[FREELANCE] Autumn #8

_20160425_201615

Cover Alkindi Exo Kingdom Fanfiction

Title : Autumn chapter 8

Author : Puspita.desu

Cast : Byun Baekhyun
Kim Yoora, other.

Genre : Romance, Sad, Angst, Hurt, Idol life

Rating : 13+

Length : Chaptered.

Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 | Chap 4 | Chap 5 | Chap 6 | Chap 7 |

******

Aku tersenyum kala mengingat masa lalu yang Indah,
Lantas menangis kala mengingat itu amat menyakitkan,

Bagaimanapun masa laluku, ku harap kau tidak menilaiku dari sana.

Kepulan asap dari secangkir susu vanilla ditangan Yoora begitu mengejutkan, ditambah manusia tinggi yang duduk dihadapannya membuat gadis itu sanksi jika matanya berada dalam keadaan normal.
Dia tak ingat mimpi apa dirinya semalam sampai disuguhkan segelas susu vanilla ibu hamil oleh pria yang sampai sekarang belum pernah bertegur sapa dengannya, dan pria itu bahkan tersenyum padanya.
Entah itu apa artinya.

Atau mungkin pria itu melihat Yoora yang sembab karena menangis semalam dan dengan rasa iba membelikan sampai membuatkan dirinya susu hamil?

Atau ini rasa permintaan maaf karena kerap kali membuat Yoora canggung,
Lantas siapakah dirinya sampai menerima permintaan maaf seperti itu dari Park Chanyeol?

“Maaf, sebenarnya aku tak suka susu vanilla..”

Tegur Yoora pelan, dia memang paling tidak bisa meminum susu kecuali susu cokelat.

Chanyeol menaikkan alisnya, apakah Baekhyun tahu hal demikian?
Tentu tidak.

“Ah, maaf jika begitu aku akan buatkan lain kali..”

Ujar Chanyeol, tangannya meraih gelas cangkir ditangan Yoora, namun gadis itu dengan segera meminumnya sampai habis.
Tanpa bernafas sedikitpun. Membuat Chanyeol takjub dan juga menyesal karena membuat gadis itu terpaksa meminumnya.

“Eh, maaf. Kenapa memaksa?”

Chanyeol menyimpan gelas di wastafel dan mencucinya, lantas kembali duduk mendekati Yoora yang masih terdiam.

Yoora bukan tipe gadis pecicilan namun dia pesimis.

Satu poin lagi dari Yoora yang pria itu ketahui, apakah Baekhyun juga mengetahuinya?
Tentu tidak.

“Maaf jika selama ini aku bersikap buruk padamu, aku minta maaf..”

Chanyeol menunduk dalam, dia benar-benar menyesal telah membuat gadis itu ketakutan setiap kali bertemu dengannya.

Salahkan Baekhyun, teman brengseknya yang selalu membuat otaknya serasa meledak dan akhirnya dia lampiaskan pada Yoora yang notabene adalah korban.

Baekhyun yang sekarang benar-benar membawa pengaruh buruk.

Namun entah mengapa Chanyeol merasa senang jika gadis yang kini menjadi korban ketidak warasan Baekhyun adalah Yoora. Gadis yang sama sekali tak pernah memanfaatkan dirinya yang kini hidup bersama member Exo.
Jangankan meminta foto atau tanda tangan, berbicarapun seadanya.

Ya, singkatnya Chanyeol menyukai hubungan Baekhyun dan Yoora. Terlepas dari kecelakaan.

“Tidak apa, aku juga minta maaf karena tak sopan. Tak pernah menyapa padamu Cha Chanyeol-ssi..”

Jawab Yoora canggung, dalam hati bahagia karena Chanyeol kini bersikap baik padanya.
Satu masalahnya usai sudah.

Namun mengingat Kyungsoo yang semalam mengatakan rasa suka pada dirinya bak pengganti dari ini.
Menutup matanya dan menunduk.
Mengapa masalah senang sekali menghampirinya?

“Ey, memangnya kita seumuran? Panggil Oppa saja. Kau ini benar-benar tidak sopan..”

Chanyeol tersenyum mencoba mencairkan suasana, juga merasa tak nyaman jika Yoora memangilnya seperti itu. Bahkan para fansnya pun memangilnya Oppa.
Lalu,

“Apa kau penggemar kami?”

Tanya Chanyeol yang seketika membuat Yoora mendongak terkejut, dia bingung.

Ya, dia penggemar grup Exo yang selalu memenuhi telinga Yoora dengan semua lagunya.

