BEST LUCK [Chapter 1] – BY NOONAPARK

BEST LUCKK

| Title : BEST LUCK | Cast : Park Chanyeol, Shin Eunsoo (OC), Byun Baekhyun, Shin Eunwoo (OC) | Genre : Drama, Romance, Comedy | Ratting : General | Lenght : Chaptered |

Previous : | prolog |

*

*

*

*

~o0o~

“Jadi, kau bertemu dengan dia dalam keadaan seperti itu? Pmftt—puahahaha!”

Demi Tuhan, Chanyeol ingin sekali menyumpal mulut Baekhyun dengan kaus kaki detik ini juga. Chanyeol muak sekali saat gelak tawa sahabatnya itu terus mengudara disekitar, dibagian atap sebuah bangunan dimana mereka duduk di salah satu bagian sisinya.

“Kau pikir itu hal yang pantas untuk kau tertawakan?” Tanya Chanyeol terdengar kesal pada akhirnya. Ia kemudian menunduk, mendesah kasar. “Ck! Dia pasti berpikir kalau aku ini bodoh.”

“Bukan bodoh, Chanyeol. Tapi gila.” Celetuk Baekhyun dengan sisa-sisa tawanya. “Bidadarimu pasti mengira bahwa kau itu gila.”

Baekhyun kembali tertawa setelah itu membuat Chanyeol menatapnya semakin murka.

“Ya!” Sentak Chanyeol. “Berhentilah menertawakanku Baekhyun!”

Baekhyun mengangguk-angguk sembari susah payah menghentikan tawanya. “Baiklah. Baiklah, maaf.” Ujarnya, lalu semakin mendempet ke arah Chanyeol dan melanjutkan. “Tapi sungguh, Chanyeol. Kau benar-benar gila. Hey, apa kau pernah mendengar seseorang yang mengatakan bahwa saat pertemuan pertama dengan orang yang kita sukai, kita harus membuat kesan mendalam yang tidak akan mudah untuk dilupakan? Dan kurasa kau telah melakukannya.” Baekhyun kembali tertawa. “Kau telah melakukannya, Chanyeol. Aku yakin wanita itu tidak akan pernah melupakan pertemuan pertama kalian. Dan aku berani bersumpah, wanita itu pasti mati-matian menahan agar tidak tertawa di hadapanmu. Bayangkan saja, kau telah menunjukkan liurmu yang telah mengering pada wanita itu, ewh! Itu menjijikan, tapi kau sungguh luar biasa.”

Tawa Baekhyun semakin menjadi. Chanyeol semakin berang melihatnya. Di sisi lain, Chanyeol tidak sepenuhnya menyalahkan perkataan Baekhyun. Chanyeol pikir yang dikatakan Baekhyun mungkin ada benarnya. Eunsoo pasti menganggapnya orang gila dan oh, ya ampun, rasa-rasanya Chanyeol ingin menenggelamkan dirinya ke dasar bumi sekarang juga.

Chanyeol menunduk semakin dalam. Ia meremas rambutnya dengan frustasi sembari merutuki dirinya sendiri. “Aku tidak bisa bertemu dengannya setelah ini, sungguh. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa. Aku tidak bisa!!”

Chanyeol berseru diakhir kalimat membuat Baekhyun segera menghentikan tawanya. Baekhyun kemudian menepuk-nepuk pundak Chanyeol sembari menatap sahabatnya itu dengan tatapan iba. Meskipun, Baekhyun masih ingin tertawa sebenarnya.

“Sudahlah, Chanyeol. Kau tahu? Seseorang bisa melakukan kesalahan kapan saja, dimana saja, dan pada siapa saja. Itu manusiawi.”

Chanyeol langsung menatap Baekhyun dengan mata memincing. “Dari mana kau mendapatkan kata-kata seperti itu? Apa kau mengutipnya dari internet?”

Baekhyun nyengir. “Mungkin ini akan terdengar sombong. Tapi benar, aku merasa semakin dewasa semenjak kejadian saat itu. Aku mendapat banyak pelajaran dari pengalamanku sendiri.”

Chanyeol langsung menunjukkan wajah tanpa ekspressi. Ia memalingkan wajah dari Baekhyun sambil mendesis. “Cih! Dewasa kepalamu? Orang dewasa seharusnya bisa membantu saat temannya dalam kesulitan, tapi yang kau lakukan justru sebaliknya. Kau membuat penderitaanku terasa semakin begitu berat.”

Baekhyun tersenyum ringan. “Begini saja. Bagaimana jika kau jelaskan saja pada Eunsoo, mengapa kau bisa menemuinya dalam keadaan seperti itu? Maksudku.. kau katakan saja padanya, bahwa tadi pagi kau barusaja bangun, dan tiba-tiba adik Eunsoo membuat keributan dirumahmu. Kau terkejut, hingga akhirnya kau tidak sadar dan keluar rumah begitu saja. Hmm.. mungkin dia akan mengerti.”

Chanyeol mendesah berat. “Aku pasti akan terlihat semakin bodoh dimatanya.”

“Kalau begitu bersikaplah biasa saja, seolah-olah tidak ada yang terjadi diantara kalian.”

