[FREELANCE] CJH #2

z2

Title     : CJH part 2

Author : U.E

Cast     : Jeon Seon Mi (OC), Han Nao Mi (OC), Oh Se Hun (EXO), Jeon Jung Kook (BTS)

Other cast find by yourself

Genre   : family, angst, hurt, sad?, little bit romance

Length : chapter

Rating : PG-13+

Prev: Chap 1

Dislaimer : this story is mine. Ff ini asli hasil pemikiran author. Don’t bash, don’t plagiat!

Kyoto , Jepang

Sudah 3 hari Nao Mi berada di jepang, ia bahkan tidak membuat surat izin pada sekolah, ia hanya ingin menenangkan pikirannya sementara waktu, meskipun akan mengancam nilainya nanti, tidak masalah asalkan pikirannya tenang dan akan lebih mudah berkonsentrasi untuk ujian kelulusan nanti.

“ Nao mi Chan.. panggil seorang pria berumur 75 tahun yang sudah duduk di kursi roda saat ini.

“ aa kakek.. kenapa disini. Diluar dingin. Ayo aku antar kedalam.

“ sudahlah, tidak apa. Aku suka udaranya.

“ Bukan begitu, tapi kesehatan kakek tidak menyukainya.

“ biarkan aku merasakannya sebentar cucuku. Kenapa kau sangat cerewet.

“ tidak. Aku hanya khawatir pada kakek. Ujar nao mi muram

“ ada apa? Sepertinya kau bukan hanya mengkhawatirkan kakek.

“ tidak ada. Aku hanya mengkhawatirkan kakek.

“ jangan bohong. Kau cucuku, aku bisa melihat semuanya melalui raut wajahmu itu nao mi.

“ haaaah.. jangan melihatku kalau begitu kakek.

“ nao mi, aku tau kau sedang ada masalah. Aku yakin kau tidak akan meninggalkan sekolah dan lari kesini kalau tidak ada masalah disana.

“ bukan begitu kakek.

“ nao mi. apa kau ingin mendengar cerita kakek mu ini? nao mi mengangguk dan menghadap kea rah kakeknya menatap kakeknya lekat.

“ dulu ada 2 bersaudara. Mereka tidak pernah bertemu sebelumnya, sang adik saat itu berumur 3 tahun, dan dia masih tidak mengerti apapun juga. Dan tiba tiba ada sebuah kejadian, kejadian dimana kedua orangtua mereka tewas didepan anak mereka sendiri.

“ tewas? Apa yang terjadi? Siapa yang membunuhnya? Apa anak anak itu melihatnya? Tanya nao mi memburu, entah mengapa nao mi merasa cerita ini seperti kenyataan dan sangat dekat dengannya.

“ bukan hanya melihat, karena anak itulah yang telah membunuh orang tuanya sendiri. Sang adik.

Nao mi membeku ditempat, matanya memanas. Sejenak cairan bening keluar dari mata indahnya. Ia merasa cerita ini seperti tidak asing baginya.

“ kenapa? Kenapa ia membunuh orang tuanya sendiri?

“ anak seumuran itu, masih menganggap semua yang ia lakukan adalah permainan, dalam pemikirannya semua itu hanya mainan. Dia tidak tau yang mana yang kenyataan ,dia belum banyak mengerti tentang kehidupan.

Hari itu seseorang mendatanginya dan mengajaknya bermain dengan benda yang bisa membunuh orang dalam sekali serang. Anak itu senang karena ia diajak untuk bermain. Ia melakukan itu diluar sepengetahuannya.

“ lalu apa dia tidak tau kalau dia sudah membunuh mereka?

“ ahni. Anak itu dibawa oleh orang yang sudah menyebabkan kekacauan itu.

“ bagaimana dengan sang kakak?

“ dia tidak mengetahui apapun, begitu ia dikirim lagi ke rumah orang tuanya , saat itu ia sudah menjadi yatim piatu.

