[Freelance] Sweet Love (After That Love)

Sweet Love [After That Love]

Sweet Love [After That Love]

 

Title                 : Sweet Love(After That Love)

Genre              : Romance, Sad, School Life

Main Cast        : Do Kyungsoo, Bae Yunbi (OC)

Other Cast       : Find by yourself

Rating             : PG 17

Length             : Oneshot

Auhtor             : Vbiya (@Ndilianti)

Previous Story

[Oneshot] Sweet Love – Story about me and sweety sunbae

~ Vbiya© ~

Takdir itu bukanlah sebuah pilihan. Disaat aku bertemu dengan cinta pertamaku dan  merelakannya. Melihatnya bersama dengan orang lain dan menghindarinya juga bukanlah pilihanku. Namun layaknya waktu dimana aku tidak bisa menunggu lagi, waktu dimana aku ingin menentukan sebuah pilihan dalam takdirku. Hari dimana kami bertemu, aku menentukkan pilihan dalam takdirku. Aku telah jatuh hati padanya pada saat melihatnya pertama kali. Bahkan jika saat itu kau menyuruhku melupakanmu, kau adalah satu kebahagian yang tak mungkin aku hapus. Kau memilih untuk menghindariku, sakit namun setidaknya aku masih bisa melihatmu. So do you wanna get back?

~ Vbiya© ~

Seoul 14 Januari 2019

Langit sangat cerah hari ini, namun hatiku masih saja mendung bahkan mulai gerimis dan perlahan membasahi keringnya beberapa bidang lahan yang selalu ditempati olehnya. Sudah enam  tahun sejak kebodohanku merelakan yang seharusnya dijaga, melepaskan yang harusnya digenggam, dan melupakan yang harusnya tersimpan dalam ingatan. Berlagak semuanya baik baik saja setelah dia tidak menyapaku, tidak tersenyum kepadaku dan tidak menatapku adalah kemunafikan terbesar yang pernah dilakukan ragaku, hatiku jelas terus berontak karena egoku yang melampaui tingginya Burj khalifa.

Aku merindukannya ………………

Aku membutuhkannya ……………….

Aku menginginkannya …………..

Aku mencintainya ………………

Ya penyesalan selalu datang terlambat. Diusiaku yang tidak remaja lagi aku baru mengerti bagaimana rasanya kehilangan yang dicintai, dari situ pula aku belajar jangan pernah merelakan apa yang kau harapkan hanya karena kau yakin ada yang lebih baik darimu, yang mengetahui kau pantas atau tidak hanya kau sendiri untuk lebihnya kau bisa memantaskannya seiring berjalannya waktu, orang lain boleh mencintainya bertahun-tahun lebih lama darimu tapi apakah itu memastikan besar cintanya lebih besar dari cinta yang kau punya?. Jadi berpikirlah sebelum hal bodoh itu terjadi.

Bae YunBi masih ingat denganku, gadis yang dengan luar biasanya melepaskan orang yang mencintainya dan sangat jelas juga dia juga mencintainya. Tak ada kisah menyesakkan seorang super hero yang mau melakukan itu hanya aku yang mau dan sayangnya aku tak mampu. Aku telah lulus dari Korean University dua bulan yang lalu dan sekarang tengah magang sebagai consultan diperusahaan IT Daion Technology Solutions. Sekedar informasi Daion merupakan perusahaan milik ayahku, sebenarnya mudah saja untuk menjadikanku pegawai tetap dengan jabatan tinggi karena aku salah satu pewaris tahta disini. Tapi ayahku tak ingin memanjakanku dengan segala kemudahan dia akan selalu menceramahiku dengan kata-kata bijaknya yang membuatku menguap.

‘ Kesuksesan itu didapatkan dari kerja keras bukan warisan’

“ YunBi-ssi” aku menolehkan dan disana Jonghyun oppa yang sejak dulu tidak pernah berubah menurutku selalu aneh dengan senyuman yang tercetak diwajahnya seperti dinosaurus , ya dia menjadi sunbaeku lagi disini sungguh sempit dunia ini untuk bertemu dengan orang seperti dia.

“ Mau makan siang bersama?” tawarnya dengan kerlingan yang membuatku jengah.

“ Kau yang traktir, baru aku mau” jawabku penuh penawaran. Kulihat dia menatapku malas.

“ Kau meminta traktiran dengan seorang pria single yang harus menyisihkan uang untuk masa depannya YunBi-a mengertilah, lagipula kau adalah putri seorang bigboss apa yang kau harapkan dariku. Seharusnya aku yang banyak berharap denganmu “ dia mengucapkan rangkaian kata yang luar biasa menjengkelkan dan penuh alasan dengan sangat cepat membuat kepalaku semakin berdenyut.

“ Baiklah baiklah, kajja aku yang traktir” Ujarku tak ingin menambah panjang obrolan dengan Jonghyun oppa.

“ Itu yang kutunggu kajja uri sweety hoobae”.

Kami masuk kedalam mobilnya dan demi Tuhan ini mobil atau kapal titanic yang karam, sungguh berserakan bekas bekas snack dan pakaiannya bahkan didalam mobil ini.

“ Oppa apa kau sedang berkencan?” tanyaku, jonghyun oppa menatapku bingung. Dan akhirnya mengangguk mengakui.

“ Bagus, cepat nikahi dia dan berhentilah bermain-main dengan wanita. Kau butuh seseorang untuk mengurus hidupmu terutama mobilmu yang berantakan ini” ujarku dengan nada geram.

“ Ya santai beib aku akan menikahinya secepatnya, kau hanya perlu menunggu waktu sampai aku menemukan yang tepat” Balas Jonghyun oppa sambil melajukan mobilnya, aku mendenguskan  napasku.

“ Jangan pernah mempermainkan wanita seakan-akan mereka adalah pakaian yang bisa kau ganti setelah kotor oppa” aku berbicara dengan nada rendah, aku sangat muak dengan sunbaeku ini. Ini sudah kesekian kalinya dia memperkenalkan kekasihnya padaku dan satupun tak ada yang bertahan lama.

” Aku tidak menganggap mereka seperti pakaian YunBi-a, wanita itu seperti karya seni yang diciptakan untuk dinikmati” Aku mendelik tajam kearahnya.

“ Kajja perutku sudah tidak sabar” Jonghyun oppa keluar dari mobilnya, sedangkan aku tetap berdiam didalam mobil. Berada satu mobil dengan sunbaeku ini tidak pernah membantu mengembalikan moodku.

“ Ya Bae YunBi apa kau tidak lapar?” aku hanya diam menanggapi pertanyaannya, sudah cukup kenyang mendengarkan celotehan tak bermutunya.

“ YunBi-a jangan marah, kau sudah mengenalku bertahun-tahun ayolah” aku masih tak menggubrisnya, sebenarnya aku tidak marah padanya aku hanya ingin membuatnya kesal saja. Jonghyun oppa adalah sahabat yang berharga bagiku karena dia menyimpan banyak memori sebagai sahabat Kyungsoo sunbae. Aku membutuhkan dia untuk mencuri informasi yang sayangnya terputus sejak dua tahun lalu karena Kyungsoo sunbae menghilang tiba-tiba tanpa ada peringatan sebelumnya. Jonghyun oppa pun tak menerima barang secuil pesan darinya hingga saat ini.

“ Baiklah satu ice greentea latte”

CALL”

Dapat kudengar gerutuan dari Jonghyun sunbae, ya kami sudah sangat dekat sejak kelulusanku beberapa tahun lalu, dimana dia datang keacara wisudaku dengan alasan sebagai senior yang mencintai almamaternya, hingga akhirnya aku menceritakan segala penyesalanku dia tahu semuanya. Aku telah menganggapnya sebagai seorang oppa dan begitupun sebaliknya, dia selalu memberitahu kabar kyungsoo setiap saat padaku. Ia bilang ‘aku sangat mengerti posisimu pada saat itu, kau masih terlalu labil untuk memutuskan maka dari itu berterima kasihlah pada sunbaemu yang tampan ini karena mau membantumu’.

