[FREELANCE] AUTUMN #9

20160425_201615

Cover Alkindi Exo Kingdom Fanfiction

Title: Autumn chapter 9

Author: Puspita.desu

Cast: Byun Baekhyun
Kim Yoora
Onew as Lee Jinki

Genre: Romance, Hurt, Sad, Idol life, Friendship, Complicated

Rating: 13+

Length: Chaptered.

Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 | Chap 4 | Chap 5 | Chap 6 | Chap 7 | Chap 8 |

******

mulai sekarang, kau hanya perlu menatapku..

Byun Baekhyun lagi-lagi merasa bimbang, atau dia memang makhluk paling plin-plan yang ada di muka bumi. Irisnya menatap sepatu yang saling bergantian untuk melangkah, kendati pikirannya melayang akan kejadian beberapa waktu lalu dan itu tentu saja kembali membuat dirinya menjadi pria brengsek.

Ya, satu gadis dia pilih dan gadis yang lain hancur karena dirinya.

Siapa yang berfikir ini enak?

dirinya bahkan tak bisa bernafas dengan benar, dan ketakutan selalu melandanya kala terlelap. Takut jika suatu saat dia akan terkena balasan yang bahkan lebih dari yang dia berikan pada kedua gadis yang selalu membuatnya berfikir ulang untuk melangkah.

Kembali menghembuskan nafasnya lantas melihat kedepan koridor dan korneanya menangkap siluet yang sangat dia kenal, Park Chanyeol. Dan seketika mengingat ketika pria itu memberi Yoora susu ibu hamil yang bahkan tak pernah terfikir olehnya sekalipun.

Jangankan untuk susu hamil, hatinyapun belum terpatri dengan benar.

Sekali lagi, Byun Baekhyun memang makhluk plin-plan.

Dengan keyakinan yang mantap, Baekhyun mempercepat langkahnya hendak menemui Chanyeol.

Chanyeol menoleh ketika dia merasakan tepukan di bahunya, dan menemukan orang yang tadi syuting romansa ‘mengapa kau tinggalkan aku’ di ruang latihan.

Chanyeol muak, benar-benar muak. Tak tahu apa yang membuatnya seperti itu, namun kenyataan bahwa Baekhyun belum bisa memantapkan hatinya dengan benar apalagi untuk berbicara tegas pada Taeyeon noona bahwa mereka tak akan pernah bisa bersatu, dia tak yakin bahwa Baekhyun mengatakan hal demikian.

Fans yang murka, singkatnya hubungan keduanya memang sangat dilarang.
Bak air dan minyak yang tak pernah bisa bersatu, tak akan saling mempengaruhi satu sama lain. Lalu apalagi yang harus mereka pertahankan?
Apa cinta saja cukup?

Lantas bagaimana dengan Yoora?

Chanyeol mendengus kemudian berbalik menghiraukan Baekhyun yang mendecak kesal,

Yoora bukan sekedar membutuhkan cinta, dia membutuhkan segala hal yang ada pada Baekhyun. Terutama kasih sayang dari ayah untuk anaknya.

Kapan Byun Baekhyun bisa berfikir dewasa?

“Kita perlu bicara Yeol..”

Ujar Baekhyun, kelewat kesal dengan Chanyeol yang terus saja mengacuhkannya. Ada apa dengan anak ini?

Apa dia menyukai Yoora?

Oh, batinnya tak terima.

“Memangnya ada apa?”

Chanyeol menghentikan langkahnya, bermaksud memberi kesempatan untuk Baekhyun mengutarakan keinginannya.

“Sebenarnya ada apa denganmu Yeol? Kenapa prilakumu seperti ini? Apa ini karena Yoora? Apa kau menyukai Yoora? Apa kau membenci…”

Ocehan Baekhyun terhenti karena deringan di ponselnya, lantas membuka notifikasi dan seketika ponselnya terlepas dan jatuh..
Hatinya berdebar tak karuan,
Pria itu berlari secepat mungkin membuat Chanyeol terbingung akan Baekhyun.

Lalu meraih ponsel Baekhyun yang terjatuh, dan mengerti akan situasi ini. Selanjutnya berlari mengikuti temannya itu, jangan sampai Baekhyun menyetir!

Cepatlah datang, bayimu segera keluar!

Tak tahu apa yang menimpa Yoora dan bayinya, namun kini ketakutan melandanya. Bak berada di roller coaster, dia tak tahu apa yang harus dilakukan selain berteriak.

Aku akan memberimu alamat rumah sakit, kutunggu kau datang. Jika terlambat, maka ibunya juga tak akan selamat.

Apakah dirinya harus mengikat Yoora agar tak pergi kemanapun? Kapan dia mematuhi perintah?

Selamat bersenang-senang!!

Kim Yoora, bertahanlah!!

******

Baekhyun mengamati lamat-lamat wajah Yoora yang terlelap, jantungnya yang setadian berpacu kelebihan hormon kini kembali normal, setidaknya untuk sekarang dia bisa bernafas tenang.

Lalu gerangan apa yang membuat Yoora seperti ini?

Apa dia diculik?