Kakek memperhatikan Naomi lekat.

“ kenapa kau menangis?

“ aku tidak tau . aku merasa cerita itu sangat tidak asing. Apa sebelumnya aku sudah pernah mendengarnya ya. haha.. nao mi mencoba bersikap biasa pada kakeknya. Mencoba menyembunyikan perasaannya yang sesak, entah kenapa ia bisa merasakan hal itu, dan saat ini satu orang terlintas di pikiranya jung seon mi, seorang wanita yang selalu menganggunya.

“ apa dia sudah menemuimu? Apa kalian sudah bertemu?

Nao mi mengangkat kepalanya, menatap kakeknya dengan tatapan tak mengerti.

“ aku rasa dia sudah menemukanmu dan menemuimu, mencoba bicara tapi lidahnya seperti kalu, ia mencoba untuk tidak membuatmu hilang dari jangkauannya.

Nao mi menekan dadanya, kali ini ia tidak bisa menyembunyikan rasa sesaknya. Kakeknya jelas melihat semua itu. Namun, sang kakek terus membuka pikiran dan mencoba mengungkap kebenaran meskipun secara tidak langsung.

“ menjadi anak yang pintar, dan lulus dengan cepat agar ia bisa kembali ke kota kelahirannya, mencari keluarganya yang tersisa, sang kakak yang ia rindukan, sang kakak ia tidak tau bagaimana dirinya, ataupun kapan terlahir kedunia, ingin memulai kehiduapan bersama sang kakak, namun ia…..
“ cukup kakek.. aku.. tidak ingin mendengarnya lagi.

“ pulanglah.. pulanglah besok,  temui dia, biarkan ia menjelaskan semuanya padamu.

“ haha apa yang kau bicarakan kakek, kenapa aku? Aku bukanlah pemeran utama dicerita itu. Bukan aku dicerita itu. Mencoba menekan perasaannya yang sudah semakin kacau.

“ jangan menyembunyikan perasaanmu nao mi. kalau kau tetap seperti ini, kaulah yang akan semakin tersakiti .

“ kakek…lirih nao mi. cairan bening itu masih setia membasahi pipinya, namun isakan nao mi terdengar sangat tipis, bahkan tak ada.

“ temui dia, dia sudah menunggumu terlalu lama. Han Seon Mi yang sekarang Jeon Seon mi dia sangat menyayangi dirimu Nao mi chan.

“ kakek~~ hiks.. isakan nao mi pun pecah. Kakek nya mencoba mencoba menenangkan nao mi.

“ orang tua mu pasti senang jika kalian kembali bersama. Kalian adalah harta berharga bagi mereka. dan setelah itu nao mi menangis sejadi jadinya di pangkuan kakeknya.

‘maafkan kakek nao mi, aku sudah menyembunyikan segalanya darimu’

———–

Sehun memutuskan untuk pergi ke rumah nao mi , sudah 6 hari ia sama sekali tidak mendengar kabar tentang nao mi. bukan hanya seon mi tapi sehun juga mencemaskan nao mi.

Sekarang sehun sudah berada di depan rumah nao mi. dan bibi Ahn yang lagi membukanya

“ oh.. tuan sehun. Masuklah.

“ apa dia belum kembali? Tanya sehun to the point.

“ belum tuan. Kami juga tidak mendapat kabar kemana nona nao mi pergi. Ujar bibi Ahn.

“ masuklah dulu tuan.

Sehun pun masuk dan duduk di ruang tamu melamun . tak lama sehun bangun dan pergi ke arah atas, tepatnya masuk ke kamar nao mi. ia masih ingat banyak kenangan di rumah ini. masa lalu yang membuatnya bahagia sekaligus membuatnya dingin seperti sekarang. Ia ingat bagaimana tiap pagi ia masuk ke kamar ini dan menganggu tidur sang empunya agar segera bersiap sekolah.

