[FREELANCE] Autumn #11

20160425_201615

Puspita.desu’s storyline.
Cover Alkindi Exo Kingdom Fanfiction

Title : Autumn Chapter 11

Author : Puspita.desu

Cast : Byun Baekhyun
Kim Yoora

Genre : Sad, Romance, Hurt, Angst, Idol life, Friendship.

Rating : 15+

Length : Chaptered.
Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 | Chap 4 | Chap 5 | Chap 6 | Chap 7 | Chap 8 | Chap 9| Chap 10 |

******

Byun Baekhyun mengakui semuanya.
Saat jantungnya berdebar kala melihat Kim Taeyeon,
Kala bibirnya dengan tiba-tiba tersenyum akan tingkah Kim Taeyeon,
Kala apapun yang wanita itu lakukan Baekhyun selalu menyukainya,
Dia amat sangat mencintai Kim Taeyeon.

Dia memang seperti itu,
Dulu.

Dan entah bagaimana dan kapan tepatnya hati itu mulai berubah,
Saat Baekhyun tersadar dari mimpinya dan menemukan Taeyeon di sampingnya.

Harusnya dia bahagia,

Oh Kim Taeyeon adalah cinta pertamanya,
First love never die.

Lalu apa artinya cinta terakhir?

Lebih dari sesudah mati,
Kekal, abadi.
seperti Kim Yoora.

Hatinya berdebar bak dipukul godam besar mengingat nama itu,
Dan seperti mati rasa karena gadisnya tak ada disampingnya.

Baekhyun memegang perutnya yang serasa kebas, dia sama sekali tak mengindahkan keberadaan Taeyeon yang sedari tadi bertanya segala hal.

Apa masih sakit?

Kenapa sampai seperti ini?

Kau mau minum?

Apa kau lapar?

Sampai rasanya telinga Baekhyun ikut kebas.

Taeyeon mengerjap, air mata yang tadi menggenang telah bebas meluncur di pipinya.
Dia merindukan Baekhyun.
Dia menginginkan Baekhyun.
Seperti dia menginginkan untuk bernafas setiap hari.

Ya, Baekhyun adalah nafasnya.
Apa yang terjadi jika dia tak bernafas?

Tapi, Baekhyun benar-benar berubah.

Sorot mata terhadapnya tidak lagi seperti dulu.
Sorot mata memuja, menginginkan dan mencintai.
Tak ada satupun dari sana.

Dan itu berhasil membuat hatinya perih, apa sebegitu cepatnya Baekhyun melupakan dirinya?
Dan apakah Kim Yoora..

“Dimana Kim Yoora?”

Baekhyun berujar, menghentikan lamunannya. Menelan keras salivanya.
Baekhyun-nya kembali mengoyak jantung Taeyeon.
Tak bersisa, tanpa ampun.

Namun Baekhyun dengan ketidak pedulian-nya mencoba bangkit, dengan raut khawatir.

“Aku tidak tahu, dan bisakah kau tidur saja?”

“Tidak bisa, dimana Kim Yoora?”
Tanya Baekhyun kembali.

“Aku. Tidak. Tahu. Berhenti menanyakan gadis itu!”

“Dia gadisku. Berhenti memanggilnya seperti itu!”

Taeyeon berhenti, menggigit bibirnya keras. Betapapun ingin meneriaki Baekhyun namun tenaganya hilang sudah, yang ada dia menemukan dirinya terisak dan kepalanya yang pusing.
Fikirannya berhenti disatu titik dan dia tak bisa menjalankannya lagi.
Lihat, Byun Baekhyun menguasai dirinya secara menyeluruh.

“Maaf noona, tapi kumohon. Kau bahkan lebih tahu, kita sudah tak ada hubungan apapun. Seindah atau semenyakitkan apapun jangan pernah mengingatnya lagi. Aku juga akan melakukan hal yang sama, kita jalani saja hidup masing-masing. Tidak mengungkit masa lalu atau tidak merasa bawa aku masih milikmu. Sekarang, aku sadar bahwa dunia benar-benar berputar.”

