[Freelance] Serendipity (Chapter 2)

Serendipity 2

Author : lightmover0488

Main Cast : Byun Baekhyun, Park Yeolhee, Kim Jongin

Support cast : Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Zhang Yixing / Lay, Kim Jongdae, Luhan

Genre : Comedy, Family, PG- 17

Lenght : Chaptered
Disclaimers : Cerita ini murni dari pemikiranku sendiri, tolong jangan ditiru. Jika terdapat kesamaan cerita itu adalah 100% ketidaksengajaan. Terimakasih^^

CHAPTER 2 : Ridiculous Agreement

“Bawa gadis itu dan kalian akan menikah minggu depan,”

Baekhyun kembali tercengang dan mendadak ingin pingsan mendengar penuturan ayahnya, dia seperti menghantam sebuah tembok berulang kali.

 

Enjoy^^

 

“Hyung apa – apaan ini sebenarnya?”

Baekhyun meremas rambutnya sendiri karena merasa pusing dengan kejadian menghebohkan ini, digesernya beberapa foto – foto di layar macbook Lay dengan kesal, “Kenapa wartawan menyangka gadis yang aku bawa ke hotel adalah Park Yeolhee?!”

Lay yang sejak tadi duduk di sofa ruangan Baekhyun menggaruki dagunya yang tidak gatal, “Hm.. Mungkin karena gadis yang kau bawa ke hotel hanya terlihat dari belakangnya saja, sedangkan fotomu dengan yeolhee tertangkap sangat jelas sedang duduk berdua di halte,”

Aish… kenapa jadi seperti ini—“

“Mandilah, sepertinya para wartawan akan memburu Yeolhee setelah ini—“

“Jadi aku harus menikah dengan yeolhee begitu, Hyung?”

Lay mengedikkan bahunya karena tidak ada jalan lain lagi, “Jika tidak seperti ini nama mu akan tercoreng sebagai lelaki hidung belang, baekhyun-ah—“

Baekhyun mendengus lelah, di bantingnya macbook Lay ke meja dan bersandar pada sofa.

“Siapa juga yang memata – mataiku sampai ke hotel. Biasanya juga tidak terjadi seperti ini—“

“Kau harus mengurangi intensitas bermain wanita setelah ini, Baek!”

Baekhyun kemudian teringat sesuatu, “Apakah ini perbuatan Ibu?”

Lay sedikit terkejut mendengarnya. Ibu yang di maksud baekhyun adalah Ibu Tirinya.

“Kenapa kau berpikiran seperti itu?”

Ani.. siapa tau kan—Aku dengar Kim jongin juga akan pulang sebentar lagi, mungkin itu dilakukan agar namaku jelek dan Jongin yang mengambil alih perusahaan ayah—“ Ujarnya membuat analisis sendiri membuat Lay mengerutkan dahinya, “Kau tidak boleh berpikiran seperti itu pada ibumu,”

Baekhyun berdecak, “Dia bukan ibuku! Ibuku sudah lama meninggal hyung!”

Lay menghela napasnya, Baekhyun memang gampang sekali tersulut emosi jika menyangkut ibunya. “Baiklah, maafkan aku. Cepat sana mandi, Apakah kau tidak memikirkan nasib gadis yang akan kau nikahi huh?”

“Puhahaha—ya! Kim jongdae! kau bercanda! Lalu? Apakah dia menerimamu?” Yeolhee dan kedua temannya sedang asik duduk di kantin kampus saat jam makan siang. Satu – satunya lelaki yang ada di meja kantin itu cengengesan tidak jelas, membuat kedua gadis di depannya terus terbahak.

 

“Ini tidak sesuai rencanaku! Salah dia sendiri menenggak sisa es krimnya, untung cincinnya tidak ikut tertelan. Tapi dia sampai tersedak tadi,” Kim Jongdae menjelaskan dengan serius membuat Yeolhee dan gadis manis di sebelahnya tertawa lagi.

 

“Jadi kalian berpacaran?” Tanya Yoon Yoorae, gadis berambut coklat sebahu dengan poni tipis menutupi dahinya sambil mengelap ujung bibirnya yang belepotan karena saus.

 

“Tentu saja, dia sudah lama menyukaiku hahaha”

“Caramu menembaknya sangat absurb, jongdae ya!” Kata yeolhee dengan sisa – sisa tawanya

“Itu akan menjadi sangat romantis jika dia memakan eskrimnya dengan sendok sampai akhir! Dia akan menemukan cincin di dasar gelas dan aku akan langsung menyatakan perasaanku. Tapi tidak kuduga dia langsung menenggaknya ke dalam mulutnya—“ Jongdae kembali senyam senyum, “Bukankah dia sangat imut,”

 

“Iya baiklah, walaupun sedikit kacau—“ Yoorae menghentikan kalimatnya saat melihat Luhan—pujaan hatinya berjalan tergesa – gesa ke arah meja mereka.

“Yeolhee ya, kau harus pergi dari kampus!” Serunya tanpa basa basi. Yeolhee, Yoorae dan Jongdae mengerutkan alisnya kompak.

“Kau sudah bertunangan dengan pewaris Bright company?”

Mw—mwo?” Tentu saja yeolhee terkejut, “Apa yang kau bicarakan?”

“Kau tertangkap kamera sedang duduk di halte bus berdua dengannya, dan katanya kau adalah tunangan Byun baekhyun!”

 

Jeder

 

Yeolhee membeku ditempat seperti ada yang sengaja membekukannya. Luhan bilang dia bertunangan dengan byun—Baekhyun? pria aneh yang semalam memaksa mengiap di rumahnya? Dia pasti sedang bermimpi buruk!

“Ya, apa yang terjadi?” Tanya jongdae yang gagal mencerna keadaan, dia sampai berdiri dari bangkunya. Luhan menyodorkan tab nya ke depan wajah jongdae, membuat kepala yoorae ikut mensejajarkannya denga pria itu, sementara yeolhee masih betah berdiam diri ditempatnya.

“Yeolhee-ya, Kenapa kau tidak bercerita kalau kau akan menikah,” Jongdae berseru setelah membaca sederetan berita di layarnya. Yeolhee segera berdiri dan merampas tab luhan dari genggaman jongdae, tapi belum sempat matanya menangkap satu kalimat pun, Kyungsoo yang entah darimana langsung menarik tangan yeolhee.

“Cepat pergi dari sini,” Itu kata kyungsoo, masih dengan linglung yeolhee melempar tab luhan ke udara dan dengan mulus ditangkap jongdae membuat si empunya menahan napasnya karena mungkin saja tab kesayangannya jatuh ke lantai.

Kyungsoo masih menggiring yeolhee menuju gedung belakang kampus karena dia tadi melihat wartawan – wartawan itu masuk melalui gedung utama. Saat lorong fakultas sastra terlewati, mereka berbelok ke lorong sebelah kanan. Dan terkejutlah mereka berdua saat sekitar 10 wartawan juga sedang mencari – cari seseorang.

“Kyungsoo-ya,” Yeolhee terkejut bukan main seraya mundur beberapa langkah, seorang wartawan laki – laki jangkung mengernyit menatap yeolhee kemudian beralih ke selembar foto ditangannya.

