“Married With him?!” EPILOGUE – @Baby_Boo04

img-thing

Title                 : “Married With him?!”

Author             : @baby_boo04

Main Cast        : Yumi | Sehun

Support Cast   : Find out by yourself.

Length             : series

Rating             : PG 15+

Genre              : Romance, Family, Comady(?), Sad(?)

Disclaimer     : The Story, Yumi and Sehun Is Mine!

Sorry for Typo’s and Read My NOTE!

Teaser || CH1 || CH2 || CH3 || CH4 || CH5 || CH6 || CH7 || CH8 || CH9 || CH10 || CH11 || CH12 || CH13 || CH14 || CH15 || CH16 || CH17 || CH18 || CH19 || CH20A || ENDING

MyBoo

***

Yumi POV

Dihirup sebanyak mungkin aroma negara yang aku rindukan ini, Korea. Ya sudah tiga tahun  aku meninggalkan negara tercintaku ini, hey aku meninggalkan negera ini untuk pergi menimba ilmu jadi jangan marah OK! Hehe.

Ah sebelumnya aku sudah memberi tahu sahabatku bahwa aku akan pulang hari ini, diedarkan pandangan pada ruang tunggu kedatangan ini dan aku mengerutkan kening. Heol! Apa aku salah lihat, dia bersama pria itu!!

Aku menarik ujung bibirku dan mereka melambaikan tangan heboh saat tahu aku menghampiri mereka. Masih tidak percaya aku memperhatikan sepasang mahluk didepanku ini dan dengan sombongnya pria disamping sahabatku itu malah mengeratkan gengaman lalu menunjukannnya padaku. Sebuah cincin dengan desain yang sama mereka tunjukan juga.

“aku sudah bertungan dengannya, apa kau menyesal telah menolakku saat itu?!” ucapnya santai dan sahabatku, Yeoun, hanya tersenyum malu.

“aku tidak menyesal menolakmu karena aku akan bertemu dengan tunanganku nanti!” Ujarku dengan menarik koper meninggalkan mereka.

Masih mengengam tangan Yeoun, Baekhyun berjalan membutiku “bukannya kau memutuskan pertunangan dengan Oh Sehun?”

Langkahku terhenti dan menatap dua sejoli ini “aku tidak memutuskannya hanya saja, aku menginginkan dia kembali memberikan cincin itu bersama dengan hatinya.”

Mereka berdua hanya menatap aneh padaku, Yeoun yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara “Yumi-a, kau banyak berubah.”

Aku menahan tawa, huah bernarkah aku berubah?

Mereka masih menatap aneh dan aku hanya mengeluarkan seringaian.

(***)

Masih menyeret koper aku mengelilingi kota Seoul ini, tepatnya di Gangnam. Setelah perjalanan yang cukup panjang aku belum ingin beristirahat, malahan Yeoun menyuruhku untuk tidak jalan-jalan sekarang tapi aku menentangnya karena aku harus bertemu seseorang hari ini. huft, sayangnya dia masih belum menyerah, untung saja ada tunangannya itu. Dengan paksaan Byun Baekhyun yang cerewet semuanya berhasil, Yeoun meminta aku juga untuk ikut tapi dengan alasan aku tidak mau mengganggu kecan mereka dan langsung memanggil taksi akhirnya aku berhasil lolos ahaha.

Langkahku terhenti tepat didepan dua buah bangunan yang saling berdempetan, bangunan pertama dengan cat berwarna putih itu adalah sebuah Klinik Hewan dan bangunan berwarna putih bernuasa kayu itu adalah Toko Bunga.

Dari luar toko bunga aku bisa melihat seorang wanita yang tengah berbadan dua membantu pelanggan untuk memilih bunga dengan senyuman diwajah cantiknya itu, bahkan senyumannya itu lebih cantik dari bunga yang tengah dipegangnya.

Setelah menghembuskan napas aku mendorong pintu dan masuk kedalam toko bunga ini.

“selamat datang, ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang lelaki muda menghampiriku, huah dia sekarang sudah tumbuh menjadi lelaki yang tampan setelah tiga tahun lalu dia terlihat manis.

