PERVERT GUYS AROUND ME (CHAPTER 15) – jungnayoon

pgam11111111111Title                : Pervert Guys Around Me

Author  : jungnayoon (Twitter : @sehunnbaby)

Cast : Oh Sehun, Lee Yoomi (OC)

Support Cast : Xi Luhan, Kim Narae, Park Chanyeol and you can find others in the storyline

Genre : Friendship, Romance, Family, Fluff

Rating : PG17

Lenght : Chapter

Disclaimer : The story is pure mine! Semua cast di FF ini adalah milik Tuhan dan milik orang tua mereka sendiri. Author hanya pinjam sebentar untuk kepentingan FF ini. Dan OC adalah 100% milik author, OC adalah tokoh imajinasi author.

Previous Chapter

Prolog&1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7a | 7b | 8 | 9 | 10 | 11A | 11B | 12 | 13 | 14

 

CHAPTER 15

3 Tahun kemudian….

“Yoomi-ya, ada telepon dari Sehun. Kau jangan terlalu lama mandi!” Nyonya berteriak dari luar kamar Yoomi. Gadis itu sudah masuk ke kamar mandi sejak satu jam yang lalu namun belum juga keluar. Apa gadis itu tidur di kamar mandi?

“Iya eomma, aku hampir selesai” teriak Yoomi dari dalam kamar mandi. Sambil membilas rambutnya, gadis itu mengomel kesal karena kekasihnya-Oh Sehun selalu saja menelponnya di saat yang tidak tepat. Misalnya di saat ia sedang ada kelas dosen killer, di saat ia sedang mandi seperti saat ini, di saat sedang ada les privat, di saat ia sedang terlelap dalam tidurnya, dan di saat-saat tidak tepat lainnya. Yoomi terkadang merasa kesal, namun hal itu Yoomi anggap sebagai hal wajar karena Sehun yang di sana tidak tahu menahu bagaimana dan apa yang dilakukan Yoomi sekarang.

Yoomi yang masih mengenakan kimono dan rambut yang terbungkus handuk segera berlari menuju telepon rumah yang ada di kamarnya.

“Halo Sehun, kau belum menutupnya kan?” ucap Yoomi seketika ia mengangkat telepon itu. Sehun yang mendengar di tempat nan jauh di sana hanya bisa terkekeh. Yoomi benar-benar lucu.

“Belum Yoomi-ya” Sehun menjawabnya dengan nada tenang seperti biasanya.

“Syukurlah” Kali ini  Yoomi hanya bisa menetralkan napasnya yang terengah-engah karena berlari terburu-buru keluar dari kamar mandi.

“Kau bilang akan menelponku di hari Kamis? Tapi kenyataannya apa Sehun? Kau meneleponku di hari Sabtu? Apa kau tidak tahu betapa aku merindukanmu?” cerca Yoomi dengan sekali bernapas. Sebenarnya bukan kali ini saja Sehun tidak menepati ucapannya, ya…. walaupun Yoomi tahu kalau Sehun juga sibuk. Yoomi mencoba untuk mempercayai Sehun dan menganggap wajar apa yang Sehun lakukan.

“Kau selalu saja seperti itu, aku ada urusan kemarin, dan aku harus segera menyelesaikannya, maaf kalau aku hampir saja melupakanmu. Tapi aku akan berusaha agar kita bisa bertemu secepatnya” Sehun mengatakannya dengan nada lirih.

“Wae? Mengapa nada bicaramu aneh? Apa kau sakit?” nada khawatir ucapan Yoomi sangat kentara terdengar. Imilah yang ditakutkan Lee Yoomi, dimana saat Sehun sakit. Anak itu masih tidak ingin obat yang menyembuhkannya, sakit hanya akan menyiksanya.

“Tidak, aku hanya lapar” ucap Sehun singkat, namun diiringi dengan kekehan.

“Ya! Oh Sehun! Aku tidak bercanda. Apa kau sakit? Apa perlu aku kesana?” masih kentara nada khawatir pada ucapan Yoomi, namun lagi-lagi Sehun terkekeh. Anak itu benar-benar, Yoomi tidak sedang bercanda kali ini.

“Lalu memberiku obat dengan cara menciumku penuh nafsu?” Kali ini Sehun tertawa.

“Ya!!!!” Yoomi ingat hal yang satu ini. Sudah lama sekali, namun semua kenangan bersama Sehun masih saja membekas dibenaknya. Ia tidak akan melupakannya.

“Aku baik-baik saja Yoomi-ya, selama dua minggu ke depan aku tidak bisa menghubungimu, karena ada beberapa urusan. Maafkan aku” ucapan Sehun dengan nada lirih. Yoomi kini mengerti mengapa Sehun berkata lirih, jadi karena hal ini. Yoomi bisa memakluminya. Sehun tidak mungkin kan harus menghubunginya setiap hari? Yang terpenting pria itu baik-baik saja, hati Yoomi akan nyaman.

“Mengapa kau harus meminta maaf? Ini bukan salahmu Sehun-ah. Ini hanya masalah waktu. Kita pasti bisa melewatinya. Dan kuharap kau selalu sehat. Jangan lewatkan makanmu, dan jangan lupa istirahat. Jangan terlalu memaksakan diri Sehun-ah” Yoomi mengatakannya dengan nada ceria, agar Sehun yang ada di sanapun juga dapat merasakan keceriaan Yoomi walaupun sebenarnya Yoomi merasakan hal sebaliknya. Bayangkan, ia tidak akan mendengarkan suara orang yang paling ia rindukan selama dua minggu, pasti akan sulit bagi Yoomi yang selalu mendengarkan suara orang yang dicintainya itu setidaknya tiga kali dalam seminggu.

“Tentu Yoomi-ya. Kau sedang apa?” tanya Sehun.

“Ahhh… aku lupa, sebenarnya aku sedang mandi saat kau menelepon, aku hanya bisa membilas rambutku lalu berlari kesini. Jadi aku belum menyelesaikan mandiku” ucap Yoomi sedikit sungkan. Sehun terkekeh, Yoomi selalu saja jujur.

“ Kalau begitu selesaikan mandimu” ucap Sehun enteng. Yoomi melotot mendengarnya. Itu berarti ia harus menutup teleponnya, memutuskan hubungan suara dengan Sehun. Itu tidak mungkin, Yoomi tidak ingin mengakhiri telepon itu begitu saja. Yoomi sangat sulit sekali menghubungi Sehun, tapi mengapa Sehun terburu-buru ingin menutupnya.

“Ya! Jangan bilang panggilan internasional itu mahal, sehingga kau ingin menutup telepon?” Yoomi mengatakannya dengan nada kesal. Bagaimana tidak kesal, setelah ini Sehun tidak akan menghubungi selama dua minggu. Apa Yoomi harus menyia-nyiakan panggilan Sehun hari ini?

“Bukan begitu, kau mandi, dan kau juga bisa berbicara saat mandi bukan?” Yoomi tahu maksud Sehun, Yoomi tahu betul apa maksud Sehun. Pria mesum itu tidak berubah.

“Apa kau menyuruhku untuk melancarkan pikiran mesummu itu hah?”  nada bicara Yoomi meninggi. Sehun terkekeh, Yoomi begitu peka dan mudah sekali memahami apa maksudnya. Sepertinya Yoomi sudah mulai pintar.

“You’re right baby” ucap Sehun diiringi dengan kekehan.

“Ya!” teriak Yoomi hingga membuat Sehun menjauhkan ponselnya dari jangkauan telinganya, ia takut telinganya akan bermasalah setelah ini.

“Yoomi-ya” Yoomi mendongak menatap ibunya yang kini sedang melipat tangan di depan dadanya karena melihat tingkah Yoomi yang benar-benar tidak mencerminkan sebagai mahasiswa yang berniat untuk lulus.

“Hm?” jawab Yoomi seadanya tanpa menatap ibunya. Yoomi hanya terfokus menatap layar televisi yang kini sedang menayangkan tokoh kartun favoritnya-‘Doraemon’. Sungguh, Yoomi tidak bisa melewatkan satu saja episode kartun favoritnya itu.

“Ya! Kau tidak berangkat kuliah lagi hanya karena ini?” Ibunya kini mengambil posisi disamping Yoomi sambil menatap anaknya dengan mata melotot.

Yoomi mengangguk dengan percaya diri. Membuat mata Nyonya Lee semakin melotot, anaknya ini benar-benar tidak berpikir mengenai masa depannya. Sudah berapa kali Yoomi selalu saja melewatkan kelasnya hanya untuk tidur di rumah, menonton televisi, pergi berbelanja, pergi berlibur dan urusan yang tidak penting lainnya. Apalagi sekarang Yoomi sedang disibukkan dengan jadwal pemotretan. Yah… Sebenarnya Yoomi mengisi waktunya dengan menjadi model karena ajakan dari Kai, Kai kini menjadi model terkenal, bahkan ia sudah bebarapa kali menjadi cover boy atau berjalan di panggung catwalk fashion show. Tapi sebenarnya, alasan Yoomi menyetujui ajakan Kai adalah untuk lepas dari belenggu kehidupan sebagai mahasiswa.