“Ya! Itu Park Yeolhee!” Serunya kepada teman – temannya, membuat beberapa mahasiswa yang melintas terlonjak kaget.

Dalam sekejap mata para wartawan sudah mengerubungi kyungsoo dan yeolhee yang masih mematung dari tadi karena terkejut. Mata yeolhee menyipit saat blitz kamera memotretnya berkali – kali seperti dia selebriti saja.

“Apakah benar anda adalah tunangan byun baekhyun?” Tanya wartawan jangkung yang berseru tadi

“Apakah benar anda yang di hotel waktu itu dengan byun baekhyun?”

“Sejak kapan kalian menjalin hubungan?”

“Apakah kau sedang hamil?”

“Kapan kalian akan menikah?”

 

Dan bla bla bla membuat yeolhee ingin menangis. Jujur saja dia sangat shock berat saat ini karena tidak tau apa yang sedang terjadi. Kyungsoo masih terus membuka jalan dengan tangan kanannya agar wartawan sialan itu memberikan jalan. Tapi namanya pemburu berita memang seperti ini, tidak akan berhenti sampai mendapatkan yang mereka inginkan.

“Tolong menyingkirlah,” Kyungsoo berseru semenjak tadi, tapi hujan pertanyaan masih belum mereda sampai 2 orang berbaju hitam menyeruak diantara kerumunan dan membawa yeolhee pergi dari lingkaran wartawan yang mengerikan itu.

“Kyungsoo—” Yeolhee panik saat pegangan tangannya ditarik paksa oleh dua orang tadi, membuat wartawan – wartawan ikut berlarian menuju mobil yang entah kapan sudah ada di gerbang belakang kampus. Yeolhee duduk di bangku penumpang dengan perasaan tidak menentu, semua wartawan masih menggedor pintu kaca mobil saat mobil mulai melaju membuatnya panas dingin.

“Kau tidak apa – apa?” Tanya seseorang tiba – tiba membuatnya hampir pingsan karena kaget “K—kau?”

“Ini sungguh diluar dugaan, maafkan aku telah melibatkanmu,” Ujar Baekhyun, sedangkan yeolhee.. pikirannya sungguh masih kacau. Otaknya tidak bisa mencerna semua ini.

“Ap—Apa yang kau lakukan pada hidupku?”

“Menikahlah denganku,”

“Apaaa!?”

 

 

Baekhyun’s mansion 02:30 pm

 

Yeobo, kita tidak bisa menikahkan baekhyun begitu saja dengan wanita sembarangan,” Kata ibu tiri baekhyun terlihat sekali tidak senang, Rencananya gagal sudah untuk menghancurkan nama Baekhyun.

“Ini sudah keputusanku. Jika ini tidak dibereskan, nama perusahaan kita juga akan tercoreng,”

“Kau bisa mengandalkan jongin, dia anakmu juga!”

“Tapi anak sah ku hanya Byun baekhyun,” Suara tuan byun meninggi dengan rahang yang mengeras, ditatapnya istrinya itu dengan tajam. Jika sudah seperti ini keputuan Tuan Byun benar – benar sudah harga mati. Tidak bisa dibantah lagi bahkan oleh istri tercintanya itu.

 

Tok tok tok

 

Joo hong bin-sekretaris keluarga Byun memasuki ruangan kerja super luas itu dengan sopan, “Maaf presdir, tuan muda sudah datang,”

Tuan byun berdehem kemudian berjalan dengan bantuan tongkat yang sudah 2 tahun ini dipakainya, Ny. Byun mengikuti suaminya dengan kesal di belakangnya.

 

 

“Ya! Kenapa aku harus menikah denganmu—ya—“ Yeolhee yang ditarik paksa oleh Baekhyun berusaha keras melepaskan tangannya, “Lepaskan aku,”

“Semua orang di negri ini sudah tau bahwa kau adalan tunanganku, jadi ikuti saja semuanya..”

Yeolhee menatap baekhyun nanar, kenapa baekhyun selalu bersikap seenaknya sendiri. Apakah sebuah pernikahan adalah hal yang biasa untuknya? Dan.. semua ini adalah salahnya! Salahnya karena ngotot mengekorinya sampai rumah kemarin malam!

“Ehem,” Suara deheman dari ruang tamu membuat yeolhee dan baekhyun berhenti dari aksi tarik – menariknya. Tuan dan Ny byun berdiri di ambang pintu, melihat keduanya dengan aneh karena yeolhee benar – benar sudah memasang wajah tidak terima. Ditambah lagi dia terus berusaha melepaskan cekalan baekhyun yang begitu kuat ditangannya.

“Apakah kau kekasih baekhyun?” Tanya tuan byun dengan suara berwibawa, menelisik yeolhee intens dari ujung rambut sampai kaki. Rambutnya hitam sepinggang dengan mata bulat, hidungnya mancung, berkulit seputih salju dengan bibir plum merah jambu, tinggi nya sekitaran 165 cm dan ramping. Tuan byun manggut – manggut, sepertinya penampilan yeolhee sangat pantas untuk disandingkan dengan pewarisnya.

“Saya bu—“

“Iya ayah,” Baekhyun memotong begitu saja ucapan yeolhee

“Baiklah, aku ingin mengundang keluarga Nona Park untuk makan malam besok,”

“Tap—“

“Baiklah ayah,” Baekhyun lagi – lagi menjawab, “Aku akan masuk, ada yang ingin aku bicarakan dengan Yeolhee,”

Keurae,” Ujar tuan byun.

Yeolhee lagi – lagi terseret baekhyun menuju mansionnya yang luar biasa besar, bahkan yeolhee bertemu dengan air mancur saat melewati ruang tengah. Baekhyun membuka pintu besar nan megah di bawah tangga kemudian masuk kedalamnya.

“Yeolhee ssi,” Baekhyun melepaskan tangan yeolhee setelah dia mengunci pintu, dan meminta gadis itu duduk di sofa yang tersedia di ruang baca yang sudah menyerupai perpustakaan kota itu. Berbagai rak buku menjulang di ruangan ini, dengan sofa dan meja di tengahnya yang sangat nyaman. Di sisi ruangan ada LCD Tv super besar yang tertempel ditembok lengkap dengan sound system dan dvd player.

“Ayo kita buat kesepakatan,”

“Aku tidak mau membuat kesepakatan dengan orang asing,”

Baekhyun berdecak dan ikut duduk di sebelah yeolhee, “Baiklah kita akan menikah sampai aku mendapatkan perusahaan ayah,”

“Kau gila,”

“Ayah akan memberikan perusahaan padaku, dan jika diantara kami menikah duluan, dia akan memberikan cabang perusahaannya yang berada di berlin dan new york untukku,”

“Diantara kami?”

“Adikku. Ayolah, kau juga akan kaya setelah ini..” Baekhyun sedikit menyesal mengatakan bahwa Jongin adalah adiknya.

“Aku tidak menginginkan hartamu, Tuan Byun yang pemaksa!”

“Hm.. oke. Begini saja, jika kau tidak jatuh cinta denganku selama 6 bulan. Kita akan bercerai,” Baekhyun berkata tanpa dipikir, ayolah ini keadaan mendesak. Dia tidak mau hancur dan jongin menguasai semua warisan ayah.