“Jung Taehyun, bisa bantu noona merangkai bunga?”

Sebelum aku mengucapkan apa yang aku inginkan teriakan dari wanita yang sempat aku lihat tadi membuat laki-laki didepanku ini bingung.

“Jung Taehyun, kemari – ..” wanita itu menggantungkan kalimat saat melihatku, aku menunjukan senyuman dan mengucapkan Hello padanya yang masih bingung.

***

Sekarang disini kami, duduk didepan meja bulat yang disediakan toko bunga ini. orang didepanku hanya menunduk dan mentap pada teh diatas meja yang tadi dia suguhkan. Aku berdehem dan meminum teh, dia menatapku.

“maaf.” Ujarnya dan menunduk kembali.

Menyimpan kembali gelas teh yang sempat aku minum dan mengedarkan pandangan “toko bunga ini sangat indah.” Dengan basa-basi aku mengalihkan pembicaraan. Wanita didepanku dan bernama Raemi ini menunjukan wajah bingungnya, “sepertinya kalian hidup bahagia, aku dengar itu adalah junior kalian yang ke-dua, huah laki-laki itu hebat juga.” Dengan tawa aku mengakhiri kalimat ini.

Akhirnya suasana cangung tadi menghilang, dia tertawa mendengar apa yang aku ucapkan “apa dia memperlakukan mu dengan baik? Jika tidak beritahu aku karena aku akan menghajarnya sekarang, Eon-ni..”

Dia menatapku dan sebuah senyuman kembali dia berikan “tidak, dia laki-laki terbaik yang pernah aku temui.” Ku tarik kedua ujung bibirku keatas mendengar jawabannya itu.

Hening.

Aku bingung harus memulai percakapan dengan apa lagi, “Terimakasih dan maaf.” Ucapnya, menunjukan senyuman yang sangat tulus dengan kedua irisnya berkaca-kaca.

“untuk..”

“segalanya.” Jawabnya cepat, menghembuskan nafas kasar yang dia lakukan sekarang “huh.. karena aku terlalu banyak melakukan kesalahanpadamu, aku tidak bisa mengucapkan semua kesalahanku.” Dan cairan bening yang sedari tadi terbendung dipelupuk indahnya itu mengalir begitu saja.

Dia berdiri dan menghapus kasar kristal dipipinya itu “ah suamiku ada diatas, aku yakin kalian pasti ingin bertemu.”

anggukan dan senyuman menjadi jawabanku.

***

Baru menaiki beberapa anak tangga aku mendengar suara laki-laki itu.

“Yah, Kim Taeyoung kenapa kau menumpahkan makananmu?!” ucap laki-laki itu kesal, “Jika ibumu melihat ini, dia akan memarahiku bukan dirimu! Aish..” lanjutnya, sempat aku tertawa mendengar jeritan frustasinya itu.

Sekarang kakiku ini sudah menginjak lantai dua, disini sangat luas karena dua bangunan yang terhubung. Dipalingkan wajahku kesebelah kiri, aku melihat tangga kebawah dan aku yakini itu adalah tanggu untuk akses menuju klinik hewan milik Kim Taehyung. Mereka sangat pintar mendesain sebuah rumah dengan lantai bawah mereka jadikan tempat usaha mereka masing-masing.

Mengagumi isi dari rumah sahabatku ini membuat aku melupakan tujuan awal, dengan tatapan masih menelusuri isi rumah aku telah sampai di living room. Dipokuskan pandanganku pada pungung seorang laki-laki yang ku kenal, dia membersihkan makanan bayi yang sempat tumpah diatas lantai. Dengan kesal laki-laki itu membesihkannya dan pelakunya itu sendiri hanya menunjukan tawa melihat ayahnya kesal diatas baby walker berbentuk mobil miliknya itu.

“tunggu sebentar, ayah akan mencuci ini.”

Dia tinggalkan bayi laki-laki yang baru berumur kira-kira satu tahun lebih itu, aku mendekatinya. Bayi ini sempat bingung melihat kedatanganku, tidak mau bayi didepanku ini menangis aku mengambil mainan diatas karpet lalu memberikan padanya.

