[FREELANCE] KING & I #2

z4

KING & I

EXO’s Oh Sehun

OC’s Jessica Alicei Arnault

Actrees’s Yuan Shan Shan

Sad, Romance, Marriage Life Story Rated by PG-17  Served In Chaptered Lenght

Disclaimer : Hi, thanks for all of you who’ve willing to read the story of the artificial I. Once again, the story is original to me. Sorry if there is similarity of background, cast, place, events, characters and more because, everything is accidental author when creating. Don’t Be Plagiarism! Enjoy and Happy Reading

2016© HOYA Story Present

Thanks to her poster, this is amazing.( Katalavaino )

PREV: Teaser || Chapter 1 ||

King & I ♔

~ Game Start ~

Apa Itu Cinta?

Aku Tak Pernah Memperdulikan Kata Cinta Dan Jawabannya Adalah  Aku Tak Tau Apa Itu Cinta. Semua Berfikir, Oh Betapa Menyedihkannya Seseorang Yang Tak Tahu Arti Cinta. Cinta? Itu Tak Penting.

Apa Itu Kasih Sayang?

Aku Juga Tak Pernah Memperdulikan Sesuatu Hal Yang Berhubungan Dengan Kasih Sayang Ataupun Cinta. Mengapa? Karena Aku Tak Pernah Merasakan Keduanya.Menyedihkan? Aku Tak Peduli.

Apa Itu Kehidupan?

Kehidupan Adalah Sesuatu Hal Yang Membuatku Serasa Berada Di Dua Dunia. Dunia Nyata Dan Dunia Fantasi. Dua Dunia Yang Mengajarkan Apa Arti Dari Cinta, Kasih Sayang, Dan Juga Ketulusan Yang Sebenarnya.

Apa Itu Waktu?

Waktu Adalah Sesuatu Hal Yang Mampu Membuatku Gelisah, Marah, Dan Kesal Secara Bersamaan. Kecepatan Waktu Membuat Setiap Orang Harus Merelakan Sesuatu Yang Begitu Berharga Dalam Kehidupannya.

Apa Itu Keserakahan?

Keserakahan Adalah Sesuatu Yang Berhubungan Dengan Nafsu. Keserakahan Membuat Setiap Orang Lupa Akan Segala Hal Yang Berharga Di Dirinya. Keserakahan Lah Penyebab Terjadinya Dunia Yang Menyeramkan Dan Menyedihkan Bersatu.

Apa Itu Keluarga?

Keluarga Adalah Sesuatu Hal Yang Berhubungan Dengan Akar Tumbuhnya Seseorang. Akar Itu Bisa Saja Patah Ataupun Layu Karena, Sebuah Penyebab. Sebuah Akar Rentan Patah Atau Layu Jika Sesuatu Yang Mendasar Dari Dalamnya Buruk.

~ King & I ~

In Jessica’s Eyes..

 

Semuanya seakan lambat. Apa hanya aku yang merasakannya? Apa hanya aku yang memiliki waktu lambat? Atau, aku berbeda dari yang lain? Seakan semua pertanyaanku itu terlihat ambigu, tak ada yang bisa menjawabnya. Apakah aku begitu menyedihkan sehingga kalian selalu menganggapku rendah?

“Aku begitu menyedihkan, Jongdae-ah..”lirihku. Jongdae melirik ke arahku, ia menggeleng pelan.

“Kau tak menyedihkan, Sica-ya. Kau begitu istimewa. Kau selalu berbeda dari yang lain.”sahutnya.

“Aa-aku-,”

“Sudah kukatakan padamu, kau tak menyedihkan. Kau istimewa, sangat istimewa.”

“Tapi kenapa semua orang menganggapku rendah?”tanyaku dengan tatapan penuh kesedihan.

“Mereka hanya iri padamu, maka dari itu mereka mencari kelemahanmu dan kelemahanmu dengan mudah terbaca oleh mereka.”jawabnya.

“Kelemahanku?”aku menatap Jongdae penuh tanya.

“Kelemahanmu sangat mudah terbaca, Sica-ya. kau harus mencari tau apa kelemahanmu sendiri tanpa aku.”