Bahkan Yoora hafal seluk beluk prilaku dan keluarga mereka jauh sebelum dia kesini,

Park Chanyeol yang riang, mood booster para member dan selalu berfikir positif.

Paling tidak Yoora menyaksikan sendiri kebenaran fakta dari pria didepannya.

Menggeleng pelan sembari memainkan jari tangannya.

“Maaf, aku bukan penggemar kalian.”

Yoora meyakini hal ini, akar dari segala yang dia dapatkan sekarang.
Menyesal, itu bukan hal yang baik.
Lalu apa?

Dia hanya ingin melupakan masa lalu.
Ya, itu Yoora yang sekarang.

Keduanya berbalik ketika terdengar suara deheman dibalik pintu dapur dan menemukan Baekhyun didalamnya, telah rapi dengan kunci mobil ditangannya.

Apa Yoora sudah mengatakan bahwa Baekhyun luar biasa tampan?

Ya, terlalu mempesona sampai gadis itu selalu melupakan hal yang dia lakukan padanya.

Baekhyun duduk disebelah Yoora dan meraih sarapannya. Pandangan pria itu dia alamatkan pada Chanyeol, mereka berdua seperti sedang berselisih.

Apa Yoora melakukan kesalahan lagi?

“Aku akan membelikanmu susu cokelat, lain kali jangan memaksakan hal yang tidak kau sukai.”

Jangan memaksa,
Hal yang tidak kau sukai.

Byun Baekhyun,
Apa kau sedang menasehati dirimu sendiri?

“Tidak apa, aku saja yang membelinya.”

“Tidak Yoora, aku ini calon suamimu..”

Perkataan Baekhyun membuat Chanyeol berdecak, sebenarnya apa mau nya anak ini?
Lantas meninggalkan keduanya dan bersiap untuk bekerja.

Yoora mengkerut, pria itu mulai lagi.
Mengatakan segala hal manis tanpa tahu maksudnya seperti apa, tanpa tujuan yang sebenarnya.
Byun Baekhyun selalu pandai berpura-pura.

Dan itu yang membuat Yoora tak ingin berharap lagi padanya.

“Aku serius Kim Yoora.”

Baekhyun kembali bersuara, seperti tahu apa yang ada dalam isi kepala Yoora dan menjawabnya dengan tenang.

“Aku juga serius, aku ingin kembali ke rumah orang tuaku saja.”

Yoora memberanikan diri untuk berbicara, lantas melihat Baekhyun yang terdiam.
Tanpa gadis itu tahu bahwa jantung Baekhyun seperti ingin terlepas.

“Dari awal aku tak memintamu untuk bertanggung jawab, maka tak apa jika aku membesarkan ‘bayi itu’ sendirian..”

“Kau tidak meminta tapi aku yang ingin bertanggungjawab Yoora, jangan mengatakan hal aneh seperti itu lagi. Kita akan kerumah orang tuamu dan membicarakan pernikahan kita..”

Balas Baekhyun, rahangnya mengeras karena Yoora lagi-lagi meragukan dirinya.
Atau memang Baekhyun memang pantas diragukan.

“Lalu bagaimana dengan karirmu? Aku akan merusaknya, bagaimana..

“HENTIKAN KIM YOORA.. KAU MERUSAKNYA? IYA, KAU MERUSAK SEMUANYA. LANTAS BAGAIMANA AKU YANG MERUSAK MASA DEPANMU HAH?
APA KAU FIKIR HANYA DIRIMU YANG BERSALAH? AKU DISINI YANG PANTAS DIHAKIMI BODOH..”

“HENTIKAN BYUN BAEKHYUN.!”

Kyungsoo yang mendengar suara teriakan dari arah dapur dengan cepat menghampiri, terlihat Baekhyun yang berdiri sembari menunjuk Yoora dan gadis itu yang memerah, seberkas air mata mengalir deras dipipinya.
Si brengsek itu.

Lantas Kyungsoo menenangkan Yoora yang semakin mengeraskan tangisannya, apa seperti ini perlakuan Baekhyun pada Yoora?

“Aku semakin yakin untuk tidak menjauhi Yoora, kau saja yang sebaiknya pergi.”

Ujar Kyungsoo pelan, giginya bergemeletuk namun dia tak ingin membuat Yoora ketakutan lagi. Terlebih gadis itu sedang mengandung.
Baekhyun mengusap wajahnya kasar, dan melihat Yoora yang mulai tenang dalam belaian Kyungsoo. Dia menyakiti gadis itu lagi.