“Tidak! Aku tidak bisa!!” Chanyeol tiba-tiba berseru pada Baekhyun membuat pria mungil itu terlonjak kaget. “Ya! Kau tahu? Aku telah menunjukkan sisi paling buruk dalam diriku saat pertemuan pertama kami. Aku..” Chanyeol semakin frustasi. Ia menatap lurus ke depan dan pandangannya kini terkesan menerawang. “Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan jika aku bertemu dengannya lagi nanti. Mengapa Tuhan mengirimkan aku tetangga yang seperti itu? Apakah ini sebuah keberuntungan atau..” Bibir Chanyeol perlahan melengkung meskipun matanya terlihat masih sedih. “Ya, Baekhyun. Apa ini bisa disebut sebagai keberuntungan? Aku bertetangga dengan wanita seperti itu. Jika iya, ini pasti keberuntungan terbaik dalam hidupku. Hanya dengan melihat matanya saja, aku bisa menebak bahwa dia adalah wanita baik-baik. Dia begitu cantik.” Bibir Chanyeol melengkung semakin lebar. “Pipinya pasti sangat halus. Pasti menyenangkan sekali jika tanganku yang hina ini bisa menyentuh kulitnya.”

Chanyeol menahan senyuman, pandangannya terus menerawang sembari Ia membayangkan apa yang barusaja Ia katakan. Tanpa Chanyeol menyadari bahwa sejak tadi Baekhyun tengah menatapnya dengan wajah tanpa ekspressi.

“Dasar gila.” Cibir Baekhyun. Kemudian beranjak dari kursi yang Ia—serta Chanyeol—duduki, lalu melangkah pergi.

Sadar dengan pergerakan Baekhyun, Chanyeol langsung menatapnya heran. “Hey, mau kemana?”

Baekhyun menghentikan langkah, menoleh menatap Chanyeol lalu menunjukkan tatapan tanpa minat. “Bekerja. Kau tidak sadar jika waktu istirahat kita hampir saja habis?”

Chanyeol langsung menunduk, memeriksa jam yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. Matanya kemudian melotot. “Astaga!” Lalu Chanyeol segera bangkit dan bergegas mengejar Baekhyun yang kembali berjalan meninggalkannya. “Hey! Baekhyun, tunggu aku!”

Mereka pergi, meninggalkan atap bangunan itu yang kembali kosong dan sepi.

_

Chanyeol dan Baekhyun bekerja di sebuah restoran yang cukup terkenal di Gyeonggi-do. Karena letaknya yang strategis—berada di pusat kota, restoran itu selalu dipenuhi oleh pengunjung. Apalagi jika jam makan siang seperti saat ini, kesibukan begitu kentara di dalam restoran. Para pelayan, termasuk Baekhyun dan Chanyeol tampak berjalan kesana kemari, menghampiri para pelanggan yang ingin memesan, serta ada juga yang mengantarkan pesanan para pelanggan yang lebih dulu datang ke restoran itu. Dan pemandangan seperti itu sudah menjadi hal yang biasa terjadi setiap harinya.

Begitulah pekerjaan Chanyeol sehari-hari. Ia sudah menjalani pekerjaan ini selama beberapa tahun lamanya, terhitung semenjak Ia lulus SMA hingga sekarang. Keadaan ekonomi keluarganya yang sederhana membuat Chanyeol mengurungkan niat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi saat itu. Apalagi Ayahnya sudah meninggal karena penyakit jantung, saat itu Chanyeol masih kecil. Sehingga setelah lulus sekolah, Chanyeol berniat untuk membantu perekonomian keluarganya, dan menjadi tulang punggung bagi Ibunya.

Tidak seperti didalam drama-drama yang biasa di tonton Ibunya, Park Chanyeol bukanlah pria kaya yang memiliki segalanya; rumah mewah, lamborgini, bukan juga seorang pewaris tunggal disebuah perusahaan besar. Park Chanyeol hanya seorang pemuda yang sederhana, hidup dalam keadaan sederhana, dan niat yang selalu Ia tanamkan dalam hidupnya pun sederhana.

Ya, keinginan Chanyeol sangat sederhana, Ia hanya ingin membuat Ibunya, serta dirinya selalu bahagia. Bagaimanapun caranya.

***

“Selamat malam. Namaku Shin Eunsoo. Aku.. baru pindah dari Seoul.”

Eunsoo barusaja membungkuk sopan di hadapan Nyonya Park. Di ruang tamu di dalam rumah Nyonya Park, mereka berdiri saling berhadapan.

“Kedatanganku kemari untuk memperkenalkan diri, sekaligus.. aku ingin meminta maaf karena tadi pagi aku mendengar bahwa adikku telah memecahkan pot bunga di rumah bibi.”

Nyonya Park memang sempat mendengar keributan antara Chanyeol dan Eunwoo tadi pagi di halaman depan rumahnya. Ia sempat kesal karena kejadian itu. Tapi melihat Eunsoo datang meminta maaf ke rumahnya seperti ini, membuat rasa kesal itu perlahan memudar dari dalam hati Nyonya Park. Setidaknya Eunsoo masih mau bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan oleh adiknya.

“Ya, tidak apa-apa.” Jawab Nyonya Park akhirnya, tersenyum simpul. “Namanya juga anak-anak. Kita harus bisa memakluminya.”

“Terima kasih.” Eunsoo balas tersenyum. Ia kemudian menyodorkan sebuah kotak makanan ke hadapan Nyonya Park. “Oya, bibi. Aku membawa kue beras. Kuharap.. bibi bersedia menerimanya.”

