[FREELANCE] Autumn #13

20160425_201615

Puspita.desu’s present

Cover by Alkindi

Staring Byun Baekhyun and Kim Yoora

Romance, sad, angst, idol life, complicated to Genre

For 17+ and this Story Chaptered.

Summary: story ini sepenuhnya milik saya, adapun jika ada kesamaan nama tempat atau alur itu hanya ketidaksengajaan semata. Dilarang mencetak, memplagiat tanpa seijin saya sebagai author.

Selamat datang bagi yang bisa nyampe kesinii.. Mohon untuk meninggalkan jejak! 

Selamat membaca yaa!

Chap 1 | Chap 2 | Chap 3 | Chap 4 | Chap 5 | Chap 6 | Chap 7 | Chap 8 | Chap 9Chap 10 | Chap 11 | Chap 12 |

******

Sekalipun mati, aku akan tetap memenjarakanmu. 

Maka biarkan dirimu terperangkap olehku, selamanya.. 
.
.
.
Jika air mata berharga, mengapa Kim Yoora mudah sekali mengeluarkannya?

Jika sebuah hubungan itu berlaku abadi, mengapa dia selalu kehilangan?

Jika hati itu selalu benar, mengapa diciptakan nafsu yang menyesatkan?

Mengapa itu semua ada, dan Kim Yoora sepenuhnya mengalami hal demikian. Air matanya kembali merebak karena dia, dihadapannya Lee Jinki yang terkurung akibat perbuatannya. Lupakan kesalahan pria itu yang hampir memperkosanya dan hampir membunuh Baekhyun. Terlepas dari itu semua, Lee Jinki adalah salah satu pria terbaik yang dia miliki di dunia ini.

Atau apakah Yoora harus menyebut dirinya adalah dalang dari semua hal yang membuat Jinki menjadi seperti ini? Tidak,  percaya atau tidak ini kuasa Tuhan.

“Kau kau, bagaimana kabarmu? ”

Jinki menunduk, bibirnya bergetar tak kuasa melihat Yoora mengunjunginya di ruang tamu khusus tahanan. Ya, dua minggu setelah kejadian itu seorang bernama Do Kyungsoo melaporkan dirinya dan dia harus berakhir membusuk selama 5 tahun dipenjara. Tak ada yang ingin tahu, tak ada yang mau peduli. Ayahnya selalu sibuk dengan urusan sendiri dan malah mencampakkan dirinya setelah tahu dia dipenjara dan dia tak punya sanak saudara lainnya.

Dan Kim Yoora.

Ya, walaupun rasanya tidak mungkin gadis itu sudi melihatnya lagi setelah sebegitu iblisnya dia hampir mencelakai Yoora.

Ya, dan setiap malam dibalik sel dinginnya Lee Jinki selalu berharap suatu hari di masa kelamnya ini Kim Yoora bisa sekilas saja untuk kesini, walau hanya untuk memukulnya atau menyuruh Baekhyun untuk membunuhnya.

Dia tentu saja rela.

Dan ini hanya dua minggu.

Tuhan bahkan mengabulkan doanya secepat itu, lantas apa lagi yang dia harapkan setelah ini?

Kim Yoora yang sedang menangis dibalik kaca pembatas dengan seorang pria disampingnya. Pria yang memenjarakan dirinya.

Pria yang membuatnya tersadar akan prilaku kejinya pada Yoora.

Pria yang mengirimnya ke tempat teraman untuknya saat ini.

Do Kyungsoo.

Dia ingin sekali mencium kaki Kyungsoo sekarang juga.

Kim Yoora juga melihat kearah Jinki, memperhatikan wajah tirus dan lusuh pria itu.

“Lihatlah aku, aku jauh lebih baik darimu Oppa. Sebenarnya kau ini kenapa? ”

Tanya Yoora yang masih terisak, ditatapnya Jinki yang masih menunduk. Yoora memukul kaca pembatas itu berkali-kali, mengibaratkan jika itu Jinki. Membuat pria dihadapannya mendongak menatap Yoora yang berang dan Kyungsoo yang berusaha menenangkan Yoora.

