[Freelance] Bad Queen (Prolog)

bad queen

Title: Bad Queen

Author: anonimjeon

Cast: Kim Taehyung (BTS), Shin Hansoo (OC), Kim Seokjin (BTS) etc.

Genre: Crime, Romance, Yakuza

Rating: 15+

Lenght: chapter

Desclaimer: I own the plot!

.

—Introducing Cast—

 

Kim Taehyung. Pemuda misterius yang identitasnya dipertanyakan banyak orang. Banyak yang percaya kalau ia memiliki hubungan dekat dengan klan mafia di Korea. Seorang siswa pintar yang data dirinya sangat dijaga oleh pihak sekolah. Memiliki segudang kasus pelanggaran yang seringkali sengaja dibiarkan oleh Staff Kesiswaan.

 

Shin Hansoo. Gadis kaya raya yang terobsesi pada kekuasaan. Berani melakukan apapun untuk mempertahankan kastanya yang tinggi. Sayangnya arogansinya menimbulkan banyak kebencian, juga permusuhan.

 

Kim Seokjin. Penerus klan Masaru yang pernah menghilang selama beberapa waktu setelah ayah kandungnya mati dibunuh. Bersama dengan Park Boram—perempuan simpanannya, Kim Seokjin berusaha membujuk sang adik untuk bergabung dengan klannya meskipun terus-terusan mendapat penolakan.

 

Kang Seulgi. Anak seorang detektif yang berambisi menjatuhkan Shin Hansoo ke dalam lubang penderitaan. Rencana liciknya berjalan mulus bersamaan dengan kasus korupsi yang dilakukan ayah Shin Hansoo dan terkuaknya identitas asli Kim Taehyung.

 

Other cast:

  • Park Jimin (BTS)
  • Kim Junmyeon (EXO)
  • Jeon Junghan (Seventeen)
  • Shin Hando (OC)
  • Kim Seokhyun (OC)

 

Summary:

 

Bercerita tentang penerus klan yang menyamar menjadi murid miskin di sekolah ternama. Dia menghindari kakaknya Kim Seokjin yang terus-terusan memaksanya untuk bergabung dengan Masaru—klan mafia yang ditinggal mati oleh Kim Seokhyun, ayah mereka. Sementara dia bersikeras menjauhi dunia mafia yang glamor, dia malah terlibat permusuhan dengan gadis yang terobsesi pada kekuasaan. Kim Taehyung dianggap sebagai parasit untuk Shin Hansoo. Gadis itu membencinya setengah mati dan ingin mengenyahkan Kim Taehyung dari hidupnya. Namun, tidak dengan Kim Taehyung. Pemuda itu malah tertarik untuk melepas topeng angkuh yang selama ini dipakai Shin Hansoo dan membiarkan jati diri gadis itu, terkuak.

 

***

 

.Slice Part.

 

Seluruh siswa telah ramai memenuhi sudut-sudut koridor. Beberapa dari mereka rela berhimpitan untuk menyaksikan siapa yang telah kembali ke sekolah ini.

 

Kim Taehyung. Siswa yang identitasnya belakangan menjadi pertanyaan. Pemuda itu menghilang lebih dari sebulan setelah kabar kematian ayah dan ibunya. Namun, beberapa kejanggalan muncul bersama hilangnya dia. Desas-desus tidak masuk akal mampir ke telinga-telinga mereka yang penasaran.

 

Pemuda itu berjalan santai memasuki kelasnya. Seperti di luar, di dalam kelasnya pun siswa memandangnya dengan tatapan penasaran yang tinggi. Ia langsung melenggang ke kursinya tanpa ambil pusing.

 

“Hei, brother! Long time no see, yeah?!” sapaan penuh semangat lansung menyambutnya tepat setelah ia duduk. Taehyung menoleh dan mendapati Park Jimin berdiri di sampingnya. Laki-laki itu menepuk bahunya dengan cengiran khas teman. Taehyung segera balas tertawa.

“Hai, Jim. Bagaimana kabarmu?” tanya Taehyung setelahnya.

 

Jimin segera menarik kursi di dekatnya dan duduk di samping Taehyung. Tidak peduli pada pemiliknya yang menggerutu. “Kau tahu apa? Di sini benar-benar menyebalkan. Semua orang membicarakanmu.”

 

Taehyung melirik orang-orang yang masih memandanginya. Banyak yang diam-diam memasang telinga untuk mendengar apa yang mereka bicarakan.

 

But its okay, aku tidak masalah kalau sainganku bertambah satu. Yang penting kau telah kembali ke sini.” Jimin segera menghamburkan peluk ke Taehyung tanpa malu-malu. Ia menepuk-nepuk punggung Taehyung kelewat semangat. Taehyung hanya membalasnya dengan candaan seperti biasa.

