[FREELANCE] MY ANSWER IS YOU (CHAP 11)

z2

Author: lightmover0488
Cast : Luhan, Kim Kyura, Kim Jongin
Additional Cast : BaekYeol
Genre : PG 15, School life, Comedy, friendship
Lenght: Chaptered
Disclaimer : copyright by lightmover0488

Prev: #1 #2 #3 #4 #5 #6 #7 #8 #9 #10

===

+ My answer is You… Chapter 11 +

Enjoy^^

.

Kyura masih terdiam di dalam taxi yang tengah ia naiki bersama Luhan. Pikirannya kacau, tangannya pun masih terasa dingin sama seperti kaca jendela luar yang basah terkena sapuan hujan yang masih sedikit deras. Sementara Luhan sedang sibuk dengan mantelnya, dia sedikit menyesal pada pak sopir karena mungkin tempat duduknya akan basah terkena air hujan. Namun setelah matanya tidak sengaja melihat ke sampingnya, dia sadar bahwa Kyura juga kebasahan bahkan lebih parah darinya, “Ya, maafkan aku. Kau jadi basah begini..” Tangan Luhan dengan otomatis mengelap sisa – sia air di kedua pipi Kyura membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.
“Oh, gwaenchana..”
Entah kenapa sentuhan tangan Luhan membuatnya gugup padahal jantungnya berdetak secara normal. Mungkin di matanya sekarang Luhan benar – benar seperti supermen yang baru saja menyelamatkan nyawanya.
Kyura pikir dia terlalu berlebihan menggambarkan sosok Luhan, tapi tidak dipungkiri Kyura sangatlah berterimakasih pada laki – laki itu.
“Ah jinjja.. kenapa anak sekarang tidak bisa menjaga mulutnya huh..” Luhan mulai mengoceh, dia tidak habis pikir dengan gadis – gadis yang mengidolakan Jongin sampai mempunyai mulut mengerikan seperti itu, “Aigo bahkan yang mereka sukai hanya Kim jongin. Apa hebatnya dia sebenarnya?!” Luhan berhasil melepaskan mantelnya lalu ia letakan sembarangan di bawah kakinya.
Gomawo..” Kyura berkata tulus tanpa menanggapi perkataan Luhan tentang Jongin, mendengar gadis – gadis tadi berkata seperti itu sungguh membuatnya ingin langsung pindah sekolah ke pedalaman saja. Dan Kyura tidak bisa membayangkan bagaimana jika 2 sekolah sekaligus mengetahui siapa gadis yang berada di dalam foto itu.
Luhan menghela nafas, “Aku pastikan mereka tidak akan tau identitasmu,” Katanya lalu bersedekap di dada.
“Bagaimana caranya?”
Hening beberapa detik.
Molla,”
Kyura langsung sedikit memonyongkan bibirnya, dia kira Luhan benar – benar mantap mengatakannya tadi.
“Lagipula aku akan terus seperti ini jika ada yang mengganggumu,” Ujar Luhan seraya menatap keluar jendela yang sudah memburam. Sementara Kyura sedang menelengkan kepalanya lantaran terhambat mencerna perkataan Luhan.
Saat hening beberapa saat membuat Luhan kemudian menolehkan kembali kepalanya pada Kyura yang ternyata masih menatapnya dengan wajah serius.
Wae?” Tanya Luhan mengerutkan dahinya
“Aku tidak mengerti–”
“Maksudku seperti ini–” Luhan mengekspresikan kata ‘seperti ini’ menggunakan kedua tangannya yang terayun di udara dengan sedikit membusungkan dadanya, “Kau tidak tau?”
Namun Kyura malahan menggeleng polos.
“Ah.. lupakan,” Luhan mendengus pelan, dia memaklumi keadaan pikiran Kyura yang mungkin sedang kacau karena kejadian tadi. Tapi yang jelas Dirinya akan selalu berada dekat dengan Kyura sampai gosip – gosip itu hilang dari sekolah, “Oh! Stop. Ajjusi tolong berhenti disini,” Luhan yang matanya tidak sengaja melihat sesuatu lantas berseru pada pak sopir yang kini menepikan mobilnya.
“Ya kau mau kemana?” Kyura buru – buru mengikuti Luhan dengan menjereng payungnya saat Luhan sudah mendahuluinya keluar mobil dengan sebelumnya membayar untuk biaya taxi nya.
“Ya.. aku pikir kau lebih baik mengidolakan idola yang sesungguhnya,” Kata Luhan yang sedikit menggeser payung Kyura agar dirinya tidak kehujanan karena dia malas memakai mantelnya lagi.
Kyura mendongak menatap ke depannya yang sangat ramai dengan orang – orang berlalu lalang bahkan ada yang hanya berdiri di sekitar mereka berdua menggunakan payung, “Kenapa kau mengajakku kemari?”
Luhan mengedikkan bahunya, “Aku pikir kau akan sedikit senang jika menontonnya,”
Music bank?”
Luhan mengangguk sembari melirik Kyura yang sedang mendongak menatapnya, “Kita bisa sambil mencari inspirasi untuk kolaborasi kita,”
“Ppftt..” Kyura ingin tertawa, “Sebenarnya siswa kelas 3 tidak diwajibkan ikut serta dalam pentas itu,”
“Tapi kita sudah sepakat melakukannya,”
“Baiklah baiklah,”
“Lagipula Ulang tahun nya tidak sampai semester depan,”
Araseo,” Kyura tersenyum kemudian berjalan menuju pintu gerbang KBS dengan Luhan yang bergegas mengikuti langkah Kyura. Semakin cengar – cengir ketika melihat Gadis itu akhirnya bisa tersenyum padanya.
“Siapa yang sedang comeback?” Tanya Kyura memberikan payungnya agar Luhan saja yang memegangnya karena tidak enak melihat pria itu berjalan sedikit membungkuk karena ada sedikit perbedaan tinggi badan.
Molla, Exo mungkin..”
“Wohoo assa, Aku pikir Kai mirip sekali dengan Jongin,”
Luhan langsung mencebik sebal, “Kai jauuuhhhhh lebih tampan dan mereka sangat tidak mirip!”
“Ya! Kenapa kau berseru padaku!”
“Karena kau terus saja membawa – bawa nama Jongin!”
Kyura berhenti mendadak, “Kau benar. Bagaimana caranya agar aku terbebas darinya? Jika aku pikir lagi, aku rasa aku tidak mau hidupku terusik di sekolah gara – gara Jongin. Otokkee??”