Kim Taeyeon menunduk, memberi kebebasan untuk airmatanya yang berjatuhan. Tidak sekaliankah kau bunuh saja aku Byun Baekhyun?

Baekhyun dulu bahkan pernah mengatakan ingin menikah dengannya,
Memiliki anak darinya,
Dan memiliki masa depan bersama.

“Maafkan aku.”

Lanjut Baekhyun, kakinya dia turunkan dari ranjang dan meraih sandal-nya. Tak ada yang membuatnya berhenti memikirkan Kim Yoora yang tiba-tiba menghilang dari hadapannya.
Baekhyun melepas infusnya pelan, lalu mulai berjalan terseok-seok.

Lalu berhenti ketika dia merasakan hatinya kembali bergetar,

“Apa kau mencintai gadis itu?”

Baekhyun yang hendak membuka pintu, menghentikan langkahnya. Dia juga merasakan Taeyeon yang melihatnya dari belakang.

Kim Yoora,

Kim Yoora,

Apa kau mencintainya?

“Lebih dari itu, aku sangat mencintai gadis itu. Namanya Kim Yoora..”

Baekhyun mengingatkan. Kembali melangkahkan kakinya pelan, kembali menghiraukan mantan kekasihnya.
Mantan kekasih,

Apa istimewanya dari Kim Yoora?

******

Kim Yoora masih dalam posisinya,
Berjongkok di trotoar jalan dengan seseorang yang memeluknya dari belakang.
Dia tahu itu bukan Jinki, bahkan hatinya bertalu-talu bak memberitahu. Namun ini salah, sangat salah.
Batinnya ingin berbalik, ingin mengatakan bahwa Yoora membutuhkan dia.
Bahwa Yoora mencintai dia.
Bahwa Yoora ingin segalanya di hidupnya dipenuhi dia.

Kau berhasil menghancurkan hidup Baekhyun.

Namun dia menggeleng membuat tangan pria itu semakin erat memeluknya. Membuat Yoora dengan jelas mendengar dan merasakan deru nafasnya, dan jantungnya yang berdebar merasuk di punggung Yoora.
Ini akhir dari perseteruan antara hati dan otaknya. Dia tak bisa berbuat apapun.
Sekalipun beberapa pasang mata yang berminat pada keduanya,
Atau mungkin sekedar bertanya bagaimana dengan ajaib Baekhyun bisa menemukannya disini?
Atau berucap rasa rindu dan rasa syukur bahwa Baekhyun selamat,
Atau yang paling mungkin namun mustahil bahwa Yoora segera berlari dari dekapan Baekhyun dan menghilang dari hidupnya.
Otaknya terus saja berkecamuk namun tak ada satupun yang gadis itu lakukan.

Hanya kembali terisak seperti idiot.

Aku. Mencintaimu.

“Ada apa denganmu? Berhenti menangis!”
Baekhyun berujar dengan lembut, menciumi Puncak kepala Yoora dan membuat gadis itu merinding.

Dan betapa sangat leganya Baekhyun berhasil menemukan Yoora.
Berjalan sambil melamun lalu menangis disini.
Dia yakin bahwa itu menyangkut perihal Baekhyun. Atau Taeyeon membuatnya seperti ini.
apalagi yang menjadi sumber masalah Yoora?

Yoora yang masih terisak dengan terpaksa mengikuti tangan Baekhyun yang mengajaknya berdiri, wajahnya dia tundukan dan tangannya sibuk menghapus airmatanya. Namun bukannya menghilang, tapi air mata itu semakin deras memenuhi wajah Yoora, dan tanpa dia bisa tahan lagi Yoora kembali menangis.
Sekerasnya,
Seerat pelukan Baekhyun padanya.
Sehangat ketika tangan Baekhyun melingkari tubuhnya.