“Kalau ini sangat penting bagimu, mengapa kau memilih jadwal kuliah yang bertubrukan dengan kartun kesukaanmu ini?” ucap Nyonya Lee berapi-berapi api. Setidaknya jika Yoomi memilih kelas yang tidak bertubrukan dengan jam tayang kartun favoritnya, Yoomi pasti bisa menghadiri kelas.

“Ya itulah alasanku” ucap Yoomi santai tanpa rasa bersalah sama sekali. Gadis itu sengaja ternyata. Nyonya Lee hanya menggelengkan kepalanya sambil melangkah meninggalkan Yoomi, Nyonya Lee sudah tidak sanggup lagi berbicara dengan anaknya yang keras kepala itu.

Namun belum sempat Nyonya Lee menapakkan kakinya di tangga, Nyonya Lee teringat akan sesuatu.

“Yoomi-ya, ada yang harus eomma katakan padamu” Nyonya Lee mengambil posisi duduk di samping Yoomi. Dan menatap Yoomi dengan tatapan serius. Sepertinya Nyonya Lee akan membicarakan hal serius pada Yoomi.

“Apa itu?” Yoomi mengalihkan perhatiannya penuh pada ibunya, karena sepertinya ini penting.

“Kau tahu kan kalau Sehun hampir menyelesaikan studinya?”

“Ng? Mengapa begitu cepat?” Yoomi justru balik bertanya pada ibunya. Nyonya Lee menggeleng tak percaya. Jadi Sehun belum memberi tahu Yoomi?

“Itu karena dia jenius, tidak sepertimu. Bukan itu yang penting, jadi ia belum memberitahumu? Kau sudah tahu sekarang. Eomma dan Eomma Sehun akan segera mempersiapkan segala kebutuhan pernikahan kalian mulai sekarang” Yoomi hampir saja tersedak ludahnya sendiri begitu mendengar ucapan ibunya. Apakah hal itu benar adanya, ia akan segera menikah dengan Sehun? Tapi bukankah ia masih kuliah, dan kemungkinan masih lama baginya untuk menyelesaikan kuliahnya. Tapi mengapa Sehun begitu cepat?

“Sehun ingin segera menikahimu setelah ia menyelesaikan studinya dan kembali ke sini, setelah itu ia harus bekerja di perusahaan ayahnya. Mungkin ia ingin memiliki istri saat ia sudah bekerja” Nyonya Lee menjelaskan dengan mata berbinar. Nyonya Lee tidak bisa berbohong bahwa saat ini ia sangat senang mendengar Sehun akan segera menikahi Yoomi. Bahkan ia melonjak bahagia, saat Nyonya Oh menghubunginya.

Yoomi sejenak mematung, ia tidak percaya. Dan hal itu akan segera berlangsung. Ia tidak menyangka bahawa  Sehun bisa sejenius ini hingga dengan mudah sekali ia menyelesaikan studinya. Yoomi saja tidak yakin kapan ia bisa menyelesaikan studinya, mungkin saja ia harus membusuk di perguruan tinggi lebih dari lima tahun karena otak kosongnya.

Tidak dipungkiri Yoomi juga sangat senang mendengar berita ini. Ia ingin sekali menelepon Sehun dan menanyakan kebenaran berita ini.

“Dan kami sudah merencanakan kunjunganmu ke Jerman untuk menemui Sehun, juga untuk melakukan pre-weeding di sana. Kau senang?” Nyonya Lee begitu bahagia melihat Yoomi yang sangat bersemangat saat ini.

“Tentu saja eomma, aku akan bertemu dengan Sehun” Yoomi menampakkan senyum penuhnya. Ia sangat bahagia. Sangat sangat bahagia, sehingga ia tidak bisa mengungkapkan betapa bahagianya ia.

“Seminggu lagi persiapkan dirimu, kami akan mengurus cuti kuliahmu untuk beberapa minggu” Nyonya Lee pergi setelah sebelumnya tersenyum puas karena reaksi anaknya. Nyonya Lee bisa mengetahui betapa Yoomi mencintai Sehun karena reaksi gadis itu.

Yoomi mempersiapkan segala sesuatu yang akan ia bawa, dan merencanakan segala apa yang akan ia lakukan saat di Jerman nanti. Yoomi memang tidak bisa berbahasa Jerman, dan bahasa inggrisnya pun cukup buruk. Namun ia tidak begitu memikirkannya, karena Chanyeol akan membantu Yoomi. Mulai dari kedatangan hingga apapun kebutuhan Yoomi di Jerman. Yoomi hanya memberitahu Chanyeol, kerena ia berniat untuk memberi Sehun kejutan kedatangannya.

Hari pertama kedatangannya, ia akan langsung pergi ke apartemen Sehun pagi buta, lalu menyiapkan hidangan untuk ulang tahun Sehun karena hari itu tepat ulang tahun Sehun yang ke-22. Yoomi memang buruk dalam hal pelajaran, namun ia cukup baik dalam hal memasak. Bukankah ia adalah calon istri idaman?

Yoomi perlahan membuka matanya, mengedip berkali-kali mencoba membiasakan sinar matahari yang masuk ke matanya. Hari ini sepertinya akan menjadi hari yang cerah karena sang matahari sudah mulai berani menampakkan sinarnya di pagi ini.

Yoomi tersenyum sembari mencoba menangkap sinar matahari yang masuk melalui celah jendelanya dengan tangannya. Namun Yoomi tertegun setelahnya, ia sepertinya lupa akan sesuatu.

Matahari?

Sinar matahari???

Sial! Yoomi baru ingat! Seharusnya tadi pagi-pagi buta ia pergi ke apartemen Sehun untuk memberi kejutan pada Sehun. Sial! Mengapa ia harus bangun kesiangan!

Semalam Yoomi baru saja sampai di Jerman, dan Chanyeol yang menjemputnya dan mengantarkan Yoomi ke apartemennya. Mungkin Yoomi terlalu lelah sehingga ia bangun siang seperti ini. Lagi pula dimana ponselnya? Seingat Yoomi, ia sudah memasang alarm agar membangunkannya pukul 4 pagi, tapi mengapa Yoomi tidak mendengarnya?

Yoomi mencari ponselnya, mulai dari membuka selimut, bantal, sprei, hingga berjongkok mencari ke bawah ranjangnya namun percuma saja. Ponselnya raib entah dimana.

“Ponsel sialan! Kau dimana??” Yoomi berteriak karena mulai frustasi karena ponselnya yang hilang. Namun sedetik kemudian, ia melihat sesuatu bersinar di akuarium tidak jauh dari ranjangnya.

“OH GOD! Ponselku?? Bagaimana kau bisa di situ?” Yoomi berlari terburu-buru dan menyelamatkan ponselnya. Untung saja masih berfungsi, hanya saja tidak mengeluarkan suara, kemungkinan speaker ponsel itu mengalami kerusakan.

Yoomi mulai berpikir, bagaimana ponselnya bisa terendam di akuarium?

Sebenarnya alarm ponsel Yoomi berbunyi terus-menerus. Bosan mendengarnya, Yoomi meleparnya sembarang sehingga tenggelam sukses di dasar akuarium. Sungguh, Yoomi dalam keadaan tidak sadar saat melakukannya. Itu yang membuat alarm Yoomi berhenti berbunyi hingga Yoomi bangun kesiangan. Semua itu adalah salah Yoomi, kini bagaimana dengan kejutan ulang tahun Sehun.

Yoomi berpikir, tidak mungkin ia harus menunggu hari esok kembali, untuk memberi kejutan kedatangannya pada Sehun. Apa ia harus menyusul ke tempat kuliah Sehun sekarang. Karena tidak mungkin juga Yoomi menunggu Sehun pulang, karena kepulangan Sehun tidak tentu. Ia sering pulang malam. Baiklah! Ia akan pergi ke tempat kuliah Sehun dan bertemu dengan Sehun. Persetan dengan kejutan. Yang terpenting sekarang adalah ia bertemu dengan Sehun, bukan yang lain. Bukankah kedatangan Yoomi sudah kejutan besar bagi Sehun?

Yoomi segera bersiap, ia sudah mendapatkan alamat tempat dimana Sehun kuliah dari Luhan jauh-jauh hari, ia hanya perlu naik taksi untuk menuju tempat itu. Yoomi tidak akan tersesat bukan?

“Sial, bagaimana bisa aku menemukan Sehun di tempat sebesar ini. Hal itu mustahil. Oh what the f*ck today!” Yoomi mengumpat dengan semua umpatan yang bisa dikeluarkan oleh mulut tidak sabarannya itu.

Seharusnya ia pergi ke gerai ponsel dulu, untuk membeli ponsel baru. Kalau begini ia harus menghubungi siapa? Oh salahkan Yoomi yang terburu-buru langsung pergi ke tempat kuliah Sehun tanpa mengecek ponselnya.

Yoomi berkeliling dari gedung ke gedung, ia berharap dapat menemukan orang yang bisa berbahasa Korea di tempat itu. Namun percuma saja, Yoomi hanya menemui orang-orang yang berceloteh dengan bahasa yang tidak ia pahami. Namun bukan Yoomi kalau menyerah begitu saja. Yoomi mencoba mencari gedung fakultas tempat Sehun kuliah.

