Ahjussi, Are You Pedofil? #5th – By Asih_TA

chan|Author : Asih_TA||Tittle : Ahjussi, Are You Pedofil? – #5th||Main Cast : Jung Hye Ji, Park Chanyeol||Genre : Romance, Comedy, School life||Leght  : Multichapter||Rated  : PG 17|

|Contact Author IG : @asih_ta97|

THIS IS MY STORY! NO PLAGIAT!

.

Chapter Sebelumnya

Teaser  || Chapter I || Chapter II || Chapter III || Chapter IV )

.

.

Baekhyun berjalan di lorong menuju kamar, melewati kamar sebelahnya. Kakinya berhenti sejenak dengan sinyal yang di bawa dari otaknya, atau mungkin hatinya juga yang merespon untuk mengukuti perintah otaknya. Berjalan kembali dengan canggung, bagimanapun ia telah memasuki wilayah yang identik dengan wanita.

Matanya menangkap sang ibu yang tengah berkutak dengan laptopnya, lantas Baekhyun berjalan mendekati sang ibu, sedikitnya menghentakkan tumit kakinya. Ibunya membeku dengan melihat anaknya tengah berjalan kearahnya.

“ Ada apa Baekhyun sayang?”

Baekhyun berhenti di depan meja sang ibu “ Aku, sudah mengatakan semuanya.”

Nyonya Jung terdiam dan menatap manik sang anak “ Ya, aku tau. Terimakasih Baekhyun sayang, setidaknya ini yang terbaik untuknya.”

Baekhyun menurunkan pandangan matanya. Nyonya Jung yang tak enak hati langsung berdiri dan mengambil tubuh sang anak lalu mendekapnya erat “ Aku tau sayang, aku tau. Kau anakku yang paling hebat.”

~

“ Oppa mau bermain bersama?” Hye Ji berusia 15 tahun itu menatap sang kakak laki-laki yang tengah menonton pertanding bola yang amat seru. Hye Ji terus merengek bagi bayi dan Baekhyun, sang kakak  tak tega melihatnya “ Kau ingin main apa Princess.”

“ Anni, Hye Ji bukan princess oppa.” Hye Ji mengecutkan bibirnya lucu dan Baekhyun terkekeh geli “ Jadi jika bukan princess, apa?”

“ Aku akan menjadi istrinya oppa.”

Baekhyun terkejut.

“ Hy-hye Ji-ah.”

“ Oppa aku menyukaimu.” Hye Ji berdiri dari samping tubuh sang kakak, dan mendekatkan wajahnya kepada sang kakak hingga bibir mereka saling bertemu. Awalnya Baekhyun hanya terdiam namun ketika sang adik hanya menempelkan bibirnya membuat sisi lain dirinya bangkit. Tangan besarnya ia bawa bersama tekuk sang adik dan memaksa untuk memperdalam ciuman mereka.

Nyonya Jung yang saat itu baru pulang dari tempat kerjanya sambil membawa beberapa plastik yang berisikan buah tidak menyangka mendapati kedua anaknya yang sangat ia sayangi tengah berciuman mesra di hadapannya. Tanpa sadar ia menjatuhkan bawaan belanjaannya sambil menutup mulutnya. Terisak dengan pelan.

~

***

.

Siang yang sangat menyebalkan bagi Hye Ji. Mengapa tidak, ia harus berhadapan terus dengan ahjussi yang tingal dengannya, mungkin lebih tepatnya ia hanya menumpang. Baginya menumpang beberapa hari itu bagikan berjuta-juta tahun. Pasti tidak ada ketenangan pikirnya.

Tangannya ia bawa ketika hendak membereskan pakaian yang berada di koper merah mudanya. Mulutnya juga tidak tinggal diam, ia bahkan berkomat-kamit tidak jelas seperti nenek tua. Sesekali bergumam seperti ‘ Sialan Ahjussi itu’.

Beberapa potong pakaian yang telah ibunya persiapkan membuatnya menganga tak percaya. Bagimana bisa ibunya meletakkan sebuah baju tidur yang sangat mini, apa ibunya gila? Ia sempat berfikir ibunya ingin dirinya diperkosa oleh ahjussi itu. Kemudian bulu kuduk gadis itu berdiri.

