[FREELANCE] Autumn #12

20160425_201615

Poster by Alkindi.

Title : Autumn Chapter 12

Author : Puspita.desu

Cast : Byun Baekhyun

            Kim Yoora

Genre : Romance, sad, angst, idol life

Rating : 15+

Length : Chaptered.

Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 | Chap 4 | Chap 5 | Chap 6 | Chap 7 | Chap 8 | Chap 9Chap 10 | Chap 11 |

******

Kau mulai meragukanku,  Kim Yoora? 

Kim Taeyeon mungkin harus kembali mencuci kedua matanya,  akhir-akhir ini dia terus saja disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa menjijikkan menurutnya.

Dan mungkin ini puncaknya, otaknya serasa ingin meledak atau dia ingin meledakan hal yang membuatnya menjadi gila. Segila dua orang yang tak punya rasa malu dengan berlenggak di gedung SM dan saling menggenggam, dan jangan lupakan senyuman yang terbit dari keduanya membuat Taeyeon semakin muak.

Taeyeon masih berdiri ditempatnya, diruang latihan grupnya dan memandang mereka dari ambang pintu. Menunggu keduanya melewat. Kakinya dia pijaki dengan kuat dengan tangan yang mengepal, takut dirinya dengan barbar berlari pada keduanya dan menghancurkan wajahnya.

Terlebih untuk si gadis itu.

20 langkah

15

10

Oh dan sebelumnya Taeyeon juga melihat Do Kyungsoo yang tak jauh darinya melihat Baekhyun dan gadis itu dengan pandangan yang tak biasa; terluka, hampa dan cemburu? Apa dia menyukai gadis itu?

Oh, menarik sekali. Dia menyimpulkan sembari tersenyum remeh.

Dan kedua makhluk yang Taeyeon tunggu melewatinya begitu saja.

Kim Taeyeon dianggap patung. 

Gadis itu semakin mengepalkan tangannya, dan berbalik hendak pulang. Atau sesuatu yang disebut menarik telah dia incar sedari tadi.

******

Byun Baekhyun melirik Yoora untuk kesekian, tangan gadis itu begitu dingin namun wajahnya sangat datar.

Baekhyun mengira bahwa Yoora juga sama gugupnya dengan Baekhyun, yah atau fakta bahwa mereka baru saja melewati Kim Taeyeon yang beberapa hari terakhir mengancam Yoora bisa saja membuat gadis itu takut. Biasanya Yoora akan mengoceh sepanjang jalan atau paling tidak mengucapkan beberapa kata sebelum berakhir dengan tidur didalam mobil.

Dan hal yang mungkin menjadi penentu hubungan keduanya setelah ini membuat Baekhyun kembali meradang. Menggenggam erat Yoora membuat gadis itu menoleh padanya, dan tersenyum seolah menenangkan berbagai hal yang sama dikepalanya.

“Hai Baek,! ”

Seseorang menepuk pundak Baekhyun membuat keduanya menoleh, Yoora hampir berteriak melihat siapa yang datang. Jika saja keadaannya tidak seperti ini mungkin Yoora akan memeluknya sampai pingsan. Tidak dengan Baekhyun yang kini sedang melihat reaksinya yang berbeda dari yang tadi.

“Ah, Kyuhyun Hyung. Apa kabarmu?  Lama tak jumpa. ”

Baekhyun balas menyapa dengan sopan, membuat Kyuhyun tersenyum mengangguk menjawab Baekhyun dan telunjuknya mengarah pada Yoora. Meminta di perkenalkan. Gadis itu terkejut membuat wajahnya memerah, tak dipungkiri bahwa Kyuhyun juga menjadi idolanya selain Baekhyun.

Lupakan fakta yang pertama.

“Ah, ini Kim Yoora. Dia em dia, ”

“Oh, aku tahu. Dia calon istrimu. Kau melangkahiku Baek, aku merasa semakin tua saja. ”

Kyuhyun terlihat kesal, namun setelahnya kembali tersenyum pada Yoora. Hal yang berbeda ketika Hyung yang cukup dekat dengan Baekhyun ini ramah pada seorang gadis terlebih Yoora baru saja bertemu dengannya. Dan kembali melirik Yoora yang tersipu membuat Baekhyun menarik gadis itu agar lebih rapat disisinya.