“Kenapa kau sangat haus akan harta,” Yeolhee mendesah kesal pada baekhyun sambil memijiti pelipisnya.

“Ya.. aku bukannya haus akan harta, tapi—“ Baekhyun berhenti sejenak, “Ah! Aku punya alasan tersendiri!”

“Jika aku tidak mau?”

“Oh, Jadi Sepertinya kau senang jika para wartawan itu mengejar – ngejarmu. Kau sudah berstatus tunanganku sekarang. Dan jika kau tidak jadi menikahiku, wartawan akan mengejarmu meminta penjelasan. Dan mungkin saja ada gosip – gosip lain—“

”Hentikan!” Tangan yeolhee mengkode baekhyun agar berhenti mengoceh karena sekarang kepalanya mulai berdenyut. Membayangkan para wartawan yang mengerumuninya saja dia merasa ingin pingsan.

Baiklah sepertinya tidak ada jalan lain selain menyetujui persetujuan terkonyol yang pernah ada ini. Yeolhee menghela nafasnya untuk kesekian kalinya, bagaimana dia akan mengatakannya pada Chanyeol? Aigoo, dia tidak bisa membayangan wajah chanyeol saat mengetahui ini. Tapi kalau dipikir – pikir, ini tidak ada salahnya kan? Lihatlah, mungkin setelah ini wartawan tidak akan mengejar – ngejarnya lagi.

“Tapi bisakah kau berjanji, tidak akan ada wartawan yang menyerbuku lagi?”

“Aku berjanji,”

“Berjanjilah kau tidak akan mengurusi semua urusan pribadiku,”

“Baiklah,”

“Aku mau pulang,”

Yeolhee berdiri dan berjalan menuju pintu, otaknya serasa panas sekali.

“Biar aku antar,”

“Tidak perlu,“

“Ya!” Baekhyun membalik tubuh yeolhee yang belum sempat menyentuh kenop pintu, “Kenapa kau susah sekali diatur!”

Aish, lepaskan aku,”

“Wartawan mungkin ada di rumahmu sekarang, aku akan mengantarmu,”

Baekhyun kembali menggenggam pergelangan tangan yeolhee dan keluar dari ruang baca, menyambar sebuah kunci mobil di sebuah lemari kaca dan berjalan keluar rumah.

 

Di perjalanan, keduanya berdiam diri satu sama lain tenggelam dalam pikiran masing – masing. Baekhyun melirik yeolhee yang sedang memandang keluar jendela. Dia sempat bersyukur saat gadis yang terlihat di hotel sangat mirip dengan yeolhee. Jadi wartawan tidak curiga sedikitpun, kalau mereka berdua sebenarnya gadis yang berbeda. Dan sepertinya Yeolhee adalah gadis baik – baik, tidak seperti gadis – gadis yang selama ini ditemuinya, hanya memanfaatkan kantongnya saja.

Salahkan dirimu sendiri kenapa kau selalu bermain dengan jalang – jalang itu setiap malam, baek!

 

Park chanyeol memarkirkan mobil sportnya di pelataran mansion baekhyun yang sangat luas. Di sampingnya yeolhee malah sedang menatap kedepan dengan pandangan yang kosong. Entah sedang memikirkan apa.

“Oi, jiwamu pergi kemana sebenarnya?” Suara bariton chanyeol yang menyebalkan membuat yeolhee langsung tersadar dan menatap kakaknya kesal.

“Kenapa kau sangat santai seperti itu!”

“Memangnya harusnya aku bersikap seperti apa huh?”

Aish, kenapa hidupku jadi begini!”

Mulai lagi, sejak kemarin dia terus meratapi hidupnya karena akan menikah muda dengan seorang chaebol. Gadis lain mungkin akan berjingkrak kegirangan saat akan menikah dengan calon suami pewaris Bright company yang kaya raya dan ehem.. tampan. Tapi yeolhee sering menegaskan pada dirinya sendiri kalau menikah muda itu bukanlah gayanya. Lagipula.. bagaimana dengan kuliahnya kalau dia sudah menikah dan mengurusi suaminya.

Tunggu.. kenapa dia harus mengurusi baekhyun? Toh ini hanya pernikahan untuk menyelamatkan harta kesayangannya. Heol, yeolhee selalu menghela napas jika mengingat perkataan baekhyun seputar harta – hartanya tersebut. Ck!

“Cepat keluar,” Chanyeol menarik yeolhee karena gadis yang sedang mengenakan dress warna hitam di atas lutut itu sepertinya tidak akan keluar jika tidak dipaksa.

“Chanyeol, apakah ini harus dilakukan?”

“Aku sebenarnya belum rela melepasmu, adik kecil. Tapi sepertinya baekhyun orang baik,”

Yeolhee seperti dipatoki paruh burung raksasa tepat di ubun – ubun, bagaimana bisa seorang baekhyun adalah orang baik? Apakah waktu itu baekhyun sudah meracuni otak chanyeol?

Yeolhee tambah pusing saja. Dia menatap pintu mansion yang terbuka dengan tatapan horor, seakan – akan itu adalah pintu neraka. Dia pun langsung menggamit lengan Chanyeol yang berjalan di sampingnya.

“Oh iya! Jangan lupa panggil aku Oppa! Kau mengerti? Oppaaaa~ coba katakan,” Chanyeol berkata di telinga yeolhee

Aish, tidak mau!” Yeolhee cemberut. Akan sulit memanggilnya oppa karena sejak kecil dia hanya memanggil dengan sebutan chanyeol saja. Meskipun terpaut 3 tahun, tapi sejak kecil chanyeol sudah seperti kakak sekaligus teman bermain untuk yeolhee sehingga yeolhee lupa kalau chanyeol adalah oppa nya. Lagipula, dari kecil hingga sekarang wajah mereka memang seperti anak kembar.

“Ya! Kau akan bertemu calon mertuamu apakah kau tidak malu huh?”

Yeolhee mendengus,“Baiklah, oppa.. oppa… chanyeol oppaaaa~ Puas?”

Chanyeol tersenyum lebar dan mencubit pipi yeolhee gemas. Sebelum melayangkan pembalasan pada chanyeol karena mencubit pipinya, Suara lain menginterupsi keduanya.

“Selamat datang,” Sapa joo hongbin membungkuk sopan, disampingnya Lay juga membungkuk. Kedua tamu yang sedikit canggung atas penyambutan yang berlebihan ikut membungkuk.

“Mari masuk, Tuan dan Nyonya sudah menunggu,”

 

Di meja makan yang terletak di sebelah timur mansion, Tuan dan Nyonya Byun sudah duduk disana, jangan lupakan Baekhyun dengan kaos panjang santai dengan jeans yang robek – robek di bagian lututnya juga sudah duduk disana.

“Kalian sudah datang, silahkan duduk..” Tuan byun berdiri mempersilahkan sambil tersenyum membuat pipinya berkerut kerut. Yeolhee duduk di sebelah baekhyun sementara chanyeol di sebelah Nyonya Byun.

“Apakah kita pernah bertemu?” Tanya tuan byun yang sedari awal melihat sosok chanyeol memasuki area meja makan. Chanyeol yang merasa tuan byun berbicara padanya terkejut, “Ye?”

