[FREELANCE] Pervert Sehun #3

Pervert Sehun #3

Title :

[Drabble] Pervert Sehun #3

Author :

Kusumaningpark99

Leght :

Drabble Series

Genre :

Romance, Comedy, Absurd, Marriage Life etc

Rating :

PG 17

Cast :

Oh Sehun (EXO)

Kwon Yoora (OC)

Disclaimer :

Kembali lagi dengan Drabble buatan asli anak negeri. karya saya yang murni hasil pemikiran saya sendiri tanpa ada unsur plagiat.

Silahkan baca series sebelumnya di Blog Pribadiku :

https://kusumaningpark99.wordpress.com

Sumarry :

“mari kita membuatkan cucu untuk mereka.”

“yak! Benar-benar akan kubunuh kau Oh Sehun!”

“aish, tidak seru.”

“…………………………….”

“yak! Apa yang kau lakuakan?”

“ayo kita buat anak!”

“dasar laki-laki mesum, enyah kau!”

Don’t Be A Plagiator~~

Don’t Be A silent Readers~~

 

Happy Reading~~

–Pervert Sehun #3–

-Author Pov-

 

 

‘ceklek’ pintu terbuka menampilkan seorang laki-laki yang hanya menggunakan handuk putihnya sepinggang. Laki-laki itu berjalan menuju koper yang isinya masih berserakan tak terurus. Ia menghela nafas panjang, apakah ia benar-benar harus merapikannya sendiri? Aish mana sudi dia?

Menatapnya nanar sejenak, lalu kaki panjangnya kembali merajut langkah menuju pintu kamar, bermaksud keluar dari kamar. Langkahnya terhenti saat melihat sesosok wanita yang sedang terlentang di atas sofa sembari membaca komik, dan wanita itu adalah Yoora. Ia menyadari kedatangan Sehun, namun ia cuek tak peduli, lebih mengasikkan dirinya membaca komik Detective Conan-nya.

Sehun melirik sinis, lalu kembali melangkahkan kakinya menuju dapur kecil yang berada di kamar hotelnya. Ia berniat mengambil air putih untuk mengatasi dahaganya. Ia membuka kulkas dan mengambil sebotol air putih dingin lalu menegaknya hingga tandas tak tersisa.

Ia kembali merajut langkahnya berniat kembali ke kamar untuk memakai baju mungkin, karena ia sudah merasakan hawa dingin mulai menyerang sore ini. Memasuki kamarnya lalu menengok sekilas ke arah jam dinding putih yang bergantung indah di atas lukisan abstrak.

‘jam 5.’ Ucapnya pada dirinya sendiri, semenjak insiden bahunya-yang-digigit-Yoora, entah kenapa Sehun mulai merasakan sebuah kemalasan menggunung seperti pakaian kotornya di rumah yang bahkan belum sempat di cuci.

Yoora yang dengan santainya keluar dari kamar mandi setelah meninggalkan bekas luka gigitan yang memerah lama kelamaan menjadi ungu kebiruan. Bahkan dengan kesal ia melempar botol shampoo yang ada di dekatnya, namun dengan lihainya Yoora dapat menghindar dan dengan menyebalkannya lagi ia memeletkan lidahnya pada Sehun, berniat mengejek.

Awas saja, aku akan balas dendam padanya. Ungkapan Sehun terbatin seiring tangannya yang menggosok-gosok bahunya yang tergigit dengan sayang. Jangan sampai aku rabies karena kelakuan gadis jadi-jadian itu, batin Sehun menyumpahi Yoora.

‘ceklek.’ Pintu terbuka menampakkan sosok Yoora yang masuk kamar menenteng sebuah kotak putih dengan label (+) berwarna merah di salah satu sisinya.

Sehun menghentikan kegiatan memungut sebuah kaos berwarna biru dongkernya lalu menoleh kearah Yoora yang kini sudah berdiri di sebelahnya. Tanpa kata-kata Yoora menarik tangan Sehun, membawanya untuk duduk di atas ranjang.