Menerima mainan yang aku berikan dia tersenyum dan memainkannya, Lucunya. Suara langkah mendekat membuat kami menatap asal suara.

“Young-a jika kau menum-pah  –Lee Yumi..”

Ekpresi itu aku dapatkan kembali setelah tadi Raemi juga berikan.

“Hai, Tae..”

***

Tatapan kami tertuju pada objek yang sama, bayi kecil nan tampan itu tengah tertidur lelap setelah makan dan bermain. Kaki mungilnya yang bergerak menyingkirkan selimut membuat kami tersenyum.

“Manisnya..” ucapku tiba-tiba dan membuat Taehyung menatapku, tak mau menganggu tidur Taeyoung kecil aku putuskan untuk keluar dan duduk di sofa.

“aku yakin ketampanan Taeyoung dia dapatkan dari ibunya yang cantik.” Kalimat itu aku keluarkan saat Taehyung juga duduk pada sofa didepanku.

Dia berdecak setelah diam cukup lama “hei, kau tak bisa menilai?! Bukannya ketampanannya itu dia dapatkan dariku?!” aku tersenyum mendengar ucapannya, ku anggukan kepala mengiyakan tidak mau berdebat.

“kapan kau sampai?” tanyanya sebelum suasana cangung menyelimuti.

“kira-kira dua jam yang lalu.”

Dia diam menatapku kembali “seharusnya kau memotong rambutmu dari dulu, itu membuatmu terlihat semakin cantik.”

Mendapat pujian dari seorang Kim Taehyung membuat aku menahan tawa, dia memuji penampilanku yang memotong rambut sebahu tanpa poni dan membuatku semakin terlihat dewasa. “Jadi saat itu aku tidak cantik?”

“eo!” jawabnya cepat, dasar laki-laki ini!

ish! meskipun kau memujiku cantik sekarang tapi aku yakin, dimatamu yang paling cantik adalah seorang wanita berbadan dua dibawah!”

Semburat merah muncul dikedua pipinya, ckck dia malu.

“Kau hebat membuat anak Tae!” dia menahan tawa mendengar ucapanku.

“lalu kapan kau akan menyusul berbadan dua seperti wanita dibawah, eo?” dia mengalihkan pembahasan, dasar! “bukannya kau sudah cukup tua untuk menikah?”

Poker face yang aku lakukan sekarang, bukannya ucapanya itu cukup kejam?! “Segera!” aku tak mau kalah dan dia hanya tertawa bahagia.

Cukup lama dia tertawa membuat aku muak “Sstt! Diam, kau ingin Taeyoung bangun?!” akhirnya dia diam dengan menutup mulutnya sendiri, menahan tawa tentunya. Heol!

(***)

Setelah cukup lama aku berkunjung ke rumah keluarga kecil Taehyung sekarang aku disini, di lantai atas sebuah gedung pusat milik kakekku. Dimana lagi jika bukan di gedung Lee Group. Aku hampiri meja wanita cantik yang berada di depan ruangan yang ku yakini adalah ruangan dengan posisi tertinggi disini.

Sebuah senyuman dan sapaan aku dapatkan dari wanita itu, diam beberapa saat memperhatikannya. aku tau siapa dia, ya dia adalah Han Sora sekertaris Oh Sehun selama tiga tahun terakhir. Sebenarnya selama aku tinggal di LA aku sering meminta semua informasi apa yang terjadi di Korea, terutama informasi tentang Oh Sehun.

Baru aku akan mengucapkan apa yang aku inginkan, pintu disamping meja Sora terbuka dan muncul lelaki berbadan tinggi dengan ekpresi wajah kesalnya. Dia menghampiri Sora.

Brak

“Han Sora! Makan siang nanti, kau harus ikut denganku fitting baju untuk pesta pernikahan Luhan hyung! Aku sudah meminta ijin kepada Oh Sehun kalau kau akan datang telambat! Ah, jika kau menolak, aku akan memaksa pada Oh Sehun untuk memecatmu dan kau akan bekerja diperusahaan ayahmu itu!!”