Nyonya Park langsung menerimanya dengan senang hati. “Wah! Terima kasih banyak, sudah repot-repot membawa ini kemari.”

“Anggap saja sebagai tanda permintaan maaf, dan.. aku harap bibi mau menerimaku sebagai tetangga baru bibi. Tolong perlakukan aku dengan baik.”

“Tentu. Kau tenang saja, aku pasti akan memperlakukanmu dengan baik.” Nyonya Park tersenyum manis sembari mengelus pelan pundak Eunsoo. Kemudian Ia menunduk memperhatikan tumpukan kue beras yang tersusun rapi di kotak makanan yang ada di tangannya. “Oya, apa kau membuatnya sendiri?”

Eunsoo tersenyum tipis. “Ya, aku membuatnya sendiri. Sebelumnya aku minta maaf jika rasanya tidak enak. Ini pertama kalinya bagiku membuat kue beras.”

Nyonya Park menunjukkan senyuman yang hangat pada Eunsoo. “Aku yakin kue ini pasti sangat enak, apalagi yang membuatnya adalah wanita cantik sepertimu. Dan.. kau bilang ini adalah pertama kali kau membuatnya? Wah.. aku jadi merasa spesial kalau begitu.” Nyonya Park tersenyum renyah. “Sekali lagi terima kasih, Eunsoo. Dan kau tenang saja, aku pasti akan memperlakukanmu dengan sangat baik.”

Eunsoo mengangguk pelan, tersenyum lega sekaligus senang dengan sikap baik yang Nyonya Park tunjukan kepadanya. Eunsoo merasa beruntung mendapatkan tetangga yang baik seperti Nyonya Park. Dan Eunsoo berharap, semua ini menjadi bagian dari awal yang baik untuk kehidupan baru yang akan Ia jalani mulai sekarang.

_

_

Chanyeol tengah berjalan mendekati pagar rumahnya. Sesampainya di depan pagar, pria itu menghentikan langkahnya. Yang dilakukan Chanyeol kemudian adalah menoleh ke arah pagar rumah Eunsoo dan pandangannya kini menerawang ke arah sana.

“Apa yang sedang dilakukannya sekarang?” Gumam Chanyeol. “Eunsoo…” Chanyeol tersenyum getir. “Apa kau sudah tidur.. Eunsoo? Aku ingin sekali melihatmu lagi. Tapi aku tidak bisa karena—“ Chanyeol menghentikan kalimatnya karena mendengar seseorang membuka pintu pagar rumahnya. Lantas Chanyeol menoleh, dan betapa terkejutnya Chanyeol ketika mendapati seseorang yang kini berdiri di ambang pintu pagar kayu itu adalah seseorang yang namanya barusaja Ia sebut.

Ya, Eunsoo. Wanita itu berdiri tepat di hadapan Chanyeol, menyunggingkan senyuman tipis pada Chanyeol sementara Chanyeol terperangah menatapnya.

“H-hai.” Karena melihat Chanyeol terus diam—dengan mata terbuka lebar dan mulut yang setengah menganga—Eunsoo jadi merasa canggung menyapanya. Bahkan setelah lebih dari sepuluh detik kemudian, Chanyeol terus saja melihat Eunsoo seperti itu. Eunsoo akhirnya memaksakan senyuman, lalu membungkuk singkat. “Silahkan masuk. Ehm, aku akan pulang ke rumahku.” Setelah berkata seperti itu, Eunsoo pergi dari hadapan Chanyeol. Wanita itu menuju rumahnya dan tidak lama kemudian sosoknya hilang dibalik pintu pagar, menyisakan Chanyeol yang masih terdiam di tempatnya.

Setelah mendengar Eunsoo menutup pintu pagar dari dalam, Chanyeol menoleh. Jantungnya terasa mencelos saat mendapati Eunsoo tidak lagi berada pada jangkauan matanya. Chanyeol benar-benar menyesal, mengapa Ia harus bertemu dengan Eunsoo secara mendadak seperti barusan? Chanyeol terlalu kaget, Ia tidak siap. Saat otak lambannya barusaja memikirkan apa yang harus Ia lakukan ketika bertemu dengan Eunsoo—Chanyeol bahkan bingung dengan perkataan Baekhyun yang berisi saran apakah Chanyeol bersikap biasa saja atau menjelaskan tentang penampilannya tadi pagi pada Eunsoo, tapi Eunsoo sudah pergi begitu saja dan menghilang dari hadapan Chanyeol ketika Chanyeol belum sempat melakukan apa-apa. Chanyeol yakin, Ia pasti terlihat seperti orang bodoh di hadapan Eunsoo untuk yang kedua kalinya.

“Aish sial!” Chanyeol mendesis kesal. Ia memukuli kepalanya dengan frustasi sembari mengingat saat Eunsoo menyapanya tadi. “Bodoh kau Chanyeol! Kenapa kau tidak menjawab perkataannya? Kenapa kau hanya diam? Dasar bodoh!” Chanyeol terus memukuli kepalanya sembari merutuki dirinya sendiri. Namun tidak lama kemudian, pergerakan tangan Chanyeol terhenti saat Ia mulai menyadari sesuatu. “Tunggu.” Chanyeol bergumam, lalu memandangi pagar rumah Eunsoo dengan pandangan menerawang. “Mengapa Eunsoo bisa berada di sini? Apa yang dilakukan Eunsoo di rumahku?”

