[Freelance] Girlfriend

bzbllulcmaaxev2

Title : Girlfriend (?)

Author : flysunsky94 (Twitter : @dandelion_2512)

Cast : Oh Sehun (EXO),Irene Bae (Red velvet).

Genre : Sad,angst,litte bit romance.

Other Cast : D.O Kyungsoo (EXO).

Rating : Warning!! 18+.

Lenght : Oneshoot.

Disclaimer : Ff ini asli,murni dari hasil pemikiran aku sendiri. Maaf kalau ada judul ff yang sama. Don’t copy and plagiat my story.  Hati – hati,cerita ini bukan untuk yang masih di bawah umur karna mengandung kalimat yang ambigu.

Sorry for typo’s and thank you.

♣♣♣

Hening yang begitu kental menyelimuti sebuah ruangan dengan koleksi aneka macam buku di dalamnya. Secercah sinar mentari pagi yang hangat berhasil menerobos masuk melalui jendela besar di kediaman seorang namja. Menyinari sebagian wajah seorang yeoja yang tengah serius menuliskan beberapa soal statistik pada lembaran kertas putih. Wajah rupawan bak dewi yunani,yang terhalang oleh sebagian surainya yang berwarna keemasan. Membuat para namja begitu mengagumi dan berlomba untuk mendapatkan dirinya. Bahkan,wajah rupawan miliknya mampu membuat seorang namja yang begitu di gilai oleh para yeoja,bertekuk lutut padanya.

Dia adalah,Oh Ssehun. Mahasiswa jurusan bisnis yang kini sedang duduk di hadapan seorang yeoja yang tak lain adalah dosen sekaligus guru privatnya,Irene Bae. Yeoja yang mampu membuatnya bertekuk lutut hanya dengan melihat wajah rupawan dan manik coklat terangnya yang teduh. Sehun sangat menyukai dosennya. Tidak. Sehun sangat mencintai dosennya. Ya sangat!

“Apa sudah puas melihat wajahku ?” tanya Irene datar tanpa mengalihkan pandangannya dari soal statistik. Sehun tersenyum kecil dan menopangkan sebelah tangannya pada dagu runcingnya. Mengagumi ciptaan tuhan yang begitu sempurna,tanpa ada cacat sedikitpun di hadapannya kini. Merasa jengah,Irene menghentikan kegiatannya dan membalas tatapan Sehun dengan datar. Sehun memiringkan sedikit kepalanya. Menggoda Irene dengan tatapannya yang mampu membuat wanita manapun meleleh melihatnya.

Namun tidak dengan Irene,ia berbeda dari yeoja – yeoja di luar sana. Gadis itu masih memasang wajah datar dan tangan kananya menyodorkan selembar kertas yang sudah penuh dengan soal statistik yang begitu menyebalkan.

“Cepat kerjakan. Jika hari ini kau tidak ada peningkatan,maka aku akan memberikanmu tugas tambahan untuk besok.” Ucap Irene yang melipat kedua tangannya di dada.

“ Come on babe,aku masih sangat merindukanmu. 3 minggu tidak bertemu denganmu sangat cukup untuk  membuatku hampir gila karna terlalu merindukanmu.” balas Sehun yang kini menggeser posisi duduknya di samping Irene. “ Kau harus tau itu.” Tambahnya.

“ Aku bukan kekasihmu Oh Sehun. Jadi berhentilah memanggilku dengan sebutan seperti itu. Dan juga aku tidak mau tau kau merindukanku atau tidak.” Balas Irene kesal yang membuat pria di sampingnya tertawa kecil.

“ Baiklah,baiklah. Aku memang bukan kekasihmu. Tapi kau adalah milikku,sayang” ucap Sehun seraya memeluk Irene dari samping dan meletakan kepalanya pada bahu Irene.

“ Apa yang kau lakukan Sehun ?“ protes Irene yang mencoba untuk melepaskan tangan Sehun di pinggang rampingnya.