Sehun diam, belum mencerna maksud dari perlakuan Yoora padanya. Sejurus kemudian ia mengangguk paham saat Yoora membuka kotak putih itu yang ternyata kotak P3K, berisi beberapa obat, saleb dan lain-lain.

Kenapa Yoora jadi perhatian padanya?, Sehun juga tidak mengerti. Ia menggaruk-garuk belakang kepalanya lalu tersenyum penuh arti, menyadari ternyata Yoora juga perhatian padanya.

Yoora mengambil saleb penghilang rasa sakit lalu mengoleskannya pada luka Sehun, Sehun berada di depannya hanya diam memperhatikan Yoora. Dalam hati Sehun nyengir, kapan lagi Yoora akan perhatian padanya. Apakah ia harus bersakit-sakitan dulu, untuk mendapat perhatian dari Yoora? Baiklah, ia akan dengan senang hati kalau begitu.

Dengan telaten Yoora mengoleskan saleb itu dengan pelan. Sesekali juga Sehun meringis merasakan perih akibat reaksi saleb itu. Tanpa mereka sadari kini sebenarnya jarak yang tercipta diantara sepasang pengantin baru itu cukup membuat author berkata dekat. Bahkan Sehun dapat merasakan hembusan nafas Yoora pada bahunya. Entah Yoora sadar atau tidak dengan keadaan itu, yang jelas Yoora hanya bersikap biasa saja tanpa merasakan kerisihan.

Lama-lama, jantung Sehun terasa berdetak seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja. Menatap wajah Yoora dari jarak sedekat ini membuat hatinya berdesir, ia akui, walau Yoora adalah gadis yang menyeramkan menurutnya. Namun tak bisa dipungkiri jika istrinya ini termasuk wanita cantik dengan segala ke beringasannya.

Kadang-kadang ia hanya mencoba mengira-ngira, apa yang menyebabkan Yoora menjadi gadis yang terlampaui jauh dari kata anggun, bisa dibilang jika Yoora itu preman dalam versi wanita. Bahkan Jongin yang merupakan sahabatnya, yang seorang Playboy kelas kakap menyatakan angkat tangan pada Yoora.

Bahkan ia kadang-kadang berpikir untuk kedua kalinya, menerima Yoora sebagai istrinya atas nama perjodohan dari orang tua mereka. Sikapnya yang serampangan membuat gadis itu tak pernah di dekati laki-laki manapun, kecuali Luhan yang merupakan sahabat dari kecilnya.

Ia sempat berpikir juga, kenapa mereka tak berpacaran atau yang lain. Ia melihat juga jika Luhan sepertinya mempunyai perasaan lain pada Yoora, bukan perasaan sebagai sahabat tentunya.

‘drttttt………drrrrrtttttttt.’ bunyi getaran itu sukses membangunkan lamunan Sehun yang melalang buana entah kemana. Yoora berhenti melakukan kegiatannya, sedangkan Sehun mengambil ponsel hitamnya yang berada di atas nakas.

Ternyata itu adalah Video Call dari Ayah Sehun, kenapa tiba-tiba lelaki tua itu menghubungiku? Tanya Sehun kepo pada dirinya sendiri. Ia lantas mengangkat video panggilan itu lalu mengarahkan layarnya pada wajahnya.

‘waeyo, Appa?’ Sehun yang kepo langsung menyerobot Ayahnya dengan pertanyaan bersuara menggelegarnya. Ayahnya hanya merespon dengan gelengan plus senyuman.

‘tidak, Appa hanya kangen pada kalian. Kalian sedang apa?’ Sehun mengubah posisi ponselnya menjadi melintang saat Yoora mendekat kearahnya, mungkin untuk menyapa ayah mertuanya.

‘anyheong haseyo, Abeonim!’ sapa Yoora pada Ayah Mertuanya yang kini tersenyum lebar melihat wajah menantu satu-satunya itu.

anyheong Yoora-ya, bagaimana kabarmu? Yak! Yak…..’ Sehun dan Yoora mengernyit bingung saat tiba-tiba Tuan Oh berteriak-teriak entah pada siapa. Dan sedetik kemudian di layar terpapar wajah seorang wanita yang merupakan Ibu Sehun.

anyheong, wah kalian baru melakukan apa? Apa kalian baru saja membuatkan kami cucu?’ pertanyaan dari ibu Sehun membuat mata Sehun dan Yoora membulat sempurna. Apa maksud pertanyaan ibu Sehun?.