Rasa penasaran Chanyeol memuncak seketika. Matanya membola. Chanyeol yang sudah merasa tidak sabar bergegas masuk ke dalam rumah untuk menemukan jawaban dari rasa penasarannya.

“Ibu! Ibu!” Chanyeol berlari kesana kemari untuk mencari keberadaan Ibunya, setibanya di dapur, Chanyeol tidak juga menemukan Ibunya. “Ibu!” Napas Chanyeol terengah-engah. Pandangannya menyapu ke seluruh sudut ruangan namun Chanyeol tidak juga menemukan sosok yang Ia cari. Pandangan Chanyeol sekarang justru jatuh pada sesuatu yang berada di atas meja makan. Chanyeol merasa asing dengan sebuah kotak makanan yang berada di atas meja yang berisi tumpukan kue beras, Chanyeol yakin kotak makanan itu bukanlah milik Ibunya, jadi Chanyeol mendekatinya untuk sekedar memastikan.

“Kau sudah pulang?”

Chanyeol menoleh ke ambang pintu dapur dan mendapati sang Ibu barusaja tiba disana. “Ibu?”

Nyonya Park seakan mengerti dengan ekspressi Chanyeol yang dipenuhi dengan tanda tanya. Jadi sebelum Chanyeol memberondongnya dengan berbagai pertanyaan, Nyonya Park akhirnya menjelaskan. “Tadi bidadarimu.. ah, maksud Ibu, Eunsoo, tetangga baru kita. Tadi dia datang kesini.”

Mata Chanyeol langsung membola. “Eunsoo datang ke rumah kita? Dia datang ke sini? Apa yang Eunsoo lakukan di sini?”

“Itu.” Nyonya Park menunjuk kotak makanan di atas meja dengan dagunya. “Dia datang kemari untuk memberikan itu.”

Chanyeol langsung melihat kotak makanan itu di atas meja, lalu mengambilnya, mendekapnya di depan perut. “Jadi ini dari Eunsoo?” Tanya Chanyeol tak percaya. “Eunsoo memberikan ini untukku?”

“Untuk kita, Chanyeol.” Ralat Ibunya sambil menatap Chanyeol datar.

Chanyeol tidak peduli, Ia terlampau bahagia, terlihat jelas sekali dari senyumannya yang kian lebar. “Apa Eunsoo membuatnya sendiri?”

Nyonya Park hanya mengangguk sekali.

“Woah..” Chanyeol langsung menunduk, memandangi kue beras itu dengan mata berbinar-binar. “Ibu lihat sendiri ‘kan? Selain wajahnya yang cantik seperti bidadari, hatinya juga baik seperti malaikat. Pasti indah sekali saat tangannya yang halus itu membuat kue ini dengan begitu sempurna.”

Nyonya Park menggeleng pelan. “Dasar sinting.” Desisnya, kemudian berbalik dan melangkah pergi.

Chanyeol tidak peduli dengan keberadaan Ibunya kini, Ia terlampau senang dengan kue beras buatan Eunsoo yang masih berada dalam dekapannya. “Aku tidak sabar mencobanya, kue ini pasti sangat enak.” Chanyeol pun langsung mengambil satu kue beras dan tanpa ragu memasukkannya ke dalam mulut, lalu menggigitnya.

Ketika baru satu kali mengunyah, ekspressi Chanyeol tiba-tiba berubah, senyumnya bahkan memudar. Chanyeol kemudian menunduk memperhatikan kotak makanan berisi kue beras itu. Tatatapannya tiba-tiba berubah menjadi aneh.

“Eumph!!” Chanyeol tidak tahan lagi. Ia menutup mulutnya sambil berlari menuju washtafel, kemudian memuntahkan kue beras dari dalam mulutnya. Sumpah demi apapun, sepanjang hidupnya, ini adalah kali pertama Chanyeol merasa makanan dengan rasa sangat aneh seperti barusan.

Setelah membuang kue beras dari dalam mulutnya, Chanyeol kembali bangkit, lalu memperhatikan sisa kue beras yang Ia gigit yang masih berada di tangannya. “Makanan.. apa ini?” Chanyeol benar-benar bingung. Tidak percaya bahwa kue yang barusaja Ia cicipi adalah kue buatan wanita pujaannya.

Dan Chanyeol mungkin tidak tahu jika di dalam kamar, Ibunya sedang tersenyum geli sembari membayangkan bagaimana ekspressi Chanyeol setelah merasa kue beras itu. Nyonya Park sendiri menggeleng-geleng keheranan mengingat bagaimana rasa kue beras buatan Eunsoo. Beruntung, tadi Nyonya Park hanya mencicipinya sedikit.

Di dapur, Chanyeol kini memperhatikan kue beras itu dengan ekspressi wajah yang sulit diartikan. “Ewh.. Eunsoo, apa.. kau tidak bisa memasak?”

_

_

_

“Ya, aku memang tidak bisa memasak.” Eunsoo mengucapkan sederet kata itu dengan nada penuh penyesalan. Bagaimana tidak, sudah hampir tiga puluh menit Ia dan Eunwoo duduk di lantai, di hadapan meja makan, sang adik tidak juga menyentuh makanan yang Eunsoo buat beberapa saat yang lalu. “Tapi aku berjanji, setelah ini aku akan belajar membuat makanan yang enak untukmu.” Eunsoo tersenyum hangat sembari menyodorkan semangkuk nasi serta sepiring berisi telur goreng yang Ia campur dengan sosis. Eunsoo kemudian mengambil sendok dan berniat menyuapkan makanan itu untuk adiknya. “Nah, Eunwoo. Sekarang buka mulutmu, aaa..”

