[Freelance] My real husband #2

z211

Title : My real husband #2

Author : Oh rin rin

Main cast : Kang Eun Bi, Oh Sehun , Kai

Other      : lee hyunra, shin lana , Other

Rating : –

Genre : Romance, marriage life, hurt

Lenght : capter

Poster by : green.caymintART

Desclaimer : Aku tau hamba TUHAN selalu menghargai orang lain SO….

-Part 2-

 

Sehun sengaja berangkat siang hari karna jadwalnya hari ini longgar tak seperti hari-hari sebelumnya, ia bersantai sambil menikmati teh hangat dan acara tv di pagi hari, ia menghiraukan suara gaduh yang berasal dari dalam kamarnya dan ia yakin sekarang istrinya itu sedang membuat ulah.

“mau kemana kau…?” tanya sehun tajam, saat melihat eun bi sudah sangat rapih dan cantik sambil tanganya menenteng tas yang katanya hanya ada 5 di dunia itu, entah bagaimana caranya gadis itu mendapatkanya, sehun tak tau dan tak mau tau.

“tentu saja…”

“berbelanja..?” sela sehun, eun bi mengangguk semangat.

“ya.. berhenti di situ…” teriak sehun saat eun bi sudah memegang handle pintu utama, sehun mendekat dan menarik tangan eun bi.

“berbelanja…? pakai apa…..?” tanya sehun tajam, eun bi tersenyum lalu merogoh isi tasnya lalu mengeluarkan pemberian dari kai.

“tentu saja dengan ini…” sehun menahan nafasnya, ia tak habis fikir dari mana eun bi mendapatkan ini, ia tau itu bukan miliknya

“dapat dari mana kau…..?” tak mungkin jika dari dady karna sehun sudah mewanti-wanti agar tak memberi gadis ini uang.

“jong oppa… wae..” tantang eun bi, sehun geram mendengarnya, dia tengah-tengan usahanya mengajari gadis ini untuk berhemat masih saja ada yang memberi kemudahan untuk gadis bar-bar ini. Dengan gerakan cepat sehun merebutnya dari tangan eun bi

“ya.. kembalikan, jong in memberinya kepadaku…”

“tidak eun bi, kau meminta uang pada kai…”

“tentu saja, kau tak memberiku uang…”

“tidak kau bilang, lalu apa yang ku berikan setiap bulan…”

“hanya itu, kau pelit sekali, aku yakin uang yang kau berikan padaku itu setengah, dari setengah dari setengah dari setengah dari setengah penghasilanmu, atau dari kata lain itu 0.1 % dari penghasilanmu, kau peliiiiit..”

“kau berlebihan, aku bukanya pelit tapi mengajarimu untuk berhemat..”

“ aku tak suka caramu, sehun… berikan itu..”

“tidak aku akan mengembalikanya pada kai..”

“biarkan sekali saja kau menikmatinya…”

“tidak eunbi…” tegas sehun

“kalau begitu berikan aku uang..”

“bukankah sudah ku bilang tidak…!”

“bukankah sudah ku bilang aku tak suka…” eun bi kali ini benar-benar marah

“Kenapa kau selalu menentangku?”

“Kenapa kau selalu memaksaku?”

“eun bi, itu bukan jawaban yang kuinginkan”

“Dan itu juga bukan pertanyaan yang ingin kujawab”

“apakah susah membuatmu berhemat…” eun bi menatap sehun tajam lalu berlalu menuju kamarnya dan menutupnya keras, sehun menghela nafasnya dan merutuki kai yang menjadi penyebab pertengkaran mereka, tapi ia yakin ini tak akan bertahan lama, karna eun bi tak bisa marah pada siapapun, membunuh semut atau nyamukpun ia tak berani.

Sementara di dalam kamar eun bi mengunci kamarnya, ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang di sana.

“oppa sehun mengambil kartu yang kau berikan padaku, bagaimana bisa aku belanja jika seperti ini…” cerocosnya bahkan di saat kai belum sempat mengatakan hallo

“turuti saja dia, dia kan suamimu…”

“aishh kau sama saja…”

“lalu bagaimana, aku yakin setelah ini ia akan marah besar padaku… sudahlah turuti saja dia kali ini…” eun bi langsung mematikan ponselnya dan melemparnya entah kemana, ia sangat kesal sekarang, ia bosan dan tak ada yang bisa ia lakukan saat ini.