Setelah mengucapkan kalimat panjang lebar dengan kesal Chanyeol pergi, ya Han Sora adalah kekasih Chanyeol. Bisa dibilang bekerjanya Han Sora menjadi sekertaris Sehun menjadikan cinta lama Chanyeol dan Sora bersemi kembali, ah cerita cinta ini sangat picisan.

Sora menunjukan wajah datarnya melihat aksi kekasihnya itu dan aku hanya menahan tawa.

“turuti apa yang dia mau Sora-ya, aku tidak mau mendengar keluhannya itu.” ucap seorang lelaki cantik yang entah sejak kapan sudah berdiri disampingku, senyuman menjadi jawaban Sora.

Laki-laki cantik ini mempokuskan pandangannya padaku “Ingin bertemu dengannya?”

***

Hari terus berjalan dan sore hari ini aku tengah duduk didepan seorang yang sangat aku rindukan, senyuman manis yang dia berikan membuat rasa rinduku selama ini meluap begitu saja.

“seharusnya kau menghubungiku agar aku menjemputmu.”

Aku tersenyum mendengar kata-kata yang keluar dari bibirnya itu, terengar manis dan perhatian.

“aku tidak ingin menganggu waktumu oppa dan ada Baekhyun Oppa yang menjemputku bersama tunangannya sekaligus  sahabatku Yeoun, ah aku baru tahu mereka bertunangan oppa.”

Masih menunjukan senyumnya dia menjawab “Emm, dua hari yang lalu dengan terburu-buru mereka bertungan. Dan sekarang aku tahu kenapa Baek ingin segera bertungan.” Aku mengerutkan kening tidak mengerti, “karena dia ingin menunjukannya pada seseorang yang telah menolaknya.” Dan penjelasnnya itu membuat kami berdua tertawa, jadi dia ingin menyombongkan diri padaku? ahahah kekanakan sekali.

***

Dengan senyuman yang mengembang aku langkahkan tungkaiku pada gedung apartment dan waktu sekarang menunjukan angka tujuh malam, artinya dia sudah pulang. Disini aku sekarang, di gedung sebuah apartment yang pernah aku tinggali tiga tahun lalu bersama Oh Sehun.

Setelah bercerita cukup lama bersama Luhan oppa aku putuskan untuk datang kesini, ada alasan lain selain itu. ya,  laki-laki itu masih tinggal di apartment yang pernah dulu kami tempati, aku tidak tahu kenapa dia tidak pindah atau pulang ke tempat haraboji . Ah, atau mungkin dia memang ingin hidup sendiri disini? Entahlah.

Ditekan tombol lift didepanku dan tak menunggu waktu lama akhirnya terbuka. Sejenak aku diam melihat laki-laki berpostur sempurna didalam lift, dia bersandar pada dinding lift dengan penampilan cukup berantakan dan mata terpejam, terlihat lelah dan ingin segera untuk beristirahat.

Akupun masuk dan meneguk saliva kasar, tatapanku masih terpokus padanya. berdehem berharap dia terpokus padaku tapi sayangnya dia tetap diam dalam posisinya. Ingin sekali aku memintanya untuk membagi beban tapi itu tidak mungkin untuk saat ini.

Ting!

Pintu lift terbuka dan dia membuka mata, 12 adalah lantai yang dia –bukan! yang kami tuju. Entah dia tidak menyadari keberadaanku atau tidak peduli dengan keberadaan orang lain dia langsung melangkahkan tungkainya itu keluar begitu pula denganku.

Dengan malas ia menenteng jas ditangan kirinya,dan dia berhenti  di depan pintu bernomor 9944, apartment kami. Pungungnya yang kokoh dan ku rindukan saat ini ada didepanku, dia menekan password untuk masuk kedalam apartment tak berapa lama pintu pun terbuka lalu dia menghilang dibalik pintu menyisakan ku yang masih diam menatapnya.

