[FREELANCE] Autumn #7

_20160425_201615

Poster Alkindi Exo Kingdom Fanfiction

Title: Autumn chapter 7

Author: Puspita.desu

Cast: Byun Baekhyun
Kim Yoora, etc.

Genre: Sad, Romance, Angst, Idol Life

Rating: Pg15

Length: Chaptered.

Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 | Chap 4 | Chap 5 | Chap 6 |

******

Maka dari itu, ajari aku untuk mencintamu..

Do Kyungsoo mendekam dikamarnya untuk beberapa jam yang lalu, menekuk kepalanya diatas dekapan lutut di atas ranjangnya. Memorinya memutar-mutar kejadian yang baru saja dia saksikan, lantas memilih memori yang mana yang paling benar atau itu semuanya terlihat samar.

Sesamar perasaannya saat ini.

Perasaan yang beragam yang tak pernah pria itu rasakan sebelumnya, rasanya ingin berteriak sekencang mungkin namun Kyungsoo hanya bisa menahannya. Alhasil dirinya yang meringkuk disiang hari tanpa tahu alasan yang jelas.

Ini masa liburnya, oh dia tentu senang.

Sebagian dari teman grupnya bahkan pulang ke rumahnya atau menghabiskan waktu liburan mereka dengan tenang.

Namun seorang gadis dan salahsatu teman dekatnya yang dia temukan di klinik dokter kandungan bersama-sama membuatnya urung dan tak berminat sama sekali untuk berlibur.

Ya, dia tak akan mempermasalahkan jikalau temannya itu mengantar atau hanya sekedar menemani gadis yang dia ketahui adalah sepupunya sendiri untuk menanyakan perihal kandungan ibunya.

Sepupu,

Kandungan ibunya.

Siapa sangka bahwa semua itu hanya kebohongan tatkala dia sendiri yang merasakan kejanggalan dari keduanya,

Atau itu hanya prasangkanya saja.

Kyungsoo mengacak rambutnya frustasi, lantas beranjak dari ranjangnya.

Untuk apa juga Kyungsoo memikirkan hal ini?
Itu sama sekali bukan urusannya.

“Kau sedang apa?”
Kyungsoo terperanjat kaget, merutuk siapa yang dengan beraninya mengganggu kegalauannya. Dan menemukan Chanyeol diambang pintu kamarnya, sembari mengunyah membuatnya kesal setengah mati.

Kenapa makhluk itu masih disini?

Dan kenapa pula dirinya berada disini?

Lantas mendekat tatkala mengingat sesuatu, Chanyeol yang kini mendudukan dirinya disofa Kyungsoo nampak asyik menikmati makanannya.

“Kau tahu sesuatu tentang Baekhyun dan Yoora?”
Tanya Kyungsoo, mengencahkan bokongnya di samping Chanyeol. Pria tinggi tersebut nampak terkejut, lantas menelan makanannya dengan paksa dan berdehem.

“Mereka saudara sepupu..”
Jawabnya tanpa menatap Kyungsoo lalu mencoba mencari remote televisi dan menyalakannya, mencoba mengalihkan.

Chanyeol melirik Kyungsoo yang terdiam tak percaya, apa pria itu curiga akan keduanya?
Oh, dia menyesal mengetahui masalah Baekhyun itu.

“Sepertinya kau tahu yang sebenarnya. Katakan padaku Chanyeol!”

Perintah Kyungsoo kesal, Kyungsoo merasa hanya dirinya yang bodoh karena tidak mengetahui yang sebenarnya.

Terlebih itu Yoora.

Chanyeol menghela nafasnya lantas menatap Kyungsoo yang menyalang, penasaran yang memuncak dan mungkin akan meledak jika Chanyeol tidak memberitahunya.

“Yoora hamil..”
Jawabnya singkat, dan Chanyeol secepat kilat meninggalkan Kyungsoo yang terkejut. Membiarkan pria itu menebaknya sendiri selanjutnya.

Menyesal namun dirinya juga tak bisa terus memendamnya.

Aku benar-benar bisa gila..

******

Kim Yoora mengerjapkan matanya dan dengan cepat terbangun tatkala menyadari dirinya tertidur dan Baekhyun yang juga ikut tidur disampingnya, bahkan mereka berhadapan.

Oh apa yang sebelumnya terjadi?

Apa dia melakukan hal yang aneh?

Apa dia mengigau atau memaksa Baekhyun untuk tidur?

“Oh, kau sudah bangun?”