Namun karena terlalu sibuk melihat ke segala arah, ia tak sengaja menabrak seseorang.

“Yaissshhh! Kau punya mata tidak?!” Bukan Yoomi kalau ia minta maaf setelah membuat kesalahan. Yoomi justru memarahi orang yang baru saja ia tabrak.

“Ahh… Maafkan aku. Apa kau orang Korea?” Tak diduga ternyata yang ditrabrak Yoomi berbicara dengan bahasa Korea.

“Iya. Kau juga orang Korea?” tanya Yoomi. Nada bicara yang kasar kini telah berubah menjadi lembut tatkala ia menemukan orang Korea.

“Iya. Senang bertemu denganmu. Apa kau juga kuliah di sini?” tanya gadis itu cukup lembut dibarengi dengan senyum manis. Benar-benar tidak seperti Yoomi, gadis itu cerminan gadis lembut lemah gemulai yang sebenarnya tidak begitu Yoomi sukai. Tapi Yoomi  benar-benar butuh bantuannya.

“Tidak, aku ingin bertanya padamu. Apa kau kenal dengan Sehun?” tanya Yoomi dengan semangat dan tatapan serius.

Gadis itu langsung mengangguk tanpa berpikir. Sepertinya gadis itu memang sangat mengenal Sehun.

“Oh Sehun sahabat Park Chanyeol kan. Oh ya.. Aku belum bertanya siapa namamu” gadis itu masih saja bersikap ramah pada Yoomi. Tapi bagaimana gadis itu mengenal mereka berdua?

“Aku Lee Yoomi. Bagaimana kau mengenal mereka berdua?” Yoomi menatap penuh selidik ke arah gadis itu.

“Perkenalkan, aku Jung Dahye, kekasih Park Chanyeol” gadis yang bernama Dahye itu menampakkan eye-smile-nya. Tunggu! Kekasih? Bagaimana dengan Hyena? Yoomi memang sudah tidak pernah bertemu lagi dengan Nam Hyena. Tapi sejak kapan mereka putus? Sehun juga tidak memberitahunya tentang hal ini. Apa mungkin Chanyeol berselingkuh?

“Aishhh… Dasar playboy sialan. Kau benar-benar brengsek” Yoomi menggumamkan umpatan yang tidak begitu dapat didengar jelas oleh Dahye.

“Apa yang kau katakan?” tanya Dahye dengan dahi berkerut.

“Ani” Yoomi mencoba menyembunyikannya, dan tersenyum manis. Ia harus meminta penjelasan pada Chanyeol. Chanyeol bisa selingkuh, tidak menutup kemungkinan juga bagi Sehun.

“Bisa kau beritahu aku dimana mereka?” Dahye mengangguk menyetujui.

“Tapi sepertinya mereka sedang ada kelas sekarang. Bagaimana kalau kita berkeliling?” tawaran Dahye hanya ditanggapi Yoomi dengan anggukan. Namun dibarengi dengan senyum, Yoomi sudah cukup nyaman dengan Dahye. Dahye banyak bercerita bagaimana keseharian Chanyeol dan Sehun di sini. Yang mereka lakukan hanya belajar, belajar dan belajar. Kalau Yoomi jadi mereka, mungkin Yoomi sudah terkapar sekarat sejak lama karena terus menerus belajar. Otak Yoomi juga bisa meledak karena terus membaca buku dan menampung banyak pelajaran. Namun hal itu berbeda bagi Sehun dan Chanyeol. Mereka berdua si tampan jenius.

“Oh.. Aku ada kelas, bagaimana kalau kau berkeliling sendiri?” Dahye hampir lupa kalau ia ada kelas jam ini. Yoomi hanya mengangguk.

“Semoga kita bisa bertemu kembali Lee Yoomi” ucap Dahye sambil melambaikan tangannya pada Yoomi.

“Aku harap juga begitu Jung Dahye”  Yoomi tersenyum membalas lambaian tangan Dahye.

Sehun berjalan sambil membaca buku tebalnya, tidak ada yang tidak bisa dilakukan Oh Sehun, bahkan ia bisa belajar sembari berjalan.

Mulai bosan Sehun menutup bukunya, dan berjalan santai tanpa tujuan. Namun baru beberapa langkah ia melihat sosok yang tidak asing baginya, sosok yang sekarang benar-benar dirindukannya, sosok yang sering  muncul dalam pikirannya, sosok yang menyita segala perhatiannya. Sosok itu adalah makhluk terindah di mata Sehun. Sehun sangat ingin merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya. Gadis itu adalah Lee Yoomi. Kekasihnya yang benar-benar ia rindukan.

Sehun mencoba melangkahkan kakinya mendekati Yoomi, namun langkahnya terhenti. Ia memandangi Yoomi dari belakang, ia melihat Yoomi yang sedang mencoba membaca tulisan yang ada di papan pengumuman. Sesekali gadis itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mungkin Yoomi tidak mengerti apa yang tertulis di papan itu. Sehun terus menatap gadis itu dalam diam, menatap tanpa sepengetahuan gadis itu.

Yoomi mulai bosan karena tidak bisa membaca tulisan yang ada di papan, hampir saja ia merobek segala kertas yang ada di papan. Sehun terkekeh melihat tingkah konyol Yoomi. Yoomi melangkah pergi meninggalkan tempat itu, Sehun mengikuti langkah per langkah yang diambil gadis itu. Sesekali Yoomi menendang udara, mungkin ia merasa bosan karena sampai sekarang ia belum bertemu dengan Sehun.

Sehun mengambil ponsel disakunya, lalu menghubungi Chanyeol,

“Hyung, aku butuh bantuanmu–”

Sehun masih mengikuti langkah gadis itu dari belakang.

Yoomi berhenti , sepertinya ia ingin bertanya sesuatu pada segerombolan mahasiswi yang sedang berbincang.

“Excuse me, do you know Oh Sehun?” ucap Yoomi sedikit gagu.

“Who the f*ck you are? Are you one of  Sehun’s freaking fans?” ucap gadis itu angkuh. Yoomi tidak mengerti apa yang di ucapkan gadis itu. Namun ia cukup tahu kalimat menghina yang diucapkan gadis itu.

“What?? Oh Okay… Yes. Yes! Yes you!” Yoomi tidak tahu apa yang harus ia ucapkan. Ia hanya mengucap seadanya lalu berlalu dari tempat itu. Mengapa orang-orang disini tidak bisa bekerja sama denganya.

Sehun yang melihat adegan itu hanya terkekeh, Yoomi benar-benar lucu saat sedang kesal. Sehun kembali mengikuti laku gadis itu. Yoomi mengambil sesuatu di sakunya, gadis itu mengambil ponselnya yang sudah rusak.

“Kalau aku sedang ada di rumah, pasti kau sudah kulempar entah kemana. Tapi sekarang aku sedang tidak ada di rumah, bagaimana aku mencari bantuan tanpamu” Yoomi berbicara pada ponselnya dengan nada emosional.

Sehun mengerti sekarang mengapa gadis itu tidak meminta bantuan siapapun untuk menemukan dirinya, ternyata ponsel gadis itu rusak. Kenyataan itu membuat Sehun terkekeh, lagi-lagi kecerobohan gadis itu benar-benar…

Yoomi harus menemukan gerai ponsel di sekitar tempat itu, dan harus membeli ponsel baru. Langkah pertama Yoomi harus menemukan sebuah departemen store, pasti di sebuah departemen store ada gerai ponsel di dalamnya.

Yoomi segera keluar dari tempat itu dan menyewa jasa taxi, Sehun yang masih mengintai gadis itu segera mengikutinya. Dan benar saja, Yoomi pergi ke gerai ponsel di sebuah departemen store.

“I will buy this, emm.. h-how much the p-price?” Jujur Yoomi gugup sekali mengatakan kalimat itu, karena sungguh ia tidak mengerti apa yang ia ucapkan. Sehun pun juga terkekeh karena pengucapan Yoomi yang salah. Namun sepertinya pelayan toko itu mengerti dan lantas mengambil ponsel yang di pilih Yoomi.

Pelayan itu menjelaskan tentang detail ponsel itu, namun Yoomi hanya menanggapinya dengan memutar bola matanya malas. Yoomi benar-benar gadis yang tidak sopan. Tapi bisakah pelayan itu mempercepatnya, Yoomi sama saja tidak tahu menahu apa yang diucapkan pelayan itu.

“Just give it to me and I’ll pay this!” ucap Yoomi dengan tatapan tajam. Pelayan itu tetap tersenyum dan menuruti apa mau Yoomi.

Yoomi segera menghubungi Chanyeol.

“Hai brengsek.. Kenapa kau tidak menghubungiku seharian, bisakah kau membalas pesanku??” cerca Yoomi begitu Chanyeol mengangkat sambungan ponselnya. Chanyeol hanya tertawa terbahak-bahak.