Baekhyun luar biasa was-was.

“Tidak Hyung, kau segera akan menyusulku setelah ini. ”

Ujar Baekhyun retoris, Kyuhyun kembali mengangguk khidmat.

“Ah, kau tak ada jadwal?”

Lanjut Baekhyun kembali, sebenarnya dia mengusir secara halus.

“Oh aku ada latihan musikal setelah ini, jadwalnya akan tayang minggu depan. Kuharap kalian bisa melihatku nanti, aku akan menyiapkan tiket VIP..”
Ujar Kyuhyun, pandangannya kembali dialamatkan kepada Yoora dan lagi-lagi gadis itu tersipu.

Baekhyun kesal, menggerutu jika saja Kyuhyun bukan hyung-nya yang dia hormati mungkin Baekhyun akan mencongkel matanya sekarang juga. Oh, mengapa didunia ini banyak sekali yang menyukai Kim Yoora?

“Aku ingin menonton musikal Kyuhyun sunbae sejak lama.. ”

Itu Yoora. Dan Baekhyun semakin meradang dengan apa yang baru saja dia dengar.

“Ah ya, kami usahakan hyung. Kalau begitu kami pamit dahulu.. ”

Baekhyun menunduk diikuti Yoora, menarik tangan gadis itu paksa dan berjalan menuju ruang mr. Lee So man secepatnya. Tanpa ingin ada halangan apapun, tanpa ada sepatah kata lagi.

Dia kelewat kesal. Bagaimana bisa Yoora tersipu karena seorang pria sedang Baekhyun sendiri ada bersamanya? Gadis itu benar-benar.

Mereka sampai dipintu bercat putih dengan nama Ceo SM yang megah diatasnya. Baekhyun sejenak melupakan insiden Yoora yang tersipu dan melanjutkan tujuannya. Dia melirik Yoora yang juga melihatnya, mungkin merasa aneh mengapa Baekhyun tiba-tiba menjadi pendiam seperti ini.

Dan juga merasa gelisah dengan apa yang akan mereka hadapi, Baekhyun tersenyum menghadapkan dirinya dan menunduk sejajar dengan Yoora. Membenarkan poni gadis itu lantas berbisik.

“Jangan takut, anggap saja dia ayahmu dan kau meminta ijin untuk bermain dengan temanmu hari ini. ”

Yoora berdecih, memangnya dia anak kecil?

Dan bermain?

Apa bagi Baekhyun menikah adalah permainan? Yoora kembali tidak percaya pada pria itu. Maka dia melepas genggaman Baekhyun kesal dan melangkah seorang diri untuk mengetuk pintu itu.

Baekhyun melongo. Apa yang salah darinya?  Harusnya dia yang kesalkan?

Namun gerakan Yoora yang membuka pintu membuat Baekhyun kembali sadar dan mengikuti gadis itu. Ini kali ketiganya Baekhyun masuk memasuki ruang presdir mereka.

Yang pertama, ketika dirinya menandatangani kontrak.

Yang kedua, ketika dia dan Taeyeon terlibat hubungan kencan.

Dan yang ketiga, dia bersama Yoora terlibat hubungan yang membuat hampir seantero negeri terguncang karena ini. Dia menghamili seorang gadis SMU dan mungkin karirnya akan dilepas hari ini.

Mr. Lee telah menunggu di sofa merah maroon miliknya. Baekhyun kembali menggenggam Yoora dan keduanya menunduk. Mr. Lee mengangguk dan mengisyaratkan keduanya untuk duduk. Wajahnya terlihat tegang dan tak ada senyum sama sekali. Yoora duduk dengan gelisah, bersiap jika pria didepannya berteriak.

Omong-omong dia manusia bukan Singa. Yoora mengerang.