‘apa maksud Eomma?’ Sehun menatap ibunya dilayar dengan pandangan bertanya.

‘eish, tak usah malu-malu. Eomma tahu apa yang baru saja kalian lakukan, dan ternyata menantuku yang cantik ini sungguh agresif, ya?’ ibu Sehun menaik-naikkan alisnya menggoda. Entah apa maksudnya, yang jelas Sehun dan Yoora mendadak jadi manusia yang polos.

‘apa maksud Eommonim?’ ganti Yoora yang bertanya dengan iringan garukan pada kepalanya. Ia bahkan mendadak seperti orang tolol jika berhadapan dengan Ibu Mertuanya.

‘iya, bahkan Yoora menggigit bahu Sehun sampai membiru, pasti karena Sehun nakalkan saat melakukannya? Eomma tahu kalian telah melaksanakan malam pertama, kan? Hem, Eomma berharap dan berdo’a agar usaha kalian membuahkan hasil secepatnya. Karena Eomma benar-benar ingin memiliki seorang cucu saat ini.’ Wajah penuh harapan terpatri di wajah wanita berusia 45 tahunan itu. Melihat itu Sehun dan Yoora merosotkan bahunya, mungkin sudah mengerti maksud dari Nyonya Oh.

‘iya, iya. Kami akan berusaha sesering mungkin utnuk membuatkan kalian cucu, tenang saja, iyakan Yoora sayang?’ Sehun mulai menggoda Yoora, dan membuat Yoora mulai naik pitam detik itu juga. Ya Tuhan, kenapa ia harus menikah dengan laki-laki mesum seperti Sehun? Apa dosa yang telah ia perbuat?.

Di seberang sana terpampang wajah bahagia yang diiringi tawa yang terdengar menggelegar, tentu saja berasal dari Tuan Oh dan Nyonya Oh. Setelah sekian detik mereka menghentikan aktivitas tersebut lalu kembali menghadap kearah layar.

‘yasudah, Eomma tutup ya? Kalian lanjutkan tugas kalian, dan selamat berbulan madu anak-anakku tersayang!’ detik berikutnya panggilan itu di tutup, bahkan Sehun dan Yoora belum sempat mengucap salam.

Mereka berdua, Sehun dan Yoora menghela nafas panjang diikuti bahu mereka yang merosot perlahan. Perasaan Yoora tiba-tiba menjadi tak enak, entah karena apa. Sedangkan Sehun mulai senyum-senyum tidak jelas sambil melirik Yoora di sampingnya. Terbesit sebuah ide gila di kepala Sehun, namun ia nampak berpiki-pikir apakah ia harus melakukannya?.

“mari kita membuatkan cucu untuk mereka.”

“yak! Benar-benar akan kubunuh kau Oh Sehun!”

“aish, tidak seru.”

“…………………………….”

“yak! Apa yang kau lakuakan?”

“ayo kita buat anak!”

“dasar laki-laki mesum, enyah kau!” Yoora mendorong Sehun dengan kasar saat tubuh Sehun mulai mendekatinya. Tanpa ancang-ancang ia mendorong Sehun keluar dari kamar, parahnya lagi ia bahkan mendorongnya melewati ruang tamu dan berakhir membuka pintu hotel.

Dorongannya terlepas, ia masih berada di dalam kamar hotel, sedangkan Sehun sudah ia dorong keluar dari sana. Ia berkacak pinggang menatap Sehun bengis dan tajam, ia tak akan mengampuni Sehun untuk kali ini.

Sehun yang saat itu belum memakai apa-apa kecuali handuk putih yang ia lilitkan dipingganya, tangannya mulai menutupi tubuhnya disana-sini. Apa Yoora sudah gila? Bagaimana jika ada orang yang melihatnya dalam keadaan seperti ini? Mau ditaruh mana mukanya?.