“Tapi-,”

“Itu kelemahanmu, bukan kelemahanku dan aku tak bisa ikut campur dalam hal ini.”Jongdae menepuk pelan bahuku.

“Kau harus menemukan kelemahanmu, Sica-ya..”bisiknya lalu berjalan keluar dari kamarku.

“Aku tak tau apa kelemahanku…”gumamku.

Flashback on

 

Seorang anak kecil menangis tertahan saat pria seusianya membekap mulutnya. Ia meronta pelan namun, anak laki-laki itu menahan pergerakannya dengan cara menghimpitnya ke dinding.

“Kau bisa diam?”tanya anak laki-laki itu sedikit kesal. Anak perempuan itu pun mengangguk pelan.

“Sekarang diam lah. Jika kau bisa diam aku akan membelikanmu Ice Cream Green tea.”

“Apa itu Green Tea?”tanya anak perempuan itu dengan tampang polosnya.

“Ah, sudahlah. Kau tak perlu tau, kau hanya perlu diam.”anak perempuan itu pun mengangguk takut saat mendengar penuturan anak laki-laki di depannya.

“Siapa namamu?”

“Ya?”anak perempuan itu sedikit kaget.

“Pelan-pelan saja, siapa namamu?”ulang anak laki-laki itu seraya mengintip di balik tembok.

“Jessica jung.”jawab anak perempuan itu pelan, sangat pelan.

“Ok, baiklah. Namaku Oh Sehun, kau bisa panggil aku Sehun.”balas anak laki-laki itu.

“Sehun-ssi, sebenarnya ada apa? Kenapa kau menarikku ke dalam gudang supermarket?”tanya Jessica.

“Karena ayahku sedang mengejar-ngejarku.”

“Memangnya apa penyebab kau di kejar-kejar?”tanya Jessica lagi.

“Aku akan di kirim ke italia, berhubung  aku benci italia jadi, aku kabur.”

“Aku juga akan ke italia bersama ayah, ibu, kakak, dan juga adikku.”sahut Jessica pelan. Sehun mendongak menatap Jessica. Ia tak habis fikir, anak perempuan yang baru saja di kenalnya ini ternyata bernasib sama dengannya.

“Lalu kau kabur?”

“Tidak, aku tidak kabur. Aku hanya ingin membeli Jelly coklat di supermarket, saat aku keluar dari supermarket tiba-tiba saja kau menarikku.”

“Ma’af..”ucap Sehun pelan.

“Tak apa, aku senang karena Sehun menarikku.”

“Senang?”Jessica mengangguk pasti sambil tersenyum manis.

“Apa kau tak takut dengan kehidupan di Italia?”tanya sehun. Jessica terlihat diam sambil berfikir, ia mendongak lalu tersenyum manis. “Ani, aku fikir sesuatu yang baru lebih baik daripada sesuatu yang lama dan tak berubah-ubah.”jawab Jessica.

“Sesuatu yang baru?”Sehun bergumam.

“Ya. Misalnya kehidupan baru, pemikiran baru, tempat baru…”Jessica mengambil nafas sejenak. “Kita tak bisa terus-terus’an berada di satu waktu, waktu berjalan terus menerus dan kita tak dapat menghentikannya.”Sehun mencerna perkataan Jessica. Ya, mungkin sulit di mengerti untuk anak seusia Sehun berbeda dengan Jessica.

“Aku tau kau tak mengerti, Hunnie..”

“Aku butuh waktu untuk mengerti semua itu.”sahut Sehun.

“Baiklah, aku akan memberimu waktu untuk mengerti kata-kata yang kuucapkan.”Jessica berdiri menatap Sehun sebentar sambil tersenyum lalu, berjalan keluar dari gudang supermarket.

“Aish, aku benar-benar tak bisa mengerti dan juga memahami kata-katanya.”

‘ Aku berfikir sesuatu yang baru lebih baik daripada sesuatu yang lama dan tak berubah-ubah. Kita tak bisa terus-terus’an berada di satu waktu, waktu berjalan terus menerus dan kita tak dapat menghentikannya. ‘

 

Jessica memainkan boneka Teddy Bear nya sambil duduk di salah satu sofa di sebuah butik. Di sampingnya, seorang pria muda menatap tirai yang menutupi seorang wanita cantik dengan balutan dress pernikahan.