“ Biarkan seperti ini,kumohon. Aku benar – benar hampir gila karna terlalu merindukanmu.” Bisik Sehun dengan suara parau. Membuat Irene merasa tak enak hati mendengarnya. Tangan kanannya bergerak untuk mengelus surai kecokelatan milik Sehun dengan lembut. Pelukan Sehun pada pinggangnya semakin mengerat. Menyesapi aroma lily yang begitu memabukan dengan rakus. Menyalurkan rindunya dengan mengecap candunya  begitu lembut. Membuat sang empunya menahan suara yang tidak di inginkan lolos dari bibir mungilnya yang menggoda Sehun sejak tadi.

Rambatan Sehun terus naik hingga bertemu dengan benda lembab dengan olesan vanilla itu. Satu erangan berhasil lolos saat bibir tipis Sehun menggit kecil daun telinga Irene. Cengkraman tangan Irene semakin erat saat tangan nakal Sehun berhasil menyetuh titik kelemahannya. Hidung mancung milik Sehun semakin merangsek maju. Mengendus semakin dalam di perpotongan leher jenjang milik Irene,seraya tangan nakalnya dengan perlahan mengelus paha putih nan mulus milik Irene dari balik dress dark blue yang di kenakannya.

Entah apa yang terjadi dan siapa yang memulai,kini Irene sudah duduk di pangkuan Sehun. Desahan pertama berhasil lolos dari bibir mungil milik Irene,saat bibir tipis Sehun yang begitu lihai menggoda bahunya yang sudah terekspos akibat ulah Sehun.

“ Se-“ ucapannya terpotong saat cumbuan Sehun semakin turun hingga ujung hidungnya menyentuh dadanya. Sehun menghentikan aktivitasnya sejenak dan tersenyum miring melihat pipi Irene yang merona. Sadar sedang di tatap oleh Sehun,Irene mengigit bibir bawahnya gugup. Membuat kulit bibirnya mengelupas. Napas Irene terputus,kala tangan kanan Sehun merangkum sebelah benda kenyal yang begitu menggoda para namja untuk menyetuhnya dengan begitu lembut namun menuntut. Sehun yang awalnya berpenampilan rapih,kini sudah tak beraturan. Belum sempat meraup oksigen,Sehun kembali mengunci bibir Irene dengan miliknya. Melumatnya dengan rakus dan menuntut. Membuat sang gadis yang berada di pangkuannya kewalahan untuk membalas. Hasrat untuk melakukan lebih pun semakin naik,kala ujung jari telunjuk milik Irene tak sengaja menggoda dada bidang Sehun yang terekspos sebagian. Membuat sang empunya menggeram tertahan,merasakan belaian yang begitu seduktif.

“ Astaga!” Irene memekik pelan saat mendengar suara resleting dressnya terbuka cukup kasar. Irene semakin menggit bibir bawahnya,saat tangan Sehun mulai membelai punggungnya begitu lembut. Sesuatu tiba – tiba saja masuk dan memporak poranda di dalam dirinya. Membuat Irene memekik dan mendesah bersamaan. Sehun semakin mengembangkan smirknya saat merasakan jari – jari lentik milik Irene menjambak halus rambutnya yang sudah tak rapih lagi dan mendengar namanya di panggil dalam desahan Irene. Sehun menghentikan kegiatannya saat merasakan sesuatu keluar dari dalam Irene dan dirinya. Meletakan kepalanya pada bahu mungil Irene yang terekspos. Membuat Sehun kembali tergoda untuk mengecupinya kembali. Sebelah tangannya kembali merangkum buah dada Irene seraya menggoda paha dalam gadis itu dengan sebelah tangannya yang menganggur. Membuat gadisnya kembali mendesah,akibat sensasi yang di buat oleh Sehun. Saat Sehun ingin melakukannya kembali,suara Irene menghentikan kegiatannya.

“ Sehun ?“ panggil Irene yang mengatur deru napasnya yang tersensenggal. Sehun hanya bergumam sebagai jawaban. Irene melepaskan kontak mereka secara sepihak dan menatap obsidian berwarna hitam milik Sehun yang begitu mempesona.