“Kau ini mengapa tak pernah mendengarkanku oh? Berhenti menangis, sayang..!”

Baekhyun terhenyak akan malam yang kian terang, ini sudah hampir pagi. Dan dia yakin bahwa Yoora tidak tidur sama sekali.
Tertawa mengejek dalam hati,
Siapa lagi yang membuat Yoora menderita seperti ini?

“Oppa?”

“Ya?”

“Maukah kau berjanji satu hal padaku?”

“Apa itu?”

“Jangan pernah meninggalkanku.”
Jangan pernah.
Meninggalkanku.

Baekhyun tersenyum dan melepas pelukannya. Membawa gadis itu pergi dari sana, melupakan bahwa mungkin dia dan Yoora akan memenuhi layar televisi selama sebulan kedepan, Byun Baekhyun yang berpelukan dengan seorang gadis cantik di pinggir jalan.

Dia. Tidak. Peduli.

Kim Yoora menautkan alisnya bingung karena Baekhyun tak menjawabnya malah membawanya pergi, dengan keadaan dirinya yang lusuh dan sama sekali tak pantas berjalan dengan Baekhyun.
Gadis itu melirik perut Baekhyun yang pasti masih terasa sakit namun mengapa pria itu terus saja tersenyum?

Baekhyun menoleh padanya dan berhenti, menautkan jemarinya semakin erat lantas menunduk pada Yoora.

Aku tak akan pernah meninggalkanmu.
Selamanya.

Dan dari kejauhan Yoora menemukan siluet Kyungsoo yang memandangnya sembari tersenyum.

******

Baekhyun menemukan Yoora yang menganga karena kagum padanya.
Emh, mungkin bukan padanya. Yah walaupun pada sebuah apartement yang Baekhyun hadiahkan untuknya, tetap saja Baekhyun bangga membuat Yoora tersenyum senang.
Beberapa hari berada di rumah sakit dan terpaksa cuti kerja sampai dia pulih tentu saja membuat hubungan Baekhyun dan Yoora semakin membaik, terlepas dari insiden Yoora yang menangis kala itu Baekhyun sama sekali tak pernah mengungkitnya. Setidaknya yang dia ketahui Yoora tak pernah lagi terlihat menangis, dia sedikit tenang.
Dan Jinki juga Taeyeon membuat dirinya semakin tenang karena tak terlihat lagi dari pandangannya, walau dia yakin bahwa kemungkinan keduanya akan muncul secara tiba-tiba lalu memporakporandakan dia dan Yoora. Baekhyun harus berhati-hati.

Namun seolah bebannya hilang karena melihat Yoora yang tersenyum sembari memandangnya. Berapa kali lagi Baekhyun harus menegaskan bahwa dia mencintai Yoora?

“Apa kau suka?”

Yoora mengangguk, mengamati desain apartemen yang akan mereka tempati. Terdapat dua kamar, satu kamar utama dengan ranjang king size berwarna pastel, satu meja rias, satu lemari besar dari mahogani, dan lemari buku yang telah terisi ratusan buku untuk Yoora baca di pojok kamar. Kamar kedua lebih kecil namun tampak manis karena terdapat ranjang bayi dan segala perniknya, lemari baju yang telah diisi ratusan pakaian lucu, sepatu bayi, bahkan dia menemukan kereta bayi. Baekhyun menggenggam tangan Yoora karena menemukan gadis itu yang hampir menangis karenanya. Yoora senang bukan kepalang.

“Kapan kau mempersiapkannya?”

“Hei itu bukan perkara sulit.”

Yoora berdecak lantas keluar dari kamar bayinya dan beralih pada ruang tamu sekaligus ruang keluarga, mengingat ini apartemen minimalis dan hanya ruang ini yang tersisa selain dapur dan kamar mandi tentunya. Namun lagi-lagi mulutnya menganga membuat Baekhyun tertawa geli melihatnya.
Ruangan itu disulap sedemikian rupa, dan yang membuatnya kagum adalah jendela besar yang langsung bisa membuatnya melihat pemandangan di bawah apartemen dan sekitarnya. Yoora juga dapat melihat kerlap-kerlip gedung mewah dimalam hari.

