BEST LUCK [prolog] – BY NOONAPARK

BEST LUCKK

| Title : BEST LUCK | Main Cast : Park Chanyeol, Shin Eunsoo (OC) | Genre : Comedy, Romance | Ratting : General | Lenght : Chaptered |

*

*

*

*

~o0o~

“Chanyeol? Park Chanyeol? Cepat bangun! Lihatlah, diluar sana matahari sedang menertawakanmu sejak tadi!”

Kamar yang diselimuti bias matahari itu tampak hening. Dan satu-satunya penghuni ruangan yang tidak cukup luas itu masih meringkuk diatas kasur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.

“PARK CHANYEOL!!!”

Teriakan seorang wanita kembali terdengar dari luar kamar. Namun sang empunya nama hanya bergerak sedikit, semakin meringkuk diatas tempat tidur yang hanya muat ditiduri oleh satu orang itu.

“CHANYEOL!!” Teriakan kali ini terdengar bersamaan dengan pintu kamar yang dibuka dengan kasar. “Astaga Chanyeol.” Gumam seorang wanita paruh baya yang kini berdiri di ambang pintu kamar. Ia kemudian masuk ke dalam kamar dengan langkah yang kasar. Setibanya di sisi tempat tidur, wanita itu langsung menyibak selimut yang menutupi tubuh Chanyeol, membuat Chanyeol semakin meringkuk diatas tempat tidurnya. “Chanyeol, cepat bangun. Kau tidak bekerja?”

Chanyeol mengerang, meracau tidak jelas membuat wanita yang berstatus sebagai Ibunya menghembuskan napas yang terdengar berat. Ibu Chanyeol sadar betul, bahwa putra semata wayangnya bukan lagi seorang anak kecil. Chanyeol sudah dewasa, bahkan terlalu tua jika setiap hari sang Ibu harus membangunkannya dengan cara seperti ini; meneriaki namanya, menyibak selimutnya. Dan jika cara-cara itu tidak bisa membuat Chanyeol bangun dari tidurnya, maka cara terakhir yang akan Ibu Chanyeol lakukan adalah memukuli bokong Chanyeol berulang kali menggunakan telapak tangan.

“Bangun. Bangun. Bangun!!” Seru Ibu Chanyeol sembari memukuli bokong Chanyeol semakin geram. “Bangun Chanyeol! Cepat bangun!!”

Chanyeol berusaha melindungi bokongnya, namun sang Ibu memukulinya semakin brutal hingga Chanyeol tidak punya pilihan lain selain segera bangkit dari tempat tidur. Ia duduk sembari menatap Ibunya dengan mata yang masih setengah terbuka.

“Cukup Ibu! Aku bukan anak kecil lagi!” Omel Chanyeol sambil menggaruk kepalanya, membuat rambutnya yang berantakan terlihat semakin berantakan. “Aku akan bangun, oke? Aku bangun sekarang.” Chanyeol kemudian menurunkan kedua kakinya. Setelah memasang sandal rumah—Chanyeol tidak sadar jika Ia mengenakan sandal rumahnya dengan terbalik—Chanyeol kemudian berjalan gontai layaknya zombie yang kelaparan menuju pintu kamarnya. Sesampainya di ambang pintu, Chanyeol hampir saja membentur dinding di sisi pintu karena matanya belum benar-benar terbuka.

Sang Ibu yang melihat itu hanya menggeleng pelan. Tiba-tiba Ia merasa sedih saat membayangkan bagaimana masa depan Chanyeol jika Chanyeol terus seperti itu.

“Ya Tuhan, tolong sadarkan anakku.”

_

_

Udara segar langsung menyambut saat Chanyeol membuka pintu rumahnya. Sudah menjadi rutinitas sehari-hari bagi Chanyeol, setelah bangun tidur, Ia akan membuka pintu rumahnya untuk menikmati hangatnya sinar matahari pagi, serta menikmati segarnya udara yang selalu berhembus di daerah itu yang kebetulan terletak di dataran tinggi di bagian tepi Gyeonggi-do.