“Ya Lee Yoomi, kau tidak berubah sama sekali, kau tetap bodoh” Chanyeol masih saja menertawai Yoomi karena kegagalan rencana awal Yoomi. Ya! Sebelumnya Yoomi mengirimkan banyak pesan pada Chanyeol, namun Chanyeol tidak membalasnya barang sekali. Padahal Yoomi sudah mengatakan bahwa ponsel Yoomi sedang rusak, namun tetap tidak dibalas oleh Chanyeol. Laki-laki itu berusaha mempermainkan Yoomi.

“Yaaa!!!! Kau bilang kau akan membantuku?” teriak Yoomi frustasi.

“Baiklah aku akan membantumu. Temui aku, aku akan mengirim alamatnya melalui pesan. Aku tunggu jam 7 sore ini” ucap Chanyeol lantas menutup sambungan. Laki-laki gila itu benar-benar. Yoomi sudah hampir benar-benar menjadi gila seperti ini, laki-laki itu tetap saja menelantarkannya. Oh baiklah, setidaknya Chanyeol akan membantunya setelah ia menemui lelaki itu.

Yoomi sepertinya harus pergi secepatnya.

Dan disini Yoomi sekarang, di rooftop sebuah gedung apartemen mewah. Yoomi menunggu sambil memainkan ponsel barunya. Chanyeol begitu lama, ia harus menanyakan alamat apartemen Sehun pada Chanyeol setelah bertemu dengan laki-laki itu. Tunggu! Pertama-tama Yoomi harus menendang atau memukul Chanyeol dulu. Ia harus membalas Chanyeol.

“Apa kau menunggu lama?” Tiba-tiba Yoomi merasakan ada sesuatu yang menempel di daun telinganya, bisa di tebak itu adalah bibir seseorang, tapi suara bisikan di  telinganya itu—Yoomi sangat mengenali suara ini. Napas Yoomi tercekat begitu menyadari siapa pemilik suara itu, sejenak Yoomi mematung, sebelum bibir yang sebelumnya menempel di telinganya kini berpindah ke lehernya. Mengecup leher Yoomi, memberi sengatan listrik yang sudah lama tidak Yoomi rasakan. Yoomi tersadar begitu kecupan itu terlepas dari lehernya. Yoomi berbalik perlahan, kini bibir itu beralih mencium bibir Yoomi, hanya sekedar menempel namun dalam waktu yang tidak bisa di bilang sebentar. Yoomi menutup matanya perlahan, mencoba merasakan hangat ciuman yang sudah lama tidak ia rasakan. Ciuman dari orang yang paling dinantikannya-Oh Sehun.

Sehun dengan gerakan perlahan menangkup kedua pipi Yoomi dan sedikit mengangkat kepala Yoomi agar lebih mendekat padanya. Perlahan kecupan itu berubah manjadi lumatan ringan, lumatan yang sarat akan kerinduan. Belum ada balasan dari Yoomi, Yoomi masih saja diam dan menerima perlakuan Sehun.

Namun tidak lama kemudian, Yoomi menyambut ciuman Sehun. Ia bisa merasakan betapa lembut dan hangatnya bibir Sehun. Ia benar-benar tidak ingin melepaskan bibirnya dari bibir tipis Sehun, sepertinya ia telah kecanduan dengan sensasi ketika bibir mereka saling bersentuhan seperti ini.

“Kau sangat merindukanku?” pertanyaan itu terlontar dari bibir Sehun begitu Sehun melepaskan kontak bibirnya pada bibir Yoomi. Bisa dibilang itu bukan pertanyaan namun pernyataan. Mengapa Sehun harus bertanya kalau ia sendiri tahu jawabannya?

Yoomi mencoba menetralkan napasnya sebelum ia mengangguk menanggapi pertanyaan Sehun.

Sehun berjalan memutar dan duduk di samping Yoomi. Yoomi menatap Sehun lekat, ia sungguh merindukan sosok di sampingnya itu, dan kini betapa senangnya ia bisa bertemu dengan sosok itu.

“Wae?” tanya Sehun begitu menyadari tatapan Yoomi. Yoomi menggeleng, namun senyum tak lepas dari bibir tipisnya.

“Apa kau tidak berniat duduk di pangkuanku?” tanya Sehun sambil menepuk kedua pahanya, menyuruh Yoomi untuk duduk di atasnya.

Yoomi kembali menggeleng.

“Kalau begitu berdiri!” Sehun memerintahkan Yoomi untuk berdiri, dan Yoomi menurutinnya. Sehun memberi kode pada Yoomi untuk duduk di pangkuannya, ya tuhan laki-laki dihadapan Yoomi ini benar-benar keras kepala.

“Cih” Yoomi mendecih namun juga terkekeh, Sehun tidak berubah sama sekali.

Terlalu lama, Sehun lantas menarik pergelangan tangan Yoomi hingga Yoomi terduduk dipangkuannya.

“Kau harus menurut pada calon suamimu, sayang” Sehun membisikkannya tepat di telinga Yoomi membuat Yoomi bergidik. Entah sejak kapan Yoomi tidak merasakan sensasi seperti ini. Hal ini membuatnya bahagia.

“Apa kau bertambah pintar?” Sehun kembali menanyakan pertanyaan retoris. Apa ia berniat mengejek Yoomi. Air muka Yoomi berubah seketika, Sehun terkekeh. Ia sudah tahu apa jawaban Yoomi, walaupun Yoomi tidak memberitahunya tentang perkembangan yang satu ini, namun Luhan terus saja melaporkan apapun tentang Yoomi. Yoomi juga tidak berniat protes, memang ia belum bertambah pintar.

“Kau bilang ingin berubah, mengapa justru kau lebih mengenaskan dari pada sebelumnya” tanya Sehun dengan nada lembut, berharap Yoomi tidak tersinggung.

“Aku juga ingin berubah, namun berubah itu sulit. Saat kau pergi, aku memang bertekad berubah, namun lama-kelamaan otakku seperti terbakar karena terus membaca dan belajar. Dan setelahnya, aku tidak berniat lagi menyentuh buku” Yoomi mengatakannya dengan percaya diri. Bahkan sepertinya ia sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Sehun.

“Kau memang ditakdirkan bodoh Yoomi-ya” Sehun terkekeh setelah mengucapkannya.

“Ya  begitulah” Yoomi menjawab seadanya, karena memang itulah kenyataanya. Ia tidak bisa memungkiri menjadi pintar itu sangat sulit. Beruntunglah, Sehun yang sudah ditakdirkan pintar. Yoomi memainkan jemari Sehun yang ada di pangkuannya. Sebenarnya Yoomi sangat malu, ia sudah berjanji pada Sehun untuk berubah, namun sekarang apa kenyataannya? Itu benar-benar memalukan.

Yoomi terus saja memainkan jemari Sehun untuk menghilangkan rasa malunya. Sehun yang diperlakukan seperti itu merasa sedikit geli, namun tak dipungkiri ia merasa seperti ada  listrik yang menyengat ke seluruh tubuhnya.

“Oh tunggu…. Apa Chanyeol yang merencanakan semua ini, apa Chanyeol juga menceritakan semua rencanaku sebelumnya?” Yoomi was-was, ia akan semakin malu kalau Sehun tahu lebih banyak kebodohannya. Dan seketika seperti ada bom yang meletus di kepala Yoomi tatkala Sehun mengangguk dan menunjukkan senyum liciknya.

“Aishhh” Yoomi mengumpat sambil  menundukkan kepalanya dalam-dalam. Ia merasa semakin malu. Chanyeol benar-benar tak termaafkan.

“Kau tidak perlu melakukan semua itu, kedatanganmu sudah merupakan kejutan berharga bagiku, kau berada di sampingku itu sudah sangat cukup bagiku” Sehun menyenderkan dagunya ke bahu Yoomi. Dalam posisi seperti ini, Sehun dapat mencium aroma tubuh Yoomi. Aroma itu benar-benar membuatnya sering kehilangan akalnya. Sehun menarik Yoomi, merengkuhnya lebih dalam, seperti tak ingin melepaskan gadis itu.

“Aku juga ingin bertanya satu hal lagi. Mengapa gadis yang bernama Dahye bisa menjadi kekasih Chanyeol? Bagaimana dengan Hyena?” tanya Yoomi sambil mengelus lembut tangan Sehun yang memeluknya.

“Mereka sudah putus lama” ucapan Sehun membuat Yoomi terkejut, putus lama? Tapi kenapa?

“Tapi mengapa, bukankah hubungan mereka baik-baik saja?” Yoomi bertanya dengan aksen tinggi, ia cukup terkejut.

“Karena Chanyeol tidak pernah mencintai Hyena” Sehun kembali menjawab seadanya dengan kalimat singkat.

Kali ini Yoomi kembali terkejut. Dasar bajingan brengsek!

“Tidak mencintai tapi mengapa mau menjadi kekasih Hyena?” Sebelum rasa penasaran Yoomi menghilang Yoomi akan terus melontarkan pertanyaan.

“Untuk melindungimu” ucap Sehun singkat kembali. Sebenarnya Sehun malas sekali membahas hal ini.

Yoomi mematung mendengar kalimat Sehun yang terakhir. Melindunginya? Tapi kenapa? Yoomi tidak bisa berpikir jernih lagi. Chanyeol ingin melindunginya sehingga lelaki itu menjadi kekasih Hyena, gadis yang tidak ia cintai?

