[FREELANCE] Dream and Love Chapter 2

z 11

|Author : Green Latte||Tittle : dream and love chapter 2 ( Flasback- 01 ) ||Main Cast : Kim jong in  and OC’s Jane ||Other Cast : Oh sehun , Taeyong  find by your self  ||Genre : Romance, Campus life, Family,Sad,Tragedy,Marriage life (coming soon), comedi gaje

||Leght : Multichapter||Rated : PG-15 |

Disclaimer : Fanfic ini original hasil imaginasi aku sendiri  tanpa ada unsur plagiat. aku bikin ini juga sambil muter otak ku untuk bikin fanfic ini dan hasil nya standard  banget.

Wp pribadi ku : https://hellothisismyword.wordpress.com

Credit poster : MarlindaChoi

Prev: Chapter 1 || Chapter 2

Sebuah impian dan cinta?

Bagaimana  jika impian mu yang sudah depan mata terhalangkan oleh cinta yang menentukan masa depan mu juga.  Apakah kau memilih impian mu yang sudah depan mata atau kau memilih pasangan mu yang selama ini berada di samping mu,  jawaban itu sulit di jawab. Tapi jika aku memilih keduanya akan kah semua nya berjalan mulus.

Impian

Atau cinta

Story

Didalam Oppa”. Jawab nya

Segera ku langkahkan kaki ku menuju kamar eomma.

Krittt pintu terbuka.

Pemandangan yang pertama ku lihat setelah membuka pintu ini adalah eomma beserta alat infus dan alat medis yang menempel ditubuhnya, entah kenapa ketika aku melihat eomma seperti ini rasanya aku ingin menangis. Apa aku gagal menjadi seorang anak untuk membahagiakan eomma, jika di telisik di masa laluku.

  • Flashback –

Aku sempet bertengkar dengan eomma dan appa masalah tujuan hidupku dimasa depan, walau eomma dan appa selalu berada di sampingku. Entah kenapa aku tidak mendapatkan dukungan sesungguhnya. Eomma dan appa menginginkan ku menjadi pembisnis dan mengambil jurusan ekonomi di Seoul university. Tapi aku malah mengambil beasiswa di Kobe Design University Jepang. Univeritas ternama di jepang, jurusan yang ku ambil adalah komik atau istilah kerennya desain.

Jangan heran kenapa aku bisa mendapatkan beasiswa disana. Aku mendapatkan beasiswa  dikarenakan aku mendapatkan perlombaan juara gambar anime yang diadakan di Seoul University yang hadiahnya beasiswa Kobe Design University Jepang. Kalau beasiswa diambil hitung-hitung meringankan beban orang tuaku. Tapi kenyataannya aku malah ditentang. Jika ditelisik selama ini aku selalu mengalah dengan semua ini. Tapi aku sudah dewasa udah saatnya aku memilih apa yang aku mau untuk masa depanku, memang menjadi komikus selalu direndahkan oleh appaku, karena menurut appa menjadi komikus tidak mempunyai masa depan yang cerah. Padahal pemikiran seperti itu adalah hal yang menurutku membuatku kesal. Ayolah seorang anak hanya butuh dukungan bukan larangan.

Tapi kenyataan nya aku……………

DITENTANG…………..

 “Sehun bisakah kau mendengarkan omongan Appa”

“maaf Appa, ini pilihanku untuk masa depanku”

“pilihan apa ha, anak kurang aja”

“pilihan untuk hidupku appa”

“omong kosong soal pilihanmu untuk menjadi seorang komikus”.

“terserah yang jelas aku akan melanjutkan apa yang menurutku baik”

Setelah perdebatan aku dan appa, aku memutuskan keluar dari rumah untuk mengumpulkan uang untuk membeli tiket pesawat ke jepang. Selama mengumpulkan uang, aku pernah bekerja dibar, kedai coffe dan pekerjaan apapun ku ambil agar cepat untuk mendapatkan uang.

5 bulan lalu setelah kejadian aku pergi dari rumah

“terima kasih atas kedatangannya”

“yah cowok tampan”

Aku hanya tersenyum mendengar pelanggan berbicara seperti itu dan kembali bekerja. Selama bekerja, tak jarang aku menjadi sasaran digodain oleh wanita, baik kalangan muda maupun tante genit. Malah kadang ada yg mengajak ku untuk bermalam dengan bayaran tinggi, gila bukan. Bayaran emang menggiurkan, sayang aku tidak tertarik.