Tok…tok…tok…

Eunbi menoleh kearah pintu, ia yakin itu sehun, memangnya siapa lagi, ia mengacuhkanya tak berniat membukanya,

“eun bi-ah.. buka pintunya, aku harus siap-siap, aku harus ke rumah sakit…” eun bi menutup telinganya menggunakan bantal,

“rasakan itu, pergi ke rumah sakit dengan pakaian seperti itu. Siapa suruh membuatku kesal….” gerutu eun bi

“eun bi.. buka pintunya, aku serius…”

“kau juga…”

“aku harus segera ke rumah sakit, kau mau pasienku mati karna aku terlambat menanganinya, kalau kau tak percaya lihat pesan ini, ada pasienku yang kritis…” eun bi langsung melompat dari tempat tidur dan membuka pintunya, ia tak bisa mengompromi jika masalah nyawa, entah itu orang ataupun hewan sekalipun. Sehun terlihat lega.

“kalau kau tak perca…”

“aku percaya…” potong eun bi lalu kembali melangkah menuju tempat tidur dan merebahkan dirinya di sana, sementara sehun melanjutkan acara mandi kilatnya dan bersiap-siap.

Tak sampai 10 menit ia telah siap berpakaian rapi, entah bagaimana dokter itu melakukanya yang pasti sekarang ia sudah rapi dan siap berangkat.

“aku berangkat…” eun bi hanya menggumam sebagai jawabanya.

*****
tak…

Kai tersenyum tipis saat sehun melempar benda persegi itu ke meja kerjanya, ia sudah menduga ini akan terjadi, dengan raut kesal sehun duduk di depan meja kerja kai.

“jangan lagi memberinya itu…”

“hanya ini yang membuatnya tak mengangguku…”

“kau terlalu memanjakanya…..”

“kau jauh lebih dewasa sekarang..” sehun hanya tersenyum kecil mendengarnya

“kemarin ia menelfonku, mengatakan kalau kau merampas ini darinya, jangan terlalu keras padanya, kau tau sendiri dia memang sudah seperti itu sejak dulu, dan akan susah mengubahnya dalam sekejap, jika ingin merubahnya lakukan pelan-pelan…”

“aku tau…”

“lalu… “

“kau saja yang menasihatinya, dia lebih jinak denganmu…”

“kenapa aku, kau suaminya kan…”

“hanya menasihatinya saja apa susahnya…”

“hei dokter Oh seharusnya aku yang bilang seperti itu…”

“aku pusing menghadapinya, dia sulit di atur….”

“tapi tipe orang seperti dia yang mengajarimu untuk menjadi dewasa…” sehun menatap kai sebagai tanda ia tak mengerti

“dengan sifatnya yang seperti ini sama saja dia mengajarimu menjadi dewasa, dia tak akan pernah mau mengalah darimu dan terbukti kan sekarang kau jauh lebih dewasa, untuk orang sepertimu memang pas di satukan dengan mahluk seperti eun bi…”

“baiklah hyung…”

“aku serius…”

“aku tau…”

“sehun-ah…”

“Kau tau sesuatu…” sehun menatap kai lagi, melihat perubahan mimic dari kai

“apa…?”

“Tentang aku dan hyunra……” sehun menggeleng untuk jawabanya

“kami berakhir…?”

“ne… wae…” kai mengangkat bahunya

“katanya aku terlalu baik untuknya…” sehun diam mendengarnya, benarkah kai dan hyunra berakhir

“aku mengatakan ini bukan agar kau kembali mengejar hyunra, ingatlah posisimu, aku mengatakan ini karna kau berhak tau sebagai sahabtaku…”

“aku tau…”

“jangan pernah berfikir untuk mengejar hyunra karna kau sudah memiliki eun bi, fikirkan saja dia, karna jika kau menyakitinya yang pertama kau hadapi adalah aku…”

“aku tau…”

“aku ada cara agar kau lebih mudah merubahnya…”

“apa…”

“hamili dia…”

Buk…

Sebuah buku berhasil mendarat di dada kai saat dengan kesal sehun melemparkanya

“wae. Memangnya ada yang salah.. banyak yang bilang seorang gadis akan berubah jika mereka memiliki anak, dia akan menjadi lebih bertanggung jawab dan aku yakin eun bi tak akan suka berfoya-foya lagi..”