+ My Answer Is… You +

Apa yang harus dilakukan siswa kelas 3 yang sudah melewati tengah semester? Pastilah hanya difokuskan untuk belajar dan belajar. Namun sudah sewajarnya sebagai remaja yang normal pula, pasti ada sesuatu yang sangat menyita banyak pikiran mereka selain belajar. Seperti Kim Jongin contohnya, awalnya memang dia sudah berniat akan belajar dengan giat untuk bisa memasuki universitas ternama di korea seperti yang diharapkan Ayah dan Ibunya, namun demikian kini niat itu hanyalah sebuah niat semata. Jongin tidak tau tepatnya kapan dia tersandung masalah seputar perasaannya pada Kyura dan sekarang malah rasanya sudah terlanjur jatuh pada gadis itu. Seberapa kerasnya dia memelototi buku pelajarannya, pikirannya seakan tidak mau mencerna apa yang sedang ia baca. Hasilnya, Di mata Jongin hanya ada siluet bayangan wajah Kyura yang selalu menghiasi seluruh buku – buku yang sedang ia pelajari. Sudah seratus kali Jongin bertanya pada dirinya sendiri dan jawabannya akan selalu sama bahwa dia memang sedang di mabuk cinta kepada seorang Kim Kyura.

Braakkk

“Jongin-ah!”
Jongin seperti ingin jatuh dari kursi meja belajarnya saat pintu kamarnya terbuka dengan sangat rusuh. Dan dia tidak ingin repot – repot menoleh pada orang itu karena sudah jelas Itu adalah Baekhyun dengan suaranya yang nyaring itu.
“Kau keluar dari agency? WAE!?” Baekhyun menyemprot Jongin saat itu juga, berjalan gontai menuju keberadaan Jongin yang memunggunginya di pojokan ruangan, “Kau tidak tau kalau beritanya sudah tersebar tadi!”
“Apakah Soojung terlihat sangat heboh?”
“SUPER!”
Masih dengan melihat punggung Jongin, Baekhyun kemudian mendengar suara dengusan laki – laki tan itu.
“Kenapa kau tidak bercerita tentang ini padaku?!”
“Baekhyun-ah, kenapa semuanya jadi seperti ini?” Jongin membalikkan badannya dan langsung menatap mata Baekhyun dengan ekspresi yang seolah – olah mempunyai seribu masalah di dalam hidupnya.
“Aku hanya tau kau.. selalu menyangkal permintaan ayahmu untuk keluar dari agency,”
Jongin terdiam, kini kepalanya tertunduk menatap sepatu Baekhyun. Dia tidak menyangka dirinya akan menjadi sangat labil seperti ini. Sementara Baekhyun sedang mencerna semua tingkah laku Jongin selama ini dan Dia rasa Jongin memang sudah agak gila semenjak menyukai Kim kyura.
“Jongin-ah–“