Chanyeol menguap sembari mengangkat kedua tangannya ke atas kepala, merenggangkan otot. Setelah itu Ia merenggangkan otot leher, pinggang, lalu berjalan menuju kran air yang berada di bagian tepi halaman rumahnya. Chanyeol berjongkok menghadap kran, Ia barusaja akan menghidupkan kran saat bunyi brak terdengar tak jauh dari tempatnya berada. Lantas Chanyeol langsung menoleh ke belakang, mendapati dua pot bunga kesayangan Ibunya kini dalam keadaan pecah di permukaan tanah.

Mata Chanyeol membola, melihat sebuah bola kaki menggelinding tak jauh dari pot yang pecah itu. Perhatian Chanyeol kemudian teralih pada seorang bocah laki-laki delapan tahunan yang berlari memasuki pagar rumahnya. Bocah laki-laki itu berlari mendekati bola, setelah memungut bola, dengan wajah tidak berdosa bocah itu berbalik lalu berjalan santai menuju pagar rumah Chanyeol, berniat pergi.

Chanyeol yang melihat itu pun langsung berang. Ia segera bangkit lalu berjalan cepat mendekati bocah itu. “Hey! Tunggu!” Seru Chanyeol membuat sang bocah langsung menoleh ke arah Chanyeol, langkahnya pun terhenti. Lalu saat Chanyeol tiba di sisi tubuh bocah itu, Chanyeol langsung menarik satu telinganya, membuat bocah itu menjerit kesakitan.

“Aw! Sakit!”

“Dasar anak nakal!” Sembur Chanyeol. “Kau sudah merusak bunga Ibuku dan kau akan pergi begitu saja?! Apa kau tahu? Aku menghadiahkan bunga itu pada Ibuku saat aku mendapatkan gaji pertamaku!”

“Ya! Kau pikir aku peduli? Lepaskan tanganmu!” Pekik bocah itu sembari berusaha melepaskan tangan Chanyeol dari telinganya. “Dasar jelek! Lepaskan aku!”

Chanyeol melotot. “Apa?!” Bukannya melepaskan, Chanyeol justru menjewer telinga anak itu semakin kuat. “Dasar tidak sopan! Apa kau baru saja menyebutku jelek, huh?!”

Anak itu masih berusaha melepaskan diri dari Chanyeol sementara Chanyeol sibuk mengamati wajahnya. Sepertinya Chanyeol belum pernah melihat bocah itu sebelumnya. Chanyeol bertanya-tanya dalam hati dari mana bocah nakal itu berasal?

Bocah itu terus saja berontak, saat Chanyeol masih memperhatikannya, bocah itu melemparkan bola dengan satu tangannya. Dan tepat mengenai kepala Chanyeol membuat pria itu meringis.

“Aw!”

Bocah itu kemudian mendorong tubuh Chanyeol dan berlari untuk kabur.

“Ya! Berhenti kau!” Seru Chanyeol. Chanyeol yang terlanjur marah tanpa pikir panjang lagi langsung mengejar bocah itu keluar dari halaman rumahnya. “Hey! Berhenti!”

Bocah itu berlari memasuki pagar rumah yang berada tepat di samping rumah Chanyeol. Kemudian langkah Chanyeol terhenti perlahan, karena yang Chanyeol tahu, rumah yang berada di samping rumahnya itu adalah rumah yang sudah lama di tinggalkan oleh penghuninya. Meskipun sedikit bingung, namun Chanyeol kembali melanjutkan langkah larinya. Chanyeol bersumpah Ia akan mendapatkan bocah nakal itu dan memberinya pelajaran.

Setelah memasuki pagar rumah yang terbuat dari seng, Chanyeol menghentikan langkah. Tak jauh di depannya, di depan rumah kayu yang sederhana, Chanyeol melihat bocah tadi bersembunyi dibalik tubuh seseorang. Chanyeol tidak tahu siapa seseorang itu. Yang jelas, dia seorang wanita karena dia mengenakan rok selutut dan kaos polos. Chanyeol tidak bisa melihat wajahnya karena wajah wanita itu tertutupi oleh jemuran. Ya, wanita itu tampaknya tengah sibuk menjemur pakaian namun bocah nakal tadi memaksa bersembunyi di belakang tubuhnya.

“Ya! Eunwoo, apa yang kau lakukan? Jangan menggangguku. Kau tidak lihat aku sedang sibuk?”