Cukup sudah, 

“Ma maafkan aku Yoo, aku memang jahat aku memang iblis. Kumohon maafkan aku Yoora.”

Jinki mulai menangis, menyangga tangannya di hadapan Yoora. Dia ingin memeluk gadis itu, namun dia tak kuasa. Jangankan untuk itu, menatapnya saja Jinki sudah tidak berhak lagi. Yoora sekarang teramat jauh darinya,Yoora sekarang bukan lagi gadis kecil yang ingin dia nikahi.

Kim Yoora sudah menjadi milik orang lain.

“Bukan.. Bukan itu. Dulu bahkan kau selalu berjanji untuk selamanya bersamaku, kenapa sekarang kau ada disini? APA KAU BERNIAT MENINGGALKANKU OPPA?  JAWAB AKU JINKI OPPA. KENAPA KAU BERBOHONG, SIALAN!! ”

Kyungsoo mengusap punggung Yoora yang semakin berteriak, membiarkan gadis itu melampiaskan kemarahannya. Walau ini pertamakalinya melihat Yoora berubah, gadis yang biasanya hanya bisa tersenyum tenang dan bicara seperlunya.

Diam-diam tersenyum kecil, Ya Kyungsoo menyukai segala hal yang ada pada Yoora.

Terutama ketika gadis itu memanggil namanya.

Lalu dia merasakan tarikan keras di baju nya, dan wajah sembab Yoora yang menatapnya. Tatapan memohon.

“Bisakah kau bebaskan Jinki Oppa? ”

Pintanya serak, suaranya habis sudah. Dia bahkan menangisi pria yang hampir menghancurkan hidupnya. Dan jangan lupakan Yoora yang selalu menangisi Baekhyun yang bahkan sudah menghancurkan seluruh hidupnya.

Sebenarnya terbuat dari apa hati seorang Kim Yoora?

Kyungsoo menggeleng, membuat Yoora melepas tangannya pasrah. Dan kedatangan penjaga sel di ruang Jinki juga membuat perhatian mereka bubar.

Kim Yoora menatap Jinki sekali lagi. Dia memperhatikan gerakan mulut Jinki yang pucat. Air matanya kembali turun dan hatinya bagai tercabik.

Jinki berbalik tanpa melihat lagi kearahnya.

Jangan pernah menemuiku lagi, jaga dirimu baik-baik. 

Aku mencintaimu, Kim Yoora.



******

Kyungsoo senang bisa menculik Yoora seharian, sebenarnya tidak bisa dikatakan seperti itu. Karena faktanya Byun Baekhyun sendiri yang menyuruh Kyungsoo untuk mengajak jalan-jalan Yoora selama pria itu menyelesaikan kerjanya.

Dia tidak tahu ada angin apa Baekhyun yang bahkan tidak pernah ingin berbagi sekalipun hal yang dia miliki, tiba-tiba dengan wajah malaikatnya menemui Kyungsoo yang memang sedang sangat merindukan Yoora untuk mewujudkan keinginannya.

Atau Baekhyun sudah melupakan kejadian tempo lalu dan ingin menghentikan gencatan senjata.

Apapun itu,  tetap saja dia senang.

Walaupun setengah dari waktu mereka, Yoora habiskan untuk menangisi Lee Jinki.

Sekarang mereka disini. Di rumah makan pinggir jalan yang kebetulan sedang sepi pengunjung, mengingat ini masih jam kerja. Mereka duduk di meja pojok yang jauh dari perhatian, dan hanya beberapa orang lalu lalang serta pelayan paruh baya. Tidak ada yang mengenali Kyungsoo, dia bisa menghirup nafas bebas.

Memperhatikan Kim Yoora yang sudah berhasil menghabiskan satu cup besar ice cream cokelat. Dan sekarang dia sudah menelan setengah lagi ice cream cokelat yang kedua.

