[FREELANCE] My real husband #4

z6

Title : My real husband #4

Author : Oh rin rin

Main cast : Kang Eun Bi, Oh Sehun , Kai

Other      : lee hyunra, shin lana , Other

Rating : –

Genre : Romance, marriage life, hurt

Lenght : capter

Poster by : green.caymintART

Desclaimer : Aku tau hamba TUHAN selalu menghargai orang lain SO….

Prev: Part 1 || Part 2 || Part 3 ||

-Part 4-

Hari libur adalah hari yang sangat di tunggu sehun, tak hanya waktu sekolah ia menyukai hari libur ia juga masih menyukainya saat ia sudah bekerja seperti sekarang, jadwal prakteknya libur satu hari karna besok ia harus pergi ke daegu untuk melakukan tugas di rumah sakit di sana selama tiga hari.

“kau betah sekali diam dari tadi…” eun bi datang dan langsung merebahkan diri dengan menggunakan paha sehun sebagai bantalnya. Sehun hanya tersenyum dan meletakan ponselnya beralih merapikan rambut eun bi.

“lalu aku harus apa, aku tidak perusuh sepertimu…” eun bi bersungut kesal mendengarnya,

“kau tak pernah mengajakku jalan-jalan…”

“kau akan menghabiskan uangku nanti…”

“pelit…”

“tidak pelit tapi hemat… dari pada berbelanja yang tak jelas, belajarlah masak pada eoma atau kim ajuma…”

“sirreo, kau lihat ini, ini akan rusak jika kau memasak…” ucap eun bi sambil memperlihatkan kuku-kuku jarinya. Sehun hanya tertawa ia sangat tau itu, eun bi sangat memperhaikan apapun yang ada di tubuhnya termasuk kukunya.

“biasanya perempuan seusiamu sudah pandai memasak, dan lihat dirimu…”

“itu mereka bukan aku…”

“aku akan ke daegu besok….” eun bi menatap wajah sehun yang ada di atasnya, ke daegu besok

“untuk apa…”

“pekerjaan…”

“berapa lama…?”

“3 hari…”

“haruskah…”

“tentu saja…”

“bersama siapa saja…”

“banyak orang…”

“hyunra…?” sehun mengangguk, dan eun bi langsung memberengut kesal mendengarnya.

“kenapa dia harus ikut, bukankah ia hanya seorang perawat…?”

“tapi dia satu tim denganku eun bi, dia anak buahku jadi harus ikut…”

“bukankah ada yang lain…”

“mereka semua ikut…” balas sehun cepat

“sehun-ah…”

“emm…..”

“bisakah kau tidak mencintainya lagi…” sehun diam dan begitu pula dengan eun bi, tapi setelahnya eun bi menghela nafasnya dan bangkit lalu pergi meninggalkan sehun yang masih diam, ia menatap punggung eun bi yang hilang di balik pintu kamarnya.

“aku saja tak tau apa yang ku rasakan sekarang, apakah aku masih mencintainya atau tidak….?” lirihnya.

Pagi harinya eun bi hanya memandang koper kecil milik sehun yang sudah siap di ruang tamu mereka, ia ingin sehun tak pergi hari ini tapi namja itu tak menghiraukanya, dengan alasan professional.

“sehun…” rengeknya saat sehun keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi.

“apa… aku benar-benar harus pergi eun bi…” jawab sehun

“kali ini saja, jangan pergi…”

“tapi ini amanah dari rumah sakit, timku di percaya dan sebagai pimpinan aku harus pergi, mengertilah, aku akan segera pulang arra….”

“aku sendirian di rumah…”

“pulanglah ke rumah dady, atau aku suruh kai menemanimu…”

“dia lebih sibuk dari padamu… kajjima…..” sehun tak pernah melihat eun bi seperti ini, biasanya eun bi tak pernah menahanya seperti ini, sehun menghela nafasnya lalu duduk di samping eun bi

“aku akan segera pulang arra…” eun bi membuang wajahya malas

“tapi kau pergi bersama perempuan itu juga…”

“karna dia timku eun bi…”

“dan kau mencintainya..”

“hei…, apa kau sedang cemburu..”

“aku tidak cemburu, aku hanya tak menyukainya, dia perempuan jahat…” Sehun lagi-lagi menghembuskan nafasnya.  Ia harus bagaimana jika seperti ini.