“ Oh aku merinding.”

“ Apa kau sedang berbicara sendiri sekarang.”

“ Astaga!” Hye Ji memegang dadanya, melotot kearah ambang pintu kamarnya. Chanyeol tengah berdiri disana sambil melipat kedua tangannya, terlihat seperti bosy.

“ Apa kerjaanmu hanya membututi seorang gadis huh.” Ucap Hye Ji terlihat kesal, ingin sekali menjambak rambut merah terang laki-laki tersebut. Chanyeol mengangkat kedua bahunya “ Setidaknya tutup pintumu bocah.”

“ Ya Ahjussi, kau ingin kupukul lagi ya?” Ancam gadis itu.

“ Kenapa kau suka sekali menggunakan kekerasan?” Chanyeol menaikkan sebelah alisnya, menatap gadis itu dengan sempat menyipitkan matanya. Hye Ji terlihat mendengus “ Jika kau ingin aku tidak menggunakan kekerasan, seharusnya kau mau menjadi pacarku waktu itu.”

Ck, dasar bocah.”

“ Ya! Apa kau bilang.”

“ Kau tau laki-laki dewasa tidak menyukai hal-hal seperti itu.” Ujar Chanyeol memandang remeh gadis yang ada di hadapannya. Lantas Hye Ji menyeritkan dahinya “ Jadi apa yang di sukai laki-laki dewasa?”

Chanyeol menyeringai “ Tentu saja sex.”

Wajah Hye Ji seketika memerah “ Dasar kau bajingan tengik!”

Suara tawa Chanyeol tiba-tiba terdengar puas. Merasa bangga dengan umpatan yang di berikan gadis itu untuknya. Lihatlah, Hye Ji tidak dapat menutupi rona merah yang berada di pipinya. Bahkan hal itu begitu manis menurutnya.

“ Sudahlah, aku menyiapkan makan siang untuk kita.” Ujar Chanyeol akhirnya.

Ah-ahjussi, k-kau tidak akan macam-macam kan?” Tanya Hye Ji gugup menatap laki-laki itu penuh harap.

“ Tentu saja tidak, aku tidak suka tubuh seorang bocah. Lagian aku tidak ingin dicap sebagai pedofil.” Jawab Chanyeol mantap.

Hell, aku masih ingin memukulmu Ahjussi.”

“ Lakukan saja nanti aku sangat lapar, ayo turun.”

***

.

Hye Ji mengikuti langkah Chanyeol menuruni anak tangga. Mata hazel milik Hye Ji menatap seorang laki-laki yang tengah duduk di ruang makan. Laki-laki dengan tinggi yang lumayan, wajah yang tampan, kulit yang sedikit lebih gelap dan tatapannya yang begitu mematikan.

Ketika mereka telah sampai di meja makan, Hye Ji memulai dengan menatap intens laki-laki yang tesebut. Sebagaimana laki-laki itu juga membalas tatapannya. Lantas Chanyeol bertindak dengan berhendem keras, hal itu membuat Hye Ji menyadari tatapannya.

“ Well, ada orang asing di sini.” Kata Hye Ji yang mulai berbicara.

“ Setidaknya dia punya nama.” Chanyeol berujar lebih tegas, dan Hye Ji terlihat tidak perduli.

“ Chanyeol benar, namaku Kim Jongin.” Laki-laki bernama lengkap Kim Jongin itu berdiri dan mengulurkan tangannya di hadapan Hye Ji dan gadis itu menerimanya dengan sedikit ogah-ogahan. Walaupun ia sempat terpesona beberapa detik yang lalu.

Jongin yang menyadari reaksi sang gadis lantas terkikik kecil “ Eh Chanyeol, kau membawa bocah dirumahmu, aku tidak percaya ini.”

“ Aku bukan bocah Ahjussi hitam!” Hye Ji awalnya hanya ingin bersikap biasa terhadap laki-laki yang baru di kenalnya tersebut namun saat mendengar ucapan laki-laki itu, sadar jika ia akan sangat membencinya “ Cih, bahkan kalian berdua terlihat sama.” Tambahnya.