Kami memilih sebuah cafe tempat kami biasa menghabiskan waktu untuk menyelesaiakan tugas kantor yang kupikir akan lebih gampang daripada tugas Prof. Kim pada saat kuliah, atau sebagai tempat aku menonton drama melankolis saat Jonghyun oppa ditampar para gadisnya dan tempat aku sering menerima informasi berharga tentang Kyungsoo sunbae.

“ Umurmu sudah 23 tahun YunBi-a, makanlah dengan anggun. Bagaimana ada pria yang mau melamarmu jika makanmu seperti ini” Ujar Jonghyun sunbae sambil memberiku tissue untuk membersihkan sekitar bibirku.

Kalau yang didepanku ini adalah Kyungsoo sunbae dia tidak akan marah akan cara makanku’ batinku.

“ Lebih baik kau urus gadismu saja sunbae” Ujarku kudengar dia tertawa renyah, kena kau.

Seporsi spaghetty dan Ice greentea latte perlahan berkurang masuk kedalam sistem pencernaanku, tanpa ada kata atau obrolan kami terlalu menikmati kenikmatan santapan kami siang ini.

“ Jonghyun hyung?” Aku menengadahkan kepala merespon panggilan yang sebenarnya tidak ditujukan kepadaku.

“ Jungkook sunbae” Dia membalas sapaanku dengan senyuman yang dulunya mampu membuat para wanita menjerit atau mungkin sampai sekarang. Dia tampak lebih dewasa dengan penampilannya yang sekarang, lebih maskulin tidak ada lagi kesan anak ayam kehilangan induknya.

“ Oww kookie apa yang kau lakukan disini dan lihat wow kau sudah dewasa sekarang hum?” Ujar Jonghyun sunbae jenaka mengundang tawa aku dan Jungkook sunbae. Dia menaikkan tangan kanannya dengan angkuh, memperlihatkan benda yang melingkar dijari manisnya.

“ Sudah cukup dewasa untuk mencuri seorang gadis dari keluarganya” Ujarnya dengan senyum angkuh.

“ Selamat sunbae” Ujarku sedangkan Jonghyun sunbae hanya mendengus mendengarnya.

“ Bisakah kau ajari pria didepanku ini agar cepat menyusulmu sunbae, dia terlalu lama bermain dengan para gadis hingga lupa nominal umurnya yang terlalu banyak dan dia butuh pendamping yang mampu memperbaiki sistem otaknya yang terlanjur gila. Apa kau punya kenalan?” Ungkapanku  itu disambut tawa Jungkook sunbae dan juga pukulan dikepalaku dari yang dibicarakan.

“ Mengapa Kyungsoo hyung pulang tidak bersama kalian, apa dia benar-benar sibuk” Ujar Jungkook santai namun cukup membuatku dan Jonghyun oppa terkejut.

‘Uhuk uhukkk’

“ Yunbi-a minum minum” Jungkook memberikan air mineral yang ada dalam genggamanya.

“ K.. uhuk kyung.. kyungsoo sunbae?” Aku mencoba memastikan apa yang Jungkook sunbae ucapkan. Dia mengangguk sebagai bentuk jawaban. Sama sepertiku Jonghyun oppa menampilkan eksepresi terkejutnya dengan mulut setengah terbuka.

“ Ada apa? Bukankah kalian bersama dengannya dari awal” Ujar Jungkook yang bingung dengan tingkah kami.

“ Kyungsoo sunbae dimana kau melihatnya?” Tanyaku tak sabar.

“ Didepan sekitar sepuluh menit yang lalu” Tanpa pikir panjang aku berdiri dan berusaha mencarinya.

Langkahku terhenti didepan pintu cafe berdekorasi modern ini, saat melihat hujan yang seakan menjadi jeruji menghalangi langkahku ditambah lagi dengan cengkraman tangan Jonghyun oppa serta teriakan Jungkook sunbae. Sepertinya aku memang tidak ditakdirkan untukmu oppa. Tapi Tuhan sekali ini saja aku hanya ingin meluruskan semua dan meminta maaf kepadanya atas kebodohanku.

~ Vbiya© ~

Semenjak hari itu, kendali otakku selalu dipenuhi oleh satu nama Do Kyungsoo dan itu sangat menyebalkan. Aku berkali-kali ditegur oleh ayahku karena pekerjaanku yang tidak beres, atau aku berkali-kali membuat Jonghyun oppa kesal karena mengabaikannya. Dan karena nama itu pula sekarang aku berada dirumah sakit karena sakit maag yang tak pernah kuidap seumur hidupku mendadak menyerangku, nama itu membuat kode lapar ditubuhku tidak berfungsi dengan benar. Sepertinya sistem otakku harus di restart ulang untuk menghilangkan nama sunbaeku itu.

Tes .. tes… tesss

Aku menatap keluar jendela kamar rumah sakit, rintik-rintik hujan mulai membasahi beberapa bidang permukaan bumi terutama bidang negaraku. Kulihat beberapa orang berlarian menghidari hujan. Dalam benakku terpikir mengapa mereka menghindari hujan? Dan pasti satu diantara mereka menggerutu karena hujan menganggu jadwal aktifitas yang telas mereka susun atau menghancurkan penampilan mereka yang telah tertata. Apa hujan sedih karena tak banyak orang menyukainya karena banyak orang yang menyumpahinya. Walaupun beribu kali mungkin ia menerima sumpahan dia tetap turun melaksanakan tugasnya membasahi bumi yang gersang karena ulah makhluk penghuninya, ‘Dasar makhluk tak tau berterima kasih’ mungkin itu yang akan diucapkan bila hujan dapat berbicara. Hujan memang terlalu tangguh untuk dihadapi, tidak seperti aku yang langsung rapuh hanya karena satu nama.

Hujan turunlah dengan deras dan hanyutkan Kyungsoo sunbae hingga kehadapanku’.

“ Hei Yunbi” aku terkesiap ketika lambaian tangan milik seseorang yang tak asing membangunkan lamunanku.

“ Oppa kapan kau datang?” tanyaku yang dibalas dengan dengusan Jonghyun oppa.

“ Sejak kau melamunkan entah apa itu sekitar tujuh menit yang lalu” Ujarnya sambil melihat jam tangan yang dipakainya.

“ Kau Yunbi kusarankan untuk melupakan Kyungsoo, kau bisa mati jika begini terus” Tambahnya dengan nada yang sangat khawatir. Aku menggeleng pelan ‘ada yang harus kuselamatkan. Tentangku dan dia’ ujarku dalam hati.

“ Aku tidak ingin mengatakan ini, tapi mungkin dia sudah memiliki hidup baru maka dari itu dia menghilang. Dia mungkin sudah melupakanmu jadi berhenti menyiksa dirimu”

Author pov

Keheningan seketika menyergap mereka berdua. Jonghyun merasa omongannya terlalu jauh hingga mungkin membuat gadis yang sudah ia anggap seperti adiknya ini sakit.

“ ehmm Yunbi-a aku tidak bermaksud menyakitimu, Kyungsoo memang sahabatku tapi kau sudah kuanggap seperti adik, jadi…”

“ Mungkin kau benar oppa, dia sudah melupakanku dan memiliki hidup yang baru” nada sendu Yunbi membuat Jonghyun semakin merasa bersalah.

“ Tidak Yunbi-a maksudku..”

“ Aku saja yang terlalu terbawa perasaan, menggelikan sekali aku selama ini” Lanjut Yunbi dengan kekehan miris. Jonghyun hanya menatap Yunbi senyap.

~ Vbiya© ~

Sudah sebulan setelah Yunbi pulang dari rumah sakit, dan mulai kembali menjalani rutinitasnya. Mencoba mengalihkan semuanya dari satu nama yang bodohnya masih membebani pikirannya apalagi semenjak dari tuturan Jonghyun dirumah sakit. Dia selalu merutuki kebodohannya selama ini, bagaimana mungkin ia masih menyukai sunbae yang dulu dengan pintarnya ia tolak mentah-mentah demi kebahagiaan orang lain, drama macam apa yang aku buat benak Yunbi.