“eun bi-ah… jangan seperti ini, aku harus bekerja…”

“itu alasanmu, aku tau kau mencintainya, tapi jangan membohongiku, atau jangan-jangan kau hanya pergi berdua saja denganya….” sehun menghela nafas lagi dan lagi. Sebesar itukan eunbi membenci hyunra

“aku sudah terlambat, ku mohon jangan seperti ini…” sehun beranjak dan menarik kopernya.

“aku pergi, jaga kesehatan dan jangan ceroboh… dan makan dengan benar” sehun keluar dari rumahnya dan eun bi hanya menatapnya nanar.

*****
hari kedua sehun pergi dan 2 hari itu eun bi tidur di rumahnya sendiri, ia bediri di balkon kamarnya yang langsung menghadap ke balkon kamar sehun, sudak di bilang kan kalau rumah mereka bersebelahan, dan jika ingin menemui kai, eun bi tinggal ke balkon rumahnya yang sebelah kiri yang akan berhadapan dengan balkon kamar kai.

Dia menatap kea rah kamar sehun yang gelap gulita, karna memang sudah tidak di tempati orangnya pun sedang pergi jauh, samar-samar eun bi mendengar deru mobil dari luar dan ia tau itu mobil milik siapa, ia segera keluar dari kamarnya dan menyebrangi rumahnya dan menuju balkon sebelah kiri rumahnya, ia melihat ke bawah dan benar saja, ia melihat kai baru keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki rumahnya.

eun bi menunggu sampai kai memasuki kamarnya, butuh waktu sedikit lama karna kamar kai ada di lantai dua kan, eun bi masih menunggu sambil menatap kamar kai yang masih gelap, ia segera mengangkat kepalanya saat kamar itu tiiba-tiba saja terang dan ia melihat kai di dalam sana, tak sengaja kai melihat kea rah luar dan melihat eun bi, ia berjalan menuju pintu balkon dan membukanya.

“kau di sini…?” tanya kai

“sehun meninggalkanku ke daegu…”sungut eun bi, kai hanya tersenyum mendengarnya

“aku tau…”

“dan sahabatku tak berniat menemaniku walau dia sudah tau…” kai hanya tertawa renyah mendengarkannya.

“aku sibuk eun bi-ah…”

“sibuk…, kalian hanya sedang memperhatikan wanita itu…”

“hei..hei.. ada apa denganmu…” kekeh kai lagi

“tidak…” saut eun bi sambil meletakan dagunya di pembatas balkon

“dia sedang bekerja eun bi, jangan berfikir yang macam-macam…”

“itu karna aku membencinya, sangat.. sangat membencinya, kau tau…”

“aku tau, aku tau, tapi dia benar-benar sedang bekerja, apa kau mau besok aku mengantarkanmu untuk menjenguknya….”

“ke daegu…?” kai mengangguk

“bilang saja kalau kau juga mau menemui hyunra, sudah ku bilang kan cari wanita lain kim jong in…”

“aku tau, tapi wanita yang ku inginkan sudah bersuami…” goda kai

“siapa suruh kau membiarkanku menikah dengan sehun, sudah ku bilang kan kalau aku lebih suka menikah denganmu…” kai tertawa keras mendengarnya yang semakin membuat eun bi kesal.

“kau bercerai saja dengan sehun dan menikah denganku…”

“sirreo…” tolak eun bi

“wae…” kekeh kai

“aku mau jadi istri ke duamu saja…” dan selanjutnya mereka tertawa bersama,

“selain sehun bisa menikahimu ada yang memuatku iri darinya…” ucap kai terlihat serius

“apa itu…”

“dia bisa memilih cinta-citanya sementara aku tidak…” eun bi menghela nafasnya, ia sangat mengerti itu, cita-cita kai sebenarnya adalah seorang musisi ataupun seniman, tapi menjadi anak tunggal dari pemilik perusahaan besar di korea mengharuskanya mengubur cita-citanya itu.

“tapi kau anak satu-satunya oppa…”

“sehun juga, tapi ia di bebaskan memilih jalannya, sementara aku, dari aku kecil nasibku sudah mereka tentukan…”

“tapi bukankah sekarang kau lebih mapan dari pada dia..” kai ttersenyum

“itu kenapa kau lebih suka menikah denganku…”

“tentu saja…”

“cih dasar…” eun bi selalu bisa membuat siapapun melupakan kesedihanya, saat sehun ataupun kai sedih ialah yang menghibur mereka berdua dan sebaliknya.