Karena terlalu sibuk berpikir, Yoomi bahkan tidak merasakan kepala Sehun yang semakin mendesak ke lehernya. Dan pada akhirnya bibir Sehun mendarat di bawah telinganya. Mengecup sebentar, masih tidak ada tanggapan dari Yoomi. Sehun memberanikan untuk melumat dan menghisapnya perlahan. Hal itu membuat Yoomi terkesiap lalu menjauhkan lehernya dari jangkauan Sehun.

“YA! Tahan nafsumu bodoh!” Yoomi mendaratkan pukulan ringan ke kepala Sehun. Membuat Sehun merintih kesakitan.

“Ya! Lee Yoomi jangan menggunakan kekerasan, kau jadi lebih menakutkan” ucap Sehun sambil mengelus kepalanya yang dipukul Yoomi.

“Itu karena kau tidak bisa menahan nafsumu” Yoomi berteriak pada Sehun.

“Itu juga karena kau sedang memikirkan Chanyeol hyung!!” Sehun tak mau kalah, ia tahu bahwa sebelumnya Yoomi memikirkan Chanyeol. Jadi Sehun berniat untuk membuyarkan lamunan Yoomi.

“Itu karena aku masih penasaran mengapa Chanyeol berniat untuk melindungiku”

“Karena dia masih mencintaimu bahkan sampai sekarang” ucap Sehun dengan nada lemah. Jujur  Sehun sangat tidak ingin mengatakan hal ini. Namun ia mau tidak mau harus mengatakan pada Yoomi kebaikan Chanyeol.

“Ye? Bagaimana bisa?” Jujur, sebenarnya saat putus dengan Chanyeol, perasaan Yoomi pada Chanyeol masihlah sama, ia masih mencintai Chanyeol, namun ia harus memutuskan Chanyeol, dan Chanyeol juga langsung menyetujuinya, jadi Yoomi menyimpulkan bahwa Chanyeol sudah tidak menyukainya. Namun ia salah, Chanyeol mau menerima keputusan Yoomi untuk putus hanya karena ingin melindungi Yoomi. Yoomi kau begitu beruntung, bahkan cinta pertamamu masih menyimpan perasaan padamu.

“Wae? Apa kau berniat kembali pada Chanyeol hyung?” Sehun menatap Yoomi tajam begitu menyadari Yoomi tersenyum.

“Aku sudah mencintaimu, jadi aku akan mempertahankanmu disini” Yoomi menunjuk dada kirinya. Tak dipungkiri Sehun senang mendengar ucapan Yoomi. Bahkan ia tak bisa menyembunyikan senyumannya.

“Kau yang terbaik, Yoomi-ya” ucap Sehun kembali mengarahkan wajah Yoomi mendekat ke wajahnya lalu tak butuh waktu lama Sehun mendaratkan bibirnya ke bibir mungil Yoomi.

“Waaaaahhhhh daebak! Aku tidak menyangka bahwa kau akan menyiapkan semua ini” ucap Yoomi terlalu senang karena Sehun menyiapkan candle light dinner untuknya.

“Dengan bantuan Chanyeol hyung tentunya” ucap Sehun jujur. Chanyeol memang berperan penting pada pertemuan mereka saat ini.

“Kita harus berterima kasih padanya” ucap Yoomi sambil mendudukkan dirinya pada kursi yang telah di tarik Sehun untuk dirinya.

“Pasti” ucap Sehun tanpa menghilangkan senyuman dari bibirnya.

“Happy birthday my beloved Oh Sehun” ucap Yoomi sembari memandang lekat Sehun.

“Kau tidak lupa ternyata. Terima kasih my beloved Lee Yoomi, aku akan segera mengganti margamu menjadi Oh Yoomi. Aku berjanji, secepatnya” Sehun mengatakannya dengan nada bersemangat.

Yoomi senang ketika Sehun menjadi tidak sabaran seperti ini, sangat menggemaskan.

“Mau kutunjukkan sesuatu yang indah?” Sehun tersenyum sambil mengedipkan salah satu matanya. Yoomi mengangguk  menyetujui.

Sehun mengambil dua gelas wine, dan memberi kode Yoomi agar mengikutinya. Yoomi dengan sikap manis mengikuti Sehun. Entah akhir-akhir ini apa yang membuat Yoomi bersikap manis, apa hal itu karena Oh Sehun. Namun sepertinya hal itu memang benar adanya. Keberadaan Oh Sehun sangatlah berpengaruh pada Yoomi. Bisa dibilang Sehun adalah orang terpenting bagi Lee Yoomi.

“Lihatlah!” ucap Sehun sambil mengedikkan dagunya, bisa dilihat kali ini pemandangan kota Berlin di malam hari.

“Wuaahhhhh… Daebak!” cicit Yoomi sambil bertepuk tangan. Sejak kapan Yoomi bisa bersikap semanis itu, Sehun benar-benar tidak menyangkanya.

“Bagaimana dengan love shot?” Sehun menawarkannya sambil mengedipkan salah satu matanya. Yoomi mengangguk dan mengambil alih gelas yang sebelumnya dibawa Sehun, lantas keduanya melakukan love shot. Pemandangan yang benar-benar indah.

Sehun berjalan ke belakang Yoomi memberikan Yoomi pelukan dari belakang, memberi sedikit kehangatan pada tubuh Yoomi. Tak dipungkiri rasa senang menyelimuti tubuh serta hati Yoomi. Ia tidak pernah membayangkan sebesar ini rasa rindunya pada Sehun hingga ia tidak berniat melepaskan genggaman tangannya pada tangan Sehun yang ada di perut datarnya.


Setelah melakukan serangkaian pemotretan pre-wedding mereka, Sehun dan Yoomi mengistirahatkan tubuh lelah mereka. Kali ini Yoomi berada di apartemen Sehun. Walaupun di tengah sibuknya studi Sehun untuk ulangan akhir, namun Sehun menyempatkan dirinya untuk melakukan pemotretan pre-wedding mereka.

“Tiga hari lagi aku akan melaksanakan ulangan akhir jadi jangan berulah kalau kau ingin segera menjadi istriku” Yoomi bergerak mendekat ke arah Sehun yang sedang berbaring di sampingnya.

“Begitukah? Tidak bolehkah?” ucap Yoomi sambil perlahan mengelus perut ber-abs Sehun. Tak dipungkiri, Sehun merasa tubuhnya seperti dialiri listrik karena sentuhan kecil Yoomi.

“Ya! Kau apa-apaan!” Sehun tersadar ia tidak boleh tergoda, sama sekali. Yoomi terkekeh, ia memang sengaja menggoda Sehun. Ia yakin Sehun tidak akan bisa menahan untuk tidak menyentuh Yoomi selama Yoomi berada di tempat itu.

“Kau tidak berniat melakukannya denganku? Bukankah kita sudah lama tidak bertemu?” tanya Yoomi sambil tersenyum menggoda Sehun. Sehun meremas rambutnya frustasi lantas segera turun dari ranjangnya.

“Aku benar-benar bisa gila” Sehun bergerak ke meja belajar, ia tidak yakin apa ia bisa mengerjakan tugasnya sekarang, namun ia harus mengalihkan perhatiannya untuk tidak melihat ke arah Yoomi. Sehun mengambil buku tebal lalu membacanya perlahan, namun sialnya ia masih tidak menemukan titik konsentrasinya karena Yoomi terus saja bersenandung kecil. Sehun menggeram kesal, ia tidak bisa menyalahkan Yoomi, karena tidak salah kan kalau Yoomi ingin mendapatkan perhatian dari Sehun? Mereka sudah berpisah lama, pasti menyisakan rindu mendalam dalam lubuk hatinya. Berat bagi Sehun untuk memilih, ‘Yoomi atau tugas kuliahnya’.

“Aku akan pulang” ucap Yoomi sembari berdiri dan mengalungkan tas selempangnya. Sehun berdiri mencoba menahan Yoomi.

“Wae? Kau bilang kau ingin fokus?” Yoomi memutar bola matanya malas, bukannya sedang marah namun ia sedikit kesal.

“Kau tahu kan, aku memang tidak bisa fokus kalau ada kau di sini, kau tahu kan yang aku pikirkan hanya dirimu? Tapi aku tidak ingin kau pergi, hanya tetap di sini dengan tenang sampai aku selesai mengerjakan tugas lalu aku akan mengatarmu ke apartemenmu” Sehun mencoba mencapai kesepakatan dengan Yoomi namun Yoomi hanya mengerucutkan bibirnya, ia tidak ingin Sehun menghabiskan waktunya hanya untuk belajar. Bukankah ulangan akhir masih tiga hari lagi? Mengapa Sehun harus terburu-buru mempersiapkannya?

“Tidak bisakah kau mengistirahatkan dirimu? Kau tidak perlu memaksankan diri, kalau memang kau lelah kau harus istirahat, bukan seperti ini. Bukankah ujian masih tiga hari lagi? Kau kan pintar kau tidak perlu seserius ini dalam belajar” ucap Yoomi dengan polosnya. Yoomi pikir mendapatkan nilai baik dalam ujian itu semudah membalikkan telapak tangan. Yoomi yang notabenenya mahasiswi yang tidak begitu memikirkan nilai baik tentu tidak mengerti, namun Sehun sebagai mahasiswa teladan ia tidak bisa diam saja untuk mendapat nilai baik pasti butuh perjuangan.