Laki-laki berkepala merah itu menggeleng tidak setuju “ Dari sisi apa kami terlihat sama?”

Wajah Hye Ji mulai kembali memerah “ Tentu saja kalian sama-sama gila menyebutku sebagai bocah, apa kau tidak lihat aku adalah gadis yang sangat normal.”

“ Baik, baik, aku tidak ingin ikut campur urusan kalian.” Jongin kembali menengahi tapi Chanyeol dan Hye Ji kini saling bertatapan dengan artian siap untuk perang. Lantas pria berkulitan tan itu mengambil ahli nasi gorengnya dan membawanya di ruang tv yang tak jauh dari jangkau matanya. Membiarkan dua orang yang berbeda gender itu melanjutkan acara mereka.

“ Hei bagaimana bisa kau menyebut dirimu tidak bocah, sedangkan sikapmu sudah mengambarkan semuanya.” Ucap Chanyeol dengan melipat kedua tangannya di dada, Hye Ji tentu saja merasa tersinggung “ Damn, kau tidak tau apa-apa tentangku Ahjussi tua.”

“ Sudah kubilang aku tidak setua itu.” Gertak Chanyeol.

“ Aku tidak perduli.”

“ Ya! Kau buntelan telur.”

“ Telinga yoda yang kelebihan kalsium.”

“ Ikan Buntal.”

“ Idiot.”

Jongin mulai geram dan kembali kedapur dengan menyeret kedua telinga orang yang masih berdebat di sana. Hye Ji awalnya terkejut ketika merasakan seseorang tengah menarik telingannya. Namun beda halnya dengan Chanyeol, laki-laki sudah biasa.

“ Yak ini sakit sialan.” Teriak Hye Ji dan Chanyeol tetap tidak perduli dengan wajah datarnya. Jongin membawa kedua pasangan itu untuk turut duduk di ruang tv “ Nah jika kalian tidak bisa diam, aku akan mendiamkannya.”

Laki-laki tan itu duduk diantara Hye Ji dan Chanyeol. Karena sudah di pastikan ia tidak ingin ada keributan lainnya, apalagi di saat hari liburnya. Tentu saja Jongin tau batasan menanggapi sikap kekanakan Hye Ji “ Dude, apa kau mulai mengikuti alur cerita yang di mainkan oleh bocah ini.” Tanya Jongin kepada Chanyeol.

Lagi-lagi Hye Ji mendengus kesal. Ia akan mulai berteriak kembali kalau tidak sebuah tangan besar menutup mulutnya dengan tiba-tiba “ Kau diam okey?”

Hye Ji menghempas tangan itu dari mulutnya lalu menggerutu kecil. Chanyeol hanya mengangkat kedua bahunya acuh “ Apa itu mengganggumu kkamjong?”

Jongin menyeringai “ Tentu saja, apa kau lupa aku adalah sahabatmu?”

“ Lalu?”

“ Kau adalah laki-laki dewasa yang tidak akan pernah merespon apapun yang menurutmu kekanakan, membalas ataupun mengumpat. Kau yang mengabaikan segala sesuatunya, ikut terjebak dalam permainan anak yang jauh dari umurmu.” Ujar Jongin.

Chanyeol terdiam, Jongin tersenyum miring “ Apa itu juga bagian dirimu yang telah hilang?”

Tanpa sadar Chanyeol telah mengepalkan sebelah tangannya, tubuhnya terasa mendidih. Ia beranjak dari sana tanpa membalas apapun dan Hye Ji yang sejak tadi hanya menonton bahkan tidak mengerti sama sekali. Namun ketika dirasanya Jongin melirik kearahnya, ia segera membuang muka. Dia masih dalam tahap kesal karena laki-laki berkulit tan itu telah menarik telinga kanannya hingga memerah “ Dari mana kau mengenal Chanyeol?”

“ Apa itu penting?”

“ Tentu saja.”

“ Apa aku akan dibayar disini.” Ucap Hye Ji dan Jongin kembali tersenyum “ Tentu, setelah ini kita akan menghabiskan malam bersama.”

