“Married With him?!”ENDING – @Baby_Boo04

cover mwh18_p1

Title                 : “Married With him?!”

Author             : @baby_boo04

Main Cast        : Yumi | Sehun

Support Cast   : Find out by yourself.

Length             : series

Rating             : PG 15+

Genre              : Romance, Family, Comady(?), Sad(?)

Disclaimer     : The Story, Yumi and Sehun Is Mine!

Sorry for Typo’s and Read My NOTE!

Teaser || CH1 || CH2 || CH3 || CH4 || CH5 || CH6 || CH7 || CH8 || CH9 || CH10 || CH11 || CH12 || CH13 || CH14 || CH15 || CH16 || CH17 || CH18 || CH19 || CH20A

MyBoo

***

Sudah satu minggu ini Yumi selalu menyambut kedatangan Sehun di depan pintu, sering sekali Sehun memerintahkan gadis itu untuk tidur terlebih dahulu dan tidak menunggunya pulang tapi bagaikan angin lalu peringatan itu selalu Yumi abaikan. Sebenarnya Yumi kawatir pada Sehun, ya dia jadi selalu pulang terlambat dengan penampilan acak-acakan dan raut wajah kelelahan. Apa pekerjaan kantor seberat itu sampai membuat  Sehun selalu lembur?

Suara pintu yang terbuka membuat Yumi berdiri dan langsung menghampiri Sehun yang saat ini tengah membuka sepatunya.

“Kau menungguku lagi?”

Pertanyaan itu Yumi abaikan malahan saat ini ia malah mengambil jas dan tas yang  Sehun bawa, bak seorang istri yang menyambut kedatangan suaminya.

“aku sudah menyiapkan air hangat dan handuk di kamarmu, cepatlah mandi akan ku panaskan makanan untukmu.”

Sehun hanya diam mendengar setiap kata dari gadis yang pungungnya saat ini ia lihat, ia sudah tidak asing mendapat perhatian lebih ini. sebenarnya dia tidak keberatan pendapatkan perhatian lebih dari Yumi tapi ia tidak ingin gadis ini sakit karenanya.

Tak membutuhkan waktu lama Sehun sudah membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur. Segera ia langkahkan tungkainya menuju pantry dilihatnya kini Yumi tengah menuangkan soup yang dibuatnya, ya gadis itu memasak. Akhir-akhir ini hasil masakannya meningkat, tidak terlalu buruk untuk ukuran orang yang jarang memasak.

Yumi sodorkan mangkuk berisi makanan kehadapan Sehun yang hanya menatap pergerakannya, tangannya ia ulurkan untuk mencoba masakan gadis itu. Satu suap kuah soup dia cicipi dan wuah ini makanan ke-3 buatan Yumi yang menurut Sehun enak setelah sup rumput laut dan pasta.

Didongkrakan kepalanya dan melihat Yumi yang saat ini tengah menunggu respon apa yang akan ia berikan untuk masakannya ini, Sehun mengetahui itu dari tatapan yang gadis itu berikan.

“Tidak buruk.” Dua kata Sehun berikan sukses membuat lengkungan manis tercetak indah di wajah cantik Yumi.

“Syukurlah, tidak sia-sia aku masuk kelas memasak.”

Pergerakan tangan Sehun terhenti “Kelas memasak?” ulangnya dengan tatapan bingung.

Dengan pelan Yumi mengangukan kepalanya, ia terlalu malu mengakui bahwa ia sengaja masuk kelas memasak hanya untuk memberikan Sehun masakan yang layak untuk dimakan. “emm Sebenarnya sudah satu minggu terakhir aku masuk kelas memasak” aku Yumi “Tae juga mengajariku membuat berbagai masakan.”’

Tatapan tanya Sehun tunjukan dan membuat Yumi bingung bagaimana menjelaskannya “A-ah aku masuk kelas memasak karena aku bosan tidak mempunyai kegiatan kau tau kan ak–

“–Tae?” potong Sehun

“Tae? Ah aku lupa belum memberitahumu siapa dia, Tae adalah dokter yang pernah aku ceritakan Sehun-a. Nama lengakapnya adalah Kim Taehyung, kau tau ternyata dia adalah teman kecilku yang hilang tanpa kabar!” seru Yumi “huah aku tidak percaya bahwa kami akan bertemu kembali!” tutupnya dengan antusias.

“Oh.”  Itu jawaban yang Sehun berikan, terdengar dingin hingga membuat Yumi malas untuk melanjutkan ceritanya.

‘ish, Tahu begitu aku tidak akan menjelaskannya! gadis itu membatin.

Kesal karena orang didepannya dingin kembali membuat Yumi melipat kedua tangannya dan dijadikan bantalan untuk dagunya. Dia hanya menatap dalam diam Sehun yang hanya menikmati makan malamnya itu tanpa mau melihat Yumi yang saat ini kesal padanya.

“dasar kulkas berjalan!” cibirnya dan terdengar seperti desisan.

Lelah karena orang didepannya tak kunjung merespon membuat rasa kantuk menyerang gadis itu dan membuat kedua matanya berat. Bahkan Yumi sekarang menguap lalu memiringkan kepalanya mencari posisi yang pas untuk ia tidur, tak membutuhkan waktu lama pun akhirnya dia benar-benar terlelap.

***

Diletakan sendok makan yang sedari tadi Sehun pegang, sebenarnya Sehun malas melanjutkan makannya, entah kenapa saat Yumi menjelaskan orang yang dipangil ‘Tae’ olehnya itu membuat nafsu makannya berkurang dengan drastis. Dia ingin tidak menghabiskan makanan buatan gadis itu tapi mengetahui dia masuk kelas memasak membuat rasa bersalah Sehun tumbuh.

Oh gadis itu bahkan bersungguh-sungguh ingin membuat makanan untuknya, masa iya dia tidak memakannya?’ Begitu pikir sehun, ia masih punya hati.

Sehun mengangkat dagu setelah menghabiskan makanannya itu dan ia langsung terdiam. Gadis itu tertidur? Helaan napas ia hembuskan melihat pemandangan ini. dialihkan pandangan menatap jam dinding yang bertenger di atas kulkas, sekarang hampir tengah malam dan Yumi bersikeras menunggunya pulang? Seharusnya dia langsung tidur dan jangan mengkawatirkan Sehun yang bahkan tidak pernah sedikitpun memikirkan dirinya itu.