“Wajahmu tidak asing, nak,”

“Hehe, mungkin paman sering melihatku diwawancarai saat menangkap buronan,”

Dahi tuan byun berkerut, Ny byun juga ikut mengalihkan pandangannya ke samping, “Apakah.. kau putra dari Park yoo chun?”

Kali ini yeolhee dan baekhyun menatap keduanya bergantian. Yeolhee yang paling terkejut saat ini.

“Bagaimana paman tau?”

“Oh ya ampun,” Tuan byun seperti ingin melompat dari kursinya, “Yoochun dulu adalah temanku,” Tuan byun tertawa, sepertinya dia sangat bahagia. Membuat baekhyun heran sendiri di tempat duduknya.

“Benarkah begitu?” Kali ini Ny. Byun menyambangi

“Ne, aku menyesal tidak menghadiri pemakamannya 2 tahun lalu karena aku berada di berlin..” Ujar tuan byun bercerita, tapi chanyeol dan yeolhee masih terdiam mematung ditempatnya, larut dalam pikirannya masing – masing. Teringat mendiang ayah dan ibunya yang sudah lama meninggal. Mengetahui atmosfer menjadi sedikit gloomy dari sebelumnya, beliau berdehem “Ah, maafkan aku. Mari nikmati makanannya,”

Semuanya langsung menggerakkan tangan untuk menyantap hidangan yang menurut yeolhee sangat berlebihan. Bahkan meja makan yang besar ini sangat penuh dengan makanan dari menu utama sampai dessert – dessert yang keliatan sangat lezat. Jika saja dia bisa mengajak yoorae, dia pasti bagaikan mendapat harta karun. Yoorae adalah penikmat kuliner, saat dia melihat makanan sebanyak ini, yeolhee bertaruh yoorae akan memasukkan semuanya ke dalam perutnya

“Kau pintar mencari kekasih, Baekhyun..” Tiba – tiba suara tuan byun terdengar lagi, membuat yeolhee tersedak kimchi yang akan ditelannya. Buru – buru Baekhyun menyodorkan air putih seraya menepuk – nepuk punggung yeolhee.

“Tapi sepertinya Yeolhee sangat pendiam. Aku bahkan belum mendengar suaranya sejak pertama kali bertemu,”

Chanyeol nampak tidak terima kali ini, “Aigo paman, dia bahkan bisa mengoceh sepanjang malam. Dari sisi mananya dia terlihat pendiam,”

Yeolhee mengarahkan tatapan mematikan pada chanyeol, sedangkan baekhyun menahan tawanya. Entah mengapa melihat wajah seram yeolhee dia ingin tertawa.

“Benarkah?”

“Maafkan aku paman, aku hanya..”

“Yeolhee memang seperti ini jika betemu dengan orang – orang baru,” Potong chanyeol sambil tertawa jenaka.

“Ne, hehehe” Yeolhee tersenyum setulus mungkin pada tuan byun. Kemudian melanjutkan makannya yang sudah hampir habis.

Setelah selesai makan malam, Chanyeol diajak ke ruang kerja tuan byun di lantai atas. Sedangkan Ny. Byun sedang membereskan meja makan dibantu para pelayan – pelayannya.

Sementara yeolhee memilih duduk di sebuah bangku di pinggiran kolam yang ada di sebrang ruang makan yang hanya di batasi sebuah kaca raksasa dan melihat ponselnya.

 

Doremi_: Apakah makan malammu berjalan lancar? (09.35pm)

Luhan07: Yeolhee, akan menikah! (09.40)

Doremi_ : luhan! Terimalah kenyataan pahit ini (09.41)

Jongtroll : Ah sialan yeolhee, dia melangkahiku! (09.43)

Doremi_ : Puhahaha. Kau bisa membawa Seulmi ke gereja besok kalau kau mau, jongdae-ya (09.44)

Ms.yoon : Aku jadi ingin menikah(09.47)

Doremi_ : menikahlah denganku, yoorae-ya (09.47)

Jongtroll : Kyungsoo sudah gila! (09.48)

 

Yeolhee membuka Line chat room karena sejak tadi ponselnya bergetar dan dia menatap datar layar ponselnya setelah membaca chat dari teman – temannya. Siapa sangka Park yeolhee yang tidak tahu cinta akan menikah 5 hari lagi. Bahkan kata ‘menikah’ belum tercipta di otak yeolhee sekarang ini.

 

Yeol27: Berbahagialah untukku kawan (09.55)

Doremi_: Kita perlu bicara, aku akan kerumahmu besok pagi, (09.56)

 

“Kau sedang apa disini?” Saat yeolhee hendak mengetikan kata – kata balasan untuk Kyungsoo, sosok Baekhyun sudah berdiri di hadapannya. Rambutnya sedikit berantakan dan kedua tangannya dimasukan ke dalam saku celananya.

“Memikirkan ini dan itu,”

Baekhyun duduk di sebelah yeolhee, membuat gadis berparas cantik itu bergeser sedikit dari duduknya.

“Adikmu kenapa tidak kelihatan?” Tanya yeolhee ingin sedikit berbasa – basi

“Dia tinggal di luar negeri,”

Yeolhee ber-oh ria menanggapinya,

“Yeolhee,”

“Apa?”

“Kalau nantinya aku ternyata mencintaimu, apakah setelah 6 bulan kau tetap akan berpisah denganku?”

Yeolhee terkejut dengan pertanyaan calon suaminya, dia pun menoleh menatap Baekhyun yang sedang menatapnya juga.

“Jangan mencintaiku kalau begitu,”

“Cinta tumbuh karena terbiasa,”

“Aku akan menjaga jarak denganmu, jadi kau tidak akan terbias—“

Detik selanjutnya Tangan baekhyun menarik tengkuk yeolhee mendekat, dan bibir mereka pun bertemu. Yeolhee mendelik sempurna, terkejut dengan apa yang baekhyun lakukan. Tubuhnya membeku ditempat, merasakan bibir baekhyun menempel di permukaan bibirnya.

Setelah beberapa detik yeolhee tetap terdiam karena shock, bibir baekhyun mulai melumat bibir plum yeolhee dengan lembut.

“B—Baek—“ Yeolhee mencengkram lengan baekhyun saat bibirnya mulai dihisap kuat oleh baekhyun, membuatnya merasa tidak berpijak pada tanah. Dan kegiatan baekhyun semakin gencar, dia terus bergerak agresif seperti tidak ingin melepaskannya.

“B—bmpph—“

Yeolhee kehilangan pasokan oksigennya, saat ini dia memukul keras dada baekhyun sampai pagutan mereka terlepas. Yeolhee meraup udara sekitarnya banyak – banyak membuat jantungnya memompa sangat cepat. Dia menatap baekhyun tidak percaya.

“Apa yang kau lakukan!”

 

Bukk

 

“Aaaaw!!”

 

Baekhyun memegang tulang keringnya yang barusan di tendang yeolhee. Gadis itu berjalan gontai masuk kedalam dan segera mencari Chanyeol.

“Chanyeol! Aku ingin pulang!” Yeolhee berkata saat menemukan chanyeol sedang berjalan keluar ruangan Tuan byun.

“Ada apa denganmu?!”

“Aku ingin pulang,” Kata yeolhee lagi dengan muka masam. Dia kemudian menarik lengan chanyeol menuju pintu utama.

