[FREELANCE] MY POSSESSIVE NAMJA (CHAPTER 3)

Z15

Author: vinvinyen19

Main cast:

Oh Sehun EXO

Park Yura (OC)

Kim Jongin EXO

Length : Chapter

Genre: Angst, Romance, Drama, Sad

Rating: PG 17

PREV : CHAPTER 1 || CHAPTER 2 || CHAPTER 3 

Gumpalan – gumpalan putih melayang turun dari langit kelabu. Kabut tipis menghiasi beberapa sudut kota Seoul yang bersalju. Angin berhembus kencang meniupkan gumpalan – gumpalan putih yang membasuh wajah bumi.

Yura. Gadis itu bertahan cukup lama. Duduk terdiam didalam keheningan yang terasa menyesakan dada. Pandangannya tertuju pada hamparan salju dibalik jendela mobil. Kedua bola matanya memburam, berusaha keras menahan air mata yang berkumpul di ujung pelupuk. Yura tahu, kini pemuda yang berada disampingnya ini tengah menahan amarahnya saat ini. Hanya tarikan napas berat yang terdengar dan taada satu katapun yang terucap selama dalam perjalanan.

Mobil jenis sport itu seketika terhenti, hingga membuat tubuh Yura hampir saja terbentur dasboard begitu mobil yang di tumpangi berhenti mendadak. Yura menoleh, menatap sepasang mata elang yang kini menatapnya tajam. Sehun mendekat, kemudian mencengkram kedua tangan gadisnya dengan kuat. “Jangan pernah mengulangi kesalahan yang membuatku marah Yura..” desisnya tajam, kedua bola mata Sehun berkobar marah. Sehun lalu bergegas sembari membanting pintu mobil dengan keras, meninggalkan Yura dengan perasaan sesak yang semakin lama semakin mengoyak pertahanannya. Air mata itu akhirnya terjatuh menetes melintasi pipinya.

***

Kai, pemuda itu berdiri diatas atap gedung kampus dengan kedua tangan bertumpu pada dingding pembatas. Sepasang mata pekat itu menatap tajam dengan deru nafas geram. Di hembuskannya nafas mencoba meredakan gejolak emosi yang dirasakannya. Membayangkan kehidupan gadisnya menderita adalah sebuah luka. Kai begitu membenci dirinya yang tidak dapat berbuat apa-apa. Kebodohan yang ia perbuat membuat ia hanya bisa diam tanpa bertidak untuk memperjuangkan cintanya. kebodohan yang membawanya kedalam kehampaan penuh luka dan mencengkram seluruh jiwanya dalam penyesalan. Hingga secercah kebahagian itu pergi tanpa mau ia raih. Karna Kai tau ia tak bisa menjanjikan masa depan yang indah bagi gadisnya.

 “Jika seperti ini aku tahu apa yang terjadi” sebuah suara berhasil membangunkan Kai dalam lamunan. Pemuda itu menoleh, dan mendapati Taemin berjalan menghampirinya dengan kedua tangan tersembunyi dibalik saku.

“Tadi memang sedikit menegangkan tapi tidak begitu rumit” ujarnya dengan kedua mata kembali menatap lurus kedepan.

“Lalu apa yang membuatmu berdiam diri disini dengan keadaan cuaca seperti ini hmm…?” hening. Tidak ada jawaban. Melihat tidak ada respon yang diberikan Kai membuat Taemin yakin jika telah terjadi sesuatu pada pria itu. Dan ia tau apa yang membuat seupunya seperti ini.

 “Jong?”

“Hn..”

 “Tidak bisakah kau membuat dirimu bahagia dengan kau mempertahankannya?”

Kai yang mendengar itu seketika tertegun. Merasakan dadanya bergemuruh akan rasa sakit. Sepasang mata pekat-nya masih mentap lurus kedepan. Sebelum akhirnya berucap.