Yoora menatap Baekhyun yang menguap seraya mengusap-usap matanya.

Kau sudah bangun?

Ini bagai de javu, Yoora berusaha menenangkan hatinya yang kian berdebar kala mengingat perkataan Baekhyun setelah itu.

“Ayo kita pulang, ini sudah sore.”

Jika suatu saat kita bertemu kembali, jangan pernah mengungkitnya lagi.

Baekhyun menegakkan tubuhnya lantas bangkit dan merapikan selimutnya. Kembali menatap Yoora yang tetap bergeming sembari memperhatikan dirinya.

“Kita pamit pada Eomma dan Appa..”

Anggap saja kau hanya penggemarku.

Baekhyun memandang heran Yoora yang melamun, tangannya terhenti di udara tatkala pria itu hendak menyadarkan Yoora.

“Bagaimana jika aku bukan lagi penggemarmu?”

Yoora berujar dengan rendah, menatap Baekhyun diatasnya dengan berkerut.
Pria itu kemudian tersenyum, prediksinya jelas sudah mengenai status penggemar Yoora terhadap dirinya.
Ya, dia memang telah kehilangan satu fans-nya.

“Kau tidak harus jadi penggemarku.”

Jawab Baekhyun, kemudian mengulurkan tangannya mengajak Yoora untuk bangkit. Dan Yoora hanya terpaku menatap ulurannya.

Yoora tidak becanda ketika dirinya tidak lagi menggemari Baekhyun,
Dia bahkan berencana menghapus segala hal yang dia punya tentang pria itu, namun rasanya mustahil saja jika manusia aslinya saja kini berada di hadapannya,
Bukan hanya berhenti menjadi penggemar Byun Baekhyun, yang ada mungkin dirinya yang semakin mencintai pria itu.
Dan itu membuat hatinya semakin perih mengingat Baekhyun hanya terpaksa menerima dirinya.

Sesuatu hal yang dipaksakan pada akhirnya hanya akan membuat sengsara.

Baekhyun menarik paksa tangan Yoora dan membuat mereka saling berhadapan, canggung.
Baekhyun tersenyum kembali, mencoba tulus.

“Mulai sekarang kau harus menyadari posisimu..”

Ya, aku tahu.

“Kau hanya perlu mengajariku untuk mencintaimu..”

Lanjut Baekhyun, membuat Yoora menganga tak percaya. Dan Baekhyun tanpa menghiraukannya menarik kembali tangan Yoora untuk keluar dari kamarnya.
Saling bergandengan tangan dengan fikiran masing-masing, Baekhyun yang tak bisa menghentikan laju lidahnya merasa menyesal mengatakan hal yang aneh.
Dan Kim Yoora yang mengikuti langkah Baekhyun kini terhenti, membuat pria disampingnya berhenti, lantas menggenggam tangan Yoora erat dan mengangguk.

Mencoba meyakini bahwa saling mencintai sama sekali tidak aneh, dia melakukan hal yang benar.

“Eomma, kami pamit pulang..”

Izin Baekhyun pada ibunya yang kini berada di konter dapur, terlihat sibuk dengan alat masaknya. Yoora yang melihat itu seketika melepas tangan Baekhyun dan mendekati Nyonya Byun, hal yang membuat wanita yang melahirkan Baekhyun mengernyit aneh.

“Aku mau membantu Nyonya dahulu.”
Pinta Yoora pada Baekhyun, membuat pria itu terdiam menunggu reaksi ibunya.
Nyonya Byun tersenyum, mengisyaratkan anaknya untuk duduk dan membiarkan Yoora membantunya. Toh dia juga berniat mengajak keduanya untuk makan bersama sebelum pulang.

Ya, terlepas dari itu semua. Nyonya Byun merasa bangga dengan Baekhyun yang meminta bertanggung jawab atas gadis itu.

Baekhyun melangkahkan kakinya ke ruang keluarga, lantas mendekati ayahnya yang terduduk sembari menonton acara favoritnya, sepak bola.
Sebenarnya itu acara favorit dia dan ayahnya, bahkan mereka sering menonton bersama jika Baekhyun pulang ke rumah seperti ini.
Dia amat merindukan ayahnya yang tertawa mengejek ketika jagoan Baekhyun kalah, dan alhasil dirinya harus memijat bahu ayahnya sampai pegal.

Lantas bagaimana sekarang?

“Appa..”

Panggilnya pelan, mendudukan dirinya disamping ayahnya yang belum juga menyahut. Mata tuanya masih menatap layar tanpa menghiraukan dirinya.