“sialan kau…”

Setelah mengembalikan kartu kredit milik kai, sehun kembali ke rumah sakit dengan masih menahan kesal atas ucapan kai tadi, ia merasa harus menscan ulang isi kepala sahabatnya yang terkenal dengan otak kotornya.

“memangnya hamil menghamili itu mudah…” gerutunya, ia sudah sampai di baseman rumah sakit dan memarkir mobilnya lalu berjalan masuk ke dalam tempat kerjanya itu.

Ia membuka ruang kerjanya dan di kagetkan dengan seseorang yang duduk di kursi kerjanya dengan posisi membelakanginya, ia menghela nafas, ia sangat tau siapa itu, memangnya siapa yang berani duduk di sana kecuali eun bi, istri labilnya.

“sepertinya kau sangat menyukai kursi itu…” kursi itu berputar dan sekarang sehun bisa melihat wajah eun bi, entah kenapa eun bi suka sekali duduk di sana, mulai saat mereka belum menikah dan sampai sekarang.

“kursi ini sangat nyaman, pantas kau selalu pulang tengah malam…” sehun hanya terkekeh pelan.

“ada apa…” dan seperti biasa, setiap eun bi duduk dikursi kerjanya sehun selalu duduk di meja dan menghadap kea rah eun bi.

“aku bosan di rumah tak ada kegiatan…” sehun teringat baru kemarin mereka bertengkar dan seperti dugaanya, eun bi adalah tipe orang yang tak betah berdiaman denganya ataupun dengan kai. Eun bi terlalu mudah memaafkan orang lain, itulah satu sisi kepolosan dari eun bi.

“maaf karna marah padamu kemarin..” ucap sehun serius, eun bi mendongak menatap sehun dan tersenyum

“gwencana…” jawab eun bi riang.

“aku sudah mengembalikan kartu no limit milik kai, jangan coba-coba merayu kai lagi…”

“arraseo…” jawab eun bi sambil memutar kursi yang ia duduki 360 derajat dan ia melakukan itu berkali-kali, sehun tak habis fikir itu sungguh hal kekanakan yang di lakukan orang sesusia eun bi, tapi sehun memakluminya.

“sebagai gantinya, kalau aku ingin berbelanja aku akan mengajak appamu atau appa kim untuk menemaniku, aku yakin mereka tak akan menolaknya…” sehun hanya menghela nafasnya.

“ya.. kau ajak saja dadymu, kenapa malah menggandeng appaku dan kim ajussi…”

“dady… dia sejenis denganmu, pasti yang akan dia katakan adalah..kau harus berhemat, kau sudah memiliki suami.., kau tau setelah kita menikah dia jadi pelit sekali, sama sepertimu…”

“dan itu yang membuatmu sering bergaul dengan appa dan kim ajussi…”

“tentu saja, jika bersama mereka aku seperti seorang putri, mereka selalu menuruti keinginanku… hahah…”

“kau senang sekali berjalan dengan ajussi-ajussi berumur dan beruban…”

“biar saja…”

“cih… sudah ku bilang kurangi hobimu berbelanja…”

“aku tau tapi aku akan melakukanya secara perlahan, jika kau langsung melarangku tentu aku tak mau….”

“terserah padamu sajalah…”

“kapan kau pulang…?” sehun melirik jam tanganya.

“tak lama lagi, aku harus mengecek pasienku dan setelah itu pulang…’

“apa kau mengecek semua pasien di sini…?”

“tentu saja tidak… aku hanya mengecek pasienku bukan semua pasien rumah sakit ini eun bi…”

“lalu apa bedanya…” sehun menghela nafasnya

“percuma bicara dengan orang berotak dangkal sepertimu, kalau kau bosan pulanglah dahulu…” Ucap sehun sambil mendorong kepala eun bi pelan lalu menyambar jas dokternya dan meninggalkan ruanganya.

