Ahjussi, Are You Pedofil? #4th – By Asih_TA

guku copy|Author : Asih_TA||Tittle : Ahjussi, Are You Pedofil? – #4th||Main Cast : Jung Hye Ji, Park Chanyeol||Genre : Romance, Comedy, School life||Leght  : Multichapter||Rated  : PG 17|

|Contact Author IG : @asih_ta97|

THIS IS MY STORY! NO PLAGIAT!

.

Chapter Sebelumnya

Teaser  || Chapter I || Chapter II || Chapter III )

.

.

Chanyeol telah terbangun di pagi yang mendung. Ia merentangkan tubuhnya sebelum matanya melirik keadaan diluar yang masih tampak gelap padahal waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, seharusnya langit sudah bersinar dan tidak terlihat menyedihkan untuk saat ini. Ia berjalan turun dari ranjang, membuka lemari bajunya dan mengambil asal kaos berwarna hitam favoritenya.

Mengenakan kaos tersebut seraya berjalan menuruni anak tangga yang menghubungkan dirinya dengan dapur. Saat dirasanya tenggorokannya haus, instingnya berkata untuk mendekat ke arah kulkas yang berada di antara rak piring dan meja makan. Ia membukanya dan mengambil sebuah botol yang lumayan besar. Ketika ia akan membuka tutup botol tersebut ada sesuatu yang menahan pergerakannya, sebuah siluet gadis perempuan yang sedang bermain sambil bernyanyi dengan bahagia, lantas ujung matanya tak sengaja melirik pemandangan tersebut. Dari jendela yang cukup besar membutnya bisa dengan leluasa melihat perkarangan rumah dan juga rumah-rumah yang berada di kiri dan kanannya.

Ketika sebuah suara gemising mulai terjadi, Chanyeol tersadar. Ia melihat tetes-tetesan hujan tengah membasahi bumi, ia berjalan mendekat ke arah jendela semari membawa botol minumannya. Dari jarak jauh ia kembali melihat gadis yang ia lihat tadi, gadis yang sempat membuatnya memikirkan pertanyaan yang mereka telontarkan tadi malam.

~

“ Dan aku ingin kau menjadi kekasih ku.”

Chanyeol menjatuhkan rahangnya. Menelusuri setiap tindakkan gila gadis yang berada di hadapannya. Perkataan yang terkesan mudah untuk di ucapkan namun begitu sulit di lakukankan, belum lagi mereka baru beberapa hari mengenal. Cukup gila bukan menjadi seorang sepasang kekasih, bahkan dewa pun menertawakan kebodohan mereka.

“ Apa kau tadi sedang mabuk?” Candanya, tertawa dengan garing.

Hye Ji hanya menatap dengan intens, menandakan dirinya tengah serius “ Aku bersungguh-sungguh Ahjussi, apa kau ingin menjadi kekasihku?”

“ Bukan begitu Hye Ji-ah, kau salah paham tentang perkataanku yang tadi.” Chanyeol mencoba menengahi, memberikan pengertian yang lebih kuat dan bermaksud menyelesaikan kesalahan yang ia buat sendiri “ Aku berkata tentang hal itu bukan berarti kau dan aku akan saling mengikat, tapi kau harus merelakan kakakmu pergi dengan pilihannya sendiri begitu juga denganmu, kau harus menemukan orang yang lebih tepat.”

Alis Hye Ji bertautan setelah mendengarkan penjelasan Chanyeol “ Aku hanya tidak ingin menutup hatiku terlalu lama.”

Chanyeol menghela nafas “ Kau bisa melakukannya, tapi tidak mengikat denganku.”

“ Kenapa?”

“ Karena dalam kasus ini kita tidak saling mencintai.” Hye Ji terdiam dan menatap Chanyeol yang juga menatapnya seolah berbicara lewat tatapan. Manik mata Hye Ji kemudian merendah “ Kau benar, maaf aku terlalu bodoh untuk mengatakannya.”

“ Hei bocah jangan bicara seperti itu, kau harus lebih semangat.”

“ Ya aku akan berusaha terimakasih.”