Dari balik jemuran, samar-samar Chanyeol mendengar wanita itu memperingatkan bocah nakal tadi. Jadi bocah nakal itu namanya Eunwoo?; batin Chanyeol. Pria itu pun maju dengan langkah pelan.

Noona, ada pria jahat yang mengejarku.” Kata Eunwoo.

“Apa?” Sahut wanita yang Eunwoo panggil noona.

Eunwoo kemudian menyembulkan kepalanya dari balik tubuh wanita itu. Satu tangan Eunwoo menunjuk ke arah Chanyeol sembari Ia melanjutkan. “Itu, di sana.”

Langkah Chanyeol terhenti. Bola matanya langsung menatap Eunwoo dengan tatapan murka.

“Itu pria jahat yang mengejarku, noona.

“Apa kau bilang?” Sahut Chanyeol tak terima. “Ya! Dasar kau bocah nakal! Kau yang menghancurkan tanaman di rumahku, kau bahkan melempar kepalaku dengan bola!”

“Apa?”

 Chanyeol terhenyak saat mendapati wanita itu menampakkan seluruh tubuhnya. Ya, wanita itu berjalan menjauh dari jemuran. Ia menatap Chanyeol, lalu berjalan mendekati Chanyeol dan berdiri tepat di hadapan Chanyeol.

“Maaf, apa yang kau katakan tadi itu benar?” Tanya wanita itu. “Apa adikku merusak tanaman di rumahmu dan melempar kepalamu dengan bolanya?”

Chanyeol mengerjap pelan.

Ya Tuhan, tiba-tiba Chanyeol merasa dunianya berjalan begitu lamban.

Sangat lamban.

Chanyeol melihat wanita itu berkedip dengan pelan. Bola matanya yang bening, alisnya, hidungnya, pipinya yang tampak begitu halus dan bibir tipisnya yang berwarna pink. Kelopak mata wanita itu berkedip dengan lamban sekali lagi, membuat bibir Chanyeol melengkung dengan sendirinya. Angin masih berhembus menerbangkan anak rambut wanita itu membuat jantung Chanyeol berdesir-desir melihatnya.

Wanita itu cantik. Sangat. Cantik.

“Maaf?”

Chanyeol mengerjap cepat, terkejut saat wanita itu mengibaskan telapak tangan di depan wajahnya. Untuk alasan yang tidak Chanyeol mengerti, mendadak Ia menjadi gugup. “I-iya?”

“Aku bertanya.” Kata wanita itu. “Apa adikku benar-benar melakukan itu? Jika benar, aku ingin meminta maaf padamu.”

Wanita itu membungkuk sopan di hadapan Chanyeol membuat Chanyeol merasa bersalah melihatnya. Chanyeol merasa Ia begitu kejam telah membuat wanita cantik itu membungkuk di hadapannya. Ck!

“Adikku memang nakal. Jadi.. sekali lagi aku meminta maaf padamu.” Wanita itu kemudian menoleh ke belakang, melihat Eunwoo, berniat menyuruh Eunwoo untuk meminta maaf pada Chanyeol namun Eunwoo malah bergegas masuk ke dalam rumah dan membanting pintu saat menutupnya.

Debuman yang keras dari pintu membuat Chanyeol melirik ke arah pintu itu. Kemudian Chanyeol melirik wanita di depannya yang masih menatap pintu itu dengan tatapan yang tidak Chanyeol mengerti. Jika Chanyeol tidak salah mengartikan, apakah.. mata wanita itu menyiratkan sebuah kesedihan saat melihat jejak kepergian Eunwoo?

Wanita itu menunduk sejenak, kembali menatap Chanyeol, lalu bibirnya melengkung tipis. “Ehm, oya. Semalam aku dan adikku baru pindah dari Seoul. Sepertinya adikku belum terbiasa dengan lingkungan barunya. Jadi.. aku harap kau bisa memakluminya. Atas nama adikku, aku meminta maaf padamu.” Wanita itu kembali membungkuk di hadapan Chanyeol membuat Chanyeol kembali merasa bersalah padanya.

