[FREELANCE] My real husband #3

z6

Title : My real husband #3

Author : Oh rin rin

Main cast : Kang Eun Bi, Oh Sehun , Kai

Other      : lee hyunra, shin lana , Other

Rating : –

Genre : Romance, marriage life, hurt

Lenght : capter

Poster by : green.caymintART

Desclaimer : Aku tau hamba TUHAN selalu menghargai orang lain SO….

Prev: Part 1 || Part 2 ||

-Part 3-

Eun bi merebahkan dirinya di atas rerumputan di halaman belakang rumah kai, hal yang sering ia lakukan, bukan ia tapi mereka, dia kai dan sehun, lebih suka di belakang rumah kai karna halaman belakang rumah kai paling besar di antara rumah mereka, tadi eun bi hanya berniat mengunjungi appanya tapi ia lupa kalau appanya ada di china.

dan ia beralih ke rumah keluarga Oh tapi tuan dan nyonya Oh sedang makan di luar, dan ia beralih lagi ke kediaman kim, ia memang menemui nyonya kim dan mengobrol sebentar tapi tak melihat kai karna namja itu belum pulang dan ia memutuskan untuk berdiam di sini, menikmati heningnya malam dan bintang yang bertebaran di langit di atasnya.

“sudah lama…?” tanpa menoleh eun bi tau siapa pemilik suara itu,

“sejak tadi sore, tapi seakan semua orang kompak tak ada di rumah hanya eomamu yang menyambutku…” kai terkekeh pelan dan ikut merebahkan dirinya.

“tidak bersama sehun…”

“dia sibuk di rumah sakit…”

“aigoo…, seharusnya ia lebih memperhatikan istrinya…”

“kau putus dengan hyunra…”

“sehun yang mengataknya…?” tanya kai

“emm…, aku takut, entah apa yang ku takutkan…” kai tersenyum sangat tau rasa takut apa yang di rasakan sahabatnya ini.

“entah takut memikirkanmu yang sakit hati karna di putuskanya, atau…..”

“aku tau…, tak akan terjadi apapun…..”

“kenapa kalian merebutkan wanita itu…”

“kami tak merebutkan hyunra…”

“tapi kalian mencintai hyunra…” kai menghela nafasnya

“kalau itu aku tak bisa menyangkalnya, kami mencintainya tapi ada yang berbeda…”

“apanya…”

“kau akan tau nanti…”

“kau bilang kalau aku adalah prioritas utama kalian, tapi mengingat kalian mencintai hyunra seakan itu tak ada artinya…”

“jangan bicara seperti itu, aku mengenalmu lebih dulu dari pada mengenal hyunra, tentu saja kau prioritas pertamaku…”

“aku senang mendengarnya, lain kali pilihlah wanita yang benar-benar mencintaimu, jangan pernah di permainkan oleh mereka…”

“aku tau…”

“sekali lagi, kenapa appa tidak menikahkanku denganmu saja…” kai hanya terkekeh mendengarnya

“karna kau tidak mencintaiku…”

“siapa bilang….? aku mencintaimu…” tutur eun bi

“aku percaya kau mencintaiku, tapi rasa cintamu itu berbeda, rasa cintamu untuku itu sama seperti aku mencintaimu dan mencintai sehun, tapi rasa cintamu untuk sehun itu sama seperti sehun mencintaimu…”

“aku tak mengerti…”

“kau tanyakan saja pada sehun…”

“kenapa harus dia…”

“karna dia juga tau jawabanya…”

“aisss aku pusing, tidak kau atau sehun, selalu membuatku pusing dengan kata-kata kalian…”

“itu karna kau terlalu bodoh…”

“kenapa kau ikut mengataiku bodoh, cukup sehun saja yang selalu mengejekku…” kai hanya terkekeh mendnegarnya

“tak mau mengambil ini lagi…” tanya kai sambil menunjukan kartu kreditnya

“mau.. tapi aku tak akan mengambilnya…”

“wae…”

“sehun akan marah besar…”

“jadi kau sudah mau mendengarkanya…”

“siapa bilang…”

“haha.. lalu bagaimana dengan belanjamu…”

“belanja. Aku hanya perlu menggeretmu ataupun kim appa ataupun mertuaku…”

“kenapa tidak sehun…”

“karna aku yakin dia akan menolak..”