Dan demi Tuhan Kyungsoo hanya meminum beberapa tetes jus nya dan sisanya dia habiskan untuk memperhatikan wajah lucu Yoora yang memerah kedinginan.

Pantas saja ini musim dingin, dan Yoora dengan ajaibnya memakan ice cream disaat semua orang memilih kopi hangat.

Namun Kyungsoo tersenyum,

Sekali lagi, apapun yang Yoora lakukan Kyungsoo menyukainya.

Sedetiknya berganti dengan wajah murung, karena mungkin ini efek dari keinginan bayinya. Dan lebih menunduk lagi membayangkan hal yang apa yang selalu mereka lakukan setiap malamnya.

Membayangkannya saja, Batin Kyungsoo menjerit.

“Kau kenapa?”

Tanya Yoora akhirnya, gadis itu sudah menghabiskan dua cup besar ice cream nya. Patut diberi penghargaan.

Yoora membersihkan bibirnya dengan tisue sembari menunggu jawaban Kyungsoo. Pria itu alih-alih menjawab malah tersenyum.

“Kau baik-baik saja? ”

Kyungsoo balik bertanya, merasa aneh Yoora yang terlihat seperti tidak terjadi apa-apa padahal beberapa jam lalu gadis itu menangis bak kehilangan jantungnya.

Kim Yoora sekarang bahkan sudah bisa tersenyum.

“Lee Jinki adalah pria terbaik selain ayahku yang pernah kutemui. Dulu kami bahkan berjanji untuk menikah jika sudah dewasa. ”

Kyungsoo mengerutkan alisnya, menikah? Apa dia melupakan Baekhyun?

“Tentu saja itu tidak mungkin terjadi. Mengingat keadaanku sekarang, ah aku merindukan masa kecilku. ”

Yoora menerawang memandang langit, membayangkan masa kecilnya yang menyenangkan. Dia yang selalu di permainkan anak-anak lelaki dan Jinki yang berbeda 7 tahun darinya selalu membela Yoora dan mengancam siapa saja yang berani menganggu Yoora akan dia pukul. Para anak lelaki itu melaporkan Jinki pada orang tua mereka, dan alhasil Jinki lah yang mendapat pukulan dari ayahnya.
Kim Yoora tertawa mengingat itu, Kyungsoo hanya diam memperhatikannya.

Tawa yang membuat seluruh hati Yoora bergetar, setelahnya dia kembali menangis. Membayangkan Jinki yang sengsara dibalik sel sedang dia dengan idiotnya malah bersenang-senang seperti ini.

Bahkan Kim Yoora belum pernah sekalipun membalas kebaikan pria itu.

“Bagaimana dengan Baekhyun? ”

Tanya Kyungsoo setelah tangisan Yoora mereda, dia tentu penasaran dengan perasaan Kim Yoora karena dia sedari tadi hanya membicarakan Lee Jinki tanpa mengingat sedikitpun tentang Baekhyun.

“Baekhyun sekarang adalah harapanku. Dia memperlakukanku dengan sangat baik, menjagaku dan bayiku dengan baik pula. Dia bahkan selalu terbangun jika aku bergerak dari tempat tidur sedikit saja. Bertanya apakah ada yang sakit? Atau apa kau perlu sesuatu? ”

“Ya aku sekarang percaya padanya, sepenuhnya.”

Jawab Yoora mantap, membuat batin Kyungsoo meringis.

Mereka bahkan tidur dalam satu ranjang, dan pikiran kotor Kyungsoo kembali melayang akan hal yang mungkin selalu mereka lakukan. Melihat bibir merah Yoora, kulitnya yang seputih susu dan tubuh yang sesuai dengan porsinya.

Damn! 

“Apa kau mencintainya? ”

Tanya Kyungsoo kembali memastikan, dia berjanji setelah ini Kyungsoo akan berhenti menanyai Yoora dan mengantarnya pulang. Hanya saja, jawaban Yooralah yang akan menentukan nasib percintaan Kyungsoo selanjutnya.