Sehun terkekeh pelan mendengar pernyataan polos Yoomi. Sehun menepuk pelan dahi Yoomi, membuat Yoomi mengusapnya sambil melempar tatapan tajam ke arah Sehun.

“Kau pikir nilai baik bisa didapat dengan cara instan? Tapi baiklah, sekarang waktunya istirahat. Lagi pula aku lelah, aku akan istirahat untuk beberapa menit” Sehun duduk di ranjangnya, menuruti kemauan Yoomi.

“Aku akan menginap” ucap Yoomi dengan mudahnya.

“Bukankah tadi kau berniat kembali ke hotelmu?” tanya Sehun. Yoomi menganggapinya dengan gelengan.

“Apa kau berniat mengusirku?” Tak perlu diragukan lagi, Yoomi memang kekanakan, Sehun  bertanya seperti itu saja, ia berubah menjadi sensitif.

“Bukan begitu. Untuk apa kau menyewa kamar hotel kalau kau tidak berniat menempatinya” Sehun menjawabnya dengan bijaksana. Yoomi hanya mengangguk mengerti sembari mengerucutkan bibirnya memikirkan jawaban apa yang harus ia lontarkan.

“Tapi aku ingin bersamamu” ucap Yoomi dengan nada manja.

“Wow wow wow, sejak kapan Yoomi berubah manja seperti ini?” Sehun berdiri lalu mendudukkan Yoomi di ranjangnya. Dan Sehun pun juga ikut mendudukkan dirinya tepat di samping Yoomi menatap Yoomi dengan tatapan penuh kerinduan. Kedua tangan Sehun mengurung Yoomi pada ranjangnya. Yoomi membalas tatapan Sehun dengan penuh kewaspadaan, ia sebenarnya takut juga kalau Sehun sampai kelepasan, tapi bukankah hormon remaja mereka sangat kuat.

 

“Kau tahu kau selalu mengagumkan Lee Yoomi” Sehun mulai mendekatkan tubuhnya pada Yoomi, Yoomi mau tak mau semakin memundurkan tubuhnya hingga ia kini tertidur di ranjang Sehun. Sehun tersenyum melihat Yoomi yang seperti sudah tidak bisa lagi berbuat apapun.

Tubuh Yoomi menegang tatkala Sehun semakin menempelkan tubuhnya ke tubuh Yoomi. Jantung Yoomi berdegup kencang, ia tidak bisa mengontrol detak jantungnya agar berdetak secara normal. Semua akan menjadi tidak normal apabila ia bersama dengan Sehun.

Sehun meraup bibir Yoomi, sungguh hal ini benar-benar sangat dirindukan oleh Sehun. Bertahun-tahun ia hanya berkutat dengan buku dan tugas-tugas kuliahnya, kini ia seperti merasa berada di dunianya kembali. Ia merindukan ketika ia bersama Yoomi, melakukan hal yang menyenangkan bersama Yoomi. Hey… Hal inilah yang dimaksud Sehun menyenangkan, kalian tahu kan bagaimana otak seorang Oh Sehun?

Yoomi hanya bisa memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan Sehun pada tubuhnya. Entah benar atau tidak hal yang mereka lakukan ini, namun mereka hanya mengikuti bagaimana otak mereka menuntun mereka.

Yoomi bergerak membalas seluruh perlakuan Sehun dari membalas lumatan Sehun perlahan, menggerakkan kedua tangannya menangkup pipi Sehun untuk memudahkan Sehun memperdalam ciumannya. Yoomi bahkan membuka mulutnya ketika Sehun mulai melesakkan lidahnya ke dalam. Bisa didengar suara decakan memenuhi ruangan itu, dan bisa dibayangkan bukan betapa panasnya ruangan itu, padahal temperature AC sudah di setting sebesar 16oC.

Yoomi mendorong Sehun perlahan ketika ia mulai merasa membutuhkan oksigen. Keduanya menghirup napas dengan rakus. “Waktu istirahat selesai” cicit Yoomi sambil mengerlingkan mata ke arah Sehun. Sehun meremas rambutnya frustasi. Hampir saja Sehun mengalami momen indah tapi mengapa harus terganggu dengan adanya tugas kuliah. Ya tuhan… Tidakkah engkau tahu bahwa Sehun sangat ingin melanjutkan kegiatannya dengan Yoomi?

“Kerjakan tugas kuliahmu, aku akan menunggumu sambil menonton televisi” Yoomi bergegas meninggalkan Sehun, sebelum Sehun kembali menahannya.

Pagi itu, pintu kamar Sehun terbuka secara paksa, dengan gerakan tergesa-gesa seorang pria berjalan ke arah kamar Sehun.

“Sudah kuduga ini akan terjadi!” Dia berteriak sekeras-kerasnya membuat pasangan yang kini tidur bergerumul di dalam selimut mereka mulai terganggu dengan teriakan itu. Orang itu adalah Luhan. Luhan memang sebenarnya berencana mengantar Yoomi, namun karena sedang banyak jadwal saat itu, akhirnya ia memutuskan untuk menyusul Yoomi. Namun sepertinya ia datang terlambat untuk mencegah hal aneh agar tidak terjadi.

Luhan dengan gerakan cepat membuka selimut, bisa dilihat Yoomi dan Sehun kini dalam posisi berpelukan erat. Yoomi melingkarkan tangannya ke pinggang Sehun dan Sehun pun juga melakukan hal yang sama.

“Untung saja pakaian kalian masih lengkap” ucap Luhan kini membuat Yoomi membuka matanya malas. Sehun membuka matanya perlahan, ia menatap samar pria yang kini menatap marah ke arahnya, matanya membelalak tatkala menyadari bahwa pria itu Luhan.

“Ya! Bangun!!!” Luhan berteriak sekeras-kerasnya membuat Yoomi dan Sehun dengan reflek terduduk layaknya orang yang sedang dihakimi.

“Ya Lee Yoomi. Aku sudah menduga kalau kau di sini begitu aku tahu kau tidak ada di kamar hotelmu” Luhan menjewer pelan telinga Yoomi, namun begitu saja Yoomi merintih kesakitan. Sehun yang melihat itu sebenarnya ingin memelintir lengan kakaknya, tapi apa daya orang itu adalah kakaknya.

“Kau juga Oh Sehun, bagaimana kau bisa mengijinkan Yoomi menginap disini? Bagaimana nanti aku bilang pada Eomma dan Appa?” Luhan yang merasa ia bertanggung jawab atas mereka benar-benar kewalahan dengan sikap mereka.

Narae dengan sedikit berlari menghampiri Luhan yang sedang menghakimi adiknya. Narae hanya menggeleng, ia dan Luhan sudah menduga semua ini.

“Ya! Bisa-bisanya kau meninggalkanku. Kau tahu? Larimu sangat cepat”  ucap Narae sambil mentralkan napasnya. Tujuan sebenarnya mereka adalah ke kamar hotel Yoomi, namun begitu mengetahui Yoomi tidak ada di tempat itu, Luhan segera bergegas pergi ke apartemen Sehun. Begitu memarkirkan mobilnya, Luhan segera berlari, ia hanya takut Yoomi dan Sehun melakukan hal melebihi batas. Bahkan ia meninggalkan Narae yang begitu kewalahan mengejarnya karena Narae sedang memakai high heels saat ini. Namun untungnya tidak terjadi hal buruk, mereka berdua hanya tidur bersama. Mungkin Luhan terlalu berlebihan. Namun sebenarnya Luhan tidak berlebihan, kekhawatiran Luhan semalam hampir terjadi sebelum Yoomi menghentikan aktivitas mereka. Setidaknya Luhan tidak akan mengetahui sesi make out panas mereka semalam. Kalau Luhan tahu, bisa dipastikan mereka akan menjadi perkedel cincang.

Luhan meremas rambutnya frustasi. Ia mungkin akan gila apabila mengurus kedua remaja yang panas ini.

“Yoomi, nanti kau tidur di kamar hotelmu bersama Narae. Aku akan menginap di sini bersama Sehun” ucap Luhan dengan nada tajam.

“Hyung, tak apakah kau berpisah dengan Narae noona. Narae nuna bisa menginap disini dan aku akan ke hotel” ucap Sehun dengan nada tenang. Yoomi menatap Sehun horror.

“Oh baiklah” Luhan secara tidak sadar menyetujui namun tiba-tiba matanya melotot begitu tersadar.

“Ne?? Apa kau berniat ke hotel Yoomi?” Luhan meninggikan suaranya. Sehun dengan polos mengangguk mengiyakan ucapan Luhan.

“Ya! Kau benar-benar” Luhan hampir saja melemparkan selimut yang ia pegang ke arah Sehun. Sehun hanya tertawa melihat kakaknya yang kesal. Namun tidak dipungkiri ia sangat merindukan kakaknya itu.

