[FREELANCE] Spaghetti

z3

Title: Spaghetti || Author: ayslv (@ayusilpiani) || Cast: Chanyeol & You || Genre: Fluff, Romance || Rate: Teen || Lenght: Drabble

Personal blog: https://silpianipark.wordpress.com/

 

~Cr.photos: owner~

Aku tak henti-hentinya berdecak kagum melihat interior dari restoran yang saat ini sedang aku kunjungi. Gumaman seperti, ‘Uuh – Wow – Mmm’, berulang kali lolos dari bibirku. Kata orang-orang sih, restoran ini hanya untuk yang berdompet tebal saja. Aku mengangguk-anggukkan kepala, setelah ini aku akan sedikit bersombong kepada teman-temanku.

Aku tidak datang sendiri, omong-omong. Pacarku yang membawaku kesini. Namanya Park Chanyeol, laki-laki mesum dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi seperti tubuhnya yang mendulang bagai tiang listrik. Selalu tersenyum bagaimana pun keadaannya, layaknya idiot tapi dia begitu hangat dan menjagaku. Walau pun begitu, dia adalah salah satu lelaki popular di sekolah asal kalian tahu, dan para gadis-gadis menjadi iri padaku.

But, wait!

Aku seperti merasakan sesuatu yang janggal.

“Chanyeol-a?” mataku berhenti berkeliling dan terpusat pada sosok di seberang meja. “Dari mana kau mendapatkan uang?” tanyaku penuh selidik. “Kau tidak mencuri uang bibi ‘kan?”

Y-ya! Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu, huh!

Oh ayolah! Kami masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Menurutmu apakah uang saku kami cukup untuk sekedar memesan air mineral saja?

Aku mengangkat bahu, punggungku bersandar pada sandaran kursi dan melipat lengan di bawah dada. Aku hanya mengatakan apa yang ada di kepalaku dan menurutku itu cukup masuk akal.

“Uang eomma adalah uangku juga kau tahu!” katanya.

“Tidak jika kau mengambilnya tanpa seijin bibi!” aku menekankan.

“Aku mendapat ijin darinya,” aku Chanyeol. “Eomma sendiri yang memberikannya padaku,”

Ya, ya, ya. Chanyeol tidak mungkin mengatakan bahwa dia telah berbohong. Jadi aku lebih baik berpura-pura percaya saja. Setelahnya aku sendiri yang akan menanyakan pada ibunya. Ku akui jika keluarganya tidak bisa di katakan biasa-biasa saja, akan tetapi tuan dan nyonya Park bukan tipikal orang tua yang selalu memanjakkan anak-anak mereka.

“Baiklah. Aku percaya,” dia kemudian memamerkan senyum tiga jarinya yang semakin membuatnya terlihat idiot. Ugh!

Tak lama seorang pelayan tiba dengan pesanan kami. Spaghetti with bolognese sauce, menu favorite di restoran Italian ini. Itu terlihat menggiurkan dan cacing-cacing dalam perutku sudah mulai berdemo. Aku langsung melahap spaghetti milikku saat kulihat Chanyeol menggelengkan kepalanya melihat tingkahku yang seperti baru menemukan makanan setelah berabad-abad, mungkin. But I don’t care. Dia selalu menerima ku apa adanya.

Daebak! Ini spaghetti paling enak yang pernah ku makan,” aku mengatakannya dengan mulut penuh spaghetti. Niatan untuk menanyakan perihal kebenaran uang Chanyeol, musnah sudah. Sering-sering saja pacarku yang tampan itu membawaku kemari.

Ya! Bisa pelan sedikit tidak? Cara makanmu sudah seperti anak SD!” Chanyeol meringis. Mungkin dia berharap aku akan bersikap sedikit lebih anggun di depannya. Hahaha

“Lihat, bibirmu jadi kotor!” dia mengomel sendiri, kemudian bangkit lalu duduk di sampingku.

Aku mengedip dua kali memandangnya bingung dengan spaghetti yang masih terjuntai di mulutku, terakhir aku menyeruput nya sebelum bersuara, “Mwo?

Tapi gerakannya yang tak terduga namun lembut begitu sampai berhasil membuat mataku terbelalak. Rasanya geli, basah, manis, dan ah sudahlah! Aku tidak pandai mendeskripsikan sesuatu. Yang pasti lebih dari cukup membuat kerja jantungku menjadi abnormal. Bahkan memikirkannya terlalu pusing sampai-sampai terasa berputar-putar di kepalaku, jadi aku memilih untuk menutup mata. Menikmati? Ya.

“Sudah bersih,” ujarnya setelah dia memisahkan bibirnya dari bibirku. Oh sungguh, aku benci keadaan seperti ini. Selalu membuatku mati gaya dan salah tingkah.

Kulihat dia dengan santainya kembali ke tempat duduknya yang semula, memakan spaghetti-nya seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Heol! Apa dia tidak tahu perbuatannya barusan hampir membuat jantungku merosot ke dasar perut? Ugh! Menyebalkan!!

Dan dia menyadari keterdiamanku. Kalau sudah begini—

“Pipimu merah!” tunjuknya.

—tuh ‘kan! Apa kubilang!

Fin.

Halo~

Thank you sudah meluangkan waktu untuk baca ff-ku. Semoga terhibur dan jangan lupa feedback nya❤

Rgds,

Ayslv

4 responses to “[FREELANCE] Spaghetti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s