My Beautiful Yoojungie #9 ~QueenXissi~

My Beautiful Yoojungie #9

mby

Author

QUEENXISSI

 

 

Genre : ROMANCE, FLUFF, SCHOOL LIFE

 

Length : Chaptered (less than 2k words)

 

Main Cast :

OH SEHUN

KIM YOOJUNG (OC)

 

Rating : Teen

 

 

 

.

 POSTER BY : ALKINDI

Sebelumnya di MY BEAUTIFUL YOOJUNGIE

 

.

 

 

 

All in Author’s POV

 

“Kau dengar itu?” tutur Chanyeol masih terpanah dengan apa yang Yoojung nyanyikan di atas panggung.

“Itu terdengar seperti nyanyian seorang gadis yang putus asa. Dia benar-benar membawakannya dengan sangat baik. Lebih baik daripada penyanyi aslinya.” Ujar Baekhyun.

“Sepertinya lagu itu ia persembahkan untukmu Sehun-ah.”

“Tentu saja itu untuk pria sombong di sebelah kalian berdua. Memangnya siapa lagi?” tiba-tiba saja hadir Hana diantara Sehun dan kedua temannya. Ditemani oleh Soojung di sisi Hana.

“Pria yang tidak memiliki perasaan seperti seorang Oh Sehun, mana mungkin peka Hana-ya. Kita sangat membuang-buang waktu kita berbicara dengannya. Lebih baik kita ke belakang saja menghampiri Yoojung.”

“Ah betul sekali, bukankah Min Hyuk sunbae juga ada di belakang?” ucap Hana sambil melirik Sehun yang tiba-tiba saja berubah air mukanya saat dirinya menyebut nama Min Hyuk di hadapan Sehun.

“Ah, Min Hyuk sunbae… dia bahkan tadi menyemangati Yoojung saat di belakang. Bukankah itu sangat manis? Dia benar-benar sunbae yang perhatian ya, Hana?”

Hana mengangguk lalu melirik sinis pada Sehun, “Hey! Kalian pikir dengan menyebut nama Min Hyuk sunbae di hadapan Sehun, akan membuat Sehun cemburu begitu?” ujar Chanyeol kemudian.

“Apa? Seorang Oh Sehun memangnya bisa merasakan dan mengerti apa itu kecemburuan? Kupikir di dalam otaknya yang katanya cerdas itu hanya berisi kata-kata kasar dan hinaan saja.” Balas Soojung.

“Ah sudahlah Soojung-ah. Yoojung pasti sedang mencari kita berdua sekarang, ayo kita pergi saja. Benar-benar membuang-buang waktu berbicara dengan mereka bertiga.” Tutur Hana lalu membawa pergi Soojung dari tempat Sehun dan kedua temannya berada.

*

“KIM YOOJUNG!!!” Pekik Hana dan Soojung bersamaan ketika melihat Yoojung tengah menghabiskan minuman di botolnya.

“Soojung? Kau datang?”

“Hehe iya, setelah pertandingan Kai selesai aku langsung buru-buru datang kemari. Untung saja kau belum tampil saat aku sampai. Tadi kau sangat keren sekali Yoojung-ah! Penampilanmu benar-benar membuat semua orang terpukau!” puji Soojung lalu memeluk erat tubuh Yoojung.

“Kau tahu? Tadinya lapangan sudah sepi penonton, tetapi saat kau mulai bernyanyi, lapangan kembali dipenuhi banyak anak. Bahkan Chanyeol dan Baekhyun saja memuji suaramu. Bukankah itu hebat?”

“A-apakah…apakah Sehun juga menyaksikan penampilanku?”

Hana dan Soojung saling bertatapan kemudian tersenyum pada Yoojung, “Tentu saja. Dan tadi aku sudah melabraknya habis-habisan, kau tenang saja, ia tak membalas ucapan kami sama sekali, itu sebuah kebetulan, bukan? Ah, atau mungkin dia tak bisa berkata-kata setelah mendengarkan suaramu, bukan begitu Soojung-ah?” ujar Hana antusias disusul anggukan kepala Soojung.