“Aku sudah pernah mencobanya Hyeong”  ucapnya dengan nada rendah, “Dan aku terlambat” Kai menoleh, menatap Taemin dengan pandangan terluka, “Aku begitu pengecut hingga tidak dapat mengungkapkan perasaanku Hyeong. Aku begitu takut akan penolakannya” Kai menghela nafas pelan, “Dan bodohnya keberanian itu datang disaat ia telah menjadi milik orang lain. Kau tau menyakitkan rasanya begitu aku mengetahui perasaannya diasaat takdir memang tidak bisa membuatnya bersama ku. Aku begitu bodoh, hingga tidak dapat mengetahui perasaannya selama ini Hyeong. Ketakutanku malah membuathku menutup mata hingga tidak dapat merasakan perasaannya padaku” Kai terdiam merasakan rasa sakit itu kembali menghantamnya “Dan aku menyesal” lanjutnya parau.

“Aku begitu menyesal hingga membuat kesalahan yang membuat diriku benar-benar tidak dapat meilikinya Hyeong

Taemin kemudian mengulurkan telapak tangannya menyentuh pundak Kai, berusha memberikan kekuatan padanya. Ia tau sepupunya amat sangat menderita, seumur hidupnya ia tidak pernah melihat Kai seprustasi ini.

“Semuanya akan baik – baik saja Jong jika kau berusaha jujur padanya. Aku yakin Yura akan memahami situasi yang tengah kau alami” ucapnya kemudian.

“Dan membuatnya menderita dengan semua ini begitu?” desisnya tajam, Kai menatap Taemin dengan pandangan nyalang “Aku tidak bisa. Aku tidak bisa melihat kekecewaan itu di wajahnya Hyeong! Aku tidak bisa..!!”

“Tidakah kau merasa dengan seperti ini kau bukan hanya menyakiti dirimu tapi juga menyakitinya?” tandas Taemin santai namun penuh geraman amarah dalam suaranya.

Kai melirik sepupunya itu, berusaha menahan gejolak emosi yang mendekam didadanya, “Aku hanya tidak ingin dia membenci ku  Hyeong..! jadi tolonglah mengerti aku!!”

“Tapi Jong….”

“Sudah lah Hyeong.. bukankah dengan Yura tidak mengetahuinya itu akan lebih baik” serga Kai tak suka, “Dan aku lebih tau apa yang harus aku lakukan”

Taemin membuang nafas kasar, cukup hapal dengan tabiat sepupunya ini, yang hampir selalu  menyiksa diri  dengan menutup setiap bagian yang membuat dirinya tidak bisa hidup dengan benar, “Kalau begitu berhenti menyiksa dirimu dan belajarlah untuk menerima kehidupanmu yang sekarang” desisnya, Taemin tersenyum meremehkan. Merasa tak suka melihat sepupunya begitu rapuh akan kebodohannya sendiri.

“Jika kau tidak ingin memperjuangkan cintamu setidaknya kau mau memperbaiki kesalahanmu dengan kau mau membuka hatimu dan tidak membiarkan penyesalan datang untuk kedua kalinya” ujarnya sebelum akhirnya berbalik meninggalkan Kai yang hanya diam mematung memandang tubuh yang kini menjauh dengan padangan yang tersirat penuh luka.

Cukup lama iya hanya berdiri disana menatap kekosongan dihadapannya, hingga gumaman pelan terdengar dari bibirnya,“Aku sudah berusaha memperbaiki semuanya. Tapi aku tidak yakin apakah aku bisa membuka hatiku untuk wanita itu”

***

Kedua bola mata teduh itu menerawang jauh, memandang langit kelabu tanpa bintang hanya menorehkan sepenggal bulan dengan cahaya perak yang menelisik dalam kegelapan kamar berhias temaran lampu kota. Bibir mungilnya bergetar karna bendungan air mata yang menganak di ujung pelupuk. Tetesan air mata kini terlihat melintas membasasi pipi putih. Tubuh Yura sedikit bergetar mersakan perasaan sesak itu semakin menjadi.

“Aku merindukanmu” suara serak dan berbisik itu terdengar di keheningan malam.