Yoora hanya terdiam, memperhatikan raut serius Kyungsoo setelah bertanya entah apa itu yang dinamakan Cinta. Sebelumnya Yoora tak pernah tahu apa itu Cinta.

“Saat Baekhyun berada didekatku maka jantungku berdetak cepat, saat dia jauh dariku maka aku terus merindukannya. Apa kau tahu itu apa? ”

Kyungsoo menggigit bibirnya untuk tidak berteriak. Hatinya mencelos, secara tidak langsung Yoora mengatakan bahwa dia mencintai Baekhyun.

Dia mencoba menghindari kenyataan,

Dia mencoba menulikan pendengaran,

Dia mencoba mengalihkan segalanya.

Cintanya bertepuk sebelah tangan.

“Kau mencintainya.. ”

Yoora tersenyum diantara wajah kelam Kyungsoo. Senyuman tulus untuk seseorang yang bahkan tak tahu sedang mereka bicarakan. Dan bahkan Kyungsoo hanya pengantar senyuman yang bahkan tak pernah dia dapatkan dengan benar.

Berdiri dan mengajak Yoora pulang. Dia ingin sekali lagi menulikan dan membutakan semuanya.

Ya, aku mencintai Baekhyun. 

******

“Ganti bajumu! ”

“Apa? Kau sudah menyuruhku menggantinya dua kali Oppa. Kenapa lagi oh? ”

“Yang itu terlalu ketat, kau ingin mereka melihat tubuhmu ya? Cepat ganti! ”

“Tidak mau, aku suka gaun ini.”

“Cepat ganti! ”

Oh dia frustasi, Byun Baekhyun yang mengajaknya untuk konser SMTOWN membuat dia mual sungguh. Mengapa pria ini selalu saja membuatnya frustasi?

Yoora yang dari awal teramat senang sebab pertama kalinya menonton konser Baekhyun dan rekan-rekan nya serta dia sendiri yang menemani Yoora menjadi kesal dan malas luar biasa.

Baekhyun menyuruhnya mengganti gaun pertama karena terlalu mini,

Lalu kembali menyuruhnya mengganti gaun karena terlalu ketat,

Bahkan beberapa kali mengganti sepatu Yoora karena alasan yang tidak masuk akal.

Dan sekarang mereka menuju perjalanan dengan mulut Baekhyun yang tidak bisa berhenti sedari tadi.

“Ingat satu hal Yoora, kau tidak boleh berbicara dengan sembarang orang jika aku tampil. Terlebih itu pria. ”

“Dan aku harus mengabaikan para artis yang menyapaku? Bagaimana jika Oppa Super Junior ingin berkenalan? Aku tak mungkin melewatkan kesempatan emas kan? Kau ini repot sekali! ”

Baekhyun menghentikan mobilnya seketika.

“Apa kau bilang? Kesempatan emas? Kau mencoba menguji kesabaranku ya? Awas saja jika kau berbicara dengan mereka.. ”

“Ck, lalu aku harus bagaimana? Jika tidak menjawabnya mereka fikir aku bisu, kau mau punya istri yang tak bisa bicara hah? ”

Kim Yoora kesal luar biasa.

“Jika aku tampil kau harus bersembunyi atau hanya melihatku dari bawah panggung. Kau mengerti? ”

Baekhyun mendekatkan tubuhnya membenarkan mantel Yoora, dan alhasil gadis itu semakin terlihat tenggelam dalam mantelnya sendiri.

Yoora merengut, melepaskan tangan Baekhyun dan menatap Baekhyun kesal.

“Aku. Tidak. Mau”

“Ya sudah kita pulang saja. ”

Yoora menahan lengan Baekhyun yang hendak memutar stirnya,

“Ya aku berjanji tidak akan berbicara sedikitpun dengan mereka Byun Baekhyun. Ck, kau ini kenapa sih?”

Baekhyun tersenyum geli melihat wajah kesal Yoora, lantas mendekatkan wajahnya dan mencium kilat bibir gadis itu. Membuat Yoora memerah.

