[FREELANCE] FAKE (Chapter 11)

z14

FAKE

Title : Fake

Author : Showhen karl (Twitter : @showhenk)

Cast : luhan, owen (oc), park chanyeol

Other cast : oh sehun,   byun sera (oc),  byun baekyun

Genre : romance, family, friendship,hurt.

Rating : general

Length : chapter

Disclaimer : all story is mine

CHAPTER 1 CHAPTER 2 CHAPTER 3 CHAPTER 4 CHAPTER 5 CHAPTER 6CHAPTER 7 CHAPTER 8 CHAPTER 9 CHAPTER 10

Chapter  11

“menangislah chanyeol-a……..pria juga boleh meraung jika sedang tersakiti”

Aku sungguh tidak tahan melihat chanyeol yang menahan semuanya. Aku sungguh mengerti bagaimana perasaan nya sekarang.

“aaaaah…sungguh sangat sesak sehun-a..!!!dikhianati dan dibodohi oleh orang-orang yang aku sayangi.!! Padahal perasaan ku sangat tulus.”

“ya, aku mengerti. Maka menangislah..!!”

~sera~

“o..oppa….kau sungguh gila melakukan semua ini pada owen”

“aku menyayangi owen..sangat menyayanginya hingga aku tidak rela dia mati..!!! aku hanya ingin adik ku hidup disampingku. Apa itu yang kalian sebut gila.!! Jika memang begitu, ya…aku gila karena tidak ingin adik ku mati..!!”

“ tapi tidak begini oppa….kau menyakiti semua orang dengan tindakan mu ini”

“peduli apa dengan semua orang. Jika adik ku mati dengan membawa lukanya sendiri!!!”

“oppa…kau bahkan lebih menyakiti owen dengan menyembunyikan kematiannya. Tidak ada orang yang mendoakan dia kemakamnya. tidak ada orang yang membawakan bunga kemakam nya. bahkan kau menghancurkan hidup gadis ini”

Aku tahu luhan oppa sangat terpukul dengan kepergian owen yang seperti itu. Tapi tindakan nya juga tidak benar. Gadis yang tidak bersalah ini harus  masuk dalam kekacauan ini. aku juga tahu ini semua juga merupakan kesalahan adik sepupuku.

“oppa….mianhae…jongmal mianhae.ini semua memang salah byun baekyun.!! aku meminta maaf sambil menghapus air mata yang sudah tidak bisa kutahan lagi.

Aku sangat terluka melihat orang yang aku cintai menjadi seperti ini. begitu dalam luka yang disebabkan oleh kematian adik nya itu. Aku sungguh tidak bisa tahan dengan kepedihan nya hingga ia melakukan tindakan gila ini.

Aku segera menghampirinya yang juga sudah tidak bisa menahan isak nya di sudut kursi sana. Aku segera memeluknya. Aku tahu dialah yang paling terluka. Karena aku tahu betapa sangat berartinya seorang owen xi dalam kehidupan nya. Aku juga melihat gadis yang menggantikan owen itu tersedu menangis. Sungguh aku juga sangat kasihan melihat nya. diculik dan dipaksa menjadi orang lain. Ia menangis dalam diam. Ya tuhan, apa yang sedang terjadi sekarang. ini sungguh gila.

In Beijing………….

Luhan mempercepat keberangkatan nya menuju Beijing menjadi pagi ini. dan hanya sera yang tahu keputusan ini. luhan bahkan tidak bicara sedikitpun pada owen dari korea hingga sampai di Beijing. Dan owen hanya diam saja mendapat perlakuan dingin luhan. Dia mengerti jika luhan juga sangat kacau sekarang. ia tahu jika luhan sangat terluka setelah tahu penyebab kematian adik nya. owen mencoba untuk mengerti.

Kang ajussi yang melihat itu juga nampak prihatin melihat tuan mudanya. Ia juga prihatin melihat owen yang harus sabar mendapat perlakuan seperti itu.

Bahkan smpai saat makan malam, luhan masih tetap sibuk dikantornya. Ia seolah menghindari owen. Dan itu sedikit membuat owen sedih. Perlakuan luhan sungguh berubah setelah kejadian di korea itu. Owen hanya menghabiskan waktunya di rumah. Lebih tepat nya dikamar.

Ia merasa sangat sedih mengingat perkataan sehun malam itu yang sangat marah padanya karena berpura-pura menjadi owen xi sahabat  nya. masih jelas dimatanya mata chanyeol yang memperlihatkan kemarahan dan terluka  malam itu. Itu sungguh membuatnya sakit melihat orang yang dia cintai seperti itu. Bahkan sehun menjadi sangat marah padanya. terlihat sekali sehun sangat membencinya sekarang.