“Aku memberimu waktu namun kau tak melaksanakan perintahku, sebenarnya apa yang kau inginkan Byun Baekhyun? ”

Mr. Lee memulai. Baekhyun menunduk bingung namun Yoora mendongak menatap pria didepannya lantas berdehem.

“Ma maaf Tuan. Tapi Baekhyun Oppa memilih untuk menikahiku. ”

Yoora menyela, membuat Baekhyun mencubit tangan gadis itu.

“Maaf Mr.Lee, kami.. ”

“Kandunganku kini berusia duabelas minggu, dia sehat dan aku berharap dia bisa lahir sehat juga pada waktunya. Ah ya, aku bisa menjaga Baekhyun Oppa dengan baik. Aku memasak setiap hari untuknya, mencuci bajunya, memakaikan kaus kaki sampai menyisir rambutnya. Aku sering melihat hal itu di drama, dan aku tidak menyangka jika ilmu ini berguna juga. Baekhyun oppa sering memujiku karena aku calon istri yang baik. ”

Yoora melanjutkan, Baekhyun melihat segurat senyum dari Mr. Lee meskipun disembunyikan kembali dengan wajah datar. Dia masih terdiam seperti ingin mendengar kembali ocehan Yoora. Baekhyun pernah bilang bahwa Yoora mampu membuat siapa saja tersenyum ketika dia tersenyum. Dan itu terbukti bukan?  Baekhyun merasa bangga akan hal itu.

Baekhyun hendak membuka mulutnya namun lagi-lagi Yoora mendahului.

“Aku bermimpi suatu hari anakku bisa melihat ayahnya bernyanyi dan memperkenalkan dirinya sebagai ayah dengan bangga. Aku, tak ingin hal lain lagi. Bukankah semua orang ingin mempunyai keluarga harmonis? Walau setiap pertemuan pasti berbeda. Jadi, aku mohon agar kau bisa merestui kami Tuan.”

Yoora menunduk dalam membuat Baekhyun takjub. Dia melirik Mr. Lee yang juga meliriknya namun sedetiknya dia tersenyum lantas bangkit membuat Yoora menegak dan menoleh padanya.

Wajahnya berharap dengan sangat, dan semakin tenang karena Mr. Lee masih tersenyum. Dia mendekati Yoora dan mengusap rambutnya.

“Aku tak pernah mengira bahwa kau berjuang seberat itu, istriku sendiri bahkan tak pernah menyisir rambutku. ”

Yoora melihat rambut Mr.Lee yang terlihat berantakan.

“Apa aku perlu membantumu? ”

Yoora hendak berdiri namun ditahan oleh Baekhyun, dan sebagai gantinya pria itu yang berdiri menghadap Mr. Lee

“Jadi, aku ingin mempertanggung jawabkan kesalahanku Mr. Aku akan menikahi Kim Yoora. ”

Jawab Baekhyun mantap, dan Mr. Lee tersenyum sembari mengangguk.

“Asal kau berjanji bisa meningkatkan popularitasmu dengan baik, berlatih dengan lebih giat dan jaga gadis ini.. ”

Baekhyun dan Yoora terkejut, juga luar biasa senang hampir berteriak. Yoora berdiri dan menjabat tangan Mr. Lee membuat Baekhyun kembali terpana dan ingin menghentikan namun melihat Mr. Lee yang sepertinya senang. Dia mengurungkan niatnya. Menggantinya dengan menunduk berterimakasih.

“Minggu depan kita adakan konferensi pers. Kalian bisa pergi dan besok jadwalmu kembali kesemula Baekhyun, jangan bermalas-malasan.. ”

Lanjutnya.

“Ya, Terimakasih Mr. ”

“Terimakasih Tuan.. ”
Jalan kami semakin dipermudah. 

******

Do Kyungsoo kembali meminum tehnya di dalam cangkir, mata bulatnya melirik aneh sunbae yang tiba-tiba mengajaknya beristirahat bersama di kantin management mereka. Walau kemungkinan besar ini ada hubungannya dengan Baekhyun atau hanya sekedar menanyakan keadaan pria itu, dia sanksi dan curiga bahwa keduanya masih menjalin hubungan secara sembunyi.