 

“Bibi, kami akan pulang,” Ujar Chanyeol kepada Ny. Byun yang sedang duduk di salah satu sofa di ruang tengah

“Oh, Baiklah. Yeolhee, besok kau harus ke butik untuk mencari gaun. Baekhyun akan menjemputmu jam 10 pagi,”

Yeolhee memutar otak, sepertinya jam kuliah besok mulai pukul 3 sore, “Baiklah bibi,” Yeolhee tersenyum kemudian membungkuk, “Kami pamit dulu,”

Keduanya kemudian berjalan keluar mansion dan menuju mobil yang terparkir di halaman berumput itu.

 

“Apa yang terjadi?” Tanya Chanyeol pada yeolhee saat dirinya sudah duduk dibelakang kemudi seraya memasangkan seat belt.

“Tidak ada,” Jawab yeolhee memandang ke luar jendela, pikirannya langsung terbang saat baekhyun menciumnya. Astaga, bahkan rasa bibir baekhyun sampai sekarang masih saja membekas di otaknya. Yeolhee menggigit bibir bawahnya, jantungnya berdetak kencang jika membayangan wajah Baekhyun tadi.

“Seperti ada yang terjadi,” Gumam chanyeol lirih, tapi yeolhee pura – pura tidak mendengarkannya.

 

 

“Rapat dimulai pukul 08.00 tepat disusul oleh penyambutan presdir dari Amour company, setelah makan siang anda harus ke gwangju untuk menemui…. bla bla..”

Baekhyun mendengarkan agenda harian yang sedang dibacakan Lay setibanya di ruangan kebesarannya dengan tidak fokus. Matanya masih mengantuk karena semalam sungguh dia tidak bisa tidur. Ya ampun, ini karena ulahnya sendiri kenapa sampai mencium bibir yeolhee. Saat dirinya melihat gadis itu waktu makan malam kemarin, entah mengapa aura yeolhee sangat terpancar. Jujur saja, saat yeolhee melangkahkan kakinya ke meja makan, jantung baekhyun berasa ingin meledak. Matanya tidak berkedip melihat yeolhee memakai gaun cantik seperti kemarin.

 

“Ya!! Byun baekhyun!!!” Teriak Lay saat baekhyun tidak menjawab panggilannya sedari tadi.

Baekhyun berjengit kaget karena pikirannya sempat melayang – layang di udara, “Aku mendengarkan, persiapkan saja bahan untuk rapat nanti,”

“Apakah ada yang mengganggu pikiranmu?”

Baekhyun nampak berpikir, “Hyung, Yeolhee gadis yang sulit..”

Alis Lay berkerut, ditutupnya map hitam yang berisi agenda harian baekhyun, “Sulit bagaimana?”

“Dia tidak seperti gadis – gadis yang memujaku di luar sana hyung,”

Lay langsung terkekeh sangat manis, “Tentu saja. Dia sepertinya memang gadis baik – baik. Apakah kau menyukainya?”

Mwo?! Tentu saja.. tidak,”

“Kau masih ada perasaan dengan jihyun huh?”

Baekhyun terkaget ditempatnya mendengar nama jihyun disebut, rasanya ada gelenyar aneh yang menyerang hatinya.

“Kau gila. Jinhyun sudah meninggal,”

Lay mengedikkan bahu, “Barangkali cintamu itu sejati sampai – sampai masih mencintai cinta pertamamu itu,”

“Bagaimanapun, jihyun akan selalu ada di sudut hatiku hyung,”

“Aku tau,” Kata sekertaris sekaligus temannya itu seraya tersenyum manis.

 

 

Yeolhee berjalan kembali ke sofa sambil membawa 2 gelas susu hangat dengan piyama snoppy one piece yang masih melekat ditubuhnya, ini masih pukul 8:30 pagi dan dia sedari tadi hanya ngobrol dengan kyungsoo yang memang sudah berjanji akan datang pagi – pagi sekali.

“Aku akan fitting baju pernikahan nanti. Hahh.. menyebalkan,” Yeolhee kemudian tengkurap sambil menyalakan televisi.

“Ini seperti mimpi saja,” Saut Kyungsoo yang sedang bergelung di sofa.

“Kau menganggap ini seperti mimpi apalagi aku, ya ampun kau tau di antara kami akulah yang bakal terakhir menikah,”

Kyungsoo terkekeh, “Iya aku tau, kau sama sekali tidak peduli dengan pri—tunggu..”

Yeolhee yang sedang melihat acara musik menoleh pada Kyungsoo.

“Apakah kau menyukai jongin?”

“Apaaa?! Ti—tidak,”

“Tiga tahun belakangan ini kau selalu bilang kau merindukan jongin. Kau seharian akan tertawa jika jongin menelponmu, dan kau pernah bilang saat itu kau menyesal telah menolak—“

“Ya! Kapan aku mengatakan aku menyesal,”

“Kau mengatakannya,”

“Tidak mungkin,”

“Bilang saja kau menyukai jongin ishh,”

Yeolhee cemberut, memilih mengalah pada kyungsoo yang sekarang menyeruput susunya.

“Kau sudah memberitahunya kalau kau akan menikah?”

“Belum,”

“Apa yang selanjutnya terjadi pada kalian,” Kyungsoo mendramatisir, “Jongin masih menyukaimu—Sangat,”

Yeolhee diam saja, tiba – tiba dadanya terasa sesak. Lagi – lagi rasa menyesal telah menerima tawaran baekhyun menyergap hatinya. Dia tidak mengerti perasaannya pada jongin seperti apa 3 tahun ini, tapi yang jelas dia menyayangi jongin. Entah sebagai sahabat atau sebagai pria dewasa.

“Jika saja kau tidak bersama baekhyun malam itu,”

Aish, dia seperti hantu! Aku tidak mengerti kenapa dia mengekor padaku,”

“Kau bisa mengusirnya,”

“Aku sudah mengusirnya,”

“Sepertinya ini sudah takdir—“

 

Ting tong

 

Suara bel tiba – tiba berbunyi, Yeolhee langsung membuat pose seolah – olah menempel pada lantai, memberi tahukan kyungsoo bahwa dia tidak akan membukakan pintu. Akhirnya dengan sebal kyungsoo berdiri dan berjalan malas ke pintu.

“Eh, Bukankah ini rumah Park yeolhee?”

“Kau, Byun baekhyun?”

Baekhyun mengangguk, walapun masih bertanya – tanya siapa pria yang sedang berdiri di hadapannya.

“Masuklah,”

Kyungsoo berbalik dan kembali masuk kedalam, “Ya! Pergi mandi, aku akan membuatkanmu sarapan,”

“Aku malas mandi, ini masih jam—Baekhyun?” Yeolhee melotot saat matanya menangkap sosok baekhyun di belakang punggung kyungsoo masih mengenakan jas kantor rapih. Rambutnya yang selama ini dilihat yeolhee selalu menutupi dahinya, kini di keataskan dengan berantakan tetapi sangat terlihat keren dan dewasa. Yeolhee melongo 2 detik melihat penampilan baekhyun kemudian beranjak berdiri dari lantai.

