Othello Syndrome [ You’re ] – By Asih_TA

vjtyft-copy
|Author : Asih_TA||Tittle : Othello Syndrome||Main Cast : Park Chanyeol(exo) & Han Saeri( as you ) ||Genre : Psyco, Romance, Mistery||Rating : PG 17|

WARNING!! HANYA UNTUK ANAK DI ATAS 17 TAHUN.

Sebelumnya

The Phobia ][ I’m Park Chanyeol][You’re Mine][ Long Night ][ Hurt ][ The Sinner ]

.

.

“ Kau telah bermain api? Membakar setiap aliran listrik di dalam tubuhku, menggairahkan sisi liarku. Lantas apa yang membuat ragu, ayolah sayangku kita bahkan sudah terikat.”

.

.

Perasaan Saeri sedikit marah entah kenapa ia teringat dengan perkataan laki-laki tan itu beberapa menit yang lalu, acara makan pagi telah berakhir namun tidak menutup kemugkinan bahwa gadis itu juga tidak melupakan setiap apa saja perdebatan yang terjadi antara diirinya dan sahabat dari Park tersebut. Bahkan saat ini mereka telah duduk bersama-sama di meja dapur. Laki-laki jangkung itu yang memintanya untuk tetap duduk bersamanya dan dipastikan juga bersama laki-laki tan itu.

“ Baiklah aku akan memeriksa beberapa rombongan untuk ikut serta.” Seru laki-laki tan tersebut. Saeri terlihat tidak perduli dengan kegiatan yang tengah perdebatkan.

“ Jongin, kau bermaksud mempermainkanku, kita tidak butuh seorang penghianat di team kita.” Chanyeol mulai menyilangkan tangannya di dada seperti sedang berfikir keras.

Jadi namanya Jongin Pikir Saeri.

“ Well, senang bertemu denganmu Nona Saeri.” Kini perhatian Jongin beralih kepada si mungil, bahkan gadis itu sempat terkejut dan Chanyeol juga memperhatikannya. Tak lama kemudian mata Chanyeol terarah kepada Jongin yang saat itu tengah manatap Saeri. Laki-laki bertelinga peri itu mulai berdiri dari duduknya, masih dalam tahap melototi sahabatnya “ Aku berharap tidak ada penghianatan di sini, termasuk kau Kim Jongin.”

“ Tenanglah, aku sudah mempunyai mate. Aku tidak akan menghianatimu.” Ucap Jongin tanpa menatap lawan bicaranya.

“ Lepaskan pandanganmu sialan! Kau ingin aku membunuhmu.” Ucap Chanyeol mengancam.

Jongin segera mengalihkan pandangannya, dia memang sengaja melakukannnya. Hanya untuk memastikan apa yang sejak tadi ia khawatirkan, jadi dugaanya benar selama ini pikirnya. Chanyeol berjalan kearah kamar mandi dan mengambil sebuah gembor plastik, kemudian memberikanya di depan meja Saeri. Si mungil mengerjapkan matanya beberapa kali, tidak mengerti.

“ Ini mulai siang, lebih baik siram bunga di taman belakang dari pada menggoda laki-laki lain disini. Jangan mencoba melarikan diri atau kau akan tau akibatnya.” Ucap Chanyeol dingin seraya membaca beberapa kertas yang ia pegang. Lantas Saeri menghela nafas “ Bagaimana jika aku mencoba kabur.”

“ Itu terserah padamu-“ Chanyeol bersuara rendah namun tegas “ – aku akan menyuruh beberapa periharaanku untuk segera memangsamu, bagaimana? Apa itu masih belum cukup.”

“ Keparat!” Teriak Saeri sebelum akhirnya menuruti kemauan sang dominan dan Jongin tertawa terbahak-bahak di bangkunya. Jongin adalah tipe pria yang suka kekerasan apalagi dalam hal memaki, oh melihat sebuah pasangan tengah ribut menjadi kesenangan tersendiri baginya “ Jadi kapan kau akan menjinakkan betina itu.”

“ Mungkin saat bulan purnama.” Ucap Chanyeol asal. Dari suara itu Jongin tau apa yang menjadi titik jelasnya “ Dia adalah keluarga Han, seorang wanita yang telah melanggar. Kau berharap dia dapat bertekuk lutut padamu.” Jongin jelas mengejek sekarang. Bagaimana mata laki-laki menantang miliknya “ Aku tekankan lagi, pergi cari yang lain atau kau kehilangan kewibawaanmu itu.”

“ Tuhanpun tau, dia mateku bajingan!” Umpat Chanyeol siap untuk membuat kepalan di tangan kanannya.

Jongin mengangkat kedua tangannya ke udara “ Baiklah-baiklah, aku tidak ingin bertarung saat ini. Kau tau aku sudah lelah semalaman ini.”