“Panggil aku Oppa, Sayang.! ”

Adakah hal yang lebih memalukan dari ini? 

******

Yoora menggenggam erat tangan Baekhyun ketika kilat cahaya mengarah pada keduanya, tidak pernah menduga jika keadaannya akan seperti ini. Dia benar-benar belum siap jika dunia mengenalnya.

“Baekhyun-ssi apa ini adalah wanita yang sedang hangat dibicarakan itu? ”

“Baekhyun-ssi ap benar gadis ini calon istri anda? ”

“Baekhyun-ssi kau belum memperkenalkannya pada kami. ”

Baekhyun menghentikan langkahnya, membuat puluhan kamerapun berhenti. Kilatan cahaya nya bagai menohok menunggu Baekhyun untuk menunggu bibir Baekhyun yang berbicara barang sepatah kata saja. Baekhyun merangkul bahu Yoora erat lantas menunduk dan tersenyum.

“Selamat malam semuanya, saya Byun Baekhyun. Dan kalian bisa menganggap dengan anggapan kalian siapa gadis ini, untuk lebih jelasnya kami akan mengadakan konferensi pers dua hari mendatang. Selamat malam, nikmati konser kami yaa. ”

Baekhyun menjelaskan singkat membuat semuanya kembali mengikuti Baekhyun dan Yoora. Menginginkan jawaban yang lebih jelas lagi. Dan nihil, karena Baekhyun setelahnya hanya tersenyum dan bungkam.

.

.

.

Kim Yoora sangat menikmati konsernya, walaupun dia duduk sendiri di pojok kursi VIP dan jauh dari jangkauan artis lainnya dia amat senang.

Bibirnya terus saja tersenyum mendengar suara merdu dari Baekhyun yang sedang menyanyikan lagu solo miliknya. Sesekali pria itu melihat kearahnya dan tersenyum membuat hati Yoora selalu dan berdebar lagi.

Dia tak tahu ada apa dengannya, namun sepertinya rasa suka Yoora pada Baekhyun semakin hari semakin besar saja.

“Hai Yoora.. ”

Seseorang mengagetkan lamunan Yoora, dia menoleh kesamping dan menemukan Chanyeol yang tersenyum manis. Tak tahu mengapa pria ini bisa menemukannya karena sedari tadi Yoora belum bertemu siapapun kecuali Baekhyun.

“Kau tahu? Baekhyun yang berada dipanggung selalu melihat kearah sini dan tersenyum. Aku penasaran lalu kesini, dan aku benar. Itu kau Yoora.. ”

Yoora mengangguk dan tersenyum. Menerima sebotol mineral dari Chanyeol lalu menghabiskannya setengah botol minuman itu.

Sesekali Yoora melihat Baekhyun yang masih bernyanyi di atas panggung,

“Baekhyun benar-benar menyukaimu sekarang.. ”

Ujar Chanyeol lagi, membuat Yoora kembali menoleh padanya.

Namun setelahnya Yoora menegang mendengar teriakan histeris dari semua penonton lantas melihat ke arah panggung.

Dan Ya,

Bunuh aku Byun Baekhyun.

Disana,

Byun Baekhyun berciuman dengan Kim Taeyeon.

Entah apa yang sebelumnya terjadi, hanya saja mengapa pria itu brengsek sekali?

Chanyeol yang terkejut seketika memeluk Yoora yang shock. Membenamkan erat wajah Yoora di dadanya, merasakan jantung gadis itu yag berdebar kencang. Bahkan seluruh tubuhnya bergetar.

Yoora sudah menangis didadanya, menggumamkan nama Baekhyun berkali-kali. Dan Chanyeol melayangkan tatapan membunuhnya pada Baekhyun yang juga menatapnya.

“Le lepaskan ak aku hiks lepas Oppa.. ”

Chanyeol melepas pelukannya, Yoora menunduk dan menggigit keras bibirnya. Dia tak mengerti mengapa Baekhyun seperti itu?