“tapi ada beberapa hal yang kurasa aku lebih menang dari pada dia…”

“apa itu…?”

“pertama adalah dirimu…”

“aku…”tanya eun bi bingung sambil menunjuk dirinya sendiri, kai tersenyum dan mengangguk.

“walau kita bertiga bersahabat aku merasa kau lebih dekat denganku, kau selalu membelaku apapun itu, aku hanya merasa menang atas dirinya jika seperti itu, bukankah aku kekanakan…” eun bi hanya tertawa pelan.

“itu karna kau bisa bersikap dewasa, sementara dia tidak, mengalah padaku saja tidak pernah…”

“tapi pada akhirnya tetap sehun kan yang menang…”

“ne…?”

“pada akhirnya dia yang menikahimu, dia yang mendapatkanmu…”

“tapi aku tetap menyayangimu oppa…”

“aku tau, dan yang ke dua hyunra…” mendengar nama itu membuat senyum di bibir eun bi hilang.

“senang saat dia lebih memilihku dari pada sehun, tapi pada akhirnya ia juga meninggakanku dengan alasan yang sama…, aku tak akan pernah menang dengan sehun, kemenanganku tadi hanya sesaat…”

“alasan yang sama, jangan bilang….”

“kau merindukanya…”potong kai

“tidak..” ketus eun bi

“lalu…”

“aku hanya memikirkanya….” Kai tertawa betapa polosnya sahabatnya ini yang masih tak menyadari perasaanya.

“yang satu bodoh karna tak tau kalau ia mencintai yang satu lebih bodoh karna tak sadar kalau dirinya di cintai…..’ ucap kai yang membuat eun bi bingung tingkat akut

“apa yang kau katakan…”

“kau harus di latih berfikir agar tak sebodoh ini…” ucap kai dan langsung masuk ke dalam kamarnya

“ya.. oppa…”panggil eun bi

“aku lelah eun bi, kau tidurlah, bukankah besok suamimu akan pulang…” teriak kai lalu menutup npintu dan gorden kamarnya.

“pulang.., ahh kau tak bertanya padanya apakah ia akan pulang di hari ke tiga atau besoknya…”lirih eun bi dan selanjutnya masuk ke dalam rumahnya

*****
sehun memarkirkan mobilnya dengan rapi lalu berjalan ke pintu rumahnya, mengetuknya beberapa kali mengingat ini sudah tengah malam yang pasti eun bi sudah tertidur, beberapa saat tak ada tanda-tanda pintu akan di buka, sehun memutar knop pintu dan terkejut saat pintu tidak terkunci ia segera masuk ke dalam rumahnya dan terkejut lagi melihat eun bi tidur di sofa ruang tv,

“ck.. gadis ini benar-benar.”

Sehun hanya menghela nafasnya melihat kecerobohan gadis ini, bagaimana bisa pintu tidak di kunci sementara ia tidur di luar seperti ini, benar-benar tidak bisa di tinggal sendirian sebentar saja, sehun berjalan kearah pintu dan menguncinya.

lalu menyeret kopernya ke dalam kamarnya lalu keluar lagi mematikan lampu dan terakhir menuju eun bi, sehun menunduk menempatkan satu tangan di tengkuk dan satunya di perpotongan lutut eun bi dan mengangkatnya lalu membawanya masuk ke dalam kamar dan merebahkanya lalu menaikan selimut,

Sehun menghela nafasnya lagi sambil menatap wajah super polos eun bi saat sedang tidur, lalu ia sendiri beralih ke sisi lain tempat tidur dan merebahkan dirinya di sana dan memejamkan matanya mengingat betapa lelahnya ia 3 hari ini.

Eun bi mengerjapkan matanya saat cahaya menyilaukan menyapanya pagi ini, ia menggeliat pelan sambil mengumpulkan semua nyawanya lalu bangkit duduk bersandar pada dasbor tempat tidurnya, tempat tidur, tunggu dulu. Bukanya semalan ia ketiduran di ruang tv saat menunggu sehun pulang, eun bi mengusap tengkunya saat merasa merinding.

Ckleek

“omaya…” pekiknya kaget saat pintu kamarnya terbuka dan munculah sehun yang menatap eun bi dengan heran, apakah sekaget itu, sementara eun bi merasa jantungnya hampir lepas dan sedetik kemudian lega saat melihat sehun

“apa aku menyeramkan…?” tanya sehun sambil masuk ke dalam kamarnya.