 

Tidak jauh di luar kelas, ada sepasang mata yang memerhatikan mereka dengan tatapan dingin. Shin Hansoo tidak bisa melepaskan sosok Kim Taehyung yang tiba-tiba muncul kembali ke sini, merusuh dan mengancamnya secara tidak langsung. Gadis itu lalu membuang pandangannya saat tiba-tiba Kim Taehyung menoleh dan berbalik menatapnya datar. Ia segera meninggalkan tempatnya dengan kesal.

 

***

 

 

“Dia sangat tampan.”

 

“Ya Tuhan, apa dia benar-benar manusia?”

 

“Aku akan memujanya kalau dia benar-benar anak bangsawan.”

 

Obrolan itu segera sampai di telinga Shin Hansoo saat ia melewati lorong menuju halaman sekolah. Ia melirik siapa perempuan-perempuan genit yang berani sekali memuji orang lain selain dirinya. Ada tiga orang siswi yang sedang berkumpul di balik tembok, berebut menciumi selembar foto yang tidak lain adalah potret Kim Taehyung.

 

Hansoo segera merampasnya dengan kasar. Perempuan-perempuan itu tersentak kaget dan segera menunduk saat itu juga.

 

“Kau berani sekali merendahkan diriku?” cibir Hansoo dengan aura sangat dingin. Dia agak tersinggung tanpa alasan yang jelas.

 

“Kami tidak merendahkanmu, Hansoo. Kau salah paham,” kata seseorang mencoba memberi pembelaan. Sayangnya Hansoo tidak peduli.

 

“Yak! Go Young, bukankah aku sudah bilang padamu kalau kau berani macam-macam, beasiswamu akan aku cabut?” gertak Hansoo selaku anak dari donatur besar di Nirvana School. Ia memang begitu kejam dan seringkali mengancam dengan uang.

 

“Jangan! Aku tidak ber—“

 

“Yak, Hansoo! Kau pikir kami ini apa, hah? Kau tidak berhak melakukan itu pada Go Young!” bela gadis lain yang sedikit punya nyali melawan Hansoo. Tapi satu temannya yang lain segera menarik lengannya, memberi peringatan.

 

Shin Hansoo tertawa sinis. Jelas tawa yang berbahaya. Gadis yang bernama Go Young itu segera berkata lagi setelah melihat kilat menakutkan di mata Shin Hansoo.

 

“Dia tidak bermaksud melawanmu. Maksudku, kami semua tidak bermaksud merendahkanmu. Kami hanya mengagumi Kim Taehyung tanpa maksud apa-apa.”

 

“Kau tidak perlu merendah seperti itu, Go Young!” bela gadis itu lagi. Matanya berkilat-kilat marah pada Hansoo. Namun perempuan itu salah karena telah berani bertindak bodoh di depan Shin Hansoo.

 

Tanpa aba-aba, tangan Hansoo segera menjambak gadis yang lancang  tadi dan menghantamkan punggung gadis itu ke tembok. Lalu menatapnya dingin dan menusuk. Memberi peringatan berbahaya yang sangat jelas. Kedua temannya yang lain tidak bisa berbuat apa-apa selain memekik dan menegang ketakutan.

 

“Kuperingatkan padamu.” Hansoo meraih pipi gadis itu dan mencengkeramnya kuat-kuat. “Kalau sampai aku mendengar kau berbicara seperti tadi, kupastikan teman-temanmu akan keluar dari sekolah ini. Secepatnya!” bentakan itu membuat gadis di cengkeramannya menutup mata karena takut.

 

Tak lama kemudian Hansoo melepaskan tangannya dan memberi mereka tatapan peringatan sekali lagi. Kemudian berlalu meninggalkan gadis-gadis yang masih terlalu shock itu.

 

***

 

Kematian Kim Seokhyun setidaknya ikut merubah hidupnya juga.

 

Ayah angkat Park Boram adalah salah satu yang merintis klan ini dari awal bersama dengan ayah Kim Seokjin. Mereka berdua memiliki ikatan hubungan yang sangat dekat. Tidak heran kalau dulu Park Boram dan Kim Seokjin selalu dikait-kaitkan dengan perjodohan untuk menguatkan klan orangtua mereka.

 

Dari dia dan Kim Seokjin masih memiliki masa depan yang dipenuhi impian, sampai mereka berdua tidak lagi memiliki pilihan selain ikut bergabung dengan Masaru, Park Boram memang sudah menyimpan perasaannya diam-diam. Ia sama sekali tidak mengungkapkannya pada siapa pun.

 

Perasaan itulah yang membuatnya kuat bertahan di samping Kim Seokjin. Menjadi bahu yang siap menopang beban pikiran pemuda itu. Tanpa balas dan pamrih. Boram melakukannya tanpa ada sangkut pautnya dengan perjodohan. Ia berdiri di sini atas kemauannya sendiri.