“ Dalam mimpimu byuntae!

***

.

Siang itu Baekhyun menjalankan mobil hitamnya membelah kota seoul yang sangat ramai. Matanya begitu serius memegang ahli bagian pengendali mobil tersebut. Bahkan tak sempat untuk menghubungi ibunya untuk meminta izin, ia akan mulai mempersiapkan keberangkatannya mulai besok ke pulau Nami bersama teman satu kampusnya. Rasanya ia benar-benar tidak ingin jauh dari rumah namun jika sudah menyangkut pautkan pendidikan, ia harus melakukannya. Demi masa depannya nanti, untuk membalaskan budi terhadap ibu yang telah membesarkannya.

Ia tidak sendiri disana, seorang gadis dengan rambut pirang, tinggi yang standar dan wajahnya yang mungil tengah duduk di sampingnya. Mereka akan membeli beberapa perlengkapan bersama-sama “ Apa kita perlu membawa beberapa potong coklat?”

Baekhyun menggeleng tidak setuju “ Tidak, tidak nanti kau bisa kegemukan.”

“ Bukankah kau bilang kau menyukai pipi chubbyku?” Tanyanya kesal.

“ Bukan begitu Wendy-baby, aku hanya tidak ingin kau punya wirayat penyakit gula.” Canda Baekhyun dan gadis yang di panggil Wendy itu pun hanya memajukan beberapa senti bibir bawahnya, merajuk.

“ Jangan bibir itu baby, aku tidak ingin menerkammu di sini.”

“ Oppa!” Wendy memukul bahu lelaki itu kesal, Baekhyun pura-pura terlihat kesakikan tapi masih tetap dengan pandangan matanya yang mengarah ke jalan “ Hei hei Wendy baby aku sedang menyetir.”

“ Dasar cari alasan.”

***

.

Padahal Hye Ji tengah berkutak penuh dengan tugas sekolahnya, bahkan setelah kepergian Jongin beberapa jam yang lalu, ia masih saja mencoba untuk tetap berkonsentrasi penuh. Di saatnya jam sudah menunjukan pukul 9, ia masih mengerjakan soal-soal diagram-diagram yang membentuk kubus atau balok di kertasnya. Ia menguap dengan mata yang sedikit berair, memandangi tugasnya dengan kagum. Bagimana bisa ia dapat mengerjakkan tugasnya ketika otaknya bertanya dimana laki-laki berkepala merah itu pergi.

Laki-laki berkepala merah adalah panggilan barunya untuk Chanyeol, setidaknya itu menurutnya. Hal yang terakhir yang ia ingatnya adalah ketika laki-laki berkepala merah itu pergi saat Jongin tengah berdiskusi dengannya. Lantas apa yang membuat Chanyeol marah? Dan pertanyaan itu yang terus berputar-putar di kepalanya.  Tunggu? Kenapa ia harus perduli, ia bahkan membenci laki-laki itu.

Sejak kapan ia perduli terhadap laki-laki? Bahkan itu tidak pernah terpikirkan lagi saat dirinya telah di buang jauh oleh kakak laki-lakinya, setidaknya baginya.

Suara deritan pintu terdengar di belakang tubuhnya, lantas ia membalikkan tubuhnya. Chanyeol membuka pintu lalu masuk begitu saja dengan handuk di pundaknya.

“ Kau punya tangankan Ahjussi?”

Chanyeol sedang berjalan kearah pintu kamar mandi Hye Ji masih mampu mendengarnya “ Tentu, kau tau aku pemilik rumah ini.”

“ Setidaknya bersikap sopan terhadap perempuan Ahjussi.” Ujar Hye Ji dengan nada kesal namun Chanyeol terlihat tidak perduli, laki-laki berkepala merah itu berhenti di depan kamar mandi dan siap membuka bagian atasan bajunya, lantas Hye Ji berteriak keras “ Ya! Apa yang kau lakukan?!”