Perlahan jemari ramping itu terulur menyentuh selembar foto gadis yang tersenyum manis. Bayangan akan masa lalunya yang berujung kehilangan itu terus berputar hingga membuahkan penyesalan dalam hati akan meraih sebuah kata maaf. Penyesalan yang selama ini menyiksa dan membuatnya begitu menderita akan kehilang orang yang sangat disayangi. Kata maaf bahkan tak cukup untuk mengantikan semua yang wanita itu berikan pada hidupnya.

“Bisakah aku bertahan menghadapi semua ini?” lirihnya dengan kedua mata yang memburam, buliran air mata itu perlahan mengalir jatuh membasahi selembar foto yang ada di tangannya.

“Maaf jika aku tidak bisa menjadi apa yang kau harapkan” ucapnya lemah dengan bibir bergetar               “Aku sudah berusaha, tapi semua ini begitu berat” Yura menggit kuat bibir bawahnya, merasakan perasaan sesak itu semakin menyikasanya.

“Maaf” hanya kata itu lah yang dapat ia katakan dikala penyesalan datang menghantui dirinya. Ia tau beribu kata maafpun tak dapat  merubah keadaan yang tengah di jalani.

Sinar lampu seketika menyelimuti ruangan yang gelap, hingga membuat gadis itu sedikit tersentak, dengan gerakan cepat Yura menyelipkan selembar foto itu di balik saku celana. Gadis itu menoleh dan mendapati sepasang mata elang menatapnya tajam. Sehun melangkah, lalu mendengus menampakan rasa kesal dengan apa yang dilihatnya.

 “Mengapa kau tidak pernah mau mendengarkan aku?” desisnya dengan kedua mata yang masih menatap tajam gadi yang ada di hapannya kini.

“Mengapa kau tidak pernah mau mendengarkan aku Yura?!!” seru pemuda itu nyaris berteriak, kedua kakinya melangkah semakin mendekat. Di cengkarmnya bahu mungil itu hingga membuat Yura meringis kesakitan. Rasa sakit yang membuat kedua bola matanya kembali terasa perih.

“Aku sudah pernah bilang jangan pernah kau menemui laki-laki sialan itu lagi…!! demi tuhan aku tidak menyukainya… aku tidak menyukainya kau mengerti…!!” wajah Sehun memerah akan amarah yang membuncah.  Kedua matanya memicing tajam dengan deru nafas geram. “Apa yang harus aku lakukan agar kau mau menruti semua keinginkanku eoh?” Sehun berkata pelan, “Tidak cukupkah kau membuatku menderita selama ini” matanya menatap penuh kebencian, “Kau harus ingat itu.. !! KAU YANG TELAH MEMBUAT HIDUPKU MENDERITA YURA….!! jadi aku mohon jangan membuat aku semakin menderita dengan sikapmu ini…!!!” teriaknya kemudian dengan deru nafas tak beraturan. Dan dengan gerakan kasar Sehun melepaskan cengkramannya pada Yura dengan menyetakannya keras hingga membuat tubuh gadis itu terhuyung membentur sisi ranjang di belakanya.

Yura meringis, merasakan sakit dibagian punggunya, gadis itu mendongak menatap Sehun dengan air mata yang masih berurai, “Maaf” lirihnya, dan hanya di balas tatapan  dingin oleh pemuda itu. “Aku benar – benar minta maaf Oh Sehun” isakan itu akhirnya terdengar begitu pilu. Sehun tertegun, tak terasa jantungnya teremas kuat – tersadar akan apa yang ia lakukan pada gadisnya.

“Bunuh aku jika memang itu membuatmu bisa memaafkan aku..” guamamnya lalu berhenti, “Tapi aku mohon jangan siksa aku seperti ini”

Rahang Sehun seketika mengeras, kilatan kemaran terlihat jelas di kedua bola matanya.“Kau pikir apa yang kau bicarakan eoh?” ucapnya, merasa tidak suka dengan apa yang di dengarnya.

“Jangan pernah berpikir untuk pergi dari hidupku!! Aku tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi Yura..!!!” teriaknya murka “Jadi jangan pernah bermimipi untuk pergi dariku bagaimanapun caranya! Kau mengeri?”