Braakkkk

“Ya! Kim–”
Baekhyun sontak menoleh ke belakang sementara Jongin mendongak menatap Chanyeol yang berdiri dengan terengah di ambang pintu, “Kapan kau keluar?” Tanya Chanyeol langsung sambil megap – megap
“Kemarin,” Jawab Jongin pelan
“Jadi kau.. keluar karena– kau..” Chanyeol berjalan semakin dekat dengan Jongin kemudian dia menghela nafas kasar sambil bersedekap di dada, “Jadi kau benar – benar keluar karena sudah tidak kuat dengan dorongan ayahmu atau karena Kim Kyura?”
Suara jentikan jari Baekhyun sudah menggambarkan bahwa dia sepadan dengan Pertanyaan Chanyeol. Kemudian keduanya memperhatikan Jongin seperti menginterogasinya.
“Kau mengharapkan aku menjawab salah satu atau dua – duanya?”
Baekhyun dan Chanyeol menaikkan alisnya bersamaan masih dengan menatap wajah Jongin yang sekarang berubah frustasi, “Sepertinya yang kedua juga ikut andil dalam hal itu, yeol..”
“Ah, aku sudah tau pasti kau akan melakukan hal ini..” Kata Baekhyun lalu berjongkok menatap Jongin, “Kau benar – benar melakukan semuanya demi Gadis itu..”
Jongin mengumpat pelan lalu menggelosorkan badannya ke lantai, “Ottokee.. aku bisa gila jika seperti ini. Aku rasa ini bukan dirikuu!” Kedua kakinya menendangi kaki Baekhyun.
“Ya ya ya..”
“Apakah kau juga seperti ini pada Cheonsa?” Tanya Jongin pada Baekhyun, Kini Park Chanyeol sudah duduk di lantai di sebelah Baekhyun sambil bermain dengan ponselnya.
“Apa maksudmu?”
“Kau menyukai Cheonsa bukan? Lalu apakah kau bertingkah aneh sepertiku juga?”
Chanyeol menolehkan kepalanya pada Baekhyun yang sekarang menggeleng, “Aku… belum terlalu jauh menyukai Cheonsa. Hanya… sekedar menyukainya saja,” Baekhyun mengangguk anggukkan kepalanya kemudian menekuk kedua lututnya, “Eeyy bukankah aku memang harus menyukainya karena dia tunanganku,”
“Lalu aku?” Jongin benar – benar memajang wajah sangat nge-blank, “Lalu aku bagaimana? Apakah jiwaku benar – benar sudah terganggu?”
Molla,” Chanyeol menyambangi dengan masih menatap layar ponselnya, “Aku belum pernah jatuh cinta,”
“Hahaha. Tentu saja kau jatuh cintanya kepadaku bukaaan?!” Baekhyun berusaha menaikkan suasana dengan suaranya yang melengking
“Ooohoho Uri Baekhyuniee~~” Chanyeol membalasnya dengan ber aegyo pada Baekhyun lalu mencubit kedua pipinya gemas membuat Jongin ingin muntah. Namun kemudian menyerang keduanya sambil tertawa bersama – sama. Bergelung di lantai seperti anak yang baru menginjak umur 5 tahun.
“Aaawww yak! Ya ya ya chakaman,” Chanyeol yang terjepit diantara tubuh Jongin dan Baekhyun di lantai teringat sesuatu, “Jongin-ah, Lalu apa tujuanmu keluar dari agency jika itu karena Kyura?” Mata Chanyeol sedikit melirik Jongin yang berada di atas punggungnya sementara Baekhyun berada di paling bawah sedang menghadap Chanyeol sambil menahan berat tubuh kedua temannya.
“Aku pikir, aku tidak mau lagi dikejar – kejar para gadis itu, yeol..” Ujar Jongin pelan lalu menyangga dagunya di pundak Chanyeol membuat Baekhyun semakin tidak bisa bernafas.

“Jadi kau berpikir jika keluar dari agency, kau tidak akan populer lagi? Dan bisa menjalani kehidupanmu yang normal?” Chanyeol seperti mengejek Jongin

“Yahh–Jonginhh.. Kau tidak–hh akan merubah apapun–hh, mmphh.. aku tidak bisa bernafas!” Baekhyun Berkata satu – satu sementara Jongin memikirkan semua omongan Kedua temannya. Benar juga dengan apa yang Chanyeol dan Baekhyun katakan. Pikirannya tiba – tiba seperti terbuka mendadak dan itu membuatnya tambah menyesal dengan apa yang ia lakukan. Bagaimana jika hal ini membuat semuanya menjadi semakin parah?