Chanyeol berdecak sebal dan laki-laki tan itu kembali membawa lembaran itu kepada hadapannya. Bisa dikatakan hubungan kedua orang tersebut cukup dikatakan baik, walau sering terjadi perdebatan kecil yang terkadang memakan waktu hingga berjam-jam. Namun Jongin merupakan keluarga tersendiri bagi Park Chanyeol.

***

.

.

Jimin duduk di mejanya dengan sedikit mengusap rambutnya yang terlihat acak-acakan. Terlihat beberapa panggilan telepon yang telah ia abaikan. Ia bahkan sudah menyelesaikan proyek barunya bersama perusahaan luar negeri. Sedikit gila dengan pikirannya yang hanya teralihkan dengan Saeri yang sudah beberapa hari telah hilang, Ia begitu merindukan gadis itu.

Sebuah ketutukan pintu terdengar dan Jimin menyuruhnya masuk. Seorang pelayan wanita masuk dengan membawa kopi panas lalu meletakannya di mejanya.

“ Apa kau menginginkan yang lainnya sajangnim?” Tanya pelayan itu sopan.

“ Tidak, terimakasih.”

Kemudian pelayan itu menunduk hormat sebelum kembali keluar dan menutup pintu. Jimin mengambil ponselnya dan menekan beberapa nomor di sana. Lantas mendekatkan ponsel tersebut di telinga kanannya, hingga sebuah suara yang juga menyahut dari sebrang.

“ Pastikan kau menemukannya dengan cepat, aku membayarmu mahal untuk itu.”

***

.

.

Saeri berjalan sambil membawa gembor biru yang telah terisi air, dengan agak kesusahan ia mulai membuka pintu yang menghubungkanrumah tersebut dengan halaman bagian belakang. Ketika pintu sepenuhnya terbuka hal yang pertama yang ia lihat adalah sebuah taman terlihat sangat luas dengan pot-pot yang berjejer rapi. Tak lupa pohon-pohon yang menjulang tinggi juga menjadi daya tariknya. Bahkan angin sepai-sepoi tengah meniup poninya.

Sambil tetap membawa gembor biru, gadis itu mulai mendekati salah satu pot yang berisikan bunga anggrek ungu yang tengah tumbuh dengan baik, lalu menaikan sedikit gembor itu di atas bungannya kemudian menyiramnya secara perlahan. Entah kenapa Saeri terlihat sangat menyukai bunga-bunga itu.

Mungkinkah Chanyeol yang merawat semuanya pikirnya.

Saeri kemudian menghabiskan waktunya menyiram pot satu ke pot lainnya kurang lebih dari 30 menit. Gadis itu sedikit menyisingkan kedua lengan bajunya dengan sedikit kesusahan pasalnya tangannya sedikit menempel tanah yang baru saja ia pegang. Ia pernah belajar di sebuah buku pertanian, bahwa tanah yang dipakai dipot harus lebih sering di gemburkan untuk memudahkan proses perkembangan. Hanya sebuah teori yang bahkan gadis itu cukup pintar untuk dapat percaya.

Ketika ia sedang memetik beberapa daun yang kering dari batangnya, saat itu dari arah belakangnya ada sebuah mantel yang bertengger di bahunya. Si mungil tersentak kaget dan segera membalikkan tubuhnya.

“ Apa kau tidak kedinginan?” Jongin berdiri beberapa centi darinya. Nafas Saeri sempat terhenti dibuatnya “ Bukannya kau bersama Chanyeol?”

“ Dia keluar membeli beberapa bahan makanan.” Jongin memberitau.

Saeri menganggukan kepalanya dan hendak berbalik lagi bermaksud untuk menyelesaikan tugasnya yang sempat tertunda namun sebuah tangan menahan bahunya. Tangan Jongin tengah bertengger disana, tak lupa dengan senyum diwajahnya “ Kenapa kau terlihat terburu-buru, apa kau masih marah padaku?”

Saeri terdiam.

“ Oh kau masih mengingat kejadian itu ya?” Jongin terlihat berpikir dengan sedikit memiringkan kepalanya “ Apa masalah seorang anak pendosa?”

Saeri marah, ia mendorong tubuh laki-laki itu darinya, menunjuk dengan jari telunjuknya “ Kau tidak tau apa-apa, berhenti mengatakan hal yang bahkan tidak kau ketahui sama sekali. Tau apa kau tenang hidupku, jika aku anak yang lahir dari ibu seorang pendosa itu juga bukan urusanmu.”

Jongin menyeringai dan menatap remeh gadis itu “ Kau ingin melihat siapa sebenarnya dirimu?”

“ Sudah kukatakan! Berhenti mengatakan hal yang tidak ku mengerti Bajingan.” Saeri berteriak marah.

“ Baiklah, akan kutunjukan padamu bahwa aku berbicara dengan kebenaran.” Jongin mengertakkan giginya, perlahan berjalan mendekati Saeri yang juga tengah beringsut mundur. Gadis itu ketakutan, ketika laki-laki itu tengah berjalan ke arahnya. Namun baru beberapa saat ia menatap mata Jongin dan melihat sebuah warna merah menyala di sana, lantas ia berteriak pelan.