Dia mengecewakan ayahnya.

“Apa yang aku lakukan benar?”
Tentu saja salah.

Ayahnya mengerjap, menghela nafasnya pelan dan menatap anak prianya yang sendu.

“Aku teringat ketika kau berumur 6tahun, kala itu kau membawa anak perempuan yang terjatuh karena tidak sengaja kau dorong. Kau menangis meminta ibumu untuk mengobatinya dan bertanya padaku dengan takut, sama seperti sekarang..”

Baekhyun terdiam, memorinya mengingat masa ketika dirinya kecil. Ya, dia ingat.

“Waktu itu aku bangga padamu karena kau bertanggung jawab dan tidak meninggalkan anak gadis itu meskipun kau melakukannya tidak sengaja.. aku bangga padamu. Lantas bagaimana dengan sekarang?”

Ayahnya terdiam, mencoba mengumpulkan kalimat demi kalimat yang terasa tercekat di tenggorokannya.

“Aku kecewa dan bangga padamu, kecewa karena kau melakukan hal yang gegabah dan merusak masa depan seseorang. Namun aku bangga padamu karena kau melakukan hal yang sama seperti kau waktu itu.”

Baekhyun merasakan hatinya yang damai, dia mengecewakan ayahnya tentu saja. Namun hal yang membuat hatinya lega adalah bahwa dirinya melakukan hal yang benar.
Lantas mengusap air mata yang kini menggenang di pelupuknya.

“Appa..”

“Perlakukan gadis itu dengan baik, jangan pernah mengeluh dengan apapun yang kau hadapi setelah ini. Seberat apapun, jangan pernah menanggungnya sendirian..”

Lanjut ayahnya, lalu tersenyum walau kini terlihat wajahnya memerah dan air mata yang memenuhi korneanya.

“Kau punya kami..”

Dan perkataan selanjutnya membuat Baekhyun dengan berani memeluk ayahnya, menumpahkan segala perasaan yang dia rasakan selama ini. Ini amat berat, beban yang menumpuk di kepalanya tanpa tahu bagaimana  membersihkannya kini serasa tuntas hanya dengan perkataan ayahnya.

Maafkan aku, Appa.

******

Kim Yoora memotong sayuran dengan hati-hati, masih terdiam walau sudah lama dirinya berada diruangan yang sama dengan ibu Baekhyun. Yoora memang tipe gadis pendiam, dia hanya membicarakan hal yang memang penting untuk dibahas. Selebihnya gadis itu tak akan memulai pembicaraan sama sekali.

Namun kali ini tentu saja membuat keringat dingin berlomba-lomba memenuhi wajahnya. Ingin sekali berbicara namun tak tahu bagaimana memulainya, dia juga tak ingin nyonya Byun menganggapnya gadis sombong.
Lantas berdehem dan melirik nyonya Byun yang mengaduk kaldu dengan telaten.

“Maaf, nyonya..”

“Ei, kenapa memanggilku begitu?”

Potong nyonya Byun cepat, lalu tersenyum melihat raut Yoora yang terkejut.

“Panggil aku Eomma, bagaimanapun kau calon menantu kami..”

Perintah ibu Baekhyun lalu mendekati Yoora yang masih terdiam. Wanita itu mengerti bagaimana perasaan Yoora, ya dia juga pernah mengalaminya. Bertemu dengan ibu dari calon suaminya pasti membuat perasaannya kalang kabut.
Terlebih gadis itu masih sangat muda.

Ya, dia kecewa tentu saja.
Namun dibalik semuanya, dia juga harus membuat Yoora nyaman dan tak menyalahkan dirinya sendiri.

“Bagaimana kandunganmu?”
Tanya ibu Baekhyun kembali, menatap perut rata Yoora.

“Dia sehat, sekarang umurnya 8minggu eo eomma..”

Jawab Yoora canggung, menunduk meremas apronnya.

“Ah, syukurlah kalau begitu. Aku tak sabar untuk menimang cucuku.”

Ujar ibu Baekhyun riang, membuat Yoora mendongak dan ikut tersenyum. Tak pernah menyangka dirinya akan diperlakukan dengan sangat baik oleh wanita dihadapannya.

Lalu tanpa toleransi lagi hatinya melonjak kegirangan, mendengar hal yang sangat dia inginkan. Meyakinkan bahwa ini semua bukan mimpi.

Mulai sekarang kami adalah keluargamu.

Terimakasih.

******

“Apa yang sebenarnya berada dalam otakmu, Byun Baekhyun?”