“aku memang tak sejenius dirimu, kalau aku jeniu aku sudah jadi profesor sekarang.., dasar…”gerutu eun bi sambil mengusap kepalanya yang sedikit sakit akibat ulah sehun tadi.

30 menit kemudian sehun kembali ke ruanganya dan lagi terkejut saat masih melihat eun bi di dalam sana, bedanya sekarang gadis itu sedang asik dengan dunia mimpinya, sehun mendekat dan tersenyum tipis melihat wajah eun bi yang terlihat benar-benar polos saat tertidur.

Sehun beralih membereskan semua barang-barangnya, ia menyimpan jas dokternya di penggantung pakaian di dalam ruanganya setelah selesai semua sehun duduk di meja kerjanya lagi, dan menatap setiap lekuk wajah eun bi.

Ia sangat menyayangi eun bi tentu saja, karna mereka tumbuh bersama, tapi jujur sehun ragu apakah rasa sayangnya hanya sebatas itu, ia tak tau apa yang ia rasakan sekarang, yang ia tau ia masih saja menggilai bawahanya yang menyandang kekasih sahabatnya, ah mantan lebih tepatnya mengingat apa yang di katakana kai tadi.

Sehun mendekatkan wajahnya agar lebih jelas menelusuri setiap lekuk wajah eun bi dengan seksama, dari mata, mata itu yang selalu berapi-api setian mereka adu mulut, hidung, hidung itu akan berubah merah jika eun bi merasa tak suka dengan sesuatu yang ia hirup, dan bibir itu yang selalu menentangnya, mengeluarkan kata-kata pedas untuk melawanya. sehun tersenyum tipis masih dengan matanya yang tertuju pada bibir ranum itu.

“hamili dia…” tiba-tiba saja suara kai menyapa telinganya, sehun mengerjap beberapa kali, tujuanya tadi hanya ingin mengamati lekuk wajah eun bi sekarang beralih ingin sekali mencoba satu hal dengan eun bi, sehun menelan ludahnya, ia begini karna mengingat ucapan kai tadi.

“jangan lakukan dia sahabatmu, jangan rusak persahabatan kalian…” sisi malaikat sehun berbicara

“tapi sekarang dia istrimu, tentu kau boleh melakukanya…” sisi iblis sehun juga angkat bicara

“dia tidak menyukainya..” tambah sisi malaikat lagi

“dia tidak menyukainya karna kalian tak pernah melakukanya, cobalah dan dia akan berubah menyukainya…” tambah iblis sehun

Di tengah kegusaran hati sehun mata itu terbuka dan langsung mendapati wajah sehun di hadapanya, mereka saling tatap dalam beberapa saat.

“kau… su..sudah kembali…” tanya eun bi menyadarkan sehun dan langsung menarik wajahnya.

“emm.. kau fikir siapa yang ada di sini…”

“setan…..” jawab eun bi seenaknya

“kenapa masih ada di sini…”

“tentu saja menunggumu, aku ke sini naik taxi dan aku tak punya ongkos pulang..”

“kau jadi miskin sekarang…”

“dan itu karnamu…”

“ayo pulang…..”

*****
sehun baru sampai di rumahnya dan memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya, setelah itu ia masuk ke dalam rumah minimalisnya dan menemukan eun bi sedang duduk di meja makan dan yang membuatnya terkejut adalah keadaan dapur mereka, yang lebih dari kata hancur.

“ya ampun eun bi, apakah ada perang di sini…” kagum sehun melihat kesanggupan gadis ini memporak-porandakan dapur rumah mereka.

“diam kau…” sentak eun bi

“apa lagi ini…!” erang sehun saat melihat aliran darah di jari eunbi, sehun menarik kursi dan duduk di samping eun bi, melihat jari eun bi seksama, gadis ini benar-benar hebat selain menghancurkan dapur ia juga memberi  3 sayatan di jari telunjuknya.