“ Hei bocah” Yunbi membalikkan badannya dan mendengus berat melihat sosok didepannya, sunbae kesayangannya. Ia hanya menggumam sebagai bentuk respon. Melihat ini Jonghyun merasa kesal padahal aku membawa kabar baik batinnya. Sigap saja Jonghyun membalikkan badan Yunbi yang masih berkutat dengan file-file yang harus diperiksanya dan dia tahu menjadi pewaris tak selamanya menyenangkan, dalam hal ini dia sangat diuntungkan karena hanya perlu datang dan memecahkan sebuah proyek dan digaji tanpa harus berpikir bagaimana jika nanti perusahaan ini bangkrut dan nasib ribuan karyawannya. Toh jika perusahaan ini bangkrut ia akan mendapat pesangon dan bisa membuka usaha baru.

Yunbi menatap Jonghyun bingung, gelagat Jonghyun sangatlah berbeda dari biasanya. Jonghyun terlihat gugup dan bisa dirasakan tangannya bergetar serta peluh yang menghiasi pelipisnya, benar-benar bukan Sunbae yang selama ini ia kenal.

“ Ada apa?” Tanya Yunbi yang semakin gerah dengan sikap aneh sunbaenya ini.

“ Yunbi-a, kau tahukan aku sangat menyayangimu melebihi diriku” Ujar Jonghyun dengan nada yang sangat gugup.

Yunbi mengangkat sebelah alisnya “ apa kau ingin melakukan pernyataan cinta kepadaku?”

“ Tentu saja tidak bodoh” Ujar Jonghyun dengan intonasi tinggi membuat Yunbi kaget.

“ Ya! “ Teriak Yunbi yang hanya dijawab kekehan oleh Jonghyun. “ Katakan wanita mana lagi yang kau hancurkan masa depannya?” Delik Yunbi.

“ Aku tidak pernah menghancurkan masa depan siapapun, mereka yang menyerahkan dirinya secara suka rela kepadaku. Dan aku tentu saja tidak ingin mengecewakan mereka” Bela Jonghyun dan dibalas dengan tatapan membunuh Yunbi.

“ Dasar bajingan berwajah dinosaurus tengik, mati saja kau”  Yunbi memukuli Jonghyun tanpa ampun dengan buku yang tebalnya hampir menyaingi kamus yang biasa Jonghyun pinjam dari Kyungsoo semasa menengah atas. Sumpah serabah, caci maki tak henti keluar dari mulut Yunbi sedangkan Jonghyun hanya mengaduh mencoba menghalau tangan Yunbi tapi entah kenapa hari ini Yunbi kuat sekali hingga dia tak mampu menepis satupun pukulan Yunbi.

“ Ya Bae Yunbi kau gila aww Yunbi aku bisa mati” namun seakan akan tuli Yunbi masih melanjutkan aksi penyerangannya tanpa memperdulikan karyawan lain yang sudah mengerubungi mereka.

“ Aku akan menikahinya” seketika bombardiran itu menghilang ia menatap takut-takut wanita didepannya ini, ia bahkan lebih takut kepada Yunbi ketimbang ibunya ya jelas karena ibu Jonghyun sudah meninggal saat ia berumur 16 tahun. Jonghyun melihat sekelilingnya bukan hanya Yunbi tapi beberapa karyawan lain menampilkan ekspresi yang sama, mata yang membesar dan rahang yang seakan akan terlepas dari tempatnya.

“ Ehm begini oppa, maaf karena aku selalu mendesakmu untuk menikah tapi ehm kau tidak harus menikahi wanita club yang biasa kau temui, itu tidak akan baik oppa” Bisik Yunbi

“ Dia wanita baik-baik Yunbi”

“ Wanita baik-baik mana yang mau kau hamili oppa”

Jonghyun mendengus sebal, demi go hye sun yang telah menikah bagaimana mungkin sahabatnya sangat menggilai Yunbi dulu.

“ Aku menikah dengan seorang gadis dari keluarga baik-baik, pekerjaan yang baik, sifat yang baik dan paras yang baik” geram Jonghyun.

“ Kau akan kuperkenalkan dengan dia sebagai adikku, bersikaplah yang baik, jangan buat aku malu dengan kejujuranmu” ujar Jonghyun yang diakhiri dengan kerlingan yang membuat Yunbi mual.

“ Tapi kau menghamilinya oppa”

“ Maka dari itu aku akan bertanggung jawab” Teriak Jonghyun tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya.

“ Kalian kenapa bubarlah” Seru Jonghyun melihat orang-orang disekelilingnya masih memperhatikan dan berbisik tentang kebenaran yang baru mereka dengar. Ya sepertinya seorang playboy seperti Jonghyun mengumumkan akan menikah itu seperti mendengar kabar bahwa EXO akan kembali bersatu ya seperti itulah.

~ Vbiya© ~

1st May 2019 JW’s Grill Resto 19.00 KST

Hari ini Yunbi memenuhi undangan Jonghyun, untuk makan malam bersama keluarga besar Lee Yoo Ju. Dia didapuk sebagai adik oleh Jonghyun, karena memang Jonghyun hidup sebatang kara semenjak kepergian ibunya 14 tahun lalu, ayahnya telah memulai kehidupan baru bersama keluarga barunya dan ia tak ingin mengusik hal itu. Dia membahagiakan diri dengan caranya sendiri jadi dibalik sikap playboy nya Jonghyun hanya korban dari kerasnya hidup dan melampiaskannya dengan menjadi seorang brengsek dan akan segera berubah. Yunbi tampil cantik dengan balutan dres selutut dengan warna peach yang tidak mencolok ia takut menyaingi kecantikan calon kakak iparnya. Tak lupa ia menambah tas kecil berwarna putih sebagai pelengkap.

Makan malam berlangsung menyenangkan, canda Jonghyun mampu mengambil hati calon mertuanya. Yunbi terus bersyukur dalam hatinya, sunbaenya yang playboy, jorok dan menyebalkan akhirnya menemukan pasangannya yang sangat manis menurut Yunbi, entah kebaikan apa yang dilakukan dino pendek bersuara emas itu hingga dihadiahi wanita seperti Yoo Ju. Tanggal pernikahan sudah dipersiapkan mengingat Yoo Ju sudah mengandung jadi pernikahan mereka akan dilaksanakan dua minggu lagi, untuk gaun, cincin dan semuanya sudah dipersiapkan tinggal mencari gedung yang tepat untuk melakukan pemberkatannya.

“ Yunbi-ssi apa kau sudah punya kekasih?” pertanyaan Yoo Ju membuat Yunbi tersedak minumannya sendiri.

“ Mana ada laki-laki yang mau dengannya, dia sangat sadis untuk ukuran seorang gadis” Canda Jonghyun yang dihadiahi jitakan dari Yunbi.

“ Aku belum memiliki kekasih eonni” Jawab Yunbi dengan senyum manis atau mungkin miris.

“ Bagaimana mungkin wanita cantik dan mapan sepertimu belum memiliki kekasih” Jonghyun mencibir saat Yunbi dipuji oleh calon istrinya yang membuat mereka kembali tertawa.

“ Aku memiliki seorang teman dia tampan, mapan dan sangat baik. Aku ingin minta maaf sebelumnya tapi entah mengapa melihatmu aku jadi ingin memperkenalkannya kepadamu. Dia baru menyelasaikan S2 nya di Toronto” Ujar Yoo Ju.

“ Ini acara pertunangan kalian, kenapa harus menjodohkan aku” Ujar Yunbi diselingi dengan kekehan.

“ Itu hanya jika kau mau” Tambah Yoo Ju

“ Akan kupikirkan”

~ Vbiya© ~

Hujan memang selalu menghadirkan cerita entah itu baik atau buruk. Awal cerita memang selalu indah namun biasanya berakhir dengan penderitaan, begitu pula sebaliknya yang awalnya di buka dengan tangisan cenderung berakhir dengan senyuman. Hujan kali ini tidak ada Kyungsoo dan tidak ada Jonghyun, Yunbi menikmati melodi hujannya sendirian. Ia masih dikantor untuk menyelesaikan tugas yang diberikan sang ayah, ia melirik sekilas jam didinding pukul 20.00 AM sudah lewat dua jam dari jam pulangnya dan ia harus menyelesaikan ini secepatnya agar dapat pulang atau mungkin mampir ke kedai bakso ikan bibi Han.