Oh, bahkan Baekhyun tidak sempat menemui orang yang mengirim pesan kelewat brengsek tadi.
Apa orang itu fikir nyawa adalah mainan?
Terlebih itu adalah Yoora dan bayinya, dia tak akan memaafkan jika terjadi sesuatu pada keduanya.

Mengusap peluh Yoora pelan dan seketika gadis itu membuka matanya perlahan. Membuat Baekhyun menaiki ranjangnya dan mendekat, jantungnya kembali kelebihan hormon.

Gadis itu menatap atap rumah sakit dengan berkerut lalu memandang Baekhyun yang terduduk disampingnya, seketika terbangun dan menarik baju Baekhyun yang kian terkejut.

“Ba bayiku, bagaimana bayiku?”

Tanyanya lirih, air mata menggenang di pelupuknya.
Oh, gadis ini begitu rapuh bahkan tanpa Baekhyun sakiti sekalipun. Gadis yang menyayangi anaknya sepenuh hati, walau kenyataan bayi itu penyebab rusaknya kehidupan Yoora.

Bukan, perusak adalah Byun Baekhyun. Bahkan bayinya tidak tahu apa-apa.

Dan kenyataan itu membuat Baekhyun terhenyak, hatinya sakit melihat Yoora kembali menangis karena dirinya.
Lantas memeluk gadis itu erat dan membuat Yoora semakin histeris.

“BAGAIMANA BAYIKU, JAWAB BYUN BAEKHYUN..!!”

Yoora menjerit frustasi, berusaha melepas pelukan Baekhyun dan tidak berhasil karena pria itu semakin memeluknya erat.

Yoora lelah, iya.

Yoora frustasi, iya.

Apa kehidupan memang harus seperti ini?
Untuk pertama kalinya gadis itu menyesal untuk tetap hidup.

Baekhyun melepas pelukannya kala Yoora tenang, menghapus air mata di pipi Yoora dan tersenyum.
Ya, dia sepenuhnya yakin akan Yoora.

“Bayi kita selamat,”

Yoora menegang dan air mata kembali turun dari korneanya.

Bayi kita,

Bayi kita,

Bayi kita,

Ya, dia selamat.

Tuhan kumohon tetapkanlah hatiku.

Chanyeol tersenyum simpul melihat adegan ‘syuting’ yang menjadi favoritnya kini. Ya, dia mengibaratkan bahwa kehidupan Baekhyun bak drama nyata dan dia menjadi saksi utama awal dan perjalanan hidup mereka.

Lantas melangkahkan kakinya dan hendak pulang,

Baek, aku tidak membencimu. Aku berlaku demikian juga untuk kebaikanmu.

Ini karena Yoora, ya tentu saja. Dia yang membuatku mengerti apa arti dari Cinta sejati.

Aku menyukai Yoora sebagai adikku, dia milikmu seutuhnya Baekhyun.

Kumohon jangan menyia-nyiakan gadis itu..

******

Yoora mengerang dalam hati, wajahnya menunduk menatapi flat shoes-nya yang bersiap untuk berlari jika saja apa yang ada dalam kepalanya terjadi.
Namun apa yang ada di hadapannya, apa yang harus dia selesaikan tentu saja menahannya untuk terus saja terduduk dan memainkan jemarinya gugup.

Baekhyun yang berada di sampingnya dengan sigap menggenggam tangan Yoora, berharap gadis itu tidak bersikap gugup di depan ayahnya sendiri.

“Maaf, A Aboji.. ah, aku datang kesini hendak meminta restu padamu.”

Baekhyun mengawali percakapannya tak kalah gugup, takut jika pria paruh baya didepannya akan menolak dan mengusirnya. Namun mungkin ketakutannya sirna kala Baekhyun melihat segurat senyum matahari terbit di bibir ayah Yoora, pria itu mendekati anaknya yang masih menunduk dan seketika mendongak karena ayahnya yang secara tiba-tiba memeluknya.

“Yoora,, ya Tuhan. Bagaimana kabarmu nak? Aku rindu padamu sayang..”

Ibu Yoora yang sedari tadi tidak terlihat, secara ajaib muncul dan memeluk erat Yoora beserta ayahnya, menciumi wajah anaknya disertai tangisan yang tak terbendung.

Yoora menangis dan memeluk kembali ibunya, dia merindukan ibunya tanpa cela.
Merasa sengsara karena disaat dirinya dihadapkan dengan berbagai masalah, ibu dan ayahnya tak ada disisinya bahkan hanya sekedar berbagi cerita.

Dan gadis itu merasa bahwa hari ini satu persatu do’anya terkabul.

Ayah Yoora melirik Baekhyun yang tersenyum disamping Yoora, lantas menepuk bahunya merasa bangga akan pria yang berani bertanggung jawab atas anaknya.

Oh, dia bangga tentu saja.
Pria itu adalah artis universal juga masih sangat muda.

Terlepas dari kesalahannya yang tentu membuat masa depan Yoora tak sesuai dengan harapannya lagi.

Dia percaya rencana Tuhan selalu Indah.

“Jaga anakku baik-baik nak..”

Baekhyun yang merasa kebahagiaan diatas ubun-ubunnya mengagguk mantap.