Sehun selalu menyalahkan dirinya sendiri, seharusnya dia jangan melakukan itu tapi sayangnya dia tidak bisa, noonanya itu belum sadar sampai saat ini. Sehun sudah berjanji jika Raemi siuman lalu ia mengucapkan apa yang ada dibenaknya itu dia akan berhenti membesuk Raemi.

Di dorong kursi duduknya kebelakang lalu melangkahkan kakinya itu mendekati Yumi, sejenak Sehun tersenyum kecut. Bodoh! Sehun mengatai dirinya sendiri. Seharusnya dia langsung pulang dan tidak membuat gadis depannya ini menunggu, bukannya berkunjung pada wanita yang telah mencampakannya.

Diangkat Yumi ala bridal lalu membawanya menuju kamar miliknya dan gadis itu. Sehun terdiam saat tanpa Sadar Yumi melingkarkan kedua tangan di dilehernya itu, senyum simpul Sehun tunjukan lalu melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.

Tak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka sampai didalam ruangan yang dia tuju. Sehun menurunkan Yumi perlahan, seolah tidak mau jauh-jauh dari pria yang saat ini menurunkannya Yumi malah semakin kuat melingkarkan tangannya itu.

Decakan keluar begitu saja dibibir tipis Sehun “Hey! Lepaskan tanganmu ini, kau membuatku susah bernafas.” Alih-alih memberikan teguran dengan suara dinginnya Sehun malah dengan lembut mengucapkan kalimat teguran tadi, tanpa sadar Yumi mengeluarkan lenguhannya dan membuat Sehun berdecak kembali.

Oh sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi Sehun untuk melepaskan diri dari kukuhan Yumi.

(***)

Bau obat yang menguar di indra penciumannya yang sudah tidak asing lagi, perlahan kedua irisnya terbuka dan suara pintu digeser membuat wanita itu kembali memejamkan kelopak matanya.

Hembusan nafas terdengar dipendengaran wanita yang saat ini berbaring diatas ranjang rawat inap “Ini aku, jangan berpura-pura lagi.”

Dan suara itu membuat Raemi tidak ragu membuka kedua matanya. oh itu temannya, Hana Kim. Diposisikan tubuhnya untuk duduk lalu menyandarkan punggungnya itu pada kepala ranjang dengan pandangan lurus kedepan, berniat mengacuhkan temannya yang saat ini berdiri disamping ranjang.

“Raemi-ya..berhentilah dengan semua sandiwaramu ini.” rentetan kalimat itu membuat Raemi mendengus kesal, “berhentilah pura-pura koma dan membohongi Sehun.”

Raemi mempokuskan pandangannya, nama Sehun berhasil mengambil perhatian Raemi untuk menatap sahabatnya itu, “apa kau bilang? Berhenti?” bahkan senyuman dingin sekarang tercetak diwajah cantik tapi pucat milik Raemi “kenapa kau selalu menghalangi semua rencanaku Hana-ya? Kau sekarang berada dipihakku atau gadis yang merebut Sehun dariku dan yang saat ini menjadi tungannya, hmm?”

Entah sudah berapa kali Hana menghembuskan napas beratnya, “Raemi-ya, ini semua tidak benar! kau seharusnya menyadari kesalahanmu yang pergi begitu saja meninggalkan Sehun yang saat itu sangat mencintaimu!”

“Dia masih mencintaiku sampai sekarang, Hana Kim?!”

Hana berdecak “jika dia masih mencintaimu kenapa dia malah bertunangan dengan gadis lain, hmm?”

Kalimat tanya itu sempat membuat Raemi terdiam untuk beberapa saat, “Dia hanya melakukan perjodohan bodoh Hana-ya, jika dia tidak mencintaiku lagi mana mungkin dia mau menemuiku sepulang kerja bukannya langsung pulang ke apart–

“lalu kenapa dia tidak menolak perjodohan bodoh itu hmm?” sela Hana, “kenapa dia tidak menolak serumah dengan gadis itu? uangnya pasti cukup untuk menyewa satu kamar hotel.” Raemi masih diam.

“Dia hanya kasihan padamu.” Ucapan sahabatnya itu membuat lidah Raemi semakin kelu, “ah bahkan terakhir kali aku mencari informasi tentang gadis itu, dia sengaja masuk kelas memasak hanya untuk Sehun” bahkan cairan bening yang mengenang di pelupuk mata cantik Raemi tak bisa dia tahan lagi.

“TIDAK! HANA KIM!” cairan bening itu sekarang sudah menganak sungai “Dia masih mencintaiku,” suara Raemi melemah.

“aku sudah memperingatkan mu dan aku tidak bisa membantu mu lagi” tatapan tajam Raemi berikan pada sahabatnya itu, apa sahabatnya ini menyerah membantunya? “maafkan aku Jung Raemi.” Tutup Hana lalu meninggalkan Raemi diruangan rawatnya itu, bahkan sahabat yang sangat berharga baginya meninggal dia juga. Baru satu langkah dia melangkah suara jeritan frustasi terdengar dikedua rungu Hana.

Hana menundukan kepala, ya ini yang terbaik bagi Raemi. Wanita itu sengaja menahan diri untuk tidak membantu Raemi lagi, dia hanya ingin sahabatnya yang sudah dia anggap sebagai adik sindiri itu untuk tidak menjadi orang yang serakah dan keras kepala seperti sekarang ini. Dia hanya ingin Raemi yang dulu.

(***)

Dibuka dengan perlahan kelopak mata yang masih terasa berat bagi Yumi untuk membukanya itu. Jarum jam menunjukan angka sembilan lebih tujuh belas menit. Oh dia bangun siang lagi. Akibat sering bergadang dia jadi sering bangun siang dan tidak menyiapkan sarapan serta kebutuhan untuk Sehun bekerja tapi tunggu, bukannya hari ini adalah hari minggu? Biasanya setiap hari minggu laki-laki itu menghabiskan waktunya dirumah dengan kata lain hari minggu adalah hari libur bagi Sehun.