Setelah hampir dua jam berkutat Yunbi menyelesaikan tugasnya, ia bergegas membereskan meja kerjanya karena hanya tinggal ia dan beberapa rekannya yang mendapatkan shift malam. Dia segera meninggalkan ruang kerjanya setelah mengucapkan salam kepada rekannya yang lain. Rintik hujan masih terasa dan dingin yang begitu mencekam, kesalahan Yunbi kali ini adalah tidak memakai jaket untuk menghangatkan tubuhnya. Ia berjalan ditengah dinginnya kota Seoul menuju tempat yang mungkin mampu menghangatkannya kedai bakso bibi Han.

“ Bibi Han apa kabar” Sapa Yunbi sesampainya di kedai bibi Han.

“ Astaga Yunbi-ssi sudah lama sekali tidak kemari, kukira kau menemukan tempat makan yang lebih baik” Jawab bibi Han diselingi dengan candaan.

“ Tentu saja tidak bi, bakso ikan bibi Han tetap yang terbaik” Ujar Yunbi sambil memamerkan dua jempolnya dan jangan lupa senyum manisnya.

‘pluk’

“ Astaga” Yunbi tersiap ketika menyadari handphonenya terjatuh dan kondisinya yang memakai heels menyulitkannya untuk mengambilnya. Selang beberapa detik sebuah tangan lebih dahulu menggapainya.

“ Apa kau baik-baik saja?” Ujar orang tersebut.

Masih dalam posisi sedikit jongkok Yunbi masih memperhatikan handphonenya apakah masih bisa digunakan atau tidak, karena handphonenya jatuh dimusim yang tidak tepat. Hujan mengakibatkan terbentuknya genangan disekitar kedai bibi Han dan sialnya handphonenya jatuh tanpa memilih tempat yang tepat.

“ Nona apa kau baik-baik saja?” ulang orang tersebut.

“ Ya aku tidak…. ” jawaban Yunbi terputus ketika melihat orang dihadapannya, begitu pula dengan orang tersebut yang menampilkan ekspresi yang hampir sama dengan Yunbi.

Mereka masih terdiam dengan posisi yang sama, mencoba mencerna apa yang terjadi. Terlalu cepat untuk mencoba mengerti apa yang terjadi.

“ S..sun.sunbae?” Yunbi memecah keheningan dengan nada yang tercekat. Apa benar didepannya ini Do Kyungsoo sunbae yang membuat sistem otak dan tubuhnya kacau.

Kyungsoo yang tersadar dari lamunannya, mencoba menetralkan suasana dan membantu Yunbi untuk berdiri.

“ Apa kabar Bae Yunbi?” Sapa Kyungsoo tenang.

“ Aku, ya aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu sunbae?” Yunbi mengutuk dirinya yang gugup menjawab pertanyaan Kyungsoo.

“ Sama sepertimu” sungguh pertemuan yang sangat canggung sekali. Tak bisa dipungkiri Yunbi sangat senang bertemu dengan Kyungsoo. Dan ia benar-benar berubah,bahunya yang sekarang lebih bidang,  tatanan rambutnya, tingginya, cara berpakaiannya dan dia sedikit lebih kurus membuat rahangnya terlihat tegas hanya satu yang diyakini tidak berubah dari sunbaenya ini mata bulatnya.

“ Oppa” Yunbi mengintip kebalik tubuh Kyungsoo, seorang gadis cantik bermata sipit sungguh berkebalikan dengan pria didepannya ini. Ia melihat gadis itu mendekat dan

‘grep’

            Memeluk erat lengan Kyungsoo. Kebahagiaan yang tercipta beberapa waktu lalu runtuh seiring dengan pemandangan didepannya.

Yunbi pov

Aku masih menatap tangan yang memeluk erat lengan Kyungsoo sunbae dan tidak ada penolakan dari sang empunya.

“ Aku tidak ingin mengatakan ini, tapi mungkin dia sudah memiliki hidup baru maka dari itu dia menghilang. Dia mungkin sudah melupakanmu jadi berhenti menyiksa dirimu”

Seketika perkataan Jonghyun oppa berkelebat didalam otakku. Dia, Kyungsoo sunbae dan gadis ini. Kami masih terdiam tanpa ada yang mau menjelaskan pemandangan ini, benar tidak ada yang perlu dijelaskan aku bukan siapa-siapanya. Aku hanya seorang bodoh yang menunggunya, memikirkannya dan berharap dapat memperbaiki masa lalu.

‘bodoh’

            ‘bodoh’

            ‘bodoh’

            “ Yunbi.. Bae Yunbi” dengan cepat aku menoleh kulihat Jungkook melambaikan tangannya padaku. Oh Tuhan terimakasih aku tidak harus berlama-lama terkekang dalam situasi secanggung dan sesakit ini.

“ Oh Kyungsoo hyung” Jungkook menyapa Kyungsoo dan dibalas Kyungsoo dengam senyuman tipis.

“ Ayo Jungkook oppa aku sudah kedinginan, Sunbae kami pulang duluan” entah apa yang aku pikirkan aku langsung meraih lengan Jungkook dan berkata seperti itu, tak kulihat perubahan ekspresi dari Kyungsoo sunbae masih tenang dan aku sangat benci itu.

“ Ya hati-hati, hujan membuat jalanan menjadi licin” Jawab Kyungsoo sunbae. Segera aku tarik Jungkook sunbae pergi dari sana.

“ Kau kenapa?” sesaat setelah aku masuk kedalam mobil Jungkook sunbae, ia menanyaiku dengan wajah bingungnya.

“ Maafkan sikapku tadi sunbae, aku tidak bermaksud melakukan hal tadi” Jawabku seadanya.

“ Tapi..”

“ Tolong jalankan saja mobilnya sunbae dan jangan tanyai aku lagi” Ujarku ketus.

“ Maaf sunbae, aku sedang tidak fokus”

“ Baiklah, tunjukkan alamatmu” ujar Jungkook sunbae sambil menghela napasnya pelan dan menjalankan mobilnya.

~ Vbiya© ~

H-2 Jonghyun wedding

            Hari ini aku menemani Yoo Ju eonni, untuk fitting terakhir gaun pernikahannya. Kehamilannya membuat tubuhnya cepat berubah maka dari itu kami terus-menerus melakukan fitting agar pada saat hari bahagianya semuanya sempurna.

“ Yunbi bagaimana?” Aku melihat Yoo Ju eonni dengan gaun putih yang simple namun tetap elegan sangat cantik.

“ Wah Jonghyun oppa akan menjadi laki-laki paling beruntung dibumi eonni” Pujiku, aku tidak berbohong. Yoo Ju eonni terlalu cantik dan baik untuk manusia brengsek seperti Kim Jonghyun.

Selesai melakukan fitting kami makan siang disebuah cafe. Kami memesan Ice Waffle Strawberry dan Green tea.

“ Yunbi-ssi bagaimana soal tawaranku kemarin apa kau mau bertemu dengannya” aku bingung apa aku harus mengikutinya atau tidak.

“ Ayolah Yunbi, hanya bertemu dan makan siang untuk urusan selanjutnya aku serahkan padamu” Bujuk Yoo Ju eonni, aku mengangguk tanda setuju. Mungkin dengan ini aku bisa melupakan Kyungsoo sunbae.

“ Baiklah akan kuatur waktunya, bagaimana kalau besok?” Tanya Yoo Ju eonni antusias.

“ Besok itu persiapan pernikahanmu semakin dekat eonni, aku ingin membantumu” Jawabku.

“ Kau sudah terlalu banyak membantu, besok saatnya kau memberikan waktu untuk dirimu. Kau tidak ingin pergi sendirikan ke pernikahanku” Ujarnya ditambah dengan senyum lebarnya.