“Hyungggg!!! Aku merindukanmu. Mengapa kau datang hanya untuk memarahiku” Sehun segera berlari ke arah  Luhan lalu memeluk erat kakaknya itu.

“Karena kau melakukan kesalahan” ucap Luhan sambil mengetuk kepala adiknya itu tanpa tenaga penuh, hanya seperti sentuhan kecil. Lalu Luhan membalas pelukan Sehun, tidak ada bedanya, mereka sama-sama saling merindukan satu sama lain.

“Noonaaaa” Sehun merentangkan tangan menghampiri Narae, berniat memeluk Narae namun Luhan segera menarik kaos Sehun sehingga langkah Sehun terhenti.

“Jangan macam-macam” ucap Luhan sambil terkekeh, Naraepun juga. Sehun benar-benar bisa menjadi seorang yang kekanakan apabila ia bersama Luhan. Yoomi hanya bisa menggelengkan kepalanya tak percaya.

“Kalau begitu aku akan tunggu dibawah, kau dan Yoomi cepat bersihkan diri kalian” Luhan mengatakan dengan nada memerintah, selanjutnya ia menarik Narae agar mengikuti langkahnya meninggalkan pasangan itu.

“Kau yang menggendongku semalam?” tanya Yoomi sambil kembali melemparkan tubuhnya kembali ke ranjang. Terakhir kali Yoomi mengetahui dirinya berada di ruang tengah, namun sekarang ia sudah berada di ranjang Sehun. Pasti Sehun yang memindahkannya.

Yoomi masih merasa mengantuk, jika bukan karena kedatangan Luhan, Yoomi pasti masih tetap tidur hingga siang menjelang.

“Ya begitulah, aku tidak mungkin tega melihat seorang wanita yang tidur dengan pose memalukan dan terus-menerus mendengkur keras. Kalau ada orang lain yang melihat, bisa dipastikan kau akan merasa malu hingga tujuh turunan” ucap Sehun hiperbola. Yoomi hanya memincingkan matanya, tidak begitu percaya dengan ucapan Sehun.

“Kau terlalu berlebihan Oh Sehun, itu bukan kebiasaan tidurku” Yoomi kesal ternyata, secara tidak langsung Sehun sedang mencoba untuk menggodanya. Dan Yoomi menyadari hal itu.

“Memangnya kau tahu? Kau kan tidur?” Sehun kembali menggoda Yoomi. Yoomi hanya menghela napas.

“Ya Oh Sehun! Berhenti berbohong!” Yoomi mulai kesal dengan candaan Sehun. Sehun hanya terkekeh . Lalu mengambil posisi tidur di samping Yoomi, memeluk gadis itu erat.

“Kalau seperti ini, aku rasa aku tidak ingin berangkat kuliah” Sehun mengeratkan kembali pelukannya. Yoomi membalasnya dengan kekehan renyah dan cubitan ringan di hidung Sehun.

Pintu terbuka dengan paksa, dan menampakkan Luhan dengan raut wajah tak percayanya melihat pasangan yang sedang ber lovey dovey ria itu. Bukankah Luhan sebelumnya menyuruh mereka untuk segera bersiap, tapi sekarang apa yang mereka lakukan?

Sehun dan Yoomi segera melepaskan pelukan mereka, lalu menjauhkan diri tiba-tiba karena kedatangan Luhan kembali yang cukup mengejutkan.

Sehun dengan gerakan kikuk segera melangkahkan kakinya ke kamar mandi, karena merasa pandangan Luhan tidak begitu mengenakkan. Begitu Luhan meninggalkan kamar itu dan menutup pintu, Sehun melongokkan tubuhnya dari dalam kamar mandi.

“Ssssttt” Sehun berusaha memanggil Yoomi. Yoomi hanya menaikkan alisnya menanggapi Sehun.

Sehun menggerakkan jari telunjuknya menyuruh Yoomi ikut bersamannya. Yoomi terkekeh, namun ia segera mengangguk dengan semangat.

Hari ini Yoomi menemani Sehun pergi ke tempat kuliahnya. Cukup membosankan bagi Yoomi yang hanya menunggu di luar kelas, menunggu Sehun menyelesaikan begitu banyak kelas yang dihadirinya.

“Apa Sehun tidak bosan menghadiri begitu banyak kelas dalam sehari? Kalau aku pasti sudah terkapar karena tidak kuasa menjalaninya” Yoomi mengguman tidak jelas sambil menatap Sehun yang sedang mencatat segala sesuatu yang diucapkan dosen. Bosan menunggu di depan kelas, Yoomi pun melangkahkan kakinya ke arah taman, dan di tempat itu ia menemukan Chanyeol yang sedang membaca buku di salah satu bangku.

Yoomi mendekati Chanyeol, dan meninju pelan bahu Chanyeol.

“Kau disini rupanya? Kau tidak mengikuti kelas yang sama dengan Sehun?” tanya Yoomi, Chanyeol tersenyum mendapati Yoomi yang menghampirinya.

“Aku tidak suka dosennya” Chanyeol hanya menjawab singkat lalu kembali mengalihkan perhatiannya pada buku yang ia baca.

“Apa kau sedang mengacuhkanku?” tanya Yoomi yang mencoba mengambil perhatian Chanyeol. Chanyeol hanya mendesah kesal, apa sebenarnya mau Yoomi.

“Wae? Bukankah aku sudah membantumu untuk bertemu dengan Sehun?” tanya Chanyeol dengan nada datar. Yoomi tersenyum menanggapi lalu duduk disampin Chanyeol.

“Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih” Yoomi tersenyum penuh makna. Entah mengapa ia merasa tidak enak pada Chanyeol, karena ia selalu saja berprasangka buruk pada Chanyeol.

“Untuk?” Chanyeol menaikkan sebelah alisnya, ia cukup bingung dengan sikap tiba-tiba Lee Yoomi.

“Untuk semua” ucap Yoomi sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tas selempangnya. Yoomi mengeluarkan sebuah headphone serta mp3 player. Dan memasangkan headphone itu ke telinga Chanyeol dengan perlahan.

Yoomi menekan tombol ‘play’ pada mp3 player itu. Chanyeol mendengar suara Yoomi dari headphone itu.

‘Terima kasih Park Chanyeol atas semuanya. Terima kasih karena membantuku selama aku berada disini, terima kasih karena kau berusaha melindungiku, terima kasih karena kau peduli padaku, terima kasih karena kau ada disisiku, terima kasih karena kau masih mencintaiku. Dan maaf, maaf karena menganggapmu buruk, maaf karena aku egois, maaf karena aku tidak bisa memahami perasaanmu, maaf karena aku tidak bisa kembali padamu. Aku sangat ingin kembali padamu setelah mengetahui semua kenyataan ini, namun aku tidak bisa, ada orang lain yang menungguku. Tapi ketahuilah kau adalah salah satu orang yang terpenting dalam hidupku. Aku pernah mencintaimu, dan sekarang aku juga mencintaimu sebagai kakak. Sebagai orang yang harus aku hormati. Tapi kau harus tahu aku mencintaimu Park Chanyeol’ Chanyeol menatap Yoomi dengan tatapan yang sulit diartikan. Yoomi menunjukkan senyuman tulusnya saat Chanyeol mendengarkan rekaman yang tadi pagi ia buat saat Sehun sedang membeli sarapan bersama Luhan.

Chanyeol menyunggingkan senyumnya begitu rekaman itu selesai diputar.

“Aigoo” Chanyeol bergerak mengacak rambut Yoomi.

“Aku akan berusaha menjadi kakak terbaik untukmu, aku mencintaimu Yoomi-ya. Maaf kalau kau harus mengetahui ini semua dari orang lain, pasti Sehun kan yang mengatakannya?” Yoomi mengangguk menganggapi pertanyaan Chanyeol.

“Kau pasti mengira aku sudah membuang headphone dan mp3 player pemberianmu ini kan?” tanya Yoomi sambil menyunggingkan senyum kecutnya.

“Ya begitulah, kukira kau sudah membuang semua barang-barang pemberianku begitu kau memutuskanku. Aku melihat bagaimana caramu menatapku saat itu, tatapan benci seakan aku yang melakukan hal salah padamu. Tapi memang benar, aku yang menyebabkan kau dibully” ucap  Chanyeol dengan nada lirih.

“Aku tidak menatapmu seperti itu. Yahh mungkin itu adalah akting. Bagaimana aktingku bagus bukan? Dan aku selalu membawa headphone itu kemanapun, headphone itu sudah menjadi headphone favoritku, jadi  aku tetap membawa headphone itu walaupun aku sudah putus denganmu” ucap Yoomi sambil terkekeh.

“Kau yang terbaik Yoomi-ya” ucap Chanyeol sambil menyentil pelan dahi Yoomi.

Yoomi kembali ke kelas Sehun, namun ia tidak menemukan siapapun, sepertinya kelas sudah selesai sebelum ia datang ke tempat itu. Yoomi pun menyusuri lorong, dan menemukan Sehun yang duduk berhadapan dengan gadis cantik yang sepertinya berdarah Jerman asli. Gadis itu pasti teman sekelompok Sehun. Yoomi menebak seperti itu karena mereka sepertinya sedang sibuk mengerjakan tugas. Lagipula Sehun tidak mungkin melakukan hal yang tidak-tidak, termasuk selingkuh.