“Sehun-ssi bisakah kau menggirim makanan ini”

“oh, baiklah”

“ini alamatnya. Hati-hati dijalan sehun-ssi”.

“baiklah”

Segera kulangkah kan kaki menuju motor pengatar makanan untuk mengantar  makanan pesanan pelanggan. Setelah semua selesai dengan perlengkapan motor termasuk helm dan makanan pesanannya. Ku starter motornya

Perjalanan untuk menempuh ke pelanggan 20 menit menuju perjalanan kerumah konsumen yang memesan makanan.

Akh ini alamatnya. Kuturun dari motor, ku langkah kan kaki ku menuju gerbang. Dimana bel nya kataku.

“misi, apa ada orangnya. Saya pengantar makanan dari chicken Gyiomifriend”

Kriettt…..

Setelah aku teriak. Datang lah seseorang yang menghampiriku.

“ini pesanannya”

“oh yah ini duitnya”

“terima kasih”. Kataku

Setelah menerima uang bayaran. Aku pun bergegas pergi  menuju restoran tempat bekerjaku.

di tengah perjalanan telephonku berbunyi. Ku tepikan motor ku di tepi jalan. Ku lihat siapa yang menelephon ku. Eomma ada apa, kenapa dia menelphonku

“sehuna kau dimana”

“Eomma, ada apa”

“Appa mu. Meninggal nak”

“apa, aku akan segera pulang”

Setelah menerima telephon, tak banyak pikir ku pacu motor yang ku kendarai dengan cepat menuju restoran. waktu yang ku tempuh selama perjalanan ke resto 5 menit, biasa nya 20 menit. Keren bukan, abaikan perjalanan singkat dan kilat seperti tuyul mengambil duit.

“baekhyun, paman hyong ada didalam”

“tumben kau mencarinya sehun”

“aku ada perlu cabe”

“kau ngatain aku apa, cabe”

“sudahlah aku tingga dulu”

“yakkkkkk cadel albino”

“kenapa cabe”

“kau ngatain apa”

“cabe, seorang bernama byun baekhyun”

Jong in POV

“Jong, bisakah kau menatap ku sebentar”

“hem, ada apa”. Tanya ku

“ bisakah kau sopan sedikit dengan kakamu”

“aku sibuk”

Tak bisakah dia melihat pekerjaanku sebagai seorang ceo, dan catat seorang Kim Hyuna ini memang tidak pernah melihatku seorang ceo. Dia hanya menganggap ku sebagai laki-laki imut mainan yang bisa di acak-acak hidupnya sesuka hati nya, walaupun acak-acak ini bukan dalam negative tapi tetap saja semua yang dilakukannya adalah gangguan yang besar bagi ku.

Brakkkk

“bisakah kau bersikap manis, pada kaka mu ini”

“tidak, selama kau masih mengangguku”

“anak ini sok dewasa sekali”

“bisakah kau keluar nuna”

Hening……

“kyaaa nuna lepaskan tangan mu dileherku”

“tidak,  sebelum ku seret kau ke restaurant yang nuna mau”

“oke oke”

“baik lah, itu nama nya adik kesayangan nuna”

“cihhh itu nama nya pemaksaan nenek sihir”

Kalau aku bilang tidak, mungkin dalam beberapa menit hanya nama ku saja yang tinggal harus semerbak, atau hanya roh ku yang tinggal disini. Oh atau aku menjadi gentayangan dan meminta seseorang untuk mencarikan raga ku, seperti akhhhh aku mikir apa sih. Kenapa aku melankolis sekali hanya di cekik bohongan sama kaka saja aku sampe berpikir hal aneh seperti tadi.

“apa”

“tidak”

Untung saja dia tidak mendengar ucapanku, kalau dia mendengarkan ucapan ku. Bisa jadi yang kubayangkan menjadi nyata dan hoaaa aku kan masih tampan yang sukses sebagai ceo di perusahaan KJN

“hitam bisakah kau tak banyak melamun. Kalau kau melamun terus membuat kulitmu semakin hitam itu”

Anak ini yang kuperhatikan kalau tidak sibuk dengan gelutan sebagai seorang ceo yang blab la itu atau bengong, semenderita itukah seorang pekerjaannya sebagai ceo. Kalau semenderita itu sangat teragis sekali adik ku yang malang itu. Dia masih sangat muda dan tampan, eh tunggu tampan, bukan tampan tapi berkharisma seorang kim jong in.