Eunwoo terus saja menatap Eunsoo dengan tatapan benci. Bibirnya mengatup rapat. Saat Eunsoo semakin mendekatkan sendok berisi nasi dan lauk itu ke hadapan mulut Eunwoo, bocah laki-laki itu malah menepis tangan Eunsoo membuat sendok itu jatuh terlempar ke lantai. “Aku tidak mau!” Serunya.

Eunsoo tersentak dengan perlakuan sang adik. Ia kemudian memandangi sendok serta nasi yang tercecer di lantai kayu rumahnya. Setelah itu, Eunsoo melihat wajah Eunwoo yang masih marah padanya, Eunsoo hanya tersenyum. “Kau harus tetap makan, Eunwoo. Kau belum makan sejak tadi, aku tidak mau jika kau jatuh sakit.” Kemudian Eunsoo mengambil sendok yang lain dan mengambil nasi serta lauk, lalu kembali menyodorkan sendok itu di depan mulut Eunwoo. “Sekali saja. Kau harus memakannya, hm?”

Lagi, Eunwoo kembali menepis tangan Eunsoo membuat sendok beserta nasinya tercecer di lantai. “Aku tidak mau! Aku tidak mau!!”

Eunsoo memandangi lantai yang kotor itu dengan mata yang mulai memanas. Ia kembali menatap Eunwoo, memaksakan senyuman, lalu berniat mengambil sendok yang lain namun Eunwoo segera merebutnya.

“Sudah kukatakan aku tidak mau makan!” Pekik Eunwoo sembari membuang sedok itu ke lantai. Bukan hanya itu, Eunwoo bahkan mulai mengamuk, mengobrak abrik permukaan meja dengan kedua tangannya, membuat segala sesuatu yang berada di atas meja kini berjatuhan di lantai. Beberapa peralatan makan seperti gelas, piring, mangkuk bahkan ada yang pecah.

Eunsoo menatap adiknya tak percaya. “Eunwoo-ya! Apa yang kau lakukan?!”

Selesai meluapkan amarahnya, Eunwoo kini menatap kakaknya dengan mata memerah lantaran marah. “Aku tidak mau makan, noona! Aku tidak akan makan sebelum kita kembali ke rumah! Aku tidak mau tinggal disini berdua denganmu!” Tenggorokan Eunwoo tercekat, bocah laki-laki itu akhirnya menangis. “Aku ingin bertemu dengan Ayah. Aku mau Ayah. Bukan noona.. Aku mau Ayah!”

Eunsoo tidak tahan lagi. Matanya semakin memanas dan wanita itu tidak sadar jika air matanya kemudian jatuh membasahi kedua pipinya. “Ayah? Apa laki-laki seperti itu masih pantas kau sebut sebagai Ayah?” Tanya Eunsoo diiringi dada yang mulai terasa sesak.

Eunwoo tidak menjawab, Ia masih menangis.

“Asal kau tahu, Eunwoo. Ayah yang baik tidak akan menghidupi keluarganya dengan uang yang seharusnya menjadi milik orang lain. Dia telah menipu banyak orang. Apa kau tidak sadar juga? Untuk itu polisi memasukkannya ke dalam penjara!”

Noona!” Pekik Eunwoo.

“Dia yang membuat hidup kita menjadi menderita seperti saat ini! Dan kau tahu? Saat ini penjara adalah tempat yang cocok untuknya!”

“Hentikan!” Eunwoo tidak tahan lagi. Ia langsung berdiri dan menatap kakaknya dengan tatapan semakin benci. “Aku membencimu, noona! Aku membencimu!! Aku akan mengadukanmu pada Ibu!!” Setelah berkata seperti itu, Eunwoo bergegas pergi lalu masuk ke dalam kamarnya, membanting pintunya dengan sangat keras.

“Ya, adukan saja pada Ibu!” Eunsoo tak kalah marah. “Adukan saja jika kau bisa, Shin Eunwoo! Asal kau tahu, wanita itu pasti sudah pergi dan saat ini sedang bersenang-senang dengan pria simpanannya!” Air mata Eunsoo semakin deras membasahi pipinya. “Apa kau tidak sadar juga? Selama ini mereka tidak pernah memikirkanmu! Mereka tidak pernah…” Tenggorokan Eunsoo tercekat, Ia seakan tidak mampu lagi untuk melanjutkan ucapannya. Pandangannya bahkan semakin kabur karena air mata itu terus menggenang di pelupuk matanya. “Mereka tidak pernah memikirkan kita, Eunwoo-ya.. apa kau tidak sadar juga?” Pandangan Eunsoo kini menunduk, satu tangannya yang masih berada di atas meja tampak bergetar dan Ia genggam dengan erat. “Ayah, dan Ibu. Selama ini mereka hanya memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan uang. Mereka tidak pernah memikirkan kita. Tidak pernah sekalipun, Eunwoo. Mengapa kau tidak sadar juga?” Eunsoo terisak. Kepalanya menunduk semakin dalam dan Ia pun semakin larut dalam kesedihannya.

Di dalam kamar, Eunwoo juga terisak sembari tidur berbaring di atas kasurnya, memeluk gulingnya erat-erat. “Aku membencimu, noona. Aku membencimu..”