“ Aku akan menggandeng Jonghyun oppa sepanjang hari eonni” Ujarku dengan nada yang dibuat-buat. Kulihat Yoo Ju eonni mempoutkan bibirnya sangat lucu.

“ Baiklah aku akan pergi besok” Tegasku.

“ Benarkah?” Tanyanya sumringah yang kujawab dengan anggukan.

“ Aku tidak ingin calon keponakanku memberontak didalam sana karena aku tak menuruti keinginan ibunya”

~ Vbiya© ~

1 massage from YooJu eonni

Yunbi jangan lupa hari ini pukul dua, berdandanlah yang cantik kau tidak akan menyesal❤

Aku menghela napas panjang. Apa aku harus melakukannya, tapi aku tak ingin Yoo Ju eonni kecewa. Lama berpikir akhirnya aku memilih untuk bersiap-siap dengan harapan apa yang dikatakan Yoo Ju eonni bukan hal yang mengada-ada. Mungkin ia bisa setampan Robert Downey Jr.

Jujur entah mengapa aku sedikit merasa gugup. Sedari tadi aku memperbaiki penampilanku. Aku memakai dress selutut dengan rambut yang digerai sangat simple. Aku berjalan dengan dengan cepat jam ditanganku menunjukkan pukul 14.10 KST, dan artinya aku terlambat. Buru-buru aku mencari meja yang dipesankan oleh Yoo Ju eonni. Setelah kutemukan mejanya kulihat tidak ada orang disana hanya sebuah jas yang terlampir di punggung kursi.

‘astaga apa aku membuatnya menunggu lama’

            “ Selamat siang nona, silahkan menunya” seorang pelayan datang menghampiriku.

“ Aku sedang menunggu seseorang, akan kupesan nanti” Jawabku.

Aku menunggu dengan gelisah, apa orang itu kesal dan pergi, tapi dia meninggalkan jasnya. Mungkin hanya ke kamar kecil. Semua pikiran berkelayapan di otakku.

“ Bae Yunbi” Aku mendongakkan kepala dan membulatkan mataku. Astaga kenapa Kyungsoo sunbae ada disini, memalukan bagaimana jika ia tahu aku melakukan kencan buta sedangkan kemarin aku merangkul mesra Jungkook. Akan dianggap apa aku.

“ Kyungsoo sunbae?” Ujarku pelan. Dia mendudukkan diri dikursi tepat dihadapanku.

“ Sedang apa kau disini sunbae?” Tanyaku dengan nada senormal mungkin, walau tak bisa dipungkiri jantungku serasa hendak lepas dari rongganya. Tuhan tolong datangkan Jungkook sunbae lagi kumohon, maafkan aku, aku tahu dia sudah menikah tapi aku ingin meminjamnya lagi untuk kabur dari sini. Kumohon.

“ Aku, menunggu seseorang” jawabnya tenang, Tuhan aku merindukan suara beratnya.

‘ menunggu wanita yang kemarin bersamamu’ lirihku dalam hati.

“ Kau sendiri?” matilah aku.

“ Aku juga” Jawabku seadanya tanpa menatap manik hitam bulat yang menggemaskan.

“ Apa kau sudah menghubunginya?” Tanyanya lagi. Cukup sunbae suaramu itu akan membuatku sulit untuk melupakanmu nanti.

“ Ehm dia sudah datang, mungkin sedang ditoilet” Jawabku dengan senyum canggung. Kulihat Kyungsoo sunbae menatap kearah toilet dan aku dengan tatapan bingung.

“ Ada apa sunbae?” Tanyaku yang ikut bingung.

“ Pria atau wanita?“ Tanyanya balik. Untuk apa dia bertanya, dia bertemu dengan siapa saja aku tidak mau ikut campur.

“ Pria” Jawabku.

“ Di toilet pria hanya ada aku tadi” Aku membulatkan mataku, apa mungkin dia sudah pulang. Tapi aku hanya telat 15 menit, 15 menit untuknya bisa saja sangat berharga Bae Yunbi. Aku menggerutu dalam hati. Tapi jasnya masih disini.

“ Atau mungkin dia pergi keluar sebentar sunbae, jasnya masih disini” Ujarku sambil menunjuk jas yang berada dibelakang tubuh Kyungsoo sunbae. Dia menyenderkan tubuhnya ke punggung kursi.

“ Ini jasku” ujarnya dengan senyum ringan diwajahnya.

‘ apa aku salah tempat, astaga kau mempermalukan dirimu sendiri Bae Yunbi’

            ‘ pantas saja dia langsung duduk tanpa pikir panjang tadi’

            Aku segera mengambil handphoneku dari tas mencoba menghubungi Yoo Ju eonni. Kyungsoo sunbae terus memandangi setiap gerak-gerikku. Tuhan tolong tutup mata bulatnya itu atau gelapkan hari ini. Demi Tuhan mata bulat itu membuat jantungku semakin terpacu. Sialnya Yoo Ju eonni tidak mengangkat atau membalas pesanku. Aku lupa hari ini dia harus mempersiapkan pernikahannya besok, mungkin dia sedang sibuk.

“ Maaf sunbae sepertinya ini kesalahanku, aku permisi” Ujarku sembari meninggalkan meja tersebut.

Author pov

Kyungsoo terkekeh membuat Yunbi yang sudah dalam posisi berdiri menatap Kyungsoo bingung, apakah sangat lucu dirinya saat ini itulah pikiran Yunbi.

“ Kurasa kau tidak salah” Ujar Kyungsoo, Yunbi mencerna pernyataan Kyungsoo.

“ Ah jadi kau yang salah tempat” Kyungsoo menegakkan badannya dan tersenyum tipis.

“ Tidak kita berdua tidak salah disini?” Kyungsoo menopang dagunya dengan kedua tangannya dan itu membuat Yunbi makin bingung.

“ Duduklah kau kenalan  Lee Yoo Ju benarkan?” Yunbi mengangguk kecil, hingga akhirnya ia sadar.

“ Jadi yang akan dikenalkan Yoo Ju eonni itu kau sunbae?” entah apa yang ada didalam benak keduanya. Hening kembali menyelimuti mereka. Mereka terlalu banyak mengheningkan suasana. Mencoba meresapi sensasi pertemuan tak terduga.

~ Vbiya© ~

Mereka masih diam seribu bahasa, mencoba untuk merangkai kata yang biasanya tanpa terangkai dapat tersampaikan. Yang biasanya dengan penuh keangkuhan keluar mengungkapkan kata rindu tiap titik hujan. Mencoba tenang dibalik degup jantung yang berpacu.

“ Jadi Yoo Ju adalah calon istri Jonghyun” persetan dengan apa yang ia tanyakan. Kyungsoo sangat mengutuk bibirnya saat melontarkan pertanyaan itu. Bukankah gadis didepannya sudah menjelaskan semuanya. Yunbi hanya menatap Kyungsoo dengan bingung dan mengangguk sebagai jawaban.

“ Jadi gadis yang bersamamu kemarin?” Yunbi bertanya dengan ragu, Kyungsoo menatap Yunbi sembari tersenyum.

“Dia rekanku dikantor” Yunbi menatap Kyungsoo dengan ragu, rekan kerja tapi memanggilnya dengan manja dan merangkul lenganmu mesra.

“ Dia melakukan hal yang sama dengan semua orang, itu sifatnya”

“ Kau membaca pikiranku lagi?”

“ Tidak, hanya ekspresimu masih mudah untuk ditebak”

“ Jungkook “

‘uhuk uhukk

            Dengan sigap Kyungsoo memberikan Yunbi minum.

“ Aku sudah tau semuanya, tenang saja aku tidak akan menanyaimu” Kyungsoo menahan tawanya mengingat penjelasan Jungkook tadi pagi.

***

Flashback

            “Jungkook-a, sudah berapa lama kau berhubungan dengan Yunbi” tanya Kyungsoo tanpa basa-basi ketika Jungkook sampai diruangannya. Jungkook memang bekerja ditempat Kyungsoo, tepatnya di Perusahaan yang dibangun Kyungsoo walaupun belum sebesar milik ayah Yunbi tapi perusahaan media elektronik miliknya cukup sukses untuk awal debutnya. Bahkan tanpa Yunbi ketahui ayahnya sudah bekerja sama dengan perusahaan Kyungsoo, dengan kata lain Tuan Bae sudah mengenal Kyungsoo.