“kau mengagetkanku…” gerutu eun bi, eun bi mengikuti setiap langkah sehun, sehun sudah pulang dan pagi ini terlihat sudah rapi.

“apa kau akan pergi ke rumah sakit lagi…?”

“tentu saja…”

“kau bahkan baru pulang… ah ya jam berapa kau pulang…?”

“jam setenga satu, dan dengar eun bi, kau bahkan tak mengunci pintu depan, bagaiman kalau ada yang masuk…”

“aku lupa…”

“kau ini ceroboh sekali…”

“aku tau…”

“sudahlah aku berangkat dulu…” ucap sehun sambil berlalu meninggalkan eun bi,

“sendiri lagi…” desahnya lalu merebahkan tubuhnya di kasurnya.

“apa yang harus ku lakukan hari ini…” desahnya putus asa,

“aku tau…” ucapnya sambil kembali duduk dengan senyum sumringah ia bangkit dan membersihkan dirinya.

Sehun selesai melakukan kegiatan rutinya pagi ini, yaitu mengecek perkembangan pasienya, hari ini tak ada jadwal operasi jadi jadwalnya sedikit longgar hari ini, ia membuka ruanganya dan langsung berjingkat melihat istri labilnya sudah duduk di kursinya seperti biasanya.

“ya ampun eun bi, ini bahkan masih pagi, kenappa kau sudah di sini..” ucap sehun, eun bi hanya tertawa pelan

“aku bahkan baru satu jam lalu sampai di sini, dan kau sudah ada di sini…”

“aku tak ada kegiatan apapun hari ini…” sehun menghela nafasnya lalu melakukan hal yang biasa ia lakukan, duduk di meja kerjanya dan menghadap ke arah eun bi

“kau recoki saja oppamu itu, ini rumah sakit kau tidak bisa main-main di sini…”

“aku akan duduk manis di sini… aku janji…”  ucap eun bi meyakinkan.

“kau akan bosan di sini….”

“kau mengusirku….”

“bukan seperti itu…”

“siapa suruh kau tak memberiku uang, jangan salahkan aku jika aku mengganggumu…”

“aku memberimu uang eun bi…”

“tapi sangat minim…”

“kau har…”

“hemat…” potong eun bi dan sehun hanya tersenyum.

“kau sudah bertambah pintar sekarang…”ucap sehun sambil menjepit hidung eun bi dengan gemas yang langsung di tepisnya, lalu sehun berdiri dan berjalan kearah lemari kaca di ruanganya.

“terserah mau apa kau di sini, aku harus bekerja…”

“aku tau…” jawab eun bi sambil memulai aksinya memutar kursi kerja sehun berkal-kali dan sehun hanya menggelengkan kepalanya, istrinya sungguh kekanakan.

Satu jam.

Dua jam.

Tiga jam

Yang benar saja sehun tidak kembali dalam 3 jam ini dan benar kata sehun kalau dirinya akan mati bosan di sini, ia sesekali berkeliaran di ruangan itu dan kembali duduk lagi, berdiri lagi dan duduk lagi, hanya itu yang ia lakukan, ingin bermain game di computer sehun, di kasih password, ya ampun

“ini membosankan…”

Ckleek

Eun bi mengira itu sehun tapi seorang perawat dengan perawakan mungil masuk ke dalam ruangan sehun

“oh.. eun bi-ssi…” perawat itu mengenalnya fikir eun bi.

“kau tak mengenalku…” eun bi merasa tak asing tapi ia lupa siapa wanita ini,

“oh lana-ya.., kau satu fakultas dengan sehun dulu…”

“akhirnya kau mengingatku…”

“hehe… “

“aku akan mengambil berkas dokter Oh..” eun bi mengangguk dan melihat lana membuka almari dan mengambil berkas yang terlihat sama dengan yang di ambil sehun sebelumnya

“dimana sehun…”

“dia ada di ruang UGD, ini memang ranganya, tapi inti pekerjaanya ada di sana…” jelas lana,

“aku permisi dulu…”

“baiklah…” lana meninggalkan ruangan itu,

“Dia cantik.., dan sepertinya baik…” komenya,

“sepertinya dia cocok bersama jong in oppa…” tambahnya senang.

*****
“eun bi-ah apa yang kau lakukan di dapur…”teriak sehun dari ruang tv, tak ada sautan dari eun bi, sehun beranjak karna sudah 30 menit gadis itu pamit untuk ke dapur,

“apa yang kau lakukan…”

“aku mau coklat…” jawab eun bi menunjukan segelas coklat panas. Sehun menghela nafasnya.