Yumi bangun lalu menyibakan selimut yang sedari tadi menggulung tubuhnya itu, di turunkan kedua kakinya dan segera ia langkahkan untuk mencari pria yang akhir-akhir ini selalu menggangu pikirannya itu. ya siapa lagi kalau bukan Oh Sehun.

Dengan langkah terburu-buru Yumi menacari Sehun disetiap sudut ruangan, dimulai dari ruang tengah, pantry, toilet, perpustakaan mini tak jauh dari ruang tengah dan terakhir balkon. Sehun tidak ada disana huh, kemana pria itu? dengan rasa kecewa Yumi menghampiri pintu masuk lalu mempokuskan pandangannya pada arak sepatu. Dia menghembuskan napas panjang, sepatu kerja yang sering laki-laki itu gunakan tidak ada ditempatnya dan bukti itu sudah cukup jika Sehun berangkat bekerja.

Padahal ini hari libur tapi Sehun malah berangkat bekerja, apa ia tidak lelah? Bahkan waktu tidurnya semalam Yumi yakin lebih pendek darinya. Sebenarnya bukan hanya karena itu, ada alasan lain kenapa Yumi kecewa. Rencananya hari ini Yumi ingin mengajak Sehun untuk berbelanja beberapa persedian makanan yang sudah menipis, tapi Sehun malah berangkat bekerja.

Tett..

Suara bel menyadarkan Yumi untuk tidak merasa kecewa lagi, dibuka pintu yang sudah ada didepannya dan menampakan pria setengah baya membawa paket berukuran cukup besar disamping tubuhnya itu.

“dengan nona Lee Yumi?”

“Ya, saya sendiri.”

Pria setangah baya yang Yumi yakini sebagai kurir paket itu tersenyum “ada kiriman untuk anda, nona.” kerutan samar tercetak dikening Yumi “Tuan.Lee yang meminta saya memberikan ini pada anda, nona”

***

Yumi memiringkann kepalanya menatap isi paket yang sudah dia buka,ia baca surat yang tadi kurir itu juga berikan.

“Lee Yumi cucuku sayang, apa kabar? Kenapa sudah 2 bulan kau bertungan tidak pernah mengunjungi kakekmu ini, hmm? Apa kau lupa atau kalian terlalu menikmati hidup bersama? Ahaha, selamat atas pertungan kalian yang sudah memasuki dua bulan ini sayang, emm sepertinya hubungan kalian sudah sangat membaik, bagaimana kalau kalian menikah? Cepatah buat keputusan kapan kalian akan menyusungkan pernikahan hmm, kakekmu ini sudah tidak sabar menimang cucu darimu dan Oh Sehun! Ahah. Ah iya apa uang bulanan yang aku berikan pada rekening mu cukup sayang? Tidak, apa kau mengunakan uang itu? kenapa hanya beberapa ribu won saja yang kau gunakan hm? Apa itu kurang?  jika kau membutuhkan sesuatu hubungi kakekmu ini, aku menyayangimu cucuku”

 –Haraboji

Lengkungan tipis tercetak dibibir mungil Yumi, kakeknya ini terlalu berlebihan. Ah iya benar sudah dua bulan ini ia tidak berkunjung ke rumah kakeknya itu, apa Yumi terlalu menikmati hidup bersama dengan Sehun hingga membuat ia lupa untuk berkunjung? Entahlah, dia juga tidak mengetahui jawabannya.

Dipokuskan pandangannya kini pada hadiah yang kakeknya berikan, bingkai foto berukuran besar dengan gambar dirinya dan Oh Sehun disaat pesta pertunangan saat itu. Yumi menahan tawa melihat dirinya didalam foto, tersenyum cangung saat Sehun melingkarjan tangan dipinganya itu.

foto yang cukup berharga bagi Yumi, huh? Berharga? Bahkan sekarang Yumi tersenyum kembali dengan apa yang baru saja dia ucapkan dibenaknya itu. ahh dimana seharusnya foto ini dipajang? Apa didalam kamar atau ruang tengah? Yumi bingung harus memajangnya dimana, seolah mendapat lotre Yumi segera mencari ponselnya saat sekelibat nama Taehyung melintas dipikirannya.

Dengan cepat jari tangan Yumi itu bergerak diatas layar ponsel dan setelah menemukan nama yang ia cari segera dia dekatkan ponsel itu pada daun telinganya. Semoga saja Taehyung bisa memberikan solusinya ini dan ia juga ingin memberitahu sahabatnya itu bahwa dia juga sudah bertunangan.

Setelah menungu beberapa saat akhirnya panggilannya terhubung dan segera diisi oleh pekikan Yumi

“Taee!!”

‘Ya! kau  membuat telingaku sakit’ jawab disebrang

“Hehe mian~ ah Tae-ya kau bisa memberiku solusi?”

Solusi?’  Taehyung mengulang kembali apa yang Yumi ucapkan

“Begini, haraboji memberiku hadiah sebuah foto tapi aku bingung dimana aku menyimpannya.” Ujar Yumi dengan menghembuskan napas beratnya

‘hanya sebuah foto membuatmu bingung untuk menyimpannya dimana, huh!’

“Foto ini sangat berharga bagiku!” Teriak yumi dan membuat Taehyung diam “kalo saja Oh Sehun ada disini aku..ahh, begini saja kau bisa datang ke apartmenku? Sekalian aku meminta bantuanmu untuk memasangnya hehe”

‘Memangnya kemana Sehun-mu itu?!’

Yumi sempat menghembuskan napas kesal “Dia berangkat kerja tadi pagi! Ah dia bukan Sehun-ku!”

lalu dia siapa? Bukannya dia pacarmu? Tunanganmu? Atau bahkan, suamimu?’ ucapan Taehyung itu sempat membuat Yumi terdiam.

“kenapa kau malah mengalihkan pembicaraan?! kau akan membantuku atau tidak?!” ujarnya dengan nada yang cukup memekakan telinga

‘baiklah setelah mengantar Monggu pada dr.Kim aku akan kesana.’