“Kyungsoo-ya, aku mau sandwich saja, tidak menggunakan mentimun—“

“Dengan ham setengah matang dan sedikit mayonese, aku tau! Aku sudah membuatkanmu 2 juta sandwich selama ini,” Kyungsoo berkata datar sambil menutup pintu kulkas dengan kakinya.

“Kau berlebihan!” Yeolhee mendengus, diliriknya baekhyun yang sedari tadi memangdanginya, “Kalau kau ingin minum, bilang saja pada kyungsoo,”

“Aku bukan pelayan!”

Yeolhee tertawa saat mata kyungsoo yang besar tambah mendelik menyeramkan padanya. Sedangkan baekhyun berdiri mematung ditempatnya melihat tawa yeolhee beberapa detik lalu. Baru kali ini dia melihatnya tertawa lebar seperti itu, dia pikir yeolhee tidak tau caranya tertawa.

 

Kemudian matanya, entah seperti bergerak sendiri—mengikuti yeolhee berjalan melewati tangga sambil mengikat rambutnya keatas membuat jantungnya berdegup tak karuan.

“Kau bisa duduk di sofa,”

Suara kyungsoo mengagetkan baekhyun yang sedang melamun memandangi yeolhee yang sekarang sudah menghilang. Dia mengerjapkan matanya dan bergerak kaku menuju sofa.

“Kau siapa?”

“Aku kyungsoo,” Jawabnya datar masih berkutat dengan slada yang sedang ia cuci, baekhyun di sofa mendengus.

“Maksudku kau siapanya Yeolhee,”

“Oh, Aku temannya.. apakah kau cemburu?”

“Tidak,”

“Walaupun kau tidak mencintainya, aku harap kau menjaganya. Aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini—nasi sudah menjadi bubur,“

Setelah hening beberapa saat baekhyun menjawab, “Aku akan berusaha,”

“Dia mungkin terlihat cuek. Maklumi saja dia memang seperti itu jika bertemu dengan orang baru. Kau tau kan, penyesuaian. Tapi jika kau sudah mengenalnya, kau akan takjub padanya..”

Baekhyun menelengkan kepalanya, “Takjub?”

Kyungsoo terkekeh, “Dia orang yang menyenangkan, kau akan tau nanti. Dia penuh dengan kejutan..”

Baekhyun tiba – tiba merasakan ngilu di tulang keringnya yang semalam ditendang yeolhee, yeah.. Dia penuh dengan kejutan memang.

Setelah beberapa menit lamanya mereka berdua hanya diam, kyungsoo sudah tenggelam dalam dunia memasaknya sedangkan baekhyun sedang menonton berita saham di televisi.

 

 

“Ya! Kyungsoo-ya, resletingku tersangkut!”

Teriakan yeolhee membuat baekhyun hampir tersedak ludahnya sendiri, sementara kyungsoo segera mematikan kompor dan berjalan naik ke lantai dua, “Kau bisa mencari sesuatu di kulkas kalau kau haus,” Pesannya sebelum menghilang dari pandangan Baekhyun yang sekarang mengangakan mulutnya, tadi dia tidak salah dengar kan? Resleting apa? Baju?

 

“Ah, waee?” Tanya kyungsoo saat melihat Yeolhee yang sedang berpose aneh memegangi punggungnya.

“Apakah resleting ini rusak?”

Kyungsoo mendekat dan menarik resleting yang macet di pertengahan itu, sehingga punggungnya hanya terekspos sedikit. Kyungsoo mengambil gunting dan memotong benang yang membelit resleting dress cantik berwarna pastel seatas lutut dengan pita kecil di dada kirinya.

 

“Ck, untung ada aku. Apakah kau bisa membayangkan jika baekhyun yang menariknya untukmu sekarang?”

Yeolhee menendang kaki kyungsoo yang ada di belakangnya, wajahnya memerah seketika membayangkan hal itu.

“Lebih baik aku merobek dress ini kalau kau tidak ada disini,”

“Tidak mungkin, ini hadiah dari jongin taun lalu,”

“Sial!” Yeolhee mengumpat karena Kyungsoo memang benar

“Baekhyun pasti sekarang sedang kalang kabut, teriakanmu membuatnya melotot tadi. Seandainya dia tahu, kita bahkan sering mandi bersama dulu,” Kyungsoo berhasil menarik resleting yeolhee dan meletakkan kembali guntingnya pada meja rias.

“Apakah kau tidak terangsang tadi? Kita sudah dewasa sekarang,”

“Sembarangan, kau telanjangpun aku tidak akan terangsang padamu. Kau sudah seperti saudara kandungku sendiri,”

Yeolhee terkekeh, “Tiba – tiba aku tidak ingin menikah dengan baekhyun,”

“Kenapa? Apakah ternyata kau menyukaiku?” Canda Kyungsoo sambil tertawa

Yeolhee mendengus, “Aku tidak mau meninggalkan rumah ini, kita pasti akan jarang bertemu nantinya—“

“Kau bisa datang kesini kapan saja, Ya ampun.. rumah baekhyun bukan penjara. Kau bisa kemana saja semaumu,” Ujar kyungsoo menggebu – gebu sangat meyakinkan. Yeolhee memang suka sekali mengkhawatirkan secara berlebih sesuatu yang belum terjadi.

Gadis bermata indah di hadapan kyungsoo langsung tersenyum lebar, “Kau benar!”

“Sudahlah, cepat turun. Baekhyun mungkin sudah beruban menunggumu,”

 

“Apakah ini butikmu?” Tanya Yeolhee saat pelayan sedang mengambilkan katalog gaun pernikahan untuk mereka. Baekhyun yang sedang melihat pajangan – pajangan gaun di etalase menoleh pada yeolhee.

“Bukan, ini butik ibuku..”

“Itu sama saja,” Yeolhee bergumam sambil berdecak sebal kemudian tersenyum saat pelayan tadi sudah datang membawakan 2 buah katalog besar berwarna hitam.

Yeolhee yang kebingungan langsung saja menarik lengan baekhyun yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.

 

“Pilihkan saja yang paling indah dan mahal keluaran terbaru minggu ini,” Kata baekhyun seperti memerintah. Yeolhee terperangah di tempatnya.

Pelayan tadi pun membungkuk sopan pada baekhyun, “Baiklah, anda bisa menunggu di sini tuan,” Pelayan cantik itu menunjuk sebuah sofa di sebelah pot bunga raksasa tak jauh dari mereka berdiri.

“Ya, aku tidak harus memakai yang mahal – mahal,” Yeolhee berkata pada baekhyun yang sedang bermain dengan ponselnya. Yeolhee tidak terbiasa memakai sesuatu yang terlalu berlebihan.

“Aku sedang tidak ingin di debat,” Kata baekhyun datar membuat yeolhee berasap. Baginya nada suara baekhyun barusan sangat menyebalkan.

“Ya!! Byun Ba—“

 

Cup

 

Baekhyun mencium bibir yeolhee secepat kilat, “Jangan memprotes. Cepat ganti pakaianmu,” Kata baekhyun menunjuk pelayan yang sudah berdiri di depan mereka dengan dagunya. Yeolhee tidak bergerak, walaupun ciuman tadi hanya sedetik tapi dampaknya cukup mampu membuat otaknya berhenti berputar.