Dan diluar rumah mereka, di depan pintu, Chanyeol berdiri sembari memandangi permukaan pintu itu dalam diam. Pada awalnya, niat Chanyeol datang ke rumah Eunsoo hanya untuk memberikan masakan buatan Ibunya pada Eunsoo juga adiknya. Karena Ibu Chanyeol bilang, jika ada tetangga baru yang memberikan makanan, mereka juga harus membalasnya. Tapi Chanyeol justru tidak sengaja mendengarnya. Ya, Chanyeol mendengar semuanya, percakapan antara Eunsoo dan sang adik. Saat ini, Chanyeol bahkan bisa mendengar suara isakan Eunsoo yang terdengar samar-samar di telinganya.

Chanyeol menundukkan pandangan, memperhatikan sekotak makanan yang Ia bawa dengan kedua tangannya. Setelah beberapa saat, Chanyeol kembali memperhatikan permukaan pintu. Chanyeol kembali mendengar Eunwoo berteriak dan mengatakan bahwa bocah itu membenci kakaknya.

Chanyeol menghela napas pelan. Mendengar isakan Eunsoo semakin lama membuatnya semakin tidak tahan. Hingga akhirnya, Chanyeol berbalik, lalu melangkah pergi.

_

Nyonya Park barusaja selesai mengemaskan dapur saat Chanyeol tiba di sana.

“Chanyeol, apa kau sudah memberikannya pada Eunsoo?” Tanya Nyonya Park. Ia merasa sedikit heran melihat ekspressi Chanyeol yang tidak sebahagia saat Nyonya Park menyuruhnya untuk pergi mengantarkan makanan itu ke rumah Eunsoo.

Chanyeol tidak menjawab. Ia meletakkan kotak makanan itu ke atas meja, membuat sang Ibu bingung lantaran kotak makanan itu masih terisi dengan masakan yang dimasak oleh Nyonya Park tadi.

“Chanyeol, kau tidak memberikan makanan itu pada mereka?” Tanya Nyonya Park heran. “Ibu sudah rela memasak malam-malam seperti ini, tapi kau malah tidak memberikannya? Kenapa?”

“Besok, biar aku saja yang memasak. Dan aku yang akan memberikannya sendiri pada Eunsoo.” Jawab Chanyeol dengan tenang. “Ibu, mana kue beras dari Eunsoo?”

Nyonya Park terdiam sejenak. Ia merasa Chanyeol menyembunyikan sesuatu darinya. Pria itu terlihat sedikit aneh. Tapi Nyonya Park berusaha membuang perasaan itu jauh-jauh dan hanya mendesah pelan. “Ibu meletakkannya di piring, di atas meja. Ibu berniat membuangnya—“

“Jangan dibuang!” Sela Chanyeol. Ia bergegas mendekati meja konter dapur. Tak jauh dari kompor, Chanyeol mengambil piring berisi tumpukan kue beras lalu mengambilnya dan membawa itu ke hadapan Ibunya.

“Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa kue itu tidak layak untuk dikonsumsi?” Tanya Nyonya Park bingung. “Lalu.. kenapa kau mengambilnya? Kau berniat memakannya?”

Chanyeol mengangguk. “Ya, aku akan menghabiskannya.”

Mata Nyonya Park membola. “Kau serius?”

Chanyeol mengangguk sekali lagi. “Ya, Ibu.” Ia tersenyum tipis. “Kita mungkin tidak tahu, apa yang sudah Eunsoo lewati selama membuat kue ini. Apa yang sedang dia pikirkan, dan apa yang sedang dia rasakan.” Pandangan Chanyeol kini menerawang, sembari Ia mengingat percakapan Eunsoo dengan sang adik yang Ia dengar tadi tadi. “Ini baru pertama kali baginya, dia pasti sudah berusaha sangat keras.”

Nyonya Park terperangah. Apa dia tidak salah? Apa dia barusaja melihat Chanyeol bersikap dewasa dihadapannya?

“Ibu..” Chanyeol tersenyum pada Ibunya. “Kita tidak seharusnya membuang ini. Jika Eunsoo tahu, dia pasti akan sedih. Bukankah Ibu sendiri yang mengatakan padaku bahwa kita harus menghargai kerja keras orang lain? Dan Ibu tenang saja, aku yang akan menghabiskan ini sendiri.”

Chanyeol kemudian pergi, meninggalkan sang Ibu yang masih terperangah menatap punggungnya.

_

Di dalam kamar, Chanyeol duduk bersila di atas tempat tidur, di depannya Ia letakkan sepiring berisi kue beras. Chanyeol kemudian mengambil satu kue beras lalu memandanginya penuh arti.

“Kupikir, hidupku paling menderita di dunia ini. Ternyata.. kau lebih dari itu. Maafkan aku, Eunsoo. Aku janji, aku akan menghabiskan kue buatanmu. Aku tidak akan membuatmu kecewa.” Gumam Chanyeol. “Kau membuatku bersyukur. Setidaknya.. Ibu tidak pernah meninggalkanku. Dan yang paling penting, masakan Ibuku adalah yang paling enak di dunia.” Pria itu tersenyum tipis, sebelum akhirnya mengambil satu gigitan dan mengunyahnya.

Meskipun sesekali Chanyeol harus meringis menahan rasa kuenya, tapi Chanyeol terus melahap kue itu. Dan berharap, wanita itu akan mendapatkan kebahagiaannya setelah ini.