“ haahh… kau dimana nao ya… lirih sehun

“ apa yang kau lakukan disini? Tanya seseorang dari arah belakang. Sehun berbalik dan betapa lega juga senangnya sehun melihat siapa yang ada dihadapannya saat ini. seseorang yang sangat ia khawatirkan dan rindukan? Sudah kembali dan kini sedang berada dihadapannya. Meski didalam hati ia senang, raut wajahnya masih datar. Sehun tidak mau nao mi menganggapnya masih mempedulikannya.

“ apa yang kau lakukan disini? Apa begitu besarnya daya tarik kamarku, sampai sampai orang asing seperti mu masuk kesini?

‘orang asing’? sehun sedikit mencelos ketika nao mi menyebutnya orang asing.

Sejenak terdiam,Nao mi mengambil langkah membuka tirai jendelanya yang menghubungkan ke balkon kamar. Angin malam yang sejuk masuk dan menyapu permukaan wajahnya,

“ kau merindukan kamar ini? Tanya nao mi tanpa mengalihkan tatapannya dari luar

“ apa kau masih…….

“ darimana saja kau? Sela sehun.

“ haaah.. kenapa? Apa itu penting?

“ jawab pertanyaanku.

“ kenapa aku harus menjawabnya? Apa pedulimu? Tantang nao mi

“ haah.. kau tau dia mencemaskanmu lebih dari pada dirinya sendiri. Kenapa kau membuatnya menjadi seperti ini. nada sehun sedikit meninggi.

“ Oh sehun! Apa pedulimu? Ini urusanku dengan dia. Jika dia adalah kekasihmu, kau cukup menjaganya membuatnya untuk tidak mengingat ataupun mencemaskanku. Itu mudah bukan? kau tidak perlu datang dan menuduhku sudah membuatnya seperti itu. Seolah akulah yang menyebabkan semua ini terjadi.  Tandas nao mi.

“ bagaimana aku bisa tenang, jika melihatnya terus mengkhawatirkanmu.

“ tenanglah, kau tidak perlu khawatir untuk kedepan, besok aku akan menyelesaikannya, itulah alasanku kembali. Ujar nao mi. sehun sedikit tidak mengerti.

“ apa yang akan kau lakukan?

“ diamlah, dan lihat saja.  sekarang keluar dari kamarku, aku ingin beristirahat. Ujar nao mi beranjak kea rah tempat tidur.

“ apa kau pergi bersama laki laki itu? Tanya sehun , pertanyaan yang sedari tadi ingin diutarakan sehun. Nao mi hanya diam di tempat.  Tak mendapat jawaban sehun kesal dan keluar dari kamar itu. Nao mi hanya menghela nafas kasar dan menunduk diam.

———

“ jeon seon mi. panggil nao mi, seon mi yang merasa terpanggil kaget tak percaya sekaligus senang, akhirnya orang yang ia khawatirkan dan rindukan ada dihadapannya saat ini.

“ nao mi ya… lirihnya.

“ sehun yang tak jauh dari tempat mereka hanya memperhatikan dan mengikuti mereka.

“ ikut aku.

Sekarang nao mi dan seon mi berada di taman belakang.

“ aku akan memberimu waktu. sekarang aku ingin mendengarnya semua darimu, apa yang menyebabkanmu seperti ini kepadaku? Apa masalahmu.  Seon mi diam. Tubuhnya kaku.

“ jangan menangis lagi, aku tidak suka melihat orang menangis, dan jangan mengatakan maaf, aku sudah muak mendengarnya darimu. Sekarang cukup katakan apa masalahmu denganku.

Seon mi bergetar, ia takut, keringat dingin sudah membanjiri pelipisnya, mengepalkan tangannya erat. Ia hanya takut nao mi membencinya dan menghilang dari hadapannya untuk selamanya.

“ katakan atau aku akan tidak akan pernah memberimu kesempatan kedua, karena setelah ini aku akan pergi selamnaya dari tempat ini. jika kau mengataknnya sekarang aku akan memikirkannya.