“Su-sudahlah. Tidak perlu meminta maaf lagi.” Kata Chanyeol gagap. Saat wanita itu menatapnya, Chanyeol tersenyum lebar dan melanjutkan. “A-anak kecil memang seperti itu. Ja-jadi..” Chanyeol menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Entah mengapa Ia menjadi malu dan merasakan pipinya memanas saat wanita itu terus menatapnya disertai senyuman. “Lupakan.” Chanyeol mengulum senyum malu-malu. “Ya, aku akan melupakannya. Jadi.. jangan meminta maaf lagi padaku.”

Wanita itu mengangguk pelan. “Terima kasih kalau begitu.”

Chanyeol hanya tersenyum. Dan selama beberapa detik kemudian, keheningan menyelimuti keduanya.

“Emm.. Oya.” Chanyeol membuka percakapan. “Tetangga baru, perkenalkan.” Sembari mengulurkan jabatan tangannya di depan wanita itu, Chanyeol melanjutkan. “Aku Park Chanyeol. Kebetulan sekali, rumahku berada tepat di sebelah rumahmu.”

Dengan senyuman ramah, wanita itu membalas jabatan tangan Chanyeol. “Aku.. Shin Eunsoo. Senang bertemu denganmu, Park Chanyeol.”

Bibir Chanyeol melengkung semakin lebar. Mengapa Chanyeol begitu bahagia mendengar nama Park Chanyeol terlontar dari bibir wanita itu? Dan lagi, wanita itu mengatakan bahwa dirinya senang bertemu dengan Chanyeol.

Sungguh, Chanyeol tidak pernah merasa sebahagia ini sebelumnya. Chanyeol merasa seperti musim semi tengah menghampiri dirinya.

Shin Eunsoo. Ya, nama itu. Chanyeol bersumpah akan selalu mengingatnya.

_

_

“Ibu! Ibu!!”

Nyonya Park tengah mencicipi masakan di depan kompor saat Chanyeol tiba di sampingnya dengan napas terengah-engah. Chanyeol kemudian mencengkram kedua lengan atas Ibunya dan memaksa wanita itu menghadap ke arahnya.

“Ya! Chanyeol, apa yang kau lakukan?!” Protes sang Ibu.

Chanyeol tak peduli. Dengan senyuman lebar, Chanyeol menjelaskan. “Ibu! Dengarkan aku!” Chanyeol benar-benar merasa bahagia, Ia tidak sabar menceritakan pada Ibunya. “Ibu, apa Ibu tahu? Aku barusaja bertemu dengan tetangga baru kita, bu. Dia sangat cantik. Cantiiikk sekali. Seperti bidadari.” Pandangan Chanyeol kini menerawang. “Ya, bidadari.” Chanyeol kembali teringat dengan apa yang Ia lihat beberapa saat yang lalu, wanita itu. “Matanya terlihat begitu indah, pipinya terlihat sangat halus. Senyumnya begitu manis dan suaranya yang lembut..” Chanyeol tersenyum. “Dia benar-benar cantik. Aku tidak pernah bertemu dengan wanita seperti itu sebelumnya.”

Nyonya Park mendengus pelan. Ia menepis kedua tangan Chanyeol dari lengannya lalu menatap Chanyeol dengan tatapan datar. “Jadi kau barusaja bertemu dengan bidadari?”

Chanyeol menatap Ibunya sembari mengangguk cepat. “Eum!”

“Dia sangat cantik?”

Chanyeol mengangguk cepat sekali lagi. “Eum! Sangat. Cantik!”

Nyonya Park mendesah pelan. “Dan kau bertemu wanita cantik dengan penampilan seperti itu?”

Senyuman Chanyeol memudar seketika. Alisnya kini bertaut. Setelah mengerjap bingung, Chanyeol pun menunduk, memperhatikan tubuhnya dan… oh, astaga.

Nyonya Park tersenyum mengejek sementara Chanyeol kini melotot memperhatikan tubuhnya sendiri. Pria itu kemudian berlari cepat menuju kamar, lalu berdiri di depan kaca panjang yang menempel pada lemari pakaiannya.

Chanyeol menatap lekat-lekat pantulan dirinya di cermin. Melihat rambut yang berantakan, wajah yang belum sempat Ia cuci dan oh, apa itu? Chanyeol mendekat ke arah cermin, memperhatikan sesuatu di salah satu sudut bibirnya. Demi Tuhan, jangan katakan itu adalah noda bekas liur Chanyeol semalam. Apa itu benar?