“ya ampun, bagaimana bisa ini, apa yang kau lakukan, kau mau berakrobat di rumah ini…”

“pisau itu saja yang kurang kerjaan, aku sudah memegangnya dengan benar tapi tetap saja menggores tanganku, tiga kali… ini sakit…” sehun menghela nafasnya lalu ia berdiri lagi lalu membuka lemari dapur dan mengambil kotak kesehatan di sana.

“kau saja yang ceroboh, memangnya apa yang kau lakukan….?”

“aku lapar, dan di rumah hanya ada ramen jadi aku memasak…” sehun menghela nafasnya lagi, gadis di depanya ini sangat tak bisa memakan yang namanya makanan instan terutama ramen, karna gadi ini akan mengalami sakit perut yang luar biasa jika memaksa makanan instan, jadi makanan instan harus menjauh dari eun bi, sehun dengan pengalaman dokternya dengan cekatan mengobati jari eunbi

“sekarang jariku tidak cantik lagi…” keluh eun bi saat jarinya berbalut plaster

“masih saja memikirkan itu, jadi kau lapar..”

“tentu saja…” sehun mengela nafasnya dan mengeluarkan ponselnya

“karna aku juga tak bisa memasak, aku akan memesan makanan…” eun bi mengangguk dan sehun segera memesan makanan mereka.

“eun biah kau tau…”

“tidak…’

“aku serius…”

“aku juga, aku tak tau, memangnya apa itu…” tanya eun bi

“kai putus dengan hyunra…” eun bi terkejut bukan main mendengarnya, rasa takut lebih mendominasinya, ia tak bisa melupakan kalau sehun juga mencintai hyunra dan sekarang hyunra dan kai berpisah.

“ke..kenapa..”

“kai terlalu baik menurutnya…”

“jadi hyunra yang memutuskan…” sehun mengangguk. Eun bi mencoba untuk bersikap biasa. Ia menelan ludahnya ia membenci hyunra karna berani menyakiti 2 pria yang sangat berarti dalam hidupnya

“lalu…”tanya eun bi

“lalu apa…”

“bukankah kau mencintainya…”sehun menatap eun bi entah apa artinya

“kau memiliki kesempatan sekarang…” lanjut eun bi, sehun membuang wajahnya, eun bi benar tapi sekarang keadaanya berbeda

“kau akan mengejarnya.. bukankah ini kesempatanmu…”

“tentu saja….. tidak..” eun bi menahan nafasnya saat mendengar kata pertama sehun tapi sangat lega saat mendengar kata tidak tadi

“wae…?” tanya eun bi, sehun menatap eun bi lagi

“karna aku sudah menikah….” setelah mengatakn itu sehun beranjak dan masuk ke dalam kamarnya, sementara eun bi kini ia tersenyum tipis karna benar benar puas dengan jawaban sehun tadi. Entah apa yang terjadi padanya ia hanya merasa sangat senang saat ini, bahkan rasa sakit di jarinya tak ia rasakan lagi. Dan lagi ia tak akan memaafkan hyunra  karna sudah menyakiti sehun dan kai.

Tbc

Hai readers…., masih ada yang nunggu ff ini, aduh sebenernya aku nggak PD buat posting ff ini takut kalau ceritanya nggak nyambunglah, nggak jelas lah dan apapun itu tapi karna kecintaanku dengan dunia ff dan kpop terlebih EXO apalagi sehun aku memantapkan hati untuk post ff amatiran ini, aku sangat berharap kalian menyukai karya absurdku ini ne, cukup kasih beberapa kata di kilom commen akusudah sangat senang.
 

Aku tau hamba TUHAN selalu menghargai orang lain SO….

COMMENT JUSSEO…

15 responses to “[Freelance] My real husband #2

  1. Athornim yang chap 2 kan udah di post kayaknya aku terakhir baca chap 4 kalo gak 3 deh
    Ditunggu kelanjutannya authornim

  2. iyaa authornim ini kan udh di post. tadi aku pikir cuma ksalahan di tulisan chap. nya ngga taunya kaya repost yaa..
    yang next dong terakhirkan udh smpe chap 4 thor berarti next chap 5 hehe

  3. oh,iya aku kira tdi chap 4 hehehehe,authormin,udah lama nih ga ngepost ff ini,aku nungguin banget lo

    kami selalu menunggu chap selanjutx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s