“ Ka-kau Monster!” Teriak Saeri dengan bibir yang bergetar.

 Jongin tertawa pelan, lantas memasukan tangan kanannya kedalam saku jaketnya bersamaan dengan keluarnya sebuah pisau lipat. Laki-laki tan itu telah menyodorkan ujung lancip pisau tersebut di wajah Saeri. Dengan cepat gadis itu kembali memundurkan jalannya, hingga langkah yang ke empat, punggungnya menabrak sebuah pohon jati yang cukup besar.

“ Ku-kumohon ja-jangan sakiti aku.” Mata Saeri telah berkaca-kaca, bahkan Jongin terlihat tidak perduli. Ia juga ikut berhenti ketika Saeri juga terhenti saat gadis itu telah terperangkap antara dirinya dan sebuah pohon besar.

“ Ada kata-kata terakhir?”  Tanya Jongin dengan senyum setengahnya dan mata Saeri sedikit membulat. Jongin telah mengangkat tangan kanannya ke udara, menunjukkan ujung pisau lancip itu diantara kepalanya, kemudian mulai mengayunkannya. Saeri menutup matanya, hanya satu nama yang terlintas di pikirannya.

Park Chanyeol.

“ TIDAKKKK!!!”

Brukkk. . .

Sebuah bau darah terasa di antara hidungnya. Lantas Saeri lemas dan membuka matanya. Namun ketika ia membuka matanya, pemandangan pertama yang ia lihat adalah tubuh Jongin yang terlempar dengan tubuh yang penuh luka di wajah dan dadanya.

Gadis itu menutup mulutnya saat matanya menangkap itu, ia melirik kebelakang tubuhnya. Melihat sebuah api berkorbar dengan sangat besar di belakang punggungnya, Saeri tidak mengerti namun tubuhnya tidak merasakan sakit apapun. Saat ia teliti lebih jauh lagi api itu berbentuk seperti sebuah sayap.

“ Kau adalah pasangan Chanyeol.” Ujar Jongin, Saeri menatap Jongin kebingungan. Laki-laki tan itu mencoba berdiri dengan luka dan darah di tubuhnya “ Chanyeol telah memberikan kekuatannya untukmu. Ia memberikannya ketika hari pertama kalian bercinta, kau bisa melihat bagian lengan kananmu.”

Saeri dengan cepat sedikit membuka lengan bajunya, betapa terkejutnya ia ketika melihat sebuah gambar yang tidak ia mengerti. Gambar itu seperti sebuah tato namun tengah besinar-sinar bewarna merah, bentuknya seperti sebuah burung.

“ Ya, itu adalah Phoenix.”

~ TBC ~

Follow My ig : @asih_ta97

tumblr_o5xx0gyhis1qde8rwo1_540

Hallo apa kabar semua. Update lagi, hari rabu author update lagi ya.

Ada kabar nih, author bakal protek di beberpa chapter, kenapa? Soalnya ratingnya naik. Semoga mengerti ya. Untuk meminta password bakal memalui line, wattsap ataupun ig. Bakal dijawab dengan cepat kok. Dan untuk bagian yang di protek bakal panjang hingga 5k, jadi itu bonus untuk yang selama ini komen ya.

Oke see you next chapter.

Love you all❤

160 responses to “Othello Syndrome [ You’re ] – By Asih_TA

  1. Wih chanyeol ini makhluk apaan coba? Waaah chanyeol ngasih kekuatan ke saeri…makin keren😍😍

  2. ckckc, kk imajinasinya tinggi bgt yaa..
    tuh kan sii kaii, hehe
    eh kk, knpa kai bisa luka”..?? apa gegara sayap yg muncul dibelakang saeri..?? scra ga langsung, saeri uda diberi pelindung ma yeol *aish bahasanya apasih..
    .klo yeol ngasih kekuatannya ke saeri.. trs yeol gmna..?? apa cuma sebagian dr kekuatan yeol

  3. Tetep masih penasaran sama alasan Saeri disebut pendosa huhu
    Chanyeol udah ngasih kekuatannya untuk Saeri, duh makin manis mereka , bca next partnya yaa thor hehe

  4. sumpah aq suka part ini apalgi pas scene (sebuah api berkorbar dengan
    sangat besar di belakang
    punggungnya, Saeri tidak mengerti
    namun tubuhnya tidak merasakan
    sakit apapun. Saat ia teliti lebih
    jauh lagi api itu berbentuk seperti
    sebuah sayap) itu keren bgt….

  5. Baca ini seru, tapi suka gangerti sama istilah istilahnya *ketauan bego* wkwk rasakan jongin rasakan, sumpah kiarin jongin mau ngajak selingkuh etapi malah ngeluarin piso. Wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s