“noona bisakah kita berangkat sekarang”

“baiklah kim jong in kesayangan noona”

End kai pov

Jane Pov

“kau mau kemana jane”

“mau ke tempat seni biasa eomma”

“yasudah hati-hati dijalan jane”

“baik eomma”

Ku langkah kan kaki menuju pintu gerbang rumah

“eomma aku berangkat”

“yah jane”. Teriak eomma dari dalam

Setelah mengucapkan salam pada eomma, aku segera pergi ke halte bus. Selama perjalanan menuju halte sambil berjalan, aku berfikir tentang perjalanan ku untuk menjadi komikus di sebuah perusahaan applikasi terkenal di korea selatan. Orang tua ku mendukung apapun yang selalu aku mau. Tapi entah kenapa aku merasa kurang dalam hal dukungan yang diberikan kepadaku, seperti “maka nya coba nurut” dll. Seperti bukan bentuk dukungan, walau didukung. Tapi ketika aku merasa butuh semangat dari orang tuaku, entah kenapa semangat yang diberikan orang tuaku memang baik walau ujungnya mereka akan bilang hal yang mematahkan semangatku, apakah itu sebuah dukungan. Bukan maksudku untuk menyalahkan orang tua ku, sesungguhnya aku senang dan beruntung. Tapi ketika orang tua ku akhirnya memberikan nasihat dan ujungnya lah mereka memaksakan ku mereka mau, aku hanya menurut saja dari pada aku tidak bisa mengejar cita-citaku. Memang mereka mengijinkan ku untuk menjadi komikus yang bukan di seriusin tapi hanya sekedar hobi. Menurut mereka menjadi komikus itu tidak kaya. Jadi lebih baik menuruti kata orang tua yah begitulah kata mereka.

Brukk………..

“hey noona tidak bisakah kau jalan pakai mata”

“maaf tidak sengaja”

Setelah mengatakan maaf kepada yang menabraku aku pun pergi, dan ku langkah kan kakiku dengan cepat agar sampai ke halte bus segera.

20 menit kemudian…..

Sesampainya aku dihalte bus, ku tunggu bus yang inginku naiki, 15 menit menunggu akhirnya bus yang ku tunggu datang.

Krietttt pintu bus terbuka

Tidak banyak berpikir langsung ku langkahkan kaki ku untuk masuk ke dalam bus, sebelum duduk ku bayar menggunakan uang ku dan menyampaikan halte mana yang aku tuju.

“maaf mba, sekarang halte menuju Daegu busnya tidak sampai sana”

“what the”

“maaf yah mba”

“terus saya turun kemana, dan naik apa lg pak”

“mba bisa turun dulu di halte sebelum daegu. Nanti naik taksi lagi”

“apa, se enak jidat ngomong naik taksi”. Kataku

“cepet mba saya mau jalan”

“oh yah pak”

Mendengar hal itu seperti tersambar petir, bagaimana bisa ke daegu kalau begini ceritanya. Ku putar otak untuk bagaimana cara nya bisa sampai daegu. Lama ku berpikir

Tring tring……

“mba eh eonni maksudnya”

“kebiasaan deh, labilnya nya engga hilang-hilang”

“maaf mba eh maksud nya eonni”

“terserah lah mau manggil mba atau eonni”

“yah maaf eonni”

“lagi dimana”

“di bus. Tapi bus menuju daegu tidak ada”

“oh yah aku lupa, kalau sekarang bus nya tidak sampai sana”

“kenapa tidak bilang oyyy”

“maaf eonni lupa  bilang ke kamu jane”

“hufhh, bagaimana ini eonni hoaaa”

Bagaimana nanti kalau aku di culik om tampan yang mengajak ku untuk menikah, atau bagaimana aku bertemu idola ku di tabrak eh di ajak cek in di hotel, kalau sok nabrak dengan cowok tampan di ajak kenalan. Lebih parahnya bagaimana kalau aku bertemu vampire tampan dan aku di culik. Bagaimana, (terkadang realita tak seindah drama).