******

Byun Baekhyun merasa risih dengan pergerakan luar biasa dari Yoora, gadis itu berbaring namun tubuhnya seperti gasing.
Berputar sana-sini dan membuat Baekhyun yang sedari tadi terlelap kemudian terbangun dengan herannya.
Memperhatikan mata tertutup Yoora yang masih terjaga.

“Ada apa Yoora? Apa perutmu sakit?”

Baekhyun panik lantas mengusap perut Yoora dan peluh gadis itu. Namun Yoora menggeleng membuat pria itu berkerut dan membantu Yoora untuk bangun.

“Kau kenapa?”

Tanyanya kembali.

“A aku mau Ddeobbokie. Yang pedas. Dan masih hangat..”

Jawabnya malu-malu sembari menunduk.

Ddeobbokie pedas?

Ya Tuhan ini sudah pukul 1 malam.
Bahkan dia dan Yoora tak sempat pulang ke asrama karena sudah malam, anginnya tidak baik untuk wanita hamil.
Dan mereka kini tertidur di ranjang kecil Yoora dan tidur saling berdempetan, bahkan Baekhyun menjaga jaraknya dengan Yoora.
Itu membuat jantungnya berlomba.

Dan kini jantungnya kembali berdebar karena gadis itu untuk pertama kalinya meminta sesuatu pada Baekhyun.

“Apa kau ngidam?”

Tanyanya pelan, membuat Yoora menggeleng tidak tahu.

Yoora terlalu muda untuk mengerti hal yang berbau kehamilan, apalagi ngidam.
Yang dia tahu, dirinya tak bisa terlelap sedikitpun karena menghayal Ddeobbokie pedas dimalam hari.

“Ya Tuhan itu namanya ngidam, keinginan yang menggebu-gebu saat hamil..”

“ya, mungkin seperti itu. Aku ingin Ddeobbokie. Ayo beli sekarang.!!”

Rengek Yoora manja, membuat Baekhyun terkejut namun setelahnya tersenyum.

“Baiklah, ayo..”

******

Musim dingin pertama kalinya Yoora keluar malam seperti ini, dia bahkan tak akan mengeluarkan jarinya sedikitpun di malam musim dingin.

Itu membuatnya alergi.

Namun dengan ajaibnya dia dan Baekhyun berada di luar jam satu malam dan tentu saja dengan Baekhyun yang luar biasa cerewet.

Satu sifat yang baru Yoora lihat.
Ini memang nyata.

Baekhyun bahkan memberinya dua mantel bulu yang membuat Yoora serasa gadis paling gemuk.

“Enak?”
Tanya Baekhyun, memperhatikan Yoora yang menyantap makanannya sembari menyangga dagunya di stir mobil.

Mana mungkin Baekhyun mengajaknya makan di luar, ya walaupun sudah tengah malam tetap saja dia takut jika penggemarnya masih berkeliaran.

Yoora mengangguk dan menyodorkan mangkuk Ddeobbokienya pada Baekhyun, namun pria itu menggeleng menyuruh Yoora untuk menghabiskannya.

Baekhyun tersenyum kendati dalam hatinya bertanya-tanya ada apakah gerangan dirinya yang banyak sekali tersenyum hari ini?

apa sebegitu mudahnya menyukai gadis seperti Yoora?

“Yoora..”

“Ya?”

“Maukah kau berjanji padaku satu hal?”

“Apa?”

“Mulai sekarang, kau hanya perlu menatapku.. maka aku pun akan melakukan hal yang sama, aku akan menjaga dan melindungimu. Kau berjanji?”

Yoora tertegun, oh jantungnya serasa meledak. Apa Baekhyun sedang bermimpi?

Mustahil!

Yoora menggeleng tak mengerti membuat Baekhyun secara tiba-tiba mendekat dan menyapa bibir Yoora.

God, ciuman pertamanya.

Yoora merasakan tubuhnya melemas seperti agar-agar.

Baekhyun memang pernah menciumnya, namun kejadian itu bahkan tidak pernah Yoora anggap itu terjadi.

Namun apakah kali ini Yoora akan menganggapnya?

Apa dia harus membuka harapannya kembali untuk pria ini?

Brukk.

Brukk.

Brukk.

Keduanya terperanjat dan melepas ciumannya paksa, terkejut mendapati puluhan gadis didepan mobil Baekhyun seraya berteriak.

Oppa.
Baekhyun oppa.

Siapa dia oppa?

Apa dia gadis yang mengaku hamil anakmu?

Wanita jalang, keluar kau.

Aku akan membunuhmu..

Oh Tuhan, apa lagi ini?

Tbc~

5 responses to “[FREELANCE] AUTUMN #9

  1. Pingback: [FREELANCE] Autumn #10 | SAY KOREAN FANFICTION·

  2. Pingback: [FREELANCE] Autumn #11 | SAY KOREAN FANFICTION·

  3. author… mianhamnida krena aku bru komen disini lg walau udh baca sejauh ini… cerita ini bener” ngena dan waw… aku suka thor…. aku smpe nangis loh hiks… jebal lanjutin thor~ keep writing and hwaiting juseyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s