Hingga lima menit berlalu aku masih diiam menatap pintu didepan, aku ragu untuk menekan bel. Apa dia akan menerima kedatanganku? Atau sebaliknya? Kita tidak tahu jawabannya sebelum mencoba bukan? Dan aku sudah menekan bel didepanku ini. Mencobanya.

Tidak ada jawaban, ku tekan kembali bel dan hasillnya sama. Apa sesuatu terjadi padanya? bukannya dia baru saja masuk? dan bel yang ketiga hingga ke empat masih tidak ada jawaban. Oh bagaimana ini, harus kah aku masuk? apa dia masih menggunakan kata sandi yang dulu pernah kami gunakan?

klik

Dan aku memundurkan tubuh,tetap sama. Tidak ada bunyi lain selain klik yang aku dengar, kata sandi yang dia gunakan masih tetap sama seperti tiga tahun lalu. Tanggal pertunangan kami.

Dengan ragu aku masuk kedalam apartment ini, semuanya tidak ada yang bergeser sedikitpun dan aku cukup tercengang dengan bingkai foto disamping almari ruang tengah yang tertutup dengan kain putih dan sedikit berdebu, posisi itu adalah terakhir aku menyimpan foto pertunangan kami dan apa mungkin itu adalah foto yang sama?

Ditarik perlahan kain putih itu dan aku tidak bisa berkata-kata, kenapa dia masih menyimpan ini? apa mungkin dia memiliki perasaan yang sama? Atau dia tidak ingin menyentuhnya? Aku sangat bahagia jiga opsi pertama adalah alasannya.

Ah, ya Oh Sehun. Aku masuk lebih dalam dan ruangan tidurnya adalah tujuanku,

“Oh Sehun?”

Suara air mengalir yang menyambutku dan kekawatiranku sedikit berkurang, ah ternyata dia tengah membersihkan tubuhnya itu.  ku edarkan pandanganku dan kebiasaan buruknya itu selalu dia lakukan, melempar sembarangan baju kotor dan tidak menyiapkan baju ganti.

Ku ambil kemeja yang penuh dengan keringat ini, aroma tubuhnya yang sangat aku rindukan ku hirup dalam-dalam. Rasa nyaman aku rasakan saat memeluk kemeja ini, ah tidak! sekarang ini bahkan aku membayangkan pemilik kemeja ini yang aku peluk.

Menggeleng-gelengkan kepala lalu menghentikan fantasi ku itu, dimasukan kemeja yang ku pegang kedalam keranjang cucian. saatnya untuk mencari pakain ganti untuknya, dibuka pintu lemari ini dan untuk kesekian kainya aku harus tercengang. Ya, memang pakaian yang ada didalam lemari tapi ini semua pakain milikku, yang aku tinggalkan tiga tahun lalu.

Aku sangat terharu melihat semua ini, apa dia benar-benar menyukaiku? Bahkan sekarang aku menangis, tentunya menangis bahagia. Ku buka pintu lemari sebelah kanan dan ku ambil random pakaiannya, baru aku mau membalikan tubuh seseorang menarik tanganku dan dada bidang yang masih lembab menjadi suguhan.

Glek

Dengan susah payah aku meneguk ludah dan dengan susah payah pula aku mendokankan kepalaku, kerutan dikening yang awalnya tercetak menghilang kerena dia membulatkan kedua bola matanya.

Long time no see..”

Author POV

Kalimat Lama tidak berjumpa beserta tatapan penuh kerinduan Yumi berikan, cukup lama mereka dalam posisi yang sama hingga membuat Yumi tersadar ini terlalu dekat. Ingin mengabulkan keinginannya untuk menjauhkan tubuh dengan cekatan Sehun menahan pingang Yumi, kedua matanya yang membola adalah ekpresi Yumi saat ini.

Suasana menjadi cangung, wanita itu bingung harus berkata apa untuk melepaskan diri. Dari ribuan bahkan jutaan kata dan sepertinya kata ini yang harus dia ucapkan.

“maaf..” dengan mendunduk dalam Yumi mengucapkan kata yang terlampau pendek itu, dia bahkan yakin pasti orang didepannya ini tidak akan memaafkannya setelah apa yang terjadi pada mantan kekasihnya, Raemi.