~owen~

Sudah hampir tiga minggu aku di Beijing. Tapi sikap luhan ge masih sama seperti waktu baru tiba di Beijing. Ia masih banyak diam dan sering kali mengabaikan perkataan ku. bahkan dia lebih banyak  menghabiskan waktunya di kantor dari pada dirumah.

Aku memang sudah memprediksi hal ini akan terjadi. Saat dimana luhan ge menyesal atas tindakan nya. saat dimana aku harus kembali menyerah kan posisi owen xi yang sedang aku perankan. Dari awal, ini semua memang bukanlah milik ku. tapi tetap saja rasa sakit itu menyiksa hati ku.

Saat aku sudah mulai mencintai seseorang setulus hatiku dan merasakan arti seorang sahabat. Bahkan aku bisa merasakan kasih sayang seseorang yang disebut saudara. Tapi semuanya memang sadari awal hanyalah semu. Seharusnya aku tidak pergi terlalu jauh dengan perasaan seperti ini. ini sungguh menyakitkan.

Aku sungguh terluka mengingat wajah chanyeol yang terluka malam itu. Dan melihat betapa bencinya sehun kepada ku malam itu. Tuhan, apa yang sedang kau rencanakan sekarang. kemana aku akan pergi setelah ini. sungguh menyedihkan hidup yang selama ini aku jalani. Orang tua yang membuangku kepanti asuhan. Tersiksa dari kecil hingga dewasa di panti itu. Bahkan sekarang hidup macam apa yang sedang aku jalani. Memerankan kehidupan orang lain dengan tubuh ku sendiri. Seolah tidak ada yang mau menerima kehadiran ku di dunia ini.

Pikiran ku terhenti saat kang ajussi mengetuk pintu kamarku dan masuk membawakan makan siang ku. aku hanya menatap makanan itu tanpa selera. Sungguh bukan itu yang aku inginkan saat ini.

“makanlah nona, kau belum makan dari tadi pagi.”

“ajussi…berhentilah memanggil ku nona. Aku  bukan owen xi”

“ya,…aku akan berhenti memanggil mu nona.! Tapi makanlah sedikit. Kau bahkan tidak menyentuh sarapan mu tadi pagi”

“aku tidak lapar ajussi.!! Apa luhan ge sudah pulang?”

“tuan muda ada pertemuan hingga malam nanti. Ia juga tidak akan makan malam dirumah malam ini”

“dia menghindari ku ajussi..! aku tahu dia menyesal atas tindakan nya. bagaimana pun aku tetap bukanlah adiknya. Apa yang harus aku lakukan sekarang ajussi”

Aku tidak tahan lagi menahan airmata ini. dan sekarang aku sudah terisak memeluk kang ajussi. Sungguh aku takut memikirkan apa yang harus aku lakukan sekarang.  jika luhan ge mengusirku, kemana aku akan pergi. Tidak ada lagi tempat untuk pulang bagi ku. aku bahkan tidak bisa pulang kepanti dengan wajah dan tubuh seperti ini.

~luhan~

Apa yang sedang kulakukan sekarang. menghindari owen sejak kami datang dibeijing. Sungguh aku hanya teringat wajah adik ku saat melihatnya. Hingga aku lansung memikirkan kepedihan yang menyiksanya hingga ia lebih memilih mati dari pada memberi tahu ku. aku hanya tidak tahan memikirkan itu tiap kali aku melihat owen di depan ku.

Tapi apa yang telah aku lakukan padanya. ia menjadi sangat sedih karena sikapku yang mengabaikan nya. dia juga agak sedikit kurus sekarang. bahkan ajussi kang bilang dia belum menyentuh makanan nya hari ini. aku juga mendengar jika tadi dia menangis karena aku menghindarinya selama tiga minggu ini. sungguh bukan seperti ini maksudku. Aku hanya tidak tahan memikirkan kepedihan adik ku saat melihat wajah nya.

Apakah ini karma dari tindakan ku yang merubahnya menjadi adik ku. apa yang harus aku lakukan sekarang. sungguh bukan seperti ini yang aku inginkan. Dan bukan maksudku menghindarinya. Aaaaah ini sungguh membuat ku gila. Aku masih sibuk dengan pikiran ku tentang owen dirumah hingga dering telpon menginterupsi pemikiran ku. aku segera mengangkatnya yang ternyata sekertarisku. Ia mengatakan ada orang yang ingin bertemu dengan ku. dan ternyata orang itu adalah oh sehun. Kenapa dia menemuiku. Apa lagi yang ingin ditanyakan nya hingga harus repot-repot menemuiku di Beijing. Aku hanya menyuruh sekertaris ku untuk mengantarnya ke ruangan ku.