              “ Aku dan Bae Yunbi?” Tanya Jungkook polos yang dijawab dengan anggukan ringan Kyungsoo. Kyungsoo semakin gusar melihat jari manis Jungkook yang telah terisi oleh lingkaran besi yang sangat indah. Dia tahu Jungkook sudah menikah namun sayangnya dia tidak sempat hadir dan bertemu dengan istrinya.

            “ Kau tau hyung dia Juniorku” Ujar Jungkook.

            “ Jangan berpikiran macam-macam soal kemarin aku juga bingung kenapa dia seperti itu, kau tau hyung saat akan mengantarnya pulang dia memarahiku untung saja dia bukan istriku” Kyungsoo tersenyum mendengar penjelasan Jungkook.

***

Yunbi tak henti-hentinya menekuk wajahnya, berkali-kali Kyungsoo memanggilnya namun satupun tak digubrisnya. Perihal Jungkook, Kyungsoo terus-terus menggodanya, berawal dari pernyataan kyungsoo.

“ Kuharap kau berpikir dua kali sebelum menjadi simpanan Jungkook, kau tau dia hanya bisa mengendalikan satu wanita dibawah kuasanya”

            Dia benar-benar tidak habis pikir, bagaimana mungkin ia mau jadi simpanan. Apalagi seorang Jeon Jungkook yang masih akan mempoutkan bibirnya ketika mustard di hotdognya terlalu banyak, atau matanya akan berkaca-kaca ketika makan tteokbokki yang terlalu pedas. Astaga bahkan Jino keponakannya saja dengan lahapnya memakan tteokbokki pedas dan tanpa air mata.

“ Sampai kapan kau akan tertawa sunbae, itu menyebalkan. Dan aku tidak tertarik dengan Jeon Jungkook” Ketus Yunbi. Kyungsoo masih menatap gadis didepannya dengan jenaka.

“ Sudahlah aku pergi” Yunbi benar-benar meninggalkan meja mereka. Kyungsoo sedikit kaget, ia hanya berniat mencairkan suasana tapi mungkin terlalu kelewatan. Ia pun menyusul Yunbi setelah membayar bill.

Yunbi terhenti di depan pintu Cafe dan sekali lagi akibat kehadiran Kyungsoo membuatnya tak merasakan datangnya Hujan dengan derasnya. Bagian depan sepatunya sudah mulai basah, dan ia lupa jika ia pergi menggunakan taxi. Yunbi pun memilih mundur selangkah untuk menghindari hujan untuk pertama kalinya.

‘Bruk’

            “ Masih menyukai hujan nona?” Tanya Kyungsoo yang tepat berada dibelakang Yunbi. Degup jantung Yunbi benar-benar tidak terkontrol posisinya sangat dekat dengan Kyungsoo, tubuhnya bahkan dapat merasakan bidangnya dada Kyungsoo.

“ Entahlah” Yunbi coba menetralkan nada suaranya agar tak kentara gugupnya.

“ Hujan membuatku terus mengingat seseorang, setiap dia datang maka perasaan itu juga datang. Semakin deras rintiknya maka semakin deras perasaanku mengharapkannya” Yunbi mengungkapkan perasaan yang dipendamnya selama enam tahun, Ya tanpa berharap pembalasan ia hanya ingin menuntaskan apa yang ia mulai. Sedangkan Kyungsoo menatap gadis didepannya dengan tatapan yang entah apa artinya, terlalu sulit menangkap arti tatapan seorang Do Kyungsoo.

‘ EOMMA’

            Yunbi terkesiap ketika tubuhnya terdorong ke depan dan membuatnya harus merasakan dinginnya hujan menyentuh kulitnya. Pakaian dan dandanan yang telah ia siapkan spesial harus hancur, dia tidak menyalahkan hujan hanya menyayangkan saja. Namun sensasi dinginnya hujan tak lama ia rasakan, saat tubuh itu memeluknya erat, mengekangnya dalam kehangatan.

“ Apa hanya aku yang semakin jatuh cinta dengan hujan” Kyungsoo menopangkan dagunya dipundak Yunbi.

“ Hujan membuatku jatuh cinta berkali-kali ketika mengingat seseorang. Setiap hujan datang maka perasaan itu juga datang, semakin deras rintiknya maka semakin deras perasaaanku mengharapkannya. Walaupun dia menyakitiku tapi aku sadar itu hanya empatinya yang bergejolak, dia terlalu baik” Ujar Kyungsoo.

“ Maaf” hanya itu yang mampu diucapkan Yunbi.

“ Permintaan maaf diterima” Kyungsoo mengeratkan pelukannya. Mereka menikmati tiap tetesan air yang jatuh dari langit mendung diatas mereka tanpa memperdulikan dingin yang menusuk dan pakaian mereka yang basah.

~ Vbiya© ~

Yunbi masih menghangatkan diri dengan coklat hangat pemberian Kyungsoo. Ya sekarang mereka berada di apartement Kyungsoo, karena apartement Kyungsoo tak jauh dari cafe mereka tadi. Jadi Kyungsoo membawa Yunbi untuk mengeringkan tubuh mereka.

Mata Yunbi menelisik tiap sudut tempat Kyungsoo bernaung. Rapi dan bersih itulah kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan apartement Kyungsoo. Tiap ruangan didominasi warna putih, disudut ruangan terdapat perapian dan Yunbi suka.

“ Keringkan badanmu dan ini pakai bajuku dulu, aku akan meminta bibi Nam untuk mengeringkan pakaianmu” Kyungsoo memberikan Handuk, sebuah kaos berwarna putih dan training panjang berwarna abu-abu.

“ Kau masuk saja kekamarku. Kamar mandinya ada di sudut kiri kamar” Yunbi menatap Kyungsoo yang sama basahnya dengannya.

“ Dan kau?”

“ Aku? tentu saja setelah kau selesai. Ehm atau untuk lebih menghemat waktu kita bisa melakukannya bersama” Ujar Kyungsoo. Yunbi segera berdiri dari tempatnya dan langsung menuju kamar Kyungsoo sedangkan Kyungsoo hanya terkekeh melihat reaksi Yunbi. Ya sejujurnya jika Yunbi setuju akan lebih baik pikir Kyungsoo.

Mereka sekarang berada didepan perapian mencoba menghangatkan diri dengan selimut yang membelenggu mereka. Senyuman Yunbi tak pudar sedari tadi hujan, coklat hangat, pancake coklat, perapian dan Do Kyungsoo, paket komplit untuk menyempurnakan kebahagian hari ini. Walaupun hujan diluar sudah masuk dalam kategori badai, namun ia tak henti-hentinya bersyukur untuk hari ini. Sangat membahagiakan.

“ Apa kau begitu bahagianya” Suara khas Kyungsoo mengintrupsi keheningan. Yunbi hanya mengangguk sebagai bentuk jawaban.

“ Bagaimana ini sepertinya badai diluar sana semakin deras” Kyungsoo melihat keadaan melalui jendela besar di apartementnya. Yunbi mengikuti langkah Kyungsoo dan benar badai diluar sana semakin deras.

“ Aku bisa memakai taxi untuk pulang” Ujar Yunbi. Kyungsoo nampak tak setuju dengan usulan Yunbi, yang ditunjukkan dengan gelengan kepala.

“ Itu sama bahayanya, lagipula aku yakin tak ada taxi yang menyewakan jasanya di cuaca seperti ini” Yunbi menghela napasnya, ia mulai pusing memikirkan caranya pulang.

“ Sebentar, kau tidak bermaksud untuk menahanku disini kan?” Yunbi mendelikan matanya curiga.