Sapa Suho mengejutkan, membuat semua yang ada disana menegang.
Baekhyun dan Yoora yang baru saja sampai ke asrama nampak terkejut, terlebih itu Yoora. Mencoba menebak hal apa yang membuat pemimpin grup mereka murka, dan oh sepertinya bukan Suho saja yang mengamuk, melihat raut keempat teman Baekhyun yang lainnya juga menunjukkan hal demikian.
Terkecuali Chanyeol yang duduk dengan malas di sofa.

Dia tahu permasalahannya, lantas apa yang lagi yang membuat semua anggota Exo marah besar jika bukan karena masalah Baekhyun dan Yoora.

Namun dari mana mereka tahu hal ini?

Baekhyun melirik Chanyeol yang juga melihatnya, lantas siapa lagi yang tahu ini selain makhluk itu?

“Kalau saja manager tidak kesini dan memberitahu kelakuan bejadmu itu, mungkin kami akan jadi orang idiot selamanya.”

Lanjut Suho menjawab semua pertanyaan Baekhyun dan Yoora, dan menimbulkan pertanyaan baru.
Dari siapa manager nya mengetahui ini?
Lantas kembali melihat Chanyeol yang terlihat tak peduli membuat kemarahan Baekhyun semakin terbakar, pria itu dengan cepat melangkah kearah Chanyeol dan hendak memukulnya jika saja Sehun tak menahan prilakunya.
Nafas Baekhyun yang menggebu ingin menghabisi Chanyeol, dia tak tahu apa yang membuat temannya itu berbuat demikian, ya dia memang salah. Namun apakah benar jika Chanyeol melaporkannya sembarangan?

“Ini tidak ada hubungannya dengan Chanyeol, Byun Baekhyun..”

Teriak Suho semakin menyalang, membuat Yoora menjerit takut dan Kyungsoo yang sedari tadi terdiam mendekati satu-satunya gadis yang ketakutan untuk menjauh, membiarkan mereka mengurus masalah yang membuat kepala Kyungsoo pening setengah mati.

Ya, dia kesal pada keduanya.
Namun melihat Yoora yang ketakutan tentu pria itu tak tega.

Suho menahan Baekhyun yang hendak mengikuti Kyungsoo dan Yoora, ini harus diselesaikan.
Dia harus mendapat penjelasan.

“Katakan semuanya Byun Baekhyun..”

Pinta Suho. Mendudukan dirinya disamping Chanyeol, yang juga terdapat rekan lainnya disana.

Baekhyun menghela nafasnya, membiarkan Yoora aman bersama Kyungsoo dan ikut mengencahkan bokongnya.

“Ya, seperti apa yang kalian ketahui. Tak ada yang harus dijelaskan..”
Jawab Baekhyun pelan, terlalu lelah dengan kesalahan yang membuatnya serasa terkucilkan.

“Ceritakan padaku Chanyeol..”
Suho berpindah haluan, Chanyeol yang merasa terpanggil mendongak melihat Suho yang menatap Baekhyun.

Dan rencananya berhasil karena Baekhyun yang mulai membuka mulutnya.

“Kami bertemu di club saat Taeyeon noona memutuskanku, aku dan Yoora saat itu mabuk dan aku khilap..”

Suho yang mendengar itu mengusap wajahnya frustasi, mereka yang mengaku saudara sepupu ternyata tak saling kenal sama sekali. Dia yang terlalu bodoh tak menyadari itu.

“Lalu bagaimana rencanamu selanjutnya? Agensi kita tak akan tinggal diam Baek..”

Ucap Suho merendah, berusaha menormalkan amarahnya.

“Tentu saja aku akan menikahinya..”

“Kau yakin? Kau saja tak menyukainya.”
Seru Chanyeol yang sedari tadi terdiam, tak percaya dengan apa yang Baekhyun bicarakan.

Baekhyun tak merasa tersinggung lagi, bagaimanapun ini adalah kesalahannya. Dia tak berhak menyalahkan seseorang lagi.

“Ya.”
Aku tidak tahu.

******

Kyungsoo menatap Yoora yang menunduk sembari memainkan jari tangannya, keduanya kini berada di kamar Yoora. Duduk saling terdiam diranjangnya. Yoora yang merasa malu karena telah membohongi pria luar biasa baik di hadapannya, dia tak tahu apa bisa membuat suasana hatinya membaik, namun ungkapan maaf saja sepertinya tak cukup.