Sepertinya.

Napas Chanyeol tercekat. Ia mundur dari cermin sembari menatap horor pantulan dirinya pada permukaan cermin. Pria itu kini memperhatikan singlet putih yang melekat di tubuhnya. Pandangannya kemudian turun, fokus pada boxer berwarna kuning cerah dengan corak pisang.

Ya, kuning cerah. Corak pisang. Bahkan bola mata Chanyeol kini mendapati sepasang sandal rumah yang masih Ia kenakan dalam keadaan terbalik.

“Aku.. Shin Eunsoo. Senang bertemu denganmu, Park Chanyeol.”

“…. Senang bertemu denganmu, Park Chanyeol.”

“… Park Chanyeol.”

Kepala Chanyeol dipenuhi dengan suara Eunsoo, senyuman Eunsoo, wajah Eunsoo dan… Chanyeol bertemu dengan wanita itu dalam keadan seperti ini?

Chanyeol cemas. Ia mundur dua langkah. Kedua tangannya meremas rambut di sisi kepala kemudian Ia berteriak. “ANDWEEE!!!!”

_

_

_

_

_

_

*ToBeContinue*

Halo, hai! Masih adakah yang ingat dengan diriku? Hehe. Sudah lama ngga nulis berasa kaku. Tangan kaku saat ngetik ini, otak kaku, pikiran kaku, semuanya kaku. Maaf kalo ini jelek. Rencana mau dibuat chapter. Ngga janji bakal bisa cepet lanjutinnya. Pokoknya mohon doa dan semangat aja.

Anyway, I miss you soo much guys😉

 

142 responses to “BEST LUCK [prolog] – BY NOONAPARK

  1. waaa long time no see ya kak hehehe, aku seneng banget waktu kakak update lagi kkk kakak salah satu favorite author aku loh wkwkw. Suka banget ama Chan-soo duh kangen berat ini. Semoga chapter selanjutnya cepet update dan lancar-lancar aja.

    Ya ampun chanyeol-_ masih aja ya sngklek like always *ups. Oke deh! Semangat kak!!

  2. Masih inget dong kak 😄 Akhirnya kakak balik lagi bawa kopel ini. Udah kangen pengen nulis lagi ya kak? Wkwk, semangat terus ya kak. Ditunggu kelanjutannya ^^

    Keep writing ^^

  3. Annyeonghaseyo🙂
    akhirnya comeback juga😀 soalnya caratan nunggunya,
    prolog tapi panjang hahaha i like it lah🙂 next chap fighting😉

  4. wahhh long time no see your write eonni… kangeen sama tulisan eonni lagi… lanjutin ia kaka.. aq tunggu kelanjutanya… love yea…

  5. Hai Kak Imaaa 😁 bener-bener kangen sama ff nya.. Hweee.. dan kali ini Kak noona bikin ff yang keren banget, wew joha joha.. keep writing Kak, aku tunggu lanjutannya.. yey! 🙌

  6. Uwaaaa penasaran 😐 tapi si chanyeol disini lucu kali wkwk belum sadar kalo penampilan dia masih ancurr wkwk ditunggu next partnya author 😊

  7. Park chanyeol sll cocok dg karakter kocak spt itu. Si happy virus yg bikin orang lain sll ketawa ketiwi gara2 kelakuannya. Dan boxer kuning motif banana itu sumpah ngehits bgt 😂😂😂 ditunggu kelanjutannya thor 👍🏻👍🏻

  8. OMAIGOD KAKAK BETAPA AKUH MERINDUKHAN MOEE *ALAY MODE ON*
    aku teriak teriak tahu gak pas liat blog kakak ada ff baru. apa lagi pas scroll kebawah…
    OH GOODNESS TBC! IM SO HAPPY~~~
    semangat ya lanjutin FFnya kak. aduhh keren banget FF kakak!