~

Ia menghela nafasnya ketika melihat gadis itu kembali. Kali ini berbeda, Hye Ji terlihat bahagia bermain bersama hujan, menyanyi sangat keras ketika hujan menaikkan volume airnya. Berbanding terbalik dengan apa yang ia lihat malam itu, ketika gadis itu menanggis dan merasa buruk di hadapannya. Tentu saja ia tidak bodoh untuk merasa jika Hye Ji adalah sosok yang penyayang, gadis itu terlihat baik walau ada sesuatu yang membuatnya hancur. Mungkin Hye Ji akan baik-baik saja jika saja mereka hidup bukan sebagai keluarga melainkan orang lain.

Di satu sisi Chanyeol ingin membantunya namun di satu sisi ada sesuatu yang menahan keinginan gila itu, seketika bayangan Senmi dan Sooyoung kembali terpintas dalam pikirannya. Disana ia mengerti, untuk tidak mengulangi kejadian yang sama. Di mana ia akan sibuk dengan duninya tanpa perduli apakah pasanganmu akan menerimanya dan Chanyeol tau dia bukan suami yang tepat untuk wanita manapun.

***

.

Hye Ji terlihat bahagia. Hari minggu adalah hari spesial baginya, dimana ia akan mulai memanjakan dirinya, berbelanja sepuasnya, atau pergi mencari film yang bagus untuk di tonton. Apalagi mengetahui bahwa hujan akan turun pagi itu juga, ia lantas berjalan dengan bahagia ke luar rumah.

Rintikan-rintikan hujan mulai jatuh membasahi bumi, Hye Ji mendongakkan kepalanya keatas dan menerima setiap tetas hujan yang menghantam kulit wajahnya. Ia sempat bernyanyi dengan keras, itupun hanya beberapa bait lagu.

Tidak biasanya hujan datang pada hari libur, biasanya gadis itu akan merasakannya sebelum berangkat sekolah. Namun tidak kali ini mungkin Tuhan tengah berbaik hati padanya. Hye Ji tersenyum senang, Tubuhnya ia gerakkan kesana-kemari sembari bernyanyi ria mengikuti alunan lagu, tanpa mengetahui sesosok ibu memanggil namanya. Namun ketika panggilan yang ke tiga gadis itu tersadar dan membalikkan tubuhnya menghadap pintu rumah.

Tanpa menunggu lagi Hye Ji segera berjalan mendekati sang ibu dengan tubuh basah kuyup, lantas Nyonya Jung tersenyum senang “ Ada yang ingin eomma bicarakan, ayo kau harus segera mandi.”

Hye Ji menyerit heran “ Memangnya ada apa sih eomma.”

“ Nanti kau akan tau.”

Hye Ji mengangguk cepat dan membuka asal sendalnya. Ketika ia masuk ke dalam rumah, Baekhyun mendekat ke arahnya dan sang ibu. Jika tadi malam lelaki itu memasak wajah garangnya namun kali ini berbeda ia menampakkan wajah bahagianya dan Hye Ji tau apa yang akan terjadi selanjutnya.

“ Adikku manis kau tidak menghabiskan sarapanmu lagi eoh?” Baekhyun merangkul pundak sang adik dan membisikan sesuatu di telinganya “ Lakukan peranmu.”

Hye Ji kemudian tersadar dan mulai menjalankan perannya “ Akhh iya maaf oppa aku sudah kenyang tadi.” Nada suaranya terlihat seperti di buat-buat namun Nyonya Jung tidak menaruh curiga apapun malah terkekeh pelan melihat kedua anaknya.

“ Kalian ini tumben tidak bertengkar.” Celoteh Nyonya Jung dan Baekhyun mengusap kepala adiknya lembut “ Eomma, tidak selamanya kami akan bertengkar.”

“ Iya iya eomma tau, nah sekarang biarkan adikmu pergi, dia harus menemani eomma,”

“ Kita mau kemana eomma?”

“ Sudahlah nanti kau tau sendiri.”

Dan Baekhyun menaruh curiga.

***

.