Dan Kyungsoo yang mengepalkan tangannya, kesal terhadap dirinya sendiri. Alih-alih membuat Yoora merasa nyaman karena insiden tadi, dia malah semakin membuat Yoora mengkerut.

Pria itu berdehem, membuat Yoora mendongak menatapnya.

“Ba.. bagaimana kandunganmu?”

Tanya Kyungsoo, kendatipun dirinya menyesal telah menanyakan hal yang membuat hatinya kembali sakit.

Dia menyadari hal yang sangat terlambat.

“Dia. Baik..”

Jawab Yoora singkat, menelan salivanya pelan dan kembali menunduk.

“Ma maafkan aku..”

“Untuk apa?”

Kyungsoo mulai merasa tak bisa lagi menyembunyikan perasaannya, lantas meraih tangan Yoora dan menyimpannya tepat di dadanya.

“Apa itu untuk hatiku?”

Yoora mengerutkan wajahnya tak mengerti, yang dia rasakan hanya deru jantung Kyungsoo yang sangat cepat. Dia tak mengerti apa arti kata maaf dan hatiku. Semuanya serasa aneh.

“Aku menyukaimu.”

Aku Kyungsoo kembali, Yoora dengan cepat melepaskan tangannya dan berdiri. Ini sudah tidak sehat, ini tidak benar.

“Apa yang kau lakukan Kyungsoo?”

Tanya Baekhyun diambang pintu, merasa aneh melihat Yoora yang berdiri kaku dan Kyungsoo yang menatap gadis itu penuh minat.
Oh, dia bahkan sangat tahu jika Kyungsoo menyukai Yoora sejak pertama dia datang kesini. Dan apa yang baru saja dia saksikan mungkin karena Kyungsoo mengatakan semuanya pada Yoora.

Baekhyun tak mengerti saat dirinya merasa marah melihat keduanya seperti ini. Maka pria itu melangkahkan kakinya mendekati keduanya, membuat Kyungsoo berdiri dan hendak pergi sebelum suara Baekhyun menginterupsinya.

“Jangan pernah mendekati Yoora lagi, Kyungsoo..”

Kyungsoo tersenyum dan mengangkat bahunya.

Jangan harap.

“Ayo tidur, ini sudah malam..”

Ajak Baekhyun setelah meyakini Kyungsoo telah pergi, pria itu naik ke ranjang Yoora yang merebahkan dirinya. Namun kembali mendongak karena Yoora yang tak kunjung mengikutinya, dia mengerti apa yang ada di fikiran gadis itu. Lalu kembali bangkit dan meraih tangan Yoora untuk berbaring di sampingnya, meluruskan posisi gadis itu dan menyelimutinya.
Yoora tercenung,
Baekhyun sendiri tak tahu jelas apa yang sebenarnya dia lakukan, apa itu benar atau dirinya terlalu berlebihan?

seseorang melaporkan masalah ini pada agensi, lalu dia memintamu untuk melepas Yoora..

“Mulai sekarang kau tidur bersamaku, aku tidak mungkin meninggalkanmu dengan keadaan seperti ini.”

Aku tidak akan melepas Yoora.

Yoora mengerjap, terlalu bingung dengan prilaku Baekhyun yang semakin aneh.
Dia memang bahagia tatkala Baekhyun menerimanya, namun dirinya tak pernah menyangka jika ini jauh dari perkiraan Yoora.
Segala hal yang membuat jantung gadis itu serasa meledak.

“Jangan memaksa, aku tidur sendiri saja.”

Balas Yoora, memalingkan tubuhnya membelakangi Baekhyun.

“Aku sudah berjanji untuk melindungimu dan bayi itu Yoora..”

Bayi itu,
Bahkan Baekhyun belum bisa mengakui bayinya sendiri, dan apa yang dia lakukan Yoora berani bertaruh jika itu hanya untuk menenangkan dirinya.

Baekhyun memandang punggung Yoora dan bangkit menuju kamarnya.

Jika kau tak melepasnya, maka karirmu akan hancur. 
Fikirkan baik-baik Baekhyun.

Lantas kembali melihat sebelum benar-benar menutup pintu.
Mungkin setelah ini dia akan mabuk lagi.

Dan Yoora menghapus air matanya yang berderai, sesuai dengan segala dugaannya.

Aku tak akan berharap lagi.

To be continue..

6 responses to “[FREELANCE] Autumn #7

  1. Lupa baca chapter yg ini dulu. Jd komem duluan di cahpter berikutnya T.T
    Pantesan!! Kyungsoo ternyata suka sm Yoora:”(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s