Setelah sehun memasuki ruangan ku. ia bahkan tidak mengucapkan salam kepadaku. Tatapan nya juga menyiratkan kebencian. sungguh itu sangat mengganggu ku. tapi aku berusaha mengabaikan nya.

“kenapa kau kesini?”

“aku hanya datang menanyakan dimana makam owen?”

“tidakkah kau menanyakan tempatnya pada baekyun. bukankah dia melihat aku memakamkan owen malam itu.!!kenapa harus datang dan mengganggu ku”

“baekyun sudah meninggal, gantung diri sama seperti owen sehari setelah kau pergi..!!”

Aku sungguh terkejut mendengar ucapan sehun. Jadi ini alasan nya sera tidak menghubungiku semenjak aku tiba di Beijing. Apa dia baik-baik saja sekarang. aku tahu sera juga menyayangi baekyun walaupun ia sering mengeluh dengan kelakuan baekyun selama ini.

“jadi dimana makam owen?”

Sekali lagi pikiran ku di interupsi oleh orang lain. Dan kali ini sehun yang melakukan nya. sungguh aku sangat kesal.

“dibawah pohon yang ada dekat jurang dibelakang rumah ku..!!” aku menjawab  nya denagn sangat dingin.

Setelah mendengar nya sehun lansung membalikkan badan nya dan segera pergi dari ruangan ku. aku tau dia benar-benar benci pada ku sekarang. dan apa peduli ku pada sikapnya. Aku alansung saja memanggil sekertaris ku untuk mengurus keberangkatan ku ke korea saat ini juga. Aku harus menemui sera. Aku perlu tahu keadaan nya sekarang.

~sehun~

Luhan hyung sungguh gila. Apa yang dipikirkan nya. bahkan ia tidak memakam kan owen di pemakaman keluarganya. Dia benar-benar gila. Apa dia sungguh ingin melupakan owen. Gadis itu tidak akan bisa menggantikan owen. Tidak akan pernah bisa.

Aku melajukan mobilku secepat mungkin agar segera tiba di kediaman keluarga xi. Aku sungguh tidak sabar lagi meletakkan bunga ini di makam owen. Sungguh sakit rasanya saat memikirkan jika tidak pernah ada yang mengunjungi dan memberi bunga dimakam nya selama ini. kau benar- benar kejam hyung..!!

Setelah tiba di rumah keluarga xi, aku segera mengambil jalan memutar ke halaman samping karena aku sungguh tidak ingin bertemu dengan gadis itu jika aku memasuki rumah. Aku tahu tempat yang dimaksud luhan hyung. dulu aku dan owen sering melihat sunset  dan sunrise dari bawah pohon itu sambil  memandangi matahari yang tenggelam kedalam lautan yang ada di bawah jurang itu. Kau tahu itu adalah tempat favorite kami jika dibeijing.

Namun saat langkah ku mendekati tempat itu aku sangat terkejut. Sungguh tempat ini sudah sangat berubah. Sebuah taman bunga sudah menghiasi tempat ini. dan tepat dibawah pohon ini terdapat sebuah makam yang dihiasi oleh berbagai  macam bunga yang tumbuh disekeliling nya menandakan jika ini memang sebuah makam. Namun memang tidak ada batu nisan disana. Tapi tempat ini sungguh sangat indah dan sangat terawat. Terbukti dari bunga- bunga yang tumbuh dengan indah dan rapi disini.

Aku mulai merasa bersalah pada luhan hyung atas tuduhan ku. ternyata dia tetap peduli pada owen. Ia merawat makam owen selama ini. bahkan ia membuat taman bunga untuk menghiasi makam owen. Entah kenapa aku tidak bisa menahan air  mata ku melihat makam ini. sahabatku yang malang ternyata tidak diabaikan oleh luhan hyung.

Tapi setelah aku mendekati makam itu aku baru menyadari jika ada seseorang yang duduk dibalilk pohon menghadap kearah jurang dan laut dibawah nya ini. ya seorang gadis yang ingin aku hindari tadi. Saat aku semakin dekat, dia ternyata menyadari kehadiran ku hingga lansung berdiri. Gadis ini sungguh sanagt kacau kulihat. Dia tampak kurus dari pada malam itu. Dan aku bisa melihat bekas air mata yang dihapusnya dengan cepat tadi. Aku bahkan melihat kantung mata dan lingkar hitam dibawah matanya.Wajahnya pun nampak sangat pucat.