*

*

*

*

*ToBeContinued*

Hai!! Maaf ya kalo publishnya lama dan hasilnya ngga memuaskan, hihi. Setidaknya aku udah berusaha. Semoga kalian masih mau nunggu lanjutannya. Dan semoga chapter selanjutnya bisa cepet lagi.

Oya, terima kasih untuk dukungannya dari teman-teman semua. Untuk yang kemaren-kemaren komentar, maaf ngga bisa balesin satu-satu, cuma bisa baca doang huhu. Ada yang nanya juga, boleh ngga kalo dia bayangin visual ceweknya itu beda? Ya ampun dear.. boleh aja kali. Imajinasi orang kan beda-beda, aku hargain banget itu. Mau bayangin ceweknya siapa aja boleh. Aku buat covernya itu bukan berarti maksa kalian untuk ikutin kemauanku. Pokoknya ya lakuin aja gimana kalian biar bacanya bisa enjoy.

Terus untuk teman-teman yang inbox/ngechat via FB BBM TWITT IG, yang minta maaf ngga bisa komentar, udah aku tegasin berkali-kali, aku ngga mau maksa siapapun untuk komentar kok, jadi tenang aja. Kalian bisa nikmatin bacaan ala kadarnya ini dengan bebas, free. Tenang aja, kalo ratting nya masih standar aku ngga bakalan protect FF nya. Jadi kalian ngga perlu khawatir.

Bahasa alay-nya, aku ngelakuin semua ini untuk Chanyeol-ku tersayang (pmft!) dan untuk selir-selir Chanyeol, juga selir-selir idol lainnya yang bertebaran di luar sana. Intinya ya itu, aku enjoy jalaninnya. Dan kuharap kalian juga enjoy nikmatinnya😉

Have a nice day! Semoga aku, dan kalian semua bahagia❤

Dan semoga pemilik ketek ijuk yang paling seksi yang paling cetar paling guanteng to the max juga bahagia :3 meskipun doi ngga tau kita hidup di dunia ini gengs :’) ngga apa-apa ya, fangirls mah tabah. Eh aku bukan fangirl lagi btw, tapi fanwomen, berhubung udah tua😉

100 responses to “BEST LUCK [Chapter 1] – BY NOONAPARK

  1. ya ampun kasian bnget si eunsoo ternyata dia tinggal cma berdua sama eunwoo
    chanyeol jatuh cinta sama eunsoo tpu ngerasain yg sama nggak ya

  2. Hidup Eunsoo begitu menyedihkan, miris banget!! Sikap Chanyeol bikin terharu…dia manis banget, meski kue nya nggak enak tetep di makan!!

  3. Aaahhkkk… Suka bangett eonnn.. Sama alur ceritanya maksud nya
    Chanyeolnya bijak gitu ya? Belajar dimana? Whahaha.. Justkidd kok eon😂😂 btw pas baca note dari eonnie.. Berasa istimewah gitu.. Entah kenapa?#huekkalay
    Suwer deh..
    Ditunggu kelanjutannya ya..😁😁😆😆😆

    Keepwriting^^

  4. Laaah aku juga fanwomen 😂
    Klo aku sih setiap baca couple Chansoo, pasti tetep bayangin visual ceweknya Kim So Eun 😅 entah knpa tp emang itu cocok buat dia imejnya.. mungil, cantik, polos, seksi, sering diejek “nona pendek” ama chanyeol pokoknya gitu deh ato mungkin krna aku udah lama ya ngikutin FFnya Ima jd udah kebiasaan 😅 emang seneng sih ama couple ini, bayangin yg cewek pendek dan chanyeol yg tinggi uuuugh 😍
    Pokoknya selalu ditunggu deh next chapternya, yg penting Ima ga jd berhenti nulis yeay! 😄

  5. Kak ima, diriku ngakak seketika sama ketek ijuk yaampon. Tos kak, fanwomen juga ini :””””D cew 20 th keatas bukan sebuata fanfirl. Kita ud tuaa. Tp nge fg itu bikin kita awet muda looo :”””””D

    btw aku seeneeeeng banget kak ima comeback dgn ff chap. Aku bahagiaa ihh. Kak ima itu inspitasiku tauk.. akitnya aku bs niknati ff chap kak ima lagi. Pen nanges. Pesonan chanyul emang susah dilepas yah kak imaa :””””

  6. akhirnya publish jugaaa setelah sedikit lama di tunggu.. suka banget kaak sama cerita yg kakak buat.. cepet publish next episod ya kak 🐰🐰

  7. Kasian ya eunsoo. Dia harus berjuang keras merawat adiknya karna orangtuanya g bertanggungjawab….
    Emang pekerjaan ayahnya apa sih??
    Perampok? Koruptor?

  8. Yahh semoga aja mas ceye nga muntaber gara2 mkn tu kue berasnya eunsoo 😂😂 ditunggu next chap nya kak 😚😚😚

  9. Aku kira keluarga eunsoo gak seberantakan itu. Kasian. Awalnya aku kira eunsoo pindah kerumah baru karena mau lanjutin kuliah dan bawa adiknya tapi taunya seperti itu. Oya kak? Eunsoo sebenarnya jadi keluarga cukup berada atau gimana? Apa latar dari orang tua eunsoo kek gitu? Mereka bangkrut atau emang kekurangan ekonomi?