“Aku ma hiks mau ke kamar mandi.”

.

.

.

Yoora dengan terseok terus saja meneruskan langkahnya, mengunci satu kamar mandi dan berjongkok di atas wastafel. Dia menunduk dan memainkan jarinya sampai berdarah, tidak sakit sekalipun tidak.

Yang sakit hanya hatinya, perih tanpa sisa.

Dan mengingat kembali ciuman Baekhyun dan Taeyeon kembali membuat matanya menggenang, kembali menggigit bibirnya yang kian berdarah.

Aku mencintaimu, Kim Yoora

Maukah kau berjanji satu hal padaku? 

Mulai sekarang kau hanya perlu menatapku 

Aku berjanji akan melindungimu dan bayi kita

Jangan pernah berfikir untuk membesarkannya sendirian, 

Kau tidak membuat bayi itu sendirian, 

Sekarang Baekhyun benar-benar menyukaimu.. 

Tidak,

Itu semua bohong.

Dia adalah gadis paling bodoh karena mempercayainya begitu saja.

Baekhyun bahkan sangat menikmati ciumannya itu, lantas apa lagi yang dia harapkan dari Baekhyun?

Jika yang dia dapat ternyata hanya palsu.

Yoora menghapus keras air matanya, dia telah memutuskan segalanya. Maka gadis itu berdiri dan seketika merasakan pusing yang teramat.

Kim Yoora

Kim Yoora

Kau dengar aku? 

Buka pintunya,  Yoora. 

Yoora yang kini tersungkur tak bisa melakukan apapun lagi. Yang dia tahu hanya seluruh tubuhnya yang lemas dan aliran darah mengalir dari kemaluannya.

Dobrakan pintu masih bisa dia dengar,  dia lelah dan hampir terlelap. Diantara kesadarannya Yoora mengelus perutnya dan tersenyum.

Ya, lebih baik kau tidak ada saja Nak. 

KIM YOORAAAAA!!

******

Baekhyun memeluk Yoora dari belakang, betapa semua hal yang hari ini adalah dia dalang dari semuanya. Manusia keji yang membuat calon istri dan anaknya menderita dan kehilangan nyawa.

Ya, bayi mereka meninggal.

Dalam usia 14 minggu dan ibunya dalam kondisi fisik dan mental yang sangat lemah.

Hukum apa yang pantas untuk Baekhyun?

Mungkin dia juga harus menderita seumur hidupnya.

Dan masih tanpa malunya Baekhyun disini, memeluk Yoora yang terbaring di ranjang rumah sakit dan gadis itu masih terisak tanpa henti.

Masih beruntung karena gadis itu tidak mencoba bunuh diri.

Atau dia menginginkan Yoora membunuh Baekhyun saja, itu lebih baik.

Namun Kim Yoora adalah dia yang mempunyai hati seindah wajahnya. Masih tetap menerima pelukan Baekhyun walau tak menjawab apapun yang Baekhyun tanyakan.

“Pergi! ”

Oh, atau sekarang adalah waktunya.

Namun alih-alih pergi Baekhyun malah semakin memeluk Yoora erat, menciumi puncak kepala gadis itu.

“Pergi Byun Baekhyun, kita sudah tidak ada hubungan apapun. Kau senang kan sekarang? ”

“Apa maksudmu Yoora? ”

Baekhyun bangkit, membalik paksa tubuh ringkih Yoora.

“Kau pasti sudah merencanakannya sejak awal kan? Wah, aktingmu bagus sekali Baekhyun.. ”

Baekhyun menggeleng tak mengerti,

“Kau bahkan dengan bajingannya membunuh anakmu sendiri. Kau hebat sekali Baekhyun. Haha, sudah kau lebih baik minum wine bersama Taeyeon untuk merayakan ini. ”

Baekhyun terkejut, nafasnya memburu.

Membunuh anaknya?

Apakah benar Baekhyun yang membunuhnya?