“ I have to go now. I’m sorry.” Gumam Irene lirih.

“ Lagi ?” tanya Sehun malas. Irene mengangguk pelan seraya merapihkan penampilannya.

“ Ya,Kyungsoo sudah menjemputku.” Jawabnya teramat pelan. Sehun tertawa sumbang seraya mata elangnya menatap Irene dengan tajam.

“ Kyungsoo ?” ulang Sehun dengan nada dinging. Irene menundukkan kepalanya dan mengangguk pelan. Sehun mengumpat pelan,kelima jarinya menyugar surai hitamnya yang berantakan.

“ Kenapa harus Kyungsoo ? Tidak bisakah sehari saja kita bersama tanpa ada Kyungsoo yang menjemputmu ?” tanya Sehun dengan nada yang mulai meninggi. “ Aku benar – benar muak mendengar nama Kyungsoo selalu ada di saat kita sedang bersama.” Tambah sang pria dengan nada tinggi. Bibir tipis Irene hampir saja berdarah saat gadis itu menggigitnya terlalu kuat. Irene memainkan ibu jarinya dan mulai membalas tatapan Sehun yang begitu tajam padanya.

“ Aku….minta maaf.” Balasnya sangat pelan.

“ Aku bisa mengantarmu pulang Irene. Apa kau tidak percaya padaku huh ?” tanya Sehun lagi. Irene menggeleng pelan sebagai balasan.

“ Lalu ?” alis Sehun terangkat sebelah tanpa mengalihkan tatapannya dari sang gadis. Irene semakin mengigit bibir dalamnya dengan kuat. Ia tak tau harus menjawab apa pada Sehun. Irene mendesah panjang dan kembali menatap Sehun.

“ Mianhe.” Lirih sang gadis membuat Sehun mendengus kasar mendengarnya.

“ Seharusnya kita tidak melakukan hal ini Sehun.” tambah Irene lirih namun masih bisa di dengar oleh Sehun.

“ I know.” Desis Sehun yang menggertakan giginya menahan emosi yang kembali naik. Terjadi keheningan sementara diantara mereka berdua sebelum Sehun kembali mengudarakan suara baritonnya.

“ Kau benar. Kau boleh pergi.” Ucap Sehun begitu dingin dan memalingkan wajahnya dari tatapan Irene yang sendu. Gadis itu hanya menghela napasnya dan berlalu tanpa mengucapkan apapun pada Sehun. Menyisakan Sehun yang menatap kepergiannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Menahan rasa sesak yang semakin menggerogoti ulu hatinya semakin dalam.

FIN.

AN :

Halo halo,ff ini gaje ya ? Hehe,ff  ini terjadi secara spontan sih jadi mungkin feelnya engga dapet atau engga jelas. Bagi yang tidak suka Irene dan Sehun tolong jangan di BASH ya apa lagi sampe fanwar,gausah di baca aja gapapa kok. Maaf kalo adengannya kurang,karna aku baru pertama kali bikin ff  yang bergenre 18+. Aku tunggu RCL dari kalian yang udah baca ^^ please don’t be silent riders ya. Karna aku butuh comment kalian tentang ff ini dan juga jadi penyemangat aku untuk menulis ff yang lainnya. Terima kasih. Sampai jumpa lagi,bye bye.

 

 

 

6 responses to “[Freelance] Girlfriend

  1. Harusnya ini dilanjut..
    karena aku masih bingung sehun itu pacarnya irene? pacar beneran ato cuman guru ama murid?
    hmm..
    Harus dilanjut krn menarik😀
    JJANG!

  2. Hmmm udah finish sih tp malah penasaran sama hubungannya irene dan kyungsoo 😂
    Gimana kalo dibuat chapter nih chingu? Tambah tambah konflik dikit gitu kek 😉😂 btw aku stan nya hunrene couple jd seneng bgt pas tau disini ada castnya sehun sama irene kan jarang banget disini yg cast nya mereka berdua . Jadi berasaa senengggg bgt baca ff ini 😊😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s