[Freelance] Still you?

Untitled

 

Title : Still you?
Author : Elizabeth PetalsElf
Cast : Cho KyuHyun (SuJu), Kim EunJi (OC)
Genre : Hurt, Romance
Rating : General
Length : chapter
Disclaimer : All story is mine. I Hate plagiat!

Cho Kyuhyun sudah terbiasa dengan tatapan tertarik yang ditujukan padanya oleh segerombolan perempuan cantik yang biasanya akan mengguman kagum setelah berpapasan dengan pria yang memiliki ketampanan luar biasa itu. Pria itu tak terlalu terpengaruh, biasanya dia akan menulikan telinga dan berjalan lurus seolah tak mendengar apa pun. Dia orang yang sibuk dan tentunya tak punya waktu untuk sekedar berbasa-basi dengan pengagum-pengagumnya. Dan alasan lainnya, dia sudah memiliki kekasih. Seorang wanita cantik bernama Kim Eunji yang sebelumnya merupakan teman kecilnya. Mereka lama bersama, alasan yang cukup kuat untuk tumbuhnya perasaan bermerk cinta itu. KyuHyun sangat mencintai gadis itu, namun dia bukanlah pria yang akan mengumbar-umbar kemesraan, jadi Eunji hanya bisa menggigit jari saat melihat kemesraan pasangan lain.

Hari ini pun sama saja, mereka masih jarang bertemu. Pertemuan dalam seminggu saja paling banyak adalah tiga kali. Suatu jumlah yang menyedihkan dari sudut pandang EunJi. Dia menginginkan hubungan dengan intensitas pertemuan yang lebih banyak, ingin berlama-lama menggandeng tangan pria yang sangat dia cintai, dan menghangatkan diri dalam pelukan KyuHyun adalah impiannya yang jarang sekali terwujud.

“Aku harus pergi.” putus Kyuhyun sambil berdiri, membuat EunJi mendongak untuk menatapnya protes.

“Kau berada di sini baru lima belas menit.” protes Eunji, memperlihatkan matanya yang berkilat-kilat marah.

“Kim Eun Ji…kau tahu kan aku sibuk. Ada rapat penting…dan jangan mendebatku…aku tak ingin membuang-buang waktu untuk bertengkar denganmu.” KyuHyun berlalu, menjauh dari Eunji yang masih menatap punggungnya yang akhirnya menghilang di ujung pintu.

Selalu seperti ini…Kyuhyun akan pergi lebih dulu, dan Eunji menggerutu kesal. Kadang Eunji berpikir bahwa hubungan mereka sudah tak bisa diselamatkan lagi, karena yang dirasakannya hanyalah kehambaran. Dia memang mencintai Cho KyuHyun, tapi apa itu saja cukup?

Kekasihnya itu enggan membuang-buang waktu bersamanya, dan sepertinya sudah saatnya dia mengaku bahwa dia juga tidak suka membuang-buang waktu untuk hubungan hambar yang tengah dia jalani. Mungkin lebih menarik jika dia membuka hati pada orang lain yang dengan senang hati mau menyisihkan waktu untuk mengajaknya makan siang bersama, mengunjungi tempat-tempat seru, juga menonton film berdua.

Eunji memutuskan untuk berjalan-jalan di taman menunggu sore, meratapi hubungan percintaannya yang menyedihkan. Di kepalanya, berputar kenangan masa kecil dengan KyuHyun. Saat itu Kyuhyun bukan pria sibuk yang selalu tergesa-gesa, melainkan bocah periang yang agak arogan namun sangat menyenangkan. Mereka tetangga masa kecil, yang selalu bersama ke mana pun. Orangtua mereka yang bersahabat juga sangat mendukung persahabatan mereka, dan begitu bahagia saat akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih tiga tahun lalu.