“ Apa kau baru saja membaca pikiranku?” Kyungsoo menampilkan ekspresi terkejutnya yang membuat Yunbi ternganga tak percaya. Kyungsoo tersenyum nakal melihat ekspresi Yunbi, entah kenapa Kyungsoo yang dikenal sangat tenang dan tak ekspresif  menjadi senakal ini. Baginya menganggu Yunbi adalah hiburan yang sangat menyenangkan untuk saat ini, ia sangat menginginkan moment-moment seperti ini, dimana dia dan Yunbi saling melempar canda.

“ Ada apa denganmu sunbae?”

“ Wae bukankah wajar aku ingin lebih lama bersama gadis yang kucintai. Ehmm  anggap saja ini sebagai permintaan maafmu padaku, jadi kita habiskan malam ini bersama. Dan ah ini sudah terlalu malam apa kau pikir aku akan membiarkanmu dibawa taxi tengah malam seperti ini ditengah badai, tentu tidakkan?” Kyungsoo semakin menyudutkan Yunbi hingga jarak diantara mereka semakin menipis. Jantung Yunbi serasa ingin keluar dari rongganya dan demi kucing SHINyan sikap Kyungsoo diluar nalarnya saat ini. Hela napas Kyungsoo dapat jelas ia rasakan ya semakin dekat dan jelas hingga Yunbi rasa ia hanya bertukar oksigen dengan Kyungsoo.

‘cup’

Benda lembut dan hangat mendarat tanpa aba-aba ke bibir cherry Yunbi. Hanya kecupan pada awalnya namun Yunbi merasakan benda yang selalu tersenyum manis dan bersuara merdu itu melumat lembut bibirnya. Tanpa membalas sentuhan Kyungsoo, Yunbi hanya mampu menutup matanya rapat untuk menetralisir rasa gugupnya.

            “Oh Tuhan kerasukan apa dia”

            “Eomma dia tidak mabuk kan?”

            “TIDAK AKU BELUM SIAP!!!!”

            Gelisah Yunbi dalam hati saat tangan Kyungsoo memeluk erat pinggangnya.

‘krek’

            Yunbi terkesiap hingga tanpa sengaja menolehkan kepalanya kearah suara dan membuat bibir Kyungsoo mendarat di pipinya. Kyungsoo memutar kepala Yunbi kembali menghadapnya dan menatap Yunbi dalam.

            “ Kau tidurlah disini malam ini” Titah Kyungsoo dengan nada rendah yang kentara sekali nada kesal karena permainannya terganggu.

“ Maksudmu dikamarmu kau dan aku?” Tanya Yunbi yang membuat Kyungsoo mengerutkan dahinya.

“ Hanya ada satu kamar disini Bae Yunbi?” Jelas Kyungsoo.

“ Oke kalau begitu aku akan pulang saja” Baru beberapa langkah lengan Yunbi dicegat oleh Kyungsoo.

“ Bukan kau dan aku yang akan tidur disana hanya KAU” Kyungsoo menunjuk kearah kamarnya.

“ Dan AKU akan tidur disana” Tunjuk Kyungsoo pada sebuah sofa di depan televisi. Mulut Yunbi akan kembali melancarkan protes sebelum akhirnya perkataan lembut Kyungsoo membuatnya langsung masuk kedalam kamar tanpa perlawanan.

“ Demi Tuhan Bae Yunbi sekarang pukul 01.00 dini hari mana mungkin aku membiarkanmu pulang ditengah badai sendirian dengan taxi. Kumohon dengarkan aku masuk dan tidurlah didalam sebelum aku ikut bergabung denganmu didalam sana dan merubah margamu menjadi Do Yunbi malam ini juga” Kyungsoo hanya tersenyum puas melihat segala ekspresi hari ini. Sebenarnya ia hanya ingin bercanda soal ciuman tadi namun entah apa yang mendorongnya ia menjadi hilang kendali saat berhadapan dengan wanita bermarga Bae itu.

Sungguh cinta hanya butuh 1 hari untuk membalikkan keadaan 2190 hari yang lalu.

~ Vbiya© ~

Jonghyun Wedding’s

Pesta pemberkatan Jonghyun berlangsung khidmat. Jonghyun yang biasanya terkenal dengan sifat slengekan dan childishnya berubah menjadi seorang pria yang tampak tenang dan tampan dibalik setelan jas putih gading dengan rambut yang ditata rapi tak seperti biasanya. Setelah rangakain pemberkatan yang berlangsung khidmat, resmilah Yoo Ju menjadi pendamping Jonghyun. Resmi menjalani sisa hidupya untuk mengurusi tiga hal yakni satu boutique dan dua bocah, satu masih dikandungan dan satunya adalah pria yang baru menikahinya.

“ Hei brotha congratulations akhirnya ada wanita yang mau menikah denganmu” Canda Kyungsoo saat pesta resepsi yang dihadiahi pukulan maut pada wajahnya yang membuat Yoo Ju, Yunbi dan orang-orang disekitarnya terkejut dengan apa yang dilakukan Jonghyun.

Kyungsoo mengelap ujung bibirnya yang mengeluarkan darah dan menatap Jonghyun bingung.

‘ Grep’

            “ Bagaimana bisa kau menghilang tanpa kabar dua tahun ini huh. Kau lihat wanita disampingmu selalu melakukan kekerasan padaku saat kau pergi tanpa pamit, selalu mengomeliku dengan teori-teorinya tentang hujan dan membuatku masuk rumah sakit tepat setelah dia menarikku ketengah hujan” Jonghyun memeluk erat Kyungsoo yang membuat semua orang tertawa kecuali Yunbi yang merasa perkataan Jonghyun membuatnya malu dihadapan Kyungsoo.

“ Hei lepaskan kau terlihat seperti gay Jjong, ingat istri disampingmu kurasa lebih baik kau peluk dia” Ujar Kyungsoo dengan nada jijik. Jonghyun mendelik kearah Yunbi.

“ Jadi kalian, apa setidak penting itukah pernikahanku hingga kalian datang terlambat, kau tahu aku sekarang marah” Kyungsoo menatap Yunbi jenaka, melihat hal itu tatapan curiga dilemparkan oleh Jonghyun.

“ Kau pasti lebih mengerti Jjong tentang yang dilakukan seorang wanita dan pria dewasa yang bertemu kembali setelah sekian lama saling tidak saling mengetahui kabar berada dalam satu apartement ditengah badai tengah malam untuk memperbaiki sesuatu hal yang berhubungan tentang perasaan” Kyungsoo menatap Jonghyun dengan tatapan yang hanya akan dimengerti kedua pria dewasa itu saja.

“ Saling menghangatkan benarkan, wah kau semakin dewasa Kyungsoo ma brotha” Tawa Jonghyun dan Kyungsoo pecah dan menimbulkan kebingungan Yunbi dan Yoo Ju semakin menjadi.

Yunbi sedikit terkesiap ketika tiba-tiba Kyungsoo memeluknya dari belakang dan mengusap perut datar Yunbi. Yunbi merasa tak nyaman karena ini tempat umum dan kelakuan Kyungsoo benar-benar berubah dari Kyungsoo sunbae yang ia kenal dulu eerr lebih nakal.

“ Kau harus baik-baik didalam sayang” Ujar Kyungsoo pelan.

“ Apa yang kau lakukan sunbae” Yunbi melepaskan tangan Kyungsoo dari perutnya.

“ Berhentilah memanggilku sunbae nona Bae, tidak nyonya Do”

“ Kau menghamili Bae Yunbi huh Do Kyungsoo” Jonghyun menampilkan dua jempolnya dan dihadiahi pukulan oleh Yoo Ju.

“ Yang benar saja oppa kami bahkan belum menikah” Bela Yunbi

“ Kau bahkan memanggil Jonghyun dengan Oppa dan aku Sunbae?” Kyungsoo berkata seolah sangat shock dengan hal itu.

“ Kau juga sunbae sejak kapan aku mengandung anakmu, kita bahkan belum ada hubungan yang jelas”

“ Maka dari itu menikahlah denganku!” Bukan hanya Yunbi namun Jonghyun, Yoo Ju dan semua undangan kini menaruh perhatian akibat teriakan Kyungsoo.

Kyungsoo mendekatkan bibirnya ke telinga Yunbi dan berbisik.