“nanti ku suruh luhan untuk menjeputmu di halte xxx”

“hoaaa oke oke”

“hati-hati anak labil eh plin plan deh”

“eonni”

Baru ku protes, telephon nya di tutup. Hye eonni untung dirimu senior kalau bukan udah aku jadi kan tuna kaleng. Tapi sayang aku mah apa tuh hanya kutu yang tidak bisa dilihat.

“misi”

“eh iyah”

Siapa dia, main misi dan duduk disebelah se enak jidat saja. Apa tidak ada tempat duduk lain saja. Ku tenggok sekeliling tempat duduk yang benar-benar kosong dan zonkkkkk what, sejak kapan nih bus jadi rame kaya pasar ikan. Biasanya nih bus sepi peminat kaya gue cari jodoh sepi peminat alah ngomong apa sih gue. Sudah lah memang sudah nasib duduk sama cogan, eh tunggu cogan ku lirik sebelah ku. Dia memang cogan ini namanya ketimpah durian di siang bolong.

“bisa engga noona untuk biasa aja”

“eh,maksudnya”

“mba dari tadi liatin saya kan”

“eh albino please deh siapa juga yang liat lu”

Ganteng sih kenapa dia pede kelewatan. Udah aku puji ganteng dll, pas dia ngomong gitu berasa mau lempar sandal jepit dimukanya yang gemes gimana gitu. eh gemes akh yasudahlah. Lebih baik melihat jendela dari pada melihat cowok yang kepedean seperti dia.

menengok pemandangan melalui jendela bus itu lebih baik, dari pada melihat namja laki-laki yang disebelahku hufh menyebalkan. Entah lah akhir-akhir ini melamun adalah menjadi kebiasaan ku sekarang, apa karena beban selama yang ku pikul selama kuliah atau ada hal lain. Jujur stress itu sudah menjadi kebiasaan ku seletah melamun.

Tring tringggggg

Hp siapa yang berbunyi

Notes :

Halo semua

Terima kasih sudah mau mampir dan membaca ( saya terharu) di timpuk masa.

Maaf jika kata-kata nya ambigu, aneh, dll masih belajar

Di karena kan arthor masih new fresh buat ff huehehehehhehe

Kalau ada masukan monggo yah

Chapter flashback ini mungkin ada 3 atau lebih chapter

Jadi flashback ini menceritakan awal mula para pemain dream and love

Bahas karakter

  1. jane

Cewek yang jago gambar anime dan bisa bikin komik. Cita-cita nya adalah menjadi komikus. Tapi sayang dia jurusan ekonomi yang membuat dia hampir gila .

Sifat dia itu hobi nya plin plan dalam memanggil orang, hobinya tidur, marah-marah engga jelas, 4 dimensi dan 3 dimensi dalam kelakuan

Jadi pembaca harap bisa memahami karakter jane

  1. kai alias kim jong in

Cowok yang gila kerja

Dia bisa bekerja 1×24 jam (laporan anak hilang kali) hahahhaha, dia punya posisi penting di kj

Mempunyai motto hidup tidak dua kali, selama masih bernafas semua bisa di paksa sesuai ke hendak

  1. oh sehun

Komikus tampan yang mempesona. Ahli dalam modus, gambar, desain

Dia tidak di gambarkan sebagai ceo tapi seorang komikus yang gemes minta dibawa pulang.

Dia bekerja sebagai komikus digital di sebuah applikasi terkenal dan komikus cetak

Penasaran ikutin terus kisah lika liku komikus versus ceo

 

4 responses to “[FREELANCE] Dream and Love Chapter 2

    • halo nami kim
      saya arthor hohoho

      hem gimana yah ini sulit di jelaskan
      niat nya aku mau buat remake ini ke lebih layak buat dibaca hohoho

      jadi mungkin ini berhenti sampai disini
      saya mau konsep ff ini lebih terkonsep ( ditimpuk masa)

      makasih sudah mau baca dan mampir

  1. hai author🙂 bahas karakternya kirain ada baekhyun..
    jujur suka sama chap ini krna banyak komedinya ahaha apalagi pas dialog baek sm sehun wkwk
    dan penasaran sama luhan jg wkwk chap slanjutnya dimunculin lagi yak luhannya. dan btw yg di duduk disblah jane yg di bus siapa yah? luhan bukan yah? klo ya, kayanya jd pengen nge shipin luhan sama jane wkwk🙂. semangat terus author😉 annyeong;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s