Atau berharap besar jika seperti itu, maka dengan bebas Kyungsoo bisa mendekati Yoora. Namun mengingat kembali pelukan keduanya di pinggir jalan membuat Kyungsoo mengurungkan niatnya dan percaya jika keduanya sudah saling mencintai.

Maka dia hanya perlu menjauh dan merelakan.

“Kau mungkin bertanya-tanya apa maksudku mengajakmu kesini. Emm, ya itu tentang Baekhyun.”

Taeyeon berhenti menunggu reaksi Kyungsoo, namun pria itu tetap datar dan penasaran.

“Aku melihatmu memandang gadis itu berbeda, apa kau menyukainya? ”

“Namanya Kim Yoora. ”

Taeyeon mengepal, tidak Baekhyun atau Kyungsoo sama saja. Membuatnya harus menyebut nama gadis itu dengan benar. Tidak tahu kah dia bahwa dengan mendengar namanya saja hatinya sakit?

“Ya, dia. ”

Ujarnya malas.

“Lantas ada apa jika benar aku menyukai Kim Yoora? ”

Kyungsoo merasakan hawa buruk disini,

“Bukankah ini semacam simbiosis mutualisme jika kita bekerja sama?  Kau ingin Yoora dan aku ingin Baekhyun kembali.”

Taeyeon tersenyum, Cinta membutakan segalanya. Tak ada yang mengira bahwa sosok malaikat miliknya seolah luntur karena obsesinya pada Baekhyun.

Dia hanya ingin Byun Baekhyun.

Namun Kyungsoo menggeleng, menghabiskan minumannya dan menatap Taeyeon.

“Tidak noona. Aku memang menyukai Yoora, tapi Cinta tidak harus memiliki. Bagiku cukup tahu bahwa dia bahagia dan melindunginya dari jauh, itu sudah cukup. Kuharap kau juga seperti itu noona, berhenti mengganggu mereka dan relakan saja jika Baekhyun tidak lagi kembali padamu ”

Kyungsoo tentu menolak. Dia tak bisa memaksakan Yoora untuk jadi miliknya sekalipun Kyungsoo akan mati jika dia tak bisa mendapatkan Yoora. Namun nyatanya definisi Cinta menurut Kyungsoo sangat berbeda dengan Taeyeon.

Gadis itu tertawa sinis sembari memainkan bibir gelasnya.

“Tidak Kyungsoo, tidak apa jika kau tak ingin bekerja sama denganku. Tapi aku tak ingin menghentikan niatku untuk memisahkan mereka. ”

“Dan aku adalah orang yang pertama menghancurkanmu jika itu terjadi, aku tidak main-main noona. Sebaiknya hentikan dari sekarang.. ”

Kyungsoo mengepalkan tangannya dan bangkit sebelum dia mencekik Taeyeon sekarang juga. Emosinya memang selalu seperti monster jika menyangkut Kim Yoora.

Kim Yoora selalu berhasil mengambil alih seluruh atensinya. 

******

“Kenapa kau diam saja? ”

Baekhyun akhirnya berbicara setelah sekian lama hanya bisa menggerutu kesal karena Yoora yang tidak kunjung mengeluarkan suaranya sejak berkunjung keagensi sore tadi. Dia benar-benar tidak bisa mengerti jalan fikiran perempuan, tadi dia dengan semangat menggebu meminta ijin agar mereka direstui, namun setelahnya Yoora diam bak orang bisu.

Jika dia kesal, maka apa kesalahan yang Baekhyun perbuat?

“Aku sariawan. ”

Jawab Yoora malas, hendak membalikkan tubuh berbaringnya namun lagi-lagi Baekhyun menahannya.

“Tadi bibirmu baik-baik saja, apa perlu aku menciumnya?”

Baekhyun hendak menggoda, dan mendekatkan dirinya namun Yoora menahan bibirnya kuat. Matanya melirik kesal. Baekhyun melepas tangan Yoora dan menggenggamnya.

“Yak, aku baru ingat. Aku tak akan pernah mengajakmu menonton musikal Kyuhyun hyung..”