“Tapi… kau bilang kau akan menampilkan lagu yang kau ciptakan untuk Sehun, mengapa tadi kau malah membawakan lagu lain?” tanya Soojung penasaran.

“Iya, dan lagu tadi terdengar sangat sedih sekali saat kau nyanyikan. Apakah kau memberi tanda untuk Sehun kalau kau berniat untuk mengakhiri semuanya? Mengakhiri rasa sukamu pada Sehun sampai disini?” tanya Hana sedih.

“Baiklah semuanya, dan para kontestan! Aku harap kalian semua naik ke atas panggung karena aku akan mengumumkan nama lima belas orang beruntung yang telah dipilih masing-masing agensi. Aku tunggu kedatangan kalian naik ke atas panggung dalam waktu sepuluh menit.”

“Yoojung, apapun yang terjadi, kau terpilih atau tidak, itu bukan sebuah masalah besar untukmu, kan?” tanya Soojung lalu menggenggam erat tangan Yoojung.

“Iya, aku tidak apa-apa.” Jawab Yoojung.

“Yang penting apa yang ingin kau tunjukkan pada Sehun sudah terwujud. Dengar, meski aku dan Soojung terkadang tidak setuju dengan hal memalukan yang kau lakukan demi mendapatkan perhatian Sehun, tetapi kami tetap mendukung usahamu, meski berulang kali kami memaksamu untuk menyerah, tetapi apapun yang akan kau lakukan meski memang diluar nalar, kami akan tetapi mendukung.” Tutur Hana.

“Tapi, jika kau ingin menyerah, kami juga tak bisa memaksamu untuk bertahan. Mungkin kau sudah berada di batas jenuhmu. Kau tahu, jika kesabaranmu tak cukup untuk menyadarkannya, mungkin dengan kehilangan perhatian darimu ia akan menyadarinya.” Sambung Soojung.

“Sekarang cepatlah naik ke atas, kau tahu…meski penampilanmu tadi tak sebagus yang lain, tetapi aku sangat berharap kau bisa lolos dalam kompetisi ini. Bukankah akan sangat keren?”

“Tapi tidak lolos juga tidak apa-apa Yoojung-ah. Kau tetap Yoojung yang tidak tahu malu yang selalu keren di mata kita berdua. Bukan begitu, Hana?”

Hana mengangguk lalu mengajak Soojung untuk memeluk Yoojung dengan erat. “Cepatlah naik! Semangat ya Kim Yoojung!”.

*

Kelima belas nama telah diumumkan, Yoojung kini sudah kembali ke kelasnya. Dalam setiap langkahnya menuju ke kelas ia tersenyum dengan lebar, ia juga turut senang karena Sehun lolos dan masuk dalam agensi yang ia harapkan di Amerika.

“Yoojung!” Yoojung berbalik dan mendapati Henry dan Hyukjae mengejar dirinya.

“Tadi suaramu sangat keren.” Puji Henry.

“Aku tidak menyangka dengan suara sebagus itu kau masih belum lolos.” Sambung Hyukjae.

“Ah, terima kasih teman-teman.”

“Kalau nanti aku sudah menjadi penyanyi terkenal SM entertainment, aku akan mengajakmu berduet di atas panggungku saat aku mengadakan konser solo. Kau berminat?” tawar Henry yang dijawab dengan anggukan kepala Yoojung.

“Ah, kalau saja kau bisa dance, aku akan mengajakmu berdansa di atas panggungku dalam konser soloku kelak.” Tutur Hyukjae.

“Aku akan belajar dance untuk tampil dalam acaramu kalau begitu.”

“Benarkah?”

“Ya, tentu saja. Sebuah kehormatan aku bisa diundang dalam konser solo kalian berdua kelak. Kalian harus sukses dan mengharumkan nama sekolah kita, ya?”

“Tentu saja! Kau jangan menyerah, ya? Masih ada banyak kesempatan di depan matamu.”

“Kegagalan itu adalah awal dari kesuksesan!”

“Iya teman-teman, terima kasih banyak ya? Aku kembali dulu ke kelas.”