“yak! Kenapa kau…”

“itu hukuman untukmu. Aku tidak mau tidur sekamar dengan manusia mesum sepertimu, jadi malam ini kau harus tidur disini, titik!” tanpa bisa di elak Yoora mulai menutup pintu, namun ditahan oleh tangan Sehun. Bahkan Sehun rela menurunkan image Cool-nya yang sudah melekat sejak lahir itu dengan muka memelas memohon ampunan pada Yoora.

“tunggu aku…”

‘ah, pelan-pelan Oppa.’ Suara lain menginterupsi kegiatan sepasang pengantin yang sedang bertengkar itu. Lebih parahnya lagi karena Yoora penasaran suara itu berasal dari siapa ia mulai melangkah keluar dan menengok kesana-sini. Sehun pun sama, ia yang juga mulai kepo ikut-ikut melakukan toleh-menoleh.

Beberapa detik kemudian mata kedua orang tersebut membulat sempurna, hingga mungkin akan copot dari tempatnya. Kalian tahu apa yang mereka lihat hingga mereka seperti itu? Dan jawabannya adalah…….

Pasangan yang tengah bercumbu mesra menempel dinding hotel. Dasar tak tahu malu! Bukannya mereka seharusnya melakukan ‘itu’ di kamar hotel saja? Bahkan mereka sekarang ini berada di hotel, kan?.

Keduanya, Sehun dan Yoora menelan ludahnya masing-masing dengan kesusahan. Apakah harus, mereka menonton adegan seperti ini secara live?.

Bahkan wajah mereka telah memerah entah karena apa. Kemudian Sehun dan Yoora berpandangan, lalu berpaling membuang wajah. Aish, ini sungguh menyebalkan, apa pasangan itu tak tahu jika mereka pasangan pengantin yang bahkan belum melaksanakan malam pertama? Dan jawabannya tentu saja tidak.

Dengan sekuat tenaga Sehun menahan gejolak aneh yang tiba-tiba menyerangnya. Kesadaran yang menipis, ia menarik tangan Yoora untuk masuk kembali ke kamar hotel mereka. Sudah cukup mereka melihat itu semua, dan yang Sehun inginkan mereka tak usah melihat adegan panas sepasang orang di luar sana.

Nafasnya tak beraturan setelah menutup pintu, Yoora hanya bengong. Bahkan nyawanya yang melayang belum kembali ke tempatnya, Sehun yang gemas dengan spontan melakukan aksi gilanya. Yaitu mencium bibir Yoora dengan kecepatan kilat, entah dorongan darimana ia sekarang dikuasai nafsu.

Yoora yang tak menyadari apa yang sedang terjadi hanya diam membisu. Bukannya seharusnya ia menendang kaki Sehun atau apalah lagi. Bahkan Sehun dengan berani-beraninya memasukkan lidahnya ke rongga mulut Yoora dan bergerak lincah di dalam sana.

Entah dorongan darimana juga Yoora malah menutup matanya erat. Kedua tangannya menjuntai ke bawah, sedangkan kedua tangan Sehun menahan setiap pergerakan Yoora.

‘apakah ini saatnya mereka…..’

‘dan tentu saja tidak, karena…..’

‘auww, Kwon Yooraaaaaaaaaaaaaaaaa. KAU MENENDANG ADIK KECILKUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU.’

–END—

Yo, yo ketemu sama saya lagi. Bersama dengan drabble series ketiga dari Pervert Sehun, bagaimana perasaannya setelah membacanya? Tolong dengan segala kelapangan hati, dimohon meninggalkan jejak kesan dan pesan di kolom komentar yang telah tersedia. Tunggu series selanjutnya!

–Sekian–

–Terima kasih–

–See You Later–

17 responses to “[FREELANCE] Pervert Sehun #3

  1. sehun sehun langsung pengen bikin anak waktu eomma nya minta cucu
    duh yoora kejam banget, gimana tu ya sakitnya sehun hehehe

  2. Sehun rasakan pembalasan yoora,udah tau yoora kuat banget tenaganya malah resek dan buat yoora kesel,rasain salah sendiri kayak gitu….wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s