“Gadis – gadis itu tetap saja akan mengejarmu, Jongin-ah. Bahkan menurutku, mereka akan semakin gencar mencari tahu kenapa kau tiba – tiba keluar dari agency setelah fotomu dan Kyura tersebar,” Chanyeol berusaha mengangkat sedikit tubuhnya menggunakan kedua tangannya agar Baekhyun bisa bernafas di bawahnya

“Jadi sekarang bagaimana? Aku tidak mau jadi populer lagi, Yeol!” Jongin berkata sedih dengan menekan kalimatnya, “Dan aku sangat menyukai Kim Kyura..”
“Jalani saja dulu, dan jangan menjadi sok tampan di sekolah..” Nasehat Baekhyun sangat tidak berbobot di telinga Jongin.
“Apakah selama ini aku sok tampan hah?! Aku memang tampan dari lahir!” Jongin semakin memepet keduanya ke lantai dengan sekuat tenaganya sampai kedua tangan Chanyeol yang sedang menyangga lantai kembali runtuh
“Ya! Dasar hitam! Menyingkir kau dari atasku! Aaaaaaa!” Baekhyun berseru heboh, dia rasa badannya benar – benar akan remuk sebentar lagi, tangannya berusaha menjambak rambut Jongin.
“Aku ingin pindah ke Yeonwoo,”
“YAAKKK!” Baekhyun benar – benar memukul kepala Jongin
“Aku serius!”
“Lebih baik kau tidak usah Sekolah saja, Jongin–aaaaaakk! Aku.. akan mati, kalian berat sekali sungguh–“

+ My Answer Is.. You 11 +

“Kyura-ya.. aku tidak tau jika kau sangat akrab dengan Jongin,”

Kyura seperti ingin menjatuhkan ponselnya saat pesan dari Namjoo ter pop-out di layar ponsel yang sedang ia pegang. Tadinya dia berniat mengirimi Daena pesan agar menyusulnya ke perpustakaan tapi kenapa hal yang ia takutkan muncul begitu saja ketika dia sedang sendirian?
“Oh! Ya.. kau disini juga rupanya. Aku pikir kau di kantin makannya aku mengirimimu pesan..”
“Na–namjoo-ya..” Kyura berusaha tidak menjadi gugup, “Baru saja aku akan membalasnya,” Kyura nyengir pada Namjoo yang duduk di hadapannya dengan mendekap beberapa buku besar di depan dadanya.
“Sebenarnya saat aku bertemu Jongin di cafe itu aku tidak curiga sama sekali denganmu, Kyura-ya..” Kata Namjoo berbisik dengan memajukan kepalanya, “Tapi kemarin Foto seorang gadis memeluk Jongin yang tersebar di sosmed membuatku bertanya – tanya. Apakah itu kau? Apakah kau dan Jongin berada di cafe pada saat itu? Apakah kalian…”
“ANIEYOOO!” Suara Kyura meninggi saking paniknya membuat penjaga perpustakaan menunjuk wajah Kyura menggunakan penggaris besi membuat Namjoo buru – buru membungkuk minta maaf pada penjaga itu.
“Namjoo-ya.. ng… begini, hmm…” Kyura mulai gemetaran, seseorang selamatkan Kyira sekarang juga. Bagaimana bisa dia akan bisa menyangkalnya jika semua hal itu benar – benar dirinya?
Ya! Dirinya yang berada di foto itu dan Ya! Dirinya juga yang sedang berada di cafe bersama dengan Jongin. Lalu bagaimana ini? Bagaimana jika Namjoo menyebarkannya? Apakah Kyura bernegosiasi saja dengan Namjoo? Tapi apa yang akan dijamin Kyura untuk gadis itu?
“Kyura-ya.. apakah ini ada hubungannya dengan penutupan blog jongin?”
“Tidak..” Kyura menggeleng keras, “Itu.. karena.. hmm, ah! Itu karena Jongin ingin melaporkanku ke polisi,”
“Hah?”
Kyura mengangguk hebat, “Ayahnya marah besar mengetahui dirinya ternyata masih menari di sekolah,”
“Heh??”
Sekujur tubuh Kyura memanas, harusnya dia tidak membeberkan masalah ini ke Namjoo tapi mulutnya seakan dirasuki sesuatu karena nyatanya dirinya sudah dalam posisi terpepet.
“Jadi Jongin keluar dari agency juga karena ayahnya?”
Kyura tertegun, kenapa Namjoo tau kalau Jongin keluar dari Agency nya?
“Kau tidak tau? Beritanya sudah tersebar semalam, bahwa Jongin dinyatakan keluar dari agency,”
Jantung Kyura berpacu cepat, bukankah selain karena larangan ayahnya untuk menari, jongin keluar dari agency karena Dirinya juga? Kata – kata Jongin terus saja berputar – putar di otaknya saat berkata ‘Aku akan berhenti menjadi anak populer’ ‘Aku akan keluar dari agency besok,’ ‘Ayo kita backstreet saja,’
Ah, Kyura bisa gila jika terus – menerus mendengar suara Jongin di otaknya seperti kaset rusak.
“Ah.. jadi semua ini karena Ayahnya..” Namjoo menyimpulkannya sendiri saat Kyura hanya menatap dirinya dengan pandangan kosong, “Tapi kenapa kalian sampai berpelukan pada waktu itu?”