Chanyeol tetap membuka total bajunya hingga tertinggal pakaian bawahnya. Menampilakan tubuhnya yang terbentuk sempurna, bagaimana otot-otot yang terbentuk sempurna di kedua lengannya dan perutnya, Hye Ji yang melihat itu memerah bahkan sempat mengumpat ‘ Sial badannya bagus’

“ Air di kamar mandiku sudah rusak sejak kemarin dan aku belum sempat memperbaikinya.” Chanyeol berujar tanpa menatap lawan bicaranya sedangkan Hye Ji tengah menahan malunya “ Apa kau tidak tau sedang membuka bajumu di hadapan seorang gadis.”

Chanyeol menatap bingung kearah Hye Ji “ Apa kau terpesona atau justru terganggu?”

“ Tentu saja aku terganggu sialan, kau masuk tiba-tiba tanpa mengetuk pintu. Hei dimana sopan santunmu.” Kesal Hye Ji.

Chanyeol menggertak giginya dan berjalan mendekati Hye Ji, lantas gadis itu beranjak dari duduknya hendak pergi dari ruangan itu sebelum meledakkan singa yang sedang mengamuk namun belum saat ia berdiri laki-laki itu sudah terlebih dulu berada di depannya, menepis jarak diantara keduanya.

Hye Ji menahan nafasnya ketika pandangannya di hadapankan oleh dada bidang Chanyeol, apalagi mengingat tinggi mereka yang sangat menonjol “ Ah-ahjussi kau bilang tidak akan macam-macam.” Ucap Hye Ji gugup.

Kemudian Chanyeol kembali mendekat dan Hye Ji menutup matanya rapat-rapat, tangan kanan Chanyeol mengambil sebuah sabun yang berada di meja yang terletak di belakang tubuh Hye Ji, bahkan mereka nyaris berpelukkan, di tambah lagi bibir Chanyeol yang sedikit lagi menyentuh daur telinga gadis itu “ Apa yang kau harapkan huh?”

Seketika Hye Ji tersadar dan membuka matanya, mendorong kuat dada telanjang yang ada di depannya “ Sialan! Kau sengajakan?”

Chanyeol terkekeh pelan “ Kau bahkan sudah memerah ap-”

“ Diam!” Hye Ji berteriak kesal dengan tergesa berjalan mendekati ranjangnya dan melemparkan beberapa bantal dan boneka kepada laki-laki itu, Chanyeol segera menghindar dan tesenyum miring memperhatikan tubuh Hye Ji dari atas hingga bawah.

“ Apa kau yang sedang kau lihat bajingan!”

Chanyeol melepaskan tatapannya dan kembali berjalan membuka pintu kamar mandi kemudian berhenti sebentar “ Harus kuakui, bokongmu lumayan juga.”

Wajah Hye Ji memerah kembali, merasa tidak tersanjung sama sekali “ Ya! Dasar kau bajingan tengik!”

***

.

Pagi itu Baekhyun menyemprotkan parfum kesukaannya ke sekitar lehernya dan Wendy datang dengan menyeret kopernya. Gadis itu mendengus kesal karena sang kekasih terlihat begitu lama, bahkan ia sudah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.

“ Baiklah tuan ayo turun, kita akan sarapan terlebih dulu.” Ucap Wendy.

Baekhyun berbalik dari cerminnya lalu menatap sang pujaan hati. Kemudian memeluknya pelan, memberikan sebuah kecupan di pucuk kepala sang kekasih “ Baiklah mama.”

Mereka tertawa dan berjalan bersama menuruni anak tangga. Wendy memasak japchae kesukaan sang kekasih, gadis itu lebih dulu memberikan sepiring untuk Baekhyun.

Laki-laki itu terkagum “ Aku tidak menyangka kau akan memasak sepagi ini.”

“ Tentu saja, kau ingin kita kelaparan di tengah jalan.” Ujar gadis itu sambil mempersiapkan piring untuknya. Baekhyun terkekeh pelan dan kembali memakan japchae kesukaannya.

“ Oh iya aku tidak melihat Hye Ji pagi ini.” Wendy memandang sekitar rumah tersebut, Baekhyun tiba-tiba menghentikan gerakan tubuhnya, merasa bingung harus menjawab apa, tapi untungnya ia punya seribu kebohongan “ Hye Ji menginap di rumah kerabat eomma dan eomma sedang pergi keluar negeri.”