Seon mi semakin takut. Ia kalut.  Sehun yang sedari tadi berada di balik sebuah tembok terus memantau mereka dan mendengar pembicaraan mereka.

“ nao mi ya… aku… aku…aku lah..

Cairan bening sudah sukses jatuh dengan baik dari mata indah seon mi

“ aku..

“ waktumu habis . aku akan pergi.. lupakan semua ini. anggaplah kita tidak pernah bertemu. Hiduplah dengan baik.  Ujar nao mi melangkahkan kakinya kembali.

“ aku yang sudah membunuh orang tua kita. Hiks… teriak seon mi terus dalam isakannya.

“ aku yang sudah membunuh mereka, aku sudah membuatmu menjadi yatim piatu, aku yang sudah membuatmu hidup seperti ini. mianhae… mianhae…  teriak seon mi keras

Nao mi yang berhenti dari langkahnya, hanya terdiam ditempatnya membelakangi seon mi yang terus memberikan pernyataan pahit dan menyesakkan . cairan bening pun sudah mengalir bebas di wajah  nao mi.

“ aku yang bodoh, aku yang jahat, sudah membunuh orang  yang kau cintai, orang yang sudah melahirkanku kedunia ini, aku sudah membunuhnya hiks hiks haaaa… tangisan seon mi pecah, seon mi tak kuat menahan tubuhnya dan ambruk.

“ aku.. akulah orangnya. Mianhaee..mianhae.. mianhaee.. hiks seon mi memandang punggung nao mi yang belum juga berbalik menghadapnya.

“ kau pikir kau siapa. Ujar nao mi.

“ kau membunuh orang tua kita, dan selama ini bersembunyi, kau pikir apa yang kau lakukan. Tidak taukah kau, aku menjalani hidupku seperti mayat hidup setelah itu. Kau tau , bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat berharga untukku.  kenapa , kenapa kau melakukan ini? apa yang kau pikirkan oo? Apa maumuu?? Teriak nao mi.

Sehun dapat melihat semuanya, seon mi yang sedari awal sudah kacau, dan nao mi seperti seseorang yang kuat tapi nihil ia tidak bisa menahannya. Kini ia mengerti apa yang terjadi antara keduanya.

“ mianhaee..mianhaee …. Lirih seon mi

“ kau boleh membenciku, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku.. hiks sambung seon mi

“ aku tau ini kesalahanku , aku tau, aku akan melakukan apapun, tapi jangan tinggalkan aku.. aku mohon, aku tidak ingin kehilangamu. Hiks.. aku mohon..

Nao mi hanya diam dan melanjutkan langkahnya.

“ andwee.. mianhae aku mohon , aku mengakui aku yang menyebabkan semuanya tapi percaya padaku, aku tidak hiks, aku tidak menginginkannya hiks, aku tidak tau, aku mohon percayalah

Kini seon mi sudah sangat berantakan dan kacau, ia menggosokkan kedua tangannya memohon maaf kepada nao mi yang sudah berada jauh darinya.

“ andwee hiks.. mianhae… aku mohon . mianhaee..jangan tinggalkan aku onnieee…..

Aku mohon onnniieeeeee.. hiks teriak seon mi parau di tempatnya. Nao mi yang masih dapat mendengar itu,rasa sesak dan sakit membuat  cairan bening itu tidak bisa ia bendung, namun langkahnya terus membawanya meninggalkan adiknya itu. Seon mi sudah menangis sejadi jadinya. Ia benar benar jatuh kali ini. sehun keluar dari tempatnya dan mendekat kea rah seon mi mendekapnya dan memberikannya ketenangan. Tak lama sehun merasa berat. Tanpa ia sadari seon mi pingsan, sehun segera membawanya ke uks dan menyuruh beberapa teman wanita seon mi menjaganya. Sedangkan sehun pergi mencari nao  mi, ia pikir ada sesuatu yang harus diluruskan disini.