Jeder

“Eh?”
Kyura pikir Namjoo sudah selesai dengan perkataannya, ternyata dirinya memang sudah berakhir hari ini.
“Itu kau dan dia kan?”
Entah kenapa Kyura menggelengkan kepalanya dengan wajah memelas.
“Bukan kau?”
“Bu–bukan,”
“Lalu yang di cafe?”
“Oh.. itu karena.. um.. dia hanya memastikan jika blog nya sudah aku tutup,”
“Ah.. jadi begitu,” Namjoo percaya begitu saja, “Mungkin Jongin memang sedang menjalin hubungan dengan seorang gadis Yeonwoo, tapi siapa?”
“Ak–aku tidak tau,”
Namjoo menghela nafas pelan, “Ah, jinjja. Kenapa seragam sekolah kita harus mirip begini. Jika gadis itu memakai jas nya mungkin akan langsung tau dia dari Soojung atau Yeonwoo,”
Bukannya ikut memajang wajah sedih seperti Namjoo, Kyura malah sedang bersorak di dalam hatinya.
“Ah molla. Aku akan fokus dengan sekolah saja kalau begitu,”
“KEURAEE! YA, bukankah kita sudah kelas 3!” Kyura berseru dengan berbisik menggebu pada Namjoo, saking leganya karena Namjoo percaya padanya Kyura sampai berdiri dari bangkunya dengan bertepuk tangan.

+ My Answer is… You 11 +

“Ah daebak, Jongin keluar dari agencynya!”
“Ah sungguh menyebalkan, kemarin dia memeluk seorang gadis sekarang dia keluar dari Agency?”
“Apa maksudnya ini?”
“Aku pikir ini semua karena gadis itu, Jongin keluar dari agency,”
“Kenapa bisa begitu?”
“Hm.. bisa saja bukan, Gadis itu ingin Jongin keluar dari agency agar mendapatkan perhatian lebih darinya?”
“Fiona, kenapa kau tidak berkomentar sejak tadi?”
Fiona, gadis berseragam Yeonwoo tingkat II yang sedang membaca novel menoleh pada teman – temannya yang sedari tadi menggosip, “Untuk apa aku berkomentar, toh aku sudah tau gadis itu..” Kata Gadis yang notabene adalah kekasih dari Oh SeHun itu. Sebagian siswa perempuan yang mendengar perkataan Fiona sontak mendekat ke tengah – tengah ruang kelas dimana bangku Fiona berada.
“Ya! Kau tau gadis itu huh?!”
“Katakan siapa dia!”
“Benarkan dia siswa Yeonwoo? Atau Soojung?!”
Yeonwoo, Kim Kyura..”
NUGU!!!?”

To Be Continued …

Jangan protes dulu karena ga ada JONGRA momen jebal hahaahha. ini sebenernya ketiknya ngebut, jadinya begini dulu ya. semoga lanjutannya bisa cepet. ini aja aku bersyukur bgt bisa garap MAIY nya di antara jadwal kerja rodi(?) aku.makannya maklumin kalo chap ini kurang memuaskan^^

Terimakasih yang sudah mau mengikuti My answer is you dan maapin typos.

 

One response to “[FREELANCE] MY ANSWER IS YOU (CHAP 11)

  1. Ya ampun. Habis Sudah Kyura. Apalagi semuanya tau kalau dia yang bersama Jongin di cafe. Terus gimana kelanjutannya.
    Kutunggu ya.
    Apa yang akan direncanakan oleh Jongin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s