Tidak ada respon yang di berika. Hanya tubuh bergetar dan isakan yang terdengar. Pandangan Sehun tertuju pada tangan gadisnya yang memerah. Perasaan bersalah langsung menyelimuti dirinya. Sehun mendekat dan merendahkan dirinya di samping ranjang, lalu menarik pergelangan tangan itu pelan, mengusapnya dengan gerakan lembut.

“Aku tidak pernah menyukai ini Yura.. aku tidak pernah menyukai sikapku yang seperti ini padamu. Jadi aku mohon jagalah sikapmu agar aku tidak melakukan hal-hal yang aku sendiri tidak menyukainya”

Di dekapnya tubuh mungil itu dengan lembut, lalu pemuda itu berkata “Maaf” bisiknya di telinga Yura dan membuat gadis itu membeku. Selama beberapa saat mereka hanya terdiam, menikmati kehangatan yang kini tengah melingkupi keduanya. Sehun menunduk, menatap kedua bola mata teduh itu dengan pandangan lembut, “Maaf” bisik Sehun kembali terdengar. Yura yang masih tertegun sedikit tersentak begitu kecupan hangat itu begitu terasa di bibirnya. Desiran hangat langsung menjalar dikala bibir lembut itu melumatnya pelan, menciumnya penuh perasaan tanpa ada nafsu disana. Perlahan tautan bibir itu terlapas. Sehun menatap lekat gadis yang kini menatapnya dengan wajang memerah.

“Jangan pernah membuatku seperti ini lagi aku mohon”

TBC

20 responses to “[FREELANCE] MY POSSESSIVE NAMJA (CHAPTER 3)

  1. Sehun kok gitu sih kan kasian yura nya 😭 nextnya ditunggu ya thor ga pake lama #ooops

    Buat kai yg ga brani ngungkapin perasaannya ke yura~ ungkapin aja ke gue kai 😂 10000000% gue bakal trimaaaaa!!!!
    #digamparmassa #lol

    ^.^

  2. jujur aku blum ngerti alur ceritanya.. Tentang kai dan yura, sehun dan mantannya yg mirip dg yura. Trus bgaimana bsa sehun b’sama yura sedangkan yura dulunya b’sama kai

  3. Astaga sehun ini macam punya kepribadian ganda 😥
    Kasian yura kena semprot sehun terus😦
    Harusnya sehun usaha gmn caranya buar yura bs ttp stay d sisinya, bukannya malah nyakitin dy terus kaya gitu..
    Gmn mau kuat kalo apa2 yura pasti kena damprat sama sehun.
    Seolah2 dy itu boneka yg bisa sehun pake buat luapin emosinya kapan pun dy mau😦

  4. Ini ko hubungan mereka kaya menjerumus ke Abusive Relationship ya, meski pun Yura blm nunjukin hal itu tapi sikap Sehun itu bener” mengarah ke Abusive Relationship

    Kalo begini terus kasihan Yura yg selalu jadi pihak yang tersakiti.

  5. wah…. sehun makin parah aja nih thor
    kasian yura, tapi kenapa yura masih bertahan sama sehun?
    saya tau niat sehun itu baik tapi caranya aja yg salah

    Next chapter !!!

  6. Yaelah kalo gua jadi yura mah mana bia ketemu cowo lain lagi, kalo punya sehun aja udah bersyukur setengah idup 😂 . Dikurung bareng sehun seharian, setahun ,sepuluh tahun bahkan ratusan tahun pun gabakalan bosen 😍

  7. entah kenapa aku masih bingung sama ini ceritanya dan aku baca dari awal keknya nih ff alurnya terlalu kecepatan author-nim -__- bikinlah para readersmu jangan bingung2 yah author-nim🙂 bener suuer deh aku bingung beneran nih -_- bagaimana awalannya si sehun bisa kek gitu kek yura. terlaluuu posesif ke yura? mungkin photo yang dipegang yura itu sena?(kek saudaranya gitu mungkin) hihihi #asal nebak ajah sih akunya, dan aku merasa bener2 penasaran sama awalannya mereka bisa bersama sehun-yura ‘__’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s