“aku rindu padamu.” Dengan cepat Yumi mengangkat dagu, kecupan kilat dia juga dapatkan. Mata wanita itu membola mendapat perlakuan dari Sehun yang sangat diluar dugaan ini “seharusnya itu yang harus kau ucapkan dan berikan padaku.” Mengerutkan kening yang Yumi lakukan. “karena itu yang sangat aku inginkan.”

Masih menunjukan wajah bingungnya dia menatap Sehun, apa pria dihadapnnya ini tengah mabuk? Atau dia kehabisan obat? Yumi terus berspekulasi bahwa Oh Sehun sedikit tidak waras tidak seperti biasanya.

Dan tarikan kedua ujung bibir pria didepanya membuat Yumi merinding, dia tersenyum. Seorang Oh Sehun yang Yumi kenal tiga tahun lalu jarang bukan, bahkan tidak pernah tersenyum sekarang ini tengah tersenyum. Mengigit bibir bawahnya yang Yumi lakukan, terlalu seram jiga ini nyata.

Beberapa detik kemudian dia menunjukan wajah datarnya kembali dan memengang kedua bahu Yumi, mempertahankan wanita itu supaya terus terpokus padanya.

“Kenapa Taehyung orang yang kau kunjungi saat pertama kali datang kesini?!”  baru Yumi merasa lega bahwa orang di depannya ini kembali normal ia disuguhkan pertanyaan yang cukup sulit itu, bagaimana dia tahu?

“lalu Luhan hyung, ah apa keberadaanku sangat tidak penting untukmu?” belum menjawab pertanyaan yang pertama Sehun kembali bertanya hingga membuat Yumi menahan diri untuk menjawab, “geez, sepertinya begitu.”

Meneguk saliva kasar lalu menjawab, “tidak..”sekarang Sehun yang mengerutkan keningnya, heran. “aku kemari hanya ingin mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku.” Perlahan cengkraman dibahu Yumi melonggar.

Tangan yang sedari menjutai disamping tubuh perlahan terangkat dan wanita itu letakan pada liontin cincin dikalung yang tengah Sehun gunakan, cincin yang pernah Yumi gunakan “aku ingin megambil ini..” kerutan itu semakin terlihat jelas saat Yumi menurunkan tangannya pada dada kiri Sehun “Dan ini..” dia berikan sebuah senyuman dan menjadi akhir dari kalimat yang Yumi ucapkan.

Untuk beberapa saat Sehun mencerna apa yang wanita ini inginkan dan akhirnya dia mengerti, dengan kata lain yang diinginkan Yumi adalah dirinya? Senyuman dan sebuah dekapan yang Yumi dapatkan sekarang.

“aku akan memberikan semuanya untukmu.”

Ekpresi bahagia yang mereka tunjukan, terlampau bahagia dengan apa yang terjadi. Dekapan posesif yang diberikan Sehun cukup membuat Yumi kesulitan untuk bernafas, bahkan gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya ngeri jika dia tidak melepaskan dekapan ini dia akan mati, dia tidak mau itu. ayolah baru beberapa menit dia bahagia masa iya dia mati? Sangta konyol!

“Oh-Se-Hun..lepaskan aku!!”

“Tidak!” jawab Sehun cepat

“Yah! aku tidak mau hari esok adalah hari pernikahan Luhan oppa juga hari pemakamanku!!”

Pria itu sempat terkikik mendengar apa yang Yumi ucapkan lalu melepaskan dekapannya itu. masih menunjukan wajah kesalnya Yumi menatap Sehun.

“Jika kau terlalu bahagia jangan sampai membunuh seseorang dengan dekapanmu juga!”

Dan Sehun menanggapinya dengan kikikannya kembali, meski wanita didepannya kini sudah berpenampilan dewasa tetap saja jiwa kekanak-kanakannya tidak hilang.

“Ah, darimana kau tahu bahwa aku sudah di Korea?”