 

 

“Buk!!!…”

Tubuh Eunji oleng setelah ditabrak tubuh seorang pria yang kemudian tersenyum sambil membantu agar tubuh Eunji tak membentur tanah keras di bawahnya.

“Melamun?” tanya pria itu sambil terkekeh, dan dilihat dari raut wajahnya ,nampaknya dia memang sengaja membenturkan diri pada Eunji.

Eunji memasang wajah kesal, “Apa-apaan kau!” sungutnya.

Akhirnya mereka berdua berbincang-bincang sambil mengitari taman, kemudian duduk di bawah pohon rindang berbatang besar.

“Empat tahun tak bertemu, kau menjadi semakin cantik…” guman pria itu, menatap lembut wanita berkulit putih di sampingnya.

“Kau masih suka menggombal, Lee Dong Hae…”balasnya dengan nada jenaka.”Aku senang akhirnya kau kembali lagi ke Korea…setidaknya aku bisa tertawa mendengar ocehanmu.”

“Benarkah?” Donghae mengerutkan kening. “Atau jangan-jangan kau masih mencintaiku ya?”

“Tidak juga.” sanggah Eunji. “Aku hanya….kesepian.”

“Kudengar kau berpacaran dengan Kyuhyun sebulan setelah kita putus…”

Eunji tiba-tiba merasa sulit bernapas, pikirannya kembali melayang pada pria bermarga Cho itu. Apa hubungan mereka bisa disebut berpacaran. Dia malah lebih nyaman dengan persahabatannya dulu, saat mereka selalu mengerti satu sama lain, dan selalu menghabiskan waktu bersama.

“Eun Ji?” Donghae membuyarkan lamunannya.

Eunji mendongak, memaksakan senyum, kemudian mengangkat bahu. “Entahlah…” ucapnya. “Aku lelah dengan hubungan kami…”

“Maksudmu?” Donghae menyelidik.

“Dia berbeda. Sekarang dia adalah orang super sibuk…kami bahkan jarang bertemu. Semuanya jadi terasa hambar…”

Akhirnya, setelah dipendam sekian lama, Eunji bisa mengutarakan perasaannya. Dadanya agak ringan sekarang, dan dia melanjutkan kalimatnya dengan keluhan keluhan yang terlontar tanpa bisa ia kendalikan. Donghae agak tercengang, namun dia akhirnya berhasil menenangkan Eunji dan seperti dulu, dia selalu bisa membuat wanita itu kembali tertawa.

Kesibukan KyuHyun semakin parah. Eunji bahkan baru tahu tadi pagi jika pria itu sudah seminggu ini berada di Jepang, katanya urusan pekerjaan. Eunji kembali gigit jari, dan mengumpat keras. Tadi malam dia sempat berpikir bahwa masih ada sedikit kesempatan agar semuanya lebih baik. Dia berencana bertemu Kyuhyun pagi ini untuk membicarakan keinginannya, meminta pengertian Kyuhyun mengenai waktu kebersamaan mereka yang seharusnya ditambah. Tapi, semua hanyalah rencana. Dia bahkan tak bisa menemui kekasihnya sendiri.

Setengah jam yang lalu dia menghubungi Donghae, bertanya apa pria itu mau menemaninya makan siang. Dan dengan nada riang Donghae berkata sangat merindukan EunJi. Mereka akhirnya berbincang berjam-jam di restoran langganan Eunji, menghabiskan waktu untuk tertawa terbahak-bahak, dan untuk sementara Eunji bisa melupakan kekesalannya pada KyuHyun.