“Park yeolhee, apakah kau mau aku cium lagi?” Baekhyun mendekatkan wajahnya membuat yeolhee tersentak dan segera memundurkan kepalanya. Baekhyun tersenyum miring kemudian mengerlingkan matanya agar yeolhee mengikuti pelayan untuk mencoba gaunnya. Dengan perasaan malu sekaligus kesal, yeolhee berdiri dan mengikuti pelayan yang sudah sedikit berumur dengan kepala tertunduk.

 

Beberapa menit dilalui baekhyun dengan bosan, tiba – tiba matanya melihat tas selempang yeolhee tergeletak di atas meja. Dia teringat belum mengetahui nomor telepon calon istrinya. Setelah menengok kanan kiri seperti akan mencuri sesuatu, baekhyun membuka resleting tas berwarna coklat itu dan mengambil ponsel yeolhee. Dia tersenyum puas saat lockscreennya tidak memakai pasword apapun.

Jarinya bergerak – gerak lihai di atas ponsel layar sentuh yeolhee dengan wajah datar, setelah sudah mendapatkan nomor teleponnya jari baekhyun dengan lancang membuka galery foto milik yeolhee.

“Dia ternyata gemar sekali berfoto ck!” Gumam baekhyun tersenyum sendiri melihat foto – foto yeolhee dengan berbagai pose. Dengan cepat dia mengirimkan salah satunya yang dia suka ke ponselnya sendiri, entah apa yang dipikirkannya saat ini. Tapi dia ingin sekali menyimpannya.

Saat sudah terkirim, dia mengembalikan ponsel yeolhee ke dalam tas dan menaruhnya persis di tempat yang tadi. Seperti orang gila, Dia cengengesan sendiri saat melihat yeolhee di ponselnya sendiri.

“Maaf tuan, pengantinnya sudah siap, mari ikut saya,” Interupsi seorang pelayan membuat baekhyun langsung berdiri dan mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar. Kemudian berjalan mengikuti pelayan tadi.

Baekhyun berdiri di depan tirai putih yang masih tertutup, entah sejak kapan jantungnya terus berdetak dengan keras sampai – sampai kepalanya ikut berdenyut. Dia menghembuskan nafas dan mengkode pelayannya agar tirai dibuka.

 

Sreeekkk

 

Yeolhee menatap baekhyun yang tidak juga memeberi komentarnya, “Apakah aneh? Aku bilang juga apa, ini terlalu—“

Ani, k—kau.. terlihat cantik,” Potong baekhyun terperangah, sebenarnya dia tidak sekedar ‘cantik’ tapi sangat amat luar biasa cantik dengan gaun itu. Mata baekhyun saja sampai tidak berkedip 20 detik lamanya.

 

“Kita ambil yang ini,” Kata baekhyun lagi kepada sang pelayan sebelum yeolhee sempat memprotes. Tirai kembali tertutup membuat yeolhee berdecak sebal, ditatapnya lagi dirinya dicermin,

“Bagaimana bisa aku menikah dengan gaun seindah ini, ya ampun ini terlalu berlebihan,” Gerutu yeolhee lagi.

 

 

“Ah!”

Yeolhee yang sedang memakai seat beltnya terlonjak kaget saat baekhyun berseru di sebelahnya.

“Aku lupa memotretmu tadi!”

Seketika yeolhee mendengus, dia kira ada masalah besar. “Tidak penting, ayo jalan..”

“Tidak mau, kau coba saja gaunnya lagi dan aku akan memotretmu,”

“Ya!! Kau memang sudah gila!” Yeolhee jadi ikut berseru, wajahnya ditekuk seketika mendengar permintaan baekhyun yang di luar nalar.

“Aku akan menciummu lagi jika kau tidak mau,”

“Baekhyun!! Jangan coba – coba! Aku lebih baik turun sekarang!”

Baekhyun terkekeh ditempatnya, sangat seru melihat yeolhee cemberut seperti itu. Saat yeolhee selesai melepaskan sabuk pengaman dan akan membuka pintu, dengan cepat baekhyun menekan tombol lock di samping kemudi. Wajah yeolhee berubah murka sekaligus panik, “Yaaa!! Jika kau mendekat aku akan memecahkan kaca mobil ini!”

Baekhyun hampir terbahak mendengar penuturan yeolhee, bagaimana bisa dia memecahkan kaca mobil yang tebal ini dengan tangan kosong. Dengan perlahan tapi pasti, Dia langsung mendekatkan wajahnya pada yeolhee. Membuat gadis itu menahan nafasnya.

 

Hening.

 

Selama 10 detik baekhyun menatap wajah yeolhee dengan intens, tangan kanannya mengelus pipinya yang sedikit bersemu merah membuat baekhyun tersenyum tipis, “Aku hanya bercanda,” Bisiknya kemudian memasangkan kembali sabuk pengaman yeolhee.

“Kau sangat menyebalkan!” Teriak yeolhee, ingin sekali menjambak rambut baekhyun.

“Aku anggap itu pujian, Ny. Byun..”

Lagi – lagi yeolhee berdecak, “Berhentilah membuat darahku naik, tuan menyebalkan,”

 

“Apakah kau sedang menjalin hubungan dengan seseorang?” Tanya baekhyun tiba – tiba, dia sudah menjalankan mobilnya menuju gwangju untuk bertemu koleganya sekalian makan malam. Masa bodoh jika yeolhee akan ngamuk karenanya.

Yeolhee menoleh kaget.

“Apakah pernikahan ini membuatmu putus dengan kekasihmu?”

“Kalau iya apakah kau akan membatalkan pernikahan ini?”

“Untuk apa? Kau juga sudah putus denganya,”

“Kau memang menyebalkan. Cepat antarkan aku pulang,”

“Kita tidak akan pulang,”

“Baekhyun!”

“Aku akan menculikmu, hahaha”

“Yaaa!!”

 

Yeolhee sudah mengumpat beratus kali saat hujan malah turun dengan derasnya saat mereka berdua sudah selesai melakukan pertemuan dengan kolega baekhyun. Lebih sialnya lagi, salah satu kolega menawarkan baekhyun untuk menginap di hotel karena ini sudah larut malam, lagipula tadi baekhyun sedikit mabuk.

 

Di sinilah yeolhee, duduk di meja rias hotel dengan masih mengenakkan dress yang sama seperti tadi. Dia terus mengumpat pada tubuh baekhyun yang sudah tergeletak tak bergerak di atas tempat tidur. Saat emosinya masih berapi – api, ponselnya bergetar di dalam tas yang masih tersampir di bahu kirinya. Dengan antusias dia segera menggeser tombol hijau saat tertera nama ‘Jonginie calling’ di layarnya.

“Jongin!” Seru yeolhee tiba – tiba rasa kesalnya menguap begitu saja, “Kau selalu menelpon di waktu yang sangat tepat!?” Lanjutnya

“Hahaha. Mungkin aku sudah bisa bertelepati denganmu,” Yeolhee turut tertawa mendengar suara tawa jongin.

“Bagaimana harimu?”

Jongin menghembuskan nafas, kemudian menuliskan sesuatu pada bukunya. Dia sedang berada di taman kampusnya, “Buruk,”

“Ha? Waee?”