Akhirnya Sehun menghentikan tawanya itu, lalu bersikap serius kembali “Orang-orangku, sebenarnya dari dua tahun lalu aku sudah mengetahui keberadaanmu.”

Cukup terkejut Yumi mendengar apa yang pria didepannya kini utarakan “lalu kenapa kau tidak menemuiku?”

“karena aku yakin kau harus memikirkan jawaban dari pertanyaan yang nanti akan haraboji tanyakan lagi.”

Kalimat yang Sehun ucapkan sunguh sangat membuat Yumi bingung, “pertanyaan?” ulangnya

“emm, sebuah pertanyaan yang jawabannya hanya ‘Yes!’  or  ‘No!’.”

Yumi menggeleng-gelengkan kepalanya “Oh Sehun bisakah kau tidak terlalu terbelit-belit, apa maksudmu?!” wanita itu mulai kesal

Sebelum mengucapkan apa yang dia ucapkan Sehun sengaja mendekatkan wajahnya pada Yumi yang tubuhnya sedikit pendek darinya itu “pertanyaan ‘Married with Him?’ dan sekarang kau sudah menentukan jawabannya dengan ‘Yes!’.”

Wanita itu berdecak “kenapa kau sangat yakin jawabanku adalah ‘Yes!’ hmm?”

Menjauhkan wajahnya kembali adalah yang Sehun lakukan sekarang “karena kau sudah meminta ini..” dia memengan cincin dikalungnya “dan juga ini padaku.” Lanjutnya dengan meletakan tangan kirinya itu didada kirinya. “lalu aku juga sudah memberikan dengan sukarela padamu maka jawabanmu berarti Yes.”

Dengan wajah sombong dia menjelaskan semuanya pada Yumi, wanita itu hanya bisa menahan tawa lalu menganguk mengiyakan. Sehun menarik kembali wanita itu dalam dekapannya, dia memejamkan kedua kelopak matanya itu merasakan sensasi yang sudah lama tidak dia dapatkan. Hembusan nafas lega Sehun lakukan, tidak sia-sia menunggu wanita ini selama tiga tahun, dia mendapat balasan yang sesuai.

Dia hirup dalam-dalam aroma dari cekungan leher wanita dalam dekapannya ini dan dia buka kedua irisnya tiba-tiba saat mendapatkan ide yang cukup gila.

“ah bagaimana jiga besok kita menikah? Jadi bukan hanya Jeon Muri dan Xi Luhan yang menikah tapi Lee Yumi dan Oh Sehun. Bagaimana?

Dibuka kedua matanya dengan cepat setelah mendengar ide Sehun ini, “Yah! Oh Sehun, kau gila?!”

Masih mendekap Yumi pria itu menjawab “bukannya ini akan menarik?” dan Yumi hanya membalasnya dengan hembusan nafas beratnya “ah baiklah,kalau begitu esoknya kita akan menikah. Aku tidak mau mendengar penolakan lagi!” Dengan pasrah Yumi mengangukan kepalanya, itu lebih baik daripada harus menikah dihari yang sama dengan Luhan. Ayolah dia tidak mau perhatian tamu tertuju pada dua pasangan pengantin.

Jawaban yang Yumi berikan membuat Sehun bahagia, setidaknya dia sudah menyakinkan dirinya bahwa wanita didekapannya ini tidak akan meninggalkan dirinya kembali dan tidak akan ada orang lain yang menganggu kisah cintanya ini lagi, seperti tiga tahun lalu.

FINISH

Jjang!! Reder-a gimana? Ini adalah ending yang aku harapkan T.T kalian gimna? Ah jika iya aku bahagiaaa.. makasih buat reader yang masih bertahan sampai sekarang dari setahun lalu tepatnya tanggal 16 september 2015 aku post Teasernya dan sekarang epilogue 16 september 2016 aku posting, aku gk nyangka bisa pas satu tahun ginii huahhh hehe.. ah makasih juga buat silent reader yang cuman mampir doang ^^ Big tanks pastinya buat Reader yang ngbuat FF aku nangkring d Top Post SKF trus ngasih respon^^

Eh ya sebenernya epilogue ini udah direncanain dari sebelumnya dan ternyata yang menghargai ff aku kurang dari 50 orang, makasih yang ngasih komentar dan juga like yahh^^ 사랑해❤

Sampai ketemu d karya aku selanjutnya yaa~~^^

Ah ya jika kalian ada yang suka sama Sehun follow ig @exoohsehunn94 (double N yaa) disana kita Share pict OSH yang HQ trus update jugaa.

