My (Girl)Friend: Please?

Screenshot_2016-05-13-13-49-50-541

Previous: I Miss You!

Twelveblossom (twelveblossom.wordpress.com) | Oh Sehun & Jung Nara | Friendship & Romance | Series
“If you feel the same as I do, please ….” ―Girl x Friend, EXO


Nara mematut diri untuk yang kesepuluh kalinya di depan cermin. Gadis itu mengoleskan gincu merah ke bibir, kemudian berputar-putar seperti balerina. Ia terhuyung sejenak, lalu mengedipkan sebelah mata dengan centil. Surainya yang kini bewarna biru bercampur hijau dan kuning, dikibaskan. Bibirnya bergumam, “Betapa cantiknya Jung Nara.”

Sementara itu, seorang pria yang berada di belakang Nara, melemparkan bantal ke arah si gadis. “Tingkahmu seperti pemenang kontes kecantikan saja.” Ejek Sehun yang sedang merebahkan diri di ranjang. Untung gerak refleks Sehun bagus, sebab Nara membalas dengan melemparkan kamus setebal dua belas sentimeter ke arahnya. “Aduh, kau bisa dituntut SM kalau melukaiku.” Keluh Sehun.

“Jangan banyak protes. Aku harus tampil cantik karena hari ini peluncuran novel keduaku.” Kata si gadis sembari berkacak pinggang. “Ayo, cepat bangun. Kau jadi ikut tidak?” Tanya Nara.

Sehun malah bermalas-malasan, membuat kemeja putih dan celana kain yang dikenakannya kusut. “Aku anggota EXO yang terkenal, mana mungkin menghadiri acara kecil seperti peluncuran sebuah novel. Tidak dibayar lagi.” Jawab pria itu, ia mengubah posisi menjadi tengkurap.

Nara memicingkan mata, jengah melihat tingkah Sehun. Ia melangkah lebar-lebar, lalu naik ke atas ranjang. Nara menendang pantat Sehun sambil berkicau, “Dasar sombong, jelek, tidak tahu perasaan―”

“―Sakit, Jung Nara. Sakit―kau ini gadis atau buldoser, sebenarnya?!” Pekik Sehun. Pria itu segera menghindar. Ia memilih duduk di ranjang, ketika Nara menghentikan serangan. “Tadinya, aku cuma bercanda. Sekarang, aku benar-benar marah dan tidak ingin ikut.” Ungkap Sehun, pria itu cemberut.

Nara menghela napas, kalau sudah begitu pasti Sehun akan mendiamkannya selama beberapa menit, sedangkan ia tak punya waktu banyak―takut terlambat ke acara launching novel barunya. “Maaf, ya?” Pinta Nara yang kini duduk di hadapan Sehun.

Sehun membuang muka dan melipat tangan, seperti anak kecil.

“Sehun, maaf. Aku juga bercanda tadi.” Rayu Nara.

Sehun melotot, ia menunjuk hidung Nara. “Bercanda kau bilang? Yang benar saja, aku yakin kau berniat membunuhku.” Ujarnya, melebih-lebihkan.

Raut Nara berubah yang awalnya riang, menjadi murung. “Sehun, apa kau mencintaiku?” tanya Nara sendu.

“Sudah tahu jawabannya, tidak usah tanya-tanya.” Sehun menjawab ketus.

Nara memangkas jarak mereka. Ia mendekatkan parasnya dengan pria itu. “Kalau kau juga mencintaiku, tolong ikut.” Sekali lagi si gadis memohon. “Kau tidak perlu datang sebagai Sehun EXO atau pun datang sebagai Sehun kekasih Nara. Kau bisa datang sebagai sahabat karib Jung Nara sejak balita. Semua orang tidak perlu tahu kau siapa, kau bisa menyamar. Aku hanya ingin orang terpenting dalam hidupku ada di sana bersamaku.” Lanjut Nara.

Senyum mulai bermain di ujung bibir Sehun, namun tetap berusaha ia sembunyikan. “Apa ada bayarannya?” tanyanya singkat.

Nara mengambil napas, entah mengapa pipinya merona. “Apa ini cukup?” Cekatan si gadis mengecup pipi Sehun dengan cepat.

“Hanya itu? Yang benar saja.” Sehun membuang muka menyembunyikan cengiran.

Nara mengigit bibir. Tangannya beranjak menyentuh rahang Sehun, membuat prianya memandang manik mata Nara. Jari telunjuk Nara mengusap lembut bibir Sehun, lalu dengan perlahan si gadis memangkas jarak mereka.

Sehun mengatupkan mata, ketika spasi dirinya dan sang kekasih semakin berkurang. Pria itu bisa merasakan aroma napas Nara yang sangat familiar di indra penciumannya. Sehun menunggu bibir mereka bertemu.

Nara menghentikan gerakannya. Dia menyeringai. Setelah itu, membenturkan keningnya dengan dahi Sehun. Lantas membuat Sehun mengaduh sekali lagi.

“Dasar pria mesum, memanfaatkan gadis lemah yang tidak berdaya dan tertindas. Terserah kau mau ikut atau tidak, aku tak peduli.” Gerutu Nara, langkahnya menghentak-hentak meninggalkan Sehun.

Sehun mengusap keningnya yang merah, “Aku yang seharusnya menjadi pihak tidak berdaya dan tertindas di sini, Jung Nara.” Racau pria itu, kesal.

Kendati demikian, Sehun tetap bergegas untuk mengekori Nara,  pergi ke mana pun yang gadis itu inginkan.

-oOo-

a/n: Part selanjutnya dapat dibaca dengan klik Track List atau My (Girl)Friend: Just Friend!. Terima kasih sudah membaca, semoga suka.😀

7 responses to “My (Girl)Friend: Please?

  1. hahaha…. lucu bgt sih mereka ini🙂
    sebenernya mereka itu pacaran atau cuma ttm sih???
    kalau cuma teman koq ya mesra bgt, tapi kalau pacar mereka sndiri bilang cuma sahabat???
    bingung ah🙂 yg pnting mereka tetep brsama itu udh seneng bgt aq🙂
    status mah belakangan,hehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s