Sebulan telah berlalu, dan Eunji masih belum bertemu dengan Kyuhyun. Tapi tak telalu buruk, ada Donghae bersamanya. Mereka berdua selalu bersama sebulan terakhir. Dan akhirnya sebuah panggilan masuk di ponsel Eunji membuatnya tertegun. Dia mengerjap, memastikan bahwa penglihatannya tidak salah, dan nama itu masih tertera di layar. Cho Kyu Hyun meneleponnya. Eunji agak ragu. Entah kenapa dia tak mengharapkan panggilan dari nama itu lagi. Dia sudah muak dan akhirnya berhasil membiasakan diri tanpa pria itu, dan untuk apa pria itu menghubunginya sekarang? Eunji masih menimbang-nimbang haruskah dia mengangkat telepon dari KyuHyun atau membiarkannya dan membuat hubungan mereka bertambah parah? Tunggu…memangnya kenapa? Hubungan mereka memang sudah tak terselamatkan lagi, bukan? Eunji bahkan sudah berencana untuk mengakhiri hubungan mereka di kesempatan pertama saat dia bisa menemui KyuHyun.

“Yoboseyo…” Eunji tak tahu apa yang membuatnya akhirnya mengangkat panggilan itu setelah beberapa kali diabaikan.

“Ya! Kenapa lama sekali?” sebuah bentakan keras menggema dari ujung telepon. “Kau pikir waktuku banyak?”

“Kau masih mengingatku? Aku pikir kau sudah lupa…” kata Eunji dengan nada mengejek.

“Mwo?”

“Kyu….kupikir sekarang kau pasti sedang sangat sibuk. Kembalilah ke pekerjaanmu. Jangan membuang-buang waktumu untuk meneleponku.”

“Mwo? Ya! Kim Eun Ji!”

“Oh ya, sebelum kau menghilang lagi, aku ingin mengatakan sesuatu. Berhubung hubungan kita sudah sangat kacau….jadi lebih baik kita putus saja.” ujar Eun Ji lantang, kemudian memutuskan sambungan.

Dadanya naik turun, dan napasnya menderu cepat. Dia puas sekarang. Ini mungkin keputusan yang berat karena wanita itu masih sangat mencintai KyuHyun. Namun dia sudah terlalu lelah dan tak ingin menderita lebih lama lagi. Sebelum dia mati perlahan karena merindukan pria itu, lebih baik dia membuang perasaannya dan terbiasa tanpa pria itu. Cukup lama dia termenung, dan aliran air sudah membasahi pipinya beberapa menit yang lalu. Meski begitu, sebuah senyum terpaksa terlukis di wajahnya, dan berulangkali wanita itu meyakinkan diri sendiri bahwa keputusan yang diambilnya adalah keputusan yang tepat.

Kyuhyun menatap nanar ponselnya, dan sebuah tusukan menohok dadanya, membuat lubang yang begitu dalam, dan terlalu sakit. Tangannya bertengger di pelipis, dan matanya terpejam. Kemudian dia bangkit, menendang keras meja kerjanya, membuat lembaran-lembaran kertas yang semula tersusun rapi di atasnya kini berserakan di lantai. Dia mengerang, mengumpat, dan meninju apa saja yanng ada di dekatnya. Sudah puluhan kali dia menghubungi gadis itu setelah kalimat pembunuh itu didengarnya. Namun nihil. Ponsel gadis itu tidak aktif.

Dia sibuk. Apa itu terlalu sulit untuk dimengerti? Apa gadis yang begitu dia cintai itu tak mau berkorban sedikit demi dirinya? Kyuhyun sudah cukup lelah dengan semua pekerjaannya, dan haruskah kini gadis itu membuat kepalanya meledak?

TBC

4 responses to “[Freelance] Still you?

  1. ini lanjut kan…?
    hayooo lo klo gak lanjut gigit jari bneran ini
    klo saingannya donghae mah berat apalagi tanding soal romantis..ya…emm..huahahahah

  2. emang sih hubungannya jadi rumit apa lagi ada donghae,, pnasarn reaksi donghae gmn denger hyunji putus ama kyu..
    next next..

  3. Arghh.. kenapa ngga oneshot ajaaa😭😭😭
    Jadi harus nunggu lanjutannya😖😖😖
    Tapi gw tetep nunggu ko😳😳😳

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s