Wendy ber-oh ria dan kembali menyantap makanannya tanpa tau Baekhyun terlihat menutupi kegugupannya, tentu saja aktingnya tidak dapat di katakan buruk juga.

***

.

Pagi yang sama dirasakan oleh Hye Ji, gadis itu merutuk ketika kakinya telah sampai di gerbang sekolahnya. Tentu saja ia berdebat dengan Chanyeol beberapa menit yang lalu, laki-laki berkepala merah itu tidak bisa mengantarnya dengan alasan sedang sibuk dan berakhir ia harus berjalan ke halte dan menunggu bus seperti biasa.

Saat di rasanya sebuah tangan menepuk bahunya gadis itu sedikit menoleh ke belakang, dan mendapati Minseok tengah tersenyum kepadanya. Hye Ji bahkan merasa lebih buruk melihat wajah laki-laki itu. Kaki pendeknya ia laju menyusul kelasnya tanpa membalas senyum Minseok, moodnya berubah dalam sekejap.  Minseok ikut menyusul di belakangnya seraya kebingungan, entah kenapa gadis itu sempat berpikir Minseok benar-benar tidak peka.

“ Hei Hye Ji-ah ada apa denganmu.” Tanya Minseok.

“ Tidak ada.” Jawab Hye Ji.

“ Jika tidak ada kenapa kau berjawab ketus begitu?” Tanya Minseok lagi.

Hye Ji menghentikan langkahnya ketika tiba-tiba Minseok telah berdiri dihadapannya, menutup jalan bagi gadis itu. Hye Ji menghembuskan nafasnya “ Ayolah ini masih pagi Kim, tidakkah kau lihat sebentar lagi bel akan berbunyi.”

“ Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku.”

“ Aku hanya tidak dalam mood yang baik, kau tau itu. Pagi ini aku harus berjalan ke halte demi seseorang laki-laki yang baru beberapa hari ku kenal, dengan alasan ia sedang sibuk. Apalagi tidur malam tidak bisa tenang dengan kelakuan bejatnya yang selalu menghantuiku.” Ucap gadis itu dalam satu tarikan nafas.

Minseok menyeritkan dahinya “ Laki-laki?”

Hye Ji langsung menutup mulutnya, oh dia telah lancang. Seharusnya ia tidak mengatakan itu, pasti laki-laki itu telah berpikir yang tidak-tidak. Hye Ji sangat paham akan hal itu, lantas tersenyum tiba-tiba “ Jadi bagimana harimu Minseok-ssi.”

“ Jangan mengalihkan pembicaraan Hye Ji-ah.” Ucap Minseok penuh selidik.

Glupp, mati kau Hye Ji.

“ Tidak-tidak aku sedang berbicara asal tadi, kau tau kan aku sedikit anarkis.” Hye Ji mencoba bergumen dengan Minseok dengan mengalungkan lengan pendeknya di pundak Minseok yang lebih tinggi darinya. Minseok terlihat heran, ketika ia hendak protes tapi Hye Ji lebih dulu menariknya ke dalam kelas.

***

.

Setumpuk berkas tergelatak begitu saja di atas mejanya tanpa ada minat untuk membereskannya. Begitulah pagi yang sangat membosankan menurut Chanyeol, bahkan ia kesal setengah mati ketika melihat ayahnya tiba-tiba sudah berada didepan rumahnya. Untung saja laki-laki paru baya itu tidak melihat kehadiran Hye Ji yang lebih dulu pergi ke sekolahnya.

“ Kenapa tidak menelepon dulu?” Chanyeol bertanya dengan meletakkan secangkir kopi untuk sang ayah, lalu duduk di hadapannya.

“ Aku ingin memberikan suprise untuk putraku, apa itu tidak boleh.” Ucap Tuan Park dan menyesap kopi panasnya.

“ Bukan begitu, setidaknya beri tau aku. Mungkin aku sedang tidak berada dirumah – dan memergoki ku tinggal bersama seorang gadis.” Chanyeol kembali beralasan dengan ucapan dalam hati di ujung kalimatnya.

“ Bagaimana perusahan ayah?”