“Sehun-ah” ucap Yoomi mencoba menyapa Sehun. Namun Sehun hanya melemparkan tatapan datar.

“Tunggu aku hingga aku menyelesaikan tugas ini. Bisakah kau pergi menjauh dulu?” Sehun mengucapkannya dengan nada datar. Yoomi cukup kaget dengan reaksi Sehun, namun ia mencoba memakluminya, mungkin saja Sehun merasa pusing karena tugasnya dan tidak bisa diganggu.

Yoomi menunggu Sehun di depan ruangan kelas yang digunakan Sehun mengerjakan tugasnya.

Sudah satu jam lebih Yoomi menunggu Sehun, Yoomi hampir saja tidur sebelum ia merasakan bahunya ditepuk oleh seseorang, dan orang itu adalah Sehun.

“Kau sudah selesai?” tanya Yoomi sambil menatap senang Sehun.

“Hm” Sehun hanya mendehem, Yoomi sedikit bingung dengan sikap Sehun namun ia mencoba membuang semua pikiran buruk yang ada di otaknya, mungkin saja Sehun terlalu lelah dengan tugas-tugasnya.

Sehun melangkah mendahului Yoomi Yoomi hanya mengikuti Sehun dari belakan tanpa ingin mengetahui mengapa Sehun bersikap sedemikian padanya. Namun tak dipungkiri ia penasaran dengan perubahan suasana hati Sehun.

Sehun tidak tahan lagi. Sehun berhenti melangkah, membuat tubuh Yoomi menabraknya karena Sehun berhenti dengan sangat tiba-tiba.

“Sehun wae?” tanya Yoomi sedikit bingung.

Sehun berbalik menatap Yoomi. Menatap gadis itu dengan tatapan dingin, bahkan terlampau dingin.

“Apa yang baru saja kau lakukan dengan Chanyeol hyung?”

TBC

 

 Author’s Note :

Maaf buat keterlambatannya, entah kenapa akhir-akhir ini aku berubah jadi orang yang super sibuk. Tapi aku berusaha nyempetin buat nulis ni ff. Sebenernya aku mau buat ff ini end di chap 15, tapi entah kenapa nanggung gitu, jadi lanjut lagi dehh.. hehe

Maaf kalau banyak typo atau kekurangan apapun dalam ff ini.

Makasih buat reader yang masih mau nunggu kelanjutan ff ini. FF ini bukan apa-apa tanpa kalian. I love you all.

Please RCL, big thanks ^^

With Love,

jungnayoon

45 responses to “PERVERT GUYS AROUND ME (CHAPTER 15) – jungnayoon

  1. Akhirnya di lanjut juga nih ff….Sehun cemburu!! Berarti chapter depan udah end dong? Suka HunHan moment!! kangen mereka,banget!!

  2. Wah… lama bgt ga update ff nih kakak… Sehunnya cemburu nih… aku pikir Sehun yg selingkuh… tp jgn sampe deh Sehun selingkuh… nanti Yoomi gantung diri lg… tp kelewat bener mesumnya Sehun…

  3. ya ampun akhirnya ini dilanjut…
    haha Sehun pasti tadi liat momen Yoojung-Chanyeol :v
    Wajar sih jealous liat Yoojung ama pria lain aja udah jealous apalagi sama mantan nya :v

  4. Jangan lama2 ya kali ngepostnya aku udah kangen ma cita ffmu. Semoga semua berakhir dengan Baik-baik. Keep writing author

  5. wahhh akhirnya lanjut lagi ceritanya.. dan akhirnya sehun dma yoomi ketemu.. yey , seperti bisa sehun selalu mesun haha..
    sehun cemburu sma chanyeol nih..
    dtnggu klanjutannya

    semangat..

  6. sepertinya sehun cemburu nih, aku reader baru di ff ini salam kenal dan ijin baca dr chapter pertama ya…..

  7. Sebenernya waktu baca chapter 14, aku udah pikir kalau itu udah end eh ternyata ada kelanjutannya dan, andwae!!!! Konflik baru? Oke, aku akan sabar dan menunggu tapi jebal jangan sad ending yaaa

  8. Ampe’ lpa ma ff nie,td pas buka chapter pertma gk ingt trnyta prnah bca,bru nydar pas pas d chapter 3,sbnr.a prtma kli bca smpet nunggu next.a tp gk lnjut lnjut,jd gk prnah ngcek lgie…trnyata msih next

  9. Ampe’ lpa ma ff nie,td pas buka chapter pertma gk ingt trnyta prnah bca,bru nydar pas pas d chapter 3,sbnr.a prtma kli bca smpet nunggu next.a tp gk lnjut lnjut,jd gk prnah ngcek lgie…trnyata msih next,ttp fighting uat next chap

  10. Aaaaakuuu nunggu ff ini laaaamaaaaaa bgt…kangen’y udah kelewat batas…sama kopwl ini…

    wkwkwk…sehun cembokur…cieee…tapi mudah2an ga ad kesalahfaman lg yaah yg udah2 aj cukup bgt…huhuhu…

    Makasiihh masih inget sama reader mu…ttp d tunggu kelanjutan’y yaaahhh….

  11. Ya ampun yoomi fan sehun emang udah klop bgt.. Luhan udah marah gara2 mereka tidur bareng eh malah mereka mandi bareng.. 😂😂😂
    Sehun cemburu cie… Padahal mah yoomi cuma ngobrol biasa aja…

    Ditunggu kelanjutannya… Fighting…!!!

  12. Jiah sehun cemburu sama org yg salah…pdhal chanyeol udah bntu mrk….pdhal yoomi cinta sma dy tpi msih cemburu aja…sehun msih childish aja lah

  13. Sempet buka chapter sebelumnya soalnya udah lupa sama ff ini *mian* soalnya updatemya lama authornim.

    Sehunnya mesum banget haha dan pencemburu juga.
    Semoga Yoomi senantiasa di kuatkan dengan sifat Sehun haha

  14. Yaampun akhirnya mereka ketemu setelah lama pisah😍 so sweet nya moment mereka berdua😳😳 ih envy banget :’))) dan itu sehun salah sangka sepertinya sama yoomi. Padahal yoomi cuma bilang terima kasih sama chanyeol😦 sehunaaa, cemburuan amat si😂 lucu tapi cemburunya

  15. ouuhh jd sehun lg cemburu toh. dia liat apa yg dilakuin sma chanyeol dan yoomi td. knp sih dia msh ragu sma yoomi. kan yoomi udh jelas milih dia.

  16. Wah…..sehun jadi cemburu sama chanyeol, gimana ya kisah sehun yoomi selanjutnya.ditunggu next chapter nya, semangat

  17. YAAMPUN KANGEN BGT><
    sikapp mereka ga berubah ih gemes gemes akkkkkkkk. wkwkwk
    luham gatau aja ya mereka udah tahao lanjut(?) wkwkwk sabar ya bang sebagai kakak sesungguhnya kamu telat melerai mereka(?) /apa ini
    DITUNGGU LANJUTANNYA YA KAKAKKKKKKKK♥

  18. Hahahah. Yoomi yang bodoh bersanding dengan Sehun yang jenius. Tapi membuat mereka sangat serasi. Kkk padahal Yoomi tidak melakukan apa-apa dengan Chanyeol. Dan woow Sehun cemburu? Lucu banget
    Next chapternya ya

  19. Huah setelah sekian lama akhirnya dipost jiga ya
    Smapah mkinn seru deh mreka
    Mkin romantis juga ya
    Wah sneng deh lhat mreka bertemu kmbali
    Wah sehun cembjru sam chanyeol ya
    Mkin pnasaran sama klanjutannya

  20. akhirnya ff yg d tunggu d post juga
    kangen bgt sm ff ini
    hmmm sehun cemburu tuh ke chanyeol
    makin seru critanya
    makin penasaran sm lanjutan critanya

  21. Sehun cemburu aq suka,,,hihihi
    Yoomi gk berubah” ya,,pdhal udah janji bkal berubah,,Hufttt semoga pas udah nikah sma Sehun dia berubah,,(jadi power ranger pink),,hihi
    Aq kra chapter 15 end,,tp ternyata losss
    Penasaran sama end,,Palli di buat ya thor,,,hehe
    Plus Plus Buat thor,,,:)

  22. hmmmm sehun cemburu sma chanyeol,dia ndak dnger apa yg dbcarakan mreka brdua ya😱
    smoga yumi bisa jlasin smuanya😄

  23. kapan keluar nih author yg chap berikutnya? uda ga sabar mau liat kelanjutannya😦
    sehun-yoomi emang serasi bgt deh☺️
    ditunggu kelanjutannyaa

  24. Sumpah nunggu ni ff udah berapa tahun :” tapi gapapa, tidak ada kekecewaan, bahkan aku sangat bahagia karna ni ff update akhirnyaa. Puas banget dah chapter ini panjang bener.. cepet update lagi ya thor, dedek lelah nunggu. Wlwk fighting authornimm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s