“Aku akan pergi latihan, jangan pergi sendirian Yoora. Hubungi aku jika terjadi apa-apa..”

Lanjutnya, kemudian pergi tanpa menghiraukan Kyungsoo yang kembali berujar.

Jangan harap, Byun Baekhyun.

******

Kim Yoora meringkuk diatas ranjangnya yang dingin, dia tak tahu apa yang harus dilakukan.
Sesaat merindukan suasana sekolah dan ingin bertemu Hyeri, jika keadaannya tidak seperti ini mungkin dia dan Hyeri sedang mempersiapkan untuk ujian mendatang.
Yoora benar-benar menjadi pengangguran sekarang.
Tentang home schooling yang dijanjikan Baekhyunpun belum direncanakan kembali, toh setelah dia luluspun tak ada yang Yoora bisa lakukan untuk karirnya.

Dia ingin jadi penulis.

Namun kini rencananya pupus sudah, akan tetapi hal yang membuat hancur cita-cita nya paling tidak membuat Yoora sedikit bahagia.

Mengusap perutnya pelan, dalam hati meminta maaf karena selalu membuat bayinya sedih.

Yoora pernah membaca dalam artikel, bayi dalam perut seorang ibu akan merasakan perasaan yang sama dengan ibunya.

Yoora yang selalu menangis,
Yoora yang selalu bingung,
Yoora yang penakut.

Apa nanti anaknya juga akan seperti itu?

Dia memang ibu yang buruk.

Lantas melirik ponselnya yang bergetar tanda panggilan masuk, nomor tidak dikenal.

Jangan pernah mengangkat telpon sembarangan.

Yoora merasakan suara Baekhyun dikepalanya, membiarkan ponselnya bergetar kembali. Entah untuk panggilan yang keberapa.

Selanjutnya Yoora merasakan getaran itu lebih pendek, pesan masuk.

Jangan menyalakan televisi, jangan pergi kemanapun sampai aku pulang dan matikan ponselmu sekarang juga!

Baekhyun.

Yoora membulatkan matanya, darimana pria itu tahu nomor ponselnya?
Dan ada apa gerangan sampai Yoora harus mematikan ponselnya?

Lalu pesan kembali masuk di ponselnya.

Jinki Oppa.

Hai,
Bagaimana kabarmu? Maaf baru menghubungimu. 
Apa kita bisa bertemu?
Aku menunggumu satu jam lagi di Taman.

Aku merindukanmu Yoo.

Itu Jinki Oppa?
Yoora kian melonjak senang mendapati pesan dari pria yang sudah dianggapnya seperti kakak sendiri.
Dan menyesal karena selama ini melupakan Jinki, Yoora terlalu pusing dengan masalahnya akhir-akhir ini.

Namun mengingat permintaan Baekhyun untuk tidak pergi kemanapun membuatnya kembali mengkerut.

Baekhyun belum jadi suaminya.

Ya, dia bahkan masih ragu pada Yoora.

Dan secepat kilat gadis itu pergi meninggalkan apartemen tanpa tahu apa yang terjadi selanjutnya.

******

Kim Taeyeon berlari bak kesetanan di koridor kantor agensinya.
Mengusap air matanya yang mengalir deras tanpa bisa dia hentikan, dan jantungnya yang berdenyut nyeri.
Bagaimana tidak, Taeyeon yang bahkan belum bisa melupakan Baekhyun kini dikejutkan dengan kabar mantan kekasihnya itu yang menghamili seorang gadis.

Ini mustahil.
Maka bagai tak ada lagi hari gadis itu menghampiri pelaku utama yang membuat perasaan Taeyeon terombang-ambing.

Gadis itu membuka pintu latihan Exo sekuat tenaga, membuat semua anggotanya yang sedang berlatih terkejut. Lantas berlari mendekati Baekhyun dan mencium bibirnya.

Sedalam-dalamnya,
Sebagaimana dalam luka hatinya.

Dan tak peduli lagi teriakan kaget dari orang sekitarnya,
Terlebih itu Baekhyun yang menegang dan melepas tubuh Taeyeon.

Ini memang benar.

Baekhyun tak pernah melepas ciuman yang dia berikan. Baekhyun berubah.

“Apa yang kau lakukan Noona?”

Tanya Baekhyun yang masih terkejut, dia melihat semua anggota Exo yang keluar membiarkan keduanya untuk berbicara.
Berbicara hal yang sebenarnya sudah tuntas, lantas apa yang membuat Taeyeon mendatanginya seperti ini?

Dia sudah menduga bahwa Taeyeon sudah mendengar berita tentangnya.