Butik milik ibu Minseok terlihat lebih sepi dari hari biasanya. Minseok ada bersama ibunya menjaga toko mereka jika ada yang membeli salah satu barang dagangannya. Laki-laki berpipi tembam itu menyangga tubuhnya dengan satu tangan yang di kait ke dagunya. Sembari duduk ia mengecek hpnya kembali dan menghela nafasnya, tampanya tengah kecewa. Nyonya Kim yang melihat anaknya tengah tidak bersemangat lantas mendekat dan memegang kedua bahunya.

“ Ada apa sayang?” Wanita paru baya yang begitu cantik itu memperhatikan wajah sang anak.

Minseok cemberut “ Tidak ada ibu, hanya menunggu balasan dari seseorang.”

“ Wah apakah anak ibu sedang jatuh cinta.” Nyonya Kim berusaha mengoda dan alhasil membuat semburat merah di pipi chuby anaknya, semburat itu berhasil sampai menjalar di kedua telingannya.

“ Ibu jangan menggodaku.” Minseok terlihat kesal.

“ Wah ternyata benar.”

“ Ibu!”

Nyonya Kim tertawa melihatnya “ Jadi siapa yang membuatu jatuh cinta?” Minseok terdiam lalu kembali merona “ Dia teman masa kecilku.”

“ Masa kecil?” Kemudian Nyonya Kim tersadar “ Jangan – jangan Jung Hye Ji?” dan Minseok menyetujuinya, Nyonya Kim menatap tak percaya “ Jadi selama ini kalian menjalani hubungan yang pernah ibu pikirkan.”

Minseok menggeleng ribut “ Bahkan kami belum memulai apapun ibu.”

“ Jadi maksudmu kau ingin memulai sebuah hubungan?”

Minseok tersenyum dan nyonya Kim tertawa ringan “ Ibu tidak percaya kau menyukainya.” Mencubit kedua pipi gembul anaknya “ Tapi tak apa, kalian terlihat serasi.”

“ Ibu!”

***

.

Sebelum membuka menutup pintu lemarinya Hye Ji terlebih dahulu bercemin dengan bangganya. Entah kenapa ibunya berpesan untuk berpenampilan lebih cantik dari biasanya. Tidak lebih ingin membuat Hye Ji lebih di pandangi lebih banyak, apa-apa itu apa ibunya pikir ia seorang kelinci percobaan. Hye Ji sempat melirik arlojinya sekilas sebelum benar-benar menguncir rambutnya dengan ekor kudanya.

Kepalanya ia dekatkan di cermin besar tersebut dan sedikit merapikan poninya. Ketika matanya memfokuskan diri di cermin pandangannya sedikit teralihkan kepada ujung cermin yang memantulkan seseorang yang masuk ke dalam kamarnya. Siapa lagi kalau bukan sang kakak yang telah mendapatkan akses keluar kamarnya, Baekhyun terlihat berdiri sembari bersandar di dinding kamar yang berada tepat di belakang Hye Ji yang kebetulan sedang membelakangi. Hye Ji hanya diam namu matanya melihat ke arah cermin yang memantulkan siluet tubuh sang kakak, begitu juga dengan Baekhyun, ia juga menatap sang adik dari cermin yang berada di depannya.

“ Kau tau apa yang akan eomma lakukan?” Pertanyaan mendadak Baekhyun membuat Hye Ji menyeri heran.

“ Sebenarnya aku masih sedikit kecewa padamu.” Baekhyun berbicara lebih tegas, tangannya ia silangkan di dada, menatap sang adik dari pantulan cermin yang masih sama “ Maaf tentang tadi malam, aku terlalu kasar.”

Hye ji masih diam tanpa berniat mengatakan apapun.

“ Dan soal ciuman itu –“

Hye Ji membeku.

“ Kita bisa melupakannya, aku akan menganggapnya sebagai rasa sayangmu padaku sebagai saudara.” Kemudian matanya merendah memandangi lantai dan Hye Ji merasakan pelupuk matanya mulai memanas, namun ia mencoba menahannya.