Regards

 @Baby_Boo04

***

47 responses to ““Married With him?!” EPILOGUE – @Baby_Boo04

  1. trnyata ada epilog nya… trnyta yumi pergi skolah lgi toh…. d part kmrin gk jlz bgt prginya… mmm…. n skrg blik buat minta lagi cincin n hati sehun…. co cweet… happy ending… thor gk ada part nikahny sehun~yumi kah?

    • hehe iya epiloguenya kejutan!
      hehe maapkan abisnya buru2 pen cepet tamat :v iya happy ending~ keknya enggak soalnya ada projek lain :v
      makasih yah udah baca sampe epilogue^^

  2. Yehet!!!!>< makasih bgt kak^^ hehehehehe
    happy end, itulah yg byk diharapkan dri readers(?) *apa iya??–" aku sok tau:V*
    seneng deeh Yumi balik ke Korea dn balikan lgi sama Sehun.. ciyeeh, Raemi sama Taehyung:V selamat buat 2 anakny(bener kn?? o! mau 3 ya???)
    buat Luhan, selamat bsk nikah:V hahahahahaha

  3. ternyata ada epilogue nya !!! kirain mreka ngga benar2 bersama😦😦
    aku sih brharap smoga saja ada epiloguenya yg part mreka memprsiapkan prnikahan, menikah daan punya baby!! #colekauthor hehehehehe😀😀😀

  4. haalo,aq reader baru,krna aq bru tau ff in,jd aq cuma bs komen dbagian epiloguenya aj eon,krna aq punya pengalaman kalo author itu juga punya rs ingin dihargai atas smua karyax

    eon sllu berikan ff terbaikmu sperti ff in ya

  5. Tjieee happy ending jadinya? Aku bahagia sekali! Sikap otoriter Sehun tetap mendarah daging ye? Salut jadinya___-

  6. Ih yaaampun sumpah betapa bahagianya aku /tebar bunga/ wkwk
    Tau ga siii? Aku mira endingnya itu yg kmaren!! Yg sad end dan ngegantung.bnaget!! Yang bikin aku baper beneran!! Ehh trnyata GA!! Ini ENDINGNYA SANGAT SANGAT YANG AKU HARAPKAN wkwk
    Duhh maaksih eonni, udah setahun ini nulis, makasih juga udha bikin ff inu happy end 😄😅 aku kira ga bakalan ada epilogue kek bginu lohh wkwk
    Pokonya aku sukaaa banhrt sama cerita ini. Cara kmau nulis juga keren banget loo 😎
    Thanks yaa. Ditunggu next project nya, yg main cast nya sehun yakk wwk
    Annyeong🙂

    • wkwk bagus kalo bahagia😀
      hehe sengaja bikin baper dulu trus skrang bahagia kan :v
      hehe iya sama-samaa~
      epiloguenya surprise gituu wkwk
      huahhh makasih baget yaahh^^
      wkwk ff aku gk jauh dari s thadel sih,
      nado annyeong~~

  7. Jjang epilog ya uda kluar…akhirnya yumi ma sehun bersama lagi… Dan yg lain uda punya pasangan…q kira in sampai yumi ma sehun nikah *harapannya sih…tapi gapapa ditunggu karya lainnya…

  8. Endingnya kereen nih~~ tapi jadi penasaran ntar kehidupan setelah nikahnya gimana.. kapan” buat sequelnya yaa eon~~ kapan” ajaa :v fighting deh~~ waaa akhirnya tamaat~

  9. yeyyh seengganya yumi udah piks/? sama sehun and happy ending^^ ending yang selalu ditunggu
    oke ditunggu karya karya selanjutnya yang castnya sehun yaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s