“Jess, apa ibumu akan tampil cantik nanti?”

“Aku harus menjadi yang paling cantik, Appa.”pria itu tersenyum menanggapi perkataan anaknya. Perbuatan yang tak di sengaja dan berakhir pernikahan tak berlandaskan cinta. Ia tersenyum kecut, jika bukan karena Jessica anaknya ia tak akan mau menikahi ibu Jessica, Jung Hanna.

“Appa, bisakah kau membelikan aku Ice cream Green Tea?”

“Ya? Jessica ingin sesuatu?”

“Appa tidak mendengarkan perkataan Sica.”

“Baiklah, apa keinginanmu tuan puteri?”

“Hihihi, Appa sangat lucu.”Pria itu-Bernard Arnault-menggendong Jessica. Menuruni setiap anak tangga di iringi cekikikan lucu Jessica. Di belakang mereka, Jung Hanna mengiringi dengan wajah dingin nan datarnya saat melihat kedua ayah dan anak yang sedang bergurau tak jelas.

“Bisakah kalian lebih cepat? Oh, aku bisa terlambat kali ini.”maki Hanna dengan kasar.

“Bisakah kau lebih lembut? Kau tak lihat di sini ada Jessica yang belum mengerti apa-apa?”

“Cih, ayah dan anak yang sama-sama bodoh.”desis Hanna. Ia melempar jas kerja milik Bernard ke trotoar.

“Apa yang kau lakukan? Apa maumu sebenarnya?”bentak Bernard.

“Kau tak perlu tau, urusi anakmu itu jangan sampai ia mengganggu kehidupan ataupun kesenanganku.”Hanna menghentikan sebuah taxi dan masuk ke dalam taxi tersebut. Bernard hanya bisa menghela nafas kasar, ia tak habis fikir dengan wanita ralat calon isterinya itu.

“Appa, ada apa dengan Eomma?”Jessica menunjuk taxi yang di naiki Hanna. Taxi tersebut semakin menjauh seiring berjalannya waktu.

“Tak apa, ayo kita pergi.”

“Appa, aku ingin membeli Ice cream Green Tea.”rengek Jessica pelan. Bernard tersenyum lalu menggendong Jessica dan masuk ke dalam mobil Lamborghini hitam miliknya.

“Appa, cepat cepat go go go.”

“Sica, menurutmu bagaimana dengan italia?”

“Appa, sica sudah katakan berulang kali bahwa sica menyukainya.”Bernard menepikan mobilnya kembali. Wajahnya terlihat pucat, ia juga terlihat gelisah. Jessica menatap ayah nya khawatir.

“Appa, waeyo? Apa yang terjadi? Kenapa appa menepikan mobilnya?”

“Sayang, ma’af. Appa melupakan sesuatu di kantor. Bagaimana jika kita ke kantor terlebih dahulu lalu, membeli Ice Cream Green Tea?”Bernard tersenyum kecut.

“Arasseo, kajja kita ke kantor.”jawab Jessica. Bernard pun melajukan mobilnya, membelah jalan kota Seoul.

Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi membelah jalan kota Seoul dari arah berlawanan. Seorang pria, wanita, dan juga anak laki-laki-Sehun-terlihat ada di dalam mobil tersebut.

“Apa yang kau lakukan itu salah, kyu!”seru wanita di samping pengemudi pria. “Aku menyukainya! Apa itu salah!”sahut pengemudi tersebut lebih keras.

Sehun dan adiknya, Soojung yang ada di jok belakang hanya bisa menutup kedua telinganya, tak lupa juga keduanya menutup matanya tak ingin melihat kedua orang ralat kedua orang tua mereka yang bertengkar hanya karena masalah sepele.

“Aku tak menyukainya! Seharusnya kau menghormati pendapatku sebagai seorang istri tapi kau, kau terus saja keras kepala dengan pendapatmu, kyu!”

“Ya! jika kau tak menyukainya lebih baik kau dan aku berakhir disini juga!”sahut pengemudi itu lagi.

“Oppa, Soojung takut.”

“Soojung-ah, peluk bonekamu saja. Hiraukan semua perkataan Appa dan Eomma.”Soojung mengangguk.

Sebuah mobil-mobil Jessica-dari arah berlawanan dengan kecepatan yang sama, berada di jalur yang sama dengan mobil yang di tumpangi sehun beserta keluarganya.

“Appa, lihat ke depan ada mobil di jalur yang sama!”teriak Sehun.

“Cepat hentikan semua ini, Oh Kyuhyun!”

“Diam kau!”

“Appa, ada mobil di jalur yang sama!”

“Ini jalan raya, Oh Sehun!”sahut Kyuhyun.

“Oh Kyuhyun, lihat di depanmu!”

“Aaaaa!”

Ciit!Brakk!

 

Mobil Sehun dan mobil Jessica saling bertabrakan, Sehun terpental keluar dari mobil. Badannya penuh darah akibat pecahan-pecahan kaca mobil. Ayah Jessica, Bernard terpental keluar melalui kaca mobil begitupun kedua orang tua Sehun, adik Sehun, Soojung terpental ke arah berlawanan dengan Sehun. Sedangkan Jessica, dirinya hanya mengalami luka-luka kecil namun, ia kehilangan separuh ingatannya. Sejak saat itulah, kenangan manis nan indah Sehun-Jessica hilang seperti pasir yang tertiup angin. Namun, kata-kata yang pernah di ucapkan ataupun di lontarkan Jessica waktu itu masih tetap ada di ingatan Sehun begitupun dengan Jessica.

Flashback END

“Jongdae!”seru Jessica keras. Jongdae membuka pintu yang baru saja di tutupnya berapa saat yang lalu. Ia menatap Jessica malas.

“Sekarang apa lagi, Jess? Aku ingin kencan makan malam bersama gadis pilihan orang tuamu malam ini.”Jessica mendengus pelan.

“Oh, jangan mulai, Jess. Aku tak ingin kedua orang tuamu kecewa padaku.”tambah Jongdae.

“Pergilah, aku juga akan pergi malam ini.”sahut Jessica. Jongdae mengerutkan keningnya dan menutup pintunya perlahan.

“Tapi tunggu..”Jongdae kembali menahan pintunya.

“Apa lagi sekarang?”

“Kau tak pergi ke pesta pembukaan cabang baru Jaejoong?”Jessica balik bertanya.

“Aku sedikit terlambat nanti baiklah, Aku pergi.”Jongdae melesat pergi meninggalkan Jessica yang mengumpat kesal.

“Hey! Kim Jongdae! Kembali kau! Aissh, menyebalkan sekali.”Jessica berjalan menuju Walk in closet miliknya sesekali mengumpat kesal tentang Jongdae. “Hhh, aku akan pergi dengan siapa?”gumam Jessica sembari memoleskan Nail Polish pada kukunya.

Drrtt!Drrtt!Drrtt!

 

“Ah, siapa lagi itu?”gumam Jessica sembari meloncat dari kursi yang di dudukinya ke kasur Queen Size miliknya. “Oh, tidak. Ini belum kering, aku harus bagaimana. Ini begitu menyusahkan.”Jessica mengumpat kesal. Ia melihat tulisan yang tertera pada layar ponsel miliknya. Tertera nama, Tiffany hwang di layar tersebut.

“Aku butuh bantuanmu.”

Bantuan? Baiklah, tunggu aku. Aku juga ingin menunjukan sesuatu padamu.”

“Hmm, terserah apa katamu.”

Hmm, tunggu aku 10 menit lagi.”

“Ya.”

Jessica meloncati Paper bag yang berserakan di lantai. Make up di wajah yang belum selesai, cat kuku yang belum rapi, dan rambut kuningnya yang masih terurai tak beraturan.

“Aku harus cepat!”serunya.

KING & I

Jessica dan Tiffany berdiri di sudut ruangan pesta. Jessica dengan keras kepalanya meminta Tiffany untuk menemaninya namun, di satu sisi Tiffany menolak karena sebuah alasan penting.

“Pergilah.”Tiffany mengangguk lalu menghilang di balik kerumunan para tamu undangan yang lain. “Oh, seharusnya aku tak pergi.”gerutu Jessica kesal.

“Kau sendiri?”Jessica berbalik dan mendapati seorang pria yang kemarin merusak pagi harinya. Jessica diam, untuk apa menjawab pertanyaan orang yang sama sekali tak di kenal dan juga di bencinya.

“Kau sedang apa di sini, sayang?”

“Cih, pertanyaan macam apa itu?”Jessica bertanya dengan angkuhnya.

“Aku bertanya sesuai dengan aturannya, sayang.”

Sehun menyeringai kecil melihat tatapan tak bersahabat gadis di depannya. Ia akui gadis di depannya ini cantik namun, sayangnya dia sangat angkuh, arogant, dan juga tak banyak bicara. Akan sedikit sulit mendekatinya. Oh, jika bukan karena perusahaan Sehun tak akan mau mendekati gadis sepertinya. Kembali ke keduanya yang saling menatap satu sama lain.

Jessica berjalan mendekati Sehun. Entah setan dari mana, Jessica mengecup pelan pipi Sehun dengan lembut. “Aku tak suka dengan keberadaanmu jadi, kumohon agar kau tak mengikutiku seperti hari sebelumnya, tuan Oh Sehun.”bisik Jessica pelan lalu, pergi meninggalkan Sehun.

“Terasa menyenangkan, sayang. Akhirnya permainan pun di mulai.”gumam Sehun.

“Oh, dengan mudahnya dia berkencan di hari yang begitu sial bagiku.”Jessica mengumpat kesal di dalam toilet wanita. “Aku benar-benar yakin dia memang sengaja meninggalkanku dengan cara menyetujui kencan makan malam yang di ajukan oleh Daddy.”umpatnya lagi.

Jessica keluar dari toilet tersebut. Sesaat setelah menutup pintu seseorang menarik pergelangan tangannya, membawanya ke Lobby yang sunyi tanpa ada seorang pun yang berlalu lalang.

“Lepaskan aku!”seru Jessica keras. Jessica menatap kesal Sehun ralat pria gila di depannya.

“Aku akan melepaskanmu, sayang. Tapi jika kau…”Sehun tak melanjutkan perkataannya.

“Apa yang kau inginkan?!”

“Jika kau sepenuhnya milikku malam ini.”

Plakk!

“Kau fikir aku wanita murahan yang pernah kau tiduri, tuan? Kau salah, aku bersekolah hanya untuk mendapatkan gelaran tinggi yang berguna untuk masa depanku! Aku bekerja pagi, siang, dan malam demi mendapatkan posisiku sekarang ini! Dan kau! Dengan mudahnya kau memintaku layaknya seorang yang tak berdosa untuk membuang semua kehormatanku. Tak kupercaya kau begitu brengsek, tuan.”

“Kenapa kau menolakku? Apa aku kurang kaya bagimu? Apa aku kurang sempurna bagimu? Oh, atau aku kurang tampan bagimu?”

“Kau hanya kurang satu hal, tuan.”

“Apa itu?”

“Bagiku kau kurang hormat pada semua wanita, tuan. Kau terlihat seperti bajingan dan juga terlihat brengsek, tuan.”tutur Jessica lembut namun, terlihat seperti pisau yang menyayat. Sehun pun melepaskan genggaman tangannya pada lengan Jessica. Jessica dengan mudahnya membuat seorang Oh Sehun jatuh harga diri. Ia pun menjauh, meninggalkan Sehun yang tersenyum kecut melihat kepergiannya.

“Sayang, permainan telah di mulai. Kau tak akan dapat lari seperti sekarang ini.”

TBC

 

Jeng jeng jeng, Gimana? Oh, tidak ini begitu melelahkan. Sorry kalau kependekan atau ini tak memuaskan dan tak dapat di pahami oleh kalian semua. Tapi aku udah bersyukur karena kalian mau nyempatin baca FF abal-abal ini. Hasil karya yang begitu absurd. Jan lupa comment, saran, dan juga kritik ya.

 

See*Hoya

2 responses to “[FREELANCE] KING & I #2

  1. ahh akhirnya baca juga nih ff terusannya king & i karna udah nungguin lama nih ff, dan akhirnya dipost juga bersyukur aku author-nim🙂 ya ampun sehun jahat amat si ke ssica? dia itu teman masa kecil mu loh hun,masa mau kamu disakiti? ahh lanjutannya lanjutannya author-nim sesegera mungkin ne ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s