  9. Pingback: BEST LUCK [Chapter 1] – BY NOONAPARK | SAY KOREAN FANFICTION·

  10. Huhuhuhu, ChanSoo is back
    Aku merindukanmu juga kak.. udh lama banget rasanya sejak terakhir kali aku baca ff, jadi kangen
    Park Chanyeol never change😂.. meski gitu tetep aja ganteng, org ganteng mah bebas wkwkwkw..
    Izin lanjut baca ya kak

  11. Huuaaa, ChanSoo is back
    Aku juga merindukanmu kak, udh lama bnget kyknya sejak terakhir kali baca ff, hiks
    Oh My, Park Chanyeol what the.. demi apa kamu kluar rumah dengan kondisi yg…. ehm okay, org tamvan mah bebas..
    Izin baca kelanjutannya ya..

  12. Asssiiikkkk ketemu chanyeol eunsoo lagiiiii….. Suka banget sama kapel kocak ini lol lol semoga nanti di next next chapter ada hoon juga kyaaaa cant wait…. Xoxo….

  13. akhirnya kakak update juga:)) aku sering buka blog kakak lho, nunggu update-an terbaru kakak.
    kakak author favorite no.1 di list author favorite aku hahaha, lav ya! ♡
    terus berkarya kak, hwaiting!

  14. Miss You To Eonni,Keep Writing Welcome back Di Dunia Tulis Lagi :*
    .
    ChanSoo Akhirnya Muncul lagi hhhahaha Dari Awal kenalan Chanyeol Besikap Bodoh Lagi :v Duhh Air Liur Kenapa Masih Nempel Di Muka Tampan CY Memalukan😀

  15. Chanyeol kelakuannya bener2 kayak bocah =D, perlu dipukul dibokong baru bangun dianya ._.
    What ? Ada bekas air liur ._. Saat ketemu bidadari😦 malangnya nasib chanyeol ._. Mana makai celana gambar pisang lagi =D

  16. Chanyeol mabok kli yak:’v wkwkwkwk kocak bngt, rmbutnya brantakan, ada air liur nya trs pke baju nya yg lucu, dan ktemu eunsoo pula disitu. Gak kbayang malu nya gmn si chanyeol:’3 wkwkwk

  17. ya ampun kaa inget dong sama kaka mah pasti inget😁 kangen nya duh kangen banget😁 dari sekian lama selvi engga pernah baca ff lagi, kebetulan tadi selvi liat postingan kaka di fb chapter pertamanya, terus selvi langsung baca yang prolog nya. Aduh langsung kepikiran pengen baca ff kaka, udah lama ga baca😂 dan ternyata disini yeol nya absurd banget😂 tapi masih kebayang ko, seabsurd absurd nya chanyeol pasti tetep ganteng ko 😁😂. Mumpung selvi sekarang sekolah siang masih ada waktu buat lanjutin ke chapter pertama😁 ah love you chanyeol, ka imaaaa😘😘

  18. Halloo kaka noonapark..
    Aku pembaca baru tulisan kaka nih hehehe…
    Aku suka sama tulisan kakak.. Lucu, bahasanya ringan, mudah dipahami…
    Alurnya juga jelas gak berbelit2..
    Hehe semangat ya kak nulisnyaa..
    Kayanya bakal jadi salah satu tulisan yang aku tunggu ini 😊😊😊😂😂😂

  19. Aaaaaaaaaa iseng” liat web kaka taunya ada fanfic baru.
    Aku ketinggalan deh ..
    Ini pas baca kenapa aada backsound nya sendiri ya?? Pas ibunya bilang “dan kau bertemu wanita cantik dengan penampilan seperti itu ?” seketika musik berenti dan ganti jadi kocakk . terusin dong kaaa .. Aku tunggu yaaaa
    Semangatttt

  20. akhirnya kk bikin ff baru lgi yuhuu,gatau disini mau comment apa pokonya kk klo bikin ff bagus dehh. Semangat nulis ffnya yaaa,izin lanjut bca lgi hehe

  21. Noonapark comeback lagi yeayyy
    Chansoo is back hehe
    Kakak kemana ajaaa?seneng banget kakak update lagi dengan couple absurd ini😂😂
    Bawaannya seneng mulu baca tulisan kakak, keep writing💜💚

  22. After missing chansoo to much and comeback sama sweet scane kaya gini 😂 meleleh aing kak . Semangat lanjutin ffnya kak^ ❤

  23. hai kakaaakkkk akhh akhirnya kakak kambek jugaaaa uhhh miss bgt sama chansoo kopel ala kak imaaaaa smangat kakakkkk 😘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s