Manik mata Baekhyun terlihat lebih menghitam, mengebu dan menantang, tanpa sadar ia tersenyum miris.

“ Kau dan aku, satu kalimat yang berbeda. Aku adalah anak yang di lahirkan entah dari rahim siapa dan kau adalah anak yang di lahirkan dari rahim ibu yang masih menanggap dirimu ada, memberikan kasih sayangnya tanpa memandang bulu. Seperti saat ini aku masih sempat berfikir akan sangat jahat untuk menghancurkan angannya jika kita masih saja memikirkan keegoisan masing-masing. Tidakkah kau juga merasakannya?”

Hye Ji merasakan ada sesuatu yang mencoba mendorong dadanya, seperti tekanan untuk menangis namun ia kembali menahannya “ Jika memang seperti itu, apa angan yang ibu maksud?”

Manik mata Baekhyun kembali pada cermin serta menatap raut wajah sang adik “ Angannya adalah membentuk sebuah keluarga yang sesungguhnya, tanpa ada yang ikatan cinta yang salah di sana. Apa kau mengerti Hye Ji-ah?”

“ Jadi kita akan saling melupakan?” Hye Ji berujar pelan. Matannya mulai berkaca-kaca dan Baekhyun terdiam melihatnya.

“ Baik akan ku lakukan.”

***

.

Nyonya Jung menatap sang anak yang berjalan mendekatinya. Hye Ji telah selesai bersiap-siap dengan baju dress pink agak sedikit di atas lutut. Nyonya Jung tersenyum bahagia dengan anak gadisnya yang sangat pintar memilih pakaian.

yyuy

“ Aigo kau sangat cantik sayang.” Nyonya Jung tersenyum bahagia, Hye Ji terlihat bingung dengan ibunya yang meminta dirinya untuk berpenampilan seperti saat ini. Sedangkan nyonya Kim terlihat tidak mengambil pusing dan segera memanggil seorang laki-laki yang merupakan teman rekan kerja ibunya, hal itu semakin membuat gadis itu semakin bingung.

Tak lama laki-laki itu mendekat dengan menyeret sebuah koper bewarna merah muda. Lantas gadis itu semakin mempertajamkan pandangannya ketika melihat koper itu yang semakin medekat kearah mereka, tunggu seperti ia mengenal koper merah muda itu.

“ Eomma-“ Hye Ji menatap sang ibu tidak percaya “ –kau ingin mengusirku?” Sedangkan nyonya Jung tertawa pelan dan Hye Ji semakin kesal.

“ Tidak sayang, eomma hanya akan memindahkanmu beberapa hari.”

“ Apa maksudnya ini?” Hye Ji seketika teringat pembicaraannya bersama Baekhyun tadi.

“ Eomma akan pergi bersama rekan kerja eomma ke China dan eomma akan menitipkanmu kepada seseorang.”

“ Tapikan eomma baekhyun oppa-“

“ Baekhyun akan mengikuti sebuah seminar di pulau nami bersama teman satu kuliahnya.”

Hye Ji membulatkan matanya jadi ibunya telah merecanakan semuanya. Nasib tidak berpihak padanya saat ini dan mungkin hari ini adalah hari libur yang bersejarah baginya “ Tapi eomma kemana aku harus tinggal.”

Nyonya Jung tersenyum “ Kau akan tinggal di rumah Park, tetangga kita.”

Tunggu! Apa tetangga. Mungkin Hye Ji salah dengar.

“ Tetangga? Si-siapa?”

“ Park Chanyeol.”

“ Apa!?”

***

.

Chanyeol sedari tadi menatap ponselnya yang berada di hadapannya. Tangannya memijit pelipisnya sejenak. Entah kenapa semuanya terasa lebih berat di pikul oleh lelaki jangkung itu, mungkin ia akan mencoba menerimanya semua dengan lapang dada. Beberapa jam yang lalu ia mendapat panggilan dari tetangganya tepatnya ibu dari Hye Ji, bahwasanya meminta pertolongan untuk mengurus anak perempuannya yang bahkan tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Dengan di embel-embel akan membantu menyuntikkan sumbangan dana untuk panti asuhan yang telah keluarganya bangun, membuatnya tampak tergiur dan menyetujuinya.