“ Mengalami peningkatan pesat.” Jawab tuan Park sekenanya. Ia menatap sang anak “ Sebenarnya ada tujuan lain ayah datang ke sini.”

Sudah kuduga Batin Chanyeol.

“ Kau ingin mengatakan apa ayah?” Chanyeol mencoba berpura-pura bodoh. Ia tau sifat ayahnya, setidaknya sudah mewarisi untuknya. Tuan Park tertawa dan menepuk bahu sebelah sang anak.

“ Kau sudah menjadi duda semenjak perceraianmu.”

“ Lalu?”

“ Ayah akan menjodohkanmu dengan anak rekan kerja ayah.”

What the . .

~ TBC ~

( Baca Author Note )

Follow My Ig : @asih_ta97

Sorry For Typo(s)

Hai lama tak berjumpa. Maaf kemarin nggak sempat update, ini juga author sempat-sempati. Maaf kalau typo, author malas baca ulang ( Soalnya author buru-buru untuk sekalian ngerjain laporan kuliah). Oh iya ini cerita bakal sedikit lebih panjang chapternya, semoga nggak bosen nungguinya.

Oke deh ini baru selesai jam 5 pagi tepat. Oke see you next chapter.

Jangan lupa tinggalin jejak ya

Cium atu-atu❤

48 responses to “Ahjussi, Are You Pedofil? #5th – By Asih_TA

  1. Jadi Emma baekhyun Judah tau tentang mereka? Baek juga suka ke hye ji? banyak banget misteri di ff ini. Next nya tetep di tunggu kak”!

  2. Ooh jd sbnrnya eommanya Hyeji udh tau ttg dia n Baekhyun… aduh shock bgt y..🙂 Eih Chan mau dijdohin? aduh sma siapa? pnsrn juga sih sbnernya Baekhyun px perasaan ga sih sma adeknya? oke oke harus panjang sabarnya bwt nunggu smpai ending! haha🙂

  3. Semoga rekan kerja ayahnya papih ceye itu ibunya hye ji… Akaka… Pasti makin seru… Dibuat lbh panjang chapternya jg gapapa kok thor…. Lebih panjang critanya di tiap chapter jg makin gapapa… Ehehehe… #ngarep

    Suka banget sama pertengkaran2 kecil antara papih ceye sama hye ji… Lucuuk kek tom and jerry lol

    Btw cepetan update next chapternya ya authornim… Muuuaaahhh

    \^0^/

  4. ternyata eomma hye ji udah tau.. pasti shok bnget liat anak’a lg ky gitu.
    Chanyeol sma hye ji klo cmpur mesti ada aja yg d’ributin, gx ada yg mau ngalah .
    aduh chanyeol mau d’jdohin sma siapa ea. jdi pensaran.
    d’tunggu kelanjutannya
    fighting

  5. ternyata eomma hye ji udah tau.. pasti shok bnget liat anak’a lg ky gitu.
    Chanyeol sma hye ji klo cmpur mesti ada aja yg d’ributin, gx ada yg mau ngalah .
    aduh chanyeol mau d’jdohin sma siapa ea. jdi pensaran.
    d’tunggu kelanjutannya
    fighting eon

  6. Hahaha…lucu deh kelakuannya yeol,sama hyeji..kk,tau rasa tuh di jewer jongin…😂.. Hyeji kamu kan emang kek anak kecil..😅,yahh di banding yeol …😂

  7. Jarak usia lumayan jauh sih, tp lucu juga liat mereka berantem gitu. Soal kisah cinta kakak adek semoga cepet selesai aja deh

  8. waaaah Chanyeol mau dijodohin? sama siapa? penasaran. sama Hye Ji kan? haha aku so tau, tapi semoga aja…
    ibunya Hye Ji ternyata udaha tau, dan Baekhyun juga kaya nya suka sama Hye Ji deh.. aku tunggu ya next chapternya thor.

