[Freelance] Survive

ss_%e5%89%af%e6%9c%ac_%e5%89%af%e6%9c%ac

 

Title : Survive
Author : Elizabeth PetalsElf
Cast : Oh Sehun (Exo), Kim EunJi (OC)

Genre : Romance, Mystery

Rating : General
Length : chapter
Disclaimer : All story is mine. I Hate plagiator!

 

Aku mencintaimu. Harusnya itu alasan yang cukup kuat untuk membuatku mampu bertahan, meski saat monster itu menancapkan taringnya di jantungku.

 

Enjoy! ^^

 

Seberkas sinar mentari pagi yang menyelinap dari sela-sela tirai jendela menusuk-nusuk kelopak mata Sehun, membuatnya meringis sebentar sebelum membuka mata. Perlahan-lahan rasa kantuknya mulai pudar, namun rasa sakit di pergelangan tangannya akibat terjatuh kemarin membuat pria berkulit putih itu  kembali meringis. Namun itu tak berlangsung lama, karena senyumnya baru saja mengembang setelah seorang wanita menyapanya di meja makan.

“Bagaimana tidurmu?”

Sehun mengangkat bahu, dan mencibir. “Kasurnya sangat parah. Sepertinya batu jauh lebih empuk.”

“Baiklah, besok akan kuganti dengan batu. Sesuai rekomendasimu.” balas wanita itu.

Sehun melangkah santai dan berhenti tepat di belakang tubuh ramping itu, memeluk dengan hangat seolah ingin bersaing dengan mentari di atas sana. Sehun menghirup dalam-dalam aroma tubuh wanita itu, dan sadar bahwa dia sudah kecanduan.

“Eun ji- ya…..” panggil Sehun.

EunJi berbalik, meletakkan kedua tangannya dia atas bahu Sehun, dan menatapnya dalam. Cukup lama mereka dalam posisi itu, saling mengirim rasa cinta melalui sorot mata masing-masing. Jika saja tak ada suara keras yang tiba-tiba menggema dan  membuat mereka terlonjak, mereka pasti sudah berciuman saat ini.

“Apa itu?” tanya EunJi panik, sambil berjalan melalui pintu, dan memandang ke arah hutan lebat di belakang rumah.

Sehun kini berdiri di sampingnya, mengikuti pandangan mata Eunji. “Sepertinya…” Sehun meragu, melihat Eunji dengan pandangan cemas. “Binatang buas?”

Sejenak mereka terdiam, sibuk dalam pikiran masing-masing. Dan tiba-tiba saja angin keras menghempas pintu belakang, membuatnya menutup. Eunji berusaha keras menelan ludah, menarik napas panjang, kemudian mengunci pintu dengan gerakan cepat.

“Sudah kubilang kita jangan ke sini…” protesnya, menatap marah pada Sehun. “Di sini berbahaya. Kapan kau mau mendengarku?”

Sehun mendengus, “Kim Eun Ji! Kenapa kau mempermasalahkan ini lagi? Ini tempat yang tepat untuk menunggu keadaan membaik. Saat orangtuaku sudah mulai tenang, aku janji akan mencari tempat yang lebih baik.”

“Tepatnya kapan orangtuamu mulai tenang?” Eunji menatap tajam. “Mereka akan selalu seperti itu sebelum mereka berhasil membunuhku.”

“Diamlah!” bentak Sehun sebelum berlalu dan kembali memasuki kamar. Tiba-tiba saja dia merasa sangat kenyang, dan rasa kantuk kembali menguasainya. Entah itu karena memang tidurnya semalam sangat tidak nyenyak, atau karena protes dari Eunji yang membuat kepalanya semakin pusing.

***

Saat Sehun terbangun, keadaannya bertambah parah. Kini dia menjerit akibat rasa sakit di pergelangan tangannya, dan kepalanya berdenyut-denyut. Eunji tak ada di rumah. Cukup mudah untuk menyusuri seluruh bagian rumah karena ukurannya yang kecil, dan dia sudah melakukannya berulang kali.

Perasaannya mendadak kacau, dia mengumpat berkali-kali, dan dengan gerakan cepat berlari menuju hutan di belakang rumah kecil itu sambil meneriakkan nama Eunji. Pikirannya kembali pada suara keras yang mereka dengar pagi tadi, dan rasa khawatir telah lebih dulu membuatnya seolah dicekik. Sejak awal Sehun tahu tempat ini memang tidak cukup baik untuk dijadikan tempat persembunyian dari orangtuanya yang terlalu bersemangat menentang hubungan mereka. Sehun terlalu mencintai Eunji, dan dia juga harus mengusahakan segala cara agar bisa bersama gadis itu, termasuk melakukan pernikahan diam-diam kemudian bersembunyi di tempat ini, yang dulunya ditinggali neneknya Eunji.

Eunji sudah berkali-kali menolak untuk tinggal sementara di tempat ini. Tapi Sehun yang tak bisa dibantah tetap memaksanya, mengabaikan berbahayanya tinggal berdua di sebuah rumah kecil yang memiliki hutan lebat yang sejak dulu menjadi tempat terlarang.

Sehun terus berteriak meski langkahnya sudah melambat. Arlojinya sudah menunjuk pada pukul 4, yang artinya Sehun sudah mengitari hutan hampir 6 jam. Dia terus berjalan, bahkan mengabaikan kemungkinan bahwa dia sudah tersesat sekarang. Sehun hanya ingin menemukan Eunji, memastikan wanitanya baik-baik saja. Tapi dua jam kemudian, saat sinar matahari sudah tak lagi bisa menyelinap dari balik dahan pohon-pohon besar di hutan itu, Sehun memutuskan untuk duduk. Perutnya berbunyi, akhirnya Sehun merasa sangat lapar dan haus, sementara dia tak membawa apa pun untuk bisa dimakan maupun diminum.

Sehun masih tersiksa oleh rasa cemas pada Eunji saat tiba-tiba saja bahunya ditekan dengan sangat keras, dan tubuhnya melayang, ditarik oleh sebuah tangan besar, dan bahunya membentur beberapa pohon sebelum terhempas di tanah.

 

To Be Continued

Sorry kalau ada typo…..

Maaf juga kalau kurang menarik….

Dan terimakasih sudah membaca…..

6 responses to “[Freelance] Survive

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s