“ Agar aku bisa menghamilimu dan menjadi ayah dari anakmu” Yunbi membeku seketika mendengar perkataan Kyungsoo dan pipinya tidak mampu menyembunyikan semburatnya. Kyungsoo memundurkan langkahnya hingga berada ditengah-tengah keramaian yang ada di resepsi Jonghyun.

“ Jonghyun maaf aku memanfaatkan momen indahmu”

“ Ya tidak apa-apa lakukan saja”

“ Terima kasih”

“ Hei kau gadis yang datang bersamaku, gadis yang adalah hoobaeku, gadis yang mengatakan aku tampan walau hanya kodrat, gadis yang sangat menggilai hujan, pancake coklat, selimut, dan perapian. Gadis yang pernah menolakku karena sifatnya yang terlalu baik atau mungkin terlalu bodoh. Gadis yang lucunya dipertemukan denganku saat kesulitan menggapai handphonenya yang terjatuh dalam genangan didepan kedai bakso ikan dan yang dipertemukan oleh sebuah blind date dan aku tidak pernah menyangka bahwa gadis itu adalah dia. Terima kasih Lee Yoo Ju atau Kim Yoo Ju” Kyungsoo membungkukkan badannya 90o kearah Yoo Ju yang dibalas anggukan ringan oleh Yoo Ju. Yunbi masih bergeming ditempat dengan apa yang dilakukan Kyungsoo.

‘tes’

‘tes’

‘tes’

            “ Kurasa hujan selalu jadi pelengkap moment iyakan” Ujar Kyungsoo saat semua orang berlari menghindari hujan termasuk Jonghyun dan Yoo Ju. Mereka memang melakukan resepsi dengan konsep outdor. Hujan bukan lagi dalam rintik namun sekarang bulir demi bulir dinginnya air membasahi mereka untuk kedua kalinya setelah kemarin. Kyungsoo tersenyum lebar.

“ Bae Yunbi kau bilang kau ragu untuk jatuh cinta lagi dengan hujan” Yunbi hanya diam seperti patung, ia tak tahu harus melakukan apa. Kyungsoo kembali melangkah mendekati Yunbi yang hanya menatapnya bingung ditengah hujan yang semakin membasahi tubuh mereka. Kyungsoo mengusap wajah basah Yunbi dan tersenyum sendu.

“ Menikahlah denganku dan akan kubuat kau kembali jatuh cinta dengan dinginnya hujan,  karena mulai sekarang akan ada aku yang akan terus menghangatkanmu ketika hujan bukan selimut atau perapian tapi AKU”  Yunbi menatap Kyungsoo dalam mencari kebohongan yang mungkin ada dari mata Kyungsoo. Tanpa ia sadari air matanya meluncur bercampur dengan air hujan yang masih setia membasahi mereka merekam tiap moment yang ada.

“ Aku tidak ingin mengikatmu hanya dengan status yang bisa putus kapan saja aku ingin ikatan yang lebih kuat yaitu menikahimu, maaf  mungkin terlalu terburu-buru”

“ Aku tidak tahu cara melamar yang romantis tapi kurasa hujan yang Tuhan turunkan membuatku terlihat romantis, kumohon jangan menolakku lagi. Menikahlah denganku Bae Yunbi”

Yunbi menggelengkan kepalanya dan jelas itu membuat semangat Kyungsoo patah. Hujan yang tadinya terasa hangat mendadak sedingin es.

“ Aku tidak….” Yunbi menatap mata Kyungsoo dengan isakan pelan.

“ Aku tidak salah menunggumu dan mencintaimu selama ini sunbae” Yunbi memeluk erat Kyungsoo. Riuh suara undangan yang menyoraki dan memberikan ucapan selamat kepada dua sejoli yang dimabuk cinta itu menyeruak dan dari sekian teriakan paling jelas teriakan dari Jonghyun.

Kyungsoo melepaskan pelukan Yunbi dan menghapus jarak diantara mereka. Tanpa memperdulikan orang-orang yang semakin riuh karena ulah mereka Yunbi mengalungkan lengannya pada leher Kyungsoo. Kyungsoo menarik tengkuk Yunbi untuk memperdalam ciuman mereka.

“ Hei Kalian menghancurkan pestaku” Teriak seseorang yang tak lain adalah Jonghyun dengan Yoo Ju dalam rangkulannya. Kyungsoo dan Yunbi melepaskan ciuman mereka, Yunbi hanya menunduk menyembunyikan semburat merah dipipinya.

“ Kim Jonghyun besok datang kepernikahanku dan jangan terlambat mengerti!!!” Teriakan Kyungsoo dibalas dengan acungan jempol oleh Jonghyun.

Kyungsoo kembali menatap Yunbi yang masih tertunduk dihadapannya dan kembali memeluk erat tubuh Yunbi yang langsung dibalas oleh Yunbi.

“ Aku mencintaimu Do Kyungsoo… oppa terima kasih”

“  Aku lebih mencintaimu lagi Do Yunbi”

THE END

Aku tak menyesal melepaskanmu pada awalnya karena tidak akan seindah ini mungkin rasanya jika kita tak dipisahkan terlebih dahulu. Aku kembali dibuat jatuh cinta oleh hujan karenamu. Benar akan ada saatnya hujan tak lagi terasa dingin karena akan ada seseorang yang menghangatkanmu ketika hujan datang. Aku mencintaimu Do Kyungsoo –Bae Yunbi

Walau kau usir aku dari hidupmu namun cintaku tak akan pernah berubah selalu kau, hatiku hanya terbuka untukmu. Mungkin jauh jarak pandang kita namun Tuhan masih meletakkan jiwaku selalu disisimu. Mungkin pula ini cara Tuhan merestui kita lewat ciptaannya yang mempertemukan pembicaraan pertama kita, memisahkan kita dan mempertemukan lagi kita menjadi yang lebih baik. Aku Mencintaimu Bae Yunbi –Do Kyungsoo

***

Kkeut akhirnya selesai juga sequel dari sweet love (story abou me & sweety sunbae) *kalo ada yang pernah baca kekeke makasih banyak buat respon kalian di cerita sebelumnya. Sedikit curhat, dicerita ini entah mengapa saya membuat Kyungsoo rada pervert. Entahlah mungkin imajinasi saya dengan mas D.o sudah terlalu fantastis*abaikan. Sebenernya ini suara hati saya yang  gila banget sama hujan sampe dijuluki kodok sama teman-teman saya. Gak tau juga ya hujan itu selalu punya cerita kalo menurut saya,  cerita diatas adalah salah satu keinginan saya juga mungkin ya. Maafkan saya kalo ada yang biasin si mas Jonghyun, saya nistakan banget dia disini, tapi sumpah saya cinta kok sama mas Jamong. Kalo ada yang mau temenan sama saya bisa follow saya di instagram @nabiila_d ntar mention aja, langsung di follback deh J *hehee promosi.

Maafkan jika keabsurdtan cerita terjadi disana-sini, sekali lagi saya hanya seorang awam yang merambah dunia penuh imajinasi bersama para bias. Mohon kritikan dan saran, karena kritik dan saran kalian sangat berpengaruh buat semangat saya buat nulis :’). Juga pengen ngucapin makasih banyak buat Asih_TA eonni, yang selalu nyemangatin buat nulis. Oh silahkan juga mampir ke wp pribadiku yang masih alakadarnya banget di https://vbiya.wordpress.com/ terimakasihh

Salam hangat+Big Kiss&Hug

Vbiya

7 responses to “[Freelance] Sweet Love (After That Love)

  1. so sweet
    jadi baper bacanya,D.O Oppa kok romantis banget sih,

    jadi ngerasa cewenya itu aku
    dikaplokin sama penggemar D.O Oppa nih aku nantinya

  2. Kadang2 penantian bikin bimbang juga, nunggu tapi takutnya dia nongol sama yg lain lebih sering dibayangin daripada dia yg balik masih dgn perasaan yg sama *kok kayak curhat ya? Abaikan*
    Kyungsoo yg agak mesum juga gak terlalu buruk haha
    Ditunggu karya selanjutnya authornim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s