“Aku terlalu senang memikirkan akan bertemu denganmu sampai – sampai aku lupa mengumpulkan skripsiku,”

Yeolhee seperti ditampar dengan tangan raksasa yang tak terlihat, benar kata kyungsoo. Bagaimana perasaan jongin saat tau dirinya akan menikah. Tiba – tiba dia ingin mengatakan yang sebenarnya pada jongin. tapi dia tidak tau akan memulai dari mana!

“Kenapa kau diam?”

“Tidak usah sampai seperti itu karena memikirkanku! lalu bagaimana skripsimu?”

“Sudah beres,”

“Baguslah,”

 

Hening. Yeolhee masih merangkai kata – kata untuk mengatakannya pada jongin, “Jongin?”

“Hm?”

“Aku ingin—“

Belum sempat yeolhee melanjutkannya, ponselnya sudah diambil dari genggamannya. Oleh siapa lagi jika bukan Baekhyun, satu – satunya makhluk ajaib yang bersamanya.

“Kembalikan!” Yeolhee berseru dan segera berdiri, dia tambah emosi saat baekhyun memutuskan sambungan dengan jongin dan mematikan ponselnya.

“Kau berisik! Tidurlah, ini sudah malam,” Kata baekhyun dengan nada datar yang menyebalkan.

“Kembalikan ponselku,” Yeolhee maju selangkah dengan tangan menjulur meminta ponsel yang ada di genggaman baekhyun.

“Tidak,” Baekhyun mencengkram pergelangan tangan yeolhee yang terjulur dan menariknya ke ranjang.

“Tidur sekarang,”

Yeolhee merinding mendengar perintah baekhyun barusan, matanya menatap tajam yeolhee yang masih diam ditempatnya. Melihat itu baekhyun buru – buru mendorong tubuh yeolhee ke ranjang dan langsung memeluknya.

“Yaa!”

Yeolhee terkejut bukan main, tangan baekhyun melingkari pinggangnya membuat tubuh mereka menempel sempurna.

“B—baekhyun, lepaskan aku!”

“Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau tidur,”

“Aku tidak bisa tidur dengan posisi seperti ini,” Rasanya Yeolhee ingin menangis, didongakkannya kepalanya agar bisa melihat baekhyun, kemudian memasang wajah semelas mungkin.

“Baekhyun,” Panggil yeolhee menggeliat agar dilepaskan. Bahkan kakinya diapit oleh kaki baekhyun.

“Aku akan tidur tapi—“

Yeolhee memekik saat baekhyun tiba – tiba sudah berada diatasnya, tangan kirinya masih melingkari pinggang ramping yeolhee sedangkan tangan kanannya mencengkram kedua tangan yeolhee yang sedari tadi bertengger di depan dadanya.

“Apakah tadi kekasihmu yang menelepon?”

“Kau–sudah berjanji tidak akan mencampuri urusanku,” Ujarnya dengan suara sedikit bergetar karena takut, jantungnya berpacu gila – gilaan. Ditatapnya baekhyun yang sedang memandangnya dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.

Baekhyun mendengarkan semuanya, dia mendengar yeolhee menyebutkan nama jongin dengan jelas. Apakah kekasih yeolhee adalah jongin? kim jongin? kenapa dunia ini begitu sempit. Kenapa dari sekian banyak pria di dunia ini, yeolhee harus berhubungan dengan saudara tirinya. Napas baekhyun memburu, membayangkan lagi wajah jongin membuatnya ingin menghancurkan sesuatu.

Yeolhee yang melihat itu merasakan firasat buruk akan menimpanya, “Baekhyun—“

 

To Be Continued..

No Caption.

thank You

Sorry For typos

 

31 responses to “[Freelance] Serendipity (Chapter 2)

  1. Waaaahh seruuu bakal ada cinta segitiga nih keknya….jongin sama gue aja sini xoxo ^.^

    Baekhyun sooo manly kekekeke ditunggu next chapternya yaa authornim….

    Fighting!!!

  2. Uuuuuu soooooo kerreeeeennn bgt ni ff nya author!! keren bgt n suka skali dgn plot critax! ya ampun Baekhyun… aduh tp ksian trxt Yeolhee ad hub. sm Jongin n sprtix Baek akn marah besar ini!! ah ga sbar n’gu next post nya ya authornim…🙂

  3. q selalu suka ff baekhyun….ahhh jd greget deh ma cinta segitiga…g sabar nunggu klnjutnx… mksh authornim..selalu ditunggu next nya…

  4. hehehe si boncabe mencoba manly sodara”…tapi sekarang emang manly si#seketika inginmenculik
    aah aku kangen eksoh kangen jongin juga.huwaa
    ini nanti triangle love jadinya-.kapan y aku direbutin obba kek yolhe#plaak
    oke next sangat dtunggu

  5. Huwaaaaaaaa next thor nextt juseyooo
    Kereeeennn 😍😍😍
    Btw baek jd possesive ya haha, mulai masuk pesona yeolhee ckck
    Jongin kasihan bakal ditinggal bentar lgi hiks, yg ambl kk tirinya plak, huhuhu T.T

  6. Pingback: [FREELANCE] SERENDIPITY CHAPTER 3 : The Truth | SAY KOREAN FANFICTION·

  7. BAEKHYUN AKU SEMAKIN MENCINTAIMU… NAN JEONGMAL SARANGHAE BAEK…
    Im so crazy of you BAEK…
    Kau slalu penuh dgn kejutan baek😘😘😘😘😎
    Salam hangat reader baru

  8. Baekhyun udah suka sama yeolhee…yehet
    Rebutan rebuatn hayo siapa nanti yang menang apakah baekhyun ataukah jongin, kita tunggu saja chap selanjutnya Wkwkwk. Keren author jjang…

  9. aku baru tau kalo baek ama kai ada hubungannya… wah aku penasaran bener … asik kalo kai jadi ama yeolhee kyknya bakal ada perebutan wks … aku suka ama judul ff ini juga … kyk bahasa yunani gtu /bener gk sih/ :’3
    ya intinya aku suka dan aku izin baca thor~ keep writing and hwaiting~

  10. Dunia sempit yaa broo, ckss
    Aigoo gmana nanti mereka jadi cinta segitiga gitu:v palagi mereka saudara tirian huhuhuu||bhakk:|
    \\nextpartyaaw//

  11. Sudah diduga nih kalau Baekhyun suka ama Yeolhee…..
    Tapi, yg menjadi masalah nya adalah…………..
    Jongin…….
    Sepertinya akan ada cinta segitiga……
    FIGHTING,THOR!!!!

  12. uuu keren bikin baper baper baper. moga aja jong in jadi peran antagonis. soalnya kalo jongin nantinya ttep baik hai & ngeikhlasin, aku bakalan kasian sama si jongin. ditunggu next nya author fighting!!!!

  13. anjrrrr sedekat itu sama kyungsoo sampai resliting baju pun kyungsoo yang bantu menutup, dan dasar mulut kyungsoo jongin langsung bergegas pulang kah?! wahwahwah Baekhyun jadi nappeun tak patutt *geleng-geleng aku ngeri bacanya bukan ngeri kenapa cuman karena terlalu menghayati pake rasa strawberry jadi berasa akunyatuh Yeolhee huhuhu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s