Seharusnya ia tidak melakukan itu, namun jika itu dapat membantu panti asuhan tersebut Chanyeol akan melakukan apapun. Seperti saat ini ia telah duduk di ruang tamu sembari menunggu kedatangan keluarga Jung.

Suara ketukan pintu terdengar , Chanyeol segera berjalan mendekati pintu dan membukanya, tak lupa memberikan senyuman terbaiknya. Terlihat nyonya Jung lebih dulu menyapa.

“ Selamat siang Tuan Park.”

“ Selamat siang nyonya Jung.” Chanyeol tersenyum dan mengalihkan pandangannya kepada Hye Ji dengan wajah kesalnya “ Hai Hye Ji-ah.”

“ Dasar sok ramah.”

Pletak . .

“ Eomma!” Protes Hye Ji ketika menerima jitakkan di kepalanya. Chanyeol mencoba tersenyum maklum dan kembali melempar arah kepada nyonya Jung “ Jadi apakah kebutuhan yang lain sudah siap?”

“ Tentu saja.” Nyonya Jung memberikan koper milik Hye Ji dan membantu membawanya sampai di ruang tv. Hye Ji masih terlihat kesal dengan ibunya memilih untuk melanjutkan acara merajuknya. Nyonya Jung mencium sesuatu yang gurih dan harum “ Apa kau sedang memasak tuan Park.”

Chanyeol tersenyum canggung “ Ah itu, aku memasak untuk mengisi kekosongan.”

“ Wah suami idaman.”

Hye Ji mengejek dalam hati. Kenapa ibunya bisa terbawa suasana begitu, serta saat ini gadis itu ingin melancarkan aksi demonya kepada sang ibu namun tampaknya ia belum cukup berani. Tiba-tiba sang ibu menyuruhnya untuk naik ke atas dengan membawa koper merah mudah miliknya.

“ Kamarmu ada di samping kamar Chanyeol sayang.” Ibunya memberi tau dengan nada yang begitu bahagia seolah ia menang undian yang sangat banyak. Chanyeol tersenyum dan berjabat tangan dengan nyonya Jung.

“ Terimakasih atas kerjasamanya tuan Park, semoga kau menjaganya dengan baik. Dia orangnya sangat ceroboh apalagi urusan memasak.”

“ Tenang saja, kau bisa mengandalkanku.”

~ TBC ~

“ Hei apa yang sedang kau lihat?”

“ Aku akui pantatmu lumayan bagus.”

“ A-apa! Bajingan kau park.”

“ Eh kau membawa bocah di rumahmu, aku tidak percaya ini.”

“ Aku bukan bocah ahjussi hitam.”

“ Hye Ji-ah kau lupa sebentar kita akan mengadakan even.”

( Mohon membaca Author note )

Follow my Ig : @asih_ta97

Nggak banyak unek-unek sih. Besok author update lagi

Oke komentarnya jangan lupa ya

Thanks ~

Cium atu atu

49 responses to “Ahjussi, Are You Pedofil? #4th – By Asih_TA

  1. kurang panjang eon huahhhhh btw tu baekhyun apa gx suka hyeji or cuma menghormati ibunya hyeji doang??? duhhhhh minseok suka ma hyeji bnran trz gmna hbgan hyeji n chanyeol ya

  2. Lagi seru-serunya, eh tbc nya muncul!! Nyonya jung lebay banget sih masak pergi ke rumah sebelah aja mesti dandan cantik tapi kan emang tetangganya super ganteng!!

  3. WHAT?!?!! Tinggal ama chanyeol?!?
    Satu rumah?!?? (Ngiri 😭😭😭) haduh..
    Ngebayangin klo mereka hidup 1 atap Kyaknya bakalan tengkar mulu deh..
    Kesan hye ji ke chanyeol pas pertama aja kurang baguss.. Hahaha seru thor
    Ditunggu next chapnya ya

    Keepwriting^^

  4. keren ih aku gk sabar >o< aku suka karya thor yg skrg ini ditunggu next nya ya… aku bener" excited dan gk sabar ih ayo keep next and hwaiting!