Bip

Yumi menatap ponselnya tidak percaya, kenapa orang itu dengan seenaknya mematikan panggilan darinya?! tidak ingin ambil pusing Yumi memutuskan untuk menunggu kedatangan Taehyung dengan menonton televise.

***

Dimasukan ponsel kedalam sakunya sesudah Taehyung menutup panggilan secara sepihak itu, dengan langkah panjangnya ia mensejajarkan tubuhnya dengan laki-laki yang tengah membawa wadah berisi air dan kain.

“Membesuk selingkuhanmu?”

Orang yang tengah disapa Taehyung itu hanya diam dan menatap dia dengan mata elangnya.

“disaat wanita pertama berdiam diri dirumah dan hanya mengetahuimu berangkat bekerja kau disini malah menemui wanita kedua mu, kau hebat sekali Sehun-ssi.” Sindir Taehyung dengan nada yang terlampau santai hingga membuat rahang Sehun mengeras.

Melihat perubahan emosi orang depannya ini membuat Taehyung tertawa hambar, “sepertinya kau marah dan ingin menghajarku sekarang juga, tapi sayangnya semua yang aku katakan adalah kenyataannya. Benar ‘kan?” tawa itu berakhir dengan datar.

Taehyung melangkahkan kakinya dan berhenti tepat disamping tubuh Sehun “Kau memintaku menjauhinya, tapi melihat semua ini entah kenapa aku malah ingin semakin dekat dengannya malahan …ingin merebutnya darimu.” Dan sebuah tepukan pelan di bahu Sehun menjadi akhir pembicaraan mereka.

Masih melangkahkan tungkainya Taehyung mengambil ponsel yang ia simpan disaku kirinya dan dengan cepat ia menggerakan jarinya di atas layar ponsel lalu ia simpan didaun telinganya.

“Yumi-ya bisa kau antarkan sesuatu yang ada ruang kerjaku sekarang?”

“…”

“emm, akan ku kirimkan password dan apa saja yang harus kau bawa.”

Bip.

Dimatikan panggilannya itu dan Taehyung hembuskan napas kasar. ini pilihan yang tepat, batin Taehyung.

 

(***)

 

Dengan perasaan kesal Sehun membersihkan peluh yang keluar dari kening wanita yang belum siuman sampai saat ini, kapan wanita ini siuman?! Sehun membatin.

Tidak mungkin kan orang itu akan menghubungi Yumi dan memberitahu wanita itu bahwa ia sekarang bukan dikantor tapi disini. Ingin sekali Sehun pulang lalu melarang gadis itu untuk tidak berhubungan lagi dengan sahabatnya yang bernama Kim Taehyung  itu!

Sehun membanting kain basah yang ia pegang pada wadah diatas nakas, dia mencengkaram rambutnya frustasi. Kenapa semuanya menjadi seperti ini?

Dipokuskan pandangannya pada paras wanita yang masih terlelap itu. Gerakan perlahan dari kelopak mata Raemi membuat Sehun mengangkat kedua alisnya, bingung. Apa mungkin wanita ini siuman? Dan suara yang Raemi keluarkan membuat Sehun yakin, wanita ini siuman.

“Akhirnya kau siuman.” Kata itu yang Sehun ucapkan saat Raemi menatapnya dengan tatapan redup.

“Oh Sehun..Terimakasih..”

Laki-laki itu hanya tersenyum kecut “entah kenapa aku muak mendengar suaramu, noona.”  Raemi meremas selimut yang menutupi tubuhnya “kau tau kenapa aku mau menjagamu? Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu padamu.”

Raemi sempat meneguk salivanya kasar, “memangnya apa yang ingin kau sampaikan Sehun-a, emm?” ucapnya dengan nada suara bergetar, oh bahkan saat ini kedua mata Raemi mulai memanas.

“Aku sudah bertungan, Menjaulah dariku.”

Kalimat yang keluar dari bibir tipis Sehun membuat penglihatan Raemi kabur, “apa yang kau katakan Sehun-a? kau bahkan dengan sabar mengguku siuman selama seminggu ini.” Raemi meposisikan tubuhnya untuk duduk lalu meraih tangan besar Sehun.

Laki-laki itu berdecak mendengar apa yang wanita dihadapannya ini ucapkan, “Kenapa kau tau selama seminggu ini aku selalu menggunjungimu,hmm?” Raemi mengeratkan gengamannya itu “sikapmu yang seperti ini mebuat rasa suka dan ibaku padamu hilang, Noona.” Dengan kasar Sehun melepaskan tangannya itu lalu beranjak dari duduknya.

“bukan begitu Sehun-a..”

Tidak ingin Sehun semakin menjauh darinya, Raemi mencabut selang infus ditangannya lalu mengejar laki-laki itu, untuk menjelaskan semuanya.

 

***

Yumi melangkah dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya “dan belok kiri dia akan ada disana.” Ujarnya yang tengah mencari keberadaan Taehyung.

Brak!

“Sehun-a! Tunggu! Oh Sehun!” sebuah teriakan menghentikan langkah yang sedari tadi Yumi rajut “Sehun-a kenapa kau seperti ini eo? Selama seminggu kau menjagaku kau tidak seperti ini!” Yumi merapatkan tubuh pada tembok yang ada disampingnya itu.

Kenapa aku bersembunyi? Tidak mungkin itu Oh Sehun yang aku kenal, untuk apa laki-laki itu ada disini. Dia kan berangkat bekerja. Yumi meyakinkan diri bahwa itu bukan Sehun yang dikenalnya.

Ia langkahkan tungkainya lalu menampakan dua orang manusia yang tengah beradu argument, gadis itu sempat menggeleng-gelengkan kepalanya melihat pungung orang yang ia kenal.

“jadi kau sudah siuman dari seminggu yang lalu?” dan suara dingin yang ia dengar membuat Yumi mencengkram erat dokumen yang saat ini di gengamanya.

Kenapa dia ada disini?

“Kau membohongi ku?!”

Akhirnya laki-laki itu membalikan tubuhnya hingga membuat Yumi melangkah mundur, tidak mungkin.

Sehun mempokuskan pandangannya pada Raemi yang saat ini hanya mengeluarkan cairan bening yang terus mengalir indah dikedua pipinya, sempat Sehun merasa iba melihat orang yang pernah mengisi hatinya menangis seperti ini.