Sehun melihat nao mi di dalam aula kosong yang biasa digunakan untuk acara acara besar. Nao mi sendirian di tengah aula itu , duduk menatap kosong kedepannya. Sehun mendekatinya dan duduk menghadap nao mi. Sehun tau sama halnya dengan apa yang dirasakan seon  mi, nao mi juga merasakan itu. Tapi sikap keras nao mi membuatnya tidak mudah untuk jatuh dan mencoba tegar.

“ menangislah.. ujar sehun. Nao mi masih bergeming

“ aku tau kau sakit, menangislah . ..ulang sehun lagi. Lagi lagi nao mi bergeming

“ bagaimanapun dia adikmu dan kurasa kau lebih tau daripada aku, apa yang terjadi saat itu. Lanjut sehun.

“ menangislah nao mi, jangan seperti ini, kau terlihat mengerikan jika seperti ini, menagislah, keluarkan kesakitanmu nao mi ya.. nao ya.. Han Nao Mi aku mohon jangan menyiksa dirimu. Nada sehun meninggi dan sedikit memburu, ia tidak tahan melihat nao mi yang seperti ini, terlalu menyakitkan.

Perlahan nao mi menunduk dan terdengar isakan halus. Sehun menghela nafas.

“ aku tidak mengerti..hiks.. aku tidak mengerti..hiks.. kenapa.. kenapa harus aku.. kenapa? Teriak nao mi diakhir. Tangisannya pun pecah. Sehun menatapnya sendu.  Sehun tidak pernah melihat nao mi seperti ini sebelumnya.  Sehun mendekat dan mendekap nao mi.  nao mi terus terisak hebat. Sehun dapat merasakan nao mi Mencengkaram lengan baju nya kuat.  Sehun mengeratkan pelukannya . memberikan kecupan di puncak kepala nao mi. mencoba menenangkannya.

——

“ kau serius dengan semua ini? nao mi mengangguk.

“ aku akan pergi. Aku harus menenangkan pikiranku dulu sampai semua ini bisa kuterima dan aku jalani. Dan sampai saat itu tolong jaga dia sehun ah, hanya itu yang kuminta darimu. Nao mi pun mundur berbalik dan melangkahkan kakinya untuk check in.

“ bisakah kau tidak pergi? Gumam sehun yang masih bisa terdengar oleh nao mi namun nao mi tidak menanggapinya dan tetap pada tujuannya.

—-

“ dimana dia? Teriak seon mi

“ seon mi ah.. apa yang kau lakukan ? Tanya jungkook khawatir melihat keadaan seon mi yang sudah sangat kacau dan berantakan.

“ dimana ayahmu ?? dimana dia? Teriak seonmi lagi

Belum sempat jungkook menjawab, tuan jeon  sudah  muncul

“ wawawawa… anak kesayanganku sudah datang. Bagaimana? Apa kau baahagia? ledeknya

“ diam kau! Semua ini gara gara kau, semua ini gara gara dirimu . akan kulenyapkan kaau. Seon mi menyodorkan pistol ke arah tuan Jeon. Jungkook yang melihat itu membelalak.

“ ternyata kau ingin bermain denganku? Baiklah.

Tuan Jeon mengeluarkan pistol dalam kantongnya.

“ mungkin sudah saatnya kau juga pergi menyusul orangtuamu nak. Aku mengira setelah kau menyadari apa yang kau lakukan dulu saat itu, kau akan terus diam, tapi ternyata kau melakukan sesuatu dibelakangku.Ujar tuan Jeon menyeringai.

Jungkook bergetar, ia benar benar tidak bisa berfikir dan mengambil tindakan apa apa. Ia mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi polisi. Namun tuan Jeon mencegahnya.

Dan tanpa jungkook sadari ia menekan panggilan ke nao mi. nao mi yang baru saja selesai check in pun mengangkat panggilan dari jungkook.