“kau mau…?” tawar eun bi sehun hanya menggeleng, ia menatap eun bi yang sedang meikmati coklat buatanya sendiri. Eun bi menjauhkan gelas itu dari bibirnya, sehun tersenyum tipis saat melihat ada bekas coklat di sekitar bibir eun bi, ia maju beberaa langkah berniat membersihkan itu.

Eun bi tersentak kaget saat sehun mendekat dan menyentuh bibirnya, bayangan sehun menciumnya malam itu sedang di putar dalam otaknya, sehun menghentikan gerakanya saat mata mereka bertemu, sehun menelan ludahnya saat melihat tatapan eun bi seperti sedang memohon, dengan nalurinya tangan sehun bergeser ke pipi eun bi dan mendekatkan wajahnya, eun bi bertabah tegang saat melihat sehun menunduk mencoba menjangkaunya.

Chu..

Eun bi mengerjapkan matanya saat bibir mereka bertemu lagi dan ia melihat sehun memejamkan matanya dan menghipnotisnya untuk menutup matanya juga, Perlahan bibir sehun bergerak lembut. Mengecup permukaan bibir eun bi selembut mungkin. Menyalurkan perasaannya melalui ciuman itu. Basah. Lidah sehun menjilati bibir eun bi pelan. Menghapus sisa coklat tadi dengan lidahnya dan ciuman mereka terasa bertamba manis.

Dengan gerakan kaku tangan eun bi merambat dari punggung sehun sampi berhenti mengalung di leher sehun, sehun semakin menarik pinggang eun bi, menghapus jarak yang tersisa.

Tangan eun bi naik kerambut sehun, menyisir rambutnya pelan. Terlalu terbuai dengan ciuman lembut yang diberikan sehun. sehun mengulum bibir eunbi bergantian, menelusupkan lidahnya masuk. Dengan naluri eun bi membuka mulutnya dan membiarkan lidah sehun masuk mengajak lidahnya bertautan.

Ciuman pakai lidah, hal baru yang baru kali ini mereka lakukan

Merasa pasokan oksigen berkurang dengan sangat terpaksa mereka melepaskan ciumannya.sehun menatap mata eun bi intens. Eun bi masih menetralkan nafasnya yang terengah, pandangan keduanya bertemu. Mereka tersenyum. Dahi mereka tertempel hingga bibir keduanya bertemu lagi.

Menikmatinya beberapa saat lagi sebelum sehun merasa hatinya bergejolak, mereka sama-sama tau kalau ini tak akan berhenti sampai di sini. Sehun melepaskan bibir eun bi lagi dan mereka saling tatap dalam beberapa saat.

“aku ingin kau jadi miliku sepenuhnya…” ucap sehun dengan suara paraunya, eun bi diam bingung ingin menjawab apa, melihat eun bi diam sehun mengartikan kalau yeoja ini menrimanya ia langsung mengangkat tubuh eun bi mnuju kamarnya, tempat yang pas untuk melanjutkan kegiatan mereka.

Tbc

Aaaaaa…. Nggak kuat untuk ngelanjutinya…, aku bukan orang yang mahir dalam urusan kegiatan di dalam kamar jadi aku stop aja di situ dari pada malah nggak karuan hehe, seperti pertanyaan sebelumnya masih adakah yang menunggu ff ini…

Aku tau hamba TUHAN selalu menghargai orang lain SO….

COMMENT JUSSEO….

 

69 responses to “[FREELANCE] My real husband #4

  1. Waaa ternyata kai juga suma sama eunbi😦 kai suka sama aku aja ya hehehe
    Ternyata eunbi emang menjadi prioritas utama bagi mereka berdua🙂
    Ceritanya makin seru thor🙂
    Ditunggu next chapnya😉

  2. daebak *-* ya ampun tmbah romantis aja.. semoga ‘sebi’ bisa makin romantis lagi yak😀 ok thor aku tunggu lanjutannya ..🙂 Paii paii.. semangat nulis chap selanjut.nya😉

  3. huaa part ini kayanya banyak skinship nya, seneng banget bacanya. apa kai beneran suka sama eun bi yaa
    ditunggu kelanjutannya thor

  4. Hahahhaha semogaa deh semogaa si sehuun dan eunbi cepat punya momongan yaaaa hahaha. Lana? Sama jongin? Hmm yaudah deh boleeh jugaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s