Iris mereka bertemu “Karena aku menyayangimu,Sehun-a! aku tidak ingin kehilanganmu! Aku ingin kau selalu disampingku! Bukannya disamping wanita yang telah merebutmu dariku!!”

Dan kalimat yang bertubi-tubi Raemi keluarkan membuat kristal bening yang Yumi tahan lolos begitu saja, dia menyeka kasar kristal dipipi kirinya itu saat Sehun mengetahui keberadaanya.

“Yumi-ya..”

Entah perintah darimana gadis itu melangkah mundur lalu berlari mengabaikan teriakan yang Sehun keluarkan. kenapa aku berlari?! batinnya,dan tanpa henti  kristal itu terus membasahi pipinya.

“Ya! Oh Sehun!” Raemi menahan Sehun yang akan melangkahkan tungkainya itu, berharap laki-laki itu iba melihatnya kacau seperti ini lalu memilih tetap tinggal tidak mengejar tunangannya itu.

Dengan kasar Sehun melepaskan pegangan tangan Raemi “Maaf noona, cintaku padamu sudah habis.” Dan kalimat itu sukses membuat kedua lutut Raemi melemas, laki-laki itu meninggalkan Raemi yang sudah menjatuhkan diri pada lantai dingin dibawah.

Raemi meremas dada kirinya, entah kenapa rasa nyeri terasa disana dan tangisannya pun meledak. Oh, ia bahkan tidak pernah membanyangkan laki-laki yang sangat dia cintai akan mengatakan kata-kata yang begitu menyakiti hatinya. Digelengkan keplanya cepat, dia menyadari kesalahanya sekarang. Meninggalkan orang yang dicintai dan memilih hal yang diinginkan adalah dua pilihan yang sulit, tapi sepertinya dia harus tetap memilih salah satunya dan merelakan yang lainnya tanpa rasa kecewa.

(***)

Dengan tanpa arah Yumi terus melangkahkan tungkainya itu entah kemana, dan teriakan dari belakang pungungnya benar-benar gadis itu abaikan. Sudah lelah bermain kejar-kejaran Yumi menghentikan langkahnya disini, ditaman belakang rumah sakit dan itu membuat Sehun memegang pergelangan tangan Yumi.

Dibalikan tubuh gadis itu untuk menghadapnya dan hati Sehun mencelos melihat penampilan Yumi sekarang, ya dia menangis. Dengan tawa hambar Yumi menghapus cairan bening yang masih tersisa di pipinya, “Huah, hari ini sangat panas hingga membuat mataku  juga ikut berkeringat.” Ucap gadis itu, terdengar tidak masuk akal.

“Yumi-ya..”

“ahh..” Baru Sehun mengucapkan namanya dengan pelan Yumi melepaskan tangan Sehun, “Sehun-a sepertinya temanku sudah menunggu.. aku harus pergi..” dibalikan tubuhnya, bersiap melangkah dan kalimat yang Sehun ucapkan membuat Yumi diam.

“Kenapa kau menghindariku?”

Dihembuskan nafas kasar untuk mengontrol emosinya “tidak ada alasan aku tetap berada disampingmu, bukan?” dan ucapan Yumi itu sontak membuat Sehun mengerutkan keningnya, heran.

“kau tunanganku!”

“TAPI KAU TIDAK PEDULI PADAKU?!” teriak gadis itu lalu menghadap Sehun, sudah tidak bisa menahan emosinya. Cairan bening yang sedari ia tahan bahkan mengalir begitu saja.

Sehun menaikan salah satu alisnya “memangnya siapa yang mengatakan aku tidak peduli padamu?!”

Mendengar itu membuat Yumi membuang muka kesembarang arah “haruskah aku menjelaskannya?” deheman menjadi jawaban, Yumi sempat berdecak. “lalu kenapa kau berada disini? Menggunakan pakaian kerjamu itu dan membuatku berasumsi bahwa kau berangkat bekerja. kenapa kau tidak jujur, hmm? Jelaskan padaku?” Kalimat panjang lebar dan pertanyaan Yumi itu membuat Sehun terdiam, gadis itu benar.

“aku bahkan belajar untuk peduli padamu! Belajar untuk menjadi seseorang yang berguna untukmu! Dan.. belajar menerimamu.”

Kedua iris mereka bertemu, Yumi melihat Sehun yang diam.

 Ah bahkan setelah dengan apa yang aku ucapkan dia masih tidak peduli, Batin Yumi.

“ah, lupakan tentang apa yang aku ucapkan. Aku pergi.”

Dengan langkah cepat Yumi meninggalkan Sehun yang diam memantung, Yumi meruntuki dirinya sendiri. kenapa aku mengucapkan kalimat seperti itu disaat yang tidak tepat, bodoh! Dia pergi dengan rasa penyesalan.

***

Taehyung keluar dari tempat persembunyiannya, dia melihat semuanya. Dari awal gadis itu bertengkar dengan Oh Sehun dan berakhir dengan Yumi pergi berderai air mata.

Tolol!

Kata itu yang sedari tadi Taehyung pikirkan, menjadi jahat itu adalah hal yang sangat tolol!

Kim Taehyung , apa kau senang melihat gadis yang kau sayangi menangis seperti itu? apa kau senang melihat gadis yang sangat kau cintai pergi dengan luka dihatinya itu?

Tidak, Bodoh!

Kau bahkan ikut terluka melihat dia seperti itu. kau seharusnya memikirkan hatinya juga bukan memikirkan dirimu sendiri, Kim Taehyung!  Ah, dan kau seharunya sudah menyerah saat tahu gadis itu milik orang lain, karena hatinya juga pasti tidak akan menjadi milikmu.

Taehyung terus menyalahkan dirinya atas tidakannya yang salah, bahkan saat ini dia tidak bisa menenangkan Yumi. Dia terlalu malu untuk menampakan diri atas sikapnya itu.

(***)

Semilir angin menerpa paras tampan tapi cantik milik Luhan, alunan music jazz mengalun dengan indah mengiringi perjalanan pria itu. meskipun dia menikmati alunan musik penglihatannya ia fokuskan pada jalan didepan, dan irisnya itu menangkap refleksi seseorang yang dikenalnya.