“Baiklah kalau begitu. Sampai jumpa lagi Yoojung-ah!”

Yoojung kemudian memutar tubuhnya lagi untuk kembali ke kelas. Hari ini ia mendapatkan banyak hal sejak sebelum tampil di atas panggung hingga selesai tampil, mulai dari beberapa hujatan yang dilayangkan oleh anak-anak kelas populer, mendapat dukungan dari sunbaenya, teman dekatnya, bahkan mendapatkan teman baru dari kelas lain. Ah, dia juga tak lupa pernyataan penolakan paling menyakitkan yang pernah Sehun lontarkan padanya. Bahkan ucapan Sehun terus terngiang dalam pikirannya saat tampil tadi. Jika diperhatikan dengan jelas dan lebih dekat, saat tampil di atas panggung Yoojung bahkan sampai menangis.

“Kau berjalan terlalu jauh sehingga melewati kelasmu gadis ulat bulu.” Yoojung dengan segera menyeka air matanya dan mengangkat kepalanya. Ia terkejut ketika kakinya ternyata bukan membawanya ke dalam kelas melainkan ke taman belakang sekolah.

Sehun tengah berdiri tak jauh dari tempat Yoojung berdiri saat ini. Mereka berdua saling berhadapan cukup lama. Tak ada yang mengeluarkan sepatah katapun, Yoojung kemudian menunduk lagi dan membalikkan tubuhnya,

“Kau bahkan satu-satunya yang berada di atas panggung tadi yang tidak mengucapkan selamat atas kelolosanku. Bukankah kau bilang kau akan terus mendukungku?” ucap Sehun lagi.

“Atau… kau iri dan tidak suka atas keberhasilanku? Ah, itu sudah menjadi risiko orang yang kalah. Sekarang tidak ada artinya lagi, kau kalah dan aku menang.”

Yoojung memutuskan untuk pergi namun tiba-tiba saja pergelangan tangannya ditarik oleh Sehun dan membuatnya harus berbalik lagi pada Sehun.

“Kau… menangis?”

“Jika kau menyuruhku pergi dari hidupmu, bisakah kau memberikanku cara untuk melupakanmu?”

“Ma-maksudmu…apa maksudmu? Mengapa kau malah bertanya padaku?”

“Kau menyuruhku untuk melupakanmu! Kau menyuruhku untuk melanjutkan hidupku tanpa memikirkanmu! Kau menyuruhku untuk menghapus rasa sukaku padamu! Kau—”

“Kapan aku menyuruhmu melakukannya!?”

“Hey, pikirkanlah baik-baik. Dalam jarak sedekat ini saja, rasa sukamu padaku, kegigihanmu untuk mendapatkan perhatianku, dan… segala usahamu tak akan pernah menghasilkan keberhasilan. Bagaimana jika aku lolos nanti dan pergi jauh ke Amerika? Apa kau akan tetap mengejarku sampai kesana? Mengapa tidak kau lanjutkan saja hidupmu tanpa memikirkan diriku? Mau sampai kapan kau mempertahankan semua ini?”

Yoojung menunduk dan terisak. “Aku hanya menyuruhmu memikirkannya. Bukan melakukannya. Aku hanya bertanya padamu, bukan memaksamu. Mengapa kau jadi menyalahkanku? Seolah aku pria paling jahat di matamu.”

“KAU MEMANG JAHAT!”

“…”

“Kau memang jahat Oh Sehun! Apakah kau tidak pernah menyadarinya!?”

“…”

“Lupakanlah. Memang aku saja yang bodoh. Seolah tak ada lagi pria di dunia ini selain dirimu. Seolah kaulah satu-satunya pria sempurna yang kuidamkan di dunia ini. Akulah yang bodoh karena terus mempertahankan rasa—”

“Kau masih menunggu jawaban dariku, kan?” Sehun langsung memotong perkataan Yoojung.

Yoojung menganggukkan kepalanya.

