikan sebuah kecupan di pipinya. “Gamsahamnidang, abeoojiiii~” ucapnya dengan aegyeonya yang membuat ayahnya meringis.

            “Eiiguuuuuuu~, manjakan saja terus putrimu itu, huh.” Ibunya kembali mengomel,  “Lagipula siapa yang mau kau temui di sana, geu jibae-ya? Sampai harus berdandan seperti itu.”

            Naheul tidak mempedulikan ibunya. Ia sudah kelewat girang saat mengambil  sebuah keranjang kecil yang berisi dua toples kimchi, dan beberapa makanan yang sudah dimasukan ibunya ke sana. “Na kkalke~” serunya ketika melangkah keluar. Tapi, belum jauh ia melangkah, ibunya kembali berteriak.

            “JANGAN LUPA, SATU TOPLES KIMCHI ITU UNTUK PELATIH SO! ARRASEO?”

            “NDEEEEEEEEEEEEE~~~~~”

*

Next chapter: Chapter 1

5 responses to “[PROLOG] FLUTTERING

  1. Pingback: [CHAPTER 1] FLUTTERING | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. Itu mau ngetik Lipbalm ya author?
    Seruu bgt ceritanya. Trus jg nama tokoh kayanya baru ini aku baca yg namanya Naheul^^.

  3. Pingback: [CHAPTER 2] FLUTTERING | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: [CHAPTER 3] FLUTTERING | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Pingback: [CHAPTER 4] FLUTTERING | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s