“eo..” dia memperlambat laju kendaraanya tak lupa Luhan menekan klakson berharap orang yang dia tuju melihat ke arahnya. Asik menetap jalan yang gadis itu lewati membuat dia tidak mendengar suara klakson yang sedari tadi ditekan Luhan.

diturunkan kaca mobil sebelah kanan dan ia teriakan nama gadis itu, satu dua dan terikan ketiga dia merespon. Sedikit kacau Luhan melihat penampilan gadis itu. “kau akan pulang kerumah? akan ku antar.” Bak zombie dia hanya mengangguk lalu masuk dan duduk dengan masih menunjukan tatapan kosongnya.

Belum menginjak pedal gas Luhan menpokuskan pandangannya pada gadis disampingnya, “Yumi-ya, kau sakit?” dia masih belum mengeluarkan suara, “Lee Yumi!”

Tersentak Yumi menatap Luhan, “Ah kenapa, Oppa?”

“apa ada sesuatu yang terjadi dengan kalian?” tanya Luhan menyadari gadis itu hanya mengeluarkan tatapan kosong dan memainkan cincin pertungannya dengan Sehun.

“ahh, tidak. Ayo jalan, oppa.” Mengalihkan pembicaraan Yumi menarik seatbelt dan Luhan hanya menfokuskan pandangannya ke jalanan di depan.

Keduanya asik dengan dunianya masing-masing, Luhan asik mengemudi dan Yumi dia masih asik dengan pikirannya. sebuah pertanyaan yang Yumi lontarkan sukses membuat Luhan mengerutkan kening.

Oppa, apa kau pernah berbohong?” Yumi mengeleng-gelengkan kepalanya cepat “ah bukan, pernahkah  kau berbohong pergi bekerja tapi malah pergi membesuk mantanmu?”

Luhan mengerutkan kening, Oh  Sehun membesuk Raemi?

“ah aku tau, kau bukan orang seperti itu.”

Pria itu bingung harus menjawab bagaimana, apa gadis ini kacau karena Oh Sehun?

Tak membutuhkan waktu lama mereka sampai ditempat tujuan, di depan gedung apartment Yumi dan Oh Sehun.

“ah, akhirnya. Terimakasih oppa telah mengantarku.” Yumi membungkukan tubuhnya setelah dia turun dari mobil.

Pria itu tidak tau solusi apa yang harus dia ucapkan melihat Yumi kacau seperti ini, ya tapi mungkin ini yang harus dia ucapkan. “Yumi-ya..” iris mereka bertemu “kadang kita harus berbohong demi kebaikan bukan?” Luhan tersenyum saat Yumi masih menfokuskan pandangannya “aku pergi.” Diinjak pedal gas dan meninggalkan Yumi dengan pikirannya.

Berbohong demi kebaikan?

***

Hembusan napas kasar adalah hal pertama yang Taehyung lakukan setelah membaca pesan dari pemilik apartment di depannya kini. Ia sempat berdecak membaca pesan dari Yumi itu, kenapa dia berbohong?

‘Tae-ya, aku sudah membawa document yang kau minta tapi.. Aku tidak bisa mengantarkannya, mian. Jika kau sudah pulang, aku akan mengembalikannya. Mianhae, Tae..’

Itu adalah pesan yang Taehyung terima, dengan perasaan bersalah dia menekan tombol disamping pintu dan tak membutuhkan lama menampakan seorang gadis dengan penampilan bisa dibilang kacau.

“Tae..” dengan segera dia merapihkan penampilannya itu lalu sebuah senyuman dia berikan pada Taehyung.

“Bolehkah aku masuk?”

Gadis itu mempersilahkan Taehyung untuk masuk dan meminta laki-laki itu menunggu sebentar untuk mengambil document yang ada padanya. Ini baru pertama kali Taehyung masuk kedalam apartment sahabatnya ini, di edarkan padangannya dan irisnya ia pokuskan pada bingkai foto yang masih baru. Apa foto itu yang tadi gadis itu bahas?

Taehyung memejamkan erat kedua matanya, Bodoh!

Yang menghancurkan dan membuat gadis itu kacau bukan Oh Sehun, tapi dirinya sendiri. ya, Kim Taehyung, dia berharap Yumi untuk berpisah dengan Oh Sehun tapi malah berakhir menghancurkan hati gadis itu.

“Tae-ya..” suara lembut dan sedikit parau yang Yumi keluarkan membuat Taehyung kembali dari alam bawah sadarnya. “Maaf Tae, aku sedikit tidak enak badan jadi aku tidak bisa mengantarkannya padamu.” Tatapan iba Taehyung berikan, dia tahu semuanya dan ingin memeluk gadis didepannya ini sekarang juga, sayangnya dia tidak bisa.  Dia mersa dirinya tidak pantas untuk menenangkan gadis ini, “ah, tapi sekarang aku lebih baik.” dengan sebuah senyuman Yumi menyakinkan laki-laki dihadapannya ini.

Rasa bersalah yang lebih mendominasi membuat Taehyung ingin memukul dirinya sendiri lalu pergi menjauh dari orang didepannya kini. “maafkan aku..” bahkan Taehyung yakin kata maaf yang ia ucapkan tidak bisa mengembalikan waktu dan menyembukan luka dihati Yumi.

Gadis itu mengerutkan keningnya, heran. “kenapa kau meminta maaf, Tae?” dia hanya menunjukan senyum kotaknya sebelum pamit pulang. Meninggalkan Yumi dengan kening yang masih mengkerut, heran.

 

(***)

 

Langit-langit di dalam ruangannya adalah objek yang sekarang Sehun tuju meskipun fikirannya itu entah dimana. Kenapa semua menjadi rumit seperti ini? dia membatin.

“TAPI KAU TIDAK PEDULI PADAKU?!”

“aku bahkan belajar untuk peduli padamu! Belajar untuk menjadi seseorang yang berguna untukmu! Dan.. belajar menerimamu.”