 

Meskipun seringkali Kim Seokjin tidak menyadari pengorbanannya yang sangat kentara.

 

Seperti sekarang. Pria itu kembali mengacuhkan Boram setelah pulang dari Nagoya. Bukan sikap abainya saja yang membuat Boram merasa tidak dihargai. Tapi lebih dari itu. Seokjin sering menjadikan perasaannya sebagai mainan dengan membawa perempuan lain ke rumahnya.

 

Ia tahu statusnya bukanlah siapa-siapa. Hanya perempuan bodoh yang mau-maunya bersama Kim Seokjin meskipun tidak terikat status yang jelas.

 

Park Boram mengalihkan matanya saat Kim Seokjin membiarkan gadis di pangkuannya menciumnya dengan mesra. Pria itu malah membiarkan separuh kemejanya dibuka perlahan. Lalu kembali bercumbu tanpa rasa malu.

 

Ia begitu terluka, meskipun dari luar sikapnya biasa-biasa saja.

 

Dua manusia kalap nafsu itu berhenti ketika menyadari sosok Boram yang berdiri di ambang pintu kamar. Perempuan di pangkuan Seokjin segera membetulkan pakaiannya yang sudah compang-camping berantakan.

 

Seokjin menatap ke arahnya, tidak suka. Namun Boram hanya menarik napasnya dalam-dalam.

 

“Maaf. Aku tidak bermaksud mengganggu,” katanya dan hendak berlalu dari sana. Ia berbalik, namun suara perempuan tadi membuat kakinya kembali memaku.

 

“Apa dia istrimu?”

 

Ada jeda cukup lama yang membuat Boram penasaran dengan jawaban Seokjin.

 

“Bukan.”

 

Tapi seharusnya Boram memang tidak mengharapkan sesuatu yang berlebihan. Jawaban pelan pria itu membuat batinnya bertambah sesak. Dia tidak yakin apa dia masih sanggup melihat kejadian seperti ini terulang lagi besok. Dia benar-benar ragu.

 

***

 

Setelah berjam-jam menahan lapar, akhirnya Taehyung menerima ajakan Jeon Junghan ke klub. Setidaknya di sini ia bisa menikmati alunan musik yang ramai, juga cuci mata melihat perempuan-perempuan seksi berlalu lalang. Junghan juga berjanji akan mentraktirnya untuk merayakan kepulangan Taehyung ke peradaban. Berlebihan memang, tapi setidaknya Taehyung tetap berterima kasih untuk itu.

 

“Nikmati apapun yang kau mau. Aku yang bayar!” kata Junghan segera menyuguhkan segelas alkohol. “Dan, tunjuklah gadis mana yang ingin kau ajak berdansa.”

 

Taehyung mengerutkan kening samar.

 

“Sebentar lagi, musiknya akan berganti, itu artinya pasangan-pasangan di sini akan mulai berdansa.”

 

“Kalau begitu, berdansalah denganku,” alih-alih mengikuti saran Junghan, Taehyung malah berkelakar. Pemuda berambut panjang itu segera memukul bahunya dengan kepalan tangan.

 

Sorry, you’re too late,” balas Junghan sambil tertawa. Ia segera menoleh pada perempuan yang baru saja datang menjemputnya. Dia langsung menyambut uluran tangan perempuan yang sangat menawan itu. Tapi Taehyung tidak yakin kalau itu kekasih Junghan. Oh ayolah, kapan sih Junghan pernah memiliki status hubungan yang jelas?

 

Tak lama musik benar-benar berganti. Sekarang terdengar alunan lagu milik G-Dragon yang berjudul Butterfly. Musik yang pas untuk menjadi pengiring pasangan-pasangan itu menyatukan diri di lantai dansa.

 

Taehyung hanya menikmati suasana itu tanpa beminat untuk mencari pasangan di sana. Dia hanya asik dengan makanan yang telah sampai di mejanya. Sampai-sampai dia tidak sadar ada sepasang mata yang bersembunyi mengawasinya. Di balik cahaya lampu yang remang, ada sepasang mata hitam yang terus berkilat-kilat. Aura berbahaya mengelilingi pemilik mata hitam itu.

 

***

 

.

.

.

.tbc/

Anggep aja ini pengenalan karakter dan sedikit bocoran chapter yang nggak dimasukin chapter/?/

Pertama, mau liat respon reader kaya gimana, ini pertama kali ngirim ff ke skf, so  I hope you like this one.

Kedua, kalo banyak yg penasaran sama ceritanya, otomatis aku bakal kirim chapter 1 nya, tapi kalo gak? Well, bakal stuck diprolognya ajawkwkwkw~

So? Let me to know how far you guys curious this. Leave comment juseyo~

3 responses to “[Freelance] Bad Queen (Prolog)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s