“lalu dady…?”

“dia sama saja dengan sehun…”

“hahha… benar kata sehun kau harus mengurangi acara belanjamu, cobalah menjadi istri yang penurut…”

“aku tau… oppa bolehkan aku minta permintaan…”

“apa…”

“jika tidak jodoh-jodoh banget, jangan kembali dengan hyunra…”

“wae…?”

“aku tak mau dia menyakitimu lagi”

“baiklah…”jawab kai sambil mengangguk

“aku juga sangat membencinya…”

*****
sore hari eun bi menghabiskannya dengan bersantai di ruang tamu dengan di temani cemilan ke sukaanya dan ponselnya, entah apa yang ia lakukan pada ponselnya itu, yang pasti gadis itu betah sekali memainkanya, eun bi menoleh saat merasa sofa yang ia duduki bergerak dan ia melihat sehun yang duduk di sampingnya sambil menatapnya.

“wae…?” tanyanya karna merasa aneh dengan sikap sehun, tapi pernah sehun menatapnya dalam seperti ini.

“ani…” jawab sehun.

“aku ingin bertanya padamu…”

“apa…?”

“beberapa hari lalu aku bertemu dengan jong in oppa, ada kata-kata darinya yang tidak ku mengerti…”

“apa itu.??”

“rasa cinta kita bertiga berbeda-beda, rasa cintaku untuk kai sama dengan rasa cinta kai untuku dan untukmu, tapi rasa cintaku padamu sama dengan rasa cintamu padaku, kau mengerti dengan kalimat itu…” sehun menelan ludahnya, kai benar-benar

“ke..kenapa bertanya padaku…?”

“kata jong in oppa kau tau artinya…” sehun menghela nafasnya.

“kau tanya saja dia, dia yang lebih tau…”

“aishhh kalian sama saja..”

“diakan yang mengatakan itu, kenaa harus aku yang menjelaskanya, makanya jadi orang jangan bodoh-bodoh amat…” eun bi hanya menggerutu mendengarnya.

“kenapa kalian suka sekali mengataiku bodoh…”

“karna kau memiliki otak dangkal sekali….” tambah sehun sambil mendorong kepala eun bi dengan jari telunjuknya beberapa kali.

”aiss.. kau menyebalkan….” gerutu eun bi lagi lalu beranjak hendak meninggalkan ruang tamu, tapi eun bi tetaplah eun bi yang selalu ceroboh, kakinya tersandung kakinya sendiri yang membuat tubuhnya oleng dan andai saja sehun tak menariknya ia sukses mencium lantai. Dengan spontan sehun menarik eun bi kearahnya dan membuat eun bi jatuh di atasnya, ok lupakan posisi jatuh mereka yang lebih penting sekarang adalah.

Memang eun bi tak jadi mencium lantai,tapi hal yang tak pernah ia sangka adalah eun bi jatuh di atas sehun dengan bibir mereka saling menempel, sehun maupun eun bi mengerjapkan matanya berkali-kali masih mencerna apa yang terjadi pada mereka.

Eun bi tersadar terlebih dahulu dan langsung beranjak dari atas sehun dan duduk dengan gugub di sofa yang langsung diikuti sehun.

“ciuman pertamaku…” gumam eun bi tanpa sadar, sehun yang mendengarnya hanya terkekeh, eun bi melirik sehun yang masih tertawa, ini benar-benar memalukan, menurutnya, ia dengan gerakan cepat bangkit tapi tubuhnya langsung terhempas di sofa lagi saat sehun menarik tanganya.