Kata-kata itu menganggu pikirannya, semua yang gadis itu ucapkan benar. Sangat terlambat Sehun menyesali semuanya sekarang. Baru menyadari bahwa dia sangat membutuhkan gadis itu. Seharusnya dia peduli pada wanita masa depannya bukanya masa lalunya karena itu semua bukan urusannya lagi.

“menyesali semuanya sekarang?”

Kalimat yang masuk ke indra pendengarannya sukses membuat Sehun menegakkan tubuh lalu menatap Luhan yang saat ini tengah duduk manis di atas sofa. Kapan pria itu masuk?

“ternyata hatimu tak sekokoh tubuhmu, Oh Sehun.” Canda Luhan dengan smirk di bibirnya, Sehun masih mempertahankan wajah datarnya. “aku menyesal telah membiarkan gadis itu untuk jatuh ke pelukanmu.” Dan kerutan samar terlihat di kening laki-laki jangkung itu.

Luhan sempat ternsenyum melihat ada sedikit perubahan ekpresi Sehun, “pergi dan jelaskan semuanya, aku yakin dia akan mengerti.” Pria cantik itu beranjak dari duduknya hendak untuk keluar dari ruangan, “Berdiam diri disini tidak akan mengubah apapun, Sehun-a.” pesan Luhan sebelum benar-benar pergi.

Laki-laki itu berfikir keras, apa yang hyungnya katakan itu benar. Berdiam disini tidak akan mengubah apapun, dan apa ia harus pergi menemui gadis itu lalu menjelaskan semuanya?

***

Satu ketukan lagi dan klik, Akhirnya pesan yang ia tulis untuk sahabatnya terkirim. Yumi mengirimkan pesan teraakhir untuk sahabat perempuan satu-satunya itu. Kim Yeoun. Diletakan ponsel pada meja didepanya, sempat Yumi menghela napas berat. Ya, ini adalah pilihan yang tepat.

Suara getaran ponsel dan sederet nomor tidak dikenal terpangpang dilayar ponselnya, sempat ragu Yumi menjawab panggilan itu dan berakhir dia menjawab panggilan tersebut.

Gadis itu terdiam sesaat sebelum menjawab dan kata “Baiklah, aku akan kesana.” Menjadi penutup panggilan itu.

Yumi beranjak dari duduknya, diedarkan pandangannya pada seisi ruangan yang sempat ia tinggali selama dua bulan terakhir bersama Oh Sehun, semua kenangan dirinya dengan laki-laki itu terputar kembali dalam ingatannya, senyuman tipis sempat Yumi sungingkan.

Diletakan ponsel diatas meja, irisnya ia pokukan pada benda bulat berwarna perak yang melingkar indah di jari manis tangan kirinya itu. Dengan perlahan dia melepaskan cincin indah ini dan tanpa ragu meletakan cincin itu diatas sebuah kertas disamping ponselnya.

___

Orang berpaikan rapi berdiri dengan tangannya masih memegang pintu pada mobil sedan berwarna hitam itu,  menunggu nona mudanya untuk segera masuk.

“Nona.” Akhirnya orang itu mengeluarkan suaranya, tepatnya menyadarkan Yumi yang masih diam memantung.

Gadis itu menganggukan kepalanya mengerti, dia masih belum siap meninggalkan semuanya disini. Meninggalkan apartment ini dan lebih tepatnya meninggalkan Oh Sehun.

***

Dengan kecepatan diatas 60 meter perjam Sehun menjalankan kendaraanya ini, membelah jalanan Seoul yang cukup padat disore hari. Dia tidak peduli dengan keselamatannya ini, bahkan lampu hijau yang hanya tersisa satu detik dia lewati begitu saja. Hanya satu yang ia inginkan, segera sampai di apartmenya dan bertemu gadis yang menganggu pikirannya saat ini. Dia yakin gadis itu ada diapartment, instingnya mengatakan seperti itu.

Dan sekarang dia sudah berada di basement apartmen, dari arah kanan ia melihat mobil sedan berwarna hitam melaju dengan sedang, sebelum mobil itu menghalangi langkahnya dilangkahkan tungkainya itu sesegera mungkin menuju lift.

Menekan tombol lift berkali-kali berharap pintu didepannya terbuka dan akhirnya terbuka, tanpa basa-basi dia menekan nomor 12. Tak mau membuang waktu tangan kirinya dengan lincah bermain diatas ponsel lalu dia letakan ponselnya itu pada daun telinga, sudah panggilan ke tujuh gadis itu tidak menjawab panggilan darinya ini.

Belum menyerah Sehun terus menghubungi  Yumi meski sekarang dia sudah menginjakan kakinya pada lantai 12, masih terburu-buru Sehun memasukan beberapa nomor untuk membuka pintu didepannya itu.

Kosong tidak ada eksistensi gadis yang Sehun cari hanya suara dari dering ponsel yang Sehun dengar. Diatas meja ruang tengah dia melihat ponsel Yumi, mengerutkan kening adalah hal pertama pria itu lakukan. Bukan hanya ponsel yang gadis itu tinggalkan, dompet beserta secarik kertas dan cincin dia tinggalkan juga.

Tubuhnya seketika lemas, apa maksud dari semua ini. perlahan Sehun mengambil semua benda yang Yumi tinggalkan diatas meja. Dia membuka kertas yang terlipat ini, dihempaskan tubuhnya diatas sofa setelah membaca kalimat yang gadis itu tulis.

‘aku pergi, maaf.’

Kalimat itu yang Yumi tulis, sangat singkat dan membingungkan. Apa gadis yang sudah membuat seorang Oh Sehun yang menghiraukkan keselamatan dirinya sendiri ini pergi? Masih belum percaya Sehun berdiri tapi mengetahui cincin yang memikat dirinya dengan cucu Tuan Lee itu ada ditangannya membuat ia menghentikan apa yang akan ia lakukan.

Bahkan sebelum ia menjelaskan semuanya gadis itu sudah pergi, sudah terlambat sekarang. Senyum kecut yang Sehun lakukan, terlalu bodoh untuk meruntuki dirinya sendiri sekarang  ini.

Selagi gadis itu ada disampingnya dia tidak peduli tapi setelah gadis itu pergi dia mencarinya, terlalu egois memang dan menyesali semuanya ini sekarang sangat tidak berguna. Ya, sepertinya dia harus merelakan kehilangan gadis itu.