“Oh, apa itu Namsan Tower?”
Tunjuknya antusias,

“Ya, kau bisa melihatnya sampai bosan.”

“Aigoo, indah sekali.”
Yoora dengan berbinarnya menempelkan wajahnya di jendela itu dan melihat Namsan sampai embun tercipta dijendelanya.

Ya, Yoora memang kekanak-kanakan. satu hal lagi yang Baekhyun ketahui tentangnya.

Namun dengan cepat kaki Yoora kembali melangkah dan berhenti di ruang dapur, dan matanya menemukan hal menarik di pojok dapur. Bar kecil milik Baekhyun.
Dia mengerang melihat koleksi wine di lemari kaca diatas meja bar, lantas melirik tak suka pada Baekhyun yang berada di belakangnya.

Ini tidak baik.

Dan ya, esoknya Baekhyun menemukan lemari wine-nya yang di gembok dengan note;  kau mati jika menyentuhnya.

Satu lagi, Yoora itu pengatur.

******

Kim Yoora tertawa geli melihat wajah merengut Baekhyun yang dimarahi dokter Lee karena terlambat memeriksa kandungannya. Dia merasa terhibur, seperti murid yang dimarahi gurunya karena terlambat masuk kelas.
Kendati Baekhyun yang sedaritadi menyenggol tangannya meminta bantuan dan dengan sadisnya Yoora malah menertawakan Baekhyun.
Walau pelan tapi terasa sakitnya.
Itu yang Baekhyun rasakan sekarang.

“Aku tidak habis fikir, apa yang kau lakukan sampai terlambat membawanya kesini?”

“Terlambatnya hanya lima hari, itu tidak fatal sama sekali Dok.”

Pluk.

Baekhyun meringis karena lagi-lagi mendapat jitakan dari dokter yang umurnya sama dengan ayah Baekhyun. Tidak ingat mimpi apa dia semalam karena dianiaya seperti ini.

“Kau bilang tidak fatal? Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Yoora yang tidak kau ketahui sama sekali? Oh Tuhan”

Baekhyun menunduk dan menggaruk kepalanya.
Dokter Lee yang tidak habis fikir dengan Baekhyun kembali melanjutkan ucapannya.

“Kandungannya sangat lemah, kau harus menjaganya lebih ekstra. Jangan sampai lelah, jangan banyak memikirkan sesuatu.”

Baekhyun menegang mendengar keadaan kandungan Yoora, respon yang sama dengan Yoora.
Pria itu mendengarkan dokter dengan seksama dengan rasa khawatir.
Yoora mengusap perutnya sayang, meminta maaf karena membuatnya merasakan tersiksa karena dirinya yang terlalu cengeng. Dia ingin bayinya kuat seperti ayahnya, lantas memandang wajah Baekhyun yang tampan bak dewa Olympus.

Sayang, lihatlah Appamu dan tirulah dia.

******

“Kita hendak kemana?”

Yoora merasa heran karena jalan dilewati bukan menuju apartemen mereka melainkan kantor SM. Apa Baekhyun akan mulai latihan? Bukankah sekarang hari terakhir dia cuti?

“Semalam, Mr. Lee Sooman meminta kita untuk menemuinya. Dia Bos besar kami..”

Baekhyun mengutarakannya dengan tenang, walau terlihat wajah khawatir dari pria itu.
Bagaimana jika dia tidak merestui hubungannya?
Bagaimana jika Yoora diminta pergi?
Bagaimana jika Yoora harus menggugurkan bayinya?
Dan,

Bagaimana dengan Baekhyun jika itu semua terjadi?

Dia. Bisa. Gila.

Tbc.

5 responses to “[FREELANCE] Autumn #11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s