“ kenapa? Kau sudah dicampakkan kakak kandungmu sendiri? Dia tidak mau menerimamu sebagai adiknya?  Haah.. sudah kuduga. Kau anak yang tidak berguna

“ diam kau, semua ini gara gara dirimu. Kaulah yang membuat semuanya jadi seperti ini. enyahlah kau.

“ seorang anak yang tidak berguna sepertimu kalau tidak aku manfaatkan maka kau akan sia sia hidup didunia ini. dan apakah sekarang kau ada kata kata terakhir untuk kakakmu itu? Sebelum aku mengirmmu ke neraka bersama orang tuamu?

Nao mi mendengar semuanya, dengan segera ia pun berbalik dan berlari sekuatnya keluar bandara. Ia mencoba menghubungi sehun yang sudah duluan pergi saat nao mi check in.  Dan memberi tau sehun apa yang terjadi juga dimana seon mi . ia takut sesuatu terjadi pada adiknya itu sebelum ia sampai.

“ ayah..ibu, lindungi dia.. aku mohon. Doa nao mi.

—–

“ ayah aku mohon, hentikan hentikan semua ini, teriak jungkook yang sudah tidak tahan lagi.

“ sesuatu yang sudah dimulai tidak bisa dihentikan lagi anakku.

“ ayah aku mohon.

Door…

Seon mi melepas pelatuknya, namun nihil tuan Jeon mengetahui aksi seon mi dan dia menghindar.

“ anak nakal, kau benar benar sudah membuatku marah anak kecil. Ujar tuan jeon.

“ seon mi hentikan aku mohon.

“ jangan menghalangiku. Bentak seonmi

“ ayolah ucapkan kata kata terakhirmu, agar aku bisa menghabisimu dengan baik, lalu menyampaikan kata kata terakhirmu kepada kakakmu itu.  Tidak asyik jika aku tidak bertemu dengannya juga.

“ jangan berharap, sebelum aku mati, aku akan melenyapkan mu dengan tanganku sendiri.

“ wa, kau dan orang tuamu sangat mirip. Kau tau? Ayahmu tuan Han Jong Dae juga mengatakan itu padaku tapi lihatlah siapa yang duluan pergi dari dunia ini.

“ apa maumu? Kenapa kau melakukan ini? kenapa kau ingin membunuh orang tuaku? Waeee? Kenapa kau menggunakanku sebagai tameng , waeee? Teriak seon mi serak.

“ kau ingin tau? Baiklah akan kuberitau. Han Jong Dae dialah yang membuatku kehilangan istri dan anakku, kau tau bagaimana rasa sakit ku saat itu. Teriak tuan jeon

Jungkook menghela nafas.

“ itu bukan kesalahan orang tua ku.

“ bukan katamu. Bagaimanapun juga dia sudah membuat 2 nyawa pergi begitu saja, meskipun dia tidak menggunakan senjata atau lainnya, tetap saja dia pembunuh.  Teriak tuan Jeon lagi.

“ diam kau dan lepaskan benda itu.. teriak nao mi yang sudah sampai dan melihat semuanya. Seon mi kaget dengan kedatangan nao mi.

“ lepaskan itu sekarang, atau aku akan menghubungi polisi saat ini juga.

“ wooow, kau kah Han Nao MI? umm, sepertinya aku akan menghabisi kalian berdua saja, itu lebih menyenangkan. Uajar tuan jeon

“ seon mi ya, aku akan menghabisinya untukmu, kau sudah menyelesaikan 2 orang dan sekarang biarkan aku yang menyelesaikannya oo.. lanjut tuan jeon

“ jangan sentuh kakak ku..teriak seon mi.

tanpa aba aba nao mi maju kea rah tuan Jeon dan merebut benda itu dari tangan tuan jeon, terjadilah perebutan pistol, dan nihil pelatuk terlepas dan mengarah pada seon mi

Door…

TBC …

Don’t be silent reader!!readers yang baik Mohon tinggalkan jejak,.. gomawoyo ><

2 responses to “[FREELANCE] CJH #2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s