  9. huraaa…. chanyeol mau di jodohin sama siapa tuh..?
    btw chanyeol sama hye ji jauh banget ya jarak umurnya haha..
    judulnya ajj uda ada pedofilnya.. yakk chanyeol pedofil huaaa
    next chap ditunggu ya

    keepwriting^^

  10. kurang panjang eon ㅠㅠㅠㅠㅠ duhhhhhhh bingung gue kayaknya baekhyun juga suka ma hyeji tapi karena eommanya hyeji mungkin baekhyun bkl ngelupain hyeji isssssss chanyeol seneng bgt goda hyeji

  11. chanyeol ternyata kaya yaaa
    buktinya ayahnya punya perusahaan sendiri
    hmm chanyeol malab jadi polisi
    terus entar siapa yang mewariskan kalo gitu

  12. Gila ternyata eomma nya hyeji sudah tahu perasaan anaknya tapi memang lebih baik diam karena perasaan hyeji bisa lebih sakit lagi.
    Dan ngakak chanyeol yg berusia 28 tahun bisa bersikap kekanak-kanakkan bila di dekat hyeji. But aku suka mereka bertengkar seperti ini, lucu juga.
    Berharap ayah chanyeol bakal menjodohkannya dgn hyeji….
    Aku tunggu next chapter…

  13. Nggak nyangka ibu hyeji ternyata udah tau masalah hyeji suka sama baekhyun. Miris banget 😯 Hahahah.. udah duda pun ayah chanyeol masih mau main jodoh-jodohin anak sendiri. Kan chanyeol udah bisa sendiri deh kayaknya nyari jodoh. Hyeji keceplosan tuh. 😆

  14. trnyata ibu.y udah tau perasaan mereka berdua..
    lucu & seru x klo yg mo dijodohin sama chanyeol itu hyeji.. heee
    next kaka

  15. Kayaknya baekhyun juga emang suka sama hyeji, tapi karena merasa berhutang budi pada ibu kandungnya hyeji, jadi dia mengalah. Begitukah?
    Yaelah chanyeol pervert beuhhh..
    Chanyeol mau dijodohin ? Lalu bagaimana dengan hyeji? Apa anak teman appanya itu hyeji? Semoga wkwk

  16. Baek so sweet ya sama wendy😦 lah ternyata mama nya baek tau kejadian yang baek cium hyeji :” pantes aja ma nya terkesan mau ngebuat hyeji jauh dari baekhyun. Dan chanyeol si kepala merah mesum😂😂😂 lucu yaereka debat mulu dirumah wkwk. Kalau chanyeol dijodohin, hyeji bakalan gimana😦

  17. Jangan jangan nanti si Chan dijodohin sama Hyeji,btw mamahnya si hyeji tau kalo anakanya suka sama sepupunya sendiri

  18. astaga chanyeol, kepala merah mesum, yoda kelebihan kalsium, idiot perfect dah semuanya lengkap. ehh ceye mau dijodohin ama siapa coba? hyeji aja thor biar rame hahaha
    >>> ditunggu next chapnya

  19. jd eomma nya baek juga tau kalo hyeji sm baek dulu slng suka
    waaah chanyeol mau d jodohin sm siapa ??
    apa sm hyeji
    makin seru critanya
    penasaran sm lanjutan critanya

  20. Salut deh buat author-nim, dibela2in update walau disambi dg ngerjain tugas kuliah, semangat yaa! Hwaiting! Di tunggu next chap nyaa.. ^o^

  21. CY mau dijodohin? terus gimana nasip Hye Ji???

    Kenapa Hyeji ga tinggal sama Minseok aja, daripada sama CY si ahjusi mesum wkwk
    Ohh jadi Baekhyun – Hyeji itu saling suka tapi ga bisa bersama karna mereka saudara, gitu ya thor??

  22. Jadi eommanya udah tau? Terus itu Baek sebenarnya suka gak sih sama HyeJi lagak-lagaknya seperti ada perasaan😂 btw Cy sama Hye Ji lucu kalo bertengkar wkwkk lanjuttt ya kakk!!!

  23. Hye ji sama chanyeol tinggal bareng aja,kan seru tuhhh…hehehe
    Baek ama hyeji saling mencintai kan?
    Tapi gagal paham deh ya pas adegan” awal.itu maksudnya mama nya gimana?
    Ada rencana apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s