Baekhyun masih kesal atas kejadian tadi.

“Kenapa?  Aku ingin menontonnya, aku sudah menyiapkan gaun ku untuk menontonnya. Aku akan datang. ”

Baekhyun melepas tangannya, dan mengepalkannya dengan kesal. Yoora baru saja membangunkan singa. Namun dia tak peduli, tak takut sama sekali.

“Apa itu?  Apa kau penggemarnya?  Kau bahkan merona karena dia tersenyum padamu. Aku ingatkan aku tak akan membawamu kesana, dan aku akan membakar gaunmu jika kau memaksa. ”

“Yak, kenapa kau seperti ini?  Kau berharap aku ‘bermain’ denganmu selamanya begitu? ”

Bermain?

“Apa maksudmu? ”

“Kau masih saja seperti itu, aku tak mau lagi percaya padamu. ”

Dan Yoora sukses membalikkan badannya seraya memeluk gulingnya.

Dia kesal bukan main,

Dan Baekhyun terbingung bukan main.

“Ah itu, itu hanya ibarat kau tahu? Jika aku menganggapmu mainan, maka untuk apa aku membawamu ke rumah orang tuaku, Yoora?”

Baekhyun membalikkan kembali Yoora menghadap dirinya, mengusap pipi gadis itu.

“Aku mencintaimu.. ”

Yoora terdiam, hatinya kembali menghangat namun dia gensi jika harus membalas pernyataan Baekhyun.

“Apa yang kau rasakan?”

Tanya Baekhyun.

“Aku mengantuk! ”

Demi Tuhan.

Apa semua wanita hamil selalu mengesalkan seperti ini? Dia menyatakan cintanya sepenuh hati dan di balas seperti ini?

“Aku sedang menyatakan cintaku Kim Yoora, setidaknya buatlah mimik bahwa kau terkesan atau senang padaku.. ”

“Kau selalu mengatakan itu pada penggemarmu..”

“Tapi kau bukan penggemarku! ”

Yoora terdiam, menjilat bibirnya. Dia berbohong ketika mengatakan bahwa dirinya tidak lagi menggemari Baekhyun, nyatanya dirinya semakin gila karena Baekhyun. Dia masih merasa seperti mimpi karena Baekhyun berada disini, menatapnya bahkan berbaring bersama.

“Berjuanglah sedikit lagi untuk itu, Oppa. Aku belum sepenuhnya percaya padamu. Ya, bisa saja setelah aku menyatakan padamu, kau kembali meninggalkanku. Itu sakit, Oppa.. ”

Baekhyun terdiam, Yoora yang tidak yakin itu karena dirinya yang selalu berubah fikiran. Baekhyun memang pantas jika sulit dipercaya. Namun, dia kali ini benar-benar akan berjuang untuk Yoora.

“Ya, kau lihat saja bagaimana kerasnya aku berjuang demi dirimu.. ”

Baekhyun merengkuh Yoora dalam pelukannya, menepuk punggung gadis itu sayang menyuruhnya untuk tertidur.

Dia berdehem, suaranya mulai mengalun. Salah satu hal yang sekarang menjadi favoritnya adalah memeluk Yoora dan bernyanyi sampai gadis itu tertidur.

Selalu berharap bahwa segalanya berakhir indah dan selalu bersyukur karena dipertemukan dengan Yoora.

Yoora menggenggam erat baju Baekhyun, tersenyum mendengar nyanyian indah darinya. bergumam diantaranya kesadarannya.

Aku mencintaimu, Baekhyun Oppa. 

Tbc

2 responses to “[FREELANCE] Autumn #12

  1. eh, So Sweet banget sih…… ku kira tadi bakalan diomelin atau semacamnya, eh ternyata malah direstuin
    jadi makin penasaran bagaimana kelanjutan dari cerita ini
    keep writing thor

    oh iya Oppa D.o Keren banget si walupun cintanya bertepuk sebelah tangan tapi dia masih menjaga Yoora aja
    tenang Oppa Masih Ada aku kok,aku Jadi makin cinta Sama Oppa D.o

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s