  10. Wahhh chanyeol perhatian bgt😚 nextt yaa kakkkk seru nih ceritanya. akhirnya kk update juga, setelah sekian lamaa jarang update. aku suka semua ff kk, aku udh baca semua ff kk. keep.writing yaa kakkk!!!!

  11. Sekarang hidup Eunsoo berubah jadi sulit beda waktu kemarin aku baca full librarynya hidup Eunsoo sangat tercukupi walaupun gak kasih komen😁 hehe… chanyeol kelihatannya bener – bener suka sama Eunsoo. Next ka~ walaupun gak panjang tapi tetep keren dan aku suka

  12. Ternyata eunsoo cuman tinggal berdua sama adiknya, dan orang tua mereka, nggk perhatian😦 sedih banget si eunsoo😦
    Chanyeol ayo bikin eunsoo sllu tersenyum dan bahagia ~ btw, beneran dihabisin itu kue beras tdk layak makan =D

  13. ya ampun chanyeol luar biasa banget mau ngabisin kue buatannya eunsooo saluttt
    bener2 harus banyak bersyukur banget jangan pernah ngerasa hidup kita yg paling menderita kita emang ga ada yg tau diluaran sana ada yg jauh lebh menderita dri pada kitaaaa
    semangat eunsoo chanyeol

  14. wiiiii kakak nulis lagi dan aku bahagia bangeeet:”””) terharuuuu kaaak karena aku orang pertama yang paling ga rela kakak berhenti nulis sampe aku nangis wkwkwk /lebay/ but serius ko kak aku nangis wkt kakak cerita mau berhenti:””””””) hehehehe tp aku blm baca ini kak, aku mau tunggu agak banyak dulu chapternya, gapapa nunggu udah biasa nunggu (?) semangat kak!!! luv kakak❤

  15. Chanyeol tiba2 jadi dewasa gitu ya kak…
    Eunsoo kasiannn….. Tapi ceritanya keren kak…. Jadi berasa ceritanya nyata…
    Semangat kak nulisnya..
    Semoga cepet lanjut yaa..

  16. Bagian adegan eunsoo sama adeknya ngerasa drakor banget, bapernya pas bagian itu :’)
    Eunsoo betapa tabahnya dirimu punya adek macem eunwoo salut akuuu

    I’ll be waiting for this fanfiction yessss

  17. Cieeee kak ima yang udah jadi fanwomen:’v
    Selalu aja tiap series apapun bikin penasaran greget campur aduk, aku kira eunsoo tadinya orang kaya. Ternyataaaa-
    Semangat kak lanjutinnya. Titip salam kecup buat si eunwoo yaaa<3

  18. SUMPAH GAK BOONG KA!!! INI HARUS LANJUTT!!! DAN HARUS NEXT CHAPTER HARUS PANJANG YA KAAA
    LOVE YOUUUUU💕💕💕💕💕💕

  19. ya allah baca ff ini tuh melankolis comedynya dapet semua :’v wkwkwk, kasian banget hidupnya eunsoo udah ortunya bermasalah, adeknya ngamuk mulu huh!

    fangirl jadi fanwomen, iya juga ya…

    lanjut kak!

  20. Chanyeol emang gila kayak kata Baekhyun. Eomma aja ngatain sinting. Lagi jatuh cinta ya gitu. Eonsoo hidupnya gak gampang. Kesel sama adeknya huh anak kecil! Chanyeol sukses pedekate-nya. Jangan galau terus. Pas ketemu jan jadi patung. Next chapter ditunggu^^

  21. noonapark kangeeeeen bangeeet iihhhh,,,udah lama aku gag update disini eeh udah ada cerita baru azzz,,,akhirnya bisa baca ff kamu lagi ,seneng deh rasanya,hihi..
    BTW ff nya kali ini agak beda dari biasanya,klo biasanya bang ceye jadi CEO alias holang kaya disini jadi keluarga sederhana,tapi tetep ya bestfriend nya akang baek gag akan ketinggalan haha…tapi seperti biasanya aku selalu suka ff kamu,so aku tunggu update new part berikutnya ya,,,

  22. dikirain cy disini jdi org kaya yg ibu bapanya sombong:v ternyata dibikin beda. kasian sama eunsoo disini org tuanya gapeduli,trs adenya bgtu deh kya gabisa dibilangin,yauds la ditunggu next chapter ya kak. Semangat semangat

  23. Chanyeol bikin baper ew 😂 udh ganteng penyayang lagi bikin fangirl kejang2 ae . Lanjut lagi ya kak! Fighting ❤

  24. Hwaaa. Nyesek bgt. Ak pikir baca prolognya kmrn bakal banyak komedinya, trnyta bumbu sedihnya bnyk jg:( dtgg lanjutannya kak, smgt ya^^

  25. njir udah lama banget gak buka ini web dan akhirnya ada update ChanSoo~ aakk kangen 😂😂 ditunggu lanjutannya kaak imaa

  26. aaah aku ketinggalan, aku pikir belum next chapt pas aku cek ternyata udah ada chapt 1 nya..ceritanya seru ka ima pas di awal ketawa terus ngebayangin gimana b*go nya si chan😆 *sungkem sama mas ceye🙏. tapi pas ke bawah ternyata ada sad nya juga :(( di tunggu next chapt nya ka ima😊 fighting nulisnya💪makasih buat semua cerita ff nya yg ka ima buat dan free😊gak pake pw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s