  5. ehh jadi ternyata baekhyun juga suka sama hyeji.. wahhh baru ngeh
    gimna rumah chanyeol klo ad hyeji disitu??? next kk.. heee

  6. apakah yg akan terjadi selanjutnya jeng jeng jeng!!!!
    satu rumah hahaha, ya ampun gak kebayang bakal kayak apa mereka
    ehh jadi mksudnya si baeki bukan saudara kandung hyeji???? dan dia juga suka sama hyeji???
    >>> next chaptnya ditunggu ya

  7. Kirain hye ji mau dijodohin eh ternyata mau dititipin sama chanyeol , padahal rumahnya sebelahan tpi hye ji disuruh dandan yg cantik . Ditunggu kelanjutanya^^

  8. Ibu hyeji aneh deh. Masa anaknya malah dititipin k cowok yg baru dikenal…
    Btw, banyak typo thor jadi bingung bacanya. Trus yg terakhir itu maksudnya ‘event’ kali yaa. Even sama event uda beda arti. Even itu artinya bahkan. Kalo event acara,ato kegiatan…
    *maaf cerewet*

  9. wahhh makin sering bertemu dong berarti hyeji sama chanyeol
    wkwk jongin kasihan kali di next dikatain ajjushi hitam

  10. Hahaha hyeji sama chanyeol lama lama lucu ya😂 dan kok bisa gitu nitipinnya ke chanyeol wkwk, gatau aja eommanya kalau kemarin sempet banyak kejadian mereka berdua gitu ._.

  11. Whuuaa mereka mo serumah kekekeke seru seru seruu… Cepetan update ya authornim… Penasaran sama keseruan selanjutnya kekekeke….

    :3

  12. Tje love story begin here…sebenernya agak gak nyambung knp juga ibunya hyeji sampek mindahin barng2 ke rumah chanyeol…mereka kan tetenggaan????! 😰

  13. Wah…wah hyeji bakal tinggal satu atap sama chanyeol. Penasaran gimana kelakuan hyeji apalagi gadis itu kasar seperti preman, sekali aja chanyeol main-main mungkin tubuhnya bakal babak belur.
    Dan sabar yak buat hyeji, walaupun kau tak bisa bersama baekhyun. Tenang aja park ahjussi nungguin kamu….
    Aku tunggu next chapter dan mohon panjangin lagi ya eonnie…

  14. baekhyun gak tau ya siapa yang ngelahirinya? Kasian, tapi lebih kasian nami sih.. Baekhyun kaya kakak yang jahat
    Oh apakah dulu baek sama nami pernah saling mencintai? Terus baek sadar kalo itu salah dan akhirnya kayak gitu?😮
    Cielah tinggal satu rumah sekarang, bakal ada pendekatan nih wkwk
    Wah di eps selanjutnya bakal ada apa nih? Kok bawa bawa pantat wkwk

  15. Thor… Ini udah besoknya looohhh T.T

    kok belom update jg siiihhh?!?!?! Penasaraan😦 #gpl #maksa #bawaorangserete #demobiarcepetupdate #hahaha

    Ditunggu yaaaahhhh :3

  16. wah, apa yang bakal terjadi kalo mereka satu rumah nih …….pasti perang dunia bakal terjadi…..ditunggu next chap nya ya, chingu….

  17. yang ditunggu2 akhirnya muncul jga..
    hyeji akan tinggal satu rumah dengan Chanyeol. aduh pasti nanti ada perperangan nie.
    itu ahjussi hitam jongin kah..

  18. makin seru ceritanya..
    ohh baekhyun bukan sodara kandungnya hyeji.. trus dia anaknya siapa..?
    penasaran sama momeny chanyeol sma hyeji yg tinggal serumah nihhh..
    dtnggu

    semangat..

  19. Pingback: Ahjussi, Are You Pedofil #5th – By Asih_TA | SAY KOREAN FANFICTION·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s