Dia meremas rambutnya frustasi, lantas mendekati Yoora diatasnya. Nafsunya kian meningkat.

“Kau fikir kau terlepas begitu saja dariku hm? ”

“Ayo kita membuat bayi lagi, kau selamanya harus terperangkap olehku.. ”

Yoora menahan tubuh Baekhyun yang semakin mendekat, bibirnya bahkan sudah menciumi Yoora kasar. Yoora menjerit tertahan karena Baekhyun membuka paksa pakaiannya dan menciumi seluruh tubuhnya. Otaknya begitu kosong, yang dia tahu hanya ingin mengakhiri hidupnya setelah ini.

Yoora menangis setelah Baekhyun berhasil membuka seluruh pakaiannya dan mereka sudah tidak berbusana lagi diatas ranjang rumah sakit.

Baekhyun benar-benar ingin membuat Yoora terkurung olehnya, mengabaikan Yoora yang menangis dan Baekhyun yang mendesah nikmat akibat percintaan kedua mereka.

Byun Baekhyun kembali melakukan kesalahannya. 

******

Kim Yoora melepas pelan pelukan Baekhyun, lantas membuka mata perihnya akibat menangis terus-menerus. Kakinya dia pijakan kelantai yang dingin, merasakan ngilu di selangkangannya hasil dari kebrutalan Baekhyun.

Yoora meraih pakaiannya yang berserakan dan memakainya dengan pelan. Setelahnya memperhatikan wajah terlelap Baekhyun dihadapannya.

Apa itu Cinta? 

Aku bahkan merasakannya karenamu. 

Apa itu sakit? 

Kau bahkan memberiku itu. 

Terlalu banyak Cinta dan rasa sakit sampai rasanya aku tak sangup lagi bersamamu. Maaf, aku tak ingin terperangkap lagi olehmu dan Terimakasih, karena kau aku tahu bahwa hidup dan berjuang tidaklah mudah.

Aku tahu seberapa banyak aku mengatakan benci padamu, tetap saja. 

Dalam hatiku aku berteriak, Aku Mencintaimu Baekhyun. 

Yoora melangkahkan kakinya, meninggalkan Baekhyun yang mengepalkan tangannya kuat. Dia bahkan tak bisa tertidur barang sedetikpun. Ketakutannya terjadi karena kini Yoora meninggalkannya, jauh dari jangkauannya.

Dia idiot.

Menginginkan Yoora tetap bersamanya, namun hanya pura-pura tertidur saat gadis itu pergi. Dan setelahnya menangis seperti orang gila. Bibirnya tak henti-hentinya meneriakkan Kim Yoora.

KIM YOORA

KIM YOORA

KEMBALI SAYANG

MAAFKAN AKU..

TO BE CONTINUE.. 

8 responses to “[FREELANCE] Autumn #13

  1. eh,baekhyun jahat,aq sangat benci baekhyun,bawaanx jafi sedih deh baca part ini,kok begini ya….????
    aq jdi bingung??

    keep writing Thor

  2. makin rumit nih konfliknya…tpi knp taeyeon dan baekhyun ciuman d atas panggung?? butuh sdkt pencerahan ni author-nim…hehehe…d tunggu next chapternya….hwaitinggg

  3. aku penasaran knp baek ama tae kissing? pasti ada alasan bener deh atau tae yg emang nafsu bejat/? -_-
    kesel aku sma tae jadinya… kasian yoora… kasian …pengen mereka bersatu lagi tapi yoora udh sakit hati bgt… aku gk sabat nunggu kelanjutan ff ini. keep writing and hwaiting juseyo~

  4. Pasti ada alasannya iyakan iyakaan? *ngotot.
    Haduh abang baek knp ngelakuin lagi. Seengganya nahan kek gituu >< gregetaaaann pngen jambak baek.

  5. yaampun maap thor aku udh baca chap ini tapi lupa komen, abis aku terlalu seru sih… tp aku harap author tetep terus berkarya dan gk patah semangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s