“Apa itu benar?”
Tanya Taeyeon, meraih tangan Baekhyun namun kembali ditepis oleh pria itu.

“Ya, itu benar Noona. Aku akan menikahinya.”

Jawab Baekhyun akhirnya, berniat mengakhiri semua hal yang dia ragukan selama ini.

Dia masih mencintai Noona-nya, itu benar. Namun Yoora dan bayinya yang kini lebih membutuhkan dirinya terus terbayang-bayang di kepalanya.

“Bohong, KATAKAN PADAKU JIKA ITU BOHONG BAEK.”

Taeyeon kembali menangis, memukul dada Baekhyun sekuat tenaga. Hatinya sakit tanpa bisa dia tahan, bahkan Taeyeon memimpikan untuk menikah dengan Baekhyun suatu hari nanti, namun apa yang kini dia dengar?

Ya, Baekhyun memang akan menikah. Namun bukan dengan dirinya.

Baekhyun menghentikan tangan Taeyeon dan menggenggamnya.

“Hentikan Noona, ini memang bukan jalan kau dan aku. Aku tidak bohong, maafkan aku.”

Lantas mengeluarkan sapu tangan dan memberikannya pada Taeyeon, kemudian berbalik pergi tanpa menoleh lagi.

“Aku tak butuh ini Baekhyun, ambil itu untuk calon istrimu..”

Baekhyun merasakan sapu tangannya yang dia injak, dia tak lagi peduli.

Maaf noona, aku memang bejad.

******

Lee Jinki tersenyum senang melihat seorang gadis yang datang menghampirinya.
Cantik,
Yoora memang luar biasa cantik.
Siapa yang tidak mengakuinya?

Gadis itu berlari kearahnya dan memeluknya seketika dengan erat.
Jinki amat merindukan gadis kecilnya ini, atau dia kini bukan lagi seorang gadis.
Dan fakta itu membuat Jinki mengeras, mengepalkan tangannya di atas punggung Yoora.
Biarlah dirinya menjadi orang jahat sekalipun, apa Cinta membuat Jinki kehilangan akal sehat?

“Ayo duduk.”
Ajaknya kemudian, menyerahkan sekaleng susu cokelat kegemaran gadis itu.

“Oppa semakin tampan saja, aku merindukanmu..”

Ujar Yoora riang, dan mengapa Yoora bisa sesenang ini?
Mustahil jika ini efek dari bertemu dengan Jinki, apa hamil membuatnya bahagia?

“Aku merindukanmu lebih banyak Yoo..”
Balas Jinki, meminum kopinya dan membuat Yoora mengikutinya. Meminum susu cokelatnya sampai habis.

Dan tak lama Yoora merasakan perutnya yang seperti terlilit, teramat sakit.
Lantas melihat Jinki yang tersenyum tenang, ada apa dengannya?
Keringat dingin mengucur deras di dahinya,

“O ooppa, tolong ak aaku..”

Pinta Yoora, Jinki semakin tersenyum melihat Yoora kesakitan sembari meremas perutnya.
Keluarlah bayi sialan!

Dan Yoora menunduk lantas menangis histeris melihat darah yang mengalir dipahanya.

Apa yang telah Jinki Oppa lakukan?
Dan semuanya gelap.

Datanglah kesini cepat, bayimu segera keluar.

******

Yoora mengernyit mencium bau yang sangat menyengat, bau yang paling dia benci.
Bau rumah sakit,
Apa dirinya sedang dirawat?

Oh!
Seketika bangun dan menemukan Baekhyun yang berada disampingnya, dengan wajah khawatir dan apa artinya ekspresi itu?

Yoora menangis dan meremas baju Baekhyun.

“Ba bayiku.. bagaimana bayiku?”

Baekhyun tak menjawabnya, pria itu memeluk Yoora erat dan ikut menangis..

“BAGAIMANA BAYIKU, JAWAB BYUN BAEKHYUN. ”

To be continue..

11 responses to “[FREELANCE] Autumn #8

  1. Jinki jahat bgt siih. Sabar yoo. Mdh”an Baekhyun selalu setia dan nyadarin perasaannya sm kamu yoo:”(

  2. Dasar jinki jahat banget. Itu hati manusia apa setan sihh tega banget. Berharap baekhyun menyadari perasaabnya ke yoora. Please jgn buat yoora sedjh lagi

  3. Pingback: [FREELANCE] AUTUMN #9 | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: [FREELANCE] Autumn #10 | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Pingback: [FREELANCE] Autumn #11 | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s