Apa yang terjadi dengan gadis ini. apa yang dilakukan luhan hyung padanya. bukankah luhan hyung sangat menyayanginya seperti owen xi. Tapi kenapa gadis ini sangat berantakan saat ini. ada sdikit rasa kasihan ku pada gadis ini. tapi tetap saja dia bersalah menggantikan tempat owen yang sesungguhnya.

“bisa kah kau pergi. Aku ingin mengunjungi makam sahabat ku..!!” entah kenapa kalimat itu yang keluar dari mulut  ku.

Gadis ini tampak terkejut dan segera pergi meninggalkan ku  dengan kalimat dingin ku barusan. Dia nampak berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh. Dan itu terlihat jelas oleh ku. aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu

“Mianhae.!!”

Aku bahkan masih mendengar lirihan maaf dari suaranya yang serak itu sebelum meninggalkan ku. aku jadi semakain merasa bersalah setelah mengucapkan kalimat dingin tadi.

~owen~

Aku terkejut dengan kehadiran sehun disini. Kupikir itu adalah kang ajussi yang akan memintaku untuk kembali kerumah. Tapi aku sungguh sangat sakit saat dia mengucapkan  kalimat dingin dengan penekannan pada kata terakhirnya.

bisa kah kau pergi. Aku ingin mengunjungi makam sahabat ku..!!”

Sebegitu bencinya kah dia pada ku. apa sebegitu hina nya diri ku hingga dia merasa keberadaan ku sangat mengganggunya. Sungguh sangat sakit yang aku rasakan. Aku  berusaha menahan air mata yang sudah ingin keluar saat mendengar ucapan sehun tadi.

Aku segera memasuki rumah dan berlari memasuki kamar ku. dan menangis terisak di tepi ranjang ku. aku sungguh tidak tahan dengan semua ini. aku tahu mereka membenciku sekarang. tapi ini juga bukan keinginan ku sedari awal. Tidakkah mereka melihat dari sisi ku. aku juga terluka disini. Bukan hanya mereka yang merasa sakit. Aku sungguh tidak bisa menahan isak ku saat ini.

Aku masih terisak menagis samapai kang ajussi  memasuki kamarku untuk kembali membawakan ku makanan. Sungguh bukan itu yang aku inginkan.

“keluarlah ajussi..!!”

“makanlah sedikit, kau belum makan dari tadi pagi..!!” kang ajussi masih memaksaku.

“aku tidak akan makan sebelum luhan ge pulang..!!

“tuan muda tidak akan pulang malam ini. Tadi dia terbang kekorea menemui nona sera..!!”

“ada apa dengan sera onnie , ajussi?”

“ku rasa nona sera sedang sangat sedih atas kematian baekyun yang gantung diri sehari setelah kita berangkat ke Beijing waktu itu..!!”

Aku lansung terdiam mendengar penjelasan kang ajussi. Luhan ge sungguh tidak ingin aku disini lagi. Bahakan dia lebih peduli dengan sera onnie yang sedih akibat kematian baekyun. apakah aku seharusnya mati juga. Apakah jalan terakhir untuk ku juga bunuh diri seperti baekyun. ya, memang sejak awal sudah tidak ada tempat untuk ku didunia ini.

“ajussi…bisakah kau tinggalkan aku sendiri?”

“tapi makanlah ini. kau bahkan belum makan dari tadi pagi”

“letakanlah disana, nanti aku akan memakan nya..!!” aku menunjuk nakas disebelah ranjang ku pada ajussi.

Dia meletakkan makanan dan meninggalkan kamarku. Sungguh tidak ada niat untuk ku menyentuh makanan itu. Aku hanya tidak ingin kang ajussi lelah mengatarkan makanan yang selalu aku tolak itu. Aku turun dari ranjang ku dan mengambil buku beserta pencil yang terdapat dilaci nakas disebelah ranjangku yang satu lagi.Aku membawanya ke ranjang, dan mulai menulis sesuatu.

                                                                                                ~~~~TBC~~~~

8 responses to “[FREELANCE] FAKE (Chapter 11)

  1. update juga, … ada sehun di sana, owen pasti gagal bunuh diri kn?. luge pasti akan menyesal jika owen kw mati,
    aku tunggu updatenya… fighting *

  2. Pingback: [FREELANCE] FAKE (CHAPTER 12) | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. Pingback: [FREELANCE] FAKE (CHAPTER 13) | SAY KOREAN FANFICTION·

  4. Pingback: [FREELANCE] FAKE (CHAPTER 14) | SAY KOREAN FANFICTION·

  5. Pingback: [FREELANCE] FAKE (CHAPTER 15) END | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s