Untold Love: I Hate You – Twelveblossom

IMG_20160815_092622

Credit picture: @exomoodboard

Twelveblossom (twelveblossom.wordpress.com) | Kyungsoo & Jisoo | PG 15 | Romance & Friendship | Series

Previous: Untold Love

“I clearly hate you.” ―I Hate You (Ost. So I’m Married An Anti-Fan), Chanyeol ft Yuan Shanshan

-oOo-

Kim Jisoo meratapi bulir air hujan yang dibingkai oleh jendela bus. Pekatnya langit malam, semakin menggambarkan buramnya hati si gadis. Ada sesuatu yang mengganjal dan menyiksanya selama satu bulan belakangan ini. Jisoo seperti kehilangan separuh dari dirinya. Kehampaan serta sepi itulah yang mengekorinya. Senyumnya masih tersungging, tubuhnya tetap bergerak, dan hidupnya berlanjut. Namun, tak sama seperti sebelumnya.

Dia sedang merindukan sesuatu, sekaligus membencinya.

Lamunan Jisoo tersentak, sewaktu bus berhenti di halte dekat apartemennya. Gadis itu tergesa turun dari bus sebab hujan semakin lebat, lagi-lagi Jisoo lupa membawa payung. Ia berlari menuju halte untuk berteduh, sementara kemeja putih dan celana jeansnya basah. Langkah Jisoo terhenti, ketika menyadari ada seseorang yang duduk sendiri di sana. Pria itu berdiri dari bangku, saat tatapan mereka bertemu.

Do Kyungsoo, benak Jisoo berujar lebih cepat daripada bibirnya. Jisoo lantas berbalik dan menembus hujan, tak mengindahkan tangan Kyungsoo yang mengangsurkan payung padanya.

Do Kyungsoo menghela napas berat, sembari memandangi punggung Jisoo yang terus menjauh. Sudah tiga jam ia menunggu di halte itu karena khawatir Jisoo melupakan payung dan terjebak hujan. Tetapi, kebaikan hatinya tidak disambut dengan baik. Kyungsoo pun sadar bahwa ia tak berhak protes, mereka memang sedang bertengkar.

Kaki Kyungsoo berlari kecil mengikuti tapakan si gadis, tanpa menggunakan payung. Ia membiarkan tubuhnya dibasuh derasnya hujan. Setelah dapat mengejar Jisoo, Kyungsoo sengaja memberi spasi di antara mereka. Pria itu berjalan beberapa langkah di belakang Jisoo. Dirinya ingin memastikan gadis itu pulang dengan aman.

Jisoo tahu Kyungsoo sedang mengikutinya. Perangai Kyungsoo yang seakan mengkhawatirkan dirinya membuat Jisoo semakin membenci pemuda itu. Akan lebih baik, apabila Kyungsoo tidak lagi peduli padanya. Dengan begitu, Jisoo bisa membenci pria itu tanpa merasa bersalah.

Telah menjadi kebiasaan yang dapat diramalkan, Jisoo sakit setelah terkena rinai hujan. Demam tinggi bukan hal asing bagi si gadis. Di saat seperti itu, Jisoo memilih mengurung diri sepanjang hari.

Seumur hidup digunakan Kyungsoo untuk mengenal Jisoo. Pemuda itu pun tahu, jika saat ini sahabatnya sedang tidak baik-baik saja. Kyungsoo meraih kotak obat yang kebanyakan berisi penyembuh bagi Jisoo, bukan untuknya. Kyungsoo sengaja bangun pagi-pagi sekali, menyiapkan beberapa hal yang telah dia hafal apabila Jisoo sedang sakit.

Jisoo mendengar pintu apartemennya terbuka. Akan tetapi, ia enggan beranjak dari lelapnya karena terlalu sakit. Gadis itu malah semakin mengeratkan selimut yang membungkus tubuhnya.

Paras Kyungsoo langsung berubah cemas, saat ia mendapati Jisoo tidur di sofa ruang santai. Pemuda itu membalikkan tubuh Jisoo agar dirinya bisa memeriksa si gadis. Dalam diam, Kyungsoo mengangkat tubuh Jisoo yang mengigil. Pemuda itu membaringkan Jisoo di atas ranjang. Lantas dengan cepat mengompres kening si gadis.

Jisoo merasakan jari-jari Kyungsoo membelai surainya. Ia tahu pria itu berada di sampingnya, menunggunya. Namun, perasaan rindu dan benci yang menyerang hati Jisoo membuat si gadis berpura-pura tidur.

“I know you hate me. But, I’m sorry I can’t ….” Kyungsoo memasang jeda sejenak, lalu berbisik lembut, “I’m sorry, I fall in love with you.” Kyungsoo hanya mampu mengungkapkan kasihnya, saat tak ada satu pun orang yang tahu. Ia mengerti bahwa sikapnya begitu pengecut. Kyungsoo tak ingin semuanya berubah lebih buruk. Dengan berat hati, Kyungsoo beranjak dari sisi sahabatnya. Pemuda itu harus pergi sebelum Jisoo terbangun.

Jisoo membuka kelopak matanya, saat Kyungsoo benar-benar enyah dari ruang tidurnya. Gadis itu terduduk di ranjang, ia merasakan pusing yang teramat sangat. Ketika netranya menangkap bubur, segelas air, dan obat yang ditinggalkan Kyungsoo, Jisoo mulai menangis.

“I really hate you, Do Kyungsoo,” ucap Jisoo dalam sedu sedannya. Jisoo terisak begitu tersiksa. “I hate that I want to see you. I hate that no one can replace you. I clearly hate you, but I miss you,” lanjut Jisoo. Gadis itu memeluk lututnya dengan erat, ia takut kerapuhan yang menyerang kali ini akan benar-benar menghancurkan dirinya.

-oOo-

2 responses to “Untold Love: I Hate You – Twelveblossom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s