“Kalau begitu, teruslah datang kemari, siapa tahu kau akan bertemu denganku, entah itu bulan depan, tahun depan, atau tahun depannya lagi atau belasan tahun lagi. Dan jika kau bertemu denganku, di saat itulah aku akan memberikan jawabanku.”

Yoojung mengangguk lagi, kali ini air matanya sudah mulai bercucuran dan membasahi pipinya.

“Kau tetap menerima jawabanku meski itu sebuah penolakan, kan?”

Kali ini tangisan Yoojung semakin keras, tetapi sekeras apapun ia mencoba untuk tidak mengangguk akhirnya ia mengangguk juga. Di hadapannya Sehun tersenyum kecil, baru kali ini Sehun memberikan senyumannya pada Yoojung, meski itu hanya terlihat sekilas dan ia berikan saat ia akan pergi ke Amerika untuk menjadi trainee di agensi yang memilihnya untuk menjadi the next star setelah Eric Nam, kakak tingkatnya tiga tahun yang lalu.

Sehun mengangkat dagu Yoojung lalu menghapus air mata Yoojung. “Kau tahu? Aku paling tidak suka melihat perempuan menangis, karena itu akan merusak kecantikannya. Tapi… jika gadis buruk rupa sepertimu menangis, itu akan lebih terlihat jelek lagi saat ia menangis.” Ucap Sehun yang kemudian mendapatkan cubitan di lengan dari Yoojung.

“Kau bahkan tidak bisa manis padaku di saat aku sedang menangis seperti ini Oh Sehun!”

*

“Dia sangat membingungkan!” ujar Hana setelah selesai mendengarkan cerita dari Yoojung.

“Ia memperlakukanmu seperti itu seolah kau adalah kekasihnya namun ternyata bukan.” Sambung Soojung.

“Ia menggantungkan jawabannya untukmu. Dan menunggunya kembali dari Amerika? Gila! Bahkan Eric Nam saja setelah populer di Amerika tidak kembali lagi ke Korea.”

“Kau percaya saja dengan apa yang ia katakan? Ia bahkan tidak mengucapkan janji akan kembali kesini dalam waktu dekat.” Ucap Soojung.

“Kalau aku jadi kau, aku akan memilih untuk tidak menunggunya.” Tutur Hana.

“Tapi…aku sudah terlanjur berjanji untuk menunggu jawaban darinya.”

“Kau benar-benar sudah dibutakan oleh cinta Yoojung-ah. Ah, terserah kau sajalah. Semoga saja dia akan kembali dalam waktu kurang dari sepuluh tahun.”

“Aku tidak bisa membayangkan kalau ia akan kembali lima belas tahun kemudian dan membawa istri juga anak-anaknya kemudian menemuimu. Sementara kau disini, masih menunggu dirinya dan jawaban darinya.” Cibir Hana kemudian.

*

T B C

SORRY FOR TYPO(s)

.

.

.

.

Salam Alay as alwayssss

.

QueenXissi

60 responses to “My Beautiful Yoojungie #9 ~QueenXissi~

  1. kenapa sehun gantungin perasaan yoojung kan kasian yoojung.
    Klo kau suka sama yoojung hun lngsung bilng lah jgn seperti itu.
    jdi greget sndri
    di tunggu kelanjutannya eoni.

  2. nunggu jawabannya aja kan.. g nunggu kpastian dterima.. aduh yoojungnya gemesin bgt saking sukanya ama sehun..
    kalo sehunnya brgkt k amerika hbs ini, critanya jd bbrpa bln/tahun lg?
    aaaahhh.. pnasaraann!!!!
    keep writing ^^

  3. kok jd nyesek gini sih
    yaaah kenapa sehun gantungin yoojung kasian kan
    hmmm penasaran jawaban sehun stlh plng dr amerika bakal nrima yojung g ?
    moga aja happy ending

  4. Kok sehun gitu sih,ngegantungin perasaan yoojung,kasih aja jawaban yang Pasti daripada harus suruh nunggu buat waktu yang gak jelas kapan.terpisah jarak yang jauh pula korea amerika,tapi gue salut sama yoojung yang masih setia nunggu jawaban sehun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s