Relakan dan Lupakan, adalah yang harus Sehun lakukan sekarang.

 

ENDING

Gimana endingnyaa? Maapkan makin absurdddd..sebelum pra osma aku postingnya ini biar gk punya utang juga wkwk. ah ya aku bingung endingnya mau gimna :3 ada yg gak puas ? tinggalkan keluh kesah kalian reader-a soalnya aku sendiri juga gak puas dengan ending yang seperti ini wkwkw. ini bukan ending yang aku harapkan!! kalo kalian gimna reader-a~~

Oya kalo ada yg ingin tau ‘About Me’  klik itu~

Regards

 @Baby_Boo04

***

 

50 responses to ““Married With him?!”ENDING – @Baby_Boo04

  1. udh lma nunggu lnjtannya… lah ko endingnya gtu thor??? aq baru ngikutin ff ni eh tw2 dah end trz endnya nggantung gtu? pdhl sehun blom ngompng ma yumi… yumi jg ngganting cumn blg maaf aq pergi…. bikin epilognya donk thor…

  2. Gantung kak, g mau kyk gni. Mnrut aku seenggknya si raemi jgn dlu kebongkar bhong nya biar konfliknya mkin seru, dn aku kira sehun yumi udh nikah trnyata blm, need sequell kak pke bgt aku tunggu kak

  3. kaaa kenapa gini endingnya gantung banget ga bisa kaya gini kaa please bikin sequel mereka harus bersama, ini sangat absurd banget endinganyaaa padahal aku udh ngikutin dr awal dan berharap banyak pada endingnya hikss. sequel please

  4. serius kecewa ama ending nya.. masa segitu doank perjuangan sehun..pdahal yumi udah nge lakuin semua..ah…
    q hrap ada sequelnya

  5. yahhh kok gitu endingnya , epilognya dong author:(( btw aku baru baca dan lansung baca 20 chapter fyuhhh . please banget epilognya kalo ga sequel lah thorrr huhuhu

  6. yakinn, yakiiin bener deh, happy end.. tpi, knp sad end kak????😭😭 pliiis, ini nggantung gitu kak:V need epilogue niiiih.. ga nyangka Yumi hanya nulis SESINGKAT&SESEDERHANA itu!!! Yumi tpi udh sabar kali yaa.. dia ampe masuk kelas memasak just for Sehun:V
    aku tunggu lho epilogue nyaa:V…

  7. Ihh yaampun endingnya begini??!! Ohyaampun aku ga terima masa?!?!?!! Knapa sehun ga ngejelasin gituu?! Ihh srrius aku ga kepikiran ini bakal sad endung uhh >.< eonni tambahin lanjutannya dongg. Ini tidak seperti yg diharapkan ihh seriusss
    :((((

  8. asli ini ending? ahhh gamau pokonya harus ada sequel gatau pokonya aku gak suka sad ending dan ditunggu sequelnya

  9. jujur yah ending nya ngga sesuai harapanku😦
    knpa malah sad ending??? knpa ngga happy ending??? kan kasian yumi😦😦
    Sequel pleaseeeeeee!!! buat mreka kmbali brtemu & bersama kembali!!
    please….
    dtunggu yah….

  10. Nyelekit amat endingnya eonn T.T
    Masa mereka brakhir begini :”(
    Kan sehun blm ngejelasin apa2, jgn nyerah gitu dong hun…. Pasrah amat jd namja ckck

    Ini bener2 udah ending apa msh ada sequel eonn? X3 \ngarep sequel maksudnya/ kekeke~

  11. Ahhhhh tidakkkk aku ingin happy ending , emang sehun salah gajujur tapi kann si raemi yg jahattt , abah tidakkkk:'(

  12. Setelah sekian lama sakit banget. Saat Yumi meninggalkan Sehun. Sehun bodoh terlambat menyadari kalau Yumi sangat berharga dan dicintainya. Ckck.
    Perih apalagi Yumi sudah melakukan segala cara agar Sehun melihat kearahnya

  13. ending nya gantung … mereka gak bakalan bersatu? Sehun juga diam aja ditinggal Yumi? Gak niat nyari+ngejar gitu???
    Ya ampun ini ending nya udah gini aja?

  14. Yak yak thor kenapa endingnya mereka gak bahagia? Buat sequel lah, buat mereka bersatu, atau kalo yumi emang ditakdirkan pisah sama sehun, ya buat yumi sama luhan atau tae tae.
    Ini endingnya agak gantung, setelah pergi dari sehun yumi itu kemana? Terus gimana reaksi kakeknya? Bukankah sebelumnya sang kakek meninta yumi dan sehun untuk segera menikah

  15. Ini juga bukan ending yg aku harapkan authornim 😅😅
    Bikin epilognya dong, yg happy ending gitu.
    Tapi karena lagi kesal sama kelakuan Sehun, biarkan saja dia menyesal #ketawajahat

  16. Sequel nya dong eon. Nanggung banget ff sebagus ini endingnya ngegantung. Padahal udh smpe mewek gra2 ff ini.
    Please eon…

  17. Yaa udah ending, aku cukup puas dengan endingnya thor🙂 gk semua kisah cinta itu berakhir bahagia so endingnya menurut aku udah bagus🙂
    Mianhae kalau aku dan author gk satu pikiran🙂

  18. Yahh endingnya bakal bahagia, kok gitu ihh baper masa’😂😂😂
    Next dong thorr, itu yumi maubkemana pergi sama sapa??😓

  19. Kyaaaa… thor diriku butuh sequel :’.. kenapa sad ending thor?? Thor itu yuminya mau kemana?? Masa iya sehun ndak mau ngejar.. ayolah thor, aku yakin semua readers nya author butuh sequel.. thor aku butuh banget yang namanya sequel.. please.. 0_0..
    Semangat thor nulisnya ^^.. aku tunggu sequelnya yaa #ngarepbanget ^^ wkwkwk..

  20. Heol, aku harus menghina Raemi apa Sehun? Bukankah mereka seperti kembaran. Berniat baik namun menuai kesalahpahaman? Geuh! Dasar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s