Sehun langsung mengunci tubuh eun bi di sudut sofa, eun bi menelan ludahnya saat sehun menampakan smirknya, mereka memang sering melakukan skinsip tapi kali ini beda apalagi setelah kejadian beberapa detik lalu.

“benarkan itu yang pertama…” tanya sehun, eun bi menelan ludahnya lagi.

“ten..tentu saja, ka..kau tau sen..diri aku tak pernah memiliki kekasih huh.. lepaskan aku….” Jelas eun bi dengan rasa gugubnya yang tingkat akut, baru kali ini ia gugub di depan sehun.

“kalau aku tak mau…”

“yak.. apa yang terjadi padamu…”

“aku seorang pria eun bi, dan kau terlebih dahulu menciumku tadi, kau fikir itu cukup…” hanya menelan ludahnya yang bisa eun bi lakukan, apa yang akan di lakukan sehun setelah ini,

“aku tak sengaja…., lagi pula kau yang menariku tadi…”

“kau fikir aku peduli…”

“apa maumu…”

“selesaikan yang tadi tentu saja…”

“yang tadi sudah selesai…”

“hanya seperti itu…?”

“ya… kenapa kau jadi mesum seperti ini…?”

“ini bukan mesum eun bi-ah, tapi naluri seorang laki-laki…” menelan ludah lagi yang di lakukan eun bi, ia melihat wajah sehun yang  terlihat sangat serius di atas wajahnya, dan ia sendiri tak sadar kapan tepatnya wajah mereka menjadi sedekat ini.

“seh…” panggilan itu terhenti saat sehun memulai aksinya, ia tak main-main dengan ucapanya, ucapan kai waktu itu membuat dirinya ingin sekali menikmati bibir ranum itu sejak lama, dan sehun angkat tangan saat kejadian tadi ia sudah tak bisa menahanya lagi.

Ciuman kali ini berbeda dengan yang pertama. Bibir mereka tidak hanya menempel, sehun melumat bibir wanita itu lembut dengan gerakan perlahan. Seolah-olah bibir wanita itu adalah benda yang sangat rapuh dan mudah rusak jika dia memperlakukannya kasar.

sehun memiringkan wajahnya, memberi kesempatan eun bi bernafas tanpa melepaskan ciumannya. Sepertinya pria itu sudah mulai kehilangan akal sehatnya.

Sementara eun bi, wanita itu mengutuki dirinya sendiri yang terlihat sangat pasrah. Tangannya berada didada pria itu, awalnya ingin mendorong tubuh itu menjauh. Tapi, dia benar-benar tidak memiliki tenaga.

Tubuhnya nyaris melayang merasakan gerakan bibir pria itu dibibirnya. Membuatnya tanpa sadar meremas kemeja depan pria itu dan sepertinya hal itu juga membuat sehun semakin  tidak bisa menghentikan ciumannya saat ini. Tidak sedetikpun.

sehun menghentikan gerakan bibirnya dan memberi kecupan lembut pada bibir eun bi dan melepaskan kontak mereka tapi tak menjauhkan wajahnya sama sekali, ia hanya melepas bibirnya, sehun menatap eun bi dalam sama dengan yang di lakukan eun bi, semburat merah mengiasi ke dua pipi eun bi, tanganya masih meremas kemeja depan milik sehun.

Bibir sehun bergerak lagi tapi kali ini tujuanya adalah puncak kepala eun bi, mencium di sana cukup lama sebelum menarik dirinya duduk dengan normal.

Eun bi bertambah bodoh sekarang, karna yang ia lakukan hanya diam menghindari tatapan dari sehun dan sesekali menelan ludahnya lagi, ia masih merasakan jejak bibir sehun di bibirnya.

“kau sudah tau…?”

“m..mwo..”

“itu ciuman yang benar, jika kua mau menciumku lakukan seperti itu…” eun bi menatap sehun tajam,

“sud..sudah ku katakana aku tak sengaja tadi…”

“apapun itu…” jawab sehun tak mau tau lalu beranjak meninggalkan eun bi, ia tersenyum entah menertawakan apa yang ia tau kalau sekarang ini ia tak mengenal dirinya sendiri.

Sementara eun bi, ia memegang dadanya, merasa debaran luar biasa di sana, ia tak pernag merasakan ini pada siapapun dan orang yang membuatnya seperti ini adalah sehun, suaminya.

*****
eun bi turun dari mobilnya dan mengambil semua barang belanjaanya, ia merasa hidup kembali saat tadi bisa berbelanja bersama mertuanya yang berbanding terbalik dengan sehun sendiri, mertuanya itu sangat royal, tak memikirkan uang yang ia keluarkan untuk eun bi. Ia masuk dengan riang ke dalam rumahnya dan berjalan menuju kamarnya.

“baru pulang berbelanja eun bi-ssi…” eun bi menoleh langsung mendengar suara itu, matanya langsung membulat dan beberapa bawaanya jatuh d lantai saat melihat sorang yang selama ini ia kenal dengan nama lee hyunra sedang entah melakukan apa di dapur rumahnya sekali lagi di rumahnya.

“ada apa kau di sini, dan siapa yang mengijikanmu…”

“tentu saja sehun…”

“kau…”

“sudah pulang…” eun bi menoleh sebentar kearah sehun saat namja itu baru saja keluar dari kamarnya. Eun bi menatap hyunra tajam dan hyunra sendiri membalasnya seolah menjawab tantangan dari eun bi, sehun yang melihat langsung mendekat kea rah eun bi.

“keluar dari rumahku…”

“jangan seperti itu eun bi-ah…” lerain sehun,

Braak..

Eun bi dengan sangat emosi membuang apa saja yang ada di tanganya, ia menatap sehun dan hyunra bergantian.

“kau lupa apa yang di lakukannya pada jong in oppa..!!”

“kami pututs baik-baik eun bi-ssi…”

“lalu sekarang apa, mau mendekati sehun hah…”

“sudahlah, dia hanya berkunjung…” lerai sehun sementara hyunra hanya tersenyum,

“kau sama saja…” bentak eun bi lalu berjalan menuju kamarnya membiarkan barang belanjaanya tergeletak di lantai, sehun menghela nafasnya lalu memunguti barang belanjaan itu.

“maafkan dia…”

“aku mengerti…” setelah itu sehun masuk ke dalam kamarnya sambil membawa barang belanjaan eun bi, ia melihat eun bi berdiri di dekat jendela kamar mereka, sehun meletakan barang belanjaan itu di tempat tidur dan mendekati eun bi.

“aku tau kau mencintainya, tapi jangan bawa dia ke rumah ini, kau bawa saja dia ke hotel…” sehun hanya menghela nafasnya dan berdiri di belakan eun bi, ia sangat tau jika eun bi sangat membenci hyunra setelah dulu hyunra menolaknya dan memilih bersama kai.

“kami tak memiliki jadwal di rumah sakit, dan dia ingin bertamu di rumah kita, apa itu salah…?”

“salah jika itu dia, kau tau aku sangat membenci dia, aku membencinya karna mempermainkanmu dulu dan semakin membencinya saat kai juga dia permainkan…” sehun maju satu langkah dan tanganya bergerak merengkuh tubuh eun bi dari belakang, meletakan dagunya di bahu eun bi.

“aku tak enak menolak permintaanya tadi, maafkan aku…” ucap sehun, eun bi menunduk, bukan karna apa tapi karna posisi mereka saat ini, mereka memang sering berpelukan sejak dulu karna sekali lagi mereka bersahabat, tapi untuk yang kali ini rasanya sangat berbeda.

“aku membencinya, sangat membencinya, aku tak suka sifatnya yang menganggap perasaan kalian sebagai mainanya…”

“aku tau…?”

“dia sudah menyakiti kalian, aku tak bisa memaafkannya…”

“aku tau…”

“aku tak mau dia datang ke sini lagi…”

“ini yang pertama dan terakhir…”

“suruh dia pulang sekarang…”

“tidak bisa, ia sedang memasak, apa kau tega menyuruhnya pulang setelah memasak…”

“aku tak memintanya…”

“tapi hargai kerjanya, setelah makan malam dia akan pulang…”

“baiklah…” sehun menghela nafasnya dan tersenyum.

“istirahatlah, aku akan memanggilmu jika makanan sudah siap…”

“aku tidak mau makan masakanya…”

“lalu…”

“aku tidak makan…”

“baiklah terserah kau saja…” sehun melepas rengkuhanya dan berjalan keluar dari kamar mereka dan meninggalkan eun bi yang merasakan debaran luar biasa itu lagi.

“ada apa denganku, kami sering melakukan ini, dan kenapa aku seperti ini…”

eun bi sengaja keluar karna masih mendengar suara wanita itu, sehun mengatakan setelah makan malam wanita itu akan pulang tapi makan malam itu 2 jam yang lalu dan sekarang wanita itu masih ada di rumahnya, ia keluar dan melihat mereka berdua sedang mengobrol di ruang makan.

“oh..eun bi-ssi, kau au makan.. ini ak….”

“aku haus bukan lapar…” ketus eun bi, ia berjalan kearah lemari pendingin dan mengambil air putih lalu menuangkanya di gelas lalu meminumnya, ia masih kesal saat hyunra melanjutkan obrolan mereka tak taukan ini sudah jam berapa.

Sehun merasa kemarahan eun bi saat eun bi menutup lemari pendingin itu dengan sangat keras dan melempar gelas itu di tempat pencucian tak peduli gelas itu akan pecah karna terbuat dari kaca. Lalu ia berjalan ke ruang tv dan menyalakannya dan tak berhenti samppai di situ ia sengaja mengeraska volume tv-nya agar mengganggu 2 mahluk yang ada di sana. Sampai beberapa saat kemudian hyunra berdiri dan berjalan ke arahnya.

“eun bi-ssi aku pulang dulu…” eun bi hanya menggumam pelan, dan ia puas melihat hyunra keluar dari rumahnya.

“mau kemana kau…?” tanya eun bi saat sehun berjalan melewatinya

“mengantar hyunra…”

“mwo…?” pekik eun bi, sehun mneghela nafasnya.

“ini sudah malam eun bi, kau tega mmebiarkan dia pulang sendiri, rumahnya sangat jauh dari sini…” walau sebenci apa eun bi pada hyunra, tetap saja gadis itu tak akan tega.

“kalau tau rumahnya jauh, kenapa tak pulang dari tadi saja, cih.. pergilah…” sehun menghela nafasnya lalu meninggalkan eun bi, dan detik berikutnya eun bi tak lagi menikmati acara tv, ia merebahkan tubuhnya di sofa dan memeluk dirinya sendiri, rumah ini sangat sepi, dan ia tak rela melihat sehun meninggalkanya sendirian demi wanita itu,

Baiklah itu hanya sebuah perumpamaan, sehun hanya mengantar hyunra dan sebentar lagi akan kembali, tapi bagaimana jika itu akan terjadi kenyataan, sehun meninggalkanya untuk kembali mengejar hyunra, karna andai saja hyunra tak memilih kai dulu ia tak akan menikah dengan sehun sekarang.

Tbc

ok mulai di chapter ini, akan terasa nyesek-nyeseknya(apaan sih), masih adakah yang mau menunggu ff appaan ini….? jika iya lambaikan tangan(ini apaan lagi), semoga kalian suka sama ceritanya dan tunggu aku di chap selanjutnya

Aku tau hamba TUHAN selalu menghargai orang lain SO….

COMMANT